Roma 12:9-14 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!”
Ibu Lydia Nursaid dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga Islam, ketika melakukan ibadah agamanya, hal yang paling diutamakan adalah ketaatan, kesetiaan, dan mengumpulkan banyaknya amal ibadah karena itu yang akan menentukan masuk sorga. Ketika percaya kepada Tuhan Yesus, ibu Lydia Nursaid mulai meninggalkan group band dunia artis, tertarik dengan kekristenan karena disampaikan bahwa dalam kekristenan ada kebenaran dan keselamatan, di awali dengan mulai membaca Alkitab, saat orang tua nya mengetahui bahwa ibu Lydia Nursaid mulai percaya dan membaca Alkitab, ia mengalami proses yaitu di usir oleh orang tuanya, dan mulai hidup kost keluar dari rumah orang tua, dari tempat itu mulai tinggalkan agama dan kepercayaan lama dan percaya dengan Tuhan Yesus, saat bergumul dan menemukan jawabannya, “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh. 14: 6). Ketika menemukan kebenaran dan keselamatan, maka bersama dengan pasangannya kemudian menikah dengan sederhana. Proses dialami kembali, bahwa orang tuanya mengetahui ibu Lydia Nursaid diambil orang tuanya ,karena jika dalam keluarganya ada yang menjadi Kristen itu merupakan aib bagi keluarga, Ibu Lydia Nursaid tetap berdoa dan berserah kepada Tuhan, karena tidak akan pernah tinggalkan Tuhan Yesus apapun yang akan dilakukan seluruh keluarga. Ketenangan, kedamaian, keberanian justru meliputi ibu Lydia Nursaid ketika menghadapi proses tersebut.
Bagaimana menerapkan Kasih sekalipun mengalami penganiayaan dan tekanan dalam hidup, Ibu Lydia Nursaid, memberikan kesaksian sbb:
1. Memiliki Kasih yang tidak pura-pura
Kasih dilakukan dengan tulus kepada orang tua dan keluarga yang menganiaya karena percaya dengan Tuhan Yesus. Kasih dilakukan dengan memberkati mereka sekalipun mereka menyakiti kita
2. Memiliki Kasih yang di dasarkan atas Iman kepada Tuhan Yesus
Iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan, dengan dasar Iman percaya, bahwa satu keluarga diselamatkan, maka seisi rumah juga akan diselamatkan, akhirnya ketika umur 76 orang tua (Ayah) dari ibu Lydia Nursaid percaya Tuhan Yesus dan dibaptis.
3. Memiliki Ketekunan, semangat dalam melayani Tuhan
Ketekunan, semangat yang menyala-nyala terus dikobarkan dalam melayani Tuhan Yesus, sampai hari ini bersama dengan suami terus melayani Tuhan sampai seumur hidup. Bukti ketekunan, semangat dalam melayani Tuhan, mujizat selalu disediakan bagi orang-orang yang percaya, ketika Ayahnya percaya dan di baptis, sakit gagal ginjal sembuh dan tidak melakukan cuci darah. Begitu juga anak ibu Lydia Nursaid,ketika di vonis dokter mengalami sakit Lupus (penyakit yang belum ada obatnya), tetapi mendapat mujizat kesembuhan, ketika anaknya meminta hadiah ulang tahun kepada Tuhan supaya tidak makan obat lagi, saat itu juga disembuhkan Tuhan dan mujizat terjadi.