Archive for the Thoughts Category

Rindu untuk Mengenal Dia

Posted in Isa Al Masih, Thoughts on 02/12/2012 by Ribka Christ


Ada saudara-saudara kita yang di seberang yang asyik-asyik mengatakan alkitab itu tidak original/tulen..atau dipesongkan.Tapi anehnya bagi mereka menyangkal Isa Al Masih telah mati dan bangkit dari kematian.Bagaimana pula boleh ada dalam hadith Isa akan datang untuk mengalahkan si dajjal?Saya berfikir kalau Isa tidak mengalami kebangkitan dan HIDUP SAAT INI ,bagaimana Ia dapat hadir untuk mengalahkan si dajjal..Kalau saudara masih menyangkal kebenaran ini percayalah kitab andalah yang mungkin terpesong!

Orang beriman dan percaya Yesus bebas dari kutuk hukum taurat

Posted in Iman/Faith, Isa Al Masih, Thoughts on 01/31/2012 by Ribka Christ

Matius:5:17
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Roma:2:14
Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:15
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Orang beriman dan percaya Yesus bebas dari kutuk hukum taurat.
Jika orang yang tidak percaya Yesus anda di bawah penghukuman tidak kira apa agama dan kepercayaanmu.
Roma 8 ayat satu, “Demikianlah sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
Tujuan
Supaya orang-orang Kristen mengerti bahwa hidup sebagai orang Kristen bukanlah hidup yang di bawah atau diperintah Hukum Taurat.
Pendahuluan
Penulis : Rasul Paulus.
Tahun : Sekitar tahun 49 sesudah Masehi.
Penerima : Jemaat Kristen di kota Galatia. (Dan juga setiap orang Kristen/jemaat Kristen di seluruh dunia). Keadaan mereka sedang dibingungkan oleh orang-orang yang menjelek-jelekkan dan memfitnah Rasul Paulus; mereka juga mengajarkan Injil lain (ajaran sesat).
Isi Kitab : Kitab Galatia terbagi atas 6 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat dengan jelas uraian Rasul Paulus, bahwa orang-orang Kristen hidup oleh iman, bukan oleh hukum, serta buah kehidupan Kristen timbul dari Roh, bukan dari daging.

1. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Galatia
1. Pasal 1 (Gal 1:1-10 ). Pengajaran tentang Injil yang benar
Dalam nats ini Rasul Paulus mengatakan bahwa hanya ada satu Injil di dunia ini, yaitu Injil Yesus Kristus.

_Pendalaman_
Bacalah pasal Gal 1:8-9 .
_Tanyakan_: Apa akibatnya bagi orang yang memberitakan Injil yang tidak benar ?
2. Pasal 1-2 (Gal 1:11-2:21 ). Pengajaran tentang riwayat hidup Rasul Paulus dan kerasulannya
Dalam bagian ini, Rasul Paulus menceritakan siapa dirinya sebelum menjadi Rasul dan sesudah menjadi Rasul.
3. Pasal 3-4 (Gal 3:1-4:31 ). Pengajaran tentang arti Injil Kristus yang benar
Dalam pasal-pasal ini Rasul Paulus menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan atas janji Allah kepada Abraham sebagai Bapa orang beriman dalam arti menjadi anak-anak Allah karena penebusan Tuhan Yesus.

_Pendalaman_
1. Bacalah pasal Gal 3:6 .
_Tanyakan_: Mengapa Abraham dibenarkan Allah ?
2. Bacalah pasal Gal 3:26-27 .
_Tanyakan_: Apakah yang menjadikan orang-orang Kristen anak-anak Allah ?
4. Pasal 5-6 (Gal 5:1-6:18 ). Pengajaran tentang orang-orang Kristen hidup dalam kemerdekaan dari hukum Taurat
Dalam bagian ini Rasul Paulus menjelaskan bahwa bila Yesus Kristus sudah membebaskan orang percaya dari Hukum Taurat, mengapa harus memberikan diri hidup di dalam perhambaan Hukum Taurat lagi.

_Pendalaman_
1. Bacalah pasal Gal 5:1-6,13-26 .
_Tanyakan_: Apakah yang terpenting bagi seorang Kristen ? (lihat ayat 6; Gal 5:6 ).
Bagaimanakah orang Kristen mempergunakan kemerdekaannya ? (ayat 13-15; Gal 5:13-15 ).
Apakah yang dikatakan tentang buah-buah daging ? (Gal 5:19-21 ).
Apakah yang dikatakan tentang buah-buah Roh ? (Gal 5:22 ).
2. Bacalah pasal Gal 6:11 .
_Tanyakan_: Apakah yang dihasilkan perbuatan manusia ? Bagaimanakah perintah Allah tentang sikap orang Kristen terhadap sesamanya ?
2. Kesimpulan Melalui Kitab Galatia ini, jelaslah kita lihat bahwa orang Kristen tidak berada di bawah Hukum Taurat lagi. Orang Kristen sudah merdeka dari perhambaan Hukum Taurat, sebab Injil Yesus Kristus lebih berkuasa daripada Hukum Taurat. Tetapi walaupun demikian orang Kristen tidaklah boleh mempergunakan kemerdekaannya itu dengan sembarangan.
Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab
1. Siapakah yang menulis Kitab Galatia ?
2. Apakah isi pengajaran Kitab Galatia ?
3. Apakah arti kemerdekaan bagi orang Kristen ?
4. Mengapakah orang Kristen tidak berada di bawah perhambaan hukum Taurat ?

God Knows You

Posted in Love, Quotes, Thoughts on 12/24/2011 by Ribka Christ

Hanya pasangan yang menolak diri sendiri yang membuat anda merasa tidak hebat,jelek dan tak berguna.

You Are Special

Posted in Thoughts on 12/15/2011 by Ribka Christ

I really couldn’t care less about what you or others say or think about me!

Now, don’t get me wrong – It’s not that I don’t want to be liked or well thought of. But I’ve decided that what you think or say shouldn’t determine who I am, how I think about myself, or even how I respond to you.

Do you know anyone who worries about what others think, or is still mad at someone else for something they said many years ago? Yeah, me too.

The subject came up recently in our family, as one of our kids was angry at another over something that was said about them. To my wife and me, the person who was angry should have had a sense of humor and just shrugged it off. Instead, he allowed it to consume him, and he sought revenge. It wasn’t big revenge…just little nit-picky stuff that showed he still had a chip on his shoulder.

Years ago, one of my mentors gave me two thoughts on this issue that have guided me to this day. He said:

1. Regard less what others say, do and think, and instead focus on what God says, and what you know to be true. The only thing that matters is the truth.
2. Remember that when you allow yourself to become angry at what someone else says about you or does to you, you give them power and control over you.

I reminded my child aYou are special I Dont Care What They Say About Me!bout a story book we have, written by Max Lucado, called You Are Special. It is about some wooden people called Wemmicks who were made by a woodcarver named Eli.

Most all of the Wemmicks have dots or stars on their bodies, which were put there by others. Stars mean that someone likes you. Dots mean that someone doesn’t. One Wemmick, Punchinello, had a lot of dots, which troubled him greatly.

One day Punchinello met a woman named Lucia. She had no dots or stars. He asked her why not and she said it’s because she goes to see Eli the wood carver every day. She suggested that if Punchinello wanted to get rid of his dots, he should go and see Eli too.

So he goes to meet Eli, and asks him why the dots and stars don’t stick to Lucia. Eli replied that Lucia knows that what Eli thinks about her, as her creator, is much more important than what others think about her.

Then he told Punchinello that the dots and stars only stick if you let them.

Are you letting others have control over you by how you respond to their words or actions? If so, remember that how you think, and what you know to be true, is more important than what others think and do. They only have power and control over you if you let them.

Kahwin Koboi

Posted in Love, Quotes, Thoughts on 12/15/2011 by Ribka Christ

Ramai yang berpendapat bahawa segala sesuatu itu mudah,segera dan ringkas.Persahabatan sedemikian samalah seperti merebus mee sup segera.Cinta segera adakah cinta “sup segera”.Ada yang tak megerti apa dia “kahwin koboi”.Orang yang kahwin Koboi ialah orang terus tidur bersama dan tidak perlu sibuk-sibuk soal majlis perkahwinan.Tapi,masih banyak yang punya cinta yang “kemas dan tersusun”.

I DON’T WANT SOMEONE PERFECT IN MY LIFE……..I JUST WANT SOMEONE REAL~unknown

Pdt. Sammy Lee

Posted in People, Thoughts on 12/08/2011 by Ribka Christ

Di Ambang Akhir Sejarah Dunia
PENULIS: Pdt. Sammy Lee

Bahwa kita sedang hidup di Ambang Akhir Sejarah Dunia, tidak banyak orang yang dapat membantah. Para ahli sains yang bukan Kristen, pakar ekonomi, ekologi dan politik pun selalu mendengungkan kata-kata yang seolah-olah dikeluarkan dari mulut pendeta-pendeta Advent, yakni bahwa dunia ini sedang mendekati keambrukan.

Baik secara ilmu bumi, ilmu kesehatan, ilmu ekonomi, ilmu social, ilmu politik, apalagi ilmu teologi, semuanya menunjukkan bahwa kita sedang semakin hari semakin mendekati akhirnya sejarah dunia. Pemanasan udara, kekurangan bahan makanan dan air minum, penyakit yang semakin memuncak dan mengganas, kejahatan yang semakin marak, mala petaka dan bencana alam yang terus melanda dunia, semua ini tidak henti-hentinya mengamarkan kepada manusia bahwa kita sedang mendekati kiamat dunia seperti yang diramalkan Alkitab.

Nubuatan-nubuatan yang dipaparkan oleh Tuhan Yesus sendiri di dalam Matius 24 sedang digenapi dihadapan mata kita setiap hari.Hanya orang yang tidak waras saja yang akan membantah kenyataan bahwa kita sedang menghadapi kehancuran peradaban umat manusia. Semua peristiwa-peristiwa yang terjadi disekililing kita pada akhir-akhir ini hanyalah merupakan suatu gema khotbah dari pendeta-pendeta dan ulama-ulama di mimbar-mimbar gereja dan mesjid.

Tapi satu nubuatan yang sedang digenapi sekarang ini, ..(Pdt Sammy Lee)
Pemanasan global
Daripada Wikipedia,
Pemanasan global berkaitan dengan peningkatan suhu dunia. Suhu bumi telah meningkat dua darjah dan kadarnya berbeza mengikut benua dan kawasan tertentu. Kajian mendapati kawasan Artik lebih pantas menjadi panas berbanding kawasan lain. Perubahan iklim biasanya berlaku dalam tempoh 10,000 tahun tetapi kini perubahan iklim berubah dalam tempoh 100 tahun sahaja, jarak hanya 2 generasi sahaja.
Suhu bumi meningkat sejak tahun-tahun 90an. Kajian mendapati iklim panas melampau di Perancis, iklim lebih panas di rantau Siberiadan pencairan “permafrost” (lapisan tanah yang kekal beku di rantau paling sejuk) terutamanya di rantau Artik. Ahli sains meramalkan keseluruhan ais laut di Artik akan cair pada musim panas 2099. Litupan ais Greenland dan Antartika Barat akan mencair . Paras laut akan meningkat kira-kira 7 meter secara mendadak.

“Be Angry and Sin Not”

Posted in Forgiveness, Thoughts on 11/27/2011 by Ribka Christ

DRFT_WBTC(Efesus 4;26)~Jika kamu marah,janganlah kamu berdosa.Dan jangan terus marah sepanjang hari
Bible Teaching about Controlling(LOSING)Your Temper and Anger
Bible teaching about anger and controlling your temper: When you are angry, do you blow up, clam up? What guidance do the Scriptures give to control wrath?
Anger and loss of temper are problems that all people face at times. With some the problems are habitual. Is it always sinful to be angry? What does the Bible say about anger, wrath, blowing up, and clamming up? Should we vent our feelings to “get it out of our system”? Can we control our tempers? What guidance does God’s word give in overcoming the temptations of anger?
The purpose of this lesson is to study the Bible teaching about anger.

All of us have problems controlling our temper at times. Some of us have habitual problems.

Let us consider what the Bible says. Is all anger necessarily sinful? Can we control our tempers? What does Jesus offer to help up overcome the habit of losing our temper?

[I have been benefited in this study by counseling materials written by Jay Adams.]
I. The Relationship between Anger and Sin

What is the problem with anger? What is the danger?
A. Bible Examples of Acceptable Anger

Some people assume that Christians should never show signs of a temper. If a Christian raises his voice or becomes visibly upset, some people think or act as though he violated his duty as a Christian. Consider:
God is angry with sin.

Psalm 7:11 – Because He is a just God, God is angry with sinners every day. Surely God’s anger is not wrong. It is proper, for it is even based on His justice.

Many other passages show that God is angry when people commit sin. He will punish sinners in wrath. If God is infinitely righteous yet is often angry, why should we conclude that people are always wrong when they are angry?

[Romans 1:18; 2:5-9; 5:6-11; Ephesians 5:6; Colossians 3:6; John 3:36; etc.]
Moses was angry with sin.

The Bible says Moses was more meek than anyone else on earth (Num. 12:3), yet several times he acted and spoke in great anger.

Exodus 11:4-8 – Moses predicted that God would destroy the firstborn in all Egypt. Moses was acting as God’s spokesman, yet he spoke “in great anger” (v8).

Exodus 32:19-24 – While Moses was on Mt. Sinai receiving the law, Israel worshiped a golden calf. When he saw this, “Moses’ anger became hot” (v19), so much so that other people could see that he was angry (v22). He spoke and he punished the people in anger (cf. vv 25-29).

Numbers 16:15 – When Korah, Dathan, and Abiram led a rebellion against Moses’ leadership, “Moses was very angry.” He spoke in anger (vv 16ff), and even prayed to God in anger.
Jesus was angry with sin.

Mark 3:5 – When Jews condemned Jesus for healing on the sabbath, He looked on them in anger, being grieved at their hardness of heart. Jesus became angry and spoke in anger, even when teaching. Did He sin (Heb. 4:15)?
Other examples of acceptable anger

2 Corinthians 7:11 – In obedience to Paul’s inspired teaching (1 Cor. 5), Corinth had disciplined a fornicator. Paul praised them for their “indignation.” Note that a whole congregation acted in indignation, even disciplined a member in indignation, and were praised for doing so!

Ephesians 4:26 – Be angry, and do not sin. Can we obey this passage? If so, then it is possible to be angry without sinning.

Not everyone who is angry has automatically done wrong. Some anger is justified. But note that every case listed above involves being angry at sin. Sin ought to anger Christians, but we must control our response.

Take care lest you conclude that people have sinned, simply because they became angry. Not all anger is sinful.

[Psalms 119:53; Gen. 31:31; Psalm 2:12; Nehemiah 5:6,7; Mark 10:14 - ASV]
B. The Danger of Anger

James 1:19,20 – Be slow to wrath, because the wrath of man does not produce the righteousness of God. Again, not all anger is forbidden. It does not say to never be angry but to be slow to anger. The problem with anger is what it “produces” or leads to.

Proverbs 14:17 – A quick-tempered man acts foolishly. Not all anger is sinful, but we must take care lest we “fly off the handle,” lose control, and act wrongly. [Prov. 29:22]

Anger can cause us to sin in two different ways:
Anger can cause us to “blow up.”

Some psychologists encourage people to “vent” their anger. If husbands or wives become angry, they are supposed to say whatever they think, because it “gets it out of the system” or “releases tension.” They tell us to allow even little children to throw tantrums, scream, and call parents nasty names.

Proverbs 29:11,20

A fool vents all his feelings, but a wise man holds them back. Do you see a man hasty in his words? There is more hope for a fool than for him.

The problem with anger is that it may lead us to lose control of our conduct and lash out at others with foolish words or deeds that are intended to hurt others and may be regretted later. By contrast, a wise man will control himself, even when he is angry.

The Bible teaches that our words and deeds are controlled by our thoughts. We must learn to control our thoughts and emotions, because harboring sinful thoughts will lead to sinful conduct. [Prov. 4:23; Matt. 15:18ff]

Ephesians 4:31,32

Not all anger is sinful (v26), but we should put away anger that is associated with bitterness, clamor (“loud quarreling” – NKJV ftnt), evil speaking, and malice. It is the opposite of kindness, tenderheartedness, and forgiveness (v32).

Anger is sinful when it leads us to lose control so that, instead of being helpful to others, we become abusive, saying evil or hateful things intended to hurt them. Or we may simply not care about how we affect them. [Col. 3:8ff; 2 Cor. 12:20]

Genesis 4:4-8

Cain is an example. When God rejected Cain’s offering but accepted Abel’s, Cain became angry and killed Abel.

Cain’s anger was wrong, first because Abel had done nothing wrong. Anger at sin may be justified, but Cain was angry at someone who was righteous. Cain was the one who did wrong and was upset because God did not accept his conduct. Second, his anger was wrong because it led him to harm his brother.

[Prov. 19:11; Rom. 12:17-21' Acts 7:54-60; 19:28; James 3:9-12; 1 Peter 3:9; Matt. 7:12]
Anger can cause us to “clam up.”

Ephesians 4:31,32 – Anger and wrath should be “put away” from us, along with bitterness and malice. But instead of putting away their anger, some people just put it inside: they let it build up bitterness and grudges. They may not say anything, but their hearts are full of malice and a desire to hurt others.

Ephesians 4:26 – Do not let the sun go down on your wrath. Instead of letting anger build up, we should get rid of it. One who “clams up” violates this part of the passage. He may not lash out to hurt others, but neither does he work constructively to eliminate the cause of his anger. He just lets it build up.

James 1:19 – Let every man be swift to hear, slow to speak, slow to wrath. Note that it says be slow to wrath and slow to speak, not “refuse” to speak.

Leviticus 19:17,18 – Hating our brother and holding a grudge against him in our heart violates the law of loving our neighbor as ourselves (which is also a New Testament law). To avoid this, rebuke him: talk to him about his wrong.

Some view clamming up as the only solution to blowing up. You don’t say or do anything harmful (at the time), but you hold bitterness in your heart, plotting harmful things to say and do! Both responses violate the pattern.

In fact clamming up is often what leads to blowing up! The pressure builds till finally we lash out with cruelty and malice. When we learn to deal with anger properly, we can avoid both clamming up and blowing up.

Note that both kinds of anger tend to become habit. We practice them so often that they become ingrained in our character and very difficult to overcome. This leads to our next point.

[Matt. 5:21-24; 1 Cor. 13:5]
II. Ability to Control Anger

Anger can be controlled. Jesus was angry at times and was tempted in all points like we are, but He did not sin (Heb. 4:15). He controlled His anger, and we can control ours. The examples of Moses and others who were angry without sinning show that anger can be controlled.
A. God Commands Us to Control Our Anger.
Many passages command this.

Ephesians 4:26 – Be angry and sin not.

Proverbs 29:11 – A fool vents his feelings, but a wise man holds them back. We should not clam up, refusing to say what needs to be said, but we should control our anger: hold it back.

Proverbs 16:32; 25:28 – He who is slow to anger and rules his spirit is better than one who captures a city. You can restrain your spirit, and God commands you to do so.

Many other passages refer to this as “self control,” an essential characteristic of Christians. Every passage that commands self control is a passage that tells us we can and should control our tempers (1 Corinthians 9:25-27; 2 Peter 1:5-8; Galatians 5:22,23).

[Gal. 5:20,23; 2 Tim. 1:7; Psalm 37:8; Prov. 14:29]
We can accomplish whatever God commands us to do.

God does not command the impossible.

1 Corinthians 10:13 – We do not face any temptation that is beyond our ability to handle, including the temptation to lose our temper. God will make a way of escape.

There is never an excuse for disobeying God. To say we cannot control our temper is to say God is not faithful. What we need to do is to look for the way of escape.

There is no excuse for failing to control our temper. God requires it and will judge us for it.

[Philippians 4:13; Psalm 37:5; Eph. 6:10-18; 3:20,21; 2 Cor. 9:8; Josh. 1:5-9.]
B. Experience Shows We Can Control Our Temper.

All of us do control our tempers, when it is important enough to do so.

Consider a mother who has a terrible day. The washer leaks on the floor, kids fight, supper burns, she breaks her favorite bowl, kids track mud on her clean floor. So she explodes, screams at the kids and threatens them. Then the phone rings and it’s her husband’s boss. Suddenly she is quite capable of carrying on a polite conversation.

Dad works on the car. The dealer gives him a wrong part, it won’t go together right, then it won’t run, and a wrench slips and splits his knuckle. He’s screaming and using profanity. Then a car pulls in the driveway; it’s the preacher’s wife come for a visit. Suddenly he is calm and polite.

We can control our anger, when we really want to. If we can control our temper for the sake of other people, why not do it for God? God sees everything we do. Is God important enough to control our anger for?
III. Bible Principles to Help You Control Your Anger
A. Study the Scriptures and Develop a Plan.

Psalms 119:105 – Your word is a lamp to my feet and a light to my path. Surely God’s word will instruct us how to overcome anger.

Matthew 4:1-11 – Jesus dealt with Satan’s temptations by quoting Scripture. Surely this approach can help us overcome the temptation of anger.

Make a list of passages about anger, then study and memorize them. When tempted to lose our temper, quote or read them.

Then, based on those Scriptures, develop a plan of action. This would include some or all of the points below.

[Joshua 1:8; Deuteronomy 6:6-9; Proverbs 3:5,6; 2 Timothy 3:16,17; Ephesians 6:17; Romans 1:16; Hebrews 4:12]
B. Repent and Pray.

A person who is not a Christian must repent and be baptized for remission of sins (Acts 2:38; 22:16; Mark 16:15,16; Romans 6:3,4; 1 Peter 3:21).

But a child of God who sins, whether loss of temper or any other sin, must confess the sin and ask God’s forgiveness.

Acts 8:22 – To be forgiven, we must repent and pray for forgiveness. Some want to remove their problem without admitting it exists. God says confess it and make up your mind to change.

1 Peter 5:7 – Casting all your care upon Him, for He cares for you. We should pray, not just for forgiveness, but for strength to overcome temptation. We should ask God’s help especially when facing temptation.

Luke 6:27,28 – Pray for those who spitefully use us. That includes those who anger us. Praying for others helps us overcome our bitterness and develop an attitude of good will.

However, some will admit they have a problem and may even apologize, but then take no steps to change. Still more is needed.

[Proverbs 28:13; 1 John 1:8-10; Matthew 6:13]
C. Discuss the Problem with Other Christians.

James 5:16 – Confess your trespasses to one another, and pray for one another, that you may be healed. The effective, fervent prayer of a righteous man avails much.

We may also ask advice from others in overcoming the problem. Often others have had the same problem. They can help bear our burden (Gal. 6:2; 1 Thess. 5:14).
D. Avoid Hot-Tempered People.

Proverbs 22:24,25 – Make no friendship with an angry man, And with a furious man do not go, lest you learn his ways and set a snare for your soul. If you associate with people who regularly lose their temper, you become that kind of person. This is especially dangerous, if you already have the problem.

Associating with people who practice sin tempts you to participate. Associating with those who have overcome the problem helps you overcome it.

[Matthew 6:13; Romans 13:14; 1 Corinthians 15:33; 1 Peter 4:3,4; Proverbs 13:20; Exodus 23:2; Psalm 26:5; 2 Corinthians 6:14-18; Ephesians 5:11]
E. Think before You Speak or Act.

James 1:19 – Be slow to speak, slow to wrath.

Proverbs 29:20 – Do you see a man hasty in his words? There is more hope for a fool than for him.

Proverbs 15:28 – The heart of the righteous studies how to answer, but the mouth of the wicked pours forth evil. Don’t clam up, but don’t just pop off whatever comes to mind. Give an answer, but study on it first.

Force yourself to analyze the situation and consider the consequences of what you might say or do. “If I say or do this, will it be good for others, or am I just angry and will regret the statement later?” Count to ten. Maybe take a walk or ask for time to calm down and think. But instead of clamming up, set an appointment: a specific time to discuss the problem later.

Proverbs 15:1 – A soft answer turns away wrath, but a harsh word stirs up anger. Note it does not say clam up and give no answer. Give an answer, but make it calm.

Being calm does not mean we must never speak in a way that expresses anger by tone or volume. The examples we already learned show that such anger is not necessarily wrong. But don’t speak to hurt, get even, or antagonize. Be sure you are calm enough to say what is helpful. And if the other person loses control, then you speak in a way that shows you are under control.

This turns away wrath: not just the other person’s wrath, but your wrath too! When one person gets angry and says something mean, the other tends to respond with something meaner. Then the first must top that, etc. To break the cycle, instead of attacking the other person, calmly say something to help him, not hurt him.
F. Work to Solve the Problem that Angered You.

This may seem obvious, but most angry people do the opposite. We may say we are trying to solve the problem, but really we are trying to hurt the person who angered us. Instead of attacking the problem, we attack the person.
First determine exactly what happened that angered you.

The issue is not who angered you, but what happened to anger you. Learn to distinguish the act from the person. Hate the sin, but love the sinner. Striking out to hurt the person will not solve the problem. Seek to destroy the bad conduct, while helping the person who committed it.

Note: some problems are not worth being angry over. Learn to distinguish serious problems from imaginary or unimportant ones. If the problem is not worth working on, it isn’t worth being angry over. Forget it and go on. If it’s important enough to make you justifiably angry, then use your anger to work on the problem.
Use your energy constructively to solve the problem.

Anger is a natural reaction intended to prepare the body for action. The question is: what action is proper?

* Blowing up and attacking the person who angered you is the wrong action.

* Blowing up and attacking an innocent bystander (yelling at your wife or kids because the boss chewed you out) is worse.

* Holding a grudge (clamming up the anger inside yourself) does not solve the problem.

* The only proper way to “be angry and sin not” is to use your natural energy to work on the problem.
Go talk to the person who caused the problem for the purpose of working out a solution.

Matthew 5:22-24; (Luke 17:3,4) – Being angry without cause is not right; neither is saying cruel, hurtful things. If you have something against someone, or if they have something against you, either way go talk. But talk for the purpose of being reconciled. [Matt. 18:15-17]

Ephesians 4:26 – Don’t let the sun go down on your wrath. Don’t just seethe inside without working on the problem itself. Go work on the problem. This applies on the job, in the church, and in the home.
Speak with genuine concern for others.

Ephesians 4:26,29 – Be angry, but sin not. Speak what is good for necessary edification.

(1) Say what is necessary.

Don’t say just whatever comes to mind or whatever you feel like saying. Don’t drag out all the old wrongs that were supposedly resolved long ago. Don’t just talk on and on and on. Use “no corrupt communication” – no profanity, etc. Say what is needed to solve the problem. If it won’t help solve the problem, don’t say it!

(2) Say what is good and edifies and imparts grace to the hearers.

Speak to help, not to hurt.

[1 Cor. 13:5; Rom. 12:17-21]
Be willing to listen to others.

James 1:19 – Be swift to hear, slow to speak, slow to wrath. Angry people usually want to tell others off and give them “a piece of their mind.” They talk, talk, talk, but never really listen. This is not fair, not good for others, and does not solve the problem. We must be willing to listen.

Matthew 7:3-5 – Why behold the speck in your brother’s eye, when you have a plank in your own eye? In speaking with others, we must consider the evidence that maybe we have been wrong as much or more than they have. Consider their evidence.
G. Apologize to Those You Have Hurt.

Matthew 5:23,24 – In order for God to accept our worship, we must seek reconciliation with our brethren.

Luke 17:3,4 – If discussion demonstrates we have been wrong, we must say, “I repent.” Apologize. “I was wrong. I am sorry. Please forgive me.”

If everyone who needs to do this would do it today, many families would be reconciled, many church members would be reconciled, many friends and neighbors would be reconciled.

Some church members have wronged God and the whole church in ways that are openly known. They need to publicly express their repentance to the whole church.
Conclusion

As with all sins, God does not just tell us what to quit. He also tells us what to do to correct our problem. Anger is often a deep-seated habit, but anyone can overcome it by diligent application of God’s pattern.

Have you done what you should to be forgiven of your sins? Is there someone you have harmed in anger? Are there sins against others you need to make right? Are there known errors that you need to make right before the whole church? If so, do it today.

Satu Tanda Baptisan

Posted in Holy Spirit, Iman/Faith, Leadership, Prayers, Spiritual, Testimonies, Thoughts on 11/23/2011 by Ribka Christ

Baptisan Roh Kudus mengambil latar belakang peristiwa Pentakosta di dalam Kisah Para Rasul pasal 2. Alkitab mencatat, saat itu Roh Kudus turun dan terlihat berupa lidah-lidah seperti nyala api dan ketika para rasul dipenuhi dengan Roh Kudus, mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa asing, tujuannya adalah agar Injil yang diberitakan dapat dimengerti oleh bangsa-bangsa lain yang hadir pada saat itu (Kis. 2:7-13).Baca: Kisah Para Rasul 1:6-8

…tetapi kamu akan menerima KUASA, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8).
Pencurahan Roh Kudus/turunnya Roh Kudus selalu berkaitrapat dengan lidah-lidah api/penerimaan bahasa roh.Murid-murid Yesus yang pernah berjalan bersama-samaNya mendapat KUASA setelah pencurahan Roh Kudus.

Saya membaca kesaksian seorang pendeta Inggeris yang menamatkan sekolah telogianya yang berkata bahawa mereka dilarang untuk mempraktikkan bahasa roh selama pembelajaran mereka.Mereka mengganggap pelajaran tentang itu telah berlalu semasa zaman rasul-rasul.Sewaktu dia membaca Kisah Para Rasul dia juga agak terkesan dengan fenomena yang berlaku saat pentakosta.Namun,atasannya memanggil dan menyatakan hal tersebut tidak perlu lagi ketika ini.Akhirnya dia keluar dari sekolah alkitab dan memulai satu gereja yang dalam beberapa waktu berjalan penuh kekeringan.Satu persatu jemaatnya mulai menghilang.Satu ketika anaknya sakit dan seorang pendeta kenalan dari gereja yang mempercayai tentang Roh Kudus dan bahasa roh datang untuk mendoakan anaknya dan sembuh.Namun,pertobatan tentang hal itu terjadi setelah dia sendiri sakit dan dijamah oleh Roh Kudus.Dia menyatakan betapa penting berdoa dalam Roh Kudus.Satu hal yang amat berguna bagi saya dari kesaksiannya ialah berdoa dalam bahasa roh penting untuk meneutral fikiran bawah sedar kita yang mungkin bercelaru dan bertukar normal kembali.”Resting in Spirit”.

Saya melihat di ayat ini SAAT ROH KUDUS TURUN DAN TERLIHAT BERUPA LIDAH-LIDAH SEPERTI NYALA API…..(PETANDA ROH KUDUS TURUN ATAS KITA).

Saya membaca terlalu banyak percanggahan tentang doktrin gereja-gereja,namun saya lebih tertarik dengan membaca sejarah gerakan pentakosta.Sewaktu saya membaca kisah Petrus sewaktu mengikuti Yesus ,saya melihat kekurangan yang jelas sewaktu ia berjalan mengikuti Yesus namun kurang percaya.Sampai saat PENTAKOSTA ia menerima Roh Kudus ia berubah menjadi seorang yang LUAR BIASA BERANI untuk memberitakan FIRMAN ALLAH.Mengikuti Yesus namun belum dibaptis dalam Roh Kudus satu hal yang berbeda.Saat Rasul Petrus mengikuti Yesus ia juga belajar dan mempraktikkan hal-hal yang dilakukan Yesus seperti mengusir syaitan dan lain-lain.Tapi kita melihat kekurangannya tampak jelas saat ia berjalan di atas AIR.Ia ketakutan,dan Yesus berkata bahawa dia kurang percaya.Kurnia Bahasa Roh khusus untuk ketidakpercayaan kita.Saya berpendapat bagaimanakah kita pasti kita dibaptis Roh Kudus jika tidak mengenal Bahasa Roh Kudus.Saya menulis berdasarkan pengalaman peribadi.

Saya dibaptis air dan mengganggap itu akhir segalanya.Saya boleh bercakap tentang Yesus,berdoa dan membaca tentang Yesus.Namun,saat badai datang saya kurang percaya dan saya mendengar Yesus berbicara dan berdoa di dalam bahasa yang saya tidak mengerti.Kemudian,saya menerima kurnia untuk mengerti dan menterjemahkannya baik dalam ungkapan dan tulisan.Saya percaya untuk mencapai tingkat pelajaran yang yang seterusnya seorang murid tidak boleh melangkaui pelajaran sebelumnya.Sebagai contoh untuk masuk tingkatan 3 seorang murid tidak boleh tidak harus melalui pelajaran di tingkatan dua.

Saya mengerti dan yakin bahawa itu Kurnia Roh Kudus.Saya percaya orang-orang agak keliru apakah dia telah menerima Roh Kudus perlu juga satu TANDA yang jelas dari Roh Kudus.Maka,jangan takut jika anda akan menerima Kurnia Bahasa Roh Kudus.Saya percaya gereja yang bergerak ke arah kesempurnaan tidak menghilangkan satupun daripada Karakterisme Roh Kudus.

Kis 19:3-6 Bahasa Roh
Saya percaya mereka yang merasa diri pemimpin harus memiliki tingkat kemampuan seperti Paulus…karena anda tentu tidak dapat berdoa dalam waktu yang lama dengan akal budi kecuali dalam roh.Paulus seorang yang yakin akan kepercayaan dan imannya kelihatan bercakap tinggi tentang teman-temannya dan berterus terang tentang apa harus diperkatakannya.

Salah satu karunia yang menonjol berkaitan dengan kehidupan doa Paulus adalah bahasa roh. Ia sendiri mengakui hal itu, katanya kepada jemaat di Korintus: “Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari kamu semua.” (1 Korintus 14:18)
Kenapa Paulus harus berdoa dalam roh jika dia tidak mengizinkan bahasa roh?Saya yakin Paulus membenarkan bahasa roh dan menekankan tentang perlunya kesempurnaan Iman,Kasih dan Pengharapan.Berdoa dalam Roh disebutkan tiga kali dalam Kitab Suci. 1 Korintus 14:15 mengatakan, “Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” (1 Korintus 14:15). Efesus 6:18 mengatakan, “Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” Yudas 20 mengatakan, “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.” Jadi apa itu berdoa dalam Roh?

Kata Bahasa Yunani yang diterjemahkan “berdoa dalam” dapat memiliki beberapa makna. Kata itu dapat berarti “dengan cara,” “dengan pertolongan,” “dalam dunia,” dan “dalam hubungan dengan.” Berdoa dalam Roh bukan menunjuk pada kata-kata yang kita ucapkan. Sebaliknya, itu menunjuk pada bagaimana kita berdoa. Berdoa dalam Roh adalah berdoa sesuai dengan pimpinan Roh. Itu adalah berdoa untuk hal-hal yang Roh mau kita doakan. Roma 8:26 memberitahu kita, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

19:3 Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.”
19:4 Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.”
19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, TURUNLAH ROH KUDUS ke atas mereka, dan MULAILAH mereka berkata-kata dalam BAHASA ROH dan bernubuat.
Ayat di atas menekan tentang harus PERCAYA kepada DIA(YESUS)dan dibaptis Roh Kudus.1 Yohanes 5:7 Sebab ada tiga a yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Kurnia bahasa roh sebagai tanda bagi orang-orang yang tidak percaya.Jika murid-murid Yesus memerlukannya,satu pertanyaan saya adakah kita ini lebih BERIMAN daripada murid-murid Yesus yang pernah berjalan bersamaNya dan tidak perlu sebuah kurnia untuk membangkitkan iman percaya kita?
Adakah kita cukup berani mengatakan kita PERCAYA jika kita tak berani menggunakan bahasa yang Roh Kudus beri kepada kita?TANDA-TANDA ini akan menyertai orang-orang yang PERCAYA: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang BARU bagi mereka, (Markus 16:15-17). ~Ribka Christ

Untuk Gereja Pentakosta di Indonesia, lihat Gereja Pantekosta di Indonesia.
Gereja-gereja Pentakosta atau Pentakostalisme (aliran Pentakosta) – yang di Indonesia sering disebut juga Pantekosta – adalah sebuah gerakan di kalangan Protestanisme yang sangat menekankan peranan karunia-karunia Roh Kudus. Aliran ini sangat mirip dengan gerakan Karismatik, namun gerakannya muncul lebih awal dan terpisah dari gereja arus utama. Orang Kristen Karismatik, setidak-tidaknya pada awal gerakannya, cenderung untuk tetap tinggal di dalam denominasi mereka masing-masing.

Secara ringkas, Gereja Pentakosta memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:

Sangat menekankan keyakinan akan peranan Roh Kudus dan karunia-karunia Roh Kudus di dalam kehidupan sehari-hari para pengikutnya.
Pembaharuan infrastruktur ibadah, antara lain lagu-lagu rohani yang digunakan lebih modern dibandingkan dengan lagu-lagu lama yang bernuansa Gregorian.
Gereja mengizinkan peran kaum perempuan dalam pelayanan.
Desakralisasi hubungan antara imam dan jemaat yang lebih ditekankan pada nilai kekeluargaan, sehingga jauh dari kesan kesenjangan tingkat kerohanian.
[sunting] TeologiSecara teologis, kebanyakan denominasi Pentakosta tergabung dalam evangelikalisme, artinya mereka menekankan bahwa Alkitab itu sepenuhnya dapat dipercaya, hingga pada tingkat ineransi (tidak mengandung kesalahan) dan orang harus bertobat dan percaya kepada Yesus. Orang Pentakosta berbeda dengan orang Fundamentalis karena mereka lebih menekankan pengalaman rohani pribadi.

Orang Pentakosta memiliki pandangan dunia yang trans-rasional. Meskipun mereka sangat memperhatikan ortodoksi (keyakinan yang benar), mereka juga menekankan ortopati (perasaan yang benar) dan ortopraksis (refleksi atau tindakan yang benar). Penalaran dihargai sebagai bukti kebenaran yang sahih, tetapi orang-orang Pentakosta tidak membatasi kebenaran hanya pada ranah nalar.

Dr. Jackie David Johns dalam bukunya tentang kepemimpinan formatif Pentakosta, menyatakan bahwa Alkitab mempunyai tempat yang khusus dalam pandangan dunia pentakostal karena Roh Kudus selalu aktif di dalam Alkitab. Bagi Dr. Johns, pertemuan dengan Alkitab adalah pertemuan dengan Allah. Bagi orang Pentakosta, Alkitab adalah referensi utama bagi persekutuan dengan Allah dan pedoman untuk memahami dunia.

Salah satu ciri paling utama yang membedakan Pentakostalisme dengan Evangelikalisme adalah penekanannya pada karya Roh Kudus. Bahasa Roh yang juga dikenal dengan glossolalia, adalah bukti normatif dari baptisan Roh Kudus. Beberapa gereja Pentakosta utama juga meyakini bahwa mereka yang tidak berbahasa Roh belum menerima berkat yang mereka namakan baptisan Roh Kudus. Klaim ini unik bagi kaum Pentakosta dan merupakan salah satu dari sedikit perbedaannya dengan teologi Karismatik.

Beberapa pendeta dan anggota gereja mengakui bahwa seorang percaya mungkin mampu berbahasa Roh, tetapi karena berbagai alasan pribadi (misalnya, karena kurangnya pengertian), mereka tidak melakukannya. Hal ini terjadi apabila seorang percaya dipenuhi oleh Roh Kudus, tetapi tidak memperlihatkan apa yang disebut “bukti fisik awal” dalam bentuk berbahasa Roh. Namun hanya sedikit orang yang berpandangan seperti ini.

Para kritikus gerakan ini menyatakan bahwa doktrin ini tidak cocok dengan kritik Paulus terhadap gereja perdana di Korintus yang sangat menekankan bahasa Roh (lih. 1 Korintus, ps. 12-14 dalam Perjanjian Baru. Para pendukungnya mengatakan bahwa posisi Pentakostal sangat erat dengan penekanan Lukas dalam Kisah Para Rasul dan mencerminkan suatu hermeneutika yang lebih tajam.

Dr. Dale A. Robbins menulis sehubungan dengan keyakinan karismatik bahwa sejarah Gereja menolak pendapat bahwa karunia-karunia karismatik menghilang tak lama setelah masa para rasul. Dr. Robbins mengutip seorang bapa Gereja mula-mula, Ireneus (l.k. 130-202) yang menulis sbb. “… kami mendengar banyak saudara di gereja yang memiliki karunia-karunia bernubuat, dan yang berbahasa Roh, dan yang juga menyingkapkan berbagai rahasia manusia demi kebaikan mereka sendiri [pengetahuan]…”. Dr. Robbins juga mengutip tulisan Ireneus berikut ini, “Ketika Allah menganggap perlu, dan ketika gereja banyak berdoa dan ber-puasa, mereka melakukan banyak perbuatan yang ajaib, bahkan menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal.” Menurut Dr. Robbins, Tertulianus (l.k. 155-230) melaporkan kejadian-kejadian serupa, seperti halnya pula dengan Origenes (l.k. 182-251), Eusebius (l.k. 275-339), Firmilianus (l.k. 232-269), dan Krisostomus (l.k. 347-407).[1]

Keyakinan bahwa orang tidak diselamatkan apabila ia tidak berbahasa roh ditolak oleh kebanyakan aliran utama Pentakosta. Alasan cukup mendasar penolakan itu adalah, bahwa jemaat adalah tubuh yang memiliki peran dan karunia masing-masing.

Sebagian gereja Pentakosta berpegang pada teologi Keesaan yang menolak doktrin Tritunggal (Trinitas) yang tradisional dan menganggapnya tidak alkitabiah. Denominasi Keesaan Pentakostal yang terbesar di Amerika Serikat adalah United Pentecostal Church. Kaum Pentakostal Keesaan ini kadang-kadang juga dikenal dengan “Nama Yesus”, “Kerasulan” atau yang oleh para pengecamnya disebut sebagai orang-orang Pentakosta “Yesus saja”. Hal ini disebabkan oleh keyakinan mereka bahwa para Rasul yang mula-mula itu membaptiskan orang-orang Kristen baru di dalam nama Yesus. Mereka juga percaya bahwa Allah menyatakan diri-Nya dalam berbagai peran, dan bukan dalam tiga pribadi yang berbeda. Namun demikian organisasi-organisasi pentakostal trinitarian yang utama, termasuk Pentecostal World Conference dan Fellowship of Pentecostal and Charismatic Churches of North America menentang teologi Keesaan dan menganggapnya sebagai ajaran sesat. Mereka tidak menerima kelompok ini sebagai anggota mereka. Kelompok Keesaan ini pun memperlakukan hal yang sama terhadap kelompok trinitarian.

[sunting] SejarahGerakan Pentakosta juga menonjol di kalangan gerakan Kesucian yang pertama-tama mulai menggunakan istilah pentakostal pada tahun 1867 ketika mereka mendirikan Perhimpunan Pertemuan Kemah Nasional untuk Pemasyhuran Kesucian Kristen dengan sebuah catatan yang berbunyi: [Kami mengundang] semua orang – apapun juga alirannya … yang merasa terasing di dalam keyakinan kesuciannya agar semuanya secara bersama-sama dapat mewujudkan baptisan Pentakosta oleh Roh Kudus…

Pentakostalisme modern sesungguhnya dimulai sekitar tahun 1901. Pada umumnya gerakan ini diakui berasal pada waktu Agnes Ozman menerima karunia berbahasa roh (glossolalia) pada suatu persekutuan doa di Sekolah Alkitab Bethel di Topeka, Kansas, tahun 1901. Parham, seorang pendeta yang berlatar belakang Metodis, merumuskan ajaran bahwa bahasa roh adalah “bukti alkitabiah” dari baptisan Roh Kudus.

Gerakan Pentakosta muncul di Eropah tapi juga muncul di Amerika Utara sekitar tahun 1906. Gerakan ini awalnya muncul dalam Gerakan Methodis yang berkeinginan untuk kembali kepada kegairahan dan kesederhanaan yang menekankan kembali kepada pertobatan secara mendadak yang menjadi cita-cita dalam kebangunan Methodis dan kesempurnaan Kristen seperti yang dianjurkan dalam Teologi Wesley. Dalam perkembangnya penganut gerakan ini membentuk organisasi tersendiri. Pada tahun 1900 salah seorang tokoh gerakan tersebut, Ch. F. Parham (asal dari Gereja Methodis dan keluar) mengembangkan 3 pokok ajaran yang kemudian hari menjadi ciri gerakan Pentakosta pada umumnya, yaitu tekanan pada eskatologi, pada baptisan dengan Roh dan pada karunia-karunia Roh, khususnya karunia lidah, sebagai tanda seseorang telah menerima baptisan Roh.

Parham meninggalkan Topeka dan memulai pelayanan kebangunan rohani yang membawanya kepada Kebangunan Rohani Azusa Street melalui William J. Seymour yang menjadi muridnya di sekolahnya di Houston. Seymour, karena ia seorang kulit hitam, saat itu hanya diizinkan duduk di luar kelas untuk mendengarkan kuliah-kuliahnya.

Gerakan ini meluas yang dimulai dari Kebangunan Rohani Azusa Street, pada 9 April 1906 di rumah Edward Lee di Los Angeles. Ia menggambarkan pengalamannya dipenuhi oleh Roh Kudus pada 12 April 1906. Pada 18 April 1906, koran Los Angeles Times memberitakan gerakan ini pada halaman mukanya. Pada minggu ketiga April 1906, gerakan yang kecil namun berkembang pesat itu telah menyewa sebuah gedung African Methodist Episcopal Church yang kosong di 312 Azusa Street dan mulai diorganisir sebagai Misi Iman Kerasulan Apostolic Faith Mission.

Dasa warsa pertama Pentakostalisme ditandai oleh kebaktian-kebaktian antar-ras, “… Orang-orang kulit putih dan hitam bergabung dalam gejolak keagamaan,…” demikian laporan sebuah koran setempat. Hal ini berlangsung hingga 1924, ketika gereja ini terpecah mengikuti garis ras (lih. Apostolic Faith Mission). Namun demikian, ibadah-ibadah antar-ras berlanjut selama bertahun-tahun, bahkan juga di daerah-daerah selatan A.S. yang tersegregasi. Ketika Persekutuan Pentakostal Amerika Utara terbentuk pada 1948, organisasi itu sepenuhnya terdiri atas denominasi-denominasi Pentakostal kulit putih Amerika. Karena itu United Pentecostal Church tidak bergabung dan kebijakan antar-rasnya bertahan terus sepanjang sejarahnya. Pada 1994, gereja-gereja Pentakostal yang tersegregasi kembali ke akar antar-ras mereka dan mengusulkan penyatuan kembali secara resmi kelompok-kelompok Gereja Pentakostal hitam dan putih, dalam sebuah pertemuan yang kemudian dikenal sebagai Mukjizat Memphis. Penyatuan ini terjadi terjadi pada 1998, juga di Memphis, Tennessee. Penyatuan gerakan kulit hitam dan putih menyebabkan Persekutuan Pentakostal Amerika Utara ditata ulang menjadi Gereja-gereja Pentakostal/Karismatik Amerika Utara (Pentecostal/Charismatic Churches of North America).

Pada awal abad XX, Albert Benjamin Simpson sangat terlibat dengan gerakan Pentakostal yang berkembang pesat. Pada saat itu para pendeta dan misionaris Pentakostal biasanya dilatih di Missionary Training Institute yang didirikan oleh Simpson. Karena itu, Simpson dan C&MA (sebuah gerakan penginjilan yang didirikan Simpson) sangat berpengaruh terhadap Pentakostalisme, khususnya gereja-gereja Sidang Jemaat Allah dan Foursquare Church. Pengarh ini mencakup penekanan pada penginjilan, doktrin C&MA, nyanyian-nyanyian dan buku-buku karya Simpson, dan penggunaan istilah ‘Tabernakel Injil’ yang berkembang menjadi gereja-gereja Pentakostal yang dikenal sebagai ‘Tabernakel Injil Sepenuh’.

Gerakan ini dengan cepat menyebar ke seluruh wilayah Amerika Serikat dan negara-negara lain. Menurut data, pada tahun 1972 pengikut aliran Pentakosta di seluruh dunia sudah mencapai 20 juta orang. Gereja Pentakosta mempunyai ciri-ciri yang sama di seluruh dunia, antara lain: kebaktian yang serba bebas, pemakaian Alkitab secara ?spontan?, pembangunan jemaat melalui kegiatan kebangunan rohani yang meliputi dorongan untuk bertobat dan hidup suci, dan anggapan bahwa dalam lingkungan jemaat perlu ada karunia lidah dan karunia kesembuhan sebagai tanda-tanda orang percaya.

Sejak akhir tahun 1950-an, gerakan Karismatik, yang sebagian besar diilhami dan dipengaruhi oleh Pentakostalisme, mulai berkembang di kalangan denominasi-denominasi Protestan arus utama, maupun di lingkungan Gereja Katolik Roma. Berbeda dengan “Pentakosta Klasik” yang melulu membentuk gereja-gereja ataupun denominasi Pentakostal, kaum Karismatik bermotokan, “Berkembang di manapun Allah menempatkanmu.”

Di Inggris, gereja Pentakostal pertama yang dibentuk adalah Apostolic Church (Gereja Kerasulan), yang kemudian diikuti oleh Elim Church (Gereja Elim).

Di Swedia, gereja Pentakostal yang pertama adalah Filadelfiaförsamlingen (Persekutuan Filadelfia) di Stockholm. Gereja yang dipimpin oleh Lewi Pethrus ini mulanya adalah sebuah Gereja Baptis, yang kemudian dikeluarkan dari Gabungan Baptis Swedia pada 1913 karena perbedaan-perbedaan doktrin. Saat ini gereja ini mempunyai sekitar 7000 anggota, yang merupakan jemaat Pentakostal terbesar di Eropa utara. Pada tahun 2005, gerakan Pentakostal Swedia mempunyai sekitar 90.000 anggota dengan hampir 500 gereja. Gereja-gereja ini semuanya independen namun mereka melakukan banyak kerja sama. Kaum Pentakostal Swedia sangat aktif dalam melakukan misi dan mendirikan gereja di banyak negara. Di Brazilia, misalnya, gereja-gereja yang didirikan oleh misi Pentakostal Swedia mengaku mempunyai beberapa juta anggota.

Sejarah Pentakostalisme di Australia dicatat dalam buku “Heart of Fire” oleh Dr. Barry Chant (1984, Adelaide: Tabor).

Sejarah Pentakostalisme di Indonesia dimulai lebih terkordinir dengan berdirinya De Pinkstergemeente in nederlandsch indie dicatat dalam buku Sejarah Gerakan “Pentakosta dan Karismatik di Indonesia” oleh David DS Lumoindong. Pada awalnya dengan pelayanan missi dari Weenink Van Loon bersama Johanes Thiessen, John Bernard dari Liverpool, Inggris. Weenink Van Loon Hoofd On-derwyzer (Kepala Sekolah), mereka dari satu persekutuan yang bernama ‚’’De Bond Voor Evangelistie’’ yang membentuk suatu yayasan” De Zendings Vereeniging”. Yayasan ini mengelola/mengasuh sebuah sekolah Kristen yakni Hollands Chineesche school met de Bijbel, sebagai pimpinan Sekolah ditunjuk Wenink Van Loon. Di samping itu, di Kota Temanggung terdapat pula yayasan Zwakzinhigenzorg yg disponsori oleh Pa Van Steur. Yayasan tersebut bergerak di bidang penampungan anak-anak terlantar yang mempu-nyai sebuah Panti Asuhan yang pimpinannya adalah suster M A Van Alt, semua tokoh tersebut ternyata adalah simpatisan Gereja Gerakan Pentakosta yang diperkenalkan oleh John Bernard. Dalam waktu yang hampir bersamaan bulan Maret 1921 datang pula dua penginjil dari,” Bethel Tempel” dari Seatle Amerika Serikat yakni Rev C E Grosbeck dan Rev DR Van Klaveren, keduanya membawa serta keluarganya. Mereka tiba di pelabuhan Batavia dengan menumpang KM Suwa Maru pada bulan Maret 1921. Langsung menuju ke Denpasar Bali, tapi waktu itu oleh pemerintah Hindia Belanda menyatakan bahwa Pulau Bali tertutup untuk penginjilan sebab Pulau Bali telah dijadikan sebagai pulau wisata untuk menarik para pelancong dari luar negeri supaya boleh meningkatkan pendapatan keuangan dari pemerintah yang ada. Oleh karena itu kedua penginjil tadi tidak dapat berbuat banyak sekalipun sempat memberitakan injil di pulau dewata ini tapi hasilnya tidak menggembirakan. Dan pada bulan Desember 1922 keduanya berangkat menuju ke Surabaya. Di Surabaya mereka berpisah, Rev R Van Klaveren menuju Jakarta dan melayani dengan Rev.J Thiessen. Sedangkan Rev Groesbeck tetap di Surabaya dan giat mangadakan penginjilan (Camp Meetings) dan kebanyakan yang hadir di dalam camp meeting itu adalah pemuda-pamuda berdarah campuran Belanda Indonesia. (Ambon, Minahasa, Timor). Kemudian Rev Groesbeck bertemu dengan Rev Van Gesel seorang karyawan BPM di Cepu.Dan mereka bersama-sama bergabung pada persekutuan De Bond Voor Evangelisatie. Ibu Moeke Wynen salah seorang yang aktif pada organisasi ini, dan dialah memperkenalkan penginjil dari Seatle USA ini pada organisasi tersebut. De bond Voor Evangelisatie berpusat di Bandung dan pimpinannya adalah antara lain Wenink Van Loon. Pada tanggal 29 Maret 1923 tibalah di Cepu Rev Johannes Thiesen bersama Wenink Van Loon (pimpinan‚ De bond Van Evangelistie dari Bandung dan mengadakan kebaktian. Yang hadir dalam ibadah tersebut sebagian besar adalah pimpinan dan karyawan BPM Cepu dan keluarga mereka diantaranya SIP Lumoindong, Tn Agust Kops, Tn Win Vincentie, dan lainnya. Kemudian keesokan harinya adalah hari Jumat Agung (Goede Vrijdag) Tanggal 30 Maret 1923 diumumkan akan diadakan baptisan air di daerah pasar sore. Jumlah yang dibaptis pada waktu itu adalah 13 jiwa yang nama-nama mereka sbb: Jan Jeckel, Ny Jeckel, tn F G van Gesel, Ny van Gesel, Ch C De Vriew, Tn Frits Salem Lumoindong, Tn Win Vincentie, Ny Vincentie, Tn Agust Kops, Corie Eiderbrink, Anton Leterman, Tn Sambow Ignatius Paulus Lumoindong, Ny SIP Lumoindong Vincentie. Mereka dibaptis oleh Pdt Thiessen dan Pdt Groesbeck, dalam kebaktian Kebangunan Rohani di Cepu Tanggal 29-30 Maret 1923 itu terjadi pemenuhan Roh Kudus pada mereka yang mengikuti Kebaktian dan acara pembaptisan air. Papa Thiessen dan Wenink Van Loon kembali ke Bandung dan meneruskan pelayanan disana. Sedangkan dari Cepu Api Pentakosta terus menjalar dengan disertai kuasa dan mukjizat – mukjizat ke Surabaya dan hampir seluruh Jawa Timur. Para Pelopor aliran Pentakosta ini membagi wilayah pelayanan mereka. Rev Johannes memilih Kota Bandung sebagai basis pelayanannya. Pada mula pelayanannya di Bandung Rev Thiessen menyewa gedung pangadilan negeri (Landraadzaal) sebagai tempat kebaktian, kemudian pindah ke temapat sekarang jl. Marjuk No. 11 untuk dibangun gedung gereja. Dengan pertolongan Tuhan berdirilah gereja (gedung) Pinkster Beweging yang pertama di Bandung.

Ny.Kawulur seorang yang buta huruf tapi setelah bertobat dan dipenuhi Roh Kudus maka yang sangat bersemangat memberitakan injil melalui buku-buku atau majalah (warta) rohani Pinkstergemeente yang dibagi-bagikan, padahal ia sendiri tidak dapat membaca. Suatu saat ia masuk ke daerah terlarang bagi umum karena lokasi mereka yang berpenyakit Kusta, ia masuk dan membagikan bacaan tersebut. Seorang yang membacanya kemudian bertanya apa benar Tuhan dapat menyembuhkan segala penyakit?. Iapun menjawab ya pasti jika ia percaya. Orang tersebut memintanya untuk mendoakan, karena Ny.Kawulur belum mendalami ajaran kekristenan maka ia hanya menghafal doa bapa kami, maka orang tersebut didoakan dengan doa Bapa Kami. Tetapi ternyata TUHAN tidak mendengar doa orang karena indahnya dan pandainya seorang berdoa tapi melihat iman dan ketulusan. Mujizat ternyata si penyakitan kusta sembuh seketika, hal ini menghebohkan komplex tersebut, pemimpin rumah sakit tersebut kemudian memanggil Ny.Kawulur dan memintanya memanggil pemimpinnya untuk memberi penjelasan. Maka Ny.Kawulur karena masih awam kemudian memanggil hamba-hamba Tuhan dari jawa, mereka datang dan kemudian terjadilah kebangunan rohani besar-besaran, sejak itulah Pinkstergemeente masuk kalimantan. Ny.Kawulur kemudian mengikuti suaminya yang bertugas dan pensiun di Manado, rumahnya disumbangkan bagi Pinkstergemeente, Ny.Kawulur meninggal dengan suaminya anaknya sudah meninggal duluan semasa perang, ia mengangkat beberapa anak diantaranya Paulus Lumoindong seorang pembawa api Pentakosta tahun 1970an yang mengobarkan gerakan karismatik persekutuan doa di Kota Manado.

Louis Johnson dan Arland Wasell berlayar dari Bethel temple dan melayani di Kalimantan, mereka menyeberangi banyak sungai-sungai besar menuju ke pedalaman dari pulau tersebut melebihi dari penginjil-penginjil lain yang pernah lakukan sebelumnya. Tapi akhirnya mereka terpaksa kembali ke Jawa karena Arland Wasell sakit malaria, dan Inice Presho yang memang juru rawat mengasuhnya. Arland hampir tidak mampu sampai ke rumah karena lelahnya perjalanan dengan kereta api dari Surabaya. Ouis Johnson ternyata mengadakan hubungan dengan Eileen English dan bertunangan pada hari Valentin di tahun 1933, yang kemudian diteruskan dengan pernikahan di Magelang dan pesta diadakan di Solo.

[sunting] PemelukChristianity Today melaporkan dalam sebuah artikel yang berjudul “World Growth at 19 Million a Year” (Bertumbuh 19 juta angota di seluruh dunia)[rujukan?] bahwa menurut sejarahwan Vinson Synon, dekan Regent University School of Divinity (Sekolah Teologi Universitas Regent) di Virginia Beach bahwa 25% dari seluruh umat Kristen di dunia adalah Pentakostal atau karismatik.[rujukan?]

Denominasi-denominasi Pentakostal terbesar di AS adalah Assemblies of God (Sidang Jemaat Allah), Church of God in Christ, Church of God (Cleveland), dan United Pentecostal Church.[rujukan?] Menurut sebuah artikel Musim Semi 1980 dari Christian History, ada sekitar 11.000 denominasi pentakostal atau karismatik di seluruh dunia.[rujukan?]

Di AS gereja-gereja Pentakostal diperkirakan mempunyai lebih dari 20 juta anggota, termasuk sekitar 918.000 (4%) penduduk Hispanik.[rujukan?] Jumlah ini mencakup jemaat-jemaat yang tidak berafiliasi, meskipun jumlahnya tidak pasti. Hal ini sebagian disebabkan karena sebagian ajaran Pentakostalisme juga dianut oleh denominasi non-Pentakostal yang dikenal sebagai gerakan karismatik.

Perhitungan konservatif atas penganut Pentakostalisme di seluruh dunia pada tahun 2000 diperkirakan sekitar 115 juta. Perkiraan lain menyebutkan jumlah hampir 400 juta. Sebagian terbesar dari pemeluknya terdapat di negara-negara Dunia Ketiga, meskipun kebanyakan pemimpin mereka masih orang Amerika Utara. Pentakostalisme kadang-kadang disebut sebagai “gerakan ketiga Kekristenan”.

Gereja Kristen terbesar di dunia adalah Yoido Full Gospel Church (Gereja Injil Sepenuh Yoido) di Korea Selatan, sebuah gereja Pentakostal. Gereja ini didirikan dan dipimpin oleh David Yonggi Cho sejak 1958. Pada tahun 2003 anggotanya berjumlah 780.000.[rujukan?]
Gereja Yesus Sejati, adalah gereja pribumi yang didirikan oleh orang-orang Tionghoa di daratan Tiongkok, namun pusatnya sekarang berada di Taiwan. Gereja Kerasulan adalah gereja yang paling cepat berkembang di seluruh dunia.[rujukan?]
Di Indonesia gereja-gereja Pentakosta diperkirakan mempunyai lebih dari 2 juta anggota, gereja-gereja Pentakostal/Karismatik yang utama adalah

Gereja Gerakan Pentakosta (GGP),
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), 600 an ribu
Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia (GPSDI),
Gereja Sidang Pantekosta DI Indonesia (GSPDI),
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS),
Gereja Pentakosta Indonesia (GPI),
Gereja Isa Almasih (GIA),
Gereja Bethel Indonesia (GBI), 500 an ribu
Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD),
Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII),
Gereja Pantekosta Isa Almasih (GPIA),
Gereja Tiberias Indonesia, 20 an ribu
Abbalove Ministries, (GKYT)
Gereja Bethany Indonesia, 20 an ribu
Jemaat Pentakosta Indonesia (JPI),
Gereja Utusan Pentakosta (GUP),
Gereja Duta Injil, (GDI)
Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB),
Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSDI)/ United Pentacostal Church in Indonesia (UPCI)
Gereja Bethel Tabernakel (GBT),
Jakarta Praise Community Church, (JPCC) Gereja Persekutuan Doa Jakarta (GPDJ)
Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSSJA),
Gereja Kegerakan Pantekosta Minahasa (GKPM)
Gereja Segala Bangsa (GESBA)
Gereja Pimpinan Rohulkudus (GPR)
Gereja Cahaya Rohulkudus (GCR)
Gereja Kegerakan Roh Suci (GKR)
Gereja Mawar Sharon (GMS)
Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT)dan lain-lain.
Menurut Christianity Today, Pentakostalisme adalah “iman yang hidup di antara kaum miskin, yang menjangkau ke dalam kehidupan sehari-hari anggotanya, dan menawarkan tidak hanya harapan tetapi juga sebuah cara hidup yang baru.”

Sebuah Renungan.
Ada seorang pemuda yang pernah berkunjung ke rumah saya bercerita tentang pengalamannya mengikuti beberapa kursus alkitab.Dia begitu berghairah untuk belajar.Menurutnya sewaktu bersoaljawab dengan pembicara yang melayani mereka,dia berkata bahawa dia menginginkan berbahasa roh.Di gereja dia terlibat dengan pelayanan musik.Dia kelihatan masih bingung .
(Yoh 5:4.)Saya sedang menggali makna dari kolam Bethesda yang diertikan sebagai kolam KASIH KARUNIA dan merupakan nama yang berhubungan dengan penyembuhan. Didalam Naskah Alkitab Yunani Kuno, namanya sering disalah-artikan untuk dijadikan nama kota Bethsaida. Nama tersebut dikatakan berasal dari bahasa Aram ‘beth hesda’, yang artinya bisa diartikan ‘rumah rahmat’ ataupun ‘rumah anugerah’. Didalam bahasa kuno Syria, istilah asalnya ‘hesdo’ mempunyai dua arti yang berlawanan – berkat dan aib; makna ganda ini boleh jadi dipikirkan sesuai lokasi tersebut tampak sebagai tempat yang dikatakan aib karena kehadiran orang-orang yang cacat, dan juga tempat yang dikatakan menjadi berkat, karena mereka dikaruniai kesembuhan.
Kita dapat membaca tentang seorang yang lumpuh yang menanti bertahun-tahun untuk disembuhkan sewaktu goncangan dikolam Bethsaida.Merenungkan ayat ini saya percaya belas kasihan dan kasih karunia Allah datang jika anda menginginkan dan tetap menantikan Kasih Karunianya.Amen!

Hidup Ini Tidak Bergantung Kepada Nasib

Posted in Isa Al Masih, Thoughts on 11/15/2011 by Ribka Christ

Yer 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Keselamatan adalah PILIHAN.

Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka tersayat, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain,
“Apa yang harus kami perbuat, Saudara-saudara?”
(dapat dibaca in Kisah Para Rasul 2:37)

http://www.umat-kristian.net/

KSI (2000) ©

SABDAweb Kis 2:38
Petrus menjawab, “Kamu masing-masing harus bertobat dan dipermandikan dalam nama Isa Al Masih supaya dosa-dosamu diampuni Allah. Maka Allah akan mengaruniakan kepadamu Ruh-Nya.

Tsunami: mengapa Tuhan membiarkannya?
Orang-orang Yahudi pada tahun 30 Sps.Mas. bertanya kepada diri sendiri, setelah mereka mendengar Petrus berkata tentang Yesus. Kami telah membuat pertanyaan yang sama, bukan sahaja kami, tetapi juga setiap seorang yang menanyai soalan tentang makna hidupnya, tidak kira sama ada dia Ateis, Buddis atau Katolik.

Kami dibesarkan dalam persekitaran yang mempunyai kepercayaan-kepercayaan yang berbeza. Ada juga daripada kami yang dahulu Ateis. Tetapi kemudian kami nampak dan tahu dengan pasti bahawa jalan-jalan yang berbeza tidak menuju kepada tujuan yang sama. Ada banyak jalan yang kita boleh pilih. Banyak orang menawarkan jawapan – mazhab Protestan, Katolik, saksi-saksi Jehova, Adventis, Metodis, Pentekostal, Buddis, Muslim, Ateis, … soalannya:

Manakah jalan yang betul? Apakah kebenaran?

Sering kali kita mendengar jawapan seperti “Setiap orang mempunyai kebenarannya sendiri” atau “Tiada siapa yang betul-betul tahu mengenainya”. Kami pula fikir bahawa pernyataan-pernyataan ini bercanggah dengan fakta, yang menyatakan bahawa satu kenyataan wujud. Sama ada bumi kita adalah satu sfera atau satu cakera. Kedua-duanya sekali adalah mustahil. Realiti ini mutlak, tidak boleh ditukar dan tidak bergantung kepada pemerhatinya. Begitu juga dalam hal-hal agama. Dua perkara yang berbeza dan saling bercanggahan tidak boleh wujud pada masa yang sama, satu bagi anda dan satu bagi saya. Jika Kebangkitan Hidup Semula suatu kenyataan, penjelmaan semula tidak mungkin wujud. Jiwa seseorang tidak boleh memperolehi kedua-duanya di akhirat – sama ada hidup abadi atau penghapusan. Jika kebendaan telah dicipta oleh Allah, kebendaan tidak mungkin abadi atau sentiasa di sana. Mari kita teliti soalan-soalan yang lain, di mana dua jawapan yang bercanggahan pada masa yang sama mustahil: adakah Yesus Allah atau tidak? Adakah Allah mentakdir nasib dan akhirat seseorang sebelum dia dijadikan? Dapatkah seseorang murtad dari Allah? Adakah sifat semula jadi manusia baik atau jahat? Wujudkah neraka?

Tidakkah soalan-soalan ini mencabar setiap seorang yang mahu mengenali Allah supaya mereka membuat keputusan? Dapatkah kita tidak kisah sahaja akan soalan-soalan ini, jika kita betul-betul mahu mengetahui bagaimana kita patut hidup mengikut kehendak Allah?

Untuk menjawab soalan ini, kita tidak perlu wahyu yang baru atau suatu cara tafsiran yang baru. Kami juga tidak berpendapat bahawa kami sumber kebenaran – kami tidak mahu sama sekali bersikap angkuh atau berpendapat bahawa kami sempurna. Tetapi kami berpendapat bahawa kebenaran dapat diperoleh, kerana Yesus telah mendedahkannya kepada manusia.

Bagi sebahagian besar, kebenaran yang mutlak tidak wujud lagi. Relativisme memerintah pemikiran masyarakat kita. Pemikiran ini telah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Mereka fikir setiap pengetahuan hanya boleh relatif betul dan tidak boleh benar secara am. “Apa yang baik bagiku adalah apa yang betul” kata mereka. Jika semua pengetahuan yang relatif ini sah, akhirnya kita tidak perlu lagi kisah apa-apapun. Ukuran bagi baik dan jahat, betul dan salah tiada lagi. Setiap keperluan dan keinginan boleh dipenuhi. Sesiapapun boleh melukis syurganya bagi diri sendiri dengan warna-warna mengikut kehendak dan nafsunya. Dia mencipta agamanya sendiri yang sesuai bagi situasinya. Jika ini berterusan, agama akan dilihat sebagai satu cabang seni seperti fesyen, di mana orang ramai dipengaruhi oleh tren, dan sebaliknya, tren dipengaruhi orang ramai.

Tetapi jalan Allah berbeza:

“Lalu kata Yesus kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8,31-32)

Dalam pandangan Allah, sesiapa yang tidak bertanya akan kebenaran tidak bebas. Dia mahu memerdekakan kita daripada nafsu dan dosa seks, rasa megah diri dan cemburu, rasa rendah harga diri dan kesombongan, keangkuhan dan kehendak untuk menonjolkan diri kepada orang lain. Dia mahu memerdekakan kita daripada pengajaran salah yang menggunakan cara-cara menyelamatkan diri yang menjadikan kita lebih tertumpu pada diri sendiri. Dia mahu juga memerdekakan kita daripada pemikiran salah yang dilihat sebagai “Kristen”, di mana mereka aktif melibatkan diri untuk keadilan sosial, tetapi mengabaikan hal-hal rohani, seperti menentang dosa dan mengejarkan kekudusan. Dia mahu memerdekakan kita daripada pengajaran yang memberitakan pengampunan Allah tanpa mengundang mereka menjadi murid-murid Yesus. Dia memerdekakan kita juga daripada pengajaran yang menjanjikan kasih Karunia Allah tanpa menyebut tentang kepercayaan dan ketaatan yang diperlukan. Sebab itu, kami mahu juga mencari pengajaran dan kehendak Allah yang sebenarnya, dan hidup mengikutinya.

Pencarian ini telah membawa kami kepada soalan berikut:

Allah mahu saya menggunakan masa saya untuk apa? Bagaimana rupa persekutuan Kristen?

Rupa situasi pada masa orang-orang Kristen yang pertama begini:

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. … Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati …” (Kisah Para Rasul 2:42,46)

Berkumpul dan bertekun dalam pengajaran setiap hari adalah suatu hal yang biasa bagi orang-orang Kristen pada masa itu. Ini menunjukkan minat dan kasih mereka kepada Allah dan saudara-saudaranya. Begitu juga kehendak kami: kami mahu berkongsi hidup bersama-sama dengan saudara-saudara iman, membaca Alkitab bersama-sama, berkongsi sukacita, kekhuatiran dan perjuangan rohani. Oleh itu, kami sangat bersyukur kerana kami hidup dalam masa yang mempunyai prasarana pengangkutan dan masa pekerjaan yang baik (dahulu, mereka perlu bekerja lebih lama daripada kita hari ini) yang membolehkan kami bertemu hari-hari. Pertemuan setiap hari adalah satu penyataan kasih sayang. Ini juga satu kesan daripada kehendak untuk hidup dengan iman, untuk mencurahkan diri dan masa bagi Allah dan saudara-saudara – kami menggunakan masa kami bagi apa yang penting bagi kami.

“Jikalau seseorang berkata :”Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, kerana barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” (I Yohanes 4:20-21)

Persekutuan yang intensif ini banyak membantu kita dalam perjuangan rohani kerana kita dapat saling mendorong dan menguatkan semangat kita. Dengan itu, kita dapat mengamalkan apa yang tertulis dalam Surat kepada orang Ibrani 3:13:

“… tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya kerana tipu daya dosa. ” (Ibrani 3:13)

Kami tidak mahu suatu hubungan yang aman mesra tetapi cetek ataupun hubungan yang cuba memaparkan imej yang baik tetapi tidak benar. Sebaliknya, kami mahu saling mengaku dosa-dosa dan kelemahan-kelemahan kami dan saling membantu mengejar kekudusan.

“… sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34)

Kami mahu hidup dalam kasih ini bukan sahaja pada hari Ahad ataupun hari perayaan, tetapi setiap hari; bukan sahaja dengan kawan-kawan, tetapi dengan setiap orang yang mahu hidup dalam kebenaran.

Just a Thought

Posted in Humor Words, Thoughts, Wise Words on 06/19/2011 by Ribka Christ

Yeremia 12:5 TUHAN berkata, “Yeremia, jika engkau menjadi lelah berlomba dengan manusia, mana mungkin engkau berlomba dengan kuda? Jika di tanah yang aman engkau ketakutan, apakah yang akan kaulakukan apabila kau berada di hutan belukar di tepi Yordan?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.