Archive for the Intercession Category

Kemenangan!

Posted in Greetings, Intercession on 04/07/2012 by Ribka Christ


“HAPPY EASTER DAY”

 

Nabi Isaiah ( Yesaya ) tahun 740-681 BC. meramalkan seorang yang akan datang dan akan menjadi penebus dosa manusia. Orang yang dimaksud yaitu Yesus Kristus, Allah sendiri yang menjadi manusia pada tahun 5-6 AC.

Kitab Yesaya 53

11. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya dan kejahatan mereka dipikul.

12. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya kedalam maut dan karena ia terhitung diantara pemberontak pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

 

Pendoa Syafaat Kita
FAYH- Sebab itu Aku akan memberikan kepada-Nya kehormatan yang layak bagi seorang yang perkasa dan agung, karena Ia telah menyerahkan nyawa-Nya ke dalam maut dan (membiarkan diri-Nya) terhitung sebagai orang durhaka. Sesungguhnya Ia menanggung dosa orang banyak, dan menjadi Pengantara yang mendoakan orang-orang yang mendurhaka kepada Allah .

Kita tidak perlu mengalahkan siapapun, karena kita tak terkalahkan. Kita telah ditebus.~Samiton Pangellah

 

Deep Relationship

Posted in Benny Hinn, Intercession, Prayers on 12/25/2011 by Ribka Christ

Investing Time in Intercession

Tick Tock PicBy Benny Hinn

To walk with the Holy Ghost, you must be willing to pay the price.

What is that price? You must be willing to walk away from things of the world that would separate you from the Lord.

Remember, the Lord will not reveal Himself to an individual who is always in a hurry. Nor will He reveal Himself to an individual who places a time limit on Him.

His fellowship is not cheap. Jesus went to the cross of Calvary that we might be able to become God’s redeemed children. A great price was paid for you that you might have fellowship with Him. Going deeper with the Holy Spirit costs even more.

Many try to enter into His presence by saying, “I have ten minutes and that is all.”

Paying the price means giving your whole self, including your valuable time to Him. We must rid ourselves of all other things that are on our minds when we seek to enter into His presence.

God is not looking for a people who rush in and rush out, as if punching a spiritual time clock.

He is looking to anoint those individuals who are sensitive to Him and to His desire for unhampered fellowship.

The Gift of Prophecy

Posted in Intercession, Prayers, Spiritual on 01/07/2011 by Ribka Christ

(Setelah mendapat beberapa komen yang agak tegang tentang beberapa hamba Tuhan yang disyaki sebagai nabi palsu saya berdoa dan Tuhan mempertemukan saya dengan ayat-ayat yang relevan dengan persoalan yang diberi.Mimpi hanya seperti jerami namun firman Tuhan adalah gandum.Jadi jangan lebihkan mimpi anda lebih dari firman Tuhan.Walau bagaimanapun, kita tidak boleh mengganggap rendah nubuatan dan firman Tuhan.Moga ini menjadi berkat bagi anda dan saya.~Ribka Christ)

Satu Tesalonika 5:19-20 mengatakan,”Jangan padamkan Roh,dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.”Tuhan menasihatkan kita untuk jangan memandang rendah kepada pewahyuan profetik,dan jangan sekali-kali mengabaikan pengajaran,nasihat atau peringatan yang berasal dari ilham Tuhan.
Kita membaca bahawa nabi-nabi dalam Perjanjian Baru hanya bernubuat secara “tidak sempurna” (1 Kor.13:9).Sekalipun seorang nabi bernubuat dengan benar,tanpa menyaring atau menyesuaikan apa yang mereka dengar dari Roh Kudus dengan perasaan,pikiran dan pandangan pribadi mereka,saya tidak percaya ada satu pun di antara mereka yang 100 persen tepat.Saya sendiri selalu berusaha supaya setiap nubuat yang saya sampaikan itu benar-benar tepat dan tidak ditambahi embel-embel apa pun,misalnya pendapat pribadi Cindy Jacobs mengenai apa yang dikatakan Tuhan melalui Roh Kudus itu.Tetapi,sering kali nubuat saya pun “tidak sempurna”.Sampai sekarang kita semua masih melihat melalui sebuah kaca yang samar-samar (lihat ayat 12).

Daud dan Nabi Natan
Sebuah perikop dalam Alkitab yang dapat menunjukkan hal ini adalah 1 tawarikh 17:1-4:
“Setelah Daud menetap di rumahnya, berkatalah ia kepada nabi Natan: “Lihatlah,aku ini diam dalam rumah dari kayu aras,padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda.”Lalu berkatalah Natan kepada Daud: “Lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu,sebab Allah menyertai engkau.” Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada Natan,demikian:
“Pergilah,katakanlah kepada hamba-Ku Daud:Beginilah firman TUHAN:Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku untuk didiami.”
Pada saat itu mungkin Tuhan memberikan suatu kesan kepada Daud mengenai tugas yang kemudian akan dikerjakannya,yaitu menyiapkan bahan-bahan bangunan untuk membangun Bait Suci.Daud sedang berfikir mengenai hal ini dan Natan kemudian menarik kesimpulan tertentu.Natan pun mungkin memikirkan hal yang sama,sehingga ia menarik sebuah kesimpulan bahawa Daud telah ditunjuk Tuhan untuk membangun sebuah rumah bagi-Nya. Entah bagaimana,Natan mengucapkan sesuatu yang tidak benar,berdasarkan suatu kesan yang tidak sesungguhnya dikatakan Tuhan.Baru sesudah itu Natan menerima firman nubuat yang benar dari Tuhan, sehingga ia terpaksa pergi dan meralat kesan yang diberikannya pada Raja Daud.Tuhan menghendaki agar anak dari Daud yang membangun rumah itu,bukan Daud sendiri (lihat ayat 11-12).

Paulus dan Nabi Agabus
Nabi Agabus merupakan suatu contoh lain dalam Perjanjian Baru,bahwa seorang na bi tidak selalu seratus persen tepat,meskipun pada intinya nubuatnya benar.Agabus jelas seorang nabi yang telah membuktikan dirinya,karena seluruh jemaat sungguh-sungguh menanggapinya ketika ia bernubuat mengenai bala kelaparan yang kemudian benar-benar terjadi semasa pemerintahan Kaisar Kaludius.Kisah Para Rasul 21:10-11 mencatatkan nubuat yang diucapkannya.
“Setelah beberapa hari kami tinggal di situ,datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus.Ia datang pada kami,lalu mengambil ikat pinggang Paulus.Sambil mengikat kaki dan tangannya ia sendiri berkata: “Demikianlah kata Roh Kudus:Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain.”

Dari kisah selanjutnya,ternyata bahwa sebagian dari nubuat Agabus itu meleset,yaitu ketika ia mengatakan bahwa orang-orang Yahudi akan mengikat Paulus dan menyerahkannya ke dalam tangan orang-orang “kafir”.Memang benar Paulus diserahkan kepada orang-orang “kafir”(orang Romawi),tetapi ia tidak diikat sebelum Kisah Para Rasul 21:33,karena baru di situlah tentera Romawi membelenggunya.Saya mempunyai sedikit pendapat mengenai hal ini.
Kemungkinan besar Agabus mendapat suatu penglihatan,dan di mana ia melihat Paulus diikat dan juga bahwa orang-orang Yahudi menjadi pihak yang berperan di situ.Mungkin dari situlah Agabus menarik kesimpulan bahwa orang-orang Yahudi yang akan mengikat Paulus secara jasmani.Sering kali dalam bernubuat orang dapat keliru di dalam penafsirannya mengenai apa yang mereka dengar dan/atau lihat (bandingkan Daniel 7:15-16;8:15;Kisah Para Rasul 20:22-23;21;4,12-13).

Kemungkinan juga penglihatan Agabus mengenai Paulus yang diikat itu menggambarkan bahwa ia iikat (atau dilarang bicara atau berkhotbah)oleh orang-orang Yahudi berdasarkan Hukum Taurat mereka.Kata Yunani untuk “ikat”adalah deo,dan kata itu dipakai untuk keterikatan secara jasmani ataupun keterikatan atau larangan di bawah Hukum Taurat.Karena tidak ada ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi benar-benar telah melarang Paulus berkhotbah-sebagai suatu yang mengikat dalam sidang pengadilan mereka (memakai istilah deo yang sama)-hal ini tidak dapat dibuktikan.Namun, sudah jelas bahwa apa yang dikatakan orang para pemimpin Yahudi bahwa bagi mereka khotbah-khotbah Paulus itu terikat atau terlarang (lihat Kisah Para Rasul 21:27-28;23:12-15;24:1-8).Bila demikian,Agabus tidak keliru ketika mengatakan di bawah inspirasi Roh Kudus bahwa Paulus akan diikat oleh orang-orang Yahudi.
~Cindy Jacobs(”Suara Tuhan”)

Cindy Jacobs – Jenderal Peperangan Rohani

Posted in From Their Desks, Inspirational, Intercession, Prayers, Recovery on 10/02/2010 by Ribka Christ

By candrawijaya

Cindy Jacobs adalah puteri seorang pendeta gereja Southern Baptist. Ia dibesarkan di Texas dengan penghargaan yang tinggi akan hal-hal kerohanian. Ia pertama kali mendengar panggilan Allah pada tahun 1960 ketika berusia 9 tahun, saat menghadiri camp gereja. Ia naik ke sebuah bukit karang di hutan belakang kapel dan berdoa di sana. Ada hal khusus yang Allah inginkan untuk dilakukan oleh Cindy, demikian pesan Allah baginya.

Mimpi-mimpi tentang neraka pun mulai ia alami ketika berusia 12 tahun. Malam demi malam ia terbangun dengan penuh keringat dingin. Ia melihat orang-orang menderita siksaan kekal, dan hal ini mendorongnya memohon pada Allah agar memakai hidupnya untuk memenangkan orang-orang terhilang.

Setelah lulus kuliah, Cindy mengajar musik di sekolah umum. Pada tahun 1973 ia menikah dengan Mike dan hidup sebagai ibu rumah tangga biasa dengan dua anaknya. Di sela kesibukannya Cindy aktif memimpin koor gereja, bermain piano, memimpin ibadah Minggu pagi dan mengajar pemahaman Alkitab di gereja. Walaupun begitu, Cindy selalu merasa bahwa pelayanannya seharusnya menjangkau lebih jauh lagi dari sekedar di rumah dan gereja lokal. Bertahun-tahun telah berlalu, sepertinya Allah telah melupakan perjumpaan mereka di bukit karang di tengah hutan dulu.

Ketika Cindy berusia 30-an tahun, suatu hal aneh tiba-tiba terjadi. Setiap malam pada jam yang sama, Cindy selalu terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Hal itu berlangsung selama 2 minggu, sehingga dia memutuskan bahwa pasti ada alasan mengapa dia bangun pada jam tersebut. Ternyata Allah sedang menunjukkan padanya cara berdoa. Cindy lalu mulai berdoa bagi keluarga dan teman-temannya, disebutkannya nama siapa saja yang terlintas dalam pikirannya saat itu.

Di suatu malam ia terdorong untuk berdoa bagi seorang pendeta di gerejanya. Dia membisikkan suatu doa sederhana, “Tuhan, dia membutuhkan kesembuhan, dan dia merasa kesepian serta ketakutan. Hibur dia Bapa, sembuhkan dia, dan beritahu bahwa dia tidak sendirian.” Dia lalu menambah permintaannya, “Bapa, saya benar-benar ingin mendapat peneguhan dari Engkau bahwa doa-doa saya ada gunanya.” Sebelum ia terbaring kembali untuk tidur, Cindy memperhatikan waktu itu jam 3:10 dini hari.

Pada kebaktian keesokan harinya, pendeta itu menjumpai Cindy. Katanya, “Tidak banyak orang yang tahu hal ini. Saya menderita kanker. Semalam saya terbangun dan merasa kesakitan. Saya merasa kesepian dan berteriak di hadapan Allah. Tuhan tidak adakah seorang yang memperhatikan saya? Pada saat itu Allah berkata pada saya, ‘Cindy Jacobs terjaga, dan dia berdoa untukmu.’ Waktu itu sekitar jam 3:10,” kata pendeta itu.

Peneguhan itu cukup bagi Cindy untuk tetap berdoa di tengah malam dan ia makin diteguhkan ketika tahu bahwa pendeta itu telah disembuhkan. Ia berdoa lebih tekun lagi dan ia merasakan doa-doanya selalu mengenai sasaran. Kabar segera tersiar, bahwa jika orang butuh sesuatu, mereka perlu datang ke Cindy Jacobs. Gereja dan Women’s Aglow Chapter mulai memintanya berbicara tentang doa syafaat. Dia menggali Firman Allah untuk menemukan cara bagaimana mengajar orang berdoa. Allah pun meningkatkan pelajarannya dengan mempertemukan Cindy dengan pemimpin-pemimpin doa seperti C. Peter Wagner, Joy Dawson, Dick Eastman dan BJ. Whilhite. Perjumpaannya dengan orang-orang ini membangkitkan semangatnya untuk dipakai Allah lebih dahsyat lagi.

Tapi konflik di dalam diri Cindy mulai timbul berkenaan dengan pelayanannya. Cindy merasakan Tuhan memimpinnya untuk pergi ke negara lain, namun banyak orang yang memberitahukannya untuk tetap tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga membesarkan kedua anaknya. Selama dua tahun ia bergumul tentang hal ini hingga akhirnya Allah membukakan semuanya bagi dirinya dan juga Mike, suaminya. Mereka berdua lalu terjun sepenuhnya ke ladang misi dan di tahun 1985 Cindy bersama Mike mendirikan Generals of Intercession (GI) yang melayani bidang doa syafaat atau doa peperangan rohani.

Cindy percaya bahwa gereja tidak efektif memenangkan bangsanya bagi Kristus karena orang Kristen kurang memahami strategi doa gaya militer. Seperti C. Peter Wagner dan orang-orang lain yang sadar akan pentingnya peperangan rohani, Cindy menghimbau umat percaya di seluruh dunia untuk memerangi kuasa kegelapan dengan doa yang terarah. Dia menantang orang Kristen untuk memerangi “roh-roh teritorial”. Bukunya yang diterbitkan pada tahun 1991 berjudul “Possesing the Gates of the Enemy” dianggap sebagai buku manual untuk doa peperangan rohani di mana-mana.

Pengalamannya yang luar biasa bersama Allah menjadikan Cindy memiliki banyak kisah peperangan rohani, dan ia suka bagikan kepada teman-temannya untuk menguatkan dan mendorong mereka untuk lebih bersemangat.

  • Pada tahun 1990 dia berbicara di dua seminar di kota Resistencia, Argentina. Pendeta lokal menunjukkan apa yang mereka rasakan sebagai roh-roh jahat yang menguasai kota itu termasuk San La Muerte, roh kematian yang disembah oleh penduduk setempat. Setelah waktu pertobatan, pemimpin Kristen lokal mengusir roh-roh jahat itu. Menurut penginjil Argentina Edgardo Silvoso, kota yang berpenduduk 400.000 itu sukar sekali dijangkau sampai waktu itu. Tetapi setelah roh-roh jahat itu diusir, keanggotaan gereja meningkat dua kali lipat, 18 jemaat baru didirikan dan walikotanya menerima Kristus
  • Di tahun yang sama, Cindy menubuatkan dalam pertemuan doa di kota Argentina, Mar del Plata bahwa meja judi di salah satu kasino terbesar di kota itu akan dilemparkan ke jalan. Dia juga menyatakan bahwa kasino itu akan menjadi tempat ibadah. Suatu pernyataan yang kelihatannya terlalu mengada-ada. Tapi, tepat 51 hari setelah didoakan oleh pendoa syafaat lokal, kedua nubuatan itu terjadi. Api merusak bagian kasino dan pemiliknya secara harafiah melemparkan meja judi ke jalan.
  • Pada tahun 1991, sekelompok pendoa syafaat di Brasilia mengincar kubu roh jahat ‘Karnaval’, setelah Cindy memberikan nubuatan bahwa Allah akan memakai arak-arakan “Berbaris Bagi Yesus” untuk menghentikan festival kegelapan itu. Para pendoa syafaat percaya bahwa ‘Karnaval’ adalah tenaga penggerak di balik pemberontakan yang terjadi di jalan-jalan di Brasilia. Menurut sumber Cindy di Brasilia, paling sedikit lima perayaan ‘Karnaval’ akhirnya ditutup pada tahun 1993.
  • Tahun 1993 Cindy memimpin doa pendobrakan di Jepang, dimana masyarakat Kristennya sedikit dan terpecah-pecah. Pemimpin rohani setempat berkata bahwa peristiwa itu penting artinya karena umat percaya baik karismatik maupun bukan bertobat karena terpisah satu sama lain. Beberapa bulan kemudian ketika diadakan KKR secara nasional yang pertama di Jepang, ribuan orang mengaku percaya kepada Kristus.

Cindy Jacobs tidak merasa takut dengan peranannya karena ia menguasai strategi peperangan rohani dan dia tahu bahwa ia akan menang. Di samping itu, dia percaya Allah memakai bejana yang lemah untuk menghasilkan hal yang besar bagi kerajaan Allah. Dan semuanya itu meneguhkan jenderal wanita ini untuk terus berperang bagi Kristus.

Sumber : http://www.sumbercerita.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.