ENGKAULAH YANG MELIHAT KESUSAHAN DAN SAKIT HATI

Posted in Seeds on 04/17/2014 by Ribka Christ

GENERASI CINTA TUHAN YESUS

~TUHAN PENOLONG ORANG LEMAH~

“Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong” (Mazmur 10 : 14)

Walter Cizsek, seorang Kristen dari negara bekas Uni Soviet, dipenjara Jesus-Walking-On-the-Beach-Picturedan dianiaya oleh penguasa karena imannya kepada Kristus. Ia dipaksa untuk mengambil keputusan yang menggentarkan jiwa: bekerjasama atau hukuman mati. Bekerjasama dengan pembohong dan pembunuh? Tidak akan pernah! Tetapi menghadapi kematian yang mengerikan? Bagaimana mungkin ia sanggup menanggungnya? Dalam keadaan nyaris kehilangan iman kepada Allah, Walter mulai berdoa dengan perasaan putus asa. Pada akhirnya ia mampu untuk menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Bapa. Ia menulis bahwa kehendak Allah tidaklah “di luar sana” melainkan “di dalam situasi tempat saya berada. Dia menginginkan saya menerima situasi ini dari tanganNya, menyerahkan kendali dan menempatkan diri sepenuhnya dalam rencanaNya.” Walter mampu melakukan hal ini karena ia dikuatkan oleh kasih setia Tuhan.

Pernahkah Anda merasa ditinggal oleh Allah? Pernahkah Anda mengalami kondisi seperti pemazmur yang berteriak dalam keputusasaan, “Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setiaNya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun. Ia mengingat dan merenungkan karya Allah yang ajaib dan menyadari bahwa ia sepenuhnya dipelihara oleh Allah.” (Mazmur 77:9-20). Saat kita menyerahkan kendali dan menempatkan diri sepenuhnya dalam rencana Allah, perasaan ditinggal oleh Allah akan sirna. Kita harus sadari bahwa hidup tidak sepenuhnya indah, kadang sakit, kadang susah bahkan menderita. Pemazmur merasakan bahwa hidupnya diliputi kesusahan dan penderitaan. Dia berseru-seru kepada Tuhan karena ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Kesenjangan sosial membuat adanya kelompok-kelompok masyarakat, ada yang kaya dan miskin. Keprihatinan pemazmur mendorong dirinya mengadu kepada Tuhan dengan pengharapan akan mengubah keadaan dan menolong mereka yang tertindas. Orang miskin dan janda dianggap penoda bangsa dan mengotori bangsa dengan kekurangan mereka.

Kesenjangan sosial merupakan pergumulan setiap pribadi, masyarakat dan bangsa. Apa yang menyebabkan terjadi kesenjangan sosial? Berawal dari sifat egois manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain, itu dipupuk dan disiram sehingga memunculkan kesenjangan social. Jika ditanya, siapa yang mau kaya, pintar, punya jabatan, memiliki rumah mewah dan mobil mewah? Pasti kita akan menjawab: “Saya!”, tetapi jika ditanya siapa yang mau jadi anak yatim, miskin dan melarat? Pasti kita akan menjawab: “Bukan saya”. Orang-orang susah, lemah, terlantar dan yatim piatu ada di sekitar kita. Kita harus menjadi berkat bagi mereka. Menolong orang-orang lemah, susah dan sengsara adalah ibadah kita kepada Tuhan.

~DOA : Ya Tuhan, jadikanlah kami menjadi berkat bagi sesama, mampukan kami untuk mengasihi anak-anak yatim dan janda-janda. Sehingga mereka boleh merasakan pertolongan Tuhan melalui hidup kami. Amin.

POKOK PIKIRAN : 
“Sebagaimana Tuhan, kita harus peduli kepada orang susah, lemah dan anak yatim”

 

BE CREATIVE

Posted in Creative on 04/16/2014 by Ribka Christ

Image

“Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.” Amsal 20:5

Tuhan telah menciptakan manusia sebagai mahluk yang kreatif, artinya bisa menciptakan sesuatu hal sesuai dengan talenta dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya.

Bagian kita adalah bagaimana menimba / menggali setiap ide-ide yang Tuhan telah taruh dalam pikiran kita dan mengembangkannya. 

Tuhan mempunyai tujuan dengan rancangan-rancangan yang telah dia taruh di dalam pikiran dan hati kita. Tujuan utamanya adalah untuk bisa membawa kemuliaan bagi nama-Nya.

Mari kita timba sebaik-baiknya rancangan-rancangan yang telah Tuhan berikan, atur prioritas yang mana yang bisa kita lakukan lebih dahulu. Ciptakan sesuatu yang inovatif. Dan gunakan apa yang telah kita ciptakan itu untuk memberitakan Injil Kerajaan-Nya.~ SITYB

2 Taw 19:1 – 20:37
Roma 10:13 – 11:12
Mazmur 21:2-14
Amsal 20:4-6

Kesaksian oleh AS

Posted in Love, Marriage, Testimonies on 04/16/2014 by Ribka Christ

PEMULIHAN DALAM PERNIKAHAN

 

Kesaksian oleh AS.

Saya adalah seorang suami yang telah menikah selama 6 tahun, selama waktu itu kehidupan pernikahan kami naik turun. Setelah images (1)saya mengikuti camp pria maka saya menyadari dan mangakui bahwa selama ini saya tidak menjalankan fungsi saya sebagai seorang suami. Saya bukan suami yang suka main tangan dengan istri dan anak2 saya. Tapi kadang kala perkataan saya yang sinis dan tidak membangun istri dan anak2 sering keluar dari mulut saya.

Dua tahun sebelum saya mengikuti camp ini istri saya cerita bahwa dia pernah mengasihi seorang pria. Betapa terpukulnya saya pada saat itu. Rasa marah dan sedih bercampur dalam hati. Saya berusaha untuk menahannya, tetapi rasa sakit itu tetap saja ada dalam hatiku. Saya berusaha melupakan kejadian tersebut dan mengampuni istri saya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Waktu terus berlanjut sampai mengikuti camp pria. Ternyata saya yang salah selama ini yang menyebabkan istri saya mulai melirik pria lain. Ketika saya pulang dari camp saya mengakui segala kesalahan saya sebagai suami yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik (sebagai imam). Kemudian istri saya mengaku kepada saya dan menceritakan bahwa dia tidak hanya pernah mengasihi pria lain tapi lebih dari itu. Hubungan mereka sudah mengarah lebih dalam lagi.

Betapa semakin hati saya hancur mendengar semua keterbukaan istri saya. Dengan saling menangis saya katakan kepada istri saya tersebut bahwa semua adalah salah saya. Sebagai suami saya harus bertanggungjawab dengan hal tersebut. Walaupun tidak semudah untuk menerima itu semua tapi saya berserah kepada Tuhan bahwa hidup saya mau maksimal sehingga dosa apapun yang terjadi saya harus buang jauh-jauh.

Akhirnya istri saya mengirimkan e-mail kepada pria itu dan mengatakan kepadanya bahwa dia telah menyadarikekeliruannya selama ini. Emailnya-pun di-cc-kan (tembusan) kepada saya.

Saya sangat bangga dengan istri saya dan bersyukur setelah saya mengakui segala kesalahan saya maka perubahan demi perubahan terjadi di dalam kehidupan pernikahan kami. Istri saya semakin dipakai Tuhan dalam pelayanannya, saya pun dipakai Tuhan sungguh luar biasa dalam pelayanan dan pekerjaan.

Saya harus berfungsi sebagai kepala dan istri sebagai lehernya. Inilah kesaksian pertama saya di media ini semoga ini menjadi berkat bagi orang yang membacanya.

-PelitaHidup.com

KUDA PUTIH

Posted in Illustration on 04/14/2014 by Ribka Christ

Ilustrasi: Berkat atau Kutuk

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kudaimages (14) putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah di lihat begitu kemegahannya, keagungannya dan kekuatannya.

Orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak, “Kuda ini bukan kuda bagi saya,” ia akan mengatakan.

 “Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat.” Orang itu miskin dan godaan besar. Tetapi ia tetap tidak menjual kuda itu. Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya.

Seluruh desa datang menemuinya. “Orang tua bodoh,” mereka mengejek dia, “sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami sudah peringatkan bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin. Mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga? Sebaiknya anda sudah menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja.

Harga setinggi apapun akan di bayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda dikutuk oleh kemalangan.” Orang tua itu menjawab, “Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu?

Bagaimana Anda dapat menghakimi?” Orang protes, “Jangan menggambarkan kita sebagai orang bodoh! Mungkin kita bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak di perlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan.” Orang tua itu berbicara lagi, “Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan. Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja.

Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti?” Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali.

Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol. Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul di sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan, “Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat. Maafkan kami.” Jawab orang itu, “Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat? Anda hanya melihat sepotong saja.

Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana anda dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan?

Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu.” “Barangkali orang tua itu benar,” mereka berkata satu kepada yang lain.

Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang. Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu.

Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai. “Kamu benar,” kata mereka, “Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar. Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk membantumu. Sekarang kamu lebih miskin lagi.” Orang tua itu berbicara lagi, “Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau kutukan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita.

Hidup ini datang sepotong-sepotong.” Maka terjadilah 2 minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia sedang terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka mungkin tidak akan melihat anak-anak mereka kembali.

“Kamu benar, orang tua,” mereka menangis, “Tuhan tahu kamu benar. Ini membuktikannya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya”. Orang tua itu berbicara lagi, “Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini: anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui.

Hanya Allah yang tahu.” * * * * Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita. Saya tidak tahu dari mana si tukang kayu belajar menjaga kesabarannya. Mungkin dari tukang kayu lain di Galelia. Sebab tukang kayu itulah yang paling baik mengungkapkannya: “Janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.” Ia adalah yang paling tahu. Ia menulis cerita kita. Dan Ia sudah menulis bab yang terakhir. (In The Eye of The Storm – Max Lucado)

NEW LIFE

Posted in Powerpoint Presentations on 04/14/2014 by Ribka Christ

GREAT POWER

Posted in Ministries, Missions on 04/10/2014 by Ribka Christ

Galatians 6:4-5

New International Version (NIV)

Each one should test their own actions. Then they can take pride in themselves alone, without comparing themselves to someone else, for each one should carry their own load.6The one who is taught the word is to SHARE ALL GOOD THINGS WITH THE ONE WHO TEACHES HIM. 

Image

Galatia 6:4-5

Konteks
6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. j  6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya  sendiri.

6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman,MEMBAGI SEGALA SESUATU YANG ADA PADANYA DENGAN ORANG YANG MEMBERIKAN PENGAJARAN ITU. 

KAMU YANG ROHANI (GAL 6:1-5)

Surat Galatia merupakan surat peringatan, mengapa diperingatkan, karena adanya bahaya yang sering kali tanpa disadari terjadi dalam hidup dan pelayanan kita. Bahaya itu adalah legalisme. Yaitu keterikatan kepada hukum dan peraturan, khususnya disini Orang Yahudi dengan Tauratnya, para Farisi dengan aturannya yang ketat, sehingga menggantikan kehidupan rohani di gereja-gereja kita dewasa ini.

Legalisme lebih mementingkan hokum atau peraturan dari pada orangnya. Bahaya yang sama bagi orang Kristen hari hari merasa bahwa mereka merasa ”rohani” karena hal-hal yang mereka lakukan, karena pemimpin yang mereka ikuti atau karena kelompok yang mereka masuki, sehingga mereka membatasi peran Roh Kudus dalam hidup mereka.

Apabila Roh kudus menguasai hidup kita, akan ada kemerdekaan bukan perhambaan, akan ada kerja sama satu anggota dengan anggota yang lain, bukan persaingan dengan demikian dunia akan melihat kekristenan sejati, dan orang- orang berdosa akan ditarik kepada juruslamat Yesus Kristus.

Gal ati pasal 6, Paulus sengaja memberi satu contoh jika seandainya ada orang percaya yang jatuh dalam dosa, bagaimana sikap orang Kristen yang lain? Kalimat “kedapatan melakukan suatu pelanggaran” dalam bahasa aslinya menunjukkan dosa dilakukan dengan tidak sengaja. Mengapa Paulus memakai lukiksan ini? Karena tidak ada cara lain yang lebih nyata untuk memperlihatkan kejahatan pada penganut legalisme dalam memperlakukan orang-orang yang sudah melanggar atau melakukan kesalahan. Ingat beberapa kasus di Perjanjian Baru dimana Orang Farisi menyeret seorang perempuan yang berbuat zinah kehadapan Yesus(Yoh 8:2)

Dalam Kis 21:28, orang Yahudi hampir membunuh paulus karena mengira Paulus telah menajiskan tempat suci dengan membawa orang bukan Yahudi kedalamnya. Kejahatan para legalisme adalah bahwa mereka sebenarnya tidak memerlukan fakta dan bukti , dengan dasar kecurigaan dan issu sudah cukup untuk menghakimi dan membunuh orang.

Jadi dalam Gal 6 Paulus ingin menunjukkan perbedaan cara penganut legalisme memperlakukan sesama Saudara seiman yang jatuh dalam dosa dengan cara yang dipakai orang-orang yang rohani:

1. Perbedaan tujuan. Orang benar akan berusaha memimpin saudara itu ke jalan yang benar dalam kasih, sedangkan penganut legalisme akan memanfaatkan saudara itu. Istilah memimpin kejalan yang benar dalam bahasa aslinya sama dengan “memulihkan”, artinya memperbaiki atau memulihkan tulang yang patah. Orang percaya yang jatuh dalam dosa, sama seperti tulang yang patah dalam tubuh menyakitkan tetapi perlu pemulihan. Orang yang rohani akan dipimpin oleh Roh kudus ingin membebaskan orang berdosa dari kesalahanya dengan cara lemah lembut, karena salah satu buah Roh adalah kelemah-lembutan(gal 5:22). Kelemah-lembutan bukan berarti kompromi dengan dosa dan kesalahan, tetapi ketegasan untuk memikirkan solusi dan pertolongan kepada mereka yang jatuh supaya dipulihkan. Ketika Yesus beruaha menjadi tabib bagi orang berdosa, Yesus dikecam habis-habisan oleh orang Farisi (Mark 2:13-17).
Bukannya berusaha memulihkan saudara seimannya yang jatuh, penganut legalisme malah akan menghakimi, lalu memanfaatkan saudara itu untuk menjadikan dirinya orang Farisi kelihatan lebih baik. Itulah sebabnya Paulus menasehati kita: Janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki (Gal 5:26). Kata menantang berarti menantang bertanding; Orang percaya yang hidup oleh Roh tidak bertanding dengan saudara seiman lain untuk menjadikan dirinya sebaik dia, sebaliiknya
penganut legalisme justru membuat dirinya kelihatan baik dan orang lain kelihatan jelek.

2. Perbedaan sikap. Orang yang rohani dengan sikap lemah lembut dan kasih, legalisme dengan sikap sombong dan menghakimi. Orang yang rohani melihat orang lain jatuh ada instropeksi diri, supaya dirinya tidak jatuh, legalisme tidak pernah mau isntropeksio diri karena menyombongkan diri tidak mungkin melakukan dosa seperti itu itu sebabnya 1 Kor 10:12 memperingatkan:”12 Sebab itu siapa yang
menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”. Perbedaan lain, yang rohani tahu akan kasih Kristus, bukankah hukum kasih, “kasihilah seorang akan yang lain”(Yoh 13:34;15:12) ia sekarang sedang menerapkan hukum kasih itu. Mendekati seorang saudara yang sedang terjatuh dalam dosa dan berusaha menolong dia, mebutuhkan kasih dan keberanian yang tidak sedikit, berapa banyak diantara kita yang sanggup melakukannya?

Dalam ayat ini Paulus ingat akan ajaran Yesus tentang berdamai kembali(Mat 18:15-35), apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia dibawah empat mata bukan untuk bantah-bantahkan tetapi untuk menyadarkannya dan mendapatkannya kembali.Yesus juga mengajarkan perlunya kita mempraktekkan doa dan pengampunan (Mat 18:21-35), penganut legalisme tidak punya beban dan waktu untuk memenangkan jiwa seperti itu. Penganut legalisme akan membuat dirinya kelihatan lebih baik dan orang yang jatuh semakin jelek, itu sebabnya Paulus disini mengingatkan setiap orang harus menguji pekerjaanya sendiri (Gal 6:4-5), 4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

Ayat 2 dan ayat 5 tidak bertentangan, karena kata beban dalam ayat 2 berarti beban yang berat, sedangkan kata tanggungan dalam ayat 5 berarti ransel prajurit. Kita hendaknya bertolong-tolongan menanggung beban yang berat dalam hidup ini, tetapi ada tanggung jawab pribadi yang ditanggung tiap-tiap orang. Orang yang rohani tidak merebut atau mengambil tanggung ajwab yang seharusnya dilakukan oleh anggota untuk bertumbuh di dalam imannya semakin serupa dengan Kristus.Amin.~Steven Hagai Tan

SALING MEMPERTAHANKAN CINTA !

Posted in Love, Marriage on 04/10/2014 by Ribka Christ

MEMPERTAHANKAN CINTA TANPA AKHIR (ENDLESS LOVE)

Image

Cinta akan tumbuh dan berkembang tanpa mengenal akhir kalau kedua pasangan menerapkan prinsip SALING!

1. Saling mendukung

Sebab itu jika di dalam Al-Masih ada dorongan, ada penghiburan kasih, ada kebersamaan dalam Ruh, ada kemesraan, dan juga kemurahan, 2sempurnakanlah kebahagiaanku dengan hidup sehati sepikir, menaruh kasih yang sama, menjadi satu dalam jiwa dan tujuan. 3Jangan ada seorang pun yang mementingkan diri atau menyombongkan dirinya sendiri, melainkan hendaklah dengan rendah hati masing-masing menganggap bahwa yang lain lebih mulia daripada dirinya sendiri. 4Masing-masing jangan hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, melainkan kepentingan orang lain juga. (Injil Filipi 2:1-4)

Manusia dimanapun selalu membutuhkan dukungan dan dorongan.Orang akan menjadi maju kalau ia didukung dan didorong oleh orang yang dicintainya! Contoh :

(a) Suami akan maju kariernya kalau ada istri yang mendukung sepenuh hati.

(b) Ada penelitian tentang ketahanan manusia berdiri di atas balok es. Orang yang diberi support/ dukungan ternyata berhasil berdiri 2 kali lebih lama dibandingkan yang tidak diberi dukungan!
(c) Tim sepakbola yang main di kandang (ada suporternya) ternyata 80-90% memenangkan pertandingan.

Seorang bijak berkata :” Manusia tidak hanya membutuhkan roti untuk hidup, tetapi juga membutuhkan pujian (dorongan/dukungan)!”

Hans Christian Andersen (penulis cerita anak-anak terkenal) pernah berkata : ”Cemoohan membuat kita jadi dungu, tapi pujian membuat kita jadi maju.”Pertanyaan renungan yang patut diajukan adalah : ”kapan anda terakhir kali memberikan dukungan/pujian bagi pasangan anda ?

2. Saling menghibur

2Hendaklah kamu saling menanggung beban yang ada di antara kamu, karena dengan demikian kamu memenuhi hukum Al-Masih.  (Injil Galatia 6:2)

Hidup ini penuh suka-duka, senang-gembira, naik-turun, sukses-gagal,dan seterusnya. Nah, disaat-saat kita sedang terpuruk (gagal, susah, turun dst) kita membutuhkan pasangan kita untuk memberi penghiburan.Penghiburan ini nampaknya sederhana, namun dampaknya sangat luar biasa. Coba kita lihat fakta berikut ini :

(a) Pusat-pusat konseling selalu disibukkan dengan banyaknya klien yang minta dukungan doa (ini salah bentuk dari penghiburan)
(b) Ketika kita sedih, akan terasa nyaman kalau ada seseorang yang memberikan bahunya untuk kita bersandar!
(c) Ketika ada orang yang bersedia mendengar keluh kesah atau kesedihan kita, maka beban hidup kita berkurang separo (diambil oleh yang mendengar tadi)

Nah, suami istri harus bersedia memberi :

(1) Tangan – untuk membantu pasangan memecahkan kesulitannya
(2) Telinga – untuk mendengarkan kesedihan pasangan
(3) Bahu – untuk tempat bersandar bagi pasangan kita!

3. Saling bersekutu (menghabiskan waktu bersama)

5Sabda Isa kepada mereka,“6Tetapi sejak permulaan penciptaan, Allah menciptakan

laki-laki dan perempuan. 7Seorang laki-laki akan meninggalkan ayah serta ibunya, dan hidup bersama istrinya 8sehingga keduanya menjadi satu. Dengan demikian, mereka bukan lagi dua, melainkan satu.(Injil Markus.10:5-8)

Yang dimaksud bersekutu disini bukan hanya berdoa bersama, tapi lebih mengarah kepada menghabiskan waktu bersama! Persekutuan (ikatan hidup) adalah esensi (intisari) dari pernikahan.Kalau tidak ada persekutuan, maka itu bukan pernikahan, itu hanya kumpul kebo (tinggal bersama saja). Nah, persekutuan membutuhkan satu hal : WAKTU!Tidak ada persekutuan tanpa adanya kesediaan untuk menghabiskan waktu bersama-sama!

Lalu, bagaimana menghabiskan waktu yang berkualitas bersama pasangan ? Berikut ini sejumlah contoh :
(a) Bercanda bersama – ini nampaknya sepele tapi efeknya luar biasa dahsyat.
Penelitian menunjukkan pernikahan yang kuat adalah pernikahan dimana pasangan suami – istri suka ngobrol hal-hal yang sepele, tapi sering!

(b) Makan bersama – ini lebih baik lagi kalau mengikut sertakan anak-anak
Penelitian menunjukkan bahwa makan bersama bisa mempererat hubungan antar anggota keluarga dan memperdalam komunikasi!

(c) Berlibur bersama – Liburan bersama amat dibutuhkan untuk membangun kebersamaan antar anggota keluarga.

Intinya : Persekutuan membutuhkan WAKTU untuk bersama-sama. Tanpa waktu untuk bersama-sama persekutuan tidak akan kuat!

4. Saling bersikap lembut

2.Dengan penuh kerendahan hati, kelemahlembutan,dan kesabaran, hendaklah

kamu saling membantu dalam kasih. (Injil Efesus.4:2)

Apa yang dimaksd dengan ”lembut” ? Ini bukan sikap lemah gemulai seperti orang Jawa, tetapi lebih merupakan sikap hati yang penuh pengertian dan kesabaran terhadap orang lain!

Kita sering tidak bisa memahami pasangan kita dan akhirnya kita bertindak kasar! Misalnya:

(a) Memaki – ingat, makian akan menimbulkan kepahitan dalam hati orang yang kita maki
(b) Membentak – ingat, bentakan akan menimbulkan ketakutan pada diri orang yang kita bentak, sehingga akhirnya hubungan menjadi berjarak!
(c) Menempeleng – ingat, istri/pasangan kita bukan sansak hidup untuk latihan tinju!

Orang yang lembut, sekalipun dalam keadaan marah tidak akan menggunakan kata-kata yang kasar dan tindakan yang sadis. Dia bisa marah tapi sikapnya tetap terjaga sehingga tidak melukai hati yang dimarahinya! Inilah artinya kelembutan itu.

Orang yang lembut berarti memiliki hati yang lembut dan penuh kasih!

5. Saling menerima

7.Sebab itu sambutlah seorang akan yang lain, sama seperti Al-Masih telah menyambut kamu untuk kemuliaan Allah.(Injil Rum15:7)

Sudah menjadi sifat manusia untuk mau menerima yang baik, tapi menolak yang jelek!
Nah, sifat ini harus dijauhkan dalam pernikahan. Kita harus bisa menerima keadaan pasangan kita apa adanya! Masalahnya adalah : ketika sedang jatuh cinta, kita melihat apa yang ada dalam diri pasangan kita sebagai sesuatu yang indah. Tapi setelah menikah beberapa tahun, mulailah nampak banyak hal ”tidak indah” dalam diri pasangan kita.

Untuk bisa saling menerima ada beberapa saran.Saran untuk suami :

(a) Terimalah keadaan istri anda apa adanya – meskipun badannya mulai melar!
(b) Terimalah istri anda apa adanya, meskipun lama-lama ketahuan ia sangat cerewet (bawel)
(c) Terimalah istri anda apa adanya, meskipun akhirnya ketahuan ia tidak bisa masak dsb.

Saran untuk istri :

(1) Terimalah suami anda apa adanya, meskipun semakin lama rambutnya semakin tipis (botak)

Ketika kita saling menerima (kelebihan + kekurangan) pasangan kita, maka hubungan yang harmonis akan terjaga. Kita tidak menuntut pasangan kita dan kita tidak dituntut oleh mereka!

Bacalah artikel ini dan bahaslah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan teman dan/atau keluarga anda:

1. Apakah hal-hal yang paling penting menurut anda?

2. Bagaimana artikel ini membantu anda?

3. Bagaimana anda akan menerapkan prinsip-prinsip dari artikel ini?

Kalau bahan kami membantu anda,danjika anda mempunyai pertanyaan serta beban yang mau didoakan, atau anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami (klik di sini):

Email:  siratulmustaqim.org@gmail.com

Situs: http://siratulmustaqim.org/

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

valeriu dg barbu blog

writing, poetry, poems, lyrics, remedy of soul,

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's GuitarLicksAndTabs.com

Legendary Guitar Licks and tabs - no lectures.

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 53 other followers

%d bloggers like this: