Dirusan Air Hujan

Ketika mendekati Yerusalem, para murid mengiring Dia dan memuji Allah … Yesus berkata jika mereka ini diam, maka batu-batu ini akan berteriak.

Lilin-lilin Kecil
1. SALAM SEORANG RASUL

Hampir semua surat Rasul Paulus diakhiri dengan salam (salam dariku untuk si anu, dan untuk si itu atau salam dari si anu dan si itu untukmu). Dalam surat yang dikirim untuk jemaat di Roma, banyak nama orang yang disebut oleh Paulus dalam salamnya itu. Kita akan memperhatikan beberapa diantaranya.

Paulus menulis : “Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam KRISTUS YESUS.” (Roma 16:3). Akwila dan Priskila adalah sepasang suami-isteri yang dijumpai oleh Paulus di kota Korintus. Paulus tinggal dirumah suami-isteri itu. Paulus memiliki kerja yang sama dengan Akwila dan Priskila, dan hal ini membuat mereka bekerja bersama-sama dengan mereka (Kis 18:2-3).

Setiap orang memiliki sepasang tangan, kaki, mata, dengan begitu seseorang mempunyai kemampuan sekaligus keterbatasan. Dengan dua buah tangan kita dapat mengerjakan cukup banyak pekerjaan. Kita bisa mengetik (entah dua jari atau sepuluh jari) yang melibatkan tangan kiri dan kanan. Kita dapat bermain sepak bola memakai kedua buah kaki kita, atau berjalan-jalan ditaman atau mengunjungi sahabat-sahabat kita. dengan sepasang mata banyak hal yang dapat dilihat disekitar tempat tinggal kita.

Jelas sekali bahwa ada cukup banyak hal yang tidak dapat kita lakukan sekaligus dan untuk itu diperlukan teman sekerja. Dengan banyak orang, satu pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu yang relatif cepat. dengan beramai-ramai ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat yang bersamaan. Karena banyaknya orang, maka dibutuhkan kerjasama, bukan kerja sendiri-sendiri. pengikat kebersamaan antara Paulus dengan teman-temannya adalah YESUS KRISTUS, seperti yang dikatakannya, “Teman-teman sekerjaku didalam YESUS KRISTUS.”

Pada bagian lain dalam salamnya Paulus mengatakan, “dan dari Lukius, Yason, dan Sosipater, teman-temanku sebangsa.” (Roma 16:21). Paulus bergaul tidak hanya dengan orang Yahudi saja, namun juga dengan orang-orang Yunani. Paulus yakin bahwa setiap manusia adalah sama dimata Tuhan. Untuk itu ia pernah menyatakan, “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu didalam KRISTUS YESUS.” (Gal 3:28)

Dulu pernah terjadi orang kulit hitam direndahkan, bahkan diperjualbelikan dan diperbudak oleh orang kulit putih. Sesungguhnya oleh Kasih YESUS KRISTUS kita semua telah dimerdekakan dan menjadi anak-anak Allah. Dibumi pertiwi ini ada orang Batak, orang Dayak, orang Sasak, orang Jawa, orang Sunda, orang Madura dan masih banyak lagi yang lainnya. Kita mengatakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Kita adalah teman-teman sebangsa bukan musuh-musuh sebangsa.

Paulus menutup surat Roma dengan mengizinkan nama Tertius dicantumkan dalamnya. Tertius adalah orang yang membantu Paulus untuk menuliskan surat Roma tersebut. Mungkin saja Paulus mendiktekan kepada jemaat di Roma dan Tertius menulisnya. sesungguhnya pada zaman Paulus hidup alat tulis-menulis masih sangat sederhana. untuk menuliskan seluruh surat Roma tentulah dibutuhkan waktu yang sangat banyak dan juga ketelitian yang tinggi.

Paulus mengingat jerih lelah Tertius yang telah membantunya untuk menulis surat Roma. Kita tidak mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai Tertius ini, karena bagian lain Alkitab tidak pernah lagi menyinggung orang ini. Barangkali Tertius adalah seorang jurutulis yang biasa yang kemudian dikenal oleh rasul Paulus. Paulus tidak melupakan jerih lelah seseorang, ia mengingatnya dengan baik.

Keberhasilan seseorang seringkali didukung oleh banyak orang. Seorang calon presiden memiliki tim sukses yang bekerja siang dan malam untuk keberhasilan sang capres tersebut. Kemasyuran sebuah restoran didukung oleh semua unsur yang terlibat didalamnya : koki, pramusaji, petugas kebersihan, dan lain-lain. Kesuksesan kita juga mungkin saja didukung oleh istri yang telaten atau atasan yang memberikan dukungan sepenuhnya. Ingatlah mereka itu, jangan melupakannya.

Disadur dari ” lilin-lilin kecil, Pdt. Dede Irawan Godjali “

Janganlah suka mendengarkan percakapan orang dengan sembunyi-sembunyi, kalau-kalau engkau mendengar pelayanmu mengutuki engkau! Karena engkau tahu betapa seringnya engkau sendiri mengutuki orang lain!
Pengkhotbah 7 : 21

FAYH (1989) ©
SABDAweb Ams 24:15
Hai orang jahat, jangan kauganggu orang yang tulus hatinya. Jangan lagi berusaha merampas haknya dengan tipu muslihatmu. Tidakkah engkau tahu bahwa sekalipun engkau berhasil menjatuhkan orang baik itu sampai tujuh kali, setiap kali ia akan bangun lagi? Tetapi satu bencana saja sudah cukup untuk melumpuhkan engkau.
TB (1974) ©
SABDAweb Ams 24:15
Jangan mengintai kediaman orang benar seperti orang fasik, jangan merusak rumahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: