Edom-Benih Kelicikan dan Keangkuhan

Bangsa Edom adalah satu rakyat yang berasal dari keturunan Esau, anak sulung Ishak dan saudara Yakub. Bangsa ini juga dikenal dengan beberapa sebutan lain: Seir, Sela atau Idumai. Ada beberapa ayat di Alkitab yang menggambarkan lebih lanjut mengenai sifat dan perilaku dari bangsa ini.

Rakyat Edom sangat dikenal sebagai orang-orang yang pandai, tetapi mereka sangat angkuh akan kemampuan dan “kebijaksanaan” mereka (Obaja ayat 3). Yang kedua berhubungan dengan perjalanan bangsa Israel dari tanah Mesir ke Kanaan. Di Bilangan 20 diceritakan bahwa bangsa Israel meminta ijin kepada Edom untuk berjalan melalui jalan raya yang terletak di dalam perbatasan Kerajaan Edom; ini merupakan jalan pintas untuk mencapai tanah perjanjian Kanaan.

Permintaan ini ditolak dengan mentah-mentah; bangsa Israel harus berjalan mengelilingi perbatasan Edom untuk mencapai tanah perjanjian. Rencana-Nya tertunda sebagai akibatnya.

Bukankah sifat dan tindak-tanduk dari beberapa umat Kristen seringkali menyerupai ini? Betapa sering kita sekalian bangga akan kepandaian dan hikmat akal-budi kita masing-masing.

Banyak yang sudah mengaku Yesus Kristus sebagai Juruselamat, tetapi masih penuh akan hikmat dunia. Yang lain, telah dapat menghafal Alkitab luar-dalam, tetapi tidak mengenal denyut hati Yesus secara pribadi.

Sudah tentunya semua orang seharusnya mendapatkan pengetahuan sekuler maupun alkitabiah secara mendalam.

Tetapi, marilah kita waspada akan bibit angkuh Edom; janganlah kita sampai penuh dengan “pengetahuan baik dan buruk”, tetapi melalaikan buah kehidupan.

Edom melarang Israel untuk melalui perbatasannya; dengan jelas mereka menunda dan menghalangi janji Tuhan kepada umat pilihan-Nya.

Apakah, melalui tindak-tanduk kita sehari-hari, kita menghalangi kemajuan sesama umat percaya di dalam Yesus Kristus? Apakah kita mengijinkan hak-milik, kemampuan, talenta dan warisan kita untuk digunakan demi penggenapan sepenuh janji-janji Dia untuk umat-Nya?

Kerap kali kita mengeluh bahwa kita “disalah-gunakan” oleh sesama umat percaya. Apakah gunanya anda  berbuah-buah kalau buah-buah Roh itu hanya untuk jadi hiasan ornamen saja?

Tidak hanya Edom menghalangi rencana Tuhan untuk Israel mencapai tanah perjanjian, tetapi beberapa ratus tahun kemudian bangsa ini:

1) Berdiri diam, bahkan mengambil sebagian hasil jarahan, pada waktu Yerusalem (Kerajaan Yehuda) diserang dan dimusnahkan oleh Babylon (Obaja ayat 11).
2) Bersuka-cita akan penderitaan mereka (Obaja ayat 12,13).
3) Mengambil kesempatan dari orang-orang yang berusaha melarikan diri di masa kesusahan mereka (Obaja ayat 14).

Jelaslah bahwa benih Edom adalah benih yang kejam dan licik!!! Tuhan tidak suka dan marah akan apa yang telah diperbuat oleh Edom dan umatnya kepada bangsa pilihan-Nya.

Amarah-Nya kepada  bangsa ini telah dengan sangat gamblang digambarkan di kitab Obaja.
Bagaimana dengan kehidupan rohani kita sendiri? Janganlah kita langsung berpendapat bahwa ini adalah sifat dan tindak-tanduk orang-orang di luar kalangan kristiani ataupun “denominasi” lain.

Apakah sikap kita kepada umat percaya di sekeliling kita ketika mereka sedang mengalami kesulitan?

Pastilah kita dapat melihat dan bercerita panjang-lebar tentang kelicikan-kelicikan yang dilakukan juga oleh orang Kristen atau gereja tertentu.

Tetapi, apakah kita akan terus menggunakan mimbar dan waktu bersaksi untuk sindir-menyindir? Atau, apakah kita siap bertobat, menangisi dan meminta ampun, untuk kesombongan dan kelicikan diri kita masing-masing DAN juga, untuk apa yang telah diperbuat oleh sesama umat percaya?
Firman berkata “… Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.. (Roma 3:23).”

Tetapi, Tuhan yang kita sembah adalah Dia yang Maha Pemurah dan Penyayang.

Marilah kita semua datang ke kaki Yesus untuk meminta ampun akan kesombongan dan kelicikan hati kita. Doa kita adalah agar:

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu (Fil. 4:7-9).”

One Response to “Edom-Benih Kelicikan dan Keangkuhan”

  1. rizuka Says:

    jangan berhenti mencari dan MENGKAJI kebenaran… Semoga Tuhan menuntunmu ke jalan yang lebih terang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: