Archive for the Missions Category

Sasaran Kristus

Posted in Missions on 03/06/2012 by Ribka Christ

Penjala manusia
Lalu aku mendengar SUARA dari langit,seperti DERUMAN AIR TERJUN dan seperti gemuruh guruh. Bunyi itu seperti MUZIK daripada para pemain KECAPI yang memainkan KECAPI.~Wahyu 14:2

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Lukas 5:1-5

(1) Ketekunan!

“Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa……” Mereka sudah mencari ikan semalaman tapi tidak mendapatkan apa-apa. Pagi hari berikutnya mereka sudah menyerah. Yesus menguatkan mereka dengan menyuruh mereka menebarkan jalanya untuk menangkap ikan.

Begitu pula kita sebagai penjala manusia, mungkin makan waktu yang lama dan tidak dapat apa-apa. Memang menjala manusia itu proses seumur hidup. Mungkin ada ibu yang telah 56 tahun berdoa untuk keselamatan suaminya, atau sebaliknya. Diperlukan ketekunan untuk menjala manusia, untuk dapat membawa orang ke dalam Kerajaan Allah.

(2) Taat kepada pimpinan Tuhan!

“Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Lukas 5:5

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Matius 4:19

Yesus adalah Pribadi yang mencari penjala manusia! Secara rohani dapat dikatakan bahwa banyak ikan di laut! Banyak jiwa yang terhilang apakah mereka siap ditangkap dalam masa tuaian ini?
Kita memerlukan pertolongan Yesus untuk menjadi penjala manusia yang efektif. ”Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Kita harus turut apa yang dikatakan oleh Yesus, untuk dapat berhasil. Seperti Filipus, mendengar Roh Kudus di Jalur Gaza. Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” Kisah 8:29. Akhirnya sida-sida dari Etiopia itu dibaptis oleh Filipus setelah dia menerangkan sebagian dari firman Tuhan.

Untuk menjadi penjala manusianya Tuhan Yesus, kita harus intim dengan Dia. Sering duduk di kaki-Nya, dengarkan Dia bicara, taati dan lakukanlah perintah-Nya.

(3) Suatu usaha bersama

Dalam tubuh Kristus, setiap anggotanya bekerja dengan tugas yang khusus dan berbeda-beda.

Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; Lukas 5:9

Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Yohanes 21:2-3

Pelayanan tubuh Kristus, dengan tiap-tiap anggota punya tugas khusus. Ada yang menebarkan jala, ada yang mendayung perahu. Semua diperlukan kerjasama. Semua punya andil dalam mendapatkan ikan. Amanat Agung melibatkan banyak orang dalam waktu yang sudah berabad-abad. Kita ada di dalamnya.

(4) Mengharapkan hasil tangkapan besar.

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lukas 5:6

Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya. Yohanes 21:11

Sering semalam-malaman tidak menangkap apa-apa, tetapi dalam sekejap Tuhan membuat tangkapan yang banyak. Itulah yang dialami Petrus dan teman-temannya di perahu. Dalam menjala manusia, kita pun begitu. Kadang-kadang lama sekali tidak ada tambahan jiwa yang bertobat, tetapi Tuhan dapat membuat dalam waktu singkat maka ditambahkan jiwa-jiwa yang datang kepada Tuhan. Yang perlu kita tekun saja, dan dengarkan perintah Tuhan, dan kita tetap mengharapkan dapat menangkap ikan yang banyak pada waktu Tuhan.

(5) Kadang-kadang menangkap ikannya di sisi yang berbeda – metode atau strateginya beda.

Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Yohanes 21:6

Dalam menjala manusia kita harus terbuka dan fleksibel, dalam garis-garis Alkitab, tebarkan jala untuk menangkap jiwa. Tidak sering, namun kadang-kadang kita dapat banyak ikan di jala, meskipun kita hanya menebarkan jala beberapa kali saja.
Kita harus fleksibel, jangan pakai metode itu-itu saja, kita harus keluar dari ’comfort zone’ kita.Tebarkan jala di sisi lain, tetap tekun, usahakan bersama-sama, mengharapkan tangkapan yang banyak dari Tuhan.
………………………………………………………………………………………………………..

Lebatnya hujan yang turun tidak dapat ditampung sendirian. Yohanes 21.Ayat 8:Menggambarkan pengikut dari tempat yang tidak jauh dari situ turut membantu.Kunci penuaian besar-besaran :Mengadakan program berpadu bekerjasama dengan gereja lain.

Di atas tembok-tembokmu,hai Yerusalem,telah Kutempatkan pengintai-pengintai.Sepanjang hari dan sepanjang malam,mereka tidak akan pernah BERDIAM DIRI.Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion,janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang,sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi KEMASYHURAN di bumi.Yesaya 62:6-7

Berdoa dan Mengutus

Posted in BEM(SIB), Missions on 02/13/2012 by Ribka Christ

SIB((BEM),SARAWAK mengambil tema :”Berdoa dan Mengutus” untuk Misi Tahun 2012


Sejarah Singkat Sidang Injil Borneo.
SIB adalah gereja Malaysia.
Evangelical Church Borneo atau SIB merupakan denominasi evangelist Kristian di Malaysia. Gereja ini telah dianjurkan pada tahun 1959 dari kerja Misi Borneo Evangelical dengan bantuan dari Perikatan Kristian dan Mubaligh Gereja di Indonesia (Indonesia: Gereja Kemah Injil Indonesia)

Sidang Injil Borneo (SIB) adalah Gereja Malaysia .Sidang Injil Borneo Sabah dan Sarawak adalah hasil kerja dari Borneo Evangelical Mission (BEM). BEM ini didirikan di Australia pada 31 Ogos 1928 dengan perwakilan dari denominasi yang berbeda.
Misionaris pelopor yang datang ke Sarawak pada akhir 1928 dengan misi untuk menginjili suku-suku pagan di Timur Tengah Kalimantan. Pada tahun 1937, pekerjaan itu diperpanjang ke Sabah, yang dikenal sebagai BEM. Pada tahun 1928, tiga mubaligh Australia Borneo yang baru ditubuhkan Evangelical Mission (BEM), Hudson Southwell, Frank Davidson dan Tolley Carey tiba di Borneo yang dikenali sebagai Kerajaan Sarawak. Bersama-sama dengan saudagar kayu dengan nama Alexander Henderson, stesen misi ditubuhkan di sepanjang Sungai Pranga dalam daerah Limbang.

Sebuah sekolah Alkitab telah ditubuhkan di Lawas pada tahun 1947. Menjelang tahun 1959, sebuah organisasi gereja tempatan telah ditubuhkan dengan bantuan organisasi dari Gereja Perikatan Kristian dan Mubaligh di Indonesia dan indentiti baru, yang dinamakan sidang Injil Borneo selari dengan BEM.

Pada tahun 1972, sebuah sekolah Alkitab telah ditubuhkan di Miri untuk menampung permintaan yang meningkat untuk pekerja terlatih. Dengan penggabungan daripada BEM dengan Fellowship Luar Negara Mubaligh pada tahun 1979, SIB telah berkembang menjadi sebuah gereja yang asli yang berdiri sendiri.

Sib berkembang tugasnya ke negeri Sabah pada tahun 1974 dan SIB Sabah telah dianjurkan pada tahun 1976. Menjelang tahun 1993, SIB telah bertapak di seluruh negara apabila sib Semenanjung telah dirasmikan pada bulan November tahun yang sama .
SIB adalah Gereja multiras

Mendakwa lebih daripada 500,000 ahli [2], sib adalah denominasi Protestan terbesar di Malaysia telah berkembang .

Lebih dari 15 kelompok lokal terwakili dalam SIB. Layanan diadakan dalam bahasa Melayu, Inggris, Cina dan bahasa daerah termasuk Iban, Kadazan, Kayan, Kelabit, Kenya, Lun Bawang, Penan, tagal, dan beberapa lainnya.

SIB adalah Gereja Besar

SIB terdiri dari 221 gereja di Sabah dengan anggota 34.260 dan 219 gereja di Sarawak dengan anggota 59.674. Setiap gereja memiliki pemimpin sendiri terpilih. Hanya ada 76 pendeta/pastor penuh waktu di Sabah tapi di Sarawak ada 185 pastor. (Statistik tahun 1982)

Our Missions

Posted in Missions, Ribka Christ's Journals on 07/25/2011 by Ribka Christ

Paulus bertolak dalam tiga waktu yang berbeda untuk mengunjungi orang-orang Kristen di Roma,tetapi tiap kali Tuhan menutup pintu.Dan pintu ditutup sebab Allah sedang membuka pintu untuk pelayanan yang lain.(Roma 1:8-15)

Paulus bukan seorang yang munafik dan sebagainya.Pelayanannya luas.Paulus berkata,”Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”(Filipi 2:13).
Filipi 2:12~Hai saudara-saudaraku yang kekasih,kamu senantiasa taat;karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,bukan saja seperti waktu aku masih hadir,tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.

In his mission

Posted in Friends, Missions, My World Window, Testimonies on 06/12/2011 by Ribka Christ

Dear sister greetings to you in the Name of Jesus.In the name of Jesus we are doing a great work in our country..ear friend in Christ,Greetings to you in His name.At first I wanna introduce myself.My name is Prudhvi raj and i’m from India.Our family first use to pray for idols.But after knowing the word of God we all realized and cleaned by his blood.Now we left all the business and preaching his Gospel in tribal areas where it is horrible and impossible in India mostly who give high priority to worship idols.With God’s grace slowly we started one ministry and we are having six congregations and we can proudly say that with God’s grace we are helping orphans and poor people and preching his mission to all the surrounding place.you can check our work in our URL :http://eternallife-ministries.blogspot.com

Please pray about our work in your daily prayers.May God bless your works too.

In his mission
Prudhvi raj
Date: April 26, 2011 01:04pm ZP5
Hi sister ir was nice to hear from you.No problem sis.I can understand sis.By reading your message I can understand that you enjoyed your easter celebrations.We too enjoyed a lot for the Easter.As I said it to you before We have given baptism for six believers and all of our believers prepared several food items and they brought to our Church and served to every one.Poor children of our hostel and old people enjoyed lot having delicious food..It was awesome sis.Moreover sis Is there any chance to your mission or to your team to visit India..?If there we are eagerly waiting sis.If you want any invitation we are here to invite you.Our aim is to spread and preach His Gospel to many.Be blessed sis..

God’s servant

Posted in Friends, Missions, My World Window, Partners on 06/12/2011 by Ribka Christ

Greetings to you in the name of our Lord Jesus Christ.how are you and your family?we are all doing good.recently i have traveled 800 km from Vijayawada to a very interior place called Mustunuru it is in Ananthapuram district, i and with some of my friends went for out reach and also for the survey of that area,This area is filled with full of black magic and witch crafts they don’t know Jesus,we went there and spent four days,we preached the word and worshiped the lord, when we are worshiping the lord all the evil spirits fell on the ground and they all left the people.we have seen a strange thing happened the moment when the evil spirits left the people at out side the dogs started to cry and from a distance the foxes they also started crying since it is a interior forest area the villagers could not believe what is going on there finally 30 accepted our lord as their personal savior.in the morning time we have leisure time in this we took a auto(vehicle) and went for the survey is there any church in that surrendering area.we could not find churches in this area.so we have to start the churches in this area.we have to construct the churches in this area.people are asking for the churches for their better life in Christ.so please pray for me and the ministry,i am sending a URL you can use this URL and see the pictures.

https://picasaweb.google.com/davidforhim/AnnthaPuram?authkey=Gv1sRgCLGJlLralLimyQE#

pray for the annual meetings that should be on June it is a big gathering for 40 to 49 villages they will come under one tent to worship the lord so my friends we need to give the food and shelter under the tents, things are different in this condition God only should open the ways for the meetings.please pray and if you have time please visit and share the word of God in our ministry.it is a very expensive affair to do all the things regarding the annual meetings your prayer support can meet every need in the ministry here are the last year meetings pix use this ULR and see the pix.

https://picasaweb.google.com/davidforhim/Meetings2010?authkey=Gv1sRgCODwr4LUmoDtSw#

with prayers your
loving God’s servant
David Paul.A
davidforhim@gmail.com

Priority

Posted in Leadership, Missions, Thoughts on 05/04/2011 by Ribka Christ

MENGUTAMAKAN KELUARGA

The Penny Syndrome

Posted in Missions, Spiritual, The Word of God on 04/11/2011 by Ribka Christ

The Penny Syndrome.

(LEARNING TO PREACH EVANGELISTICALLY FROM CHRIST)

Posted in Missions on 03/29/2011 by Ribka Christ

BELAJAR MEMBERITAKAN INJIL DARI KRISTUS

(LEARNING TO PREACH EVANGELISTICALLY FROM CHRIST)

Oleh: Dr. Robert Hymers
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Dikhotbahkan pada Kebaktian Pagi, 11 Desember 2005
Di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ… Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?”
(Yohanes 7:14, 19)

“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “…, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. (Yohanes 7:28)

“Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! (Yohanes 7:37)

Dalam Yohanes pasal tujuh ini kita menemukan contoh yang sangat jelas tentang pemberitaan Injil atau khotbah penginjilan yang dilakukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Saya akan mulai dengan menekankan beberapa hal tentang khotbah penginjilan Tuhan kita pada kesempatan ini bahwa ada sesuatu yang sangat berbeda dengan khotbah-khotbah yang kita dengar pada zaman ini. Pertama, saya mau katakan bahwa ini adalah “khotbah di lapangan,” pemberitaan Injil di luar gedung. KKR terbuka di lapangan sudah jarang kita temui saat ini, tetapi ini secara umum telah dilakukan pada tiga Kebangunan Rohani Agung pada abad kedelapan belas dan permulaan abad kesembilan belas. George Whitefield dan Howell Harris dari Wales adalah para pemimpin khotbah terbuka pada Kebangunan Rohani Agung pertama. Timothy Dwight, Asahel Nettleton, Christmas Evans, dan beberapa pengkhotbah besar lainnya dari masa Kebangunan Rohani Agung kedua sering berkhotbah di lapangan terbuka. Moody dan Spurgeon sering mengikuti teladan Tuhan kita dengan berkhotbah di luar gedung gereja, dan orang banyak berbondong-bondong datang untuk mendengarkan khotbah mereka di lapangan terbuka. Saya tidak tahu betapa banyak orang menemukan Tuhan dalam sejarah kebangunan rohani di lapangan terbuka, khususnya di tiga zaman Kebangunan Rohani Agung.

Saya sendiri telah banyak melakukan khotbah di lapangan terbuka. Saya terinspirasi melakukan itu setelah membaca karangan singkat dari John Wesley’s Journal (yang diterbitkan oleh Moody Press), ketika ia, bersama dengan Whitefield mempimpin penanaman gereja-gereja dan berbicara secara terbuka di lapangan-lapangan, seperti Tuhan kita pada zaman itu berkhotbah di depan orang Yahudi di Bait Suci, seperti yang dicatat dalam Yohanes pasal tujuh.

Hal kedua yang saya mau katakan kepada Anda adalah bahwa khotbah Kristus dalam Yohanes pasal 7 ini bukanlah khotbah eksegesis Alkitab, seperti yang kita sering dengar pada zaman ini. Ini dibuktikan oleh fakta bahwa kebanyakan orang pada zaman itu tidak memiliki Alkitab sendiri. Hanya ada beberapa salinan Alkitab yang ditemukan di sinagog, dan tentunya tidak boleh dibawa keluar dari Sinagog oleh orang-orang yang mendengarkan Yesus berbicara. Jadi Yesus tidak berbicara dengan Alkitab di tangan-Nya, dan Ia juga tidak berbicara dari Mimbar Gereja. Saya tidaklah bermaksud untuk menilai rendah khotbah dengan menggunakan Alkitab di tangan dan dari Mimbar Gereja. Saya di sini hanya mau katakan bahwa Yesus tidak melakukan itu pada waktu berbicara di lapangan terbuka, juga dalam catatan pasal ini, atau juga di catatan-catatan lain tentang khotbah Yesus di lapangan terbuka dalam empat Injil, kecuali mungkin satu atau dua kali, seperti ketika Ia berkhotbah dari gulungan kitab nabi Yesaya di rumah sembahyang di Nazareth (Lukas 4:16-30). Kristus, sepengetahuan saya, hanya melakukan itu satu kali saja selama pelayanan-Nya di bumi. Metode yang umumnya Ia pakai adalah mengambil teks dari Alkitab dan mengkhotbahkannya berdasarkan ingatanNya.

Dan kemudian, obeservasi ketiga saya adalah bahwa khotbah-khotbah Kristus pada umumnya dilakukan di hari-hari raya atau pesta Bait Suci dengan khotbah penginjilan yang murni. Khotbah-khotbah itu ditujukan kepada orang-orang yang belum bertobat yang berbondong-bondong ingin mendengar khotbah dari Anak Allah. Itu jugalah apa yang terjadi dalam Yohanes pasal tujuh, dan sepanjang pelayanan Yesus di bumi. Pada zaman kebangunan rohani sejati, banyak orang-orang tidak perlu dibujuk-bujuk untuk datang dan mendengarkan pemberitaan Injil tentang Dia, bahkan mereka mendorong diri mereka sendiri untuk datang, bahkan kadang-kadang harus menempuh perjalanan ber-mil-mil, dan pagi-pagi buta mereka sudah berkumpul untuk mendengarkan Whitefield dan Wesley, Howell Harris dan para pengkhotbah lainnya pada masa Kebangunan Rohani Pertama.

Observasi keempat saya adalah bahwa tidak ada “musik khusus” di masa kebangunan rohani abad kedelapan belas. Musik yang mereka nyanyikan spontan saja, tidak ada team yang memainkan alat musik apapun. Tetapi orang-orang itu memuji dari hati mereka, dan langsung keluar dari mulut mereka secara spontan. Mereka bernyanyi dengan hafal dan orang yang kemudian menuliskan lagu-lagu itu berkata bahwa ini adalah lagu yang lahir dari hati yang didorong oleh nyanyian Kristus yang mengagumkan yang pernah mereka dengar dalam hidup mereka. Saya katakan mungkin seperti inilah suasana pada waktu Yesus berkhotbah -menyanyi secara spontan dari hati. Ini adalah kebenaran di masa-masa kebangunan rohani yang nyata – tidak ada paduan suara, tidak ada “musik khusus” – hanya lagu-lagu yang umum, dari kedalaman hati orang-orang yang datang untuk mendengar khotbah.

Dan saya juga harus katakan bahwa jauh lebih sedikit nyanyian di masa Kristus dan masa kebangunan rohani di masa lalu dibandingkan dengan zaman kita hari ini. Tidak ada nyanyian yang kelihatannya dinyanyikan pada waktu Yesus sedang berkhotbah dalam Yohanes pasal tujuh ini. Namun pada zaman ini umumnya lagu dan musik paling sedikit mengambil waktu satu setengah jam dalam pelayanan “ibadah” modern ini. Tidaklah demikian ketika Wesley dan Whitefield berkhotbah. Saya percaya bahwa ucapan ini benar: “Sedikit gereja yang memiliki hati memuji dengan kehangatan dan Allah sebagai pusat pujiannya yang memberikan waktu bagi pemberita Firman lebih panjang, yang membuat “pelayanan penyembahan” memimpin pikiran orang untuk siap mendengar apa yang disampaikan oleh pengkhotbah.” Dr. Martyn Lloyd-Jones dapat dipertimbangkan sebagai ahli dalam bidang kebangunan rohani. Ia berkata,

Lebih banyak dan lebih banyak lagi waktu yang diberikan untuk menyanyi. Anda telah memiliki “ song leader” sebagai semacam jabatan baru dalam gereja, dan ia memimpin nyanyi dan mengubah suasana kebaktian. Namun ia seringkali mengambil waktu yang terlalu panjang sehingga tidak ada lagi waktu untuk pengkhotbah! Ini adalah bagian dari penurunan nilai khotbah… inilah apa yang gereja telah jalani untuk mengesampingkan pemberitaan firman Tuhan. (Martyn Lloyd-Jones, Preaching and Preachers, Zondervan Publishing House, 1981 reprint, p. 17).

Saya juga harus menekankan bahwa beberapa khotbah terbaik pada masa-masa kebangunan rohani tanpa dilakukan dengan banyak nyanyian, atau dengan sangat sedikit nyanyian.Tentu pemberitaan firman Tuhan oleh Kristus seperti yang tercatat dalam Yohanes pasal tujuh ini tidak didahului dengan paduan suara, “orang-orang khusus” atau lagu-lagu. Yesus secara sederhana berdiri dan memberitakan firman. Khotbah adalah event yang terutama dalam pelayanan, sungguh, satu-satunya event ketika Tuhan berkhotbah di lapangan terbuka, dengan tanpa Alkitab di tangan, tanpa dengan eksposisi ayat demi ayat, ketika Ia berkhotbah dengan penuh kuasa, khotbah-khotbah itu mengguncang dunia. Dapatkah ini terjadi pada zaman kita ini, kita memperoleh berkat dari Tuhan dalam acara kebaktian kita ketika kita mengikuti contoh metode Anak Allah, tidak ada paduan suara, tidak ada persembahan pujian solo, dan menghabiskan semua waktu kebaktian hanya untuk mendengar Firman Tuhan – seperti bagaimana Kristus berkhotbah dalam Yohanes pasal tujuh?

Tetapi, sekarang, kita perhatikan teks kita, dan kita akan membahas tiga hal pada pagi ini. Saya percaya bahwa tiga hal penting yang berasal dari mulut Tuhan kita Yesus Kristus ini dapat mengajar kita lebih lagi tentang khotbah penginjilan lebih dari apa yang dapat kita peroleh di seminari. Saya memang telah tamat dari beberapa seminari, namun tidak banyak belajar tentang khotbah penginjilan di sana. Saya percaya kita dapat belajar lebih lagi tentang khotbah penginjilan dari Kristus yang tercatat dalam Yohanes pasal tujuh dan kemudian kita dapat belajar juga dari bagian lain. Marilah setiap orang muda yang ada di sini yang sedang terlibat dalam pelayanan memikirkan hal ini dengan mengingat bahwa ia harus berkhotbah seperti Kristus, Guru dan Tuhan kita! Seperti Mr. Griffith telah menyanyikan lagu ini,

Oh, menjadi seperti Engkau! Penebusku,
Inilah kerinduan dan doaku selalu;
Bahagia ku mau menyerahkan seluruh yang kumiliki dalam hidupku,
Yesus, aku ingin sempurna seperti Engkau
Oh, menjadi seperti Engkai! Oh, menjadi seperti Engkau,
Sang Penebusku, suci seperti langkahMu
Datang dalam sukacita-Mu, datang ke dalam kepenuhan-Mu
Mengukir gambaran Diri-Mu dalam hatiku
(“O To Be Like Thee” by Thomas O. Chisholm, 1866-1960).

Apa yang kita pelajari dari khotbah penginjilan Tuhan kita Yesus dalam pasal ini? Apa yang harus dipelajari oleh setiap anak muda di sini dari khotbah Kristus, sehingga ia dapat meneladani sang Juruselamat? Kita akan belajar tiga hal yang esensial tentang khotbah penginjilan yang benar dari Kristus.

I. Pertama, khotbah penginjilan harus menjelaskan bahwa semua orang berdosa.

Mari kita baca Yohanes 7:14-17. Marilah kita berdiri dan membaca empat ayat ini dengan suara keras.

“Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ. Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!” Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” (Yohanes 7:14-17)

Silahkan saudara duduk kembali.

Inilah caranya khotbah penginjilan yang benar harus dimulai, yaitu dengan menyampaikan bahwa pengkhotbah telah mempelajari pengajarannya berasal dari Tuhan, dan tidak berasal dari dirinya sendiri. Ia harus mengajar umat Tuhan seperti apa yang Tuhan telah nyatakan kepadanya melalui Alkitab, seperti Yesus yang telah melakukannya. Dan di sini harus menjadi khotbah yang tajam. Lihatlah ayat sembilan belas.

“Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu…” (Yohanes 7:19).

Ini adalah pengajaran yang sangat tajam, tetapi ini adalah pengajaran yang dapat menembus apapun yang harus mengawali khotbah penginjilan. Khotbah penginjilan dimulai dengan melemparkan pukulan dan mengajarkan kepada semua orang tentang doktrin yang penting tentang kejatuhan manusia, terkutuk dan binasa untuk selama-lamanya.

Yesus berkata, “Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu” (Yohanes 7:19). Ini adalah teguran yang keras. Seperti Rasul Paulus berkata,

“Mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Roma 3:9-10).

Tidak ada orang yang cukup baik untuk dapat diselamatkan oleh pekerjaan dan perbuatan baiknya. “Tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu” yang cukup untuk menyelamatkan Anda. Ini adalah hal pertama dalam khotbah penginjilan jelaskan kepada kita. Ini menjelaskan bahwa Anda adalah orang berdosa yang terhilang, tidak dapat menyelamatkan diri Anda sendiri.

II. Kedua, khotbah penginjilan harus mengatakan bahwa orang berdosa tidak mengenal Tuhan.

Marilah kita berdiri dan membaca Yohanes 7:28.

“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. (Yohanes 7:28).

Silahkan duduk kembali.

Catat di sini bahwa Ia “berseru.” Kata ini sangat kuat maknanya dalam bahasa aslinya. Kata Yunaninya adalah krazo. Ini berarti “scream, call aloud, shriek, cry out” [memekik, memanggil dengan lantang, memekik, berteriak] (Strong #2896). Elemen ini yang selalu ditunjukkan dalam khotbah penginjilan. Catat bahwa empat kali kata ini digunakan dalam Perjanjian Baru. Ini digunakan untuk Yohanes Pembaptis.

“Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru,
katanya,…” (Yohanes 1:15).

Ini juga digunakan untuk Rasul Paulus,

“Paulus… berseru dalam Mahkamah Agama itu”
(Kisah Rasul 23:6).

Lagi, Paulus berkata,

“Atau mungkinkah karena satu-satunya perkataan yang aku serukan,ketika aku berdiri di tengah-tengah mereka, yakni: Karena hal kebangkitan orang-orang mati.” (Kisah Rasul 24:21).

Tindakan “berteriak” atau “ crying out,” bahkan “memekik” atau “ screaming” ini mewarnai khotbah penginjilan Yohanes Pembaptis dan Rasul Paulus. Dan Kristus sendiri juga berseru dengan suara keras kepada Lazarus, Ia memanggilnya keluar dari kubur:

“Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” (Yohanes 11:43).

Jadi, inilah cara Yesus berkhotbah di beberapa bagian Alkitab, Ia berseru dengan suara keras dalam khotbah penginjilannya terhadap orang-orang yang mati di dalam dosa dan kesalahan.

Dalam Yohanes 8:28 Yesus “berseru”, dan berkata bahwa mereka tidak “mengenal” Allah. Dan saya percaya bahwa ini adalah hal yang sangat penting dalam khotbah penginjilan hari ini. Bagian ini harus disampaikan dengan suara keras dan menjelaskan bahwa orang-orang terhilang tidak mengenal Tuhan. Mereka penuh dengan dosa. Mereka tidak memelihara hukum Taurat. Mereka tidak mengenal Tuhan.

Semua ini tentunya sangat negatif. Dan sebelumnya, inilah yang benar, bukan? Bukankah benar bahwa Anda hidup dalam kehidupan yang tidak sempurna? Bukankah benar bahwa Anda memiliki hati yang penuh dengan dosa? Bukankah benar bahwa Anda tidak mengenal Tuhan? Ini mungkin disebut sebagai khotbah yang negatif, tetapi bukankah inilah khotbah yang benar? Jadi jika kita mencontoh khotbah Kristus dalam Yohanes pasal tujuh sebagai contoh khotbah penginjilan sejati kita, kita harus menyampaikan hal-hal negatif ini, namun ini adalah hal-hal yang benar tentang diri Anda.

III. Ketiga, khotbah penginjilan harus menjelaskan bahwa orang berdosa harus datang kepada Kristus.

Mari kita berdiri dan membaca ayat 37 dengan suara keras.

“Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yohanes 7:37).

Silahkan duduk kembali. Ingat bahwa kata “berseru” yang digunakan disini lagi-lagi menggunakan kata – krazo – “ scream, call aloud, shriek, cry out” (Strong #2896).

“Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” (Yohanes 11:43).

“Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yohanes 7:37).

Harus selalu ada seruan untuk orang berdosa yang terhilang – memanggil mereka keluar dari kematian untuk datang kepada Kristus.

Dr. Martyn Lloyd-Jones, dalam bukunya yang luar biasa, Preaching and Preachers, berkata,

Dapatkah manusia melihat neraka tanpa ketakutan? Dapatkah orang mendengar tuduhan hukum Taurat tanpa merasakan apa-apa? Atau sebaliknya, dapatkah orang sungguh merenungkan kasih Allah di dalam Kristus Yesus dan tidak merasakan apa-apa? Semua ini benar-benar gila. Saya takut bahwa banyak orang hari ini dalam reaksi mereka menentang dan menempatkan emosi mereka untuk menyangkal kebenaran. Injil Yesus Kristus selalu membuat orang tidak tenang jika ia tidak bertobat, jika isi Injil tidak menghasilkan hal ini, maka itu bukan Injil. Injil akan membuat orang tidak tenang sebelum bertobat. Semua orang memerlukannya karena Injil memimpin mereka kepada kelahiran kembali; dan sehingga saya katakan bahwa elemen dan perasaan ketidaktenangan ini, perasaan yang digerakkan oleh roh ini, harus selalu menjadi sesuatu yang menonjol dalam pemberitaan kebenaran. (Martyn Lloyd-Jones, Preaching and Preachers, Zondervan, 1971, p. 95).

Kristus Yesus harus menjadi contoh kita dalam khotbah penginjilan!

“Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yohanes 7:37).

Sudahkah Anda melihat fakta bahwa Anda orang berdosa yang terhilang dan sangat menyedihkan? Sudahkah Anda sungguh melihat fakta bahwa Anda tidak benar-benar mengenal Tuhan? Sudahkah Anda merasa gundah karena semua ini? Apakah Anda merindukan damai sejahtera bersama Tuhan? Apakah Anda haus akan damai sejahtera bersama Tuhan? Mari datanglah kepada Kristus!

“Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yohanes 7:37).

Itulah khotbah penginjilan! Itulah panggilan Kristus bagi Anda melalui Injil! Datanglah kepada Dia. Biarlah dosa-dosamu disucikan oleh Darah-Nya! Milikilah damai sejahtera bersama Tuhan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Karena Kristus masih berseru kepada Anda pada pagi ini,

“Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yohanes 7:37).

“Yah,”Anda berkata, “Jika saya berseru dan berkhotbah seperti ini, tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan pada zaman seperti ini.” Saya percaya bahwa Anda salah, dan saya akan jelaskan kepada Anda mengapa saya berkata Anda salah.

Apakah Anda berpikir bahwa setiap orang meresponi secara positif khotbah-khotbah Kristus dalam perikop ini, Yohanes pasal tujuh? Mereka tidak meresponinya dengan positif. Marilah kita berdiri, dan bacalah bagian perikop dari pasal ini, Yohanes 7:40-43.

“Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkata itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi [mereka hanya percaya bahwa Ia adalah seorang nabi] yang akan datang.” Yang lain berkata: “Ia ini Mesias [kelihatannya yang berkata demikian adalah orang-orang yang diselamatkan].” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!” (Yohanes 7:40-41).

Sekarang marilah turun ke ayat 43.

“Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.” (Yohanes 7:43).

Ingatlah ini: khotbah penginjilan yang benar selalu menyebabkan “perpecahan di antara pendengarnya karena Dia.” Beberapa orang berpikir bahwa Dia hanyalah seorang nabi. Sementara yang lain percaya kepada Dia dan diselamatkan. Yang lain lagi masih terus ragu apakah Dia benar-benar Juruselamat. Masuk kelompok yang manakah Anda pada pagi ini? Saya berdoa agar Anda masuk dalam kelompok orang yang berkata dengan segenap hati mereka, “Ia ini Mesias.” Dan, seperti mereka, Saya berdoa agar Anda mau datang kepada Yesus Kristus dan percaya kepada Dia. Biarkan orang lain mengatakan apa yang mereka mau katakan – tetapi Anda, datanglah kepada Yesus untuk diselematkan!

(SELESAI)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.rlhymersjr.com. Klik on “Sermon Manuscripts.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @

http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab sebelum khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yohanes 7:28-37.
Persembahan Pujian Solo sebelum khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith
“O To Be Like Thee” (by Thomas O. Chisholm, 1866-1960).

GARIS BESAR KHOTBAH

BELAJAR MEMBERITAKAN INJIL DARI KRISTUS
Oleh: Dr. Robert Hymers

“Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ… Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?”
(Yohanes 7:14, 19)

“Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “…, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. (Yohanes 7:28)

“Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! (Yohanes 7:37)

I. Khotbah Penginjilan Harus Mengatakan Kepada Orang-Orang
Bahwa Mereka Manusia Berdosa, Yohanes 7:14-17, 19;
Roma 3:9-10.

II. Khotbah Penginjilan harus Menjelaskan Bahwa Manusia Berdosa
tidak Mengenal Tuhan, Yohanes 7:28; 1:15;
Kisah Rasul 23:6; 24:21; Yohanes 11:43.

III. Khotbah Penginjilan harus Menjelaskan bahwa Orang Berdosa
harus datang Kepada Kristus, Yohanes 7:37; 11:43; 7:40-41, 43.

Discipleship

Posted in Leadership, Missions on 03/22/2011 by Ribka Christ

Sasaran dan Misi

Salah satu tujuan Nehemia dalam membangun tembok itu ialah agar mereka “tidak lagi dicela”(Nehemia 2:17).Paulus mempunyai sebuah rencana yang sebelumnya telah ditetapkan dan yang telah dipikirkannya dengan saksama.Ia juga mempunyai satu sasaran praktis.

Rencananya ialah:memberitakan penyaliban Kristus.Sasarannya ialah:agar iman orang Kristen Korintus didasarkan atas kekuatan Allah.(1 Korintus 2:1-5).

Paulus mengatakan,”Aku mengejarnya”Ia mempunyai satu sasaran tertentu.Sasaran-sasaran itu dapat bervariasi;tetapi jika di dalam hati seseorang tidak ada sasaran jangka panjang,maka ia tidak akan memiliki landasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan rohani mereka sehari-hari.Sasaran jangka panjangnya menentukan sasaran jangka pendeknya.

Sasaran-sasaran jangka pendek diperlukan untuk mempertahankan motivasi dan semangat juang.Salomo berkata,”Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati”(Amsal 13:19).Membagi-bagi sebuah projek menjadi unit-unit yang kecil yang dapat atau mudah dicapai membuat orang tetap maju.

“Harapan yang tertunda menyedihkan hati,tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan”(Amsal 13:12).Penundaan dapat melemahkan semangatnya.

Pengkhotbah 2:10-11:Aku tidak merintangi mataku dari apa pun yang dikehendakinya,dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apa pun,sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku.Itulah buah segala jerih payahku.Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah,lihatlah,segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin;memang tak ada keuntungan di bawah matahari.

Dari ayat-ayat ini kita dapat melihat bahawa kepuasan itu datang kalau kita berhasil melaksanakan apa yang diletakkan Allah dalam hati kita.Jika keinginan daging yang terlaksana maka hal itu tidak akan memberi kepuasan.Hal demikian itu hampa dan mengecewakan.Tetapi,jika yang terpenuhi adalah sesuatu yang dibebani Allah pada roh kita maka hal itu sungguh menyenangkan jiwa kita.

Salomo memberi saran tentang bagaimana caranya memastikan bahawa sasaran-sasaran itu akan mendatangkan hasil yang memberi perasaan terpenuhi dan puas.Ia berkata,”Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN,maka terlaksanalah segala rencanamu”(Amsal 16:30).

Seorang pemimpin harus mengajar para pengikutnya agar mereka aktif mencari kehendak Allah dan cara mereka mendasarkan rencana-rencana mereka atas kehendak Allah.Tidak perlu diragukan lagi bahawa Salomo belajar hal ini dari ayahnya,Daud,yang berkata,”Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya,dan Ia akan bertindak”(Mazmur 37:5).

Ada dua alasan mengapa sebaiknya kita menyerahkan semua rencana dan program kita kepada Tuhan.Pertama-tama,semua rencana kita harus untuk kemuliaan Allah.Allahlah yang memberikan rencana itu dan Allahlah yang harus menerima kemuliaannya apabila rencana itu sudah terlaksana.Kedua,semua rencana kita itu terlalu berat untuk kita tanggung sendiri.Sesungguhnya,kata serahkan itu secara harfiah berarti “menyerahkan tanggungan itu kepada Dia,seperti suatu beban yang terlalu berat untuk Anda tanggung sendiri.”

Terus menjalankan rencana yang diberikan Allah dalam iman,kerendahan hati,dan penyerahan penuh kepada Dia,dengan tujuan hanya untuk kemuliaan-Nya saja,merupakan jalan yang pasti menuju sukses.Allah telah memberikan kepada kita tanggung jawab untuk membuat rencana.”Manusia boleh membuat rencana (Amsal 16:1,).Kata RENCANA mengandung pengertian meletakkan sesuatu pada susunan yang tepat.Kami mendapati kata yang sama digunakan untuk menggambarkan cerita Abraham yang “mendirikan mezbah di situ,disusunnyalah kayu”(Kejadian 22:9).

Allah memberikan akal budi kepada manusia dan Ia berharap manusia untuk menggunakan akal budinya itu.Merencanakan dan menyusun-menempatkan sesuatu dalam susunannya yang tepat-merupakan tanggungjawab yang harus ditanggung oleh orang-orang yang melayani Allah.Para pemimpin yang baik akan mengajarkan kepada para pengikutnya bagaimana cara melakukan semua hal ini.

Mengajar seseorang untuk dapat menentukan apa yang menjadi sasaran Allah bagi dirinya sendiri,dan mengajarnya untuk terus berpegang erat pada sasaran itu,tidak selalu merupakan tugas yang mudah bagi seorang pemimpin.Seorang pengikut memang mudah diombang-ambingkan orang sehingga mereka dapat mempengaruhi apa yang sudah menjadi sasarannya.

Rasul Paulus mengingatkan,”Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri;maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain”(Galatia 6:4).Paulus menggambarkan seseorang yang memandang ke masa lalu dalam kehidupannya ini dan merasa senang atas apa yang dilihatnya itu.Ia tidak terdorong untuk membuat perbandingan yang tidak sihat dengan membandingkan dirinya dengan orang lain.

Dengan membandingkan diri mereka dengan sesama teman,mereka sudah menyimpang dari salah satu sasaran yang ditentukan Allah bagi mereka.Apa yang dikatakan Paulus dapat diterapkan di sini:”Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggunganjawab tentang dirinya sendiri kepada Allah”(Roma 14:12).Karena kita bertanggungjawab kepada Allah,maka sasaran kita harus datang dari Dia.

Seorang pemimpin harus menolong orang-orangnya untuk tetap dapat melihat segala hal dalam hubungan yang sebenarnya.Ia dapat menolong orang itu untuk menentukan sasaran-sasaran yang masuk akal dan yang dapat dicapainya.Namun demikian,ia tidak boleh mencoba memaksakan gagasan-gagasan dan stardart-stardartnya kepada mereka.Ia perlu membiarkan Allah berbicara kepada mereka,dan membiarkan Allah menunjukkan kepada mereka apa yang benar pada tahap pertumbuhan dan pengabdian mereka saat ini.

Kemudian setelah mereka berhasil mencapai sasaran yang mereka tentukan,mereka dapat bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan.Tetapi jika mereka tidak berhasil mencapai sasaran itu mereka dapat datang kepada Tuhan dan memohon pengampunan dan kekuatan-Nya.Mereka sendiri langsung bertanggungjawab kepada Allah dalam masalah tersebut.

Sasaran dan Tindakan
Tanggungjawab seorang pemimpin tidak berakhir setelah ia menolong para pengikutnya menentukan sasaran-sasaran jangka panjang dan jangka pendeknya.Selanjutnya ia harus menunjukkan kepada mereka bagaimana caranya mewujudkan sasaran itu ke dalam perbuatan dan tindakan.

1.Menentukan waktu.Penting sekali untuk mengajarkan kepada mereka kapan harus bertindak.Melompat maju terlalu cepat sama berbahayanya dengan tertinggal di belakang.Saat yang tepat untuk melakukan sesuatu sama bobotnya dan konsekwensinya seperti apa yang dilakukan.

2.Pelaksanaan.Seorang pemimpin harus yakin bahawa orang-orangnya tahu bagaimana caranya melaksanakan sesuatu untuk dapat mencapai sasaran yang telah mereka tentukan sendiri itu.Mengetahui apa yang harus dilakukan dan kapan hal itu harus dilakukannya,tetapi tidak mengetahui bagaimana cara harus melakukan hal itu akan menyebabkan ia menjadi frustasi.
Buatlah rancanganmu dengan teliti supaya apa sahaja yang kamu lakukanakan berjaya. Alkitab Berita Baik (Amsal 4:26)

Jika kapakmu tumpul dan tidak kamu asah,kamu terpaksa bekerja lebih keras.Lebih baik kamu membuat RANCANGAN terlebih dahulu.Pengkhutbah 10:10.Tanpa pengetahuan Kerajinan pun tidak baik;orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.Amsal 19:2

Lukas memberikan kepada kita sisi lain dari kata tersebut.”Seorang murid tidak lebih daripada gurunya,tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya”(Lukas 6:40).Di sini ada makna pertumbuhan.

Seorang pemimpin harus menolong orang-orangnya untuk bertumbuh dalam kasih karunia dan untuk menjadi makin serupa dengan Kristus.Ia harus mengajar mereka untuk berdoa dan membaca dan menghafalkan Firman,supaya setiap hari mereka mempunyai persekutuan yang berarti dengan Sang Juruselamat.Ya,orang-orang itu memang perlu diajar.

Dan Yudas menambahkan unsur yang kurang.”Akan tetapi kamu,saudara-saudaraku yag kekasih,bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita,Yesus Kristus,untuk hidup yang kekal”(Yudas 20-21).

Salomo adalah seorang yang mempunyai banyak talenta.Ia adalah seorang pembangun,seorang pembuat keputusan,seorang penentu sasaran,dan banyak lagi.Ia bijaksana.Ia merupaka gambaran dari orang yang dapat menjaga semangat juang dan motivasi orang banyak.Ia memiliki kekayaan yang luar biasa banyaknya dan memerintah sebuah kerajaan yang besar.Tetapi di atas segalanya,ia adalah seorang pengajar.

“Selain Pengkhotbah berhikmat,ia mengajarkan juga kepada umat itu pengetahuan.Ia menimbang,menguji dan menyusun banyak amsal.Pengkhotbah berusaha mendapat kata-kata yang menyenangkan dan menulis kata-kata kebenaran secara jujur.Kata-kata seperti kusa dan kumpulan-kumpulannya seperti paku-paku yang tertancap,diberikan oleh satu gembala”(Pengkhotbah 12:9-11).

Namun demikian,pada waktu kita merenungkan kehidupan Salomo kita terpukul dengan satu kenyataan yang mengejutkan.Segala yang pernah dimilikinya itu sekarang sudah lenyap.Tetapi apa yang diajarnyamasih tetap ada sampai sekarang.

Jika seorang pemimpin bijaksana,dari semua ini ia akan dapat menghimpun pelajaran yang sangat berharga.Apa yang diajarkannya dan ditanamkannya di dalam hati orang akan bertahan sampai kekal,terutama bila visinya cukup kuat sehingga dapat diprojekkan melampaui masa sekarang ke masa yang akan datang.Dan,jika ia mengerti perlunya mengajar orang agar yang diajarnya dapat menjadi guru dan dapat mengajar orang yang lain lagi,dan begitulah proses ini terus diulang.

Rasul Paulus mengerti dengan jelas hal ini.Ia meringkaskan visinya begini:”Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi,percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai,yang juga cakap mengajar orang lain”(II Timotius 2:2).

Dalam ayat-ayat ini,Paulus mengemukakan apa yang menjadi sasarannya.Ia mengabdikan dirinya untuk dapat memperlengkapi para pekerja yang akan meneruskan pelayanan untuk menginjili yang terhilang,meneguhkan yang sudah diselamatkan,memperlengkapi secara rohani para pekerja yang memenuhi syarat untuk menjadi penuai,dan melatih para pemimpin yang kompeten untuk melanjutkan pelayanan itu pada waktu ia sendiri sudah tiada.(Sumber:LeRoy EimS)

GSMinistry

Posted in Gunung Sion Ministry, Missions, Powerpoint Presentations on 03/15/2011 by Ribka Christ

GSMinistry, posted with vodpod

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.