CINTA UANG ATAU TUHAN

Posted in Love on 09/18/2014 by Ribka Christ

Keluarga Cinta TUHAN vs Keluarga Cinta Uang

Yos 24:15, Kis 5:1-11
oppppllii

Keluarga adalah lembaga yang sangat penting di hadapan Tuhan. Tuhan tidak menetapkan manusia sebagai single fighter dalam hidupnya, itu sebabnya Dia menciptakan keluarga sebagai mitra Allah untuk mengusahakan dan memelihara ciptaanNya, Kej 2:15.Keluarga juga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, sehingga dapat dikatakan inti dari masyarakat ialah keluarga dan inti dari keluarga ialah suami isteri. Anak, menantu, dan cucu adalah berkat yang Tuhan tambahkan.

Keluarga juga menjadi tempat pembelajaran yang pertama dan yang terutama. Seorang anak belajar berbicara dimulai di rumah. Nilai-nilai yang kita miliki sampai saat ini besar hubungannya dengan nilai-nilai yang telah kita terima dari orangtua sejak masa kecil sampai dewasa.

Keberadaan satu keluarga sangat ditentukan oleh suami isteri. Suami isteri yang cinta Tuhan pasti akan mendidik anak-anaknya untuk mencintai Tuhan, sehingga lahirlah keluarga-keluarga yang mengasihi Tuhan. Sebaliknya suami isteri yang jahat, tidak akan memperhatikan masalah-masalah rohani, melainkan hanya berfokus kepada uang. Jika ini yang terjadi maka segala cara akan dilakukan demi memperoleh uang. Cara hidup keluarga seperti ini, akan melahirkan keluarga-keluarga yang jahat.

Agar dapat membedakan keluarga yang cinta Tuhan dan keluarga yang cinta uang, maka perhatikanlah ciri-ciri dari kedua jenis keluarga seperti berikut ini:

  1. Keluarga yang Cinta Tuhan
  2. Hidupnya Berfokus Kepada Tuhan

Hidup yang berfokus kepada Tuhan bukan berarti tidak melakukan apa-apa, tetapi tetap melakukan kegiatan dan aktifitas sehari-hari seperti biasanya. Hanya perbedaannya ketika melakukan apa saja, dilakukan untuk Tuhan.

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:17, 23)

  1. Hidupnya Untuk Kemuliaan Tuhan

Seluruh aktifitas kehidupannya dilakukan dengan tujuan yang mulia yakni semuanya untuk kebesaran dan kemuliaan Tuhan. Pekerjaannya digunakan untuk memuliakan Tuhan. Seluruh materi dan fasilitas yang dimiliki semuanya digunakan demi kebesaran Tuhan. Bahkan setiap kemampuan yang dimiliki, disadari penuh semuanya berasal dari Tuhan, karena itu harus dikembalikan untuk kemuliaan namaNya. Setiap kepercayaan, promosi, posisi, jabatan, fasilitas, semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan. (Roma 11:36)

  1. Hidupnya Menjadi Saluran Berkat

Dengan kesadaran penuh bahwa semua fasilitas yang dimiliki berasal dari Tuhan, maka ia juga dengan sukacita menjadi saluran berkat. Menjadi saluran berkat memiliki pengertian yang sangat luas.

Pengertian berkat di sini tidak terbatas hanya dalam pengertian materi, tetapi juga bersifat rohani. Menjadi saluran berkat, bukan untuk memperoleh berkat yang lebih besar, tetapi karena sudah memperoleh berkat yang luar biasa dari Tuhan. Berkat terbesar bukan berkat materi, tetapi berkat keselamatan yang pasti di dalam Tuhan Yesus. (Yoh 1:12; 3:16, 1 Yoh 5:11-12).

Maka dengan sukacita ia memberikan persembahan persepuluhan, persembahan syukur, persembahan diakonia, persembahan misi, dan lain-lain.

  • Memberi adalah satu kehormatan, bukan keterpaksaan.
  • Memberi tidak selalu karena berlebihan, tetapi menjadi saluran berkat di waktu kekurangan memiliki nilai dan bobot yang paling mulia.

Ingat persembahan janda miskin yang dipuji Tuhan Yesus, bukan orang kaya yang memberi dari kelebihannya.

  1. Hidupnya Dinikmati dengan Sukacita

Kehidupan yang berfokus kepada Tuhan, adalah kehidupan yang digunakan untuk kemuliaan Tuhan dan menjadi saluran berkat akan berkelimpahan dengan sukacita. Menikmati adalah salah satu karunia dari Tuhan, pemberianNya bagi umat Tuhan yang hidupnya berkenan kepadaNya.

“Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.” (Pengkhotbah 6:2). Ada banyak orang memiliki banyak harta, tetapi tidak memiliki karunia untuk menikmatinya. Sebaliknya ada orang yang sederhana, tetapi beroleh karunia untuk menikmati.

  1. Hidup dengan Tubuh yang Lebih Sehat

Tubuh yang sehat bukanlah tujuan, tetapi merupakan sarana untuk lebih memuliakan Tuhan. Tubuh yang sehat berawal dari kehidupan dan pola hidup yang benar. Pola hidup yang benar mencakup keseimbangan kehidupan roh, jiwa dan tubuh, 1 Tes 5:23. Keseimbangan dalam tiga area ini akan menghasilkan Roh yang perkasa, jiwa yang tenang dan tubuh yang sehat.

  1. Ciri-ciri Keluarga yang Cinta Uang
  2. Fokus Kepada Uang

Semua kegiatan, pekerjaan, kepandaian dan kekuatan yang dimiliki seluruhnya digunakan untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Prinsipnya: “semakin banyak uang semakin bahagia.”

  • Pikirannya selalu dikusai oleh uang.
  • Menilai orang lain pun dari sisi uang.
  • Kadangkala cara untuk memperoleh uang tidak terlalu dipermasalahkan, walaupun bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran.

Yang terpenting mendapat dan memiliki uang sebanyak-banyaknya.

Ingat kisah Ananias dan Safira yang mendustai Tuhan melalui hambaNya, dan akhirnya mati seketika.(Kis. 5:1-11)

  1. Memuaskan Keinginannya Sendiri

Semua keberadaan kehidupannya digunakan untuk mencapai kepuasan dirinya sendiri. Uang, fasilitas, kemampuan, kesempatan yang diperoleh dan dikumpulkan semuanya hanya untuk memuaskan keinginannya. Keinginan memuaskan diri sendiri ini melahirkan keluarga-keluarga yang egois.

  1. Mengumpulkan Harta / Berkat Sebanyak-banyaknya

Kehidupan yang dipusatkan kepada diri sendiri, tidak akan pernah sampai dititik kepuasan. Usaha yang keras dan maksimal dilakukan tanpa henti untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Waktu untuk bekerja demi mengumpulkan uang merupakan prioritas utama dan yang pertama dalam kehidupannya. Keluarga menjadi terlantar, tidak terkontrol, dan anak-anak tidak memiliki waktu yang cukup dengan orang tua. Keadaan ini melahirkan keluarga yang rapuh, pecah dan berantakan.

  1. Tidak Dapat Menikmati Hidup

Hidup di luar Tuhan memang tidak dapat dinikmati. Jikalau kehidupan hanya difokuskan kepada uang dan pekerjaan, tidak ada waktu untuk Tuhan, maka hasilnya hanya kuatir, gelisah dan ketakutan. Seberapa banyakpun uang yang dimiliki tanpa Tuhan menghasilkan hidup yang tidak tenang.

  1. Lebih Sering Sakit

Kekuatiran, kegelisahan dan ketakutan merupakan sumber penyakit yang sangat dominan pada hari-hari terakhir ini. Ditambah pula dengan gaya hidup yang tidak benar, pola makan yang salah, membuat kehidupan sangat rentan dengan sakit penyakit.

Fokus kepada Tuhan atau fokus kepada uang adalah pilihan.

  • Kaya bukanlah tujuan, tetapi akibat dari mengutamakan Tuhan di atas segalanya. Mat 6:33.
  • Memiliki uang tidaklah salah, tetapi yang dilarang Tuhan janganlah cinta uang.1 Tim 6:10.

Pilihlah hari ini untuk fokus kepada Tuhan, maka hidupmu pasti diberkati, janganlah fokus kepada uang.

“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15).

http://gbihog.org/index.php?option=com_content&view=article&id=65:keluarga-cinta-tuhan-vs-keluarga-cinta-uang&catid=11:art&Itemid=41

KEMULIAAN TUHAN

Posted in Testimonies on 09/18/2014 by Ribka Christ

Kemuliaan
Pdt. R. Bambang Jonan

pollmKemuliaan artinya hadirat Tuhan yang memiliki bobot atau nilai. Dalam bahasa asli (salah satunya) dituliskan dengan kata KAVOD yang sepadan dengan pengertian bobot. Pada waktu pentahbisan Bait Salomo, kemuliaan Tuhan turun atas mereka sehingga tidak ada seorang imam pun yang tahan berdiri (1 Raja-raja 8:10-11). Hal ini terjadi karena kemuliaan Tuhan berbicara tentang satu hal yaitu bobot. Musa pernah berdoa minta diperlihatkan seluruh kemuliaan Tuhan kepadanya (Keluaran 33:18). Tetapi Tuhan berkata,“Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup”. Tuhan hanya mengijinkan Musa melihat punggung Allah. Kemuliaan Nya menyala seperti api, gunung gemetar ketika hadirat Tuhan turun (Keluaran 19:16). Tidak mungkin seseorang melihat Tuhan karena Dia Maha Mulia sedang manusia telah kehilangan kemuliaan.

Hari-hari ini kita masuk era gereja yang diberkati luar biasa dimana Tuhan menyatakan kemuliaaan Nya lebih lagi. Ketika Musa turun setelah hidup bersama Tuhan empat puluh hari, umat Israel tidak tahan melihat wajahnya karena memancarkan kemuliaan Allah. Ada Shekinah Glory. Paulus berkata, kemuliaan yang menyertai pelayanan yang membawa orang kepada maut disertai dengan kemuliaan seperti itu terlebih lagi pelayanan yang menyertai pelayanan roh yang membawa orang kepada kehidupan. Paulus katakan kemuliaan yang dialami Musa tidak ada apa-apanya dibandingkan kemuliaan gereja mula-mula (2 Korintus 3:7-8).

Era perjanjian baru, kemuliaan Tuhan begitu luarbiasa karena mengalami hujan awal. Petrus dibaptis Roh Kudus dan disertai kemuliaan Tuhan yang luar biasa. Waktu Petrus jalan, orang sakit di kiri kanan disembuhkan Tuhan. Apakah mungkin kita mengalami hal seperti ini?. Di masa kita hidup di penghujung dari akhir zaman menuju sangkakala dibunyikan dan Yesus menjemput kita di awan-awan yang permai?

Pada waktu Yesus datang kali kedua maka Dia akan menunjukkan seluruh kemuliaan Nya sehingga kita dapat melihat manifestasi sesungguhnya dari Allah. Yohanes pernah melihat kemuliaan Kristus ketika di Gunung Tabor. Melihat Tuhan dalam bentuk yang lain. Di pulau Patmos juga melihat dengan jelas. Tetapi kemuliaan Tuhan akan dinyatakan lebih dahsyat lagi ketika menjemput kita di awan-awan permai dan memerintah bersama seribu tahun.

Zaman ini akan hilang dan Tuhan janji akan mengangkat gereja yang siap. Sebelum gereja mencapai tingkatan seperti mempelai Kristus maka Yesus belum datang. Ini hari-hari dimana gereja dipulihkan dan mendapatkan kemuliaanNya kembali. Kitab Yoel berkata akan terjadi hujan awal, dan itu telah terjadi 2000 tahun lalu di kamar loteng Yerusalem. Sebelum masa berakhir Yoel katakan akan ada hujan akhir. Alkitab katakan volumenya dua kali hujan awal. Jadi paling sedikit dua kali ganda. Namun pada hari yang sangat terakhir, Tuhan memberikan hujan awal plus hujan akhir sekaligus. Artinya Tuhan sedang menyediakan pengurapan yang berlimpah-limpah bagi gerejaNya.

Dalam satu Kebaktian Tengah Minggu hari Rabu di Medan Plaza, Tuhan menyatakan kemuliaanNya sehingga kursi tiba-tiba bergoncang dan lampu di ruanganpun bergoyang seperti terjadi gempa. Hal ini bukan hanya terlihat oleh saya namun banyak jemaat memberikan kesaksian serupa ketika ditanyakan seusai ibadah. Kami coba cek ke pengurus gedung Medan Plaza dan bertanya ke Meteorologi apakah pada saat itu terjadi gempa di kota Medan. Namun ternyata tidak ada gempa. Jadi yang mengalami hal tersebut hanya di ruangan ibadah yaitu lantai 6 gedung tersebut. Hal-hal yang seperti ini akan lebih seringlagi kita alami hari-hari ini yaitu pengurapan Hujan Awal dan Hujan Akhir sekaligus. Saat Kemuliaan Tuhan hadir bagi umat Nya, seharusnya memberikan pengaruh terhadap kota atau daerah yang dilawat. Seperti yang terjadi di Wales (baca buku “Bila Allah Melangkah Turun dari Sorga”), dan Azusa Street (gerakan awal Pantekosta abad ke 20).

Hari-hari ini Umat Tuhan harus mengalami pengurapan dari satu tingkat kemuliaan kepada kemuliaan yang lain agar gerejaNya memiliki pengaruh terhadap kota nya, bangsa dan negara karena Tuhan menjanjikan pengurapan yang berlimpah-limpah di akhir zaman ini. Caranya:

  1. Menjaga Kekudusan Hidup
    Roma 3:23 berkata bahwa,”Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah“. Allah itu mulia, seharusnya manusia juga menggambarkan kemuliaan Allah di muka bumi. Tetapi karena dosa, hal ini tidak dapat terjadi. Sehingga Anak Tuhan tidak berani berkata, “bertemu dengan saya sama artinya kamu bertemu dengan Tuhan Yesus” Padahal Alkitab berkata bahwa kita diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan. Yesus pernah berkata kepada Tomas, “Mengapa engkau bertanya Bapa kepadaKu, kalau kamu ketemu Aku kamu telah bertemu Bapa di Sorga”. Paulus berkata,”Ikutlah aku seperti aku telah mengikut Yesus.

    Orang yang tidak berani berkata seperti itu adalah orang yang telah kekurangan bahkan kehilangan kemuliaan Allah. Waktu Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, tingkat kemuliaan nya berkurang. Berbuat dosa lagi makin kurang lagi sehingga manusia sama seperti hewan yang tidak punya kemuliaan karena terus menerus kehilangan kemuliaan Allah. Akhir zaman Tuhan minta hidup kudus supaya gradasi dari kemuliaan Allah tidak terus menerus merosot. Kekudusan akan membuat gradasi kemuliaan Tuhan tidak akan berkurang dalam diri orang percaya. Kalau orang tingkah lakunya telah seperti hewan (penyelewengan seksual, pemberang, dsb.) berarti kemuliaan Allah telah meninggalkan dia.

  2. Menjadikan Tuhan sasaran (goal) hidupnya
    Kemuliaan manusia ada tiga yaitu kekayaan, kemegahan, reputasi. Orang bangga sekali kalau kaya dan punya reputasi artinya dia akrab dengan kemuliaan manusia. Tetapi pada waktu Tuhan memilih Israel Dia katakan kemuliaanmu ialah Tuhan sendiri. Tuhan memilih Israel untuk menukar kemuliaan manusia dengan Tuhan itu sendiri.

    Kita dipilih Tuhan menjadi Imamat Rajani dengan satu tujuan untuk mengganti kemuliaan manusia dengan kemuliaan Tuhan saja. Banyak menejer dari middle management yang bekerja all out karena itulah goal hidup mereka yaitu kemuliaan manusia dalam bentuk kekayaan, kehormatan, kejayaan. Sebagai orang percaya Allah mengubah kemuliaan manusia menjadi hanya Tuhan Semesta Alam Raja Diatas Segala Raja

    Kemuliaan gereja hanya satu yaitu Tuhan. Pertanyaaannya, waktu kita stop berbuat dosa maka kemuliaannya juga stagnan disitu. Tapi bagaimana kita bisa menambah sehingga melangkah dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain?. Waktu Yesus hidup di dunia pelayanannya satu yaitu melulu hanya menceritakan tentang bapaNya di Sorga karena itulah kemuliaanNya. Terus menerus setiap saat dalam hidup dan pelayananNya Ia mengabarkan apa yang telah dikerjakan BapaNya di Sorga. Dia menceritakan, mengabarkan, mengkhotbahkan kata-kata yang telah Dia dengar dari BapaNya di Sorga. Yesus sangat terobsesi akan Bapa.

    Begitu melihat bahwa Tuhan Yesus memuliakanNya lebih dari segala hal maka Bapa berkata,”AnakKu yang kukasihi, kepada Mu Aku berkenan. Aku telah memuliakan namaKu dan Aku akan memuliakannya sekali lagi. Dan Aku memberikan kemuliaanKu kepadaMu”. Intinya: Waktu Anak memuliakan Bapa maka IA mempercayakan kemuliaanNya menjadi bagian Yesus Kristus.

    Tiba-tiba Tuhan singkapkan satu pertanyaan yang telah saya simpan belasan tahun yaitu bagaimana mungkin manusia bisa menjadi seperti Allah. Dalam Mazmur pasal 8 Daud pernah berkata'”Siapakah aku ini Tuhan sehingga bisa menjadi sama seperti Allah?” Alkitab menceritakan terus menerus bahwa manusia bisa mempunyai gambaran seperti Allah. Karena itulah rencana Tuhan menciptakan kita yaitu segambar dan serupa dengan Allah. Jadi tidak ada karakter (sifat) keturunan (mis. Orang Batak harus berwatak keras) sebab semua anak Tuhan mempunyai sifat ilahi yang universal dimana hidupnya penuh dengan buah roh dan karakternya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Kita diciptakan penuh dengan berkat Allah.

    Kalau Saudara terus menerus memfokuskan kehidupan untuk memuliakan Tuhan maka gradasi tingkat kemuliaan dan keakraban dengan Tuhan akan makin dekat bahkan Tuhan bisa memberikan kemuliaan yang lebih dan lebih lagi.

    Pertanyaannya, kemana Saudara mengarahkan hidup! Ada Hamba Tuhan yang goal hidupnya bukan Tuhan (Bileam). Ada yang goal hidupnya reputasi. Demi nama baik tidak rela ditunjuk kesalahannya di muka umum takut malu. Lebih mementingkan reputasi daripada pertobatan. Kalau goal hidup hanya Tuhan maka akan melangkah dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain. Muliakan Dia dalam segala aspek kehidupan kita.

  3. Hidup Dalam Doa, Pujian dan Penyembahan
    Intimacy atau keakraban yang lebih lagi dapat diperoleh ketika berdoa, memuji dan menyembah Tuhan karena Allah hadir ditengah pujian umatNya. Ketika umat Tuhan memuji menyembah Tuhan sujud kepadaNya maka Allah hadir dengan kemuliaanNya. Dan kemuliaanNya akan mengubahkan kehidupan Anda sehingga memperoleh kemuliaan yang baru dari Tuhan. Saudara mau mendapatkan kemuliaan Tuhan yang lebih dan lebih lagi sampai kepada tingkatan segambar dan serupa dengan Allah? Muliakan DIA lewat Pujian Penyembahan.

    Mazmur 115:8 berbicara tentang penyembahan berhala. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya dan semua orang yang percaya kepadanya. Punya kaki enggak bisa jalan, punya mulut tidak bisa makan dsb. Tetapi heran orang tetap membawa makanan kepadanya. Orang yang menyembah kepada patung akan seperti patung. Orang yang pergi menyembah patung mukanya tegang terus. Kalau menyembah Tuhan, kita akan sama seperti Dia.

    Tingkat kekentalan kualitas suatu hadirat merupakan gambaran keakraban Saudara dengan Tuhan. Tingkat kehadiran suatu kemuliaan dalam ibadah sangat ditentukan oleh pemimpin dalam ibadah itu. Kalaupun Tuhan mau memberikan kemuliaan yang lebih lagi pasti tidak akan tahan dan bahkan jadi bingung.

    Orang menyelam biasanya tidak bisa turun langsung bisa mengakibatkan dekompresi yang membuat gendang telinga pecah. Jadi ada range waktunya makin lama makin dalam dan itupun ada batasan kedalamannya. Tanpa bantuan alat dia harus berhenti di tingkat kedalaman tertentu. Dan di setiap tingkatan itu ada penyesuaiannya (aklitimasinya). Demikian juga dengan kemuliaan Tuhan. Ingat kemuliaan Tuhan itu bobot. Jadi kalau belum sampai di tingkatan seperti itu akan stop.

    Seorang penyembah dapat dilihat dari kemuliaan Tuhan yang menyertai pelayanannya. Itu sangat menggambarkan keakrabannya dengan Tuhan. Dalam hal pray, praise and worhsip ini sangat transparan sekali tidak bisa dibohongi. Seorang Hamba Tuhan yang memiliki hubungan dekat (akrab) dengan Tuhan akan membawa jemaat juga pada kedalaman hubungan seperti itu. Apa yang dia lakukan dalam kehidupannya setiap hari sangat menentukan pelayanannya di depan jemaat.

    Bagaimana caranya bertumbuh setiap hari dalam kemuliaan yang lebih lagi? Sederhana saja yaitu muliakan Dia setiap saat dalam hidupmu. Inilah yang kurenungkan setiap waktu nyanyian pujian dan pengagungan kepadaMu. Kita bersuka hanya dalam Tuhan bukan pada harta, reputasi dan kemegahan dunia ini.

    Bagaimana cara kita memuliakan Bapa di Sorga?
    Kehidupan sehari-hari di rumah sangat menentukan jalannya dari satu umat Tuhan. Umat Israel pernah mengalami ikabod yaitu kemuliaan Tuhan meninggalkan mereka pada waktu Imam menukarkan kemuliaan Tuhan dengan sesuatu yang fana (harta, wanita, tahta). Setiap saat dalam hidup kita harus memiliki kehausan dan kelaparan yang lebih lagi akan kemuliaan Tuhan sebab Dia tidak ada batasnya. Dalam hal inilah Bapa ku dipermuliakan yaitu jika kamu berbuah lebat. (Yohanes 15:8).Pujian dan penyembahan hanya satu sisi. Kain di tolak dan Habel diterima karena kehidupannya tidak berkenan kepadaNya.

    Ada empat tingkatan kehidupan Kristen:

    1. Tidak berbuah
      Kapak sudah tersedia dan dibuang ke dalam api. Masuk Neraka.
    2. Berbuah tapi kurang baik
      Kehadiran kita justru menjadi trouble maker. Kehadirannya lebih banyak menjadi masalah dari pada menjadi berkat. Sama dibuang ke dalam api.
    3. Berbuah tapi sedikit
      Dipotong (bersihkan) dengan pisau dengan harapan buahnya lebih banyak lagi. Di proses Tuhan supaya lebih baik lagi keadaanmu.
    4. Berbuah lebat.
      Hanya dengan berbuah banyak orang akan melihat dan Tuhan dimuliakan. Jangan puas dengan buah sedikit sebab bagian akhir dari akhir zaman Tuhan ingin kita berbuah lebat supaya namaNya dipermuliakan.

Kita bisa melihat tingkat keakraban dengan Tuhan dari buahnya. Bukan setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan Tuhan yang selamat tetapi yang melakukan kehendak Bapa. Dari mana kita tahu orang ini melakukan kehendak Bapa atau tidak. Yaitu dari buahnya. Akhir zaman Tuhan akan mengerjakan tanda-tanda ajaib dan mujizatnya secara luarbiasa tetapi dari mana kita tahu nabi benar atau palsu yaitu dari buahnya. 

Hari-hari terakhir ini Tuhan hanya ingin menunjukkan bahwa Dia Allah. Dengan cara Yesaya 45:1-2. Bagi orang yang diurapi Tuhan mengerjakan hal-hal sebagai berikut: menundukkan bangsa-bangsa di depanmu, melucuti raja-raja, membuka pintu-pintu di depanmu, berjalan di depan, meratakan gunung-gunung, mematahkan pintu-pintu tembaga, mematahkan palang-palang besi. Mendapatkan OTORITAS. Memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan kekayaan yang tersembunyi. (ay.3) Inilah akibat urapan. Ini adalah hari-hari terakhir pemindahan kekayaan dunia kedalam rumah Tuhan. Baca buku Morris Cerullo mengenai “Pemindahan Kekayaan Terakhir”.

Bagi yang mendapatkan pengurapan itu Tuhan akan memberikan hikmat sehingga segala usaha akan berhasil oleh karena Tuhan menyertai. Kenapa Tuhan mau memberkati supaya engkau Tuhan bahwa Akulah Tuhan Allahmu. Ketika kemuliaan Tuhan yang memiliki bobot lebih itu turun, maka Ia membawa serta seluruh kekayaanNya juga. Menjadi rencana Tuhan untuk menjadikan kita kaya di dalam DIA.

Hari-hari ini Tuhan sedang memberikan kemuliaan yang lebih dan lebih lagi bagi gerejaNya. Jangan puas hanya di satu tingkat kemuliaan saja. Kejar terus dan berjalanlah dari satu kemuliaan kepada kemuliaan berikutnya sehingga kita menjadi serupa seperti Kristus. Jaga kekudusan, jadikan Tuhan sebagai tujuan dan senantiasa berdoa, memuji dan menyembah Dia, maka engkau akan melihat kemuliaan Tuhan yang lebih lagi dalam hidupmu. Tuhan memberkati.

 

Azie Taylor Morton (1936-2003)

Posted in Testimonies on 09/18/2014 by Ribka Christ

Kisah Azie Taylor Morton, Menteri Keuangan Amerika Serikat pada zaman Presiden Jimmy Carter

AzieSuatu hari seorang wanita memperkenalkan diri dalam konferensi mahasiswa di sebuah universitas terkenal di AS dan berkata, “Saya adalah anak haram dan ibu saya adalah seorang bisu tuli yang sangat miskin. Suatu hari ibu saya diperkosa oleh seorang pria, sehingga saya tidak pernah mengetahui siapa ayah saya. Kami hidup sangat miskin, sehingga dalam umur yang masih sangat muda, saya harus bekerja bersama dengan ibu saya sebagai buruh kasar di sebuah perkebunan kapas. Saya membenci keadaan saya dan saya kecewa kepada Tuhan karena Dia tidak adil. Saya tidak dapat memahami mengapa saya harus dilahirkan di dunia ini, sedangkan saya tidak berguna sama sekali.”

Kalimat di atas kedengarannya seperti isi hati kita ketika kita kecewa kepada Tuhan, saat kita tidak diterima oleh sekeliling kita dan dicampakkan di dunia ini karena latar belakang yang menyedihkan, sehingga kita bertanya-tanya, “Mengapa saya dilahirkan?”

Tapi dengarkan kelanjutan kisah wanita tersebut:

“Suatu hari ada sesuatu di dalam hati saya berkata-kata, “Azie, kamu dapat memilih. Kamu mau tetap seperti ini atau kamu mau keluar dari perasaan tidak berguna ini. Pilihan ada di tanganmu!”

Akhirnya saya memilih untuk keluar dari rasa tidak berguna ini. Saya mulai bekerja dengan giat untuk mencari uang demi membiayai sekolah saya dan ibu saya.”

Wanita tersebut bekerja keras dan akhirnya dia meraih kesuksesan.

Hari itu wanita yang pada mulanya memperkenalkan diri sebagai seorang anak haram tersebut, berdiri di hadapan para mahasiswa sebuah universitas terkenal untuk membuktikan KEKUATAN DARI SEBUAH PILIHAN dan kini dia juga tahu bahwa Tuhan sangat mengasihinya.

Dia adalah Azie Taylor Morton (1936-2003), Menteri Keuangan Amerika Serikat pada zaman Presiden Jimmy Carter, tanda tangannya ada di uang kertas US Dollar selama 3 tahun.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Apa sih cinta itu?

Posted in Love, Marriage on 09/18/2014 by Ribka Christ

Cinta Sejati ialah cinta yang bertahan sampai kematian memisahkan meski melalui badai dan rintangan.Saat badai menerpa cinta kita diuji..sama ada kita tetap mengasihi pasangan kita dalam apa keadaan sekalipun.Penceraian bukan jalan untuk menuju kebahagiaan.Bercerai belum tentu anda bahagia.Bahagia itu datang dari Roh Kudus yang mendiami hati kita.Cuba selidiki di mana kita jatuh dan bangun kembali.

Cinta Sejati itu Seperti Hantu

oppp

Ketika saya masih di usia remaja-pemuda, ingin sekali ada seseorang yang usianya sudah melewati masa-masa itu dan yang sudah menikah menceritakan ‘perjalanan’ yang sudah dilewatinya dan meninggalkan jejak-jejak yang jelas, yang berguna untuk dijadikan tanda atau semacam petunjuk perjalanan di masa remaja-pemuda. Sehingga saya mengetahui rambu-rambu itu dengan jelas, tahu apa yang harus saya lakukan, jalan mana yang harus dilalui, mana yang tidak boleh dilalui dan juga ‘perlengkapan’ apa yang harus ‘dibawa’ saat harus melewatinya. Sehingga saya tidak pernah tersesat dalam perjalanan itu.

Sederhananya, dengan mempunyai peta itu saya bisa memperoleh petunjuk yang sederhana dan gampang darinya tentang bagaimana menjalani dan menikmati masa remaja-pemuda dengan tepat, yang jelas seseorang itu bukan lah kedua orang tua saya. Karena anak pada saat itu-jaman sekarang juga- kebanyakan akan sangat malu bercerita mengenai permasalahan masa remaja kepada orang tuanya, meski pun tidak semua keluarga seperti itu–Berbahagialah anak-anak yang bisa bercerita soal kehidupan cintanya kepada orangtuanya, dan saya sangat menyarankan untuk memulai hal ini.

Dalam tulisan kali ini, saya akan memberikan sedikit gambaran dan memberikan petunjuk untuk mengenal lebih dekat apa artinya cinta sejati, semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat terutama bagi rekan-rekan yang masih di usia remaja-pemuda.

Mari kita mulai!

Harus saya akui, ketika pertama kali merasakan mencintai dan dicintai pada masa-masa remaja-pemuda, bagi saya, cinta adalah suatu perasaan yang indah, menyenangkan, mendebarkan, kadangkala rasa yang menyakitkan sekaligus dirindukan, pokoknya berjuta rasanya-lah, kata sebuah lagu, dan hampir semua orang pernah merasakannya, ironisnya definisi cinta itu sendiripun saat itu belum mampu saya jelaskan dengan baik. Itu semua karena pikiran kita hampir semuanya diisi oleh perasaan, perasaan, dan perasaan yang kita rasakan saja. namun, berita baiknya adalah Tuhan memberikan kemampuan untuk berpikir.

Semakin dewasa seseorang akan semakin baiklah kemampuan untuk menempatkan perasaan dan pikiran yang rasional dalam takaran yang tepat.

Dan ini sama sekali tidak berhubungan dengan usia, artinya meskipun seseorang sudah berusia lanjut  namun bisa saja belum dewasa, masih melakukan hal-hal yang seharusnya hanya dilakukan oleh anak-anak. Begitu juga sebaliknya.

Cinta. Apa sih cinta itu?

Itu sangat sulit untuk dijelaskan hanya bisa dirasakan, begitu kata sebagian besar orang. Seorang penulis dari Prancis bernama Francois, Duc de La Rochefoucauld pernah mengatakan dengan jeli,“Cinta sejati seperti hantu, yang semua orang bicarakan tetapi hanya sedikit yang pernah melihat.”

Lalu kemana kita harus mencari jawaban tentang cinta sejati itu? Budaya popular banyak menyamakan cinta dengan perasaan hangat, daya tarik fisik dan aktifitas seksual. Dan pemahaman ini sudah merasuk kedalam pikiran kita banyak melalui koran, musik, televisi bahkan iklan. Dan frekuensinya sangat sering. Apa akibatnya yang sedang kita lihat sekarang? Banyak berita-berita perceraian dan keluarga yang berantakan yang terjadi di kalangan publik figur kita, baik itu artis, politikus bahkan tokoh-tokoh agama yang seharusnya menjadi panutan masyarakat luas.

Apa artinya semua kejadian ini? Artinya adalah PASTI ada sesuatu yang salah dalam cara pandang kita tentang cinta. Apakah kita tetap ingin terseret dalam arus cinta yang salah ini? Tidak ada seorangpun yang mau. Jika begitu mari kita lanjutkan pemahaman ini.

Setahu saya cara terbaik untuk belajar apapun adalah bertanya kepada sang ahlinya. Dan itu juga berlaku untuk urusan cinta. Siapa pakar dari cinta? ALLAH. Tidak ada yang lebih mengerti tentang cinta selain Allah sendiri. Ia tidak hanya menciptakan cinta dan menetapkannya sebagai fondasi utama pengalaman manusia, tetapi menurut Alkitab, Allah sendiri adalah kasih (1 Yoh 4: 8, 16). Allah mengatakan hal yang berlawanan dengan konsep dunia pikirkan, Ia mengatakan bahwa cinta BUKANLAH EMOSI, melainkan sikap hati.

Karena keterbatasan bahasa sajalah yang seringkali membuat kita menjadi kebingungan untuk mengartikan cinta. Dalam bahasa Asli alkitab, bahasa Ibrani dan Yunani, ada empat kata yang berbeda yang digunakan untuk kata cinta, yaitu: phileo, storge, eros, dan agape. Dan, setiap kata mengidentifikasikan tipe dan kadar cinta yang terpisah dan berbeda. Dalam perjanjian Baru kita hanya akan menemukan kata-kata: phileo dan agape.

Memahami ke empat ‘cinta’ ini akan membantu kita mengerti dengan lebih baik apa sebenarnya yang merupakan cinta sejati itu dan apa yang bukan. Menarik bukan? Mari kita lanjutkan lagi.

Phileo adalah cinta pada tingkat persahabatan biasa, kasih sayang yang kita miliki untuk seseorang yang kita kenal baik. Phileo sifatnya umum dan sederhana, bukan jenis cinta yang diperlukan untuk pernikahan.

Storge adalah kata (Yunani) yang digunakan untuk merujuk pada cinta dalam hubungan keluarga. Menggambarkan kasih saying yang lembut dari orang tua kepada anak-anak mereka dan sebaliknya.

Eros. Mengacu pada eros sebagai ‘cinta seksual’ sebenarnya itupun kurang akurat, karena sebenarnya seks tidak ada kaitannya dengan cinta sejati. Seks dapat terjadi tanpa cinta. Cinta dapat ada tanpa seks; keduanya tidak saling tergantung. Menurut Tuhan, seks adalah EKSPRESI cinta yang hangat, intim dan indah, TETAPI seks sendiri BUKANLAH CINTA. Disinilah cara pandang dunia yang seringkali keliru itu.

Agape adalah jenis cinta yang keempat dan tertinggi. Sifatnya unik dan sebenarnya tidak ada kata biasa yang dapat menggambarkannya kedalaman makna dari sifat cinta yang tertinggi ini, untuk itulah penulis Perjanjian Baru menciptakan kata Agape untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Agape adalah cinta tanpa syarat. Berbeda dengan eros, yang merupakan contoh keegoisan, agape bertindak demi kebaikan dan kesejahteraan orang lain. Bukannya melayani dirinya sendiri, Agape adalah cinta penyerahan diri yang siap berkorban demi kebaikan orang lain. Agape tidak memilih siapa yang akan dikasihi, ia hanya memilih untuk mengasihi. Agape adalah satu-satunya “CINTA SEJATI” di dunia, dan dasar bagi semua yang lain yang kadang-kadang kita sebut cinta. 

Memahami Agape adalah kunci untuk mengerti rahasia hati manusia. Kasih Allah untuk kita, kasih kita untuk Allah, kasih kita untuk diri sendiri, dan kasih kita untuk pasangan hidup atau calon pasangan hidup kita.

Jika kita sudah menemukan apa itu cinta sejati menurut ‘Ahlinya’nya. Selanjutnya adalah tanggung jawab kita sendiri untuk melakukan dan bertindak sesuai yang sudah ditetapkannya. Dan yang terpenting adalah jangan sampai kita terjebak lagi dengan cinta-cinta yang palsu yang sedang dan akan selalu terus ditawarkan oleh dunia ini.

Pilihlah cinta sejati, seperti yang sudah diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada kita dengan pengorbanannya di kayu salib untuk menebus dosa kita.

Itulah Agape. Itulah cinta sejati.

 

https://byotenega.wordpress.com/category/christianity/

Love Never Fails

Posted in Praise & Worship on 09/18/2014 by Ribka Christ

PENDERITAAN

Posted in Light, Seeds, Spiritual on 09/17/2014 by Ribka Christ

Matius 4:4 bahwa “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” 

BERKAT-BERKAT DARI PENDERITAAN

pppDalam artikel rohani ini saya ingin membahas ayat Alkitab dalam Yakobus 1:12 yang bunyinya  “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”
Judul tulisan saya kali ini adalah : “Berkat-berkat dari Penderitaan”. Mendengar judul ini saya yakin bahwa ada dari antara saudara-saudara sedang berfikir, Apa mungkin? Berkat apa yang akan di dapat dari penderitaan? Wah…. Pendeta Sagala mulai membahas satu kebohongan.”

Saudara, siapakah dari antara kita yang mau menderita? Siapakah dari antara kita yang suka ditimpa kesusahan? Tentu saja tidak ada! Siapakah dari antara kita yang tidak pernah mengalami penderitaan dan kesusahan? Siapakah dari antara kita yang pernah mengalami penderitaan?

Umumnya, semua manusia pernah mengalami kesusahan dan penderitaan. Malah, sebenarnya Alkitab mengatakan agar kita mengharapkan adanya kesusahan. Tak terkecuali bahkan orang Kristen yang baik sekalipun harus menderita. Orang Kristen akan mengalami kesusahan, penyakit, penderitaan kerugian. Singkatnya, masalah, kesusahan dan penderitaan akan datang.

Mari kita membuka Alkitab kita dalam Mazmur 34:19 ”Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”

Berkat-berkat dari Penderitaan:

Apakah ada alasannya mengapa Allah mengizinkan penderitaan itu terjadi kepada orang-orang Kristen? Apakah ada maksud tersembunyi dari penderitaan yang kita alami? Apakah penderitaan itu bernilai? Apakah ada hal yang baik, pada saat saudara punya masalah yang sangat rumit?

5 Berkat Penderitaan:

(1)- PENDERITAAN ITU BERGUNA BAGI KESELAMATAN KITA

Penderitaan adalah merupakan berkat. Bahkan tidak terkecuali Yesus sendiripun menderita. Ia lebih dulu menderita daripada kita. Yesus Kristus menderita untuk menyelamatkan kita. Yesus harus lebih dulu mati agar kita beroleh keselamatan. Yesus mengalami begitu banyak penderitaan demi kita. Sebagaimana Yesus sudah menderita, maka kita juga harus menderita. Lukas 9:23. “KataNya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Yesus punya salib untuk dipikul, kita juga punya salib untuk dipikul yakni salib penderitaan.

Saya pernah membaca suatu pernyataan yang berbunyi: A religion that does nothing, gives nothing, costs nothing and suffers nothing is worth nothing. (Suatu agama yang tidak mengerjakan apapun, tidak memberi apapun, tidak ada biaya apapun dan tidak menderita apapun, tidak ada apapun nilainya.)]

Ellen White juga menulis: “We must be partakers of Christ’s sufferings here if we would share in His glory hereafter.” “Kita harus ambil bahagian dari penderitaan Kristus di sini jika kita mau berbagi kemuliaanNya selanjutnya.” Early Writings, p. 47. Melalui tulisan Roh Nubuat ini dapat kita ambil indikasi bahwa “tanpa penderitaan kita tidak akan mungkin diselamatkan.” Berbicara mengenai Firdaus Ellen White berkata: “None will be there who have not, like Moses, chosen to suffer affliction with the people of God.” “Tidak akan ada disana yang tidak seperti Musa, dipilih untuk menderita bersama dengan umat Tuhan.” 1T78.

Mari kita membuka Ibrani 11:24,25. Musa diselamatkan oleh penderitaan. “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.”

Itulah yang Musa lakukan. Dia memilih untuk menderita. Sekiranya Musa memilih untuk tidak mengalami penderitaan, sekiranya dia tinggal tenang di istana Firaun, maka dia tidak akan pernah melihat muzizat di laut merah, dia tidak akan pernah melihat tiang api, dia tidak akan pernah membuat muzizat tongkat menjadi ular. Tetapi dia lebih memilih untuk menderita dan hidup bersama domba gembalaannya 40 tahun di padang belantara. Sekiranya Musa memilih bersenang-senang di istana Firaun dan tidak mau menderita dengan umatnya, maka Musa sudah menjadi mummi saat ini. Tetapi saudara dimana Musa sekarang? Saat ini Musa tidak berada di salah satu mummi yang ada di Mesir, saat ini Musa hidup, dia berada di Surga, karena dia telah memilih untuk menderita dengan umat-umat Allah. Saudara, umat Allah memang harus mengalami penderitaan, karena penderitaan dan kesusahan akan menghasilkan keselamatan dan hidup kekal.

2 Korintus 1:6 “Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu …. “

Saudara, kita menderita untuk keselamatan kita. Saudara, buku Wahyu berbicara mengenai orang-orang kudus. Tentu saja saudara berharap bahwa orang-orang kudus itu akan mengalami pengecualian dan tidak akan menderita. Tetapi menurut Wahyu 7:14, orang-orang kudus sekalipun tidak terkecuali, mereka juga mengalami penderitaan. ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar
Bahkan, kematian dapat menolong kita untuk mendapatkan keselamatan. Mari kita baca dalam Yesaya 6:1 “Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan.” Nampaknya ayat ini memberikan indikasi bahwa Yesaya belum sepenuhnya bertobat sebelum kemtian khusus seseorang. Trauma mengkibatkan pertobatannya. Saudara, dengan demikian rasa nyeri dan sakit dapat membantu membawa kita ke pada Tuhan.

(2) RASA SAKIT MEMBUAT SURGA LEBIH BERHARGA

Saudara, rasa sakit membuat surga itu lebih berharga. Orang yang menderita akan merasakan bahwa surga itu lebih berharga. Dalam 1 Tawarikh 4:10. Yabes berdoa agar dirinya dilepaskan dari malapetaka dan penyakit. Nampaknya Yabes sangat menderita dan Yabes akan menikmati surga di mana tidak akan ada lagi penyakit. .. Wahyu 21:4 berkata ”Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, & maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, ataua ratap tangis, atau duka cita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Saudara, kita akan menikmati suasana Surga, penderitaan dan kesusahan kita sewaktu di dunia ini akan terlupakan, dan lenyap ditengah-tengah kemuliaan dunia baru.

(3) PENDERITAAN MEMBUAT KITA MENJADI LEBIH BAIK.

Penderitaan adalah merupakan suatu proses, yaitu proses Ilahi untuk menjadikan kita lebih baik.

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.” “Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”,
kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya.
Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.

Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun,sebutir mutiara besar, utuh mengkilap,dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Pelajaran berharga:
If God brings you to it,
He will bring you through it.
Happy moments, praise God.
Difficult moments, seek God.
Quiet moments, worship God.
Painful moments, trust God.
Every moment, thank God.

Saudara, mari kita membaca Yakobus 1:2-4. “Saudara-saudara, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh kedalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu, menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” Ada begitu banyak berkat-berkat dan kegunaan dari penderitaan.

Dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang telah berhasil melalui penderitaan yang mereka alami. Misalnya saja Rasul Paulus, barangkali dialah yang terbesar diantara para rasul, dia menulis lebih ½ dari buku Perjanjian Baru, dia menulis paling banyak bila dibandingkan dengan seluruh rasul-rasul. Dia adalah seorang besar, tetapi saat yang sama diapulalah yang paling menderita dari antara rasul-rasul. Pada saat saat yang paling sulit, dia berhasil menulis surat yang besar.

Marthin Luther, adalah merupakan seorang reformator besar, dia juga telah melakukan hal besar dia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, tapi dia juga mengalami penderitaan.

Beethoven menciptakan suatu komposisi musik yang besar meskipun dia menderita dan tuli. Malah dia merasa kekurangan pendengarannya membuat musiknya lebih baik. Dia tidak pernah mendengar komposisi musik indah yang telah dibuatnya.

Bahkan dalam Lagu Sion yang kita gunakan kita menemukan banyak nyanyian-nyanyian yang indah yang telah diciptakan oleh seorang Fanny J. Crosby, yang telah menderita oleh karena buta sejak ia berusia 6 tahun. Seseorang yang dengan semberono telah meletakkan suatu tapal yang sangat panas di matanya dan ini membuat dia menjadi buta. Dia mengganggap penderitaannya ini merupakan suatu berkat. Dia hidup hampir 95 tahun total buta, tapi dia telah berhasil menciptakan 8000 nyanyian pujian! Dia menulis lagu “Slamat di lengan Yesus” hanya dalam waktu 20 menit! Penderitaannya menjadi berkat baginya dan juga bagi jutaan umat manusia.

1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.” Saudara, kita tidak akan memikul penderitaan yangn berat yang tidak dapat kita pikul bersama dengan Yesus. Maleaki 3:2,3. “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatanganNya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak …”

Saudara, kita adalah perak dan Tuhan adalah pemurni. Pemurni Surgawi kita hanya akan mengizinkan api kesusahan itu untuk memakan habis sifat keduniawian kita sehingga tabiat kita lebih menyerupai tabiatNya

(4) PENDERITAAN MENGAJARKAN PENURUTAN

Begitulah caranya kita belajar untuk menurut. Kita akan menurut jika kita sudah mengalami penderitaan. Alkitab berkata tentang Yesus dalam Ibrani 5:8 ”Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya.”

Kalau Yesus saja belajar mengenai penurutan dari penderitaan, maka kita juga tidak terkecuali. Beberapa penderitaan adalah merupakan tanda bahaya yang menyatakan bahwa kita telah melanggar Hukum.

Dalam buku The Acts of the Apostles, p. 524 Ellen White berkata, “Pencobaan adalah bagian dari pendidikan yang diberikan di sekolah Kristus, untuk memurnikan anak-anak Tuhan dari sampah keduniawian. Itulah sebabnya Tuhan sedang memimpin Anak-Anaknya melalui pengalaman yang datang kepada mereka. Pencobaan dan Rintangan adalah metode disiplin pilihannya, dan merupakan keadaan untuk sukses yang ditetapkan nya”

(5) PENDERITAAN MEMBAWA BANYAK BERKAT BAGI KITA.

2 Korintus 1:5. “Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah limpah.”

“God never leads His children otherwise than they would choose to be led, if they could see the end from the beginning, and discern the glory of the purpose which they are fulfilling as coworkers with Him.” Desire of Ages, by EG White, p. 224-225.

Saudara, hidup ini tidak mungkin seluruhnya indah tanpa adanya kesusahan. Perlu adanya awan di langit membuat agar sinar matahari itu menjadi indah.

Tergantung bagaimana kita menghadapi penderitaan. Paulus dan Yunus sama sama menghadapi topan yang buruk. Paulus tetap melakukan pekerjaan Tuhan meskipun dia ditimpa topan, tetapi Yunus lari dari Allah saat menghadapi amukan topan. Paulus dinantikan oleh suatu pulau yang indah saat topan reda, sementara Yunus dinantikan oleh seokor ikan raksasa setelah topan reda.

Saudaraku, tiga kali Paulus meminta kepada Tuhan agar Tuhan menyingkirkan penderitaan dan penyakit dari dalam tubuhnya. Apakah Tuhan menyingkirkannya? Tidak bukan? 2 Korintus 12:9.“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karuniaKU bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadia sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas skelemahanku, supaya Kristus turun menaungi aku.”

Saudaraku, biarlah kita seperti Paulus, bilamana kesulitan hidup ini menimpa kita, kita dapat percaya sepenuhnya kepada Kristus. Tidak salah untuk meminta agar Tuhan melepaskan kita dari penderitaan sama seperti Paulus meminta agar duri dalam tubuhnya dibuangkan, tetapi jika Tuhan memberikan kita untuk menghadapi kesusahan dan penderitaan, terimalah itu, dapatkanlah berkat-berkat dari penderitaan yang kita alami.

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Yakobus 1:12

Semoga masing-masing kita diberkati oleh Allah sementara kita mengalami penderitaan dana kesusahan, dan semoga masing-masing kita tetap setia sampai tiba waktunya dimana Allah akan memberikan mahkota kehidupan kepada setiap orang yang setia kepadaNya.

Terimakasih sudah membaca artikel ini dan juga untuk komentarnya.

Semoga tulisan ini membawa berkat bagi setiap orang yang membacanya.

Salam kasih,
Pdt. R. W. Sagala

“Bahagia Orang Benar”

Posted in RibkaChrist's Videos, Sermons, Testimonies on 09/17/2014 by Ribka Christ

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

writings, remedy of soul

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's GuitarLicksAndTabs.com

Legendary Guitar Licks and tabs - no lectures.

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: