Brian J Bailey (Prajurit Kristus)

Efesus 5:30~“Karena kita adalah anggota tubuh-Nya.”Tanpa suatu pewahyuan dari Tuhan,tampaknya mustahil bagi manusia biasa untuk sungguh-sungguh memahami misteri ilahi ini.Tuhan adalah Kepala dari Tubuh.Kita adalah anggota-anggota Tubuh-Nya dengan suatu pelayanan yang jelas sebagaimana Bapa Sorgawi telah merancangkannya.Adalah mungkin untuk menjadi kepala,dalam arti bahwa mata adalah sebuah bagian dari kepala.Dalam kenyataannya ini adalah peranan dari seorang pelihat di zaman dahulu.Bagian-bagian lainnya adalah telinga dalam Tubuh Kristus,seperti Samuel yang mendengar perkataan Tuhan.Bagian-bagian lainnya yang menyampaikan perkataan Tuhan adalah mulut Allah.Mereka yang memakai tangannya untuk menyediakan kebutuhan orang-orang yang kekurangan dan membantu mereka berfungsi sebagai tangan dalam Tubuh Kristus.

Kita perlu mencari Tuhan untuk menemukan apa yang menjadi panggilan-Nya untuk kita lakukan.Tidaklah baik mencoba menjadi tangan jika kita dipanggil untuk menjadi mata.Kita ingin setia terhadap tugas-tugas yang Tuhan berikan kepada kita sehingga kita dapat menjadi seperti apa yang dikatakan oleh penulis himne,His Hand Extended (Perpanjangan Tangan-Nya).Ketika kita berserah kepada kehendak Tuhan,Ia mampu untuk menyelesaikan kehendak Bapa-Nya dan melalui Tubuh-Nya,Gereja.

Di sorga,kita akan dinilai dalam hal pernikahan.Kita ingin lulus dalam hal ini.Kita harus selalu berusaha menghargai dan mengasihi pasangan hidup kita seperti Kristus telah mengasihi Mempelai Perempuan-Nya,Gereja.

Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus.Kristus memiliki otoritas atas laki-laki.

Kepala dari perempuan ialah laki-laki.Seorang perempuan harus tunduk kepada suaminya.Kepala rohani dan pemegang otoritas atas seorang perempuan adalah suaminya.Perempuan diperintahkan dalam Kejadian 3:16 oleh Allah bahwa suaminya akan “berkuasa atasnya.”

Namun,dalam rantai ilahi tentang otoritas dan penundukan diri,ada pemikiran bahwa kita harus dengan kasih menundukkan diri sendiri satu kepada yang lain,seperti yang Rasul Paulus nyatakan dalam Efesus 5:2 “Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”

Setiap kita patut mengenali karunia-karunia khusus yang dimiliki oleh anggota-anggota lainnya dari Tubuh Kristus,dan karena itu kita patut menundukkan diri kepada mereka pada waktu-waktu yang tepat.Bila kita harus membuat keputusan-keputusan,kita harus meminta pendapat-pendapat orang lain dan menanyakan nasihat mereka sehingga Tubuh Kristus berfungsi dalam keharmonisan.Sekalipun suami bertanggungjawab,namun seorang suami yang bijaksana akan belajar dari awal pernikahan untuk menundukkan diri kepada harapan-harapan isterinya.

Kunci menuju suatu pernikahan yang sukses ialah dimulai dengan isteri.Perempuan-perempuan diperintah untuk tunduk kepada suami mereka.Suami diperintah untuk mengasihi isteri.

Saya sangat ingat akan seorang pendeta yang isterinya minta dibelikan sebuah baju baru.Ketika suaminya berkata “tidak”,Tuhan berkata kepadanya,”Seperti engkau memperlakukan isterimu,demikianlah Aku akan memperlakukanmu.”Isterinya dengan segera menerima sebuah baju baru.
Dalam Kidung Agung,kita dapat melihat tiga tingkat hubungan antara seorang mempelai perempuan dan suaminya serta antara Gereja dan Tuhan.Tingkat pertama dari hubungan ini ditemukan dalam Kidung agung 2:16 “Kekasihku kepunyaanku,dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.”Di awal kehidupan pernikahan mereka,mempelai perempuan sering merasa bahwa suaminya adalah miliknya,bahwa ia adalah kepunyaannya.Pengantin baru selalu suka membanggakan suami yang baru dinikahinya kepada kerabatnya dan berkata,”Ia adalah suamiku.”Demikian juga dengan kita ketika kita pertama-tama memulai hubungan dengan Tuhan Yesus Kristus.Kita merasa Kristus kepunyaan kita.

Tingkat ke dua dari hubungan itu terlihat di dalam Kidung Agung 6:3; “Aku kepunyaan kekasihku,dan kepunyaanku kekasihku,yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.”Ketika pernikahan itu semakin berkembang dan sang isteri semakin dewasa,ia menyadari bahawa ia hidup hanya bagi suaminya dan karena kenyataan itu,ia adalah kepunyaan suaminya.Sang isteri mulai tidak berusaha untuk disenangkan saja oleh suaminya,melain juga untuk menyenangkannya.Tatkala kita bertambah dewasa di dalam Tuhan,kita mulai berusaha untuk menyenangkan Dia,menyadari bahwa kita dalah kepunyaan dia.

Ada sebuah tingkat lain yang sangat penting dalam pernikahan yang menentukan apakah suatu pernikahan akan sukses dan memuaskan atau hanya menjadi suatu pernikahan yang rata-rata,pernikahan yang “biasa-biasa saja.”Langkah terakhir dalam pernikahan ini adalah perbedaan antara suatu pernikahan yang baik dan sebuah pernikahan yang luar biasa.Dalam Kidung Agung 7:10,sang mempelai perempuan berkata, “Kepunyaan kekasihku aku,kepadaku ghairahnya tertuju.”Tujuan akhir dari pernikahan adalah agar isteri sepenuhnya memenangkan hati suaminya dan agar suami bersuka di dalam isterinya dan disenangkan olehnya~mengasihi isterinya lebih daripada siapapun juga.INILAH SASARAN BAGI SETIAP ORANG KRISTEN~MENYENANGKAN DI MATA TUHAN DAN MEMENANGKAN KRISTUS.

Efesus 5:31~”Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,sehingga keduanya itu menjadi satu daging.”Tujuan dari pernikahan adalah agar laki-laki dan perempuan menjadi satu daging~memiliki satu pikiran,satu hati,dan satu tujuan yang mempersatukan untuk mengenapi kehendak Allah bagi kehidupan mereka.

Secara rohani,sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus,kita semua dipanggil untuk menjadi Mempelai-Nya.Mempelai Sorgawi bersuka dalam Mempelai-Nya dan berhasrat akan keindahannya.

Hanya oleh kasih karunia Allah saja kita dapat menjadi indah di mata Tuhan.Roh Kuduslah yang mempersiapkan kita menjadi MEMPELAI SORGAWI kita,sama seperti Hegai penjaga para perempuan mempersiapkan Ester bagi raja. ~Brian J Bailey (Prajurit Kristus)

2 Responses to “Brian J Bailey (Prajurit Kristus)”

  1. amin rahasia besar terbuka,misteri tubuh Kristus dalam hidup gerejaNya.Tuhan berkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: