Archive for the Inspirational Category

Evangelist Afzal Masih

Posted in Friends, From Their Desks, Inspirational, Testimonies on 05/30/2011 by Ribka Christ

Many many greetings to you in the name of our Lord Jesus.dear sister when you will invite me i will try to come to your country
I was born in a Christian family.I was born in a village where there was major population of muslims.I studied from a muslims school in Punjab Pakistan.Since my childhood I knew Jesus.It was that’s why because my parents and my maternal grandfather advised us to go church daily.
It was dangerous that even though I knew Jesus but I hadnot strong relation with Him.My family belonged to Church of Pakistan mean protestant.My life was just obligatorty as muslims have.We went to church and offered our prayers as an obligation.In my life there was not spiritual joyness,just a formality.When I passed my matriculation examination in the age of 16 in 1996,I came to Karachi.
Here in Karachi my elder brother Pastor Pervaiz M Asif invited me to come to Karachi and continue my education.
During my study,I went to church everyday but had not close relation with God and His son Jesus.I attended church and was a member of church choir.One day Pastor was delivering a sermon about forgiveness of sins.Pastor gave and explained many precious points about Jesus as a Savior and Eternal life.
I was so much ashamed that time about my life that what I am and what did Jesus do for us?These questions made to understand better about Jesus.now I have been serving the Lord Jesus in Pakistan.I studied from OTS Pakistan of Bible studies.im Diploma Holder in Bible studies.We have two churches in Pakistan but only one church building.I have been intending to preach among muslims.Here there are many muslims converted to christianity.

In Lord jesus
Evangelist Afzal Masih

Our church website is..www.sgcpk.org
Email address……..afzalbhatti777@yahoo

A.DAVID PAUL

Posted in Friends, From Their Desks, Inspirational, Testimonies on 05/30/2011 by Ribka Christ

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
SpiritualGraphics.com

Hello,Dear friend greetings to you in the name of our Lord Jesus, I am very happy to be on the CHRISTIAN COM to mirror the situation’s of the ministry in India, I am David Paul from India. We are four children to our father I am the second son and I am30 . when I was very young my parents thought that I was a very healthy boy and they did not vaccinated me so I was effected by polio when I was three years old, now I cant walk and i need two persons help to move from one place to another. but no problem God is using me in music ministry and worship, my father is lecturer In a college he came from a very poor back ground he accepted the Lord as his personal savior so he went into the villages where he was born on every week ends and started the ministry where the people are bonded with the witch crafted and black magic,and they worshiped 33million Idols and possessed by the evil spirits.and slowly he started the church planting and now 28 churches and 30 pastors are working in that 40 villages. And he passed away in 2000. We use to have an orphanage but it was closed due to lack of funding the children are going to the child labor because in this area people are very bad in there economy, every year we use to conduct the annual meetings this year 20 were baptized we are praying for more people, God is doing wonderful things in this area, At this period my self and my brother is taking care of this ministry. Coming to the pastors my father when he was retired he got some benefits we put them in the bank the interest we give to every pastors. Each pastor will get 4$ per month which is very difficult to survive but the pastors are doing there best for the Lord,my father has a great heart for the poor all the money except for his family needs he used in the Lords work.as a lecturer he had only two pairs of clothes that is white colored for many years. and a lot of work is in pending,like, we are praying to built new churches in the place were there people worship the idols,and we want to open the orphanage for the very poor orphans,and also for the widows,and as i said this area wont have any rains properly so these people wont have proper works for there lively hood so we are planning to start some small scale industries like suing centers development of there cultivation,and cattle,etc, dear brother’s and sisters if you have a heart to come to India we welcome with a great heart.if God led you can visit my ministry.from your loving brother in Christ
A.DAVID PAUL
E-MAIL- davidforhim@gmail.com

Daud

Posted in Inspirational, The Word of God on 05/26/2011 by Ribka Christ

MENEMUKAN KEKUATAN DALAM TUHAN | MAZMUR 31

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
SpiritualGraphics.com

Dunia tidak banyak memberi harapan kepada orang yang putus asa, tetapi Allah justru sebaliknya. Kemarin kita melihat bahwa, setelah membentur dasar yang keras, Daud “menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya” (I Samuel 30:6). Meskipun Alkitab tidak secara khusus menjelaskan tentang perubahan yang terjadi setelah Daud menyerah, saya percaya ia tentu menjalani lima langkah proses spiritual ini:

Pertama, Daud bertobat. Pertobatan adalah perubahan pikiran yang mengakibatkan perubahan tindakan. Setelah menghadapi akibat keputusannya yang tidak pantas dilakukan oleh orang saleh, Daud memilih berbalik arah. Kedua, ia mengenang kesetiaan Allah pada masa-masa yang lalu, baik ketika menghadapi kesulitan berat maupun ketika berkat-berkat dicurahkan sebagai buah ketaatan. Ketiga, orang yang tak berdaya itu lalu merenungkan tentang kuasa surgawi. Ia memang lemah secara emosional, spiritual dan fisik, tetapi ia tahu bahwa kekuatan Allah cukup baginya. Daud sudah menuliskan kisah-kisah pengalamannya bersama Allah, sehingga tidak sulit baginya untuk melakukan perenungan ini.

Keempat, Daud mengingat janji-janji Allah. Mazmur-mazmur Daud menunjukkan bahwa ia menghargai jaminan perlindungan, damai sejahtera dan pertolongan dari Allah di masa yang berat. Kelima, ia memutuskan untuk percaya kepada Allah dan tidak menyerah kepada keputusasaan yang mengancam akan menguasainya.

Kepercayaan Daud kepada Tuhan tidak sia-sia. Karena imannya, Allah memberinya kekuatan yang sangat dibutuhkannya.

Jika Anda menyerah kepada Allah pada saat putus asa, Dia akan memberikan yang Anda butuhkan seperti yang terjadi pada Daud. Dia mau menguatkan anak-anak-Nya agar mereka mampu menanggung beratnya situasi yang menekan. Berserahlah kepada-Nya, dan Anda bisa melihat ke belakang dan menandai hari itu sebagai awal pertumbuhan baru iman Anda.

-Sentuhan Hati-

Mazmur 31
31:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (31-2) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
31:2 (31-3) sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
31:3 (31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
31:4 (31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
31:5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
31:6 (31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.
31:7 (31-8) Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku,
31:8 (31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.
31:9 (31-10) Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.
31:10 (31-11) Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah.
31:11 (31-12) Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku.
31:12 (31-13) Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah.
31:13 (31-14) Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, –ada kegentaran dari segala pihak! –mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
31:14 (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”
31:15 (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
31:16 (31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
31:17 (31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.
31:18 (31-19) Biarlah bibir dusta menjadi kelu, yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan!
31:19 (31-20) Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!
31:20 (31-21) Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.
31:21 (31-22) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!
31:22 (31-23) Aku menyangka dalam kebingunganku: “Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.” Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.
31:23 (31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.
31:24 (31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN

Cindy Jacobs – Jenderal Peperangan Rohani

Posted in From Their Desks, Inspirational, Intercession, Prayers, Recovery on 10/02/2010 by Ribka Christ

By candrawijaya

Cindy Jacobs adalah puteri seorang pendeta gereja Southern Baptist. Ia dibesarkan di Texas dengan penghargaan yang tinggi akan hal-hal kerohanian. Ia pertama kali mendengar panggilan Allah pada tahun 1960 ketika berusia 9 tahun, saat menghadiri camp gereja. Ia naik ke sebuah bukit karang di hutan belakang kapel dan berdoa di sana. Ada hal khusus yang Allah inginkan untuk dilakukan oleh Cindy, demikian pesan Allah baginya.

Mimpi-mimpi tentang neraka pun mulai ia alami ketika berusia 12 tahun. Malam demi malam ia terbangun dengan penuh keringat dingin. Ia melihat orang-orang menderita siksaan kekal, dan hal ini mendorongnya memohon pada Allah agar memakai hidupnya untuk memenangkan orang-orang terhilang.

Setelah lulus kuliah, Cindy mengajar musik di sekolah umum. Pada tahun 1973 ia menikah dengan Mike dan hidup sebagai ibu rumah tangga biasa dengan dua anaknya. Di sela kesibukannya Cindy aktif memimpin koor gereja, bermain piano, memimpin ibadah Minggu pagi dan mengajar pemahaman Alkitab di gereja. Walaupun begitu, Cindy selalu merasa bahwa pelayanannya seharusnya menjangkau lebih jauh lagi dari sekedar di rumah dan gereja lokal. Bertahun-tahun telah berlalu, sepertinya Allah telah melupakan perjumpaan mereka di bukit karang di tengah hutan dulu.

Ketika Cindy berusia 30-an tahun, suatu hal aneh tiba-tiba terjadi. Setiap malam pada jam yang sama, Cindy selalu terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Hal itu berlangsung selama 2 minggu, sehingga dia memutuskan bahwa pasti ada alasan mengapa dia bangun pada jam tersebut. Ternyata Allah sedang menunjukkan padanya cara berdoa. Cindy lalu mulai berdoa bagi keluarga dan teman-temannya, disebutkannya nama siapa saja yang terlintas dalam pikirannya saat itu.

Di suatu malam ia terdorong untuk berdoa bagi seorang pendeta di gerejanya. Dia membisikkan suatu doa sederhana, “Tuhan, dia membutuhkan kesembuhan, dan dia merasa kesepian serta ketakutan. Hibur dia Bapa, sembuhkan dia, dan beritahu bahwa dia tidak sendirian.” Dia lalu menambah permintaannya, “Bapa, saya benar-benar ingin mendapat peneguhan dari Engkau bahwa doa-doa saya ada gunanya.” Sebelum ia terbaring kembali untuk tidur, Cindy memperhatikan waktu itu jam 3:10 dini hari.

Pada kebaktian keesokan harinya, pendeta itu menjumpai Cindy. Katanya, “Tidak banyak orang yang tahu hal ini. Saya menderita kanker. Semalam saya terbangun dan merasa kesakitan. Saya merasa kesepian dan berteriak di hadapan Allah. Tuhan tidak adakah seorang yang memperhatikan saya? Pada saat itu Allah berkata pada saya, ‘Cindy Jacobs terjaga, dan dia berdoa untukmu.’ Waktu itu sekitar jam 3:10,” kata pendeta itu.

Peneguhan itu cukup bagi Cindy untuk tetap berdoa di tengah malam dan ia makin diteguhkan ketika tahu bahwa pendeta itu telah disembuhkan. Ia berdoa lebih tekun lagi dan ia merasakan doa-doanya selalu mengenai sasaran. Kabar segera tersiar, bahwa jika orang butuh sesuatu, mereka perlu datang ke Cindy Jacobs. Gereja dan Women’s Aglow Chapter mulai memintanya berbicara tentang doa syafaat. Dia menggali Firman Allah untuk menemukan cara bagaimana mengajar orang berdoa. Allah pun meningkatkan pelajarannya dengan mempertemukan Cindy dengan pemimpin-pemimpin doa seperti C. Peter Wagner, Joy Dawson, Dick Eastman dan BJ. Whilhite. Perjumpaannya dengan orang-orang ini membangkitkan semangatnya untuk dipakai Allah lebih dahsyat lagi.

Tapi konflik di dalam diri Cindy mulai timbul berkenaan dengan pelayanannya. Cindy merasakan Tuhan memimpinnya untuk pergi ke negara lain, namun banyak orang yang memberitahukannya untuk tetap tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga membesarkan kedua anaknya. Selama dua tahun ia bergumul tentang hal ini hingga akhirnya Allah membukakan semuanya bagi dirinya dan juga Mike, suaminya. Mereka berdua lalu terjun sepenuhnya ke ladang misi dan di tahun 1985 Cindy bersama Mike mendirikan Generals of Intercession (GI) yang melayani bidang doa syafaat atau doa peperangan rohani.

Cindy percaya bahwa gereja tidak efektif memenangkan bangsanya bagi Kristus karena orang Kristen kurang memahami strategi doa gaya militer. Seperti C. Peter Wagner dan orang-orang lain yang sadar akan pentingnya peperangan rohani, Cindy menghimbau umat percaya di seluruh dunia untuk memerangi kuasa kegelapan dengan doa yang terarah. Dia menantang orang Kristen untuk memerangi “roh-roh teritorial”. Bukunya yang diterbitkan pada tahun 1991 berjudul “Possesing the Gates of the Enemy” dianggap sebagai buku manual untuk doa peperangan rohani di mana-mana.

Pengalamannya yang luar biasa bersama Allah menjadikan Cindy memiliki banyak kisah peperangan rohani, dan ia suka bagikan kepada teman-temannya untuk menguatkan dan mendorong mereka untuk lebih bersemangat.

  • Pada tahun 1990 dia berbicara di dua seminar di kota Resistencia, Argentina. Pendeta lokal menunjukkan apa yang mereka rasakan sebagai roh-roh jahat yang menguasai kota itu termasuk San La Muerte, roh kematian yang disembah oleh penduduk setempat. Setelah waktu pertobatan, pemimpin Kristen lokal mengusir roh-roh jahat itu. Menurut penginjil Argentina Edgardo Silvoso, kota yang berpenduduk 400.000 itu sukar sekali dijangkau sampai waktu itu. Tetapi setelah roh-roh jahat itu diusir, keanggotaan gereja meningkat dua kali lipat, 18 jemaat baru didirikan dan walikotanya menerima Kristus
  • Di tahun yang sama, Cindy menubuatkan dalam pertemuan doa di kota Argentina, Mar del Plata bahwa meja judi di salah satu kasino terbesar di kota itu akan dilemparkan ke jalan. Dia juga menyatakan bahwa kasino itu akan menjadi tempat ibadah. Suatu pernyataan yang kelihatannya terlalu mengada-ada. Tapi, tepat 51 hari setelah didoakan oleh pendoa syafaat lokal, kedua nubuatan itu terjadi. Api merusak bagian kasino dan pemiliknya secara harafiah melemparkan meja judi ke jalan.
  • Pada tahun 1991, sekelompok pendoa syafaat di Brasilia mengincar kubu roh jahat ‘Karnaval’, setelah Cindy memberikan nubuatan bahwa Allah akan memakai arak-arakan “Berbaris Bagi Yesus” untuk menghentikan festival kegelapan itu. Para pendoa syafaat percaya bahwa ‘Karnaval’ adalah tenaga penggerak di balik pemberontakan yang terjadi di jalan-jalan di Brasilia. Menurut sumber Cindy di Brasilia, paling sedikit lima perayaan ‘Karnaval’ akhirnya ditutup pada tahun 1993.
  • Tahun 1993 Cindy memimpin doa pendobrakan di Jepang, dimana masyarakat Kristennya sedikit dan terpecah-pecah. Pemimpin rohani setempat berkata bahwa peristiwa itu penting artinya karena umat percaya baik karismatik maupun bukan bertobat karena terpisah satu sama lain. Beberapa bulan kemudian ketika diadakan KKR secara nasional yang pertama di Jepang, ribuan orang mengaku percaya kepada Kristus.

Cindy Jacobs tidak merasa takut dengan peranannya karena ia menguasai strategi peperangan rohani dan dia tahu bahwa ia akan menang. Di samping itu, dia percaya Allah memakai bejana yang lemah untuk menghasilkan hal yang besar bagi kerajaan Allah. Dan semuanya itu meneguhkan jenderal wanita ini untuk terus berperang bagi Kristus.

Sumber : http://www.sumbercerita.com

Philip Yancey

Posted in From Their Desks, Inspirational on 08/13/2010 by Ribka Christ

A native of Atlanta, Georgia, Philip Yancey earned graduate degrees in Communications and English from Wheaton College Graduate School and the University of Chicago. He joined the staff of Campus Life Magazine in 1971, and worked there as Editor and then Publisher. He looks on those years with gratitude, because teenagers are demanding readers, and writing for them taught him a lasting principle: The reader is in control!

In 1978 Philip Yancey became a full-time writer, initially working as a journalist for such varied publications as Reader’s Digest, Publisher’s Weekly, National Wildlife, Christian Century and The Reformed Journal. For many years he wrote a monthly column for Christianity Today magazine, which he still serves as Editor at Large.

His twenty books include Where Is God When It Hurts, The Student Bible, and Disappointment with God. These books have won thirteen Gold Medallion Awards from the Evangelical Christian Publishers Association and have sold more than fifteen million copies. (Fearfully and Wonderfully Made, In His Image, and The Gift of Pain were co-authored with Dr. Paul Brand.) Christian bookstore managers selected The Jesus I Never Knew as the 1996 Book of the Year, and What’s So Amazing About Grace? won the same award in 1998. His most recent books are Prayer: Does It Make Any Difference?, A Skeptic’s Guide to Faith, Reaching for the Invisible God, and Soul Survivor. In 2009 a daily reader compiled from all his books was published: Grace Notes.

The Yanceys lived in downtown Chicago for many years before moving to a very different environment in Colorado. They enjoy hiking, wildlife, and all the other delights of the Rocky Mountains.

Rev. Gilbert Lumoindong

Posted in English, From Their Desks, Inspirational, Testimonies on 12/18/2009 by Ribka Christ

Rev. Gilbert Lumoindong, STh. was born in Jakarta, December 26, 1966. He has totally surrendered his life to God since he was 10 years old, after a magical moment when he recovered from neural pain. When he was teenager (17 years old), he started to preach and participated actively in Christian youth and students services.

The call to serve God was strongly determined when he went to the Institute of Theology and Education Indonesia (ITKI) in Jakarta and completed his study and got his diploma. With God’s precious blessings and gift, he is talented to speak about God’s words persistently and clearly which made him accepted in every social level and background and eventually lead them back to God’s way through His Miraculous Mighty Touch.

Until this moment, he feels that he is not called yet to proceed the mission of shepherding due to he has personal burden to serve inter-denominationally, particularly to serve through mass media. This son of God married his beloved wife who become his faithful partner and companion, Rev. Reinda Lumoindong, STh. and has one son, Garren Reivener Lumoindong, and one daughter, Gavrilla Reichella Lumoindong.

Educational Background

 The Institute of Theology and Educational Indonesia, Jakarta.

1984-1990 : Mission of Students

1990 : Completion of Theological Education in ITKI.

1991-1997 : Host of Religious Program (Christian) in TV Station RCTI, Jakarta.

1992-1997 : Chairman of Gospel Overseas Studio (GO Studio), Jakarta

1993-1997 : Chairman of Jala Nafiri Foundation, Jakarta

1996-1999 : Host of Religious Program (Christian) in 40 radio station in all over Indonesia.

1996-now : Host of program “To Listen Properly” in Pelita Kasih radio station, Jakarta. Host of program “His Mighty Touch” in Sport FM radio station, Jakarta.

1997-now : Establishing ‘Kemenangan Iman’ (the Victory of Faith) foundation in Jakarta.

1998-2000 : Host of “His Mighty Touch” for Australian TV Station

1998-now : Chairman of GL Ministry (Gilbert Lumoindong Ministry) Host of Religious Program (Christian) in TV Station, SCTV Jakarta.

1999-now : Lecturer to school of Biblical Leadership (SKA) of GL Ministry.

Susan Boyle

Posted in Celebrities, English, From Their Desks, Inspirational, Testimonies on 11/18/2009 by Ribka Christ

Susan Boyle

First Audition – Britain’s Got Talent

Comments

This is the begining. We hope it never ends!! Lady Susan is soooooo talented.

Selimron     14th Sep 2009

Here’s where Susan’s magic spell on us began.  She was just adorable.  Cute sense of humor,fablous singing, and so much courage.  Susan you were the star and the real winner of BGT. 2SusanBFans     1st Sep 2009

Sedikit Informasi mengenai beliau.

Dia gemuk,berusia 48 tahun,kikuk,dan cara berdandannya pas-pasan.Ketika lahir,sempat kehabisan oksigen dan ini membuat perkembangan otaknya sedikit abnormal.Saat sekolah,ia sedikit terbelakang dan sering menjadi bahan ejekan  teman-temannya.Susan serius menekuni hobinya bernyanyi,dia belajar pada seorang guru vokal,Fred O`Neil.

Susan rajin datang ke teater untuk menonton para penyanyi profesional.14 tahun silam Susan pernah ikut audisi My Kind of People,tetapi ia begitu grogi sehingga gagal.Susan sudah pernah rekaman album Cry Me a River untuk peringatan pergantian milenium di kampung halamannya.

Ibunya terus mendorong agar Susan ikut kompetisi menyanyi nasional,tetapi Susan merasa tidak siap.Pentas pertama setelah ibunya meninggal pada tahun 2007,adalah di depan Simon Cowell,di Britain`s Got Talent.Pentas itu membuat Susan diundang ke Oprah Show.

“Jika ia pergi ke Oprah,saya pikir besar peluang Susan Boyle memiliki album no 1 di Amerika.”ujar Simon Cowell.

Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi……….tetapi TUHAN melihat hati.(1 Samuel 16:7)

 Tuhan telah menaruh di dalam diri kita talenta yang bisa digali dan dikembangkan,seperti yang dilakukan oleh Susan Boyle dan Daud.Bagaimanpun kondisi fisik kita,kita berharga di mata Tuhan berkaryalah lewat talenta itu.

“DON’T JuDge a Book By its COVER.”

John Adisubrata

Posted in From Their Desks, Inspirational, Testimonies on 11/09/2009 by Ribka Christ

TENTANG PENULIS …

John Adisubrata lahir di kota Surabaya. Sekarang ia bermukim di kota Brisbane, Australia.john01da1Pada suatu siang hari di bulan Maret 1997 kehidupannya telah diubahkan oleh Tuhan secara ajaib dan drastis sekali, melalui acara Kebaktian Kebangunan Rohani yang dibawakan oleh dua grup pemusik Indonesia: The True Worshippers dan VOG (Voice of Galilee), ketika mereka datang berkunjung dan melayani di kotanya. Kesaksian itu dikisahkan kembali olehnya di dalam artikel bersambung, yang berjudul: Semuanya Adalah Kasih Karunia.Semenjak saat itu ia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan, dan berjanji akan menjadi saksi-Nya di manapun ia berada.

Latar belakang pendidikannya adalah arsitek jurusan artistik yang diselesaikannya di RWTH (Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule) Aachen, Jerman. Sesudah pindah dan menjadi penduduk benua Kangguru, ia juga sempat menamatkan pendidikannya di QUT (Queensland University of Technology) Brisbane sebagai seorang pengajar di bidang seni rupa dan bahasa Indonesia.

Sebagai seorang cartoonist, pelukis, pengarang buku-buku komik dan cerpen di masa lalunya, ia menerima tantangan dari Roh Kudus untuk memakai karunia-karunia tersebut guna memproklamirkan Injil dan kasih Tuhan Yesus Kristus kepada umat-Nya yang lain, melalui artikel-artikel, kesaksian-kesaksian atau buku-buku yang sudah dibebankan di dalam hatinya.

Philip Mantofa

Posted in From Their Desks, Inspirational, Testimonies on 11/08/2009 by Ribka Christ
Philip Mantofa
 
4646_105731668734_105060273734_2644927_523200_sPhilip Mantofa lahir di Surabaya pada tanggal 27 September 1974, dia merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Semuanya laki-laki.
Waktu kecil Philip sering step dan kejang-kejang. Dalam kekalutan ibunya berkata kepada Tuhan :”Tuhan, jangan diambil! Anak ini saya berikan kepadaMu! Jaga dia, Tuhan!”
Setelah agak besar, Philip masih mengalami kesulitan untuk berjalan. Oleh Dokter disarankan untuk memakai sepatu dari besi yang biasa digunakan untuk anak yang cacat karena polio. Hal ini membuatnya menjadi minder dan tidak mau keluar rumah.

Papa Philip walaupun bukan orang Kristen, tetapi mengijinkan Philip mengikuti sekolah minggu di gereja.Waktu Philip akan masuk SD, orang tuanya menyekolahkan ke Taiwan. Hal ini untuk sekalian perawatan kesehatannya. Bersama dengan kakaknya Maxixe, Philip sekolah di Ho Bu Guo Xiao, Taipei, Taiwan. Kenakalannya menjadi-jadi saat mulai sekolah di Taiwan. Philip gampang sekali emosi, marah dan berkelahi dengan teman-temannya.
Tak lama kemudian mereka pulang ke Indonesia dan bersekolah di SDK St. Aloysius, Kepanjen Surabaya. Tiap hari Philip berkelahi dan itu terus berulang sampai ia masuk SMP. Suatu saat pernah ada kakak kelasnya yang tidak terima dan mengajak seorang tentara untuk membunuh Philip. Dengan berbagai pertimbangan orang tuanya menyekolahkannya ke Singapura.
 
Di Singapura, ia terlibat dalam okultisme, dari mempelajari buku yang dibeli di Singapura. Saat sekolah ia mengalami pelecehan seks oleh pembimbing / guru lesnya. Hal itu menambah kepahitan dalam hidupnya. Selain itu Philip sering berkelahi dengan anak-anak di lingkungannya.
 
Kedua orang tua Philip kemudian menyekolahkannya ke Kanada bersama kedua saudaranya. Dibawah bimbingan Pdt Sonny, Gereja “Emmanuel Indonesian Christian Fellowship”, semua roh-roh jahat dilepaskan.
 
Hal itu tidak berlangsung secara mudah, tetapi membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Philip dibaptis di gereja itu dan mulai dibentuk karakternya oleh Tuhan.
Ketika memutuskan untuk kuliah di Sekolah Theologia, dia takut mengutarakan keinginannya itu kepada ayahnya.
 
Karena ayahnya belum mengenal Tuhan.Selama 3 hari ia mengurung diri di kamar. Ia berdoa, stress! Saat ia mengatakan ke ayahnya, diluar dugaan ayahnya cuma menjawab pendek “Oke, bagus, Lip! Papa dukung!”
Philip menyelesaikan studinya di Columbia Bible College Canada, dan diwisuda pada 20 April 1996. Semua itu dilaluinya dengan tidak mudah. Ia sempat praktek di Ungaran Jawa Tengah pada tahun 1994. Philip harus adaptasi dengan lingkungan yang ada.
 
Tetapi semuanya itu dijalani dengan suka cita.Saat ia ulang tahun, papanya bermaksud membelikan mobil Mercedes. Tapi ia menolak, alasannya, anak-anak rohaninya banyak yang masih jalan kaki atau naik angkutan umum, mana mungkin dia sebagai bapak rohani naik Mercedes.
Philip menikah dengan Irine dan memiliki seorang anak perempuan bernama Vanessa. Irine menceritakan perkenalan dengan Philip. Sebagai istri hamba Tuhan, ia menyadari kalau harus berbagi dengan Tuhan.
Pelayanan Philip berhasil karena cintanya dengan Tuhan. Ia selalu membaca Firman dan berdoa setiap hari. Pada saat penyembahan dilakukan lawatan Tuhan hadir, sehingga membuat orang-orang disekelilingnya menangis. Padahal penyembahan yang dilakukan sama dengan yang orang lain lakukan.
Pada suatu retreat tahun 2003, ketika dalam suasana penyembahan, tiba-tiba Siane (penulis buku), dapat melihat adanya kabut tipis dua lapis turun dan naik secara teratur di sekeliling tubuhnya.
 
Dan ketika acara tersebut berakhir, hampir seluruh area altar dipenuhi oleh kabut tipis itu. Bapak Ongky, bagian multimedia, mengisahkan saat akan mengarahkan gambar ke Philip, gambarnya menjadi kabur. Sedangkan bila kamera diarahkan ke peserta retreat, gambar yang dihasilkan tampak terang dan jelas.
Di dalam acara Festival Kuasa Allah, banyak mujizat dan kesembuhan terjadi. Seorang bapak yang lumpuh berkata seperti dialiri air yang sejuk dan bapak itu bisa langsung melompat berdiri. Juga seorang ibu yang lumpuh kaki kanannya dan harus berjalan dengan tongkat.
 
Ia merasa sesuatu yang panas menjamahnya dan ia bisa berjalan tanpa menggunakan tongkatnya. Halleluya.
Mengenai imannya, ada cerita yang mengesankan. Waktu KKR di Salatiga. Semua orang sudah siap di lapangan ketika hujan deras tiba-tiba membuyarkan acara.
 
Semua orang semburat mencari tempat berteduh termasuk pemimpin pujiannya. Padahal KKR harus dimulai. Waktu itu Pak Philip maju dan mengambil mic. Ia menaikkan satu pujian dan menyanyikannya berulang-ulang. Melihat itu, semua orang mau tidak mau maju ke panggung. Kemudian apa yang terjadi setelah itu ?
 
Hujan itu cuma bertahan sekitar 10 hingga 15 menit. Setelah itu berhenti.Begitu berhenti Philip langsung memberikan micnya kepada song leader sambil berbisik ditelinganya. “Lain kali kalau menghadapi situasi seperti ini gunakan imanmu.”Melalui Pdt Philip, banyak anak muda terpanggil, menjadi pekerja pelayanana full timer.
Sumber : Before 30

Website gereja mawar sharon : www.gms.or.id
                                                   http://terangdunia.com
 
 
 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.