Tuhan Benci Kemunafikan

Posted in The Word of God on 10/18/2014 by Ribka Christ

Ditulis Oleh Pdp. Sri Indrawati Mawikere

Dilihat: 876

Bacaan: Matius 26:73-75

“Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu”. Dan pada saat itu berkokoklah ayam” (Ayat 74).

10013290_803617823001676_1634290976_nIstilah munafik atau kemunafikan sudah ada sejak jaman Tuhan Yesus berada di dunia ini, bahkan seringkali orang-orang yang munafik adalah mereka yang mengetahui Firman Tuhan. Mereka menyalahkan orang lain, padahal dirinya sendiri lebih berbuat salah.

Oleh sebab itu, kita tidak terlalu terkejut di jaman sekarang pun banyak orang munafik. Bahkan lebih parah lagi, tidak sedikit juga di gereja terdapat orang-orang seperti ini. Orang yang seperti ini lebih pintar dan jeli mencari-cari kesalahan orang lain seperti kata pepatah: “gajah di pelupuk matat tidak nampak, semut diseberang lautan tampak”.

Orang yang demikian ini dengan mudah menilai orang menurut pendapatnya sendiri karena itu ada orang yang mengatakan kejatuhan Petrus dalam dosa penyangkalan karena kecongkakannya atau kesombongannya.

Renungkanlah
1. Apakah pengertian “munafik” menurut saudara? Jelasakan!
2. Bagaimana sikap dan perilaku orang yang munafik di hadapan Allah? Tuliskan dan jelaskan!
3. Kebenaran-kebenaran apa yang saudara peroleh dari renungan hari ini? Tuliskan!

Tuduhan yang demikian ini tidak tepat, memang Petrus mengatakan “Biarpun semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak” (Matius 26:33). Petrus sama sekali tidak congkak! Ucapan Petrus ini dikarenakan suatu tekad yang terdorong oleh kasih yang besar kepada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus tahu benar motivasi Petrus, oleh karena itu Tuhan Yesus tidak pernah marah atas kegagalan Petrus menepati apa yang telah diucapkannya sendiri. Memang Petrus telah gagal menguasai dirinya sendiri, tetapi Petrus bukan orang yang munafik.

Ucapan Petrus itu diiringi iman yang besar, buktinya setelah Petrus menyesal dari dosanya itu dan setelah dipenuhi Roh Kudus, Petrus melakukan perbuatan-perbuatan besar untuk memuliakan Allah. Petrus mengalami banyak penderitaan, bahkan sama sekali tidak takut mati, juga didalam pelayanannya.

Banyak mujizat terjadi, sehinggga bayangan Petrus pun banyak menyembuhkan orang. Bagi kita yang hidup di jaman sekarang ini, Alkitab sudah banyak memberikan nasehat supaya kita tidak sembarangan menuduh orang lain tidak benar tanpa menyelidiki lebih dulu, apakah tindakan itu benar atau salah? Sebaliknya apabila tuduhan itu benar juga, tidak sepantasnya kita menghakimi.

Kemunafikan merupakan sifat yang merugikan diri sendiri

Adalah sangat baik bila dengan kasih menasehati dia supaya dia sadar dan berbalik dari kesalahannya, bukankah setiap saat kita bisa terpeleset dan terjerat jatuh dalam dosa? Kesemuanya itu tergantung kepada kita dalam menilai apa yang kita temui dalam suatu lingkup pergaulan itu. Bila kita hidup jauh dari Firman Tuhan, maka sangat mungkin dan pasti pilihan kita jatuh dalam perkara-perkara duniawi yang hanya menyenangkan kedagingan kita saja.

Tidak dipungkiri bahwa sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan dihadapan Allah dan suka menghakimi orang lain. Manusia tidak lagi hidup dalam kasih, misalnya Kain dengan tega membunuh adiknya Habel (Kejadian 4:8).

Sudah tentu orang yang tidak hidup di dalam Yesus Kristus, maka dipastikan hidupnya tidak akan mampu melepaskan diri dari jeratan si iblis. Apabila selama ini saudara suka melihat kesalahan orang lain dan menghakiminya, saat ini saudara harus bertobat dan kembali kepada Allah.

Undanglah Roh Kudus ke dalam hati kita dikala menjalankan kehidupan yang keras ini, karena hanya Roh Kuduslah yang dapat membuat kita menjadi peka terhadap tipu daya iblis, dan tetaplah waspada! Tetapi jika orang bertobat dan berusaha bangkit dari kejatuhannya kita harus menghargai dan menopang dia.

Doa

Tuhan Yesus, ampuni saya atas sikap saya yang selalu menghakimi orang lain. Biarlah Roh Kudus-Mu menolong supaya saya mampu melawan tipu daya iblis Amin

MENTAL RAJAWALI VS MENTAL AYAM

Posted in Leadership, RibkaChrist's Videos, Success on 10/15/2014 by Ribka Christ

TUHAN MELIHAT HATI

Posted in Iman/Faith, Love on 10/08/2014 by Ribka Christ

http://dev.bcs.org.sg/cms/pdf/0_671_1403WK1_TUHANMELIHATHATI.pdf

hjkProses pemilihan Saul sebagai raja Israel berbeda dengan pemilihan Daud. Pemilihan Saul didasarkan pada inisiatif bangsa Israel yang menuntut untuk memiliki seorang raja, sedangkan pemilihan Daud semata-mata merupakan inisiatif Allah yang telah menolak Saul. Saul memenuhi kualifikasi duniawi yang didasarkan pada penampilan fisik yang tinggi besar, sedangkan Daud memenuhi kualifikasi Allah yang melihat hati manusia. Perawakan Saul gagah, tetapi dia ditolak Allah karena dia terlalu mengandalkan logika dan tidak bersedia untuk taat secara mutlak. Perawakan Daud tidak segagah Saul, tetapi dia termasuk pria yang tampan (16:12 kulitnya kemerah-merahan, matanya indah, dan parasnya elok). Sekalipun demikian, pemilihan Allah tidak tergantung dari perawakan. Daud dipilih Allah karena hatinya dekat dengan Allah. Kedekatan Daud dengan Allah dapat dilihat terutama dari syair-syair di bagian-bagian kitab Mazmur yang dia tulis.

Cara pandang Samuel tidak berbeda jauh dengan cara pandang manusia pada umumnya. Samuel pun mudah terkecoh dengan penampilan (16:6-7). Bagi TUHAN, keadaan hati lebih penting daripada penampilan fisik, sehingga Ia memilih Daud yang oleh ayahnya sendiri pun dipandang remeh (16:11). Walaupun Samuel—untuk sementara—terpesona oleh penampilan fisik, ia membuka hati untuk berpikir seperti TUHAN berpikir dan ia taat untuk mengurapi Daud sebagai calon raja yang di kemudian hari akan menggantikan Saul. Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa perasaan dan intuisi kita bisa salah, sehingga kita harus terus mengembangkan kepekaan untuk mengenal kehendak Allah. [P]~ http://gkysydney.org/

1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel:”Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; nanusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Malaysia for Jesus

Posted in PROPHETIC END TIMES, RibkaChrist's Videos on 10/04/2014 by Ribka Christ

MENAKLUKKAN PIKIRAN KEPADA KRISTUS

Posted in Wise Words on 10/04/2014 by Ribka Christ

ISI PIKIRAN DENGAN HAL YANG POSITIF!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup

Baca:  Filipi 4:1-9

transformed
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”  Filipi 4:8

Ayat nas di atas menegaskan betapa pentingnya mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif karena hal itu akan berdampak dalam kehidupan kita.  Pikiran kita dapat menentukan setiap perkataan dan tindakan kita.  Bila yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang positif maka hal-hal yang baik akan terjadi bagi kita.

njkii

Rasul Paulus menasihatkan agar pikiran setiap orang percaya diisi dengan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar bajik (baik) dan semua yang patut dipuji.  Untuk memiliki pikiran yang selalu positif tidak ada jalan lain selain harus taat kepada firman Tuhan.  Inilah yang dilakukan Rasul Paulus:  “Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,”  (2 Kristus 10:5b).  Menaklukkan pikiran kepada Kristus berarti kita mengisi pikiran kita dengan firman Tuhan setiap hari.  Dengan firman Tuhan kita dituntun untuk selalu berpikiran positif.  Itu berarti pikiran yang benar dan positif adalah modal bagi Tuhan untuk menyatakan kasih dan kuasaNya dalam kehidupan kita.  Oleh karena itu  “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”  (Filipi 2:5).

positive_thinking_6055125
Bagaimana dengan Saudara?  Apakah hari-hari kita masih dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang negatif?  Kuatir, takut, cemas, putus asa dan sebagainya?  Tanggalkan itu semua!  Jangan biarkan Iblis menjajah dan menghancurkan hidup kita dengan menebar hal-hal negatif di dalam pikiran kita.  Kita harus bisa melawannya!  Bawa semua beban permasalahan kepada Tuhan!  Kuncinya pada pikiran kita sendiri, bukan pada tangan orang lain.  Ada tertulis:  “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”  (Amsal 23:7a).  Mari kita belajar untuk mensyukuri segala berkat Tuhan yang ada pada kita, itu yang akan membebaskan kita dari beban-beban kehidupan yang menjadi sumber kekuatiran dan ketakutan kita.
bicara dgn diri sndiri7
Dengan berpikiran positif kita sedang mengaktifkan iman kita bekerja, yang ada pada saat yang tepat pasti akan terjadi dan menjadi kenyataan!

BUKU YANG PALING DIBENCI LUCIFER [He Came to Set the Captives Free ]

Posted in Books, Darkness, Testimonies on 10/04/2014 by Ribka Christ

He Came to Set the Captives Free

[Versi English]

https://www.scribd.com/doc/51683288/He-Came-to-Set-the-Captive-Free

[Versi Bahasa Melayu]

https://www.scribd.com/doc/15540001/BEBAS-DARI-CENGKERAMAN-SETAN-By-Rebecca-Brown-MD

Bebas Dari Cengkraman Setan

Bebas dari Cengkraman Setan 
oleh Rebbeca Brown, M.D
disarikan oleh Deny S Pamudji

bebasdaricengkeramansetan_13517Elaine lahir dengan keadaan tubuh yang tidak rupawan. Seringkali dia menerima hinaan dan dikucilkan dalam pergaulan. Roh pemberontakan dan dendam yang ada di dalam dirinya mendorong dia belajar ilmu gaib pada perkumpulan penyembah setan (brotherhood).

Karena semangatnya yang tinggi dan bakat yang dimilikinya, Elaine berhasil mencapai ilmu gaib tertinggi dalam waktu singkat dan bahkan diangkat menjadi Mempelai Iblis. Syukurlah dalam hati Elaine masih terdapat kasih yang mencegah dia melakukan pembunuhan. Sikap tidak mau membunuh (atau menyediakan korban) membuat Iblis berulang-kali menghukumnya.

Setelah beberapa lama mengikuti Iblis, Elaine mulai terbuka pikirannya dan mengerti bahwa Iblis bukanlah Bapa yang penuh kasih melainkan Bapa Pembunuh dan Bapa Dusta. Kebaikan yang dilakukan Iblis padanya bukanlah sesuatu yang diberikan tanpa pamrih. Iblis selalu menuntut segala sesuatu yang telah diberikannya dengan imbalan lain.

Elaine kemudian berusaha lari dari Iblis. Mulailah terjadi perang rohani antara Elaine dengan Iblis dan para pengikut setan. Dengan dibantu oleh dokter Rebecca yakni dokter yang pernah dicobanya untuk dibunuh, dan juga bantuan rohani dari Pendeta Patt, akhirnya Elaine berhasil memutuskan kuasa kegelapan yang mengikatnya.

Setelah bertobat dan hidup baru, Elaine bersaksi bahwa pada saat ini pengikut setan menjalankan program aktif terpadu untuk menghancurkan umat Allah. Adapun strategi yang dipakai dimulai dengan mendekati persekutuan umat Allah dan kemudian melakukan tindakan-tindakan berikut :

1. Pernyataan Iman
Mereka (penyembah/pengikut setan) mendekati gereja dan membuat pernyataan iman palsu. Mereka seakan-akan menerima Kristus dengan sepenuh hati. Pada mereka tampak ada karunia roh kudus seperti bicara dalam bahasa lidah, tetapi pada sesungguhnya bahasa lidah mereka merupakan kutuk-kutuk yang mereka keluarkan untuk umat Allah. (Itulah sebabnya mengapa Paulus berkata bahwa suatu bahasa lidah tidak akan berguna jika tidak ada karunia untuk menafsirkannya)

2. Membangun Kredibilitas
Mereka merupakan pengunjung gereja yang setia dan ringan tangan dalam membantu proyek pelayanan. Semua ini dilakukan selain untuk meneliti siapa-siapa yang sungguh-sungguh melayani, juga untuk mendapatkan kredibilitas (kepercayaan atau kepopuleran) di mata jemaat.

3. Menghancurkan dasar doa
Mereka kemudian mengikuti paduan suara dan persekutuan doa. Kemudian mereka membuat dalih bahwa satu acara (misalnya persekutuan doa) mengganggu acara lain (misalnya paduan suara). Setelah itu mereka mengusulkan dibentuknya kelompok-kelompok kecil dan melakukan pemuridan. Padahal dalam kelompok kecil maupun pemuridan, mereka mulai memasukan ajaran setan.

4. Gosip
Mereka memberi umpan (misalnya mendorong gembala untuk mengunjungi anggota jemaat lain jenis kelamin) dan kemudian mereka menyebar gosip yang sudah dirancang matang terlebih dulu sehingga timbul perpecahan atau ketidakpercayaan pada seseorang.

5. Mengajar & mengubah doktrin
Sedikit demi sedikit mereka mengajarkan doktrin mereka dengan mengubah doktrin yang benar.

6. Menghancurkan kesatuan keluarga
Mereka mengatur sedemikian rupa supaya diantara keluarga tidak terjadi kesatuan. Mereka membuat acara yang dirancang khusus untuk kaum ayah, kaum ibu, kaum remaja dan anak-anak. Pada setiap kaum tersebut mereka merancang perbedaan agar tidak ada kesatuan pandangan.

7. Menghentikan semua ajaran yang benar tentang Iblis
Mereka berusaha menghentikan semua ajaran yang benar Iblis. Mereka dapat merevisi pandangan tersebut dan mereka juga sengaja mengaburkan segala sesuatu tentang Iblis sehingga jemaat Allah menjadi terlena dan masuk dalam perangkapnya.

8. Serangan langsung terhadap anggota utama gereja
Dari sejak semula penganut setan mengamati siapa-siapa dari jemaat yang sungguh-sungguh dalam Allah dan sukar diubah pendiriannya. Apabila setelah beberapa kali dicoba untuk dipengaruhi tetapi tidak dapat diubah, maka mereka membuat rancangan yang lebih jahat yakni menyisihkan atau melenyapkan anggota tersebut dari persekutuan mereka. Hal itu dapat dilakukan dengan serangan fisik maupun serangan yang bersifat gaib (seperti santet).

Kiranya pengungkapan dari Elaine di atas membuat kita sadar bahwa menjelang akhir jaman akan terjadi banyak penyesatan. Karena itu perlu kiranya kita memahami Firman Allah secara benar. Kita tidak boleh secara buta menerima semuanya tanpa melihat sumber yang sesungguhnya yakni Firman Allah.

TANAH PERJANJIAN

Posted in Canaan Land, Iman/Faith, Leadership, Ministries, Success on 09/29/2014 by Ribka Christ

SIKAP KITA TERHADAP PROMOSI TUHAN

Bacaan Alkitab: Yosua 1:1-4

“SETIAP TEMPAT YANG AKAN DIINJAK OLEH TELAPAK KAKIMU Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.” (Yos 1:3)

images (36)Apakah yang Anda pikirkan mengenai Yosua yang disebut-sebut dalam Alkitab Perjanjian Lama? Pasti sebagian besar dari kita akan mengatakan bahwa dia adalah seseorang yang dahsyat dan pemberani. Contohnya, saat Musa mengutus 12 orang untuk mengintai tanah perjanjian, hanya Yosua dan Kaleblah yang dengan yakinnya mengatakan bahwa bangsa Israel tidak perlu takut untuk memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan walaupun tanah tersebut dihuni oleh raksasa-raksasa. Dia pun berhasil memimpin bangsa Israel dalam meruntuhkan tembok kota Yerikho dan merebut tanah perjanjian, tentunya dengan kuat kuasa Tuhan.
Kadangkala saat kita membaca kisah dari para hamba Tuhan di Alkitab, kita berpikir bahwa mereka sungguh luar biasa dan kita sering melupakan sisi kemanusiawian mereka, yaitu bahwa mereka, seperti kita, juga merasakan kekuatiran, keraguan, ketakutan, dan berbagai emosi yang juga kita rasakan. Mereka juga harus melalui proses untuk dapat dipakai dengan luar biasa oleh Tuhan. Mungkin apa yang kita lalui berbeda dengan mereka, tetapi proses tersebut pasti tidak kalah beratnya dengan yang kita alami, karena Tuhan memberikan proses sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing kita. Kita seringkali hanya fokus pada hal-hal hebat dan ajaib yang Tuhan lakukan melalui mereka sehingga kita kadang melupakan bahwa mereka bukan manusia super melainkan manusia biasa seperti kita. Oleh karena itu, kita seharusnya juga mempelajari latar belakang mereka, apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka lalui sehingga kita boleh belajar dari pengalaman mereka. Bila mereka bisa dipakai secara luar biasa oleh Tuhan, kita pun bisa!

Setelah Musa meninggal, Tuhan memindahkan tongkat kepemimpinan dari tangan Musa kepada Yosua. Siapakah Yosua ini? Yosua bukanlah seorang murid Musa melainkan hanya seorang abdi Musa. Seorang abdi tidak memiliki posisi yang penting, bahkan sering dianggap kecil dan tidak berarti. Mungkin ada di antara kita yang merasa kecil dan tak berarti, tetapi berbahagialah karena kuasa untuk mengangkat, meninggikan, maupun menjatuhkan ada di dalam tangan Tuhan. Mungkin saat ini Anda merasa bahwa yang sedang Anda lakukan adalah perkara kecil dan tidak berarti. Akan tetapi, setialah dan lakukanlah semuanya seperti sedang melakukannya untuk Tuhan sendiri.“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” Kolose 3:23.Bersabarlah, karena seperti Yosua, suatu hari nanti akan ada saat dimana Tuhan mengangkat dan meninggikan Anda bila Anda setia dan taat kepada Tuhan.

Sebagai seorang abdi yang selalu berada di sisi Musa, pastilah Yosua telah melihat mujizat-mujizat yang Tuhan lakukan melalui hidup Musa sewaktu Musa masih hidup seperti membelah lautan, menurunkan manna, membuat air mengalir dari dalam batu, dan sebagainya. Yosua pun tahu betapa bangsa Israel sangat mengandalkan Musa. Bahkan ketika Musa meninggal, bangsa Israel berkabung dan sangat berduka cita. Saat itu ketakutan meliputi bangsa Israel karena mereka hendak menyeberang ke tanah yang sudah Tuhan janjikan, yaitu tanah dimana penghuninya adalah orang-orang kuat yang gagah perkasa, tanpa kehadiran pemimpin yang sudah sangat mereka percayai dan andalkan.

Di dalam situasi seperti ini, Yosua dipilih oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel tersebut. Dapat kita bayangkan bagaimana perasaan Yosua, pastilah dia merasa sangat takut dan mungkin mempunyai pikiran seperti ini: “Apakah aku mampu menggantikan tuanku Musa untuk memimpin bangsa yang besar ini? Bagaimana bila aku tidak dapat melakukan hal-hal besar seperti yang sudah Musa lakukan? Bagaimana bila bangsa Israel ini tidak mau menerima aku sebagai pemimpin mereka?” Pikiran-pikiran seperti ini sangat mungkin dimiliki oleh Yosua. Bayangkan bila Anda sendiri yang harus menggantikan posisi dari seseorang yang sangat berpengaruh padahal Anda merasa bahwa Anda bukan siapa-siapa, pastilah Anda juga merasa kuatir bukan? Kita dapat menemukan di Alkitab bahwa dalam kitab Yosua pasal 1,Tuhan tiga kali mengingatkan Yosua untuk menguatkan dan meneguhkan hatinya. Mengapa Tuhan mengulang kata-kata yang sama sampai tiga kali?  Pastilah karena Yosua merasa takut, gentar, dan kuatir.

Di sini kita harus mengikuti teladan Yosua, yang walaupun merasa takut, gentar, dan kuatir, tidak menyerah kepada perasaan tak berdayanya, tapi sebaliknya dia menyerahkan semua itu ke dalam tangan Tuhan dan dia mengimani janji-janji Tuhan kepadanya. Janji Tuhan kepada Yosua yaitu Tuhan sekali-kali tidak akan pernah meninggalkan Yosua dan setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kaki Yosua akan Tuhan berikan kepadanya. Ketahuilah bahwa iblis berusaha untuk mengintimidasi dan menjatuhkan kita setiap saat, seperti dikatakan dalam 1 Petrus 5:8, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”

Tetapi jangan takut dan kuatir saat promosi dari Tuhan datang atau kita dipanggil untuk melakukan sesuatu yang besar dan yang tidak pernah timbul di dalam pikiran kita. Saat kita merasa tidak mampu dan kuatir, bersikaplah seperti Yosua. Yosua percaya kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah salah memilih setiap kita dan Ia tahu kapasitas kita. Sebab yang tidak mungkin bagi kita, mungkin bagi Dia. Sebagaimana Yosua percaya pada Tuhan dan kemudian dipakai dengan luar biasa oleh-Nya, setiap kita pun dapat melakukan perkara yang besar bila kita beriman pada Tuhan karena Tuhanlah yang akan berperang ganti kita.

Tuhan tidak memanggil orang-orang yang sudah mahir atau lihai, tetapi Dia memahirkan orang-orang yang dipanggil-Nya. Percayalah bahwa saat Tuhan memanggil Anda untuk melakukan suatu perkara, Dia sendiri lah yang akan memperlengkapi Anda dan Dia juga yang akan memampukan Anda untuk menyelesaikan tugas yang diberikan-Nya kepada Anda. Bagian kita adalah memperbesar kapasitas kita dengan banyak belajar dan kita juga harus sering duduk diam di kaki-Nya untuk mendengarkan arahan-Nya lalu melakukan apa yang diminta-Nya.

“…Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” (Zakaria 4:6)

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Apa yang dipesankan Tuhan kepada Yosua dengan tanggung jawab yang begitu berat? Tuhan hanya mengatakan perkataan yang sederhana. Tuhan hanya meminta Yosua untuk melakukan langkah pertamanya sebagai seorang pemimpin bangsa Israel untuk bersiap-siap memimpin seluruh bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan untuk menuju negeri yang telah dijanjikan Tuhan kepada mereka (ay. 2).

Kelihatannya ini adalah tugas yang mudah. Tetapi kenyataannya, pada waktu itu cukup sulit menyeberangi sungai Yordan, apalagi tanpa menggunakan perahu. Arus sungai sangat deras dan rasa-rasanya mustahi untuk menyeberangkan seluruh bangsa dalam waktu yang cepat, terlebih bagi anak-anak dan segala ternak serta harta benda yang dibawa oleh seluruh bangsa itu. Akan tetapi  Tuhan pun mengingatkan Yosua, bahwa Yosua memiliki suatu keistimewaan berupa janji Tuhan yang mengatakan bahwa setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu akan diberikan  Tuhan kepadanya (ay. 3), sama seperti apa yang dijanjikan Tuhan kepada Musa (Ul 11:24).

Begitu besarnya janji Tuhan itu sehingga sebenarnya daerah yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel sangat luas: dari padang gurun di sebelah selatan, Lebanon di sebelah utara, sungai Efrat di sebelah Timur, bahkan hingga tanah orang Het (yang saya sendiri masih belum  tahu di sebelah mana) hingga laut tengah di sebelah barat (ay. 4). Ini adalah wilayah yang sangat luas bahkan di zaman ini, karena mencakup negara-negara tetangga Israel hingga ke sungai Efrat yang merupakan sebagian daerah Irak pada masa kini.

Ini adalah suatu janji Tuhan yang sangat diperhatikan oleh Yosua.

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's GuitarLicksAndTabs.com

Legendary Guitar Licks and tabs - no lectures.

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 72 other followers

%d bloggers like this: