“PERJANJIAN ABRAHAM”

 

YAHWEH segera menegaskan Perjanjian-Nya dengan Abraham dengan SUMPAH YANG TERMASYHUR itu! Perhatikanlah:“Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri-demikian firman Tuhan-Karena engkau (Abraham) telah  berbuat demikian,dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,maka Aku akan memberkati engkau.Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

(Kejadian 22:15-18).

….’Olehmu segala bangsa akan diberkati”(Galatia 3:8).Jadi mereka yang hidup dari iman,merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Yesus Kristus telah membuat ini,supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain. 

Juga Zakharia,pamam Yesus,menyebut kedatangan kemenakannya itu sebagai bukti bahwa Yahweh telah mengingat “perjanjian-Nya yang kudus,yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham,bapa leluhur kita.”

Lalu Zakharia meningkatkan pengharapan itu ketika ia menyamakan kedatangan Yesus sebagai “Surya pagi dari tempat yang tinggi untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut”(Lukas 1:72,73,78,79).

Kalau orang menyinggung bangsa-bangsa yang “diam dalam kegelapan” dan “dalam naungan maut,” maka bagi orang Yahudi biasanya itu berarti bangsa-bangsa bukan Yahudi (lihat Matius 4:15,16).

Simeon yang sudah tua,yaitu seorang Yahudi yang saleh,bertemu dengan Yusuf,Maria,dan Yesus yang ketika itu masih bayi,di Bait Allah di Yerusalem.Pada pertemuan itu Simeon menyebutkan secara jelas dan penuh perasaan maksud yang lebih luas dari kedatangan Mesias,dengan menyatakan di hadapan Yahweh:

“Mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu,yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,yaitu TERANG yang menjadi pernyataan bagi BANGSA-BANGSA LAIN dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel”(Lukas 2:30-32).

Maka sungguh cocok,bahwa dalam tubuh Yesus sendiri ada sedikit darah keturunan bangsa yang bukan Yahudi-yaitu darah keturunan yang membuat setiap orang Yahudi patut bangga!Rahab,pelacur Kota Yerikho yang telah melindungi mata-mata berbangsa Ibrani sebelum peristiwa termasyhur berupa jatuhnya kota kuno itu,kemudian menikah dengan seorang Ibrani bernama Salmon,dan bersama dia ikut membentuk garis keturunan YesusKristus (Matius 1:5).

Begitu pula Rut,seorang wanita dari suatu daerah bukan-Yahudi yang dianggap hina,yaitu Daerah Moab,telah menikah dengan putra Salmon dan Rahab yang bernama Boas,dan dengan demikian juga menjadi seorang “ibu” Yesus (ayat 15).Selain Maria,ibunda Yesus,hanya tiga orang wanita yang disebut namanya dalam Matius 1 dan Lukas 3 sebagai bagian dari silsilah yang didominasi oleh pria.Dan kesemuanya adalah ketiga wanita bukan-Yahudi yang mengambil bagian dalam garis keturunan MesiasRahab,Rut,dan Tamar.

Allah telah memakai sebuah titah seorang kaisar yang bukan Yahudi(Kaisar Agustus) untuk memastikan Yesus lahir di Betlehem,Kota Daud dan memenuhi nubuat nabi Perjanjian Lama (Mikha 5:2).

Tiga orang majus yang cendekiawan dari Timur Tengah,yang jelas bukan orang Yahudi,ada di antara orang-orang yang pertama-tama merayakan kelahiran Yesus (Matius 2:1).

Yesus memulai pelayanan umum-Nya di bagian Galilea yang mayoritas penduduknya bukan –Yahudi!Berpindahnya sejumlah  besar orang yang bukan-Yahudi ke sebuah wilayah di Galilea yang dikenal sebagai Dekapolis(Sepuluh Kota) merupakan salah satu sebab mengapa orang-orang Yahudi di Yudea merasa sangat yakin bahwa tak akan ada nabi yang tampil dari Galilea.Dan di samping itu,Galilea terletak pada perbatasan Daerah Samaria yang namanya tidak baik dan penduduknya peranakan itu!Jadi Galilea tidak disebut wilayah yang unggul.

Namun,Yesus menghormati daerah itu dengan memberi khotbah-khotbah umum-Nya yang PERTAMA di situ!.

Matius,seorang dari murid-murid Yesus,mencatat fakta itu sebagai pemenuhan keterangan Nabi Yesaya tentang “Galilea wilayah bangsa-bangsa lain”,..(Matius 4:15,16 & Yesaya 9:2).

Keputusan tak dapat ditarik balik kembali! Walaupun ada tekanan dan kritik yang keras (termasuk juga dari murid-murid-Nya sendiri),Yesus harus menjaga agar pelayanan-Nya tetap sesuai dengan sifat TERBUKANYA yang telah ditetapkan sedemikian sejak awal mulanya.Sebagai Orang bagi segala bangsa,maka mata-Nya,telinga-Nya,tangan-Nya,dan hati-Nya akan selalu memberi perhatian sepenuhnya baik kepada bangsa yang bukan-Yahudi dan Samaria,maupun kepada orang Yahudi,yaitu bangsa-Nya sendiri.Dan Ia mengharapkan agar murid-murid-Nya mengikuti teladan-Nya itu!

Jutaan orang Kisten tahu,tentu saja,bahwa Yesus pada akhir pelayanan-Nya memberi perintah ini kepada murid-murid-Nya, “Pergilah,jadikanlah SEMUA BANGSA MURID-KU”  (Matius 28:19)

…Dengan khidmat kita menghormati perintah terakhir yang sangat luar biasa ini,dengan memberikan JUDUL YANG MULIA:AMANAT AGUNG.

Bacalah selayang pandang keempat Injil itu sampai selesai,maka Amanat Agung itu nampaknya seperti semacam gagasan yang timbul pada saat terakhir,yang dilampirkan dengan jepitan kertas pada akhir ajaran-ajaran Yesus yang terpenting tanpa memberi cukup peringatan kepada murid-murid-Nya.

Betapa seringnya kita orang-orang Kristen telah membaca keempat Injil itu tanpa melihat FAKTA-FAKTA yang relevan dan melimpah-limpah yang diberi oleh Allah dan membuat kita menarik kesimpulan penting berlawanan dengan yang tersebut di atas.

PERTEMUAN-PERTEMUAN DENGAN ORANG-ORANG BUKAN YAHUDI

“Pertemuan dengan Perwira Romawi”

Pertemuan dengan seorang perwira Romawi (Matius 8:5-13) seorang yang bukan Yahudi,mendapatkan Yesus untuk menolong hambanya yang sakit lumpuh.Untuk kali itu orang-orang Yahudi mendesak Yesus supaya memenuhi permohonan itu. “Ia layak Engkau tolong,sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami,”kata mereka.

Sebenarnya mereka mengatakan bahwa seandainya perwira itu tidak menolong mereka dengan cara itu,Yesus pun tidak perlu menolong dia maupun hambanya yang malang karena lumpuh itu!Mereka hanya mengingat kepentingan mereka sendiri saja! Tak mengherankan bahwa berkali-kali Yesus mengeluh.

(Matius 17:17)Yesus menjawab perwira itu demikian, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Kemudian sang perwira itu mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak terduga:

“Tuan,aku tidak LAYAK menerima Tuan di dalam rumah-Ku,katakan saja sepatah kata,maka hambaku itu akan sembuh.Sebab aku sendiri seorang bawahan,dan di bawahku ada pula prajurit.Setelah Yesus mendengar hal itu,heranlah Ia,” tulis Matius.Apakah yang begitu mengherankan?

Pengalaman militer perwira telah mengajarkan kepadanya hal kekuasaan.

(Sebagai air selalu mengalir menuruni bukit,begitu pula kekuasaan selalu mengalir menuruni eselon (rantai kepimpinan).Perwira itu melihat bahwa Yesus hidup dengan penyerahan yang sempurna terhadap Allah;sebab itu Yesus pastilah mempunyai kekuasaan yang sempurna dan kemampuan mutlak  untuk memberi perintah kepada tubuh seorang hamba yang sakit supaya menyesuaikan dirinya kepada keadaan yang sehat!.

“Aku berkata kepadamu,” kata Yesus, “sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seroang pun di antara orang Israel!”

Yesus memanfaatkan peristiwa itu untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa orang-orang yang bukan Yahudi mempunyai potensi yang sama besarnya untuk iman seperti orang-orang Yahudi!Dan mereka sama-sama berhak untuk mendapatkan rahmat Allah!

“Pertemuan dengan Wanita Kanaan dari Daerah Tirus dan Sidon”

Beberapa waktu kemudian,seorang wanita Kanaan dari daerah Tirus dan Sidon memohon belas kasihan Yesus bagi putrinya yang dirasuk setan.Mula-mula Yesus berpura-pura tidak peduli.Murid-murid-Nya,yang pasti senang melihat Mesias mereka tidak menghiraukan seorang dari bangsa lain yang mengganggu ketentraman mereka,langsung menyetujui sikap Yesus yang mereka kira adalah ungkapan perasaan-Nya yang sebenarnya. “Suruhlah ia pergi,” kata mereka, “ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”

“Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel,”kata-Nya kepada wanita itu.Tanpa mau menyerah kalah,wanita Kanaan itu berlutut di dekat kaki Yesus sambil terus memohon,”Tuhan,tolonglah aku!

“Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak”-metafora untuk berkat Allah kepada orang Yahudi,sesuai dengan “baris atas”.Lalu ditambahkan-Nya kata-kata yang kejam ini-“dan melemparkannya kepada anjing!” “Anjing” adalah julukan yaang baku yang diberi oleh orang Yahudi kepada bangsa-bangsa lain,khususnya bangsa-bangsa yang berusaha melanggar kebebasan dan hak istimewa bangsa Yahudi dalam bidang agama.

“Benar,Tuhan,”jawabnya penuh rendah hati,kalau tidak dapat disebut cerdik, “namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya!”(Matius 15:21-27 & Markus 7:26-30) “Hai,Ibu,besar imanmu!”kata Yesus gembira, “maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki!” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

“SIAPAKAH SESAMAKU MANUSIA”

Yesus gemar  menjadikan orang-orang bukan Yahudi suatu contoh dalam kebaikan bagi orang-orang Yahudi.Kisah yang lebih dramatis dalam cerita-Nya mengenai ORANG SAMARIA YANG MURAH HATI.Cerita itu dikisahkan-Nya sebagai jawapan atas sebuah pertanyaan dari seorang ahli hukum Yahudi yang cepat marah dan suka membenarkan dirinya!(Lukas 10:30-34).

SEORANG WANITA SAMARIA YANG MENGUBAH KOTA SAMARIA

Berikut ini ada peristiwa lain yang di mana Yesus langsung melawan arus prasangka yang pada zaman-Nya sedang umum sekali.” Ia harus melintasi Daerah Samaria,” (catatan buku Injil Yohanes 4:1-42)Maka sampailah Ia  ke sebuah kota di Samaria yang bernama Sikhar..Di situ terdapat sumur Yakub.Yesus duduk di pinggir sumur itu.Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air.Kata Yesus kepadanya, “Berilah Aku minum’…Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya, “Masakan Engkau,seorang Yahudi minta minum kepadaku,seorang Samaria?’’

Yesus berusaha menembus rasa benci yang membaja melapisi hati wanita itu,rasa  benci terhadap apa sahaja yang bersifat Yahudi.Perempuan Samaria itu percaya kepadaNya dan bergegas pergi ke Kota dan mengumpulkan semua orang di situ,dan membawa mereka menghadap Yesus.

Rombongan orang Samaria itu makin mendekat,dan lenggang jalan mereka mengingatkan Yesus kepada gandum yang menguning di ladang,yang diayun-ayun oleh hembusan angin.

defaultCAA4YFH3

“Lihatlah sekelilingmu!”kata-Nya kepada para murid-Nya, “dan pandanglah LADANG-LADANG YANG SUDAH MENGUNING dan MATANG untuk dituai” (ayat 35).Orang-orang Samaria?Gandum untuk tuaian Allah?Gandum apa itu?!Begitu ejek oang Yahudi.Alang-alang barangkali,tetapi pasti bukan gandum!Namun dalam pandangan Yesus,Orang segala bangsa itu,orang-orang Samaria dapat menjadi gandum!

Pada kesempatan lain Yesus dan rombongan-Nya mendekati sebuah Desa Samaria,tetapi orang-orang Samaria menolak untuk menyambut Dia,Dua orang murid Yesus,yaitu Yakobus dan Yohanes yang oleh Yesus diberi julukan “anak-anak guruh”karena mereka berdarah panas,langsung naik pitam.

“Tuhan,”kata mereka dengan mendongkol,”apakah Engkau mau supaya api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”Yesus berpaling dan menegur Yakobus dan Yohanes,Ada naskah kuno yang menulis! bahawa Ia berkata,”Kamu tak tahu dari roh apa kamu ini,sebab Anak Manusia tidak datang untuk membinasakan jiwa manusia,melainkan untuk menyelamatkannya” (Lukas 9:51-55).

Selain itu,Yesus menyembuhkan 10 orang kusta di perbatasan antara Samaria dan Galilea.Sembilan di antara mereka bergegas pergi untuk menikmati kesembuhan mereka.Yang kesepuluh kembali kepada Yesus.Dia tersungkur di kaki Yesus dan mengucapkan syukur kepada-Nya”.Kemudian Lukas menambahkan dengan tajam, “Orang itu adalah seorang Samaria!”

Pada suatu hari Yesus mengatakan sesuatu yang sungguh menyinggung perasaan,yaitu bahwa TIGA KOTA BANGSA ASING-yaitu Tirus,Sidon,dan bahkan juga Sodom yang tersohor jahat itu akan jauh lebih baik nasibnya pada hari penghakiman daripada TIGA KOTA YAHUDI yang bernama Khorazim,Betsaida,dan Kapernaum! Mengapa? Karena ketiga kota bangsa asing  tersebut,seandainya mereka menyaksikan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Yesus di Galilea,mereka pasti sudah lama bertobat dan berkabung” (Lukas 10:13).

Demikian pula diperingatkan-Nya orang-orang Yahudi pada zaman-Nya,bahawa orang-orang Niniwe yang belum mengenal Allah itu,pada waktu penghakiman akan “bangkit bersama angkatan ini dan menghukum angkatan ini!”Mengapa?” “Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mendengarkan pemberitaan Yunus!”Sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus.

Yesus juga memperingatkan orang sezaman-Nya,bahwa Ratu  dari Selataan yang belum mengenal Allah itu, “pada hari penghakiman,akan bangkit bersama angkatan ini dan akan menghukumnya juga!” Atas dasar apakah? “Sebab ratu itu datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo,dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo” (Matius 12:41,42).

Lukas adalah penulis sejarah yang mencatat betapa bencinya orang Yahudi di zaman Yesus  mendengar PERBANDINGAN semacam itu.

Lukas 4:16-30

Penduduk Nazaret,kampung halaman Yesus sendiri,telah mendengar laporan mengagumkan yang menjelaskan sampai hal-hal sekecilnya segala mujizat yang telah dilakukan-Nya di kota-kota lain.Maka sudah barang tentu setiap orang Nazaret dengan penuh pengharapan menantikan saatnya Yesus kembali ke Nazaret untuk menunjukkan bakat-bakat yang tak terduga itu,yaitu melakukan mujizat-mujizat.

Lukas menceritakan apa yang terjadi di Nazaret itu:

Menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat,Ia masuk ke rumah ibadat,lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya dan setelah di buka-Nya,Ia menemukan nas,di mana ada tertulis;

“Roh Tuhan ada pada-Ku,oleh sebab Ia telah mengurapi Aku,untuk menyampaikan Khabar baik kepada  orang-orang miskin.”

Kita dapat membayangkan bagaimana Yesus memberi TEKANAN kepada kata “MISKIN” itu,lalu memandang ke sekitar-Nya untuk mengukur tanggapan hadirin yang terdiri dari orang-orang yang menganggap diri mereka sungguh LAYAK untuk menerima hak-hak istimewa yang khusus.

Yesus melanjutkan…”Dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta,untuk membebaskan orang-orang yang tertindas,untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Yesus melanjutkan lagi, “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku:

“Hai tabib,sembuhkanlah dirimu sendiri! Perbuatlah di sini juga, di tempat asalMu ini,segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapenaum!” Aku berkata kepadamu,sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya” (ayat 23,24).

Yesus menimba dari dua kisah lain dalam Perjanjian Lama yang sangat terkenal.Inilah yang pertama:

 “Pada zaman Elia terdapat banyak janda di Israel ketika…bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat,di Tanah Sidon” (ayat 25,26).

Kalau suasana di dalam rumah ibadat itu mulai tak enak setelah gambaran yang pertama itu,maka setelah gambaran yang kedua diucapkan,suasananya benar-benar menjadi gaduh:

“Dan pada zaman Nabi Elisa terdapat banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka ditahirkan,selain daripada Naaman,orang Siria itu” (ayat 27).

Lalu meledaklah suasana di tempat itu!Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu,” tutur Lukas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: