“God-Breathed”

KEJADIAN 2:7
Allah menghembuskan nafas hidup…demikianlah manusia menjadi makhluk yang hidup.Beberapa kali dalam sebuah kotbah saya mendengar ucapan hamba Tuhan yang kurang lebih seperti ini:“tanpa pembaruan roh dalam diri manusia, manusia tidak ubahnya seperti binatang yang hanya memiliki tubuh dan jiwa saja”.

Ungkapan seperti ini didasarkan pada pemahaman tentang keunikan penciptaan manusia di Kejadian 2:7 yang menyatakan bahwa Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia,sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Mereka menganggap bahwa sebutan sebagai“makhluk yang hidup merupakan hak khusus manusia yang tidak dimiliki ciptaan lain.Mereka juga menafsirkan penghembusan nafas ini dalam arti pemberian roh(aspek rohani)dalam diri manusia.

Ayat yang sering dipakai sebagai dukungan adalah Pengkhotbah 12:7“debu menjadi tanah seperti semula dan roh kembali pada Allah yang mengaruniakan”.

Dari sisi etika,ungkapan seperti di atas jelas kurang sopan dan berpotensi menyinggung perasaan orang lain yang belum mendapatkan“pembaruan roh”dari Tuhan.Dari sisi teologis,ungkapan di atas didasarkan pada konsep trikotomi(manusia terdiri dari tiga bagian:tubuh,jiwa dan roh)yang kurang konsisten dengan ajaran Alkitab.Terlepas dari keberatan dari sisi etika dan teologis ini,kita ingin menyelidiki apakah Kejadian 2:7 harus dipahami seperti dalam ungkapan di atas. Apakah teks ini menunjukkan keunikan penciptaan manusia sebagai makhluk rohani?Bagaimana kita seharusnya memahami Kejadian 2:7 ini?

Tidak dapat disangkal,penghembusan nafas Allah ke dalam hidup manusia merupakan kisah yang unik.Tidak ada makhluk lain yang diciptakan dengan cara yang sama.Beberapa binatang memang diciptakan sama-sama dari debu tanah(Kej 2:19-20), tetapi Alkitab tidak menyatakan bahwa mereka dihembusi nafas Allah.Dilihat dari cara keterangan ini manusia jelas merupakan makhluk yang unik dibanding ciptaan yang lain.

Bagaimanapun,cara penciptaan yang unik di sini tidak menjadikan manusia sebagai makhluk rohani,dibandingkan dengan makhluk lain yang sekedar jasmani.Manusia memang makhluk rohani,tetapi aspek rohani dalam diri manusia ini tidak disebabkan oleh penghembusan nafas Allah.

Manusia menjadi makhluk fisikal dan spiritual karena Allah memang menjadikan mereka seperti itu,namun itu bukan karena penghembusan nafas ini.

Pertama,kata Ibrani neshamah(LAI:TB “nafas”)di Kejadian 2:7 juga dipakai untuk binatang.Kejadian 7:22 menghubungkan neshamah dengan ruah(“roh”/”jiwa”)dalam sebuah kalimat“matilah segala yang memiliki nafas(neshamah)jiwa(ruah) hidup dalam hidungnya”(catatan: mayoritas terjemahan biasanya tidak menerjemahkan kata ruah di ayat ini).

Kedua,istilah “makhluk hidup”(nepesh hayah)tidak selalu dipakai untuk manusia.Istilah inijuga dipakai untuk binatang-binatang di laut (Kej 1:21; Im 11:10), binatang-binatang di darat(Kej 1:24),semua jenis binatang (Kej 1:30; 2:19)dan binatang-binatang yang keluar dari bahtera Nuh (Kej 9:10). Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada yang unik dari sebutan “makhluk hidup” yang dikenakan pada manusia di Kejadian 2:7.2/2.Dari pemaparan di atas kita bisa melihat dengan jelas bahwa kepemilikan nafas (neshamah)hidup maupun menjadi makhluk hidup (nepesh hayah) tidak berhubungan dengan isu apakah manusia adalah makhluk rohani atau tidak.

Paulus juga pernah mengutip ayat ini dan ia justru menekankan aspek materi dalam diri Adam (1Kor 15:45 “manusia pertama Adam, menjadi makhluk yang hidup”).Ia membandingkan Adam pertama dengan Adam terakhir (Yesus Kristus). Adam pertama disebut sebagai makhluk alamiah”(ayat 46, 48-49), berasal dari debu dan bersifat jasmani (ayat 47).

Setelah mendengarkan penjelasan ini sebagian di antara kita mungkin bertanya,“apakah maksud Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia pertama?” Untuk pertanyaan ini kita harus jawab dengan jujur bahwa Alkitab tidak memberikan penjelasan yang jelas (eksplisit).

Sejauh yang kita bisa pelajari dari Alkitab,cara penciptaan seperti ini merupakan sesuatu yang unik. Penghembusan nafas ini kemungkinan besar hanya berfungsi untuk menunjukkan hubungan antara Allah dan manusia yang bersifat pribadi (personal)dibandingkan dengan hubungan antara Allah dengan ciptaan-Nya yang lain. Binatang memang berasal dari Allah, tetapi bukan dalam pengertian yang intim atau pribadi.

Dugaan ini sesuai dengan ucapan Allah “marilah Kita…” (Kej 1:26) yang menyiratkan hubungan yang lebih pribadi daripada “jadilah” (Kej 1:3, 6, 14) atau “hendaklah” (Kej 1:9, 11, 20).

Dalam Perjanjian Baru kita menemukan satu kata yang mirip dengan ide di Kejadian 2:7,yaitu kata theopneustos di 2Timotius 3:16. LAI:TB menerjemahkan kata ini dengan “diilhami”, sama seperti mayoritas terjemahan Alkitab bahasa Inggris.

Secara hurufiah theopneustos sebenarnya berarti “dinafaskan Allah” (NIV “God-breathed”),karena kata ini
berasal dari kata theos = “Allah” dan pneo = “menghembusi”.Pemakaian theopneustos dalam konteks ini menunjukkan bahwa setiap bagian Alkitab berasal dari Allah sendiri.Memang segala sesuatu berasal dari Allah (Rom 11:36),tetapi penggunaan theopneustos di 2 Timotius 3:16 menyiratkan asal/sumber yang lebih spesifik dan pribadi.

Seandainya pemakaian kata Yunani theopneustos yang hanya muncul satu kali dalam Perjanjian Baru ini memang
berhubungan dengan konsep penciptaan manusia di Kejadian 2:7,kita semakin diyakinkan bahwa penghembusan nafas
ke dalam hidung manusia pertama hanya menyiratkan relasi yang intim antara Allah dan manusia.

Relasi yang intim inilah yang membedakan antara manusia dengan semua ciptaan yang lain.~Arus Hayat

(Saya begitu tertarik dengan satu ungkapan,”Jangan menyekutukan Allah”.Sungguh,anda dan saya tidak layak bersekutu dengan Allah hanya kerana DOSA YANG MEMISAHKAN KITA DARIPADA DIA.Sewaktu Adam pertama di Taman Eden,dia mampu bersekutu/bercakap-cakap dengan Allah seperti seorang kawan/sahabat/rakan secara DEKAT.Namun,setelah memakan buah terlarang dia tidak dapat mendekati Allah kerana malu dan melihat keterlanjangannya.Yesus datang ke dunia untuk memulihkan hubungan manusia dan Allah yang rusak kerana kejatuhan manusia pertama ini ke dalam DOSA.DOSALAH YANG MEMBUAT KITA MERASA TAK LAYAK BERSEKUTU DENGAN ALLAH.MARILAH DATANG KEPADA YESUS UNTUK DIPULIHKAN KEMBALI.)~Ribka Christ

Adam PENDOSA PERTAMA

Adam diberitahu bahwa dia tidak boleh memakan dari pohon pengetahuan baik dan jahat (Kejadian 2:17). Sehingga, bila Adam, sebagai kepala dari ras manusia, tidak taat, seluruh keturunannya harus menanggung akibatnya.

Hawa mengambil buah itu dan memakannya, serta memberikannya kepada suaminya, Adam, yang ada bersamanya, dan Adam pun turut memakannya.

Walaupun Hawa yang pertama dicobai oleh ular, dan yang pertama memakan buah larangan, Adamlah yang membawa dosa ke dalam dunia, sebab dia adalah kepala dari ras manusia dan orang yang pertama kali diberi perintah.

Roma 5:12 menulis: “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”

Oleh karena dosa pemberontakan terhadap perintahNya, Allah mengutuk bumi (Kejadian 3:17), memunculkan duri dan onak (Kejadian 3:18), serta memperkenalkan kematian dalam dunia – Adam dan Hawa mati secara rohani, dan akan mengalami mati secara jasmani.

Kematian jasmani pertama yang tercatat adalah setidaknya satu ekor binatang ketika “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.” Allah membunuh seekor binatang, dan menumpahkan darah, serta memberikan penutup kepada Adam dan Hawa. Ini adalah gambaran yang bagus tentang akan adanya sesuatu yang khusus yaitu darah yang tertumpah akan menjadi penutup dosa.

Ibrani 9:22 mengatakan bahwa “tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Allah mengharuskan adanya penumpahan darah untuk pengampunan dosa. Walaupun demikian, darah sapi dan kambing belum cukup. Karena seorang manusia membawa dosa ke dalam dunia, seorang manusia diperlukan untuk menebus – tetapi harus seorang yang sempurna. Bila semua keturunan Adam sekarang sudah berdosa, bagaimana hal ini dapat diselesaikan?

Adam pertama Jelas perlu, sedangkan “Adam terakhir” apakah diperlukan?

Allah menyiapkan Adam kedua—Adam yang sempurna yang dapat menjadi korban sempurna. Allah sendiri datang ke dunia sebagai manusia.

Yesus Kristus, pribadi kedua dari Tritunggal, dilahirkan dari seorang perempuan untuk menjadi manusia sehingga korban yang sempurna itu dapat dilakukan. Yesus adalah Allah, tetapi Ia juga manusia seperti yang Allah maksudkan manusia seharusnya–tanpa dosa. Dia disalibkan di Kalvari. Ia menumpahkan darahNya dan membayar tebusan untuk dosa kita, serta dibangkitkan dari dunia orang mati, mengalahkan maut, hukuman yang Allah berikan karena dosa manusia.

Itulah sebabnya Paulus berkata dalam 1 Korintus 15:20-22:
“Tetapi yang benar ialah, bahawa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.”

Kita baca selanjutnya dalam 1 Korintus 15:45-47:
“Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi mahluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan…. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari surga.”

1 Korintus 15:26 mengatakan: “Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.” Maut telah ditelan dalam kemenangan, kata Paulus. Dan kita bisa berkata dengannya, “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Korintus 15:55). Kristus telah membayar hukuman penalty. Adam yang terakhir telah mengalahkan maut dan menyediakan pembebasan dari kejatuhan Adam yang pertama dalam dosa, yang berakibat keterpisahan dari Allah.

Sumber :
Jotham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: