Satu Tanda Baptisan

Baptisan Roh Kudus mengambil latar belakang peristiwa Pentakosta di dalam Kisah Para Rasul pasal 2. Alkitab mencatat, saat itu Roh Kudus turun dan terlihat berupa lidah-lidah seperti nyala api dan ketika para rasul dipenuhi dengan Roh Kudus, mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa asing, tujuannya adalah agar Injil yang diberitakan dapat dimengerti oleh bangsa-bangsa lain yang hadir pada saat itu (Kis. 2:7-13).Baca: Kisah Para Rasul 1:6-8

…tetapi kamu akan menerima KUASA, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8).
Pencurahan Roh Kudus/turunnya Roh Kudus selalu berkaitrapat dengan lidah-lidah api/penerimaan bahasa roh.Murid-murid Yesus yang pernah berjalan bersama-samaNya mendapat KUASA setelah pencurahan Roh Kudus.

Saya membaca kesaksian seorang pendeta Inggeris yang menamatkan sekolah telogianya yang berkata bahawa mereka dilarang untuk mempraktikkan bahasa roh selama pembelajaran mereka.Mereka mengganggap pelajaran tentang itu telah berlalu semasa zaman rasul-rasul.Sewaktu dia membaca Kisah Para Rasul dia juga agak terkesan dengan fenomena yang berlaku saat pentakosta.Namun,atasannya memanggil dan menyatakan hal tersebut tidak perlu lagi ketika ini.Akhirnya dia keluar dari sekolah alkitab dan memulai satu gereja yang dalam beberapa waktu berjalan penuh kekeringan.Satu persatu jemaatnya mulai menghilang.Satu ketika anaknya sakit dan seorang pendeta kenalan dari gereja yang mempercayai tentang Roh Kudus dan bahasa roh datang untuk mendoakan anaknya dan sembuh.Namun,pertobatan tentang hal itu terjadi setelah dia sendiri sakit dan dijamah oleh Roh Kudus.Dia menyatakan betapa penting berdoa dalam Roh Kudus.Satu hal yang amat berguna bagi saya dari kesaksiannya ialah berdoa dalam bahasa roh penting untuk meneutral fikiran bawah sedar kita yang mungkin bercelaru dan bertukar normal kembali.”Resting in Spirit”.

Saya melihat di ayat ini SAAT ROH KUDUS TURUN DAN TERLIHAT BERUPA LIDAH-LIDAH SEPERTI NYALA API…..(PETANDA ROH KUDUS TURUN ATAS KITA).

Saya membaca terlalu banyak percanggahan tentang doktrin gereja-gereja,namun saya lebih tertarik dengan membaca sejarah gerakan pentakosta.Sewaktu saya membaca kisah Petrus sewaktu mengikuti Yesus ,saya melihat kekurangan yang jelas sewaktu ia berjalan mengikuti Yesus namun kurang percaya.Sampai saat PENTAKOSTA ia menerima Roh Kudus ia berubah menjadi seorang yang LUAR BIASA BERANI untuk memberitakan FIRMAN ALLAH.Mengikuti Yesus namun belum dibaptis dalam Roh Kudus satu hal yang berbeda.Saat Rasul Petrus mengikuti Yesus ia juga belajar dan mempraktikkan hal-hal yang dilakukan Yesus seperti mengusir syaitan dan lain-lain.Tapi kita melihat kekurangannya tampak jelas saat ia berjalan di atas AIR.Ia ketakutan,dan Yesus berkata bahawa dia kurang percaya.Kurnia Bahasa Roh khusus untuk ketidakpercayaan kita.Saya berpendapat bagaimanakah kita pasti kita dibaptis Roh Kudus jika tidak mengenal Bahasa Roh Kudus.Saya menulis berdasarkan pengalaman peribadi.

Saya dibaptis air dan mengganggap itu akhir segalanya.Saya boleh bercakap tentang Yesus,berdoa dan membaca tentang Yesus.Namun,saat badai datang saya kurang percaya dan saya mendengar Yesus berbicara dan berdoa di dalam bahasa yang saya tidak mengerti.Kemudian,saya menerima kurnia untuk mengerti dan menterjemahkannya baik dalam ungkapan dan tulisan.Saya percaya untuk mencapai tingkat pelajaran yang yang seterusnya seorang murid tidak boleh melangkaui pelajaran sebelumnya.Sebagai contoh untuk masuk tingkatan 3 seorang murid tidak boleh tidak harus melalui pelajaran di tingkatan dua.

Saya mengerti dan yakin bahawa itu Kurnia Roh Kudus.Saya percaya orang-orang agak keliru apakah dia telah menerima Roh Kudus perlu juga satu TANDA yang jelas dari Roh Kudus.Maka,jangan takut jika anda akan menerima Kurnia Bahasa Roh Kudus.Saya percaya gereja yang bergerak ke arah kesempurnaan tidak menghilangkan satupun daripada Karakterisme Roh Kudus.

Kis 19:3-6 Bahasa Roh
Saya percaya mereka yang merasa diri pemimpin harus memiliki tingkat kemampuan seperti Paulus…karena anda tentu tidak dapat berdoa dalam waktu yang lama dengan akal budi kecuali dalam roh.Paulus seorang yang yakin akan kepercayaan dan imannya kelihatan bercakap tinggi tentang teman-temannya dan berterus terang tentang apa harus diperkatakannya.

Salah satu karunia yang menonjol berkaitan dengan kehidupan doa Paulus adalah bahasa roh. Ia sendiri mengakui hal itu, katanya kepada jemaat di Korintus: “Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari kamu semua.” (1 Korintus 14:18)
Kenapa Paulus harus berdoa dalam roh jika dia tidak mengizinkan bahasa roh?Saya yakin Paulus membenarkan bahasa roh dan menekankan tentang perlunya kesempurnaan Iman,Kasih dan Pengharapan.Berdoa dalam Roh disebutkan tiga kali dalam Kitab Suci. 1 Korintus 14:15 mengatakan, “Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” (1 Korintus 14:15). Efesus 6:18 mengatakan, “Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” Yudas 20 mengatakan, “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.” Jadi apa itu berdoa dalam Roh?

Kata Bahasa Yunani yang diterjemahkan “berdoa dalam” dapat memiliki beberapa makna. Kata itu dapat berarti “dengan cara,” “dengan pertolongan,” “dalam dunia,” dan “dalam hubungan dengan.” Berdoa dalam Roh bukan menunjuk pada kata-kata yang kita ucapkan. Sebaliknya, itu menunjuk pada bagaimana kita berdoa. Berdoa dalam Roh adalah berdoa sesuai dengan pimpinan Roh. Itu adalah berdoa untuk hal-hal yang Roh mau kita doakan. Roma 8:26 memberitahu kita, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

19:3 Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.”
19:4 Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.”
19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, TURUNLAH ROH KUDUS ke atas mereka, dan MULAILAH mereka berkata-kata dalam BAHASA ROH dan bernubuat.
Ayat di atas menekan tentang harus PERCAYA kepada DIA(YESUS)dan dibaptis Roh Kudus.1 Yohanes 5:7 Sebab ada tiga a yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Kurnia bahasa roh sebagai tanda bagi orang-orang yang tidak percaya.Jika murid-murid Yesus memerlukannya,satu pertanyaan saya adakah kita ini lebih BERIMAN daripada murid-murid Yesus yang pernah berjalan bersamaNya dan tidak perlu sebuah kurnia untuk membangkitkan iman percaya kita?
Adakah kita cukup berani mengatakan kita PERCAYA jika kita tak berani menggunakan bahasa yang Roh Kudus beri kepada kita?TANDA-TANDA ini akan menyertai orang-orang yang PERCAYA: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang BARU bagi mereka, (Markus 16:15-17). ~Ribka Christ

Untuk Gereja Pentakosta di Indonesia, lihat Gereja Pantekosta di Indonesia.
Gereja-gereja Pentakosta atau Pentakostalisme (aliran Pentakosta) – yang di Indonesia sering disebut juga Pantekosta – adalah sebuah gerakan di kalangan Protestanisme yang sangat menekankan peranan karunia-karunia Roh Kudus. Aliran ini sangat mirip dengan gerakan Karismatik, namun gerakannya muncul lebih awal dan terpisah dari gereja arus utama. Orang Kristen Karismatik, setidak-tidaknya pada awal gerakannya, cenderung untuk tetap tinggal di dalam denominasi mereka masing-masing.

Secara ringkas, Gereja Pentakosta memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:

Sangat menekankan keyakinan akan peranan Roh Kudus dan karunia-karunia Roh Kudus di dalam kehidupan sehari-hari para pengikutnya.
Pembaharuan infrastruktur ibadah, antara lain lagu-lagu rohani yang digunakan lebih modern dibandingkan dengan lagu-lagu lama yang bernuansa Gregorian.
Gereja mengizinkan peran kaum perempuan dalam pelayanan.
Desakralisasi hubungan antara imam dan jemaat yang lebih ditekankan pada nilai kekeluargaan, sehingga jauh dari kesan kesenjangan tingkat kerohanian.
[sunting] TeologiSecara teologis, kebanyakan denominasi Pentakosta tergabung dalam evangelikalisme, artinya mereka menekankan bahwa Alkitab itu sepenuhnya dapat dipercaya, hingga pada tingkat ineransi (tidak mengandung kesalahan) dan orang harus bertobat dan percaya kepada Yesus. Orang Pentakosta berbeda dengan orang Fundamentalis karena mereka lebih menekankan pengalaman rohani pribadi.

Orang Pentakosta memiliki pandangan dunia yang trans-rasional. Meskipun mereka sangat memperhatikan ortodoksi (keyakinan yang benar), mereka juga menekankan ortopati (perasaan yang benar) dan ortopraksis (refleksi atau tindakan yang benar). Penalaran dihargai sebagai bukti kebenaran yang sahih, tetapi orang-orang Pentakosta tidak membatasi kebenaran hanya pada ranah nalar.

Dr. Jackie David Johns dalam bukunya tentang kepemimpinan formatif Pentakosta, menyatakan bahwa Alkitab mempunyai tempat yang khusus dalam pandangan dunia pentakostal karena Roh Kudus selalu aktif di dalam Alkitab. Bagi Dr. Johns, pertemuan dengan Alkitab adalah pertemuan dengan Allah. Bagi orang Pentakosta, Alkitab adalah referensi utama bagi persekutuan dengan Allah dan pedoman untuk memahami dunia.

Salah satu ciri paling utama yang membedakan Pentakostalisme dengan Evangelikalisme adalah penekanannya pada karya Roh Kudus. Bahasa Roh yang juga dikenal dengan glossolalia, adalah bukti normatif dari baptisan Roh Kudus. Beberapa gereja Pentakosta utama juga meyakini bahwa mereka yang tidak berbahasa Roh belum menerima berkat yang mereka namakan baptisan Roh Kudus. Klaim ini unik bagi kaum Pentakosta dan merupakan salah satu dari sedikit perbedaannya dengan teologi Karismatik.

Beberapa pendeta dan anggota gereja mengakui bahwa seorang percaya mungkin mampu berbahasa Roh, tetapi karena berbagai alasan pribadi (misalnya, karena kurangnya pengertian), mereka tidak melakukannya. Hal ini terjadi apabila seorang percaya dipenuhi oleh Roh Kudus, tetapi tidak memperlihatkan apa yang disebut “bukti fisik awal” dalam bentuk berbahasa Roh. Namun hanya sedikit orang yang berpandangan seperti ini.

Para kritikus gerakan ini menyatakan bahwa doktrin ini tidak cocok dengan kritik Paulus terhadap gereja perdana di Korintus yang sangat menekankan bahasa Roh (lih. 1 Korintus, ps. 12-14 dalam Perjanjian Baru. Para pendukungnya mengatakan bahwa posisi Pentakostal sangat erat dengan penekanan Lukas dalam Kisah Para Rasul dan mencerminkan suatu hermeneutika yang lebih tajam.

Dr. Dale A. Robbins menulis sehubungan dengan keyakinan karismatik bahwa sejarah Gereja menolak pendapat bahwa karunia-karunia karismatik menghilang tak lama setelah masa para rasul. Dr. Robbins mengutip seorang bapa Gereja mula-mula, Ireneus (l.k. 130-202) yang menulis sbb. “… kami mendengar banyak saudara di gereja yang memiliki karunia-karunia bernubuat, dan yang berbahasa Roh, dan yang juga menyingkapkan berbagai rahasia manusia demi kebaikan mereka sendiri [pengetahuan]…”. Dr. Robbins juga mengutip tulisan Ireneus berikut ini, “Ketika Allah menganggap perlu, dan ketika gereja banyak berdoa dan ber-puasa, mereka melakukan banyak perbuatan yang ajaib, bahkan menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal.” Menurut Dr. Robbins, Tertulianus (l.k. 155-230) melaporkan kejadian-kejadian serupa, seperti halnya pula dengan Origenes (l.k. 182-251), Eusebius (l.k. 275-339), Firmilianus (l.k. 232-269), dan Krisostomus (l.k. 347-407).[1]

Keyakinan bahwa orang tidak diselamatkan apabila ia tidak berbahasa roh ditolak oleh kebanyakan aliran utama Pentakosta. Alasan cukup mendasar penolakan itu adalah, bahwa jemaat adalah tubuh yang memiliki peran dan karunia masing-masing.

Sebagian gereja Pentakosta berpegang pada teologi Keesaan yang menolak doktrin Tritunggal (Trinitas) yang tradisional dan menganggapnya tidak alkitabiah. Denominasi Keesaan Pentakostal yang terbesar di Amerika Serikat adalah United Pentecostal Church. Kaum Pentakostal Keesaan ini kadang-kadang juga dikenal dengan “Nama Yesus”, “Kerasulan” atau yang oleh para pengecamnya disebut sebagai orang-orang Pentakosta “Yesus saja”. Hal ini disebabkan oleh keyakinan mereka bahwa para Rasul yang mula-mula itu membaptiskan orang-orang Kristen baru di dalam nama Yesus. Mereka juga percaya bahwa Allah menyatakan diri-Nya dalam berbagai peran, dan bukan dalam tiga pribadi yang berbeda. Namun demikian organisasi-organisasi pentakostal trinitarian yang utama, termasuk Pentecostal World Conference dan Fellowship of Pentecostal and Charismatic Churches of North America menentang teologi Keesaan dan menganggapnya sebagai ajaran sesat. Mereka tidak menerima kelompok ini sebagai anggota mereka. Kelompok Keesaan ini pun memperlakukan hal yang sama terhadap kelompok trinitarian.

[sunting] SejarahGerakan Pentakosta juga menonjol di kalangan gerakan Kesucian yang pertama-tama mulai menggunakan istilah pentakostal pada tahun 1867 ketika mereka mendirikan Perhimpunan Pertemuan Kemah Nasional untuk Pemasyhuran Kesucian Kristen dengan sebuah catatan yang berbunyi: [Kami mengundang] semua orang – apapun juga alirannya … yang merasa terasing di dalam keyakinan kesuciannya agar semuanya secara bersama-sama dapat mewujudkan baptisan Pentakosta oleh Roh Kudus…

Pentakostalisme modern sesungguhnya dimulai sekitar tahun 1901. Pada umumnya gerakan ini diakui berasal pada waktu Agnes Ozman menerima karunia berbahasa roh (glossolalia) pada suatu persekutuan doa di Sekolah Alkitab Bethel di Topeka, Kansas, tahun 1901. Parham, seorang pendeta yang berlatar belakang Metodis, merumuskan ajaran bahwa bahasa roh adalah “bukti alkitabiah” dari baptisan Roh Kudus.

Gerakan Pentakosta muncul di Eropah tapi juga muncul di Amerika Utara sekitar tahun 1906. Gerakan ini awalnya muncul dalam Gerakan Methodis yang berkeinginan untuk kembali kepada kegairahan dan kesederhanaan yang menekankan kembali kepada pertobatan secara mendadak yang menjadi cita-cita dalam kebangunan Methodis dan kesempurnaan Kristen seperti yang dianjurkan dalam Teologi Wesley. Dalam perkembangnya penganut gerakan ini membentuk organisasi tersendiri. Pada tahun 1900 salah seorang tokoh gerakan tersebut, Ch. F. Parham (asal dari Gereja Methodis dan keluar) mengembangkan 3 pokok ajaran yang kemudian hari menjadi ciri gerakan Pentakosta pada umumnya, yaitu tekanan pada eskatologi, pada baptisan dengan Roh dan pada karunia-karunia Roh, khususnya karunia lidah, sebagai tanda seseorang telah menerima baptisan Roh.

Parham meninggalkan Topeka dan memulai pelayanan kebangunan rohani yang membawanya kepada Kebangunan Rohani Azusa Street melalui William J. Seymour yang menjadi muridnya di sekolahnya di Houston. Seymour, karena ia seorang kulit hitam, saat itu hanya diizinkan duduk di luar kelas untuk mendengarkan kuliah-kuliahnya.

Gerakan ini meluas yang dimulai dari Kebangunan Rohani Azusa Street, pada 9 April 1906 di rumah Edward Lee di Los Angeles. Ia menggambarkan pengalamannya dipenuhi oleh Roh Kudus pada 12 April 1906. Pada 18 April 1906, koran Los Angeles Times memberitakan gerakan ini pada halaman mukanya. Pada minggu ketiga April 1906, gerakan yang kecil namun berkembang pesat itu telah menyewa sebuah gedung African Methodist Episcopal Church yang kosong di 312 Azusa Street dan mulai diorganisir sebagai Misi Iman Kerasulan Apostolic Faith Mission.

Dasa warsa pertama Pentakostalisme ditandai oleh kebaktian-kebaktian antar-ras, “… Orang-orang kulit putih dan hitam bergabung dalam gejolak keagamaan,…” demikian laporan sebuah koran setempat. Hal ini berlangsung hingga 1924, ketika gereja ini terpecah mengikuti garis ras (lih. Apostolic Faith Mission). Namun demikian, ibadah-ibadah antar-ras berlanjut selama bertahun-tahun, bahkan juga di daerah-daerah selatan A.S. yang tersegregasi. Ketika Persekutuan Pentakostal Amerika Utara terbentuk pada 1948, organisasi itu sepenuhnya terdiri atas denominasi-denominasi Pentakostal kulit putih Amerika. Karena itu United Pentecostal Church tidak bergabung dan kebijakan antar-rasnya bertahan terus sepanjang sejarahnya. Pada 1994, gereja-gereja Pentakostal yang tersegregasi kembali ke akar antar-ras mereka dan mengusulkan penyatuan kembali secara resmi kelompok-kelompok Gereja Pentakostal hitam dan putih, dalam sebuah pertemuan yang kemudian dikenal sebagai Mukjizat Memphis. Penyatuan ini terjadi terjadi pada 1998, juga di Memphis, Tennessee. Penyatuan gerakan kulit hitam dan putih menyebabkan Persekutuan Pentakostal Amerika Utara ditata ulang menjadi Gereja-gereja Pentakostal/Karismatik Amerika Utara (Pentecostal/Charismatic Churches of North America).

Pada awal abad XX, Albert Benjamin Simpson sangat terlibat dengan gerakan Pentakostal yang berkembang pesat. Pada saat itu para pendeta dan misionaris Pentakostal biasanya dilatih di Missionary Training Institute yang didirikan oleh Simpson. Karena itu, Simpson dan C&MA (sebuah gerakan penginjilan yang didirikan Simpson) sangat berpengaruh terhadap Pentakostalisme, khususnya gereja-gereja Sidang Jemaat Allah dan Foursquare Church. Pengarh ini mencakup penekanan pada penginjilan, doktrin C&MA, nyanyian-nyanyian dan buku-buku karya Simpson, dan penggunaan istilah ‘Tabernakel Injil’ yang berkembang menjadi gereja-gereja Pentakostal yang dikenal sebagai ‘Tabernakel Injil Sepenuh’.

Gerakan ini dengan cepat menyebar ke seluruh wilayah Amerika Serikat dan negara-negara lain. Menurut data, pada tahun 1972 pengikut aliran Pentakosta di seluruh dunia sudah mencapai 20 juta orang. Gereja Pentakosta mempunyai ciri-ciri yang sama di seluruh dunia, antara lain: kebaktian yang serba bebas, pemakaian Alkitab secara ?spontan?, pembangunan jemaat melalui kegiatan kebangunan rohani yang meliputi dorongan untuk bertobat dan hidup suci, dan anggapan bahwa dalam lingkungan jemaat perlu ada karunia lidah dan karunia kesembuhan sebagai tanda-tanda orang percaya.

Sejak akhir tahun 1950-an, gerakan Karismatik, yang sebagian besar diilhami dan dipengaruhi oleh Pentakostalisme, mulai berkembang di kalangan denominasi-denominasi Protestan arus utama, maupun di lingkungan Gereja Katolik Roma. Berbeda dengan “Pentakosta Klasik” yang melulu membentuk gereja-gereja ataupun denominasi Pentakostal, kaum Karismatik bermotokan, “Berkembang di manapun Allah menempatkanmu.”

Di Inggris, gereja Pentakostal pertama yang dibentuk adalah Apostolic Church (Gereja Kerasulan), yang kemudian diikuti oleh Elim Church (Gereja Elim).

Di Swedia, gereja Pentakostal yang pertama adalah Filadelfiaförsamlingen (Persekutuan Filadelfia) di Stockholm. Gereja yang dipimpin oleh Lewi Pethrus ini mulanya adalah sebuah Gereja Baptis, yang kemudian dikeluarkan dari Gabungan Baptis Swedia pada 1913 karena perbedaan-perbedaan doktrin. Saat ini gereja ini mempunyai sekitar 7000 anggota, yang merupakan jemaat Pentakostal terbesar di Eropa utara. Pada tahun 2005, gerakan Pentakostal Swedia mempunyai sekitar 90.000 anggota dengan hampir 500 gereja. Gereja-gereja ini semuanya independen namun mereka melakukan banyak kerja sama. Kaum Pentakostal Swedia sangat aktif dalam melakukan misi dan mendirikan gereja di banyak negara. Di Brazilia, misalnya, gereja-gereja yang didirikan oleh misi Pentakostal Swedia mengaku mempunyai beberapa juta anggota.

Sejarah Pentakostalisme di Australia dicatat dalam buku “Heart of Fire” oleh Dr. Barry Chant (1984, Adelaide: Tabor).

Sejarah Pentakostalisme di Indonesia dimulai lebih terkordinir dengan berdirinya De Pinkstergemeente in nederlandsch indie dicatat dalam buku Sejarah Gerakan “Pentakosta dan Karismatik di Indonesia” oleh David DS Lumoindong. Pada awalnya dengan pelayanan missi dari Weenink Van Loon bersama Johanes Thiessen, John Bernard dari Liverpool, Inggris. Weenink Van Loon Hoofd On-derwyzer (Kepala Sekolah), mereka dari satu persekutuan yang bernama ‚’’De Bond Voor Evangelistie’’ yang membentuk suatu yayasan” De Zendings Vereeniging”. Yayasan ini mengelola/mengasuh sebuah sekolah Kristen yakni Hollands Chineesche school met de Bijbel, sebagai pimpinan Sekolah ditunjuk Wenink Van Loon. Di samping itu, di Kota Temanggung terdapat pula yayasan Zwakzinhigenzorg yg disponsori oleh Pa Van Steur. Yayasan tersebut bergerak di bidang penampungan anak-anak terlantar yang mempu-nyai sebuah Panti Asuhan yang pimpinannya adalah suster M A Van Alt, semua tokoh tersebut ternyata adalah simpatisan Gereja Gerakan Pentakosta yang diperkenalkan oleh John Bernard. Dalam waktu yang hampir bersamaan bulan Maret 1921 datang pula dua penginjil dari,” Bethel Tempel” dari Seatle Amerika Serikat yakni Rev C E Grosbeck dan Rev DR Van Klaveren, keduanya membawa serta keluarganya. Mereka tiba di pelabuhan Batavia dengan menumpang KM Suwa Maru pada bulan Maret 1921. Langsung menuju ke Denpasar Bali, tapi waktu itu oleh pemerintah Hindia Belanda menyatakan bahwa Pulau Bali tertutup untuk penginjilan sebab Pulau Bali telah dijadikan sebagai pulau wisata untuk menarik para pelancong dari luar negeri supaya boleh meningkatkan pendapatan keuangan dari pemerintah yang ada. Oleh karena itu kedua penginjil tadi tidak dapat berbuat banyak sekalipun sempat memberitakan injil di pulau dewata ini tapi hasilnya tidak menggembirakan. Dan pada bulan Desember 1922 keduanya berangkat menuju ke Surabaya. Di Surabaya mereka berpisah, Rev R Van Klaveren menuju Jakarta dan melayani dengan Rev.J Thiessen. Sedangkan Rev Groesbeck tetap di Surabaya dan giat mangadakan penginjilan (Camp Meetings) dan kebanyakan yang hadir di dalam camp meeting itu adalah pemuda-pamuda berdarah campuran Belanda Indonesia. (Ambon, Minahasa, Timor). Kemudian Rev Groesbeck bertemu dengan Rev Van Gesel seorang karyawan BPM di Cepu.Dan mereka bersama-sama bergabung pada persekutuan De Bond Voor Evangelisatie. Ibu Moeke Wynen salah seorang yang aktif pada organisasi ini, dan dialah memperkenalkan penginjil dari Seatle USA ini pada organisasi tersebut. De bond Voor Evangelisatie berpusat di Bandung dan pimpinannya adalah antara lain Wenink Van Loon. Pada tanggal 29 Maret 1923 tibalah di Cepu Rev Johannes Thiesen bersama Wenink Van Loon (pimpinan‚ De bond Van Evangelistie dari Bandung dan mengadakan kebaktian. Yang hadir dalam ibadah tersebut sebagian besar adalah pimpinan dan karyawan BPM Cepu dan keluarga mereka diantaranya SIP Lumoindong, Tn Agust Kops, Tn Win Vincentie, dan lainnya. Kemudian keesokan harinya adalah hari Jumat Agung (Goede Vrijdag) Tanggal 30 Maret 1923 diumumkan akan diadakan baptisan air di daerah pasar sore. Jumlah yang dibaptis pada waktu itu adalah 13 jiwa yang nama-nama mereka sbb: Jan Jeckel, Ny Jeckel, tn F G van Gesel, Ny van Gesel, Ch C De Vriew, Tn Frits Salem Lumoindong, Tn Win Vincentie, Ny Vincentie, Tn Agust Kops, Corie Eiderbrink, Anton Leterman, Tn Sambow Ignatius Paulus Lumoindong, Ny SIP Lumoindong Vincentie. Mereka dibaptis oleh Pdt Thiessen dan Pdt Groesbeck, dalam kebaktian Kebangunan Rohani di Cepu Tanggal 29-30 Maret 1923 itu terjadi pemenuhan Roh Kudus pada mereka yang mengikuti Kebaktian dan acara pembaptisan air. Papa Thiessen dan Wenink Van Loon kembali ke Bandung dan meneruskan pelayanan disana. Sedangkan dari Cepu Api Pentakosta terus menjalar dengan disertai kuasa dan mukjizat – mukjizat ke Surabaya dan hampir seluruh Jawa Timur. Para Pelopor aliran Pentakosta ini membagi wilayah pelayanan mereka. Rev Johannes memilih Kota Bandung sebagai basis pelayanannya. Pada mula pelayanannya di Bandung Rev Thiessen menyewa gedung pangadilan negeri (Landraadzaal) sebagai tempat kebaktian, kemudian pindah ke temapat sekarang jl. Marjuk No. 11 untuk dibangun gedung gereja. Dengan pertolongan Tuhan berdirilah gereja (gedung) Pinkster Beweging yang pertama di Bandung.

Ny.Kawulur seorang yang buta huruf tapi setelah bertobat dan dipenuhi Roh Kudus maka yang sangat bersemangat memberitakan injil melalui buku-buku atau majalah (warta) rohani Pinkstergemeente yang dibagi-bagikan, padahal ia sendiri tidak dapat membaca. Suatu saat ia masuk ke daerah terlarang bagi umum karena lokasi mereka yang berpenyakit Kusta, ia masuk dan membagikan bacaan tersebut. Seorang yang membacanya kemudian bertanya apa benar Tuhan dapat menyembuhkan segala penyakit?. Iapun menjawab ya pasti jika ia percaya. Orang tersebut memintanya untuk mendoakan, karena Ny.Kawulur belum mendalami ajaran kekristenan maka ia hanya menghafal doa bapa kami, maka orang tersebut didoakan dengan doa Bapa Kami. Tetapi ternyata TUHAN tidak mendengar doa orang karena indahnya dan pandainya seorang berdoa tapi melihat iman dan ketulusan. Mujizat ternyata si penyakitan kusta sembuh seketika, hal ini menghebohkan komplex tersebut, pemimpin rumah sakit tersebut kemudian memanggil Ny.Kawulur dan memintanya memanggil pemimpinnya untuk memberi penjelasan. Maka Ny.Kawulur karena masih awam kemudian memanggil hamba-hamba Tuhan dari jawa, mereka datang dan kemudian terjadilah kebangunan rohani besar-besaran, sejak itulah Pinkstergemeente masuk kalimantan. Ny.Kawulur kemudian mengikuti suaminya yang bertugas dan pensiun di Manado, rumahnya disumbangkan bagi Pinkstergemeente, Ny.Kawulur meninggal dengan suaminya anaknya sudah meninggal duluan semasa perang, ia mengangkat beberapa anak diantaranya Paulus Lumoindong seorang pembawa api Pentakosta tahun 1970an yang mengobarkan gerakan karismatik persekutuan doa di Kota Manado.

Louis Johnson dan Arland Wasell berlayar dari Bethel temple dan melayani di Kalimantan, mereka menyeberangi banyak sungai-sungai besar menuju ke pedalaman dari pulau tersebut melebihi dari penginjil-penginjil lain yang pernah lakukan sebelumnya. Tapi akhirnya mereka terpaksa kembali ke Jawa karena Arland Wasell sakit malaria, dan Inice Presho yang memang juru rawat mengasuhnya. Arland hampir tidak mampu sampai ke rumah karena lelahnya perjalanan dengan kereta api dari Surabaya. Ouis Johnson ternyata mengadakan hubungan dengan Eileen English dan bertunangan pada hari Valentin di tahun 1933, yang kemudian diteruskan dengan pernikahan di Magelang dan pesta diadakan di Solo.

[sunting] PemelukChristianity Today melaporkan dalam sebuah artikel yang berjudul “World Growth at 19 Million a Year” (Bertumbuh 19 juta angota di seluruh dunia)[rujukan?] bahwa menurut sejarahwan Vinson Synon, dekan Regent University School of Divinity (Sekolah Teologi Universitas Regent) di Virginia Beach bahwa 25% dari seluruh umat Kristen di dunia adalah Pentakostal atau karismatik.[rujukan?]

Denominasi-denominasi Pentakostal terbesar di AS adalah Assemblies of God (Sidang Jemaat Allah), Church of God in Christ, Church of God (Cleveland), dan United Pentecostal Church.[rujukan?] Menurut sebuah artikel Musim Semi 1980 dari Christian History, ada sekitar 11.000 denominasi pentakostal atau karismatik di seluruh dunia.[rujukan?]

Di AS gereja-gereja Pentakostal diperkirakan mempunyai lebih dari 20 juta anggota, termasuk sekitar 918.000 (4%) penduduk Hispanik.[rujukan?] Jumlah ini mencakup jemaat-jemaat yang tidak berafiliasi, meskipun jumlahnya tidak pasti. Hal ini sebagian disebabkan karena sebagian ajaran Pentakostalisme juga dianut oleh denominasi non-Pentakostal yang dikenal sebagai gerakan karismatik.

Perhitungan konservatif atas penganut Pentakostalisme di seluruh dunia pada tahun 2000 diperkirakan sekitar 115 juta. Perkiraan lain menyebutkan jumlah hampir 400 juta. Sebagian terbesar dari pemeluknya terdapat di negara-negara Dunia Ketiga, meskipun kebanyakan pemimpin mereka masih orang Amerika Utara. Pentakostalisme kadang-kadang disebut sebagai “gerakan ketiga Kekristenan”.

Gereja Kristen terbesar di dunia adalah Yoido Full Gospel Church (Gereja Injil Sepenuh Yoido) di Korea Selatan, sebuah gereja Pentakostal. Gereja ini didirikan dan dipimpin oleh David Yonggi Cho sejak 1958. Pada tahun 2003 anggotanya berjumlah 780.000.[rujukan?]
Gereja Yesus Sejati, adalah gereja pribumi yang didirikan oleh orang-orang Tionghoa di daratan Tiongkok, namun pusatnya sekarang berada di Taiwan. Gereja Kerasulan adalah gereja yang paling cepat berkembang di seluruh dunia.[rujukan?]
Di Indonesia gereja-gereja Pentakosta diperkirakan mempunyai lebih dari 2 juta anggota, gereja-gereja Pentakostal/Karismatik yang utama adalah

Gereja Gerakan Pentakosta (GGP),
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), 600 an ribu
Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia (GPSDI),
Gereja Sidang Pantekosta DI Indonesia (GSPDI),
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS),
Gereja Pentakosta Indonesia (GPI),
Gereja Isa Almasih (GIA),
Gereja Bethel Indonesia (GBI), 500 an ribu
Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD),
Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII),
Gereja Pantekosta Isa Almasih (GPIA),
Gereja Tiberias Indonesia, 20 an ribu
Abbalove Ministries, (GKYT)
Gereja Bethany Indonesia, 20 an ribu
Jemaat Pentakosta Indonesia (JPI),
Gereja Utusan Pentakosta (GUP),
Gereja Duta Injil, (GDI)
Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB),
Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSDI)/ United Pentacostal Church in Indonesia (UPCI)
Gereja Bethel Tabernakel (GBT),
Jakarta Praise Community Church, (JPCC) Gereja Persekutuan Doa Jakarta (GPDJ)
Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSSJA),
Gereja Kegerakan Pantekosta Minahasa (GKPM)
Gereja Segala Bangsa (GESBA)
Gereja Pimpinan Rohulkudus (GPR)
Gereja Cahaya Rohulkudus (GCR)
Gereja Kegerakan Roh Suci (GKR)
Gereja Mawar Sharon (GMS)
Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT)dan lain-lain.
Menurut Christianity Today, Pentakostalisme adalah “iman yang hidup di antara kaum miskin, yang menjangkau ke dalam kehidupan sehari-hari anggotanya, dan menawarkan tidak hanya harapan tetapi juga sebuah cara hidup yang baru.”

Sebuah Renungan.
Ada seorang pemuda yang pernah berkunjung ke rumah saya bercerita tentang pengalamannya mengikuti beberapa kursus alkitab.Dia begitu berghairah untuk belajar.Menurutnya sewaktu bersoaljawab dengan pembicara yang melayani mereka,dia berkata bahawa dia menginginkan berbahasa roh.Di gereja dia terlibat dengan pelayanan musik.Dia kelihatan masih bingung .
(Yoh 5:4.)Saya sedang menggali makna dari kolam Bethesda yang diertikan sebagai kolam KASIH KARUNIA dan merupakan nama yang berhubungan dengan penyembuhan. Didalam Naskah Alkitab Yunani Kuno, namanya sering disalah-artikan untuk dijadikan nama kota Bethsaida. Nama tersebut dikatakan berasal dari bahasa Aram ‘beth hesda’, yang artinya bisa diartikan ‘rumah rahmat’ ataupun ‘rumah anugerah’. Didalam bahasa kuno Syria, istilah asalnya ‘hesdo’ mempunyai dua arti yang berlawanan – berkat dan aib; makna ganda ini boleh jadi dipikirkan sesuai lokasi tersebut tampak sebagai tempat yang dikatakan aib karena kehadiran orang-orang yang cacat, dan juga tempat yang dikatakan menjadi berkat, karena mereka dikaruniai kesembuhan.
Kita dapat membaca tentang seorang yang lumpuh yang menanti bertahun-tahun untuk disembuhkan sewaktu goncangan dikolam Bethsaida.Merenungkan ayat ini saya percaya belas kasihan dan kasih karunia Allah datang jika anda menginginkan dan tetap menantikan Kasih Karunianya.Amen!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: