Hati Nurani Yang Baik

Di dunia ini tidak ada kehidupan secara jasmani maupun rohani, sehingga Yesus harus datang ke dunia untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan.

PENGERTIAN hidup dalam kelimpahan:
1. Hidup yang selalu dipelihara Tuhan, tidak peduli penghasilan besar atau kecil, sampai bisa selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
2. Hidup dalam suasana kegerakan/kebangunan rohani, selalu setia dan berkobar-kobar dalam perkara rohani = selalu mengutamakan perkara rohani lebih dari yang jasmani.

Kalau kita lebih memilih yang jasmani (bahkan yang di luar Firman) sampai mengorbankan yang rohani (Firman) = mati rohani, hidup kita sedang digilas dunia.
3. Hidup kekal di dalam Kerajaan Sorga.

BAGAIMANA Yesus datang untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan?

Yohanes 10:11
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Yesus datang sebagai Gembala yang baik, yang memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya = memberikan hidup dalam segala kelimpahan sampai hidup kekal.
Yesus rela mati supaya kita hidup.

Hidup kita bukan hanya seharga nyawa, namun seharga darah/nyawa yang diberikan oleh Yesus sendiri.
Jangan melawan Tuhan! Jangan mati dalam dosa!

Bagaimana sikap kita?

Jika kita mau menerima hidup dalam segala kelimpahan, maka kita harus menjadi domba-domba yang baik.
(Kalau hanya menjadi “domba”, masih ada pemisahan antara domba yang baik dengan yang tidak baik.)

Pengertian domba yang baik adalah kehidupan yang memiliki hati nurani yang baik.

Kenyataannya, sejak zaman Nuh, hati nurani manusia cenderung jahat.
Manusia darah daging hanya penuh dengan keinginan, ambisi, emosi dsb., tidak ada yang baik, hanya menghasilkan perbuatan-perbuatan jahat, sehingga dihukum Tuhan.

Bagaimana kita mendapatkan hati nurani yang baik?

I Petrus 3:20-21
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan–maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Baptisan air menghasilkan hidup baru = proses pembaharuan dari hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang baik.

Tanda hati nurani yang baik:
• Bisa mengetahui bahwa ada sesuatu yang belum beres dalam hidup, nikah, pelayanan, pekerjaan/studi dst. (mengoreksi diri sendiri).

Belum beres = belum sesuai dengan Firman Allah.

Kalau kita selalu merasa beres dan menyalahkan orang lain = hati nurani yang sudah mati, hidupnya tetap tidak beres dan tidak bisa masuk Sorga.

Kalau ditemukan ada ketidakberesan, akui semua kepada Tuhan dan sesama, maka Tuhan yang akan membereskan segala sesuatu.
Di atas kayu salib, Yesus telah berseru, “Sudah selesai.”

Hanya sedikit kehidupan yang menjadi domba yang baik, yang mempunyai hati nurani yang baik.
• Kehidupan yang bisa mengoreksi diri pasti bisa juga untuk selalu taat dengar-dengaran pada Firman Pengajaran benar, apapun resikonya.
• Kalau ada ketaatan, domba-domba pasti tergembala dengan baik, gembala-gembala pasti bisa menggembalakan dengan baik.
Kita melekat pada satu pokok Firman Pengajaran benar (pribadi Yesus), yang membawa pada satu kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.

Kebutuhan mutlak dari domba-domba adalah gembala. Tidak peduli musim kering ataupun hujan, gembala akan selalu mengusahakan pemeliharaan bagi domba-domba.
Hati nurani menentukan hidup atau mati kita di dunia ini, sampai hidup kekal di Sorga.
Tanpa baptisan air, tidak mungkin ada hati nurani yang baik.

Syarat tergembala:
1. Selalu berada di dalam kandang penggembalaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya.
Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

Kalau BEREDAR-EDAR (tidak tergembala), kita pasti bertemu binatang buas, bukan gembala.
2. Selalu mendengar dan dengar-dengaran (taat) pada suara Gembala/Firman Penggembalaan yang benar.

Yohanes 10:1-5
10:1. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”

Tuhan memberikan sepasang telinga kepada kita, satu untuk mendengar dan yang lain untuk dengar-dengaran. Dengan demikian, tidak ada kesempatan untuk mendengar suara asing yang berbeda (tidak senada) dengan Firman Penggembalaan.

Telinga kita menentukan mati atau hidup kita.

Mendengar dan dengar-dengaran = mengasihi Tuhan lebih dari semua.

I Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Hasil ketaatan pada Firman Penggembalaan (suara Gembala):
• Kita mengalami penyucian demi penyucian, sehingga kita bisa hidup suci.
Apa yang harus disucikan? Mulai dari 8 dosa yang langsung membawa ke neraka.

Wahyu 21:8
21:8 Tetapi orang-orang penakut (1), orang-orang yang tidak percaya (2), orang-orang keji (3), orang-orang pembunuh (4), orang-orang sundal (5), tukang-tukang sihir (6), penyembah-penyembah berhala (7) dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Penakut = takut terhadap sesuatu lebih dari terhadap Tuhan, sehingga melanggar Firman (melawan Tuhan).
• Yohanes 10:3
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Sementara Tuhan bekerja menyucikan kita, Tuhan sedang menuliskan nama kita dalam Kitab Kehidupan.
Jangan berhenti tergembala sebelum nama kita selesai dituliskan dalam Kitab Kehidupan (garis akhir)!
• I Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Kalau kita disucikan, kita bisa saling mengasihi dengan kasih yang tulus ikhlas (dalam kesucian), saling melayani, sampai masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.

POSISI domba yang baik adalah berada dalam tangan Gembala yang baik.
HASILNYA:
1. Yohanes 10:27-28
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Tangan belas kasih Gembala baik memberikan jaminan kepastian untuk hidup berkelimpahan di tengah padang gurun dunia, untuk masa depan, bahkan sampai hidup kekal.
Selain itu, dalam tangan Gembala baik juga ada jaminan kepastian untuk membuat semua baik pada waktuNya.
2. Mazmur 23:1-2
23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Tangan belas kasih Gembala baik sanggup menuntun dan memberikan perhentian kepada kita di tengah padang gurun dunia, sehingga semua jadi enak dan ringan.
3. Wahyu 7:17
7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”

Tangan Gembala baik menuntun kita ke mata air kehidupan, tahta Yerusalem Baru.

Buktinya adalah ada pembaharuan, mulai dari KEJUJURAN.
Yerusalem Baru = Kota Terang, kita harus terang-terangan (jujur).

Kejujuran menghapus air mata, menyelesaikan masalah, menata masa depan yang indah bagi kita.

Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama sempurna seperti Dia dan bersama-sama masuk dalam Yerusalem Baru untuk selama-lamanya.~ Pdt. Widjaja Hendra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: