Mengembangkan Sifat Kepimpinan

(“THE SPIRIT OF LEADERSHIP“)

Mengembangkan Sifat Kepimpinan 

Pedang akan ditempa menjadi bajak,dan tombak dijadikan pisau pemangkas…Yesaya 2:4b(Yesaya 13:3…Mereka perkasa,percaya diri dan dapat Ia banggakan…)

Versi -Bahasa Indonesia Sehari-hari

Seorang pemimpin terus-menerus memberi informasi

Pemimpin harus mengingat bahwa orang-orangnya itu haus akan informasi,dan senang apabila kepada mereka diberitahukan perkembangan yang terbaru.“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu,manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. (Amsal 16:24).

Jika seorang pemimpin menerapkan prinsip ini,ia akan mendapati bahwa orang-orangnya akan senang jika mendapat informasi dan mereka akan menjadi sehat-bermotivasi,dengan semangat juang yang memuncak.Salomo menawarkan nasihat tentang jenis-jenis informasi yang berharga.Informasi yang tepat pada waktunya.Seseorang bersuka karena jawaban yang diberikannya,dan alangkah  baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!(Amsal 15:23)-Leroy Eims

Kalau sebelumnya,saya menyebutkan permintaan ibu dari Yakobus dan Yohanes supaya mereka memperoleh posisi pemimpin dalam pemerintahan kerajaan Yesus: berilah  perintah,supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam kerajaan-Mu,yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan seorang lagi di sebelah kiri-Mu. “Sekali lagi,penting untuk diperhatikan bahwa Yesus tidak memarahi mereka atau menolak permintaan mereka untuk menjadi besar sebaliknya,Ia melanjutkan untuk mengajari mereka bagaimana mencapai kebesaran.Saya kira kita kadang-kadang tidak menangkap maksud-Nya.

Pada dasarnya,Ia berkata,”Pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi,tetapi tidak demikian di antara kamu.Barangsiapa ingin menjadi  besar di antara kalian ia harus menjadi pelayan.Ia tidak  berkata, “Jangan mencoba menjadi besar karena itu sombong. Ia tidak mengatakan kepada mereka bahwa keinginan mereka salah.

Sebaliknya,ia mengatakan kepada mereka bagaimana untuk sampai di sana,apa artinya menjadi seorang pemimpin besar.Kita seharusnya ingat bahawa Yakobus dan Yohanes menjadi dua murid kesayangan Yesus.Saya percaya ini karena mereka mempunyai keinginan yang benar,pengejaran yang benar,dan sikap yang benar.

Mereka tidak mau menjadi rata-rata.Mereka tidak mau menjadi pengikut-pengikut.

Saat seseorang datang kepada kita dan berkata bahwa ia ingin melakukan sesuatu yang hebat dan besar,kita biasanya berpikir bahwa  orang ini terlalu ambius dan SOMBONG.Sebenarnya ,ia sedang menjalankan sifatnya yang sejati.

Kadang-kadang,kita bahkan menggunakan agama sebagai pembenaran untuk mengatakan kepada orang lain untuk tidak mencari kebesaran.Tetapi,di sini Yesus pada hakikatnya mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Engkau mau menjadi besar?Kalau begitu,inilah caranya:Layanilah orang lain. ( Dr.Myles Munroe)

Sedikit tempat di Alkitab bagi mereka yang berpikiran SEMPIT yang bahkan tidak terlalu yakin untuk mempercayai Allah,hanya langkah iman kecil saja yang berani mereka ambil.Orang ini tidak bedanya dengan mayat hidup.

Ketidakpercayaaan membuat seseorang yang terkenal menjadi bukan siapa-siapa(tapi terkenal),namun IMAN membuat orang yang bukan siapa-siapa menjadi seseorangnya Allah (yang terkenal).Orang benar akan hidup oleh IMAN.(Rm.1:17;Gal.3:11).Broken Bread-Reinhard Bonke

Anda harus tetap antusias dengan keyakinan pada Allah…(tanpa peduli mau jadi apanya orang lain)( Joel Osteen)-Your Life Is Now.

Celakalah kalian,guru-guru agama! KUNCI untuk membuka pintu PENGETAHUAN disimpan pada kalian,tetapi kalian sendiri tidak mau masuk ke dalam untuk mencari pengetahuan itu.Sebaliknya kalian menghalang-halangi orang-orang yang berusaha masuk ke dalamnya!( versi Bahasa Indonesia Sehari-hari)-Lukas 11:52

Yesus mengecam golongan yang menghalangi kemajuan rohani anak-anak Tuhan terutama dalam mencari kebenaran.

Namun demikian,tidak ada hal-hal baru yang dituntut dari saya oleh orang-orang yang dianggap terpandang-bagi saya tidak ada bedanya kalau mereka terpandang atau tidak,sebab Allah tidak memandang muka.(Galatia 2:6)Allah menyatakan Anak-Nya kepada saya supaya Kabar baik tentang Anak-Nya dapat saya beritakan kepada orang-orang bukan Yahudi.Pada waktu itu saya tidak pergi kepada seorang pun untuk meminta nasihatSaya tidak pergi kepada orang-orang di Yerusalem yang sudah terlebih dahulu dari saya menjadi rasul…(Galatia 1:16-17)

Sebab kalau Allah memilih orang dan memberkati orang itu,Allah tidak pernah menarik kembali apa yang telah dibuat-Nya.Roma 11:29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: