Pengajaran tentang Roh Kudus

BAPTISAN ROH KUDUS (Bagian II) – Warta Jemaat 26 Juni 2011
Friday, 24 June 2011 10:36
Baptisan Roh Kudus

(Bagian II)

Shalom…

Tanggapan beberapa kelompok tentang baptisan Roh Kudus dalam tanda berbahasa roh, diantaranya :

1. Kelompok yang percaya akan baptisan Roh Kudus tetapi tidak percaya akan bahasa roh. Pada umumnya hal ini terjadi pada gereja-gereja ortodoks, karena kelompok ini merasa gerejanya yang lebih tua, lebih unggul, lebih terdahulu dan mengganggap karunia berbahasa roh itu sebagai karunia yang telah lampau (sudah kuno).

2. Kelompok yang percaya akan baptisan Roh Kudus tetapi tidak memiliki gairah untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus ( tidak menganggap penting untuk dipenuhkan dengan Roh Kudus ). Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang Tuhan berikan tidak ada yang tidak penting. Semua penting dan perlu untuk kita dapatkan termasuk karunia berbahasa Roh. Semua yang berasal dari Tuhan penting untuk kita miliki karena berkaitan dengan keselamatan kita. Alkitab ditutup dengan perkataan firman bahwa jangan ada seorangpun yang menambahkan atau mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuatan ini ( Wahyu 22 : 18-19 ).

3. Kelompok yang percaya akan baptisan Roh Kudus dan juga merindukan untuk kepenuhan Roh Kudus. Kelompok orang yang seperti inilah yang akan Tuhan bukakan jalan untuk mengalaminya.

Dalam kebaktian kepenuhan Roh Kudus, jiwa-jiwa baru yang belum pernah mengalami kepenuhan Roh Kudus mendapat pengarahan dari seorang hamba Tuhan yang telah lebih dulu mengalami kepenuhan Roh Kudus. Hamba Tuhan atau gembala ini yang akan mengarahkan jiwa-jiwa baru ini untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus, bagaikan seorang bidan dalam membantu kelahiran seorang bayi. Jiwa-jiwa baru ini perlu diarahkan mengenai cara untuk mendapatkan bahasa roh yang asli dari Roh Kudus, sehingga bahasa roh yang mereka dapatkan bukan dari yang diajarkan atau dikursuskan, tetapi bahasa roh yang asli dari Roh Kudus.

Terkadang jiwa baru ini tidak tahu kalau Roh Kudus sudah menjamah dia dan sudah masuk ke dalam hatinya. Pengalaman dalam kebaktian kepenuhan Roh Kudus, terkadang jiwa baru ini heran dan bertanya mengapa badannya seperti bergetar, mengapa mulutnya aneh dan seperti mau muntah rasanya. Ini semua terjadi karena ada bahasa baru yang mau keluar. Karena itulah perlu sekali waktu diberikan pengarahan-pengarahan bagi jiwa-jiwa baru ini.

Seorang ibu mengenali siapa bayinya, seperti peristiwa dua orang ibu yang memperebutkan seorang bayi pada masa pemerintahan raja Salomo. Demikian juga kita, saat mendapatkan bahasa roh yang asli dari Roh Kudus, Tuhan akan mengenali kita sebagai anakNya karena kita telah dilahirkan dari RohNya yaitu Roh Kudus dengan cara yang benar sesuai dengan firman yang telah ditetapkanNya. Hamba Tuhan atau gembala hanya mengarahkan kita akan bagaimana cara untuk dapat dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Ada 3 jenis baptisan, yaitu:

1. Baptisan air

2. Baptisan Roh Kudus

3. Baptisan api

Dasar dari baptisan air adalah pertobatan, dasar dari baptisan Roh Kudus adalah baptisan air, dan dasar dari baptisan api adalah baptisan Roh Kudus.

Tetapi ada juga orang yang mengalami baptisan Roh Kudus walau belum dibaptis air seperti pada Kisah para rasul 10 : 44 – 47. Saat mereka mendengar firman, mereka dipenuhkan oleh Roh Kudus sehingga tidak ada alasan bagi para rasul untuk tidak membaptis mereka dengan baptisan air.

Kisah para rasul 10 : 44 – 47

Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

Saat kita mengalami baptisan air, mulut kita harus dalam keadaan tertutup ketika hendak ditenggelamkan (dibenamkan) ke dalam air supaya mulut kita tidak kemasukkan air.

Kalau dalam baptisan Roh Kudus, kita harus membuka mulut dan bersuara supaya ada jalan keluar bagi bahasa baru yang akan muncul, karena bahasa roh ini bagaikan aliran air yang hidup dengan memancar keluar dengan melimpah.

Sedangkan untuk mengalami baptisan api, terlebih dahulu kita harus mematikan keinginan daging atau disebut dengan perobekan daging dan di dalam Tabernakel, posisi ini berada pada Pintu Tirai.

Kepenuhan Roh Kudus dapat dilihat dan dapat didengar. Dilihat karena ada tanda-tanda suatu kegerakkan dengan hancur hati dan didengar karena keluarnya bahasa-bahasa yang baru.

1. Baptisan air

Mengenai Baptisan air dapat dibaca dengan lebih jelas dalam Buletin edisi II dengan topik Lautan Kaca.

2. Baptisan Roh Kudus

Baptisan Roh Kudus awalnya terjadi pada masa lalu di zaman para rasul (Kisah para rasul 2), tetapi hal ini masih relevan sampai saat ini. Selama Roh Kudus masih ada di dunia ini, karunia berbahasa roh pun masih tetap ada.

Orang dunia melindungi hidup mereka dan keluarga mereka mungkin dengan memasang pagar rumah, bahkan ada yang dilengkapi dengan pintu gerbang bersistem otomatis dan memasang kamera pemantau (CCTV) di sekitar rumah mereka, membuat pos jaga lengkap dengan petugasnya. Tapi kita sebagai anak-anak Tuhan yang lahir dari RohNya, Tuhan akan melindungi kita dengan caraNya sendiri yaitu dengan Roh Kudus. Itu sebabnya setiap anak-anak Tuhan harus selalu merindukan Roh Kudus dan senantiasa dalam pengurapan Roh Kudus, sebab perlindungan dari Tuhan jauh lebih besar dari segala perlindungan yang ada di dunia ini.

3. Baptisan api

Lukas 12 : 49 – 50

“Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!

Baptisan apakah yang Tuhan Yesus maksudkan, karena baptisan air dan baptisan Roh Kudus sudah Ia terima. Yang Ia maksudkan adalah baptisan api. Matius 3 : 11 mengatakan ”Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”. Baptisan api ini realisasinya adalah salib yang Tuhan tanggung. Sebab dalam susunan Tabernakel, Lukas pasal 12 ini ada pada posisi Tirai.

Jadi baptisan api ini realisasi atau kenyataannya adalah pikul salib sampai mati. Apakah mati jasmani, itu terserah Tuhan. Tapi baptisan api ini Tuhan alami di kayu salib. Dia mengalami baptisan api, yang dalam kenyataannya adalah salib, supaya lewat baptisan api ini Dia kembali ke dalam kemulianNya.

Jadi ada 3 baptisan, yaitu : baptisan air, baptisan Roh Kudus, dan baptisan api. Dasar dari baptisan air adalah pertobatan, dasar dari baptisan Roh Kudus adalah baptisan air, dan dasar dari baptisan api adalah baptisan Roh Kudus. Kita pun akan mengalami baptisan api, yang akan membakar keinginan daging dan tradisi kita. Semua ini akan dibakar habis dan kita akan mengalami aniaya secara jasmani, tapi di situlah kita akan melihat kemuliaan Allah. Sehingga segala yang dikatakan manusia sebagai kemuliaan di dunia ini, semua itu tidak ada apa-apanya bagi kita. Sebab dari salib ini kita bisa melihat kemuliaan Allah yang begitu luar biasa. Jika suatu saat pun Tuhan berkenan memberkati kita dengan kemuliaan jasmani, semua itu tidak akan membuat kita menjadi sombong, karena baptisan api yang kita alami sudah membakar habis keinginan daging kita. Salah satu keinginan daging kita adalah sombong kalau memiliki kemuliaan dunia dan minder kalau tidak memiliki kemuliaan dunia. Semua ini akan Tuhan bakar habis melalui pengalaman salib.

Oleh karena itu, Tuhan mengaruniakan baptisan Roh Kudus kepada kita agar di saat kita mengalami baptisan api, Roh Kudus ada bersama kita untuk menghibur kita. Roh Kudus akan memampukan kita untuk sanggup menerobos segala bentuk sengsara, aniaya, hinaan, fitnahan, olokkan, dan segala bentuk penghinaan lainnya, sehingga rohani kita tetap stabil dalam mengikut Tuhan.

TUHAN YESUS memberkati

2 Responses to “Pengajaran tentang Roh Kudus”

  1. rohendra Says:

    Salam Sejahtera
    untuk kita semua

    Kasih Yesus manis dan indah

  2. Puji Tuhan Renungan tentang Babtisan air, Roh Kudus dan api
    sangat penting bagi kita yang percaya …salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: