SAMITON PANGELLAH

Posted in Testimonies on 10/23/2014 by Ribka Christ

http://www.samitonpangellah.com/

Tidak Pernah Terputus

Posted in RibkaChrist's Videos on 10/23/2014 by Ribka Christ

Orang Benar Hidup Kerana Iman

Posted in Iman/Faith, Testimonies on 10/23/2014 by Ribka Christ

Hidup Ini Mata Rantai Kehidupan

Posted in RibkaChrist's Videos on 10/22/2014 by Ribka Christ

Ams 27:10. Jangan kautinggalkan temanmu dan teman ayahmu.

Tuhan Benci Kemunafikan

Posted in The Word of God on 10/18/2014 by Ribka Christ

Ditulis Oleh Pdp. Sri Indrawati Mawikere

Dilihat: 876

Bacaan: Matius 26:73-75

“Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu”. Dan pada saat itu berkokoklah ayam” (Ayat 74).

10013290_803617823001676_1634290976_nIstilah munafik atau kemunafikan sudah ada sejak jaman Tuhan Yesus berada di dunia ini, bahkan seringkali orang-orang yang munafik adalah mereka yang mengetahui Firman Tuhan. Mereka menyalahkan orang lain, padahal dirinya sendiri lebih berbuat salah.

Oleh sebab itu, kita tidak terlalu terkejut di jaman sekarang pun banyak orang munafik. Bahkan lebih parah lagi, tidak sedikit juga di gereja terdapat orang-orang seperti ini. Orang yang seperti ini lebih pintar dan jeli mencari-cari kesalahan orang lain seperti kata pepatah: “gajah di pelupuk matat tidak nampak, semut diseberang lautan tampak”.

Orang yang demikian ini dengan mudah menilai orang menurut pendapatnya sendiri karena itu ada orang yang mengatakan kejatuhan Petrus dalam dosa penyangkalan karena kecongkakannya atau kesombongannya.

Renungkanlah
1. Apakah pengertian “munafik” menurut saudara? Jelasakan!
2. Bagaimana sikap dan perilaku orang yang munafik di hadapan Allah? Tuliskan dan jelaskan!
3. Kebenaran-kebenaran apa yang saudara peroleh dari renungan hari ini? Tuliskan!

Tuduhan yang demikian ini tidak tepat, memang Petrus mengatakan “Biarpun semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak” (Matius 26:33). Petrus sama sekali tidak congkak! Ucapan Petrus ini dikarenakan suatu tekad yang terdorong oleh kasih yang besar kepada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus tahu benar motivasi Petrus, oleh karena itu Tuhan Yesus tidak pernah marah atas kegagalan Petrus menepati apa yang telah diucapkannya sendiri. Memang Petrus telah gagal menguasai dirinya sendiri, tetapi Petrus bukan orang yang munafik.

Ucapan Petrus itu diiringi iman yang besar, buktinya setelah Petrus menyesal dari dosanya itu dan setelah dipenuhi Roh Kudus, Petrus melakukan perbuatan-perbuatan besar untuk memuliakan Allah. Petrus mengalami banyak penderitaan, bahkan sama sekali tidak takut mati, juga didalam pelayanannya.

Banyak mujizat terjadi, sehinggga bayangan Petrus pun banyak menyembuhkan orang. Bagi kita yang hidup di jaman sekarang ini, Alkitab sudah banyak memberikan nasehat supaya kita tidak sembarangan menuduh orang lain tidak benar tanpa menyelidiki lebih dulu, apakah tindakan itu benar atau salah? Sebaliknya apabila tuduhan itu benar juga, tidak sepantasnya kita menghakimi.

Kemunafikan merupakan sifat yang merugikan diri sendiri

Adalah sangat baik bila dengan kasih menasehati dia supaya dia sadar dan berbalik dari kesalahannya, bukankah setiap saat kita bisa terpeleset dan terjerat jatuh dalam dosa? Kesemuanya itu tergantung kepada kita dalam menilai apa yang kita temui dalam suatu lingkup pergaulan itu. Bila kita hidup jauh dari Firman Tuhan, maka sangat mungkin dan pasti pilihan kita jatuh dalam perkara-perkara duniawi yang hanya menyenangkan kedagingan kita saja.

Tidak dipungkiri bahwa sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan dihadapan Allah dan suka menghakimi orang lain. Manusia tidak lagi hidup dalam kasih, misalnya Kain dengan tega membunuh adiknya Habel (Kejadian 4:8).

Sudah tentu orang yang tidak hidup di dalam Yesus Kristus, maka dipastikan hidupnya tidak akan mampu melepaskan diri dari jeratan si iblis. Apabila selama ini saudara suka melihat kesalahan orang lain dan menghakiminya, saat ini saudara harus bertobat dan kembali kepada Allah.

Undanglah Roh Kudus ke dalam hati kita dikala menjalankan kehidupan yang keras ini, karena hanya Roh Kuduslah yang dapat membuat kita menjadi peka terhadap tipu daya iblis, dan tetaplah waspada! Tetapi jika orang bertobat dan berusaha bangkit dari kejatuhannya kita harus menghargai dan menopang dia.

Doa

Tuhan Yesus, ampuni saya atas sikap saya yang selalu menghakimi orang lain. Biarlah Roh Kudus-Mu menolong supaya saya mampu melawan tipu daya iblis Amin

MENTAL RAJAWALI VS MENTAL AYAM

Posted in Leadership, RibkaChrist's Videos, Success on 10/15/2014 by Ribka Christ

TUHAN MELIHAT HATI

Posted in Iman/Faith, Love on 10/08/2014 by Ribka Christ

http://dev.bcs.org.sg/cms/pdf/0_671_1403WK1_TUHANMELIHATHATI.pdf

hjkProses pemilihan Saul sebagai raja Israel berbeda dengan pemilihan Daud. Pemilihan Saul didasarkan pada inisiatif bangsa Israel yang menuntut untuk memiliki seorang raja, sedangkan pemilihan Daud semata-mata merupakan inisiatif Allah yang telah menolak Saul. Saul memenuhi kualifikasi duniawi yang didasarkan pada penampilan fisik yang tinggi besar, sedangkan Daud memenuhi kualifikasi Allah yang melihat hati manusia. Perawakan Saul gagah, tetapi dia ditolak Allah karena dia terlalu mengandalkan logika dan tidak bersedia untuk taat secara mutlak. Perawakan Daud tidak segagah Saul, tetapi dia termasuk pria yang tampan (16:12 kulitnya kemerah-merahan, matanya indah, dan parasnya elok). Sekalipun demikian, pemilihan Allah tidak tergantung dari perawakan. Daud dipilih Allah karena hatinya dekat dengan Allah. Kedekatan Daud dengan Allah dapat dilihat terutama dari syair-syair di bagian-bagian kitab Mazmur yang dia tulis.

Cara pandang Samuel tidak berbeda jauh dengan cara pandang manusia pada umumnya. Samuel pun mudah terkecoh dengan penampilan (16:6-7). Bagi TUHAN, keadaan hati lebih penting daripada penampilan fisik, sehingga Ia memilih Daud yang oleh ayahnya sendiri pun dipandang remeh (16:11). Walaupun Samuel—untuk sementara—terpesona oleh penampilan fisik, ia membuka hati untuk berpikir seperti TUHAN berpikir dan ia taat untuk mengurapi Daud sebagai calon raja yang di kemudian hari akan menggantikan Saul. Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa perasaan dan intuisi kita bisa salah, sehingga kita harus terus mengembangkan kepekaan untuk mengenal kehendak Allah. [P]~ http://gkysydney.org/

1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel:”Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; nanusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's GuitarLicksAndTabs.com

Legendary Guitar Licks and tabs - no lectures.

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 72 other followers

%d bloggers like this: