Charisma Christ’s Blog: There Is None Like You – Hillsong (With Lyrics)

Posted in Praise & Worship on 07/23/2014 by Ribka Christ

Charisma Christ’s Blog: There Is None Like You – Hillsong (With Lyrics).

DUNIA INI TELAH TUA

Posted in Lagu/Song, LYRICS on 07/23/2014 by Ribka Christ

TIADA-TIADA SATU YANG ABADI

BILA KULIHAT HENINGNYA MALAM INI

TERASA HAMPA DUNIA INI

 images (94)

MANUSIA BERPERANG DAN MEREKA TELANJANG

 ITU PETANDA KEHANCURAN

MEREKA TIDAK TAHU DUNIA INI MENANGIS

MEREKA T’LAH LUPA DUNIA TELAH… TUA

KERNA SEMUA YANG ADA DI ALAM INI…

TIADA SATU YANG ABADI

TIADA SATU YANG ABADI

Jangan iri akan kesuksesan orang lain

Posted in Seeds, Spiritual, Success on 07/20/2014 by Ribka Christ
stdas0456-jonathan-warns-david

“Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.” Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. 1Sam.18:8-9”

1 SAMUEL

18:1. Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
18:2 Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya.
18:3 Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri.
18:4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.
18:5 Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.

18:6. Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing;
18:7 dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”
18:8 Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.”
18:9 Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.
18:10 Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya.
18:11 Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: “Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.

18:12. Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur.
18:13 Sebab itu Saul menjauhkan Daud dari dekatnya dan mengangkat dia menjadi kepala pasukan seribu, sehingga ia berada di depan dalam segala gerakan tentara.
18:14 Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.
18:15 Ketika dilihat Saul, bahwa Daud sangat berhasil, makin takutlah ia kepadanya;
18:16 tetapi seluruh orang Israel dan orang Yehuda mengasihi Daud, karena ia memimpin segala gerakan mereka.
18:17 Berkatalah Saul kepada Daud: “Ini dia anakku perempuan yang tertua, Merab; dia akan kuberikan kepadamu menjadi isterimu, hanya jadilah bagiku seorang yang gagah perkasa dan lakukanlah perang TUHAN.” Sebab pikir Saul: “Janganlah tanganku memukul dia, tetapi biarlah ia dipukul oleh tangan orang Filistin.”
18:18 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Siapakah aku dan siapakah sanak saudaraku, kaum ayahku, di antara orang Israel, sehingga aku menjadi menantu raja?”
18:19 Tetapi ketika tiba waktunya untuk memberikan Merab, anak Saul itu, kepada Daud, maka anak perempuan itu diberikan kepada Adriel, orang Mehola, menjadi isterinya.
18:20 Tetapi Mikhal, anak perempuan Saul, jatuh cinta kepada Daud; ketika hal itu diberitahukan kepada Saul, maka iapun menyetujuinya;
18:21 sebab pikir Saul: “Baiklah Mikhal kuberikan kepadanya; biarlah ia menjadi jerat bagi Daud, dan biarlah tangan orang Filistin memukul dia!” Lalu berkatalah Saul kepada Daud untuk kedua kalinya: “Pada hari ini engkau boleh menjadi menantuku.”
18:22 Lagi Saul memerintahkan kepada para pegawainya: “Katakanlah kepada Daud dengan diam-diam, demikian: Sesungguhnya, raja suka kepadamu dan para pegawainya mengasihi engkau; maka sebab itu, jadilah engkau menantu raja.”
18:23 Lalu para pegawai Saul menyampaikan perkataan itu kepada Daud, tetapi Daud menjawab: “Perkara ringankah pada pemandanganmu menjadi menantu raja? Bukankah aku seorang yang miskin dan rendah?”
18:24 Para pegawai Saul memberitahukan kepada raja, katanya: “Demikianlah jawab yang diberi Daud.”
18:25 Kemudian berkatalah Saul: “Beginilah kamu katakan kepada Daud: Raja tidak menghendaki mas kawin selain dari seratus kulit khatan orang Filistin sebagai pembalasan kepada musuh raja.” Saul bermaksud untuk menjatuhkan Daud dengan perantaraan orang Filistin.
18:26 Ketika para pegawainya memberitahukan perkataan itu kepada Daud, maka setujulah Daud menjadi menantu raja. Waktunya belum genap,
18:27 tetapi Daud sudah bersiap, ia pergi dengan orang-orangnya dan menewaskan dari orang Filistin itu dua ratus orang serta membawa kulit khatan mereka; dan dalam jumlah yang genap diberikan merekalah semuanya itu kepada raja, supaya Daud menjadi menantu raja. Kemudian Saul memberikan Mikhal, anaknya, kepadanya menjadi isterinya.
18:28 Lalu mengertilah Saul dan tahulah ia, bahwa TUHAN menyertai Daud, dan bahwa seluruh orang Israel mengasihi Daud.
18:29 Maka makin takutlah Saul kepada Daud. Saul tetap menjadi musuh Daud seumur hidupnya.
18:30 Apabila raja-raja orang Filistin maju berperang, setiap kali mereka maju berperang, maka Daud lebih berhasil dari semua pegawai Saul, sehingga namanya sangat masyhur.

19:1. Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul, sangat suka kepada Daud,
19:2 sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: “Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana.
19:3 Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.”
19:4 Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya: “Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu!
19:5 Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan TUHAN telah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?”
19:6 Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan Saul bersumpah: “Demi TUHAN yang hidup, ia tidak akan dibunuh.”
19:7 Lalu Yonatan memanggil Daud dan Yonatan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul dan ia bekerja padanya seperti dahulu.

19:8. Ketika perang pecah pula, maka majulah Daud dan berperang melawan orang Filistin; ia menimbulkan kekalahan besar di antara mereka, sehingga mereka melarikan diri dari depannya.
19:9 Tetapi roh jahat yang dari pada TUHAN hinggap pada Saul, ketika ia duduk di rumahnya, dengan tombaknya di tangannya; dan Daud sedang main kecapi.
19:10 Lalu Saul berikhtiar menancapkan Daud ke dinding dengan tombaknya, tetapi Daud mengelakkan tikaman Saul, sehingga Saul mengenai dinding dengan tombak itu. Sesudah itu Daud melarikan diri dan luputlah ia pada malam itu.

19:11. Kemudian Saul mengirim orang-orang suruhan ke rumah Daud untuk mengamat-amatinya dan untuk membunuh dia pada waktu pagi. Tetapi Mikhal, isteri Daud, memberitahukan kepadanya, demikian: “Jika engkau tidak dapat meluputkan dirimu malam ini, maka besok engkau akan dibunuh.”
19:12 Lalu Mikhal menurunkan Daud dari jendela, ia pergi melarikan diri dan luputlah ia.
19:13 Sesudah itu Mikhal mengambil terafim dan menaruhnya di tempat tidur; ditaruhnya sehelai tenunan bulu kambing di bagian kepala dan ditutupinya dengan selimut.
19:14 Lalu Saul mengirim orang-orang suruhan untuk mengambil Daud, tetapi perempuan itu berkata: “Ia sakit.”
19:15 Sesudah itu Saul mengirim orang-orang suruhan itu untuk melihat Daud, katanya: “Bawalah dia di atas tempat tidur itu ke mari, supaya ia dibunuh.”
19:16 Lalu masuklah para suruhan itu ke dalam, dan tampaklah ada terafim di tempat tidur dengan sehelai tenunan bulu kambing di bagian kepala.
19:17 Berkatalah Saul kepada Mikhal: “Mengapa engkau menipu aku demikian itu dan melepas musuhku pergi, sehingga ia luput?” Tetapi jawab Mikhal kepada Saul: “Ia berkata kepadaku: Biarkanlah aku pergi, apa perlunya aku membunuh engkau?”

19:18. Setelah Daud melarikan diri dan luput, sampailah ia kepada Samuel di Rama dan memberitahukan kepadanya segala yang dilakukan Saul kepadanya. Kemudian pergilah ia bersama-sama dengan Samuel dan tinggallah mereka di Nayot.
19:19 Ketika diberitahukan kepada Saul, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di Nayot, dekat Rama,”
19:20 maka Saul mengirim orang-orang suruhan untuk mengambil Daud. Tetapi orang-orang ini melihat sekumpulan nabi kepenuhan, dengan dikepalai oleh Samuel. Dan Roh Allah hinggap pada orang-orang suruhan Saul, sehingga merekapun kepenuhan seperti nabi.
19:21 Lalu hal itu diberitahukan kepada Saul; ia mengirim orang-orang suruhan yang lain, tetapi orang-orang itupun juga kepenuhan seperti nabi. Saul mengirim sekali lagi orang-orang suruhan, rombongan yang ketiga, dan orang-orang inipun juga kepenuhan.
19:22 Lalu ia sendiri pergi ke Rama. Sesampainya ke dekat perigi besar yang di Sekhu, bertanyalah ia, katanya: “Di mana Samuel dan Daud?” Jawab orang: “Ada di Nayot, dekat Rama.”
19:23 Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada diapun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama.
19:24 Iapun menanggalkan pakaiannya, dan iapun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: “Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?”

MAZMUR

59:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam dari Daud, ketika Saul menyuruh orang mengawasi rumahnya untuk membunuh dia.
59:2 Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku; bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan aku.
59:3 Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang melakukan kejahatan dan selamatkanlah aku dari pada penumpah-penumpah darah.
59:4 Sebab sesungguhnya, mereka menghadang nyawaku; orang-orang perkasa menyerbu aku, padahal aku tidak melakukan pelanggaran, aku tidak berdosa, ya TUHAN,
59:5 aku tidak bersalah, merekalah yang lari dan bersiap-siap. Marilah mendapatkan aku, dan lihatlah!
59:6 Engkau, TUHAN, Allah semesta alam, adalah Allah Israel. Bangunlah untuk menghukum segala bangsa; janganlah mengasihani mereka yang melakukan kejahatan dengan berkhianat! Sela
59:7 Pada waktu senja mereka datang kembali, mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota.
59:8 Sesungguhnya, mereka menyindir dengan mulutnya; cemooh ada di bibir mereka, sebab–siapakah yang mendengarnya?

59:9 Tetapi Engkau, TUHAN, menertawakan mereka, Engkau mengolok-olok segala bangsa.
59:10 Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku.
59:11 Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.
59:12 Janganlah membunuh mereka, supaya bangsaku tidak lupa, halaulah mereka kian ke mari dengan kuasa-Mu, dan jatuhkanlah mereka, ya Tuhan, perisai kami!
59:13 Karena dosa mulut mereka adalah perkataan bibirnya, biarlah mereka tertangkap dalam kecongkakannya. Oleh karena sumpah serapah dan dusta yang mereka ceritakan,
59:14 habisilah mereka dalam geram, habisilah, sehingga mereka tidak ada lagi, supaya mereka sadar bahwa Allah memerintah di antara keturunan Yakub, sampai ke ujung bumi. Sela
59:15 Pada waktu senja mereka datang kembali, mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota.
59:16 Mereka mengembara mencari makan; apabila mereka tidak kenyang, maka mereka mengaum.
59:17 Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.
59:18 Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya

WASPADAILAH IRI HATI !

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang

(Amsal 14:30)

 

Iri hati dapat diartikan sebagai “kekesalan atas kesuksesan atau kebahagiaan orang lain.” Banyak peradaban menganggap enteng iri hati. Perusahaan renovasi rumah di Washington, D.C. mengeluarkan sebuah iklan yang menunjukkan sifat buruk ini. Iklan tersebut menggunakan ungkapan “ruang tamu yang membuat orang lain tergila- gila” dan “dapur yang membuat iri hati.” Iklan itu selanjutnya mengatakan bahwa dengan mempercantik rumah Anda, Anda akan membuat para tetangga merasa iri.

Alkitab memandang iri hati secara berbeda, dengan mengatakan bahwa iri hati “membusukkan tulang” (Amsal 14:30). Sikap iri hatilah yang membuat para pemimpin agama ingin membunuh Yesus (Matius 27:20). Dalam Galatia 5:19-26, iri hati termasuk dalam daftar “perbuatan daging” yang dapat menghancurkan hidup kita.

Dalam 1 Samuel 18, kita membaca bahwa iri hati menyebabkan kejatuhan Raja Saul. Ia telah memulai pemerintahannya dengan baik, tetapi karena tidak taat kepada perintah Allah, ia pun ditolak sebagai raja (15:23). Bukannya menerima keputusan Allah dengan rendah hati, ia malah terbakar oleh rasa iri dan benci kepada Daud (18:8,9). Sejak saat itu, Saul menjauhkan diri dari Allah, bahkan meminta petunjuk dari pemanggil arwah (28:7). Pada akhirnya, ia bunuh diri setelah mengalami kekalahan yang memalukan melawan orang Filistin (31:4,5). Iri hati telah menghancurkannya.

Iri hati dapat menghancurkan hidup. Jangan pernah menganggapnya enteng! – HV

 

KETIKA ANDA MENABUR IRI HATI

ANDA AKAN MENUAI MASALAH

ANAK-ANAK

Posted in Spiritual on 07/20/2014 by Ribka Christ

MEMUJI TUHAN: Membungkam Musuh

Disadur dari Renungan Harian Air

Baca: 1 Samuel 16:14-23

“Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.” 1 Samuel 16:23

 divinemercyrc2

Tuhan suka dipuji dan disembah bukan berarti haus akan pujian umatNya sehingga Ia ingin terus dipuji-puji. Jangan pernah berpikir bahwa ketika kita memuji-muji Tuhan semuanya itu untuk kepentinganNya, tapi sesungguhnya yang terutama adalah untuk kepentingan kita sendiri, sebab pada saat kita memuji Tuhan ada perkara besar yang Tuhan kerjakan bagi kita, yaitu Tuhan sedang membungkam musuh dan pendendam, “Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.” (Mazmur 8:3).

Saat kita memuji-muji Tuhan berarti kita sedang mempercayai Tuhan berperang ganti kita. Tuhan akan berperang ganti kita. Tuhan akan menghancurkan pekerjaan Iblis dan menggagalkan setiap rencana jahatnya supaya Iblis menjadi tidak berdaya dan bertekuk lutut, sehingga jarahan-jarahan yang sudah dicuri Iblis dapat direbut kembali. Jika saat ini kita sedang disakiti, diserang dan diintimidasi Iblis dengan berbagai masalah dan sakit penyakit jangan sekali-kali kita menyerah, sebaliknya angkatlah suara dan pujilah Tuhan! Katakan, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mazmur 42:6).

Saat pujian kita naikkan kepada Tuhan, saat itu pula Tuhan membungkam kekuatan musuh. Ketika roh jahat mengganggu Saul, Daud pun memainkan kecapi sambil memuji-muji Tuhan, saat itu pula roh jahat undur dan lari daripada Saul. Pula ketika Yosafat diserang oleh bani Moab dan Amon, ia pun menaruh tim pujian di depan barisan pasukan perangnya. “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” (2 Tawarikh 20:21), dan ketika mereka mulai bersorak-sorai sambil memuji Tuhan, “…dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.” (2 Tawarikh 20:22).

Saat kita memuji Tuhan, “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:14

Mutiara Kata

Posted in Wisdom, Wise Words on 07/18/2014 by Ribka Christ

Kebahagiaan adalah punya tangan untuk memegang, menemukan hati untuk disembuhkan, dan tergantung pada hari esok dengah kasih. ~Schuller

10502252_677503982302631_5135647131595242755_n
Siapa saja bisa berhasil di laut yang tenang, tetapi kemenangan atas badailah yang mendapatkan kehormatan yang sesungguhnya. ~Schuller
Tiada ada orang yang terlalu kecil bagi kasih Allah. Dan dengan jenis kasih yang seperti itu, tidak ada puncak yang terlalu tinggi untuk didaki.

ALLAH ITU KASIH

Posted in Love on 07/18/2014 by Ribka Christ

By Jonathan Prawira

10527433_679602428759453_1427496327293949767_n

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih – (1 Yohanes 4:8)

NamaMu s’lalu kusebutkan di dalam doaku dengan penuh penyembahan. KasihMu selalu kukenang dalam pujianku dengan kerinduan
Adakah orang yang melakukan kesalahan justru karena kasih? Setahu saya ada. Ada seorang anak yang sangat rindu orangtuanya pun menerima kasih Tuhan Yesus seperti yang ia alami. Jadi ia mempersiapkan diri dengan berdoa-puasa dan berbagai teknik penginjilan baik dari gereja, seminar rohani, maupun buku-buku rohani. Pada waktunya, iapun menceritakan kasih Tuhan Yesus. Sayangnya, orangtuanya menolak, bagaimanapun ia mencoba meyakinkan mereka. Merasa kecewa, ia mengutip ayat, “Ya terserah, kalau Papa dan Mama mati dalam dosa, masuk neraka karena menolak kasih TUHAN lagi, ini bukan tanggung-jawab saya lagi, karena saya sudah menyampaikan kebenaran.” Terkejut dan sedih mendengar pernyataan keras dan kurang-ajar ini, orangtuanya tidak menjawabnya sepatah-katapun.

Ku rindu dunia pun merasakan, kasih yang kurasakan, dariMu Yesus TUHAN
Beberapa hari kemudian, tiba-tiba ia merasa sangat kedinginan, suhu badannya meninggi. Sebelum menyadari apa yang terjadi, ia jatuh pingsan. Selama tiga hari pingsan, ia sempat siuman sesaat beberapa kali. Kali pertama ia membuka mata, ia melihat Mamanya sedang mengompres dahinya. Kali ke dua ia membuka mata, ia melihat Papanya sedang duduk dan langsung berdiri mendekatinya, tapi ia keburu pingsan lagi. Kali ke tiga ia tidak melihat siapapun. Tapi ketika menengok ke bawah, Mamanya sedang tidur di lantai di sebelah ranjangnya. Ia pun pingsan lagi.

Ku rindu membuat dunia mengerti, semua yang Kau lakukan, Kau menunjukkan Allah itu kasih
Selama tipes memaksanya terbaring sebulan penuh di kamarnya tipes, ia malu karena apa yang dilihatnya di sela-sela pingsannya. Karena sementara ia sibuk memperkatakan, memperdebatkan, bahkan membela kasih TUHAN dengan keras, orangtuanya justru menunjukkan arti kasih kepadanya. Sejak saat itu ia berjanji, tidak akan menginjili orangtuanya lagi. Ia hanya berusaha mengikuti sungguh-sungguh setiap arti kasih TUHAN di Alkitab kepada orangtuanya.

Bagaimana menunjukkan cinta kepada orang yang kita kasihi? Bukan melalui kata atau tindakan yang didasari perasaan bergelora di hati semata. Tetapi dengan kata dan tindakan yang berasal dari hati yang sungguh-sungguh mengalami kasih TUHAN melalui penyembahannya. Saya tahu itu, karena anak itu adalah saya sendiri — yang merasakan buah dari menabur kasih, ketika orangtua saya dibaptis. Kiranya para penyembah TUHAN pun senantiasa mengalami kasih TUHAN di hati.

Salam inspirasi kasih dari worship-partner Anda.

Perbuatan Baik vs Anugerah Kasih TUHAN

Posted in Iman/Faith on 07/18/2014 by Ribka Christ

Setiap saat kita melanggar hukum ini karena tak ada orang yang bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi.

10526142_679627238756972_6374167642583170410_n

b) Gambaran Firman Tuhan di bawah ini tentang keadaan manusia di hadapan Allah.

Yes 64:6a – “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor”.

Perhatikan bahwa yang mengatakan kata-kata ini adalah Yesaya, seorang nabi, yang jelas sungguh-sungguh beriman. Perhatikan juga bahwa Yesaya tidak mengatakan ‘segala dosa kami seperti kain kotor’. Ia juga tidak mengatakan ‘sebagian kesalehan kami seperti kain kotor’. Ia mengatakan ‘segala kesalehan kami seperti kain kotor’.

Kalau segala kesalehan kita digambarkan seperti ‘kain kotor’ di hadapan Allah, bagaimana dengan dosa kita? Untuk itu mari kita melihat ayat di bawah ini.

Yeh 36:17 – “‘Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku mereka; kelakuan mereka sama seperti cemar kain di hadapanKu”.

Dosa / kejahatan kita digambarkan seperti ‘cemar kain’. Apakah ‘cemar kain’ itu? NIV menterjemahkannya: ‘a woman’s monthly uncleanness’ kenajisan bulanan dari seorang perempuan).

Bandingkan juga dengan Im 15:20,24 – “(20) Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga. … (24) Jikalau seorang laki-laki tidur dengan perempuan itu, dan ia kena cemar kain perempuan itu, maka ia menjadi najis selama tujuh hari, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga”.

Untuk kata ‘cemar kain’ yang pertama (ay 20) NIV menterjemahkan ‘her period’  masa datang bulannya), sedangkan untuk kata ‘cemar kain’ yang kedua (ay 24) NIV menterjemahkan ‘her monthly flow’  aliran bulanannya).

Jadi Kitab Suci menggambarkan kesalehan kita seperti kain kotor, dan menggambarkan dosa / kejahatan kita seperti cairan yang dikeluarkan oleh seorang perempuan pada saat mengalami datang bulan!

Kalau saudara adalah orang yang menganggap diri saudara suci atau lumayan baik, renungkan bagian ini!

2) Karena untuk menyelamatkan kita Allah harus melakukan pengorbanan yang luar biasa.

Allah tidak bisa memasukkan kita yang berdosa ke surga begitu saja. Allah itu adil, sehingga harus menghukum setiap dosa. Kalau ada 1 dosa yang tidak pernah dihukum selama-lamanya, maka Allah kehilangan keadilanNya. Jadi, pada waktu melihat manusia yang berdosa, Allah harus menjatuhkan hukuman. Tetapi Ia tidak ingin kita terkena hukuman tersebut. Lalu bagaimana? Allah tidak bisa menyuruh manusia bertobat dari dosa dan lalu hidup baik supaya masuk surga. Mengapa? Karena:

a) Manusia tidak bisa berbuat baik.

Ini dinyatakan secara jelas oleh Kitab Suci.

· Kej 6:5 – “Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, …”.

· Kej 8:21b – “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya”.

· Titus 1:15 – “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis”.

· Ro 6:20 – “Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran”.

Apakah benar bahwa manusia tidak bisa berbuat baik? Tidak bisakah seseorang, pada waktu melihat orang miskin / menderita, lalu menolongnya tanpa pamrih? Tentu bisa! Lalu apakah itu bisa disebut sebagai perbuatan baik? Dalam pandangan manusia, ya! Tetapi dalam pandangan Tuhan, tidak! Mengapa? Karena dalam pandangan Tuhan, supaya suatu perbuatan bisa disebut baik, maka harus dipenuhi syarat-syarat ini:

1. Perbuatan baik itu harus dilakukan untuk kemuliaan Allah.

1Kor 10:31 – “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.

2. Perbuatan baik itu harus dilakukan karena cinta kepada Allah.

Yoh 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu”.

Ingat bahwa 2 hal di atas ini tak mungkin bisa dilakukan oleh orang yang ada di luar Kristus! Bdk. Ro 3:10,11,18 yang mengatakan bahwa tidak ada manusia (ini jelas menunjuk kepada manusia di luar Kristus, tanpa pekerjaan Roh Kudus dalam dirinya) yang benar, yang berakal budi, yang mencari Allah, atau yang takut kepada Allah.

Ro 3:10,11,18 – “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. … (18) rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.’”.

Manusia bisa saja berusaha berbuat baik, berjuang bagi agamanya, ingin masuk surga, dsb. Tetapi ‘mengasihi Allah’ dan ‘hidup untuk kemuliaan Allah’ adalah 2 hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia di luar Kristus.

Kalau 2 hal di atas ini tidak dipenuhi, maka bisalah dikatakan bahwa perbuatan baik itu dilakukan tanpa mempedulikan Allah! Bisakah itu disebut baik?

b) Andaikatapun manusia bisa berbuat baik, bagaimana dengan dosa-dosa yang telah ia lakukan maupun yang akan ia lakukan? Ingat bahwa perbuatan baik tidak bisa menghapus dosa!

Kitab Suci dengan jelas menyatakan hal itu.

· Gal 2:16a – “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus”.

· Gal 2:21b – “… sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus”.

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

writings, remedy of soul

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's GuitarLicksAndTabs.com

Legendary Guitar Licks and tabs - no lectures.

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers

%d bloggers like this: