Salma

Memahami Hati Tuhan Bagi Kaum Kedar

Siapakah Ismael?

Sekarang ini, 1,6 milyar (billion) Kaum Kedar berdiri di Tengah-tengah panggung, sementara dunia melihat dan terheran-heran, Israel memperingatkan adanya terorisme, Gereja menghitung waktu dan orang-orang Kaum Kedar mencari suatu Revolusi.

Pada saat yang sama, gerbang antara waktu dan kekekalan sedang terbuka bagi dunia Kaum kedar, membuka jalan untuk terjadinya suatu momen kairos. Manusia meresponi musim yang kita jalani; tidak hanya sembarang musim, tetapi momen kairos bagi kaum Kedar.

Dalam bahasa Yunani, waktu dibagi menjadi chronos dan kairos. Chronos adalah waktu kronologis, dihitung dalam detik, menit, hari, dan tahun. Waktu Kairos adalah suatu momen terbukanya gerbang antara waktu dan kekekalan sehingga suatu peristiwa dapat terjadi sepenuhnya, seperti yang telah Allah tentukan, untuk mengubah nasib semua orang, selamanya.

Kita mengenal waktu sebagai kronos (chronos) dan mengukurnya. Allah mengenal waktu sebagai kairos dan menetapkannya. Momen kairos membuka pintu nasib, ketika apa yang telah tersembunyi selama berabad-abad pun disingkapkan. Sebagai Gereja Yesus Kristus, kita harus dapat mengenali momen-momen kairos supaya kita dapat mengalir bersama Allah. Bab ini membicarakan –secara Alkitabiah –asal mula Kaum Kedar, jeritan mereka, dan detak jantung Allah untuk masa ini.

Asal Mula Kaum Kedar Menurut Alkitab

Nabi Kaum Kedar, adalah keturunna langsung Ismael dari anak keduanya, Kedar. Ia menerima pewahyuan dari seorang malaikat yang dia yakini sebagai Gabriel. Di kemudian hari, pewahyuan ini menjadi Kitab Kaum Kedar. Kaum Kedar percaya bahwa yang dibawa Abraham ke mezbah persembahan di gunung Moria adalah anak seluruh manusia di muka bumi ini akan merima berkat. Kaum Kedar juga percaya bahwa Nabi ini adalah penggenapan janji Allah terhadap Abraham, dan bahwa ia adalah Nabi, seperti Musa. Mereka mengangap bahwa Alkitab telah diubah dan tidak sepenuhnya otentik. Kepercayaan Kaum Kedar berasal dari Keturunan Ismael. Jadi, akar Kaum Kedar adalah Ismael, anak pertama Abraham

Ismael menikah dengan seorang perempuan Mesir dan dia memiliki keluarga besar dengan 12 anak lelaki, yang menghasilkan banyak keturunan. Kaum Kedar sudah ada jauh sebelum mereka memeluk kepercayaan Kaum Kedar. Saya mulai mengerti bahwa Allah selalu melihat pada akar suatu hal, tidak hanya melihat pada permukaannya saja.

Ketika Hagar, Pelayan Sarai-Istri Abraham, sedang mengandung, malaikat Tuhan menjumpainya di padang gurun dan mulai menyampaikan rencana Allah:

Lalu malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan kemanakah pergimu? jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai Nyonyaku.” Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada Nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.” Lagi kata malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” (Kejadian 16:7-10)

Allah Memberi Nama Ismael sebelum Dia Lahir

Ismael adalah orang Pertama yang pernah diberi nama Oleh Allah sebelum lahir. Dalam Alkitab, ketika terjadi untuk pertama kalinya, itu sangat signifikan dan menjadi contoh. Itu disebut hukum hal yang pertama. Diseluruh bagian Alkitab, hanya ada empat orang yang Allah beri nama sebelum mereka lahir, melalui penampakan seorang malaikat atau Allah sendiri. Ada orang-orang lain yang Allah nubuatkan , tetapi hanya ada empat orang yang diberi nama sebelum lahir, dalam cara yang ilahi.

Yang pertama adalah Ismael, kedua adalah Ishak, ketiga adalah Yohanes Pembaptis, dan yang terakhir adalah Yesus. (Lihat Kejadian 16:11, Kejadian 17:19; Lukas 1:31, Gereja tahu tentang tiga yang terakhir itu, tetapi Gereja belum melihat yang pertama itu.

Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. (Kejadian 16:11)

Hagar kembali pada Sarai, seperti yang diperintahkan oleh Malaikat Tuhan, dan Ismael pun lahir. Ketika Isamel berusia sekitar 13 tahun, Allah menampakkan diri kepada Abram dan mengubah namanya menjadi Abraham, dan nama Sarai menjadi Sara (Lihat Kejadian 17:5 dan Kejadian 17:15). Allah menyampaikan perjanjian-Nya dengan Abraham dan berjanji untuk memberikan seorang anak lelaki bagi dia dan Sara. Abraham memohon perkenanan Allah bagi Ismael, dan Allah meresponi:

Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” Tetapi Allah berfirman: “Tidak melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang sangat besar. Tetapi perjanjian-ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga ” (Kejadian 17:18-21)

Allah memberkati Ismael dan berjanji akan membuat dia beranak cucu sangat banyak; dengan dua belas raja, dan akan menjadi suatu bangsa yang sangat besar. Dalam kejadian 16:11, Allah sudah memberi nama Ismael sebelum dia lahir, dan dalam kejadian 17:20, Allah memberkati Ismael, tetapi menetapkan bahwa perjanjian-Nya adalah dengan Ishak, anak yang dijanjikan (Pembahasan yang lebih lanjut tentang mengapa Allah memberkati Ismael ada pada bab berikutnya).

Ketika sedang menyapih Ishak, Sara mendapati bahwa Ismael mengejek Ishak, dan dia ingin agar anak dari pelayannya itu diusir dan tidak dijadikan ahli waris bersama anaknya, Ishak (Lihat Kejadian 21:9)

Abraham sedih- seperti ayah manapun- dan dia datang kepada Tuhan. Allah menjelaskan padanya bahwa pada Ishaklah perjanjian Allah akan ditetapkan dan yang akan disebut keturunannya adalah yang berasal dari Ishak. Bagi Isamel, dia dia harus diusir tetapi Allah menegaskan kembali bahwa Ismael akan menjadi suatu bangsa yang besar. Ismael, bersama Hagar, diusir dari rumah ayahnya, hanya dengan berbekal air dan sedikit roti.
Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak. ” Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala hal yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi Keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Ku buat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.” Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekribat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan Mengembara di padang gurun Barsyeba.(Kejadian 21:10-14)

Sumur Supernatural

Ismael, sekitar umur 15 tahun, diusir bersama Hagar ke padang gurun. Mari kita lihat apa yang terjadi :

Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan dia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: ” Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang dia disitu, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, Lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air,kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang Gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia dipadang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang Isteri baginya dari tanah Mesir (Kejadian 21:15-21).

Ismael menggembara di padang Gurun bersama Hagar dan kehabisan air. Setelah diusir dari rumah ayahnya, Ismael mendapati dirinya nyaris mati di bawah semak-semak. Hagar tidak tahan melihat penderitaan puteranya yang sekarat. Dalam keputusasaannya, dia meninggalkan anaknya di bawah semak dan berjalan pergi,sambil menjerit kepada Tuhan. Dia tidak sampai hati melihat anaknya mati. Yang bisa dia lakukan hanya menangis dan menjerit dalam kepedihan hatinya. Sementara itu, sang anak lelakipun terkapar sekarat di bawah semak.

Anak itu tidak hanya sekarat secara fisik, tetapi hatinya juga hancur karena penolakan dan jiwanya terkoyak karena kepedihan yang mendalam. Hanya dalam waktu yang begitu singkat, dari seorang anak, dia menjadi pelayan. “Aku ini siapa… anak dari Bapa banyak bangsa atau hanya anak seorang pelayan?” Dia mengalami konflik identitas, dan citranya tentang seorang ayah telah hancur untuk selamanya. Lebih parahnya lagi, diambang kematiannya di padang Gurun, ibunya sendiri meninggalkan dia dan membiarkan dia mati seorang diri. Kondisinya begitu buruk sehingga ibunya tidak tahan melihatnya.

Jeritan Hati Ismael

Empat ribu tahun kemudian, Kaum Kedar menggembara di padang gurun Rohani, dengan jeritan hati yang semakin mendalam;
Mereka sekarat kehausan, tidak dapat melihat sumur keselamatan mereka. Tetapi Allah akan mendengar jeritan Ismael dan membuka matanya dan menunjukkan padanya sumur air kehidupan-Yesus-supaya dia dapat minum dan hidup. Dia membutuhkan air untuk menyelamatkan hidup jasmaninya: dan untuk menyelamatkan hidup rohaninya dia kan membutuhkan air kehidupan dari sumur Yesus.

Sudah tiba saatnya bagi Kaum Kedar untuk melihat Yesus dan mengenal Bapa. Sebagai Gereja, Kita harus memliki ketajaman untuk membedakan waktu-waktu yang kita jalani sekarang, dan mendengar suara dari Surga. Kita harus bersyafaat bagi Kaum Kedar seperti seorang Ibu yang bersyafaat bagi anak-anakNya yang diambang ajal. Beberapa dari kita pergi meninggalkan Ismael, seperti yang dilakukan oleh ibunya sendiri, karena kondisi Ismael sepertinya sudah tidak ada harapan lagi dalam banyak hal; tetapi kita harus tunduk pada Roh Allah dan berdoa agar Allah akan membangkitkan jeritan yang ada di hati Kaum Kedar dan mengorbankannya sedemikian rupa sehingga itu menyentuh hati yang Maha TInggi.

Allah akan mendengar jeritan umat Kaum Kedar pada masa ini. Dalam hikmat-Nya. Allah telah memberi nama Ismael sebelum dia lahir, karena dia tahu bahwa suatu hari nanti akan ada 1,6 milyar Kaum Kedar yang berada di padang gurun Rohani. Gereja, bersiaplah ada satu generasi Kaum Kedar yang seluruhnya akan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Saya percaya bahwa dalam sekejap, 800 juta hingga 1 Milyar Kaum Kedar akan memasuki Kerajaan Allah.

Pada 26 Desember 2004, Terjadi suatu gempa bumi, pusat gempanya berada di Indonesia- yang menimbulkan tsunami yang dampaknya juga melanda banyak wilayah di negara-negara sekitar, dan menyebabkan kematian ratusan ribu korban.

Ada gempa lain yang akan sering terjadi, dan pusat gempanya adalah umat Kaum Kedar-itu akan menyebabkan terjadinya suatu tsunami Roh Kudus yang akan melanda banyak bangsa lainnya dan membawa kehidupan. Gempa rohani ini akan menghasilkan tuaian terbesar yang pernah dilihat manusia dibumi.

Doa dan Syafaat adalah langkah pertama. Syafaat adalah doa yang “Memeluk” Hati Allah. Rencana -rencana Roh Kudus dilahirkan ke alam jasmani melalui doa. Kita semestinya tidak hanya berdoa, tetapi juga siap untuk bergerak bersama Allah pada masa ini. Allah menggunakan seorang wanita untuk memberikan air minum bagi Ismael di padang gurun, dan Dia akan menggunakan wanita lain, yaitu gereja, untuk memberikan air kehidupan yang kekal. Ismael haus akan air kehidupan dan lapar akan roti yang baru dipanggang dari oven Roh Allah.

Dari dulu, Yesus selalu menjadi penjala manusia. Dia juga rindu untuk menjadikan kita sebagai penjala-penjala manusia, sehingga kita kan siap untuk bergerak pada musim ini. Untuk benar-benar dapat menjadi penjala manusia, kita perlu mengerti akan karakteristik dan jeritan dari hati umat Kaum Kedar.

Untuk mengerti kerakteristik jeritan hati umat Kaum Kedar ini, kita harus melihat pada awal mula jerit tangis ini. Jerit Tangis itu dimulai ketika Ismael diusir dari rumah ayahnya dan pergi tanpa mendapatkan bagian warisan. Selama 15 tahun dia dibesarkan dalam kasih sayang ayahnya, Abraham, tetapi kemudian dia diusir karena anak lelaki dari seorang pelayan (Perempuan budak ) tidak dapat menjadi ahli waris bersama anak lelaki permpuan yang merdeka (Lihat kejadian 21:10). Ismael diusir ke padang gurun dengan sepotong roti dan sebotol air, itulah pemberian terakhir dari ayahnya (Lihat kejadian 21:14)

Ismael pasti menatap ibunya untuk meminta penjelasan tetapi sang ibu mengingatkan dia bahwa dia hanyalah anak seorang pelayan dan tidak memliki seorang ayah. Ismael menunggu di padang gurun berharap ayahnya akan datang mencarinya serta membawakan roti dan air lagi; tetapi sang ayah tidak pernah datang. Saat berikutnya Ismael melihat sang ayah adalah untuk menguburkannya (lihat kejadian 25:9) Ismael tidak hanya menguburkan Abraham, tetapi dia mengubur kesempatannya untuk menjadi seorang anak. Penguburan itu menandakan matinya harapan Ismael untuk diterima atau dikasihi kembali oleh seorang ayah.

Jeritan terdalam Ismael adalah kerinduan untuk dikasihi oleh seorang ayah dan kebutuhan akan suatu identitas. Identitas tidak hanya tentang siapa Anda, tetapi siapakah yang memiliki Anda. Jika Anda tidak tahu Anda milik siapa, maka Anda tidaka kan pernah tahu siapa Anda. Jika Anda tidak tahu identitas Anda, maka Anda akan mencari jati diri Anda lewat apa yang Anda lakukan. Seorang anak dapat dilacak dari -DNA-nya yang dibandingkan dengan DNA ayahnya, tetapi seorang pelayan dideteksi lewat pekerjaan-pekerjaannya.

Ismael diusir dan pergi tanpa ayah, identitas, atau warisan. Tanpa peringatan, Ismael disingkirkan, ditolak, dan tanpa ayah. Setiap anak lelaki memiliki hak untuk menerima warisan dari ayahnya. Hak itu direnggut dari Ismael, membuat dia dimateraikan sebagai anak yang tanpa ayah. Hingga sekarang, jeritan itu masih ada dalam hati umat Kaum Kedar.

Kepercayaan Kaum Kedar

Beberapa abad kemudian, keturunan Ismael membangun suatu ‘monumen’ seputar jeritan Ismael dan menyebutnya kepercayaaan Kaum Kedar, yang berarti tunduk kepada Allah seperti seorang pelayan, bukannya memiliki hubungan dengan Dia sebagai seorang anak. Kepercayaan Kaum Kedar mengisi kekosongan dalam hati Ismael, dengan mengatakan bahwa Allah bukan seorang BAPA, dan tidak memiliki anak. Kaum Kedar menjadi wajah Allah bagi Ismael. Kaum Kedar masih melihat diri mereka sebagai pelayan atau budak yang tunduk kepada Allah, dengan harapan bahwa melalui amal ibadah mereka, mereka bisa mendapatkan penerimaan dan persetujuan dari Allah dan dapat terhindar dari penghakiman yang tidak terelakkan itu. Mereka mencoba mendapatkan penerimaan oleh Allah melalui amal ibadah mereka, bukan karen anugerah Allah. Ini bukan hanya aturan moral, melainkan kondisi keberadaan setiap Kaum Kedar. Di luar semuanya itu, jeritan Ismael tidak pernah berhenti, bahkan semakin keras seiring berjalannya waktu.

Sekarang ini, umat Kaum Kedar terus mengembara di padang gurun sampai titik ajal mereka. Sekali lagi, dalam padang Gurun rohani ini, ada sebuah sumur yang tidak dapat mereka lihat. Tidak ada seorang ayah yang memberi mereka roti atau air. Pada saat yang sama, Gereja meninggalkan mereka, tidak tahan menyaksikan kematian mereka.

Allah memanggil umat Kaum Kedar pada zaman ini. Dia akan mendengar jerit tangis mereka dan membuka mata mereka, serta menunjukkan pada mereka wajah Yesus di sumur air kehidupan dari Kemuliaan Allah. Allah akan menjadi Bapa mereka, dan memberikan roti yang baru dari surga bagi jiwa mereka yang lapar, dan air kehidupan bagi hati mereka yang haus, agar mereka dapat tetap hidup. Allah akan memanifestasikan kemuliaan-nya di antara keturunan Ismeal dan menghidupkan dia kembali dalam hadirat Yesus.

Bapa akan memberikan suatu identitas bagi Kaum Kedar pada zaman ini. Dia akan mengungkapkan bagi mereka kebenaran tentang masa depan mereka yang tersembunyi dalam nama Ismael. Dia akan menunjukkan kepada mereka perjanjian-Nya dan memberi mereka warisan dalam Kristus Yesus. Dia tidaka kan pernah meninggalkan atau menolak mereka. Bahkan, setelah dilahirkan dalam Roh, maka Ismael, sang pemanah itu, akan menjadi anak panah pada busur yang dipegang oleh tangan Allah, dan dibidikkan tepat ke jantung musuh yang pernah membutakan mereka.

Ini adalah momen kairos bagi Kaum Kedar. Awan terang hadirat Allah sedang terbentuk dan kilat yang memancarkan kemuliaan-nya sedang bergerak ke dunia Kaum Kedar. Akan turun hujan dari Surga dan tuaian besar dari Kaum Kedar pada masa ini. Jerit Tangis Ismael telah naik ke tahta Allah, dan jawabannya sedang dalam perjalanan.

Saya dapat mendengar Allah berbicara melalui Nabi Yesaya:

Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku (Yesaya 65:1)

Sesungguhnya, Allah akan membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, dan membuat jalan di padang gurun, dan sungai-sungai di padang belantara, dan kita semua akan melihatnya (Lihat Yesaya 43:19). Allah akan mendengar jeritan Hati Ismael pada zaman ini. Akankah kita mendengar jeritan hati Allah pada zaman ini? Apakah kita akan meresponi jerit tangis-Nya?

Melayani Seorang Kaum Kedar

Saya ingin berbagi cerita dengan Anda tentang bagaimana melayani seorang Kaum Kedar-bagaimana mengkomunikasikan dan membagi iman Anda kepada mereka. Dalam Amsal 4:23 dikatakan agar kita menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Ini menjelaskan tentang suatu sungai yang memancar-dari hati kita memancar aliran-aliran dan sungai-sungai kehidupan.

Dalam Yohanes pasal 7, Yesus sedang berada di Perayaan Pesta Tabernakel dan pada “Hari terakhir, pada puncak perayaan itu, ” Dia membuat suatu pernyatan yang mengatakan , “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Aku akan membuat sungai-sungai air hidup itu mengalir dari hatimu.” (Lihat Yohanes 7:37-38) Perhatikan bahwa Dia tidak mengatakan sungai, tetapi sungai-sungai.

Jika Anda sudah minum dari Tuhan Yesus air kehidupan surgawi yang sangat berharga itu, dan memakan roti dari Surga, jika Anda memakan dan mencernanya, maka ada sesuatu dalam diri Anda. Ada banyak sekali sungai yang mengalir dalam diri Anda. Salah satu dari sungai-sungai itu Adalah sungai perdamaian, atau pelayanan pendamaian, yang dipercayakan kepada Setiap orang Percaya ( Lihat 2 Korintus 5:18-19).

Saya menceritakan pada Anda sesuatu yang saya alami secara pribadi sejak saya datang kepada Kristus. Sebelum Allah memanggil saya ke dalam pelayanan sepenuh Waktu, dalam hidup keseharian saya–secara pribadi—sebagai seorang pebisnis, saya mulai membimbing orang-orang untuk datang kepada Yesus melalui berbagai macam cara. Saya melihat kira-kira 1200-1500 orang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Saya tidak memliki data jumlah pastinya karena saya tidak pernah ingat untuk terus menghitung. Tetapi saya tahu bahwa setidaknya itulah jumlahnya–mungkin bahkan lebih banyak lagi–dari mereka yang memberikan hati kepada Krsitus itu dulunya Kaum Kedar, Yahudi Sikh, dan Atheis. Dapat saya katakan bahwa 99 persen dari semua orang yang saya kenal ketika saya masih menjadi Kaum Kedar itu sekarang sudah menjadi orang-orang Kristen yang lahir baru.

Jadi saya menceritakan kepada Anda sesuatu yang saya alami sendiri. Saya tidak hanya menyampaikan apa yang sudah tertulis tetapi saya juga menceritakan apa yang sekarang ini benar-benar terjadi. Alkitab berkata behwa hendaknya kita menjadi surat-surat hidup yang dapat dibaca oleh semua orang. Menjadi surat-surat yang tertulis itu tidak sama dengan menjadi surat-surat hidup. (lihat 2 Korintus 3:2-3). Dalam perjanjian (covenant) yang baru, itu selalu ada di hati kita dan menaruhnya pada pikiran kita sehingga kita dapat menunjukkan dan menerapkannya dalam hidup kita; sehingga seseorang dapat melihat hidup Anda dan berkata, “aku melihat surat cinta yang hidup dari Yesus untukku.’

Sebelum mereka mencari Alkitab, semestinya mereka dapat membaca Alkitab itu dalam diri Anda. Sebelum mereka melihat Dia, semestinya mereka dapat melihat Dia di dalam diri Anda dan saya. Seiring berjalannya tahun demi tahun, saya mulai menyadari bahwa ada hal-hal tertentu yang mendatangkan hasil dan ada pula yang tidak. Saya akan menyampaikan beberapa prinsip alkitabiah, dan saya juga akan menceritakan kepada Anda beberapa contoh dari kisah nyata tentang bagaimana saya melihat orang-orang datang kepada Kristus.

Saya tahu bahwa pada arena yang khusus ini kita akan lebih berfokus pada umat Kaum Kedar, tetapi 2 Korintus 5:17-21 mengatakan:

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Perhatikan tiga hal dalam ayat-ayat di atas. 1) Anda adalah ciptaan baru. Katakan “Aku adalah ciptaan baru.” 2) Kemudain dikatakan bahwa Anda memiliki suatu pelayanan baru. Anda adalah ciptaan yang baru, Anda memiliki pelayanan baru. 3) Anda memiliki suatu pesan yang baru atau Anda memiliki suatu berita pendamaian yang baru. Pesan yang baru cocok untuk ciptaan yang baru, pelayanan yang baru cocok untuk ciptaan yang baru. Anda telah menjadi ciptaan yang baru , sesuatu telah terjadi.

Saya sudah dipanggil untuk memberitakan Injil sejak dasar dunia ini belum dijadikan, saya hanya tidak mengetahuinya. Tetapi saya melangkah pada arena kehidupan saya yang satu itu dengan bergerak mengikuti aliran sungai pendamaian. Saya percaya bahwa di dalam hati setiap orang percaya ada sungai pendamaian, dan sungai ini adalah sungai air kehidupan. Dalam diri Anda, Anda memiliki hidup yang dapat anda berikan.

Anda tahu bahwa Adam yang pertama diciptakan sedemikian rupa hingga dia dapat bernafas dengan napas Allah dan hidup. Tetapi Adam yang terakhir datang dan memberikan hidup pada kita, sehingga kita dapat menerima napas Allah dan kita dapat memberikannya. Adam yang pertama hanya dapat menggunakannya untuk hidup. Kita dapat memberikannya; kita dapat membagikannya napas Allah kepada orang lain. Kita telah diberi sesuatu yang dapat kita bagikan –sungai-sungai air kehidupan, salah satu dari sekian banyak sungai dalam hidup Anda itu adalah sungai pelayanan pendamaian. Itu sudah ada dalam diri Anda; Jika Anda berserah pada Roh Kudus dan bekerja sama dengan-Nya, maka Dia akan membantu Anda untuk mengalir sejalan dengan aliran sungai dalam hidup Anda itu, sehingga Anda dapat melihat hasil-hasilnya.

Berbagi dan Memberi

Beberapa tahun yang lalu, seorang Kaum Kedar mengontak saya. Saya baru menjadi orang percaya dan baru memiliki satu hal yang menjadi hasrat hati saya-dan sampai sekarang masih tetap menjadi hasrat hati saya–yaitu Yesus sebagai anak Allah. Tetapi bahkan sebelum saya terjun dalam pelayanan pun, ada satu hal yang saya tahu dengan pasti–Yesus mengasihi setiap manusia, dan Dia ingin agar mereka diselamatkan. Dia ingin mengenal mereka dan ingin agar mereka mengenal Dia dan Bapa-Nya. Jadi, rekan Kaum Kedar ini menelepon saya dan berkata, “Saya punya 20 pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh orang Kristen manapun. Kalau Anda bersedia menemui saya dan Anda dapat menjawab 20 pertanyaan itu, maka saya akan mempertimbangkan Yesus Anda.”

Saya masih belum banyak mendapat pengajaran; saya memang sudah sedikit mengenal kristen dan kenyataan tentang Yesus, tetapi pengetahuan saya itu belum cukup, Kami bertemu di Perkins, sebuah restoran yang buka 24 jam, di Dixon Road di toronto. Di setiap bilik dan setiap kursi yang ada di restoran itu, ada seseorang yang sudah datang kepada Kristus, ada seseorang yang sudah lahir baru.

Inilah pola saya: Ketika akan bertemu dengan seseorang yang belum saya kenal sebelumnya, saya akan mengajak seseorang yang baru diselamatkan satu atau dua minggu sebelumnya. Saya melatih orang yang saya ajak itu tentang bagaimana cara membimbing orang-orang lain kepada Tuhan, sementara saya membimbing kenalan baru itu kepada Tuhan. Saya benar-benar tidak tahu apa yang sedang saya lakukan, tetapi karena tidak ada yang memberitahu saya bahwa ini tidak lazim di Gereja Amerika Utara, maka saya terus melakukannya.

Jadi di sanalah saya, bersama pria Kaum Kedar yang bertemu dengan saya di Restoran itu,dan dia mulai melontarkan pertanyaan pertamanya kepada saya. Sementara dia menyampaikan pertanyaan itu, saya berfikir, aku tidak tahu jawabannya, habislah sudah. Kalau aku tidak bisa menjawab pertanyaan pertamanya ini, kesempatan apa yang aku miliki untuk membawa orang ini kepada Tuhan? ketika dia selesai mengucapkan pertanyaannya, jawabannya datang pada saya dan saya memberikan jawaban itu kepadanya. Dan saya berfikir, Wow, lebih baik aku tulis saja jawaban tadi karena itu adalah jawaban yang bagus!

Dari mana datangnya jawaban ini? sejujurnya saya katakan pada Anda, saya tidak tahu, tetapi saya tahu bahwa itu berasal dari suatu tempat, dan dalam roh saya, saya tahu bahwa yang saya katakan itu benar- tetapi saya tidak dapat menjelaskan itu pada Anda dengan pikiran saya atau membuktikan pada Anda, tetapi ada seorang saksi yang mendengarnya juga. Saya tahu bahwa jawaban itu adalah kebenaran, dan itu adalah jawaban yang bagus; jadi saya memberikan jawaban itu kepadanya. Dan itu berhasil; dia mengajukan pertanyaan yang kedua.

Ketika dia mengajukan pertanyaan berikutnya itu, lagi-lagi saya tidak tahu jawabannya. Lagi-lagi jawabannya datang pada saya dan saya menyampaikan jawaban itu. Ini terus terjadi pada pertanyaan-pertanyaan berikutnya sampai dia mengajukan pertanyaan ke-15

Harap Anda perhatikan bahwa saya hanya mengalir mengikuti Roh Allah. Saya mengalir mengikuti sungai pendamaian dari pewahyuan akan pengetahuan yang tersedia pada waktu itu, untuk mengalirkan hikmat, pengertian, dan kebenaran kepada orang ini oleh Roh Allah. Ketika dia akan mengajukan pertanyaannya yang ke -15, hadirat Allah terasa begitu kuat di bilik kami, saya menatap orang itu dan berkata, “Nah Anda sudah selesai, sudah Tamat!” Saya berkata, “Allah ada di sini, sudah selesai!”

Saya melihat pada pemuda Kaum Kedar itu dan berkata, “Dengar, Roh Allah akan mencengkeram Roh Anda, Dia akan mencengkeram Anda dari perut Anda, dan Dia akan naik hingga ke tenggorokan Anda.” Sementara saya berkata dalam hati apa yang aku katakan ini? Kemudian orang itu mulai menangis tidak terkendali; dia tidak dapat mempertahankan ketenangannya. Dia tidak dapat berkata-kata, dan kuasa Allah menguasainya. Dia berlari ke toilet untuk menenangkan diri. Ketika dia kembali ke bilik dan mencoba untuk berbicara, dia mulai menangis lagi, dan dia lari lagi ke toilet untuk menenangkan diri. Saya suka pelayanan seperti ini.

Saya menengok padanya dan berkata, “Karena Roh Anda diarahkan dan ditarik pada kebenaran, dan kebenaran adalah suatu pribadi. Namanya Yesus. Dan Dia hidup dalam diri saya, dan Roh Anda juga menginginkan Dia.” Kemudian saya berkata dalam hati, “Itu Jawaban yang sangat bagus!

Setelah menerima Kristus, asmanya juga disembuhkan, tetapi pada waktu itu kami belum mengetahuinya. dia pulang ke rumahnya sore itu, dan menelepon saya keesokannya pagi. Dia berkata, Anda tahu, sepanjang hidup saya sebagai Kaum Kedar, saya tidak bisa tidur di malam hari. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya saya benar-benar bisa tidur tadi malam.” Dia berkata “Biasanya pikiran saya tetap terjaga sepanjang malam, saya berfikir terus tubuh saya kadang tidur dan sering tiba-tiba terbangun, tetapi saya tidak pernah benar-benar tidur. Baru pertama kali ini saya benar-benar bisa tidur. Saya merasakan damai sejahtera yang belum pernah saya rasakan apakah ini?”

Momen Renungan
berdasarkan Alkitab dan pengalaman-pengalaman saya yang Anda baca, dengan tulus dan tanpa prasangka, renungkanlah hubungan antara Ismael dengan Ayahnya, Abraham, dan ibunya. Coba Anda tempatkan diri Anda pada posisi Ismael. Dapatkah Anda melupakan begitu saja sakit hati, kemarahan, dan kebencian itu? Sekarang pikirkan tentang jutaan umat Kaum Kedar yang sudah hidup dalam perasaan itu selama sekian banyak generasi. Bagaimana kita bisa tahan untuk tidak menceritakan kasih Yesus kepada Mereka.

Sungai Pendamaian
Mengalir

Hal apa yang terjadi yang sanggup merubah orang yang memiliki 20 pertanyaan itu? Saya bergerak mengikuti aliran sungai pendamaian, Pelayanan yang dipercayakan kepada setiap orang percaya; dan karena saya tidak cukup tahu dengan kepala saya, maka saya harus mengandalkan Roh Kudus. Kemudian, Roh pewahyuan itu mulai berkerja dan memancar, dan segala sesuatu yang ada di dalam sungai itu mulai melayani kehidupan . Kita tidak pernah dimaksudkan untuk melayani kehidupan dengan cara yang lain, tetapi hanya melalui Roh Kudus yang ada di dalam diri kita. Itulah mengapa Anda disebut sebagai bait Allah. Kita adalah bait Allah yang berjalan, berbicara, dan bernapas. Tidak ada batas-batas yang menghalangi ke mana Anda dapat pergi.

Karena mengikuti aliran sungai pendamaian, kemana pun kami melayani sekarang ini adalah karena seseorang yang saya bimbing kepada Tuhan bertahun-tahun yang lalu. Dengan bergerak mengikuti aliran sungai dalam hidup saya, pintu-pintu telah terbuka oleh orang-orang yang masuk untuk menjadi gembala sidang atau anggota-anggota berbagai gereja. Sesungguhnya, Allah mulai mengerakkan saya kepada Tujuan yang telah Allah tetapkan sebagai panggilan saya-Dia membuka pintu-pintu untuk acara televisi, karena istri saya Sabina, dan saya, dipanggil untuk pelayanan media. Pelayanan yang kami jalani saat ini dimulai karena saya membawa orang-orang datang kepada Tuhan, karena saya mengikuti aliran sungai pendamaian yang membuka pintu untuk rencana Allah dalam hidup saya.

Saya dipanggil untuk pelayanan pendamaian. Sama halnya dengan Anda, mungkin Anda adalah seorang pengusaha. Sebagai contoh saya mendengar kisah tentang seorang pria yang sudah lahir baru, dan dia bekerja untuk National Aeronautics and Space Administration (NASA). Dia adalah orang yang bertanggung jawab untuk merancang sayap satelit yang mengelilingi bumi saat ini. Pada masa-masa awal penjelajahan ruang Angkasa, NASA meluncurkan satelit dengan tujuan untuk mendapatkan informasi. Satelit-satelit itu membutuhkan biaya yang sangat tinggi, dan sayangnya, banyak yang hilang di luar angkasa. Mereka tidak memiliki cara untuk mengendalikan gerakan-gerakan satelit itu.

Suatu kali, pria ini datang ke suatu pertemuan doa dan datanglah suatu firman Tuhan melalui beberapa orang yang berkarunia lidah berikut penafsirannya, dan Tuhan berbicara kepada orang itu, “Sayap-sayap seperti burung. ” Dia mulai merancang sayap-sayap yang dapat mengendalikan satelit-satelit NASA. Dia bukan seorang Pengkhotbah, tetapi dia menggenapi rencana Allah dalam hidupnya-untuk membuat Sayap-sayap bagi satelit-satelit agar Injil dapat diberitakan di seluruh dunia melalui sinyal-sinyal satelit-satelit ke berbagai televisi dan radio. Dia mengalir mengikuti aliran suatu sungai dalam hidupnya.

Banyak dari Anda yang menjerit kepada Tuhan, banyak dari Anda yang memiliki hal-hal yang besar dalam roh Anda, dan saya katakan ini kepada Anda: Ketika Anda mengikuti aliran sungai pendamaian itu, maka itu akan membuka pintu takdir ilahi (Destiny) dalam hidup Anda. Tidak ada satu hal pun Yang Sabina dan saya lakukan sekarang ini yang tidak berkaitan dengan sungai pendamaian dalam hidup saya itu. Apa pun sungai yang ada dalam hidup Anda, semakin Anda mengikuti alirannya, maka itu akan semakin baik.

Mengapa saya menyampaikan tentang konsep sungai pewahyuan yang mengalir dari roh Anda? Karena Kaum Kedar meresponi pewahyuan. Mereka tidak meresponi olah mental dan perdebatan, mereka tidak meresponi berbagai argumen. Kaum Kedar suka berdebat, tetapi ketika Anda berdebat, mungkin ada suatu argumen yang dapat meyakinkan pikiran seseorang, tetapi pikiran mereka rentan untuk berubah. Sasaran saya bukan pikiran orang-orang; saya ingin menjadi penjala hati orang-orang. Yesus berkata, “Aku akan menjadikan engkau penjala manusia, “–bukan orang-orang yang hebat dalam berdebat dengan kepintaran mereka. (Lihat Markus 1:17)

Ketika saya berada di Pakistan, saya melihat beberapa hal yang sangat menarik. Saya menyaksikan ritual-ritual yang dilakukan oleh para Kaum Kedar untuk mendapatkan kesembuhan pada malam perayaan untuk menghormati pengorbanan yang dilakukan oleh Abraham. Mereka percaya bahwa yang dibawa Abraham ke mezbah untuk dipersembahkan adalah Ismael, bukan Ishak. Kenyataannya, mereka percaya bahwa Isamel akan dikorbankan di gunung yang sekarang dikenal sebagai Dome of the Rock(Tempat yang paling suci kedua di Yerusalem bagi Kaum Kedar setelah rumah Ibadah terbesar mereka); tetapi sebagai gantinya, ada domba jantan yang tersangkut di semak-semak dan digunakan sebagai korban bakaran.

Itulah yang dilakukan umat Kaum Kedar, untuk menghormati peristiwa itu setiap tahunnya, mereka mengunakan hewan-hewan kurban. Dalam salah satu ritual rohaninya, ada cincin yang direndam dalam darah kambing selama tiga hari, sambil didiringi pembacaan ayat-ayat kitab sucinya. Selama seseorang memakai cincin itu, maka orang itu akan bebas dari penyakit. Tetapi konsekuensinya, orang itu akan membuat perjanjian dengan sesuatu yang menguasai jiwa mereka. Mereka menukarkan jiwa mereka untuk sesuatu yang lain.

Ketika saya sedang berada dalam pesawat yang membawa saya kembali ke kanada, saya mulai berbicara kepada Tuhan tentang apa yang saya lihat di Pakistan. Saya bertanya “Tuhan, apa jawaban -Mu?” Ketika saya memikirkan bangsa yang rakyatnya banyak itu, saya berkata, “Tuhan, bagaimana orang-orang itu bisa mengenal siapa Yesus?” Dia menjawab, “Selama lima tahun, terus bombardir bangsa itu dengan media, dan bangsa itu akan berubah.”

Tetapi Dia juga mulai menunjukkan kepada saya sesuatu tentang dunia Kaum Kedar. Saya bertanya, “Bagaimana itu akan terjadi?” Dia mengatakan pada saya bahwa akan tiba harinya dimana mereka akan datang ke depan pintu Gereja, dan mereka akan meminta Anda untuk berdebat dengan mereka. Allah berkata, “Ketika mereka memintamu untuk berdebat dengan mereka, Aku ingin agar kau berkata tidak.”

Tetapi dia juga berkata, ” Ketika kau sudah mempersiapkan diri dan sudah siap, dan ketika ada orang-orang yang sudah dipersiapkan di Gereja dan mereka sudah siap, maka Aku akan melepaskan orang-orang itu.” Dan Dia berkata, “Aku ingin agar kau berkata ‘Saya tidak akan berdebat dengan Anda, tetapi kami akan mendemontrasikan sesuatu. Bawa kemari orang yang sudah meninggal, bawa kemari orang-orang yang sakit parah,’ dan katakan kepada mereka, “Sekarang kemarilah dan tunjukkan siapa Allah yang memiliki segala kuasa-Ku! Dan katakan, ‘Kita tidak akan melakukan debat; kita akan melakukan demonstrasi kuasa Allah!”‘ Itulah suatu era yang akan segera terjadi di Gereja Amerika Utara.

Kemudian saya melihat univerisitas-univeritas dan auditorium-auditorium dipenuhi dengan orang-orang yang mengatakan, ” Kita akan membuktikan Allah siapa yang benar-benar Allah! Dan kita akan membuktikan siapa Yesus yang sebenarnya .” Dia berkata “Kita akan membuktikannya dengan kuasa, karena debat tidak akan dapat membuktikannya.” Itulah mengapa saya tidak berdebat dengan orang-orang Kedar. Kita hidup dalam suatu zaman kuasa dan demonstrasi Roh Kudus, dan untuk itu, diperlukan penyerahan total untuk mengalir mengikuti aliran sungai yang ada dalam diri kita. Selain sungai pendamaian, ada sungai-sungai lain dalam diri Anda.

Belas kasih

Ada strategi utama lainnya yang akan saya bagikan kepada Anda tentang bagaimana memberitakan Injil. Yang berikut ini adalah suatu contoh dari penyerahan total terhadap aliran sungai pendamaian. Saya datang ke sebuah rumah sakit untuk menjenguk seorang Teman, karena dia sudah sakit selama beberapa waktu dan menjalani suatu operasi kecil. Ketika saya berada di luar rumah sakit, saya melihat tempat-tempat tidur disana, ada suatu pemandangan yang menarik perhatian saya : Seorang pria berambut putih yang sedang berbicara di telepon dan dia terlihat begitu galau. Begitu saya melihat wajahnya, gelombang belas kasih itu pun membanjiri saya. saya terdorong untuk berjalan menghampiri dia.

Sementara dia masih berbicara di telepon, saya menyela dan berkata, “Pak, adakah sesuatu yang Anda Inginkan?” Dia mendongak menatap saya sambil memegangi teleponnya, dan saya bertanya padanya lagi, “Pak, adakah sesuatu yang Anda inginkan?”

Dia meletakkan teleponnya dan berkata, “Istri saya. Dia dirawat disini tiga bulan yang lalu dan didiagnosis menderita kanker, dan dokter mengatakan bahwa dia akan meninggal dalam tiga bulan . Sekarang sudah tiga bulan dan istri saya terbaring di tempat tidur. Dia tidak sadarkan diri dan dokter-dokter sudah menolak untuk memeriksa dia karena mereka berkata bahwa sudah tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk menolongnya.”

Saya berkata, “Pak, adakah sesuatu yang Anda inginkan?’

Saya belum pernah melakukan hal semacam itu sebelumnya- berjalan menghampiri seseorang di rumah sakit dan menanyakan apa yang mereka inginkan. Tetapi saya bertanya lagi, “Pak, adakah sesuatu yang Anda inginkan?”

Kali ini dia berkata, “saya ingin agar istri saya sembuh dan hidup.”

“Anda ingin dia hidup berapa lama?” tanya saya.

“Tiga bulan, ” sahutnya.

“Bagaimana kalau satu tahun, Apakah Anda bersedia?”

Dia tampak terheran-heran. Saya bertanya lagi, “Bagaimana kalau satu tahun, apakah Anda bersedia?”

Dia menjawab, “Ya!”

“Bagaimana kalau tiga tahun, apakah Anda bersedia?”

Dia menjawab, “Ya”

Karunia iman itu turun atas saya, dan melalui Roh Kudus, saya tahu bahwa Dia menjamin istrinya hidup hingga 3 tahun. Anda mengerti apa yang sedang saya bicarakan ini? Itu bukan iman saya Itu adalah karunia iman yang turun atas saya, dan saat itu juga saya tahu bahwa saya dapat berdoa untuk istrinya.

“Kalau saya boleh berdoa untuk istri Anda, saya percaya bahwa Yesus akan menyembuhkan dia dan mengembalikan dia kepada Anda”.

“Tolong doakanlah,” Kata pria itu. Jadi saya berdoa untuk isterinya dan begitu saya menumpangkan tangan atasnya dan menghardik kankernya, kuasa Allah pun menjamahnya. Warna kulitnya berubah, dan dia membuka matanya. Ada suatu perubahan yang mendadak terlihat pada dirinya, dan suaminya sangat terkejut, dia sontak menoleh memandangi saya dan berkata, “Oh, terima kasih, terima kasih!”

“Jangan, jangan berterimakasih kepada saya, izinkan saya bercerita tentang Yesus!” Saya tahu bahwa ini adalah suatu kesempatan untuk memberitakan keselamatan, jadi saya memberitakan Injil padanya. Dia menatap saya, dan saya bertanya padanya, “Apakah Anda mau menerima Yesus ke dalam hidup Anda?”

Dia berkata ya, dan dia berdoa bersama saya. Dengan air mata yang menggenangi matanya, dia melihat saya dan berkata, “Pagi ini ketika saya bangun untuk membawa istri saya ke rumah sakit, saya melihat ke luar jendela dan saya melihat seorang lelaki berpakaian putih, dengan wajah bercahaya, dan dia tersenyum–sekarang saya tahu bahwa dia adalah Yesus!”

Orang itu menerima keselamatan karena saya bekerja sama dengan sesuatu yang sudah diatur oleh Roh, dan saya hanya kebetulan saja berada disana. Saya tidak dapat merencanakan itu dengan pikiran saya. Saya hanya mengalir mengikuti aliran sungai kasih dalam diri saya. Belas kasih bukan bagaimana perasaan seseorang tentang situasi mereka, itu bahkan bukan bagaimana perasaan Anda tentang mereka. Itu namanya kasihan, bukan belas kasih!

Belas kasih adalah hati Allah bagi orang itu, pada saat itu Anda mendapatkan Down Load kehidupan dari belas kasih Allah yang melimpah terhadap orang itu. Dan setiap kali belas kasih itu datang, itu membuka pintu-pintu terhadap karunia-karunia Roh Kudus yang bekerja. Belas kasih akan membuka karunia-karunia Roh.

1 Korintus 14:1 berkata, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh…” Ya, Anda berusaha memperoleh karunia-karunia Roh; ya , Anda begitu menginginkannya karunia-karunia yang terbaik, tetapi prioritasnya adalah mengejar kasih. Ketika Anda mengejar kasih, itu membuka pintu untuk sungai dan kehidupan Allah. Karunia-karunia Roh bekerja bahkan saya tidak tahu karunia-karunia pakah itu. Saya belum cukup mendapatkan pengajaran dalam hal ini.

Kenyataannya, setelah saya cukup mendapatkan pengajaran, karunia-karunia itu justru berkurang. Saya bercerita dengan jujur kepada Anda. Saya tidak menentang pengajaran, tetapi yang kita butuhkan sebenarnya adalah pelatihan. Pengajaran akan memberi Anda informasi dan mengelitik benak Anda, tetapi pelatihan akan memperlengkapi Anda, mengimpartasikan sesuatu dalam diri Anda untuk mendorong Anda bertindak. Saya dilatih, dan saya bahkan tidak mengetahuinya. Dalam prosesnya, karena saya mengejar kasih Yesus untuk orang itu atau orang-orang disekitar saya, dan saya bergerak mengikuti aliran kasih yang dialirkan dengan melimpah dalam hati saya oleh Roh Kudus, maka itu membuka pintu untuk apa pun yang dibutuhkan pada saat itu untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

Tidak ada cara khusus yang jitu bagi Anda untuk memberitakan tentang Yesus kepada seseorang. Tidak ada formula khusus. Memang sebenarnya formula itu ada, tetapi itu jika Anda ingin membuat seseorang “selamat dalam otaknya.” Di Gereja, saya sudah melihat banyak orang yang diselamatkan dalam otaknya saja. Separuh dari pelayanan saya adalah menyelamatkan orang-orang yang menerima keselamatan hanya dalam otaknya itu! Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang diselamatkan hanya dalam otaknya? Sekadar duduk manis di Gereja tidak akan mebuat Anda menajdi orang Kristen, sama halnya, duduk di garasi saja tidak akan membuat Anda menjadi mobil.

Hati Anda harus terbuka, roh Anda harus diperbaharui. Ketika saya berbicara dengan orang-orang Kedar, saya berkata, “Mari sejenak kita melupakan pikiran Anda, mari kita bicara tentang roh Anda.”

Tanggapan mereka, “Apa? Maksud Anda jiwa saya?”

“Bukan, bukan , mari kita bicara tentang Roh Anda. Ada manusia roh dalam diri Anda. SAya ingin berbicara dengannya sebentar saja.”

“Roh? Oh ya, benarkah?” sahut mereka.

“Ya, mari kita bicara tentang apa yang ada dalam hati Anda.” Itu membuka pintu; karena ketika Anda mengasihi hati mereka, maka Allah akan hadir dan mendukung Anda. Untuk memiliki pelayanan pendamaian yang berhasil, Anda harus memiliki sikap seprti itu. Saya berbicara dari pengalaman saya. Sebagai seorang Kaum Kedar, bagi saya, Firman Allah sangat berharga karena sejak kecil, saya sudah diajarkan betapa pentingnya kitab Kaum Kedar-dan bersedia mati demi kitab itu. Sekarang saya dapat hidup tidak hanya untuk satu kitab, melainkan untuk firman yang Hidup, yang tentang-Nya Alkitab bersaksi dan mengungkapkan.

Yesus berkata bahwa ketika Anda menyelidiki ayat-ayat Alkitab, maka ayat-ayat itu akan bersaksi dan mengungkapkan tentang Dia. Di penghujung hari, siapa yang diungkapkan pada Anda itulah yang membuat perbedaan. Jadi, ketika Anda menjadi surat hidup yang dapat dibaca semua orang, maka kemana pun Anda pergi,mereka akan melihat sungai itu mengalir dari dalam diri Anda–memancar keluar dari dalam diri Anda dan memberikan kehidupan.

Strategi penting lainnya–menunggu orang-orang untuk menajukan pertanyaan kepada Anda. Dengan pengecualian adanya hal-hal supranatural seperti apa yang terjadi di rumah sakit itu, strategi ini dapat saya gunakan pada setiap orang yang saya bimbing kepada Kristus, bahkan pada setiap Kaum Kedar. Saya tidak serta merta melompat dan menyergap! Saya menunggu mereka untuk bertanya pada saya. Ketika belas kasih itu menguasai saya, saya berserah kepada Roh Kudus dalam cara apa pun yang memungkinkan. Tetapi saya mencari Hikmat Allah, karena Kitab Amsal mengatakan bahwa “Orang yang Bijak memenangkan jiwa-jiwa.” (Lihat Amsal 11:30, terjemahan bebas). Bukan berarti bahwa Anda menjadi Bijak dengan memenangkan jiwa-jiwa, itu berarti bahwa untuk memenangkan jiwa-jiwa, Anda harus bijak. Rasul Paulus juga menulis ini kepada jemaat di Korintus, “Oleh karena dunia tidak mengenal Allah oleh hikmatnya” (1Korintus 1:21)

Ujian yang sebenarnya terhadap Hikmat-apakah Anda mengenal Allah dan dapatkah Anda mengungkapkan tentang Allah? Itulah buah hikmat. Apakah hikmat? Itu adalah pewahyuan? Itu adalah hikmat yang disingkapkan.

Pertanyaan dan jawaban

Ada misteri-misteri tentang kehidupan orang-orang yang tersembunyi dalam Allah. Ketika Anda bergerak mengikuti aliran Roh dan ketika Anda bergerak mengikuti aliran Kasih, Allah akan memberi Anda perkataan yang tepat untuk dikatakan pada waktu yang tepat untuk melayani orang-orang. Anda perlu mencari jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan dalam hati mereka.

Hampir disepanjang hidup saya, saya memiliki kerinduan untuk menjawab pertanyaan orang-orang. Mereka mengajukan banyak pertanyaan, dan saya mencari cara-cara untuk menemukan jawaban bagi pertanyaan mereka dengan mengikuti aliran roh Allah dan hikmat Dari Alkitab. sementara mencari jawaban-jawaban itu, saya mendapati bahwa hati mereka terbuka. Pertanyaan adalah kunci untuk membuka hati manusia. Tidak hanya pertanyaan-pertanyaan yang mereka ketahui, tetapi juga “pertanyaan-pertanyaan yang tidak terucapkan.”

Ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak terucapkan dalam hati manusia, khususnya, pada setiap hati orang Kaum Kedar. Ada pertanyaan-pertanyaan yang dalam dan dipendam, dan jika Anda belajar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak terucapkan itu-dengan hikmat dari Roh Allah–maka Anda tidak akan membawa orang-orang lain pada pengenalan akan keselamatan dari Yesus Kristus. Melalui pengalaman-pengalaman saya, saya berharap dapat melatih roh Anda untuk belajar bagaimana menangkap dan meraih jawaban -jawaban dari Roh. Dengan berserah kepada-Nya, berarti Anda mengizinkan jawaban-jawaban itu keluar melalui kehidupan Anda, melalui DNA Anda, melalui kepribadian Anda.

Anda tidak dapat meniru saya; Anda tidak dapat meniru siapa pun. Jika Anda mencoba untuk meniru orang lain, paling banter, Anda akan menjadi orang lain yang kelas dua. Saya lebih suka mendorong Anda untuk menjadi diri Anda sendiri yang kelas satu! Jadilah ekspresi unik kelas-satu dari Yesus dalam diri Anda sebagaimana adanya Anda, dan ekspresikan Yesus melalui diri Anda apa adanya. Saya hanya menceritakan pengalaman-pengalaman saya dna berharap agar Anda dapat mempelajari hal-hal yang akan membantu Anda untuk membawa orang-orang lain kepada Tuhan–tetapi dengan cara Anda sendiri. Prinsipnya sama: dari Roh yang sama. Tetapi Dia mulai bekerja dan mengekspresikan diri-Nya dalam banyak cara. Ingat: sungai itu ada dalam diri Anda dan itu adalah sungai pendamaian yang perlu memancar keluar.

Orang-orang Kaum Kedar memiliki mentalitas pelayan. Karena Ismael masih percaya akan keselamatan melalui perbuatan. Pola pikir mereka adalah melayani–mereka tidak mengerti tentang anugerah. Apakah anugerah itu? Seringkali anugerah didefinisikan sebagai kebaikan yang kita tidak layak menerimanya.” Apa artinya itu? Anugerah adalah pengaruh ilahi dari Allah terhadap hati manusia yang menimbulkan respon pada hati orang-orang tanpa melanggar kehendak bebas mereka. itulah anugerah Allah.

Kita harus tunduk pada Roh Allah, tunduk pada anugerah itu, dan mengizinkan Roh Kudus mengendalikan kita. Pernahkah Anda memerhatikan suatu waktu ketika Allah mengaruhi dan menjamah hati Anda, diluar kekerasan pikiran Anda atau kekeraskepalaan dalam hati Anda? Mungkin Anda telah menyadari adanya suatu perubahan dalam hati Anda, dan Anda meresponi Allah? Kita semua adalah produk dari Anugerah. Anugerah Allah masuk kedalam hati kita. Di manakah anugerah itu tinggal? Itu tinggal dalam roh kita. Apakah itu benar? JIka ya, dan kita harus mengizinkannya memancar keluar dari dalam diri kita, dan itu perlu memberi pengaruh pada semua aspek lain dalam hidup kita dan seluruh keberadaan kita- itu harus nyata agar orang-orang bisa melihatnya.

Anugerah Allah perlu mengalir keluar dari dalam diri kita dan menjamah hidup orang-orang lain. Itulah anugerah Allah, itu perlu memancar keluar. Belajarlah untuk berbicara pada hati seseorang, daripada beradu pendapat dengan pikiran seseorang. Argumen-argumen dari pikiran seseorang hanyalah tembok-tembok dan contoh-contoh dari rasa takut yang membentengi pribadi dan hati orang itu. Semua argumen adalah mekanisme rasa takut dan tembok-tembok pun didirikan seperti puri yang membentengi hati mereka. Tetapi jika Anda dapat menembus ke tembok-tembok itu dengan Roh Kudus, maka Anda akan menjadi pengunjung pertama di “rumah” atau hati seseorang yang sebenarnya. Ketika Anda tiba di sana, mereka akan mengetahuinya. Saya telah mendapati bahwa tidak ada seorang pun dapat datang kepada Anak jika bukan Bapa sendiri yang menariknya.

Ingatkah Anda pada pernyataan yang saya ucapkan pada pria Kaum Kedar di restoran itu? Saya mengatakan padanya bahwa rohnya diarahkan dan ditarik pada kebenaran. Ada suatu tarikan yang terjadi-Anda tidak menarik orang, melainkan Bapa yang menarik mereka. Bagaimana Bapa melakukannya? Dengan Roh Allah; Bapa menarik mereka melalui Anak-Nya. Jadi saya menunggu tanda-tanda terjadinya penarikan itu. Dalam pengalaman saya, biasanya pertanyaan-pertanyaan mereka berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Jika Anda pernah memimpin seseorang kepada Tuhan, mungkin Anda sempat memerhatikan bahwa pertanyaan-pertanyaan mereka mulai berubah.

Mereka menjadi sangat terbuka, dan akhirnya pertanyaan-pertanyaan mereka keluar dari hati. Anda akan mengetahuinya, jangan kuatir, Anda akan mengetahuinya karena Anda sadar akan Allah. Anda akan menyadari kasih-Nya; Anda akan menyadari kehadiran-Nya. Dia akan menolong Anda,d an ketika Anda mulai bergerak mengikuti aliran air menuju ke suatu tempat yang tidak Anda ketahui, ketika Anda mulai melangkah keluar dari kemanapun dari apa pun yang terprogram dan terogranisir dalam pikiran Anda, maka Anda akan mulai merasakan arti yang sebenarnya dari kehidupan Kristen. Anda akan mengalami sungai itu, dan itu sangat menarik!”

Ketika sungai Allah mengalir dan orang-orang datang kepada Kristus Anda akan bersuka cita. Setelah pria itu menerima keselamatan di Perkin’s, saya kembali ke rumah,dan saya bersukacita. Saya melompat-lompat! Saya lebih gembira daripada dia karena saya menemukan sesuatu yang ada dalam roh saya, dan itu adalah suatu sungai- yang mengalir dari anugerah Allah.

Terkadang kehidupan Anda membuat sungai Anda mampet. Kadang pendidikan Anda dapat menyumbat kehidupan Allah dalam diri Anda. Marilah kita jujur. Sungai itu adalah hal pertama yang ingin kita alami. Saya ingin menjadi bor dan mengebor dalam-dalam ke sumur roh Anda-saya ingin membuka sumbatan dari kehidupan yang sudah ada dalam diri Anda.

Acapkali kita mengatakan hal-hal seperti, Tuhan, kami ingin hujan itu turun; kami ingin agar kebangunan rohani itu terjadi, kami ingin agar Allah datang; kita ingin agar kuasa itu turun; kita berkata, “Hujan turun dari surga.” Tetapi sering kali kita lupa bahwa ada sumur-sumur yang harus digali dalam hidup kita sebelum hal-hal itu dapat terjadi. Kita perlu mengali sumur-sumur yang telah Allah sediakan dalam hidup kita. Ketika Anda, mengebor ke pusat roh Anda dan melepaskan aliran sungai itu, maka Anda akan menjadi cerminan Kristus yang unik dan orisinil. Anda tidak akan menjadi tiruan lagi, Anda tidak akan menjadi formula lagi, Anda tidak akan perlu lagi berkata, “Inilah empat aturannya, dan inilah yang perlu Anda lakukan berikutnya.” Ketika orang-orang berinteraksi dengan Anda, mereka berinteraksi dengan pribadi yang lebih Dahsyat yang ada dalam diri Anda.

Pada waktu yang lain, seorang Kaum Kedar datang menemui saya Tujuan saya dari menceritakan kisah-kisah dari pengalaman saya ini adalah untuk membangkitkan semangat Anda terlebih dahulu…. sebelum saya memberikan metode-metode pada Anda. Jika saya hanya memberikan metode-metodenya, Anda akan memiliki suatu formula, tetapi Anda tidak memiliki rohnya-Anda hanya akan menjadi ‘teknisi, ‘ bukan surat yang hidup.

Demikianlah, pada suatu sore, saya bertemu dengan teman Kaum Kedar ini. Dai mengatakan kepada saya bahwa dia sering melihat saya direstoran Perkin’s pada Minggu malam ketika saya mengumpulkan orang-orang yang sudah menerima keselamatan, dan saya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Ada seorang Kaum Kedar yang baru menerima keselamatan, dan saya membicarakan tentang Yesus kepadanya. Orang ini mendengarkan apa yang kami bicarakan, kemudian dia pulang. Belakangan dia datang kembali dan berkata, “Saya ingin bicara dengan Anda.”

“Oke, apa yang ingin Anda bicarakan?”

“Saya ingin tahu bagaimana saya dapat mengenal Yesus ini.” Katanya”

Pada waktu itu, saya masih belum terlalu berpengalaman dalam hal ini, jadi saya selalu memastikan bahwa setiap orang “memenuhi syarat” Untuk berdoa. Saya bertanya kepadanya, “Apakah Anda yakin bahwa Anda menginginkan Yesus? Apakah Anda bersedia memberikan seluruh hidup Anda kepada-Nya, semuanya? Apakah Anda benar-benar menginginkan Yesus?” Sekarang saya menerima mereka apa adanya seperti ketika mereka datang, tetapi pada waktu itu, mereka harus ‘memnuhi syarat.’ Jadi, saya akan mewawacarai mereka satu persatu sebelum saya berdoa bersama mereka untuk memastikan bahwa itu tidak main-main. Memang hal ini ada manfaatnya juga. Itulah mengapa orang-orang yang datang kepada Kristus dengan cara demikian itu masih tetap berjalan bersama Kristus hingga sekarang, karena pengalaman mereka dengan Krsitus itu murni.

Jadi, saya bertanya kepada pria Kaum Kedar ini, “Mengapa sekarang Anda ingin datang kepada Yesus? Apa perubahan apa?”

Katanya, “Ehm, selama dua tahun saya berada di dekat Anda Hadirat ini terasa oleh Saya.”

Saya tidak mengetahuinya! Anda melihat sara kerjanya? Apa yang saya lakukan? Mengejar kasih, saya tidak tahu bahwa orang ini terkena dampak’ dari apa yang saya lakukan dalam restoran itu.

Dia berkata, “Selama dua tahun, saya mengalami ini, tetapi setiap kali saya pulang ke rumah, hadirat itu hilang. Hari ini, Hadirat itu datang pada saya, mengikuti saya sampai ke rumah,dan tidak meninggalkan saya. Dan saya tahu bahwa saya harus mengenal Yesus ini!”

Sekarang, dimana sulitnya itu? Perdebatan mental dan intelektual apakah yang saya lakukan bersama teman Kaum kedar ini?

Saya berkata, “Baik, Anda memenuhi syarat, kami perlu berdoa bersama Anda.” Dan kami berdoa bersama Saudara ini, dan dia pun lahir baru. Tidak lama berselang, saya menghadiri pernikahannya,menyaksikan pernikahannya adalah suatu berkat yang luar biasa. Dia memberikan hatinya kepada Kristus kerena Hadirat-Nya terasa nyata.

Jika Kekristenan itu seperti semua agama lainnya, mengapa orang-orang Kristen berbeda dari orang-orang lain yang melihat kasih karunia Allah mengalir dari dalam diri Anda? Setiap agama memiliki terang, pengetahuan, dan semacam pencerahan. Tetapi jika yang Anda miliki hanya terang, apa yang membuat Anda berbeda? Terang yang sejati adalah ekspresi yang sebenarnya dari kehidupan Allah. Itulah mengapa dalam Yohanes 1:4, Yohanes berbicara tentang Yesus, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Terang yang kita miliki adalah ekspresi dari hidup-Nya–substansi yang nyata dari-Nya. Jika yang Anda miliki hanya pengetahuan, Anda akan besar kepala. Tetapi jika Anda memiliki kasih, maka Anda akan bertumbuh,dan Anda akan dapat membagikan itu pada orang-orang lain.
melakukan sedikit penyesuaian -untuk belajar menunjukkan kasih terlebih dahulu. Saya menceritakan kepada Anda bagaiaman hati Allah mengimpartasikan sesuatu pada -dan mengobarkan -roh iman Anda. Inilah cara Allah melihat Kaum Kedar. Jika Anda tidak melihat mereka seperti Yesus melihat mereka, maka Anda tidak dapat mengasihi mereka seperti Yesus mengasihi mereka.

Dan ketika kasih itu mengalir, itu memancarkan segala sesuatunya tentang Allah,dan hampir di sepanjang waktu, para Kaum Kedar diselamatkan dengan cara ini dalam pelayanan kami–karena kami mengasihi mereka. Saya mengasihi mereka, tanpa terpengaruh oleh fakta apakah mereka akan menerima Kristus atau tidak. Saya mengasihi mereka karena mengasihi mereka! Ingat, yang dapat membuatnya berhasil itu bukan
saya–hanya Roh Kudus yang bisa melakukannya. Tetapi dalam mengasihi semua orang, hadirat-Nya turun, dan karunia-karunia-nya pun bekerja.

Mimpi dan Penglihatan

Strategi lain untuk memenangkan Kaum Kedar bagi Tuhan adalah melalui mimpi dan penglihatan. Ketika Allah berkata kepada saya bahwa seluruh generasi Kaum Kedar akan segera datang ke kerajaan Allah, saya bertanya kepada-Nya. “Tuhan bagaimana itu akan terjadi?” Dan Dia memberitahu saya tentang lima hal yang akan terjadi (Kelima hal itu akan dijelaskan dalam bab berikutnya)

Salah satu hal yang Dia sampaikan kepada saya adalah, “Aku akan melakukannya melalui berbagai mimpi dan penglihatan. Aku akan mendatangi penganut Kepercayaan Kaum Kedar melalui mimpi dan penglihatan dan membangkitkan kembali jeritan dalam hati mereka, sehingga mereka kan mencari Aku untuk mendapatkan jawaban.” Allah akan meresponi jerit tangis Ismael dengan berbagai cara dan penglihatan-penglihatan itu adalah Injil Yesus Kristus, yang adalah Kuasa Allah yang membawa keselamatan. Bayangkan jutaan Kaum Kedar yang mencari jawaban bagi penglihatan-penglihatan mereka tentang Yesus, lelaki berpakaian putih dengan lubang di kedua tangan-Nya, dan berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”(Yohanes 14:6).

Mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan itu akan mencengkeram kesadaran mereka, dan untuk selamanya, hati mereka akan rindu untuk mencari Bapa yang menarik mereka. Dalam mencari kebenaran mereka akan mengetuk pintu Rumah Ibadah mereka, mereka akan mencari kemana-mana. Mereka akan datang ke Gereja untuk mencari jawaban. Gereja harus siap untuk memberitakan tentang Yesus kepada mereka. Dari pengalaman, saya tahu bahwa orang-orang Kaum Kedar memberi perhatian khusus pada mimpi-mimpi mereka. Umat Kaum Kedar percaya bahwa sejak kematian Nabi mereka (Nabi dalam kepercayaan Kaum Kedar), Allah tidak berbicara secara audible-dapat didengar oleh telinga jasmani, jadi Allah menggunakan mimpi sebagai sarana komunikasi dengan hati mereka.

Pintu yang terbuka dalam pengertian mereka adalah mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan. Sebagai seorang Kaum Kedar, saya memberikan perhatian khusus pada mimpi-mimpi saya, bahkan ada waktu-waktu khusus pada kalender Kaum Kedar di mana umat Kaum Kedar berdoa dan percaya bahwa mereka akan mendapatkan suatu penglihatan. Beberapa bahkan percaya bahwa jika mereka mendapatkan penglihatan, maka mereka akan mendapatkan tiket gratis ke surga. Tetapi, hampir di sepanjang waktu, mereka harus melakukan upaya untuk mendapatkan “jalan udara” yang akan membawa mereka cukup tinggi untuk memasuki Surga. Jadi, mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan adalah kunci utama dalam kepercayaan Kaum Kedar.

Jika kita tidak bergerak mengikuti kasih, berarti kita tidak bergerak sealiran dengan sungai pendamaian; dan kita tidak akan membuka pintu bagi Roh Kudus untuk dapat membantu kita mengartikan mimpi-mimpi itu. Jika Anda tidak mengasihi hati mereka, Anda tidak akan dapat mengartikan impian dari hati mereka.

Itulah hal lain yang saya lakukan ketika saya bersama seorang Kaum Kedar. Saya mencoba untuk mengenali roh mereka, mencoba mengidentifikasi dan mencari di mana hati mereka. Dan saya mulai berbicara kepada hati mereka, daripada beradu pendapat dengan kepala mereka. Dan jika sepertinya saya tidak mendapatkan kemajuan, saya mengatakan yang semacam ini, “Hei, dengar, apakah belakangan ini Anda mendapatkan mimpi-mimpi?” Kemungkinan besar, mereka akan menceritakan dua atau tiga mimpi. Salah satunya murni dari Allah.

Jika Anda mengasihi orang itu, Anda tidak akan perlu bertanya, Roh Kudus akan memberi Anda penafsirannya, dan ketika Anda menafsirkan mimpi itu… sekarang Anda mendapatkan perhatian mereka. Mereka akan bertanya kepada Anda bagaimana Anda bisa tahu penafsirannya. Mereka akan ditarik mendekat pada kebenaran, dan Anda akan tahu bahwa Allah menyertai Anda. Dan mereka akan ditarik mendekat kepada-Nya.

Ketika hati terbuka dan mata terbuka, maka perhatian itu pun muncul. Sekarang Anda tahu bahwa inilah saatnya. Tanyakan pada mereka, apakah Anda siap? Biasanya, saya menunggu mereka untuk bertanya pada saya. mimpi dan penglihatan adalah kunci bagi realita Kaum Kedar. Sebagai Gereja, kita harus bergerak mengikuti Allah, dan Dia akan membantu kita. Saya memberi Anda kunci-kunci yang praktis untuk menjangkau mereka.

Kuncinya adalah mengalir mengikuti Roh Kudus. Sangat sederhana bukan? tetapi Anda tahu bahwa Injil itu sederhana. Itulah kesederhanaan Kristus. Dengan berserah mengikuti Roh Kudus, kita mengizinkan Dia memberikan penafsiran yang menarik perhatian mereka–tetapi semuanya itu dimulai mengasihi mereka!

Anda ingat pria Kaum Kedar yang menerima keselamatan setelah mengajukan 20 pertanyaan pada saya? Setelah dia kerap berkumpul bersama saya dan seorang percaya lainnya selama enam bulan. Kami menanyakan alasannya padanya.

“Sebenarnya, selama enam bulan itu, saya merasakan kasih yang tanpa syarat dari kalian, itu jenis kasih yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Tetapi saya diarahkan pada kasih yang ada dalam diri kalian itu. Pada saat yang sama, saya ditarik, saya terpancing dan saya mengeraskan hati untuk tetap berpegang pada keyakinan saya, dan itulah mengapa saya ingin menantang semuanya. Tetapi dalam prosesnya, malah hati saya yang ditarik mendekat padanya.”

Anda lihat, jangan terpengaruh oleh kerasnya “kulit” seseorang. Dulu saya orang yang berhati dingin, orang yang keras hati. Allah lebih suka jika kita panas atau dingin, daripada suam-suam, karena ketika Anda memutuskan di mana Anda berdiri, Dia akan berkata “Sekarang setelah kau mengambil keputusan, Aku dapat berurusan denganmu.” (Lihat Wahyu 3:16).

Saya memutuskan untuk dingin saja, dan saya adalah salah satu “Orang pilihan-Nya yang beku.” Tetapi ada sesuatu yang mengubah saya ketika saya menerima Yesus–saya menjadi ciptaannya yang baru. Tadinya saya hanya seorang Kaum Kedar, tetapi karena Roh Kudus dan Tuhan, dan karena kebenaran dalam firman-Nya, saya berserah mengikuti alran sungai pendamaian. Saya bahkan tidak tahu apa yang sedang saya lakukan, tetapi saya tahu bahwa saya harus membagikan sukacita, saya tidak melakukan apa-apa. Saya hanya berserah mengikuti Seseorang yang sudah mengetahui akhirnya sejak awal.

Saya sering mendapati bahwa kita telah melatih orang-orang dengan demikian baik sehingga mereka ahli dalam teori, tetapi mereka tidak tahu bagaimana benar-benar membawa orang lain kepada kristus. Ketika orang-orang pertama kali datang kepada Kristus, ada semangat yang meluap-luap. Harus ada keseimbangan antara semangat dan pengetahuan.

Bagaimana Anda menggunakan mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan untuk membagikan kasih Kristus? Pertama, Anda kembali pada Alkitab-merenungkannya, datanglah ke hadapan Tuhan dan cernalah ayat-ayat Firman Tuhan. Izinkanlah Roh Kudus menyentuh hati Anda, dan biarkan kasih itu mengalir, Anda akan mengatakan hal yang benar di saat yang tepat dan kepada orang yang tepat- mengalirkan mengikuti aliran sungai itu!

Jika Anda merasa perlu bertanya, “Apakah belakangan ini Anda mendapatkan suatu mimpi?” dan mereka mulai menceritakannya kepada Anda, Roh Kudus akan mulai menginterprestasikannya. Anda cukup berkata, “Apakah Anda ingin mengetahui apa arti mimpi itu?”

Kemungkinan besar jawabannya akan, “Ya,saya ingin tahu!” Itulah yang dikatakan orang-orang Kaum Kedar kepada Saya.

Jika Anda tidak tahu apa yang harsu dikatakan, katakan saja kepada mereka bahwa Anda akan mendoakan tentang arti mimpi itu. Katakan, “Saya akan bertanya kepada Yesus. Saya akan bertanya kepada Bapa saya, dan saya akan menemui Anda lagi. Kita akan membicarakan lagi tentang mimpi ini. Oke?”

Anda tidak harus mengartikan mimpi itu pada saat itu juga Pulanglah, bawa mimpi itu ke hadapan Tuhan, dan mintalah agar Dia memenuhi Anda dengan kasih yang melimpah, yang akan mengalirkan penafsiran mimpi itu. Kita sering berusaha untuk mengetahui segala sesuatunya. Yang penting bukan mengetahui tetapi melakukan. Dalam proses melakukan, pengertian itu akan datang. Itulah mengapa Alkitab berkata tentang mendengar Firman dan melakukan Firman (Lihat Matius 1:22). Karena Ketika Anda mendengar Firman dan Anda mulai melakukan Firman, maka dalam prosesnya, Anda akan mendapatkan pengertian yang lebih dan lebih lagi.

Terang dan Hidup

Kita memliki hidup yang menjadi terang. Apakah hidup itu? Itu adalah pewahyuan yang tertulis dalam hati kita. Apakah terang? Itu adalah pencerahan dari pewahyuan dalam hati kita yang sampai ke pikiran Kita. Pengertian datang ketika kita melihat kebenaran dan berjalan dalam kebenaran itu. Untuk membangun hidup Anda bagi Dia, jadilah pelaku Firman.

Hidup semacam itulah yang menarik bagi Umat Kaum Kedar; kerena mereka tidak mencari suatu momen bersama Anda, mereka melihat hidup Anda. Ketika mereka melihat bahwa hidup Anda berbeda, maka Anda mendapatkan perhatian mereka. Sebagian besar Kaum Kedar yang datang kepada Tuhan sebelum saya terjun dalam pelayanan tidak langsung menerima Kristus. Bagi beberapa Kaum Kedar, mereka membutuhkan beberapa bulan, bahkan ada yang sampai beberapa tahun, tetapi akhirnya mereka menerima Kristus, karena saya tidak berhenti mengasihi mereka.

Ketika mereka memiliki pertanyaan-pertnyaan , mereka tahu bahwa mereka dapat datang kepada saya karena dengan tulus saya akan mencoba memberi mereka jawaban berdasarkan ayat-ayat Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus.

Ketika saya mendapatkan jawaban bagi jeritan hati mereka, mereka akan berkata, “Tunggu sebentar….bagaimana Anda dapat mengetahui jawaban bagi Hati saya?”

Saya mengatakan kepada mereka, “Itu bukan saya, Allah sayalah yang membukakan jawaban itu melalui hubungan saya dengan Dia dan berjalan bersama Dia. Anda juga dapat memiliki hubungan itu.” Itulah mengapa mereka memberikan diri mereka kepada Kristus.

Banyak Kaum Kedar yang akan ingin berdebat dengan Anda tentang ayat-ayat tertentu. Nanti saya akan memberi gambaran tentang ini kepada Anda, tetapi sekarang saya ingin agar Anda mengerti ini persoalannya. Jika Anda hanya memiliki suatu formula untuk meresponi mereka, maka Anda benar-benar tidak ada bedanya dengan mereka. Tetapi jika Anda menjadi surat yang hidup….maka mereka akan menarik perhatian mereka.

Yohanes 3:8 berkata bahwa Anda dapat mendengar suara angin bertiup dan datang dari satu arah, menuju ke arah berikutnya. Anda tidak tahu dari mana angin itu berasal, Anda juga tidak tahu ke mana angin itu pergi. Demikian juga halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh, Anda tidak dapat diidentifikasi atau diketahui.

Ketika orang-orang Kedar melihat Anda sebagai surat hidup,mereka tidak akan cukup mengetahui Anda, dan mereka bertanya-tanya tentang apa yang berbeda dari Anda. Ketika mereka bertanya, Anda dapat mengatakan kepada mereka bahwa Anda berbeda karena Yesus–itulah angin Roh Allah, itulah terang yang dari situ saya lahir, itulah sumber yang darinya saya berasal, itulah hidup yang tertulis dalam hati saya, itulah surat hidup yang menjadi panggilan saya dari Allah.

Kebenaran dan Teror
Ada suatu goncangan yang datang dari Dunia Kaum Kedar. Itu bukan karena kebetulan, jangan kuatir, karena itu adalah arus bawah permukaaan yang ada di negara-negara Kaum Kedar. Itu adalah arus deras yang timbul di bawah permukaan hati orang-orang Kaum Kedar dan membuat segala sesuatunya muncul ke permukaan. Jadi, jangan kuatir, karena akan ada beberapa perang dan desas-desus tentang perang, tetapi jangan khawatir- itu bukan bagian akhirnya, melainkan baru awalnya.

Tetapi lihatlah pada intinya, dan apa yang Allah katakan, karena Roh Allah sedang melakukan suatu pekerjaan yang dahsyat. Dia sedang mempersiapkan hati bangsa-bangsa itu. Dia sedang mempersiapkan hati kelompok-kelompok orang. Allah berkata bahwa hendaknya kita jangan khawatir akan rumah ibadah-rumah ibadah baru bermunculan, dan rumah ibadah yang baru yang terus dibangun di seluruh penjuru dunia-bahkan bebrapa rumah ibadah terbesar di dunia. Tetapi ketahuilah bahwa suatu hari nanti, bangunan-bangunan itu akan diubah menjadi tempat kudus bagi kemuliaan-Ku, dan hadirat-Ku akan turun dan banyak orang dari Kaum Kedar yang akan melihat Yesus dan mereka akan diselamatkan. Allah berkata bahwa mereka sedang membangun suatu tempat kediaman bagi Dia, kerena Dia akan datang dan mengubah nama di dindingnya menjadi nama Anak-Ku.

Kuasa Allah akan mengalir-jangan khawatir atau takut karena guncangan-guncangan yang ada akan semakin banyak. Biarlah orang-orang melihat bahwa Anda tetap aman dan tenang dalam kehidupan yang dari Allah dan dalam kebenaran-Nya yang dibukakan kepada Anda melalui firman-Nya. Bergeraklah mengikuti aliran Roh dan minumlah dari kehidupan yang ada dalam diri Anda,kerena dari dalam diri Anda mengalir air kehidupan itu. Sungai ini tidak hanya untuk menyediakan minum bagi Anda, tetapi juga bagi orang-orang lain. Ini adalah sungai kehidupan yang mengalir dari dalam diri Anda, bagi orang-orang yang terhilang,sekarat,dan kehausan di padang gurun, karena mereka juga perlu minum. Mengalirlah bersama sungai itu.

Seperti para Teroris, di Gereja juga ada suatu keturunan yang radikal, tetapi mereka tidak akan radikal secara jasmani, mereka akan radikal dalam roh. Mereka akan menjadi orang-orang yang berani. Anda akan melihat keberanian dan takut akan Tuhan itu turun atas pria-pria dan wanita-wanita pada zaman ini karena DIa sedang membangkitkan orang-orang,dan sementara mereka berbicara, Roh Allah akan turun atas mereka yang mendengarkan firman-Nya, dan mereka akan dipenuhi dengan Roh di tengah teror mereka.

Ada suatu keberanian yang turun atas Gereja, dan teror akan melihat nyala api dan bara di mata Yesus, dan teror itu akan tunduk. Akan tetapi, dia tidak akan langsung tunduk. Akan ada suatu kematian, tetapi sebelum kematian itu, akan ada hal-hal yang meningkat. Hal-hal itu akan meningkat, karena ketika Anda mengusir iblis atau Roh Jahat dari seseorang, dia akan keluar sambil membuat keributan !! Iblis tidak tahu kapan harus berhenti ketika dia kehilangan kendali. Terang Allah memancar atas si musuh sehingga dia kehilangan kendali, dan dalam proses kejatuhannya itu, dia menimbulkan masalah.

Tetapi akan segera tiba hari dimana Anda akan melihat para teroris Kaum Kedar akan meledakkan umat mereka sendiri, dan mereka tidak akan dapat membedakan antara orang-orang Kristen dan Yahudi. Kemudian mereka akan menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, karena Iblis akan terekspos secara total dan sepenuhnya Sekitar waktu itulah Anda akan melihat kematian

Tuhan berbicara kepada saya; Dia berkata bahwa di alam roh, tembok Kaum Kedar sudah runtuh, tembok itulah yang memenjarakan orang-orang Kaum Kedar. Allah berkata, “Tinggal tunggu waktunya saja bahwa runtuhnya tembok Kaum Kedar ini akan menjadi rahasia umum! Karena Aku telah mendengar jerit tangis umat Kaum Kedar dari balik tembok itu, dan jerit tangis itu dalam hati mereka, dan Aku akan mendengarkan jeritan Ismael. Karena apa yang telah dicoret oleh Gereja, apa yang telah dianggap sebagai kebodohan oleh Gereja akan Aku gunakan pada hari-hari akhir ini dan Aku akan membuat dia berkembang, karena Aku memiliki rencana untuknya.”

Jadi kita, sebagai Gereja, perlu menyingkapi ini dengan serius hati kita harus menjadi hati yang penuh kasih.

Pada zaman Gereja mula-mula, Saulus adalah seorang teroris, dia tidak memiliki bom, tetapi dia memiliki batu-batu. Dia terlibat dalam pembunuhan banyak orang. Dia adalah seorang pengacau besar dalam Gereja. Allah datang menemui teroris itu, dan di hadapan kemuliaan Yesus, dia tidak berdaya.

Kemuliaan-Nya

Dunia Kaum Kedar akan segera bertabrakan frontal dengan kemuliaan Allah! Dan kemuliaan Allah akan membawa dampak perubahan yang tidak akan dapat diubah oleh manusia manapun. Karena terang mengusir kegelapan, tetapi kemuliaan Allah menghalau kegelapan yang pekat! Ketahuilah bahwa kemuliaan Allah akan bangkit dan berhadapan dengan kegelapan pekat dalam dunia Kedar. Bangkit dan bercahayalah karena terang itu telah datang, kemuliaan Allah telah terbit atas kita. Ada kegelapan di dunia dan kegelapan yang pekat atas orang-orang. Tetapi kemuliaan Allah akan terbit Atas Anda, dan Dia akan terlihat dalam diri Anda.

Kita sedang bergerak memasuki era di mana kemuliaan Allah akan datang, dan semarak kemuliaan-Nya akan turun atas bumi. Kemuliaan-Nya yang dicurahkan pada zaman ini memliki takaran yang lebih luar biasa. Karena ada sekelompok orang yang telah memisahkan diri, merekalah orang-orang yang pernah berada di hadapan Takhta-Nya. Dia mengatakan bahwa jika Anda menjadi sebuah Wadah yang mengumpulkan isinya melalui kasih, maka Anda akan dapat menampung Dia dengan lebih banyak.

Kemuliaan Allah akan segera tiba. Saya telah menyaksikan kemuliaan Allah yang dialami oleh orang-orang Kaum Kedar. Kemuliaan Allah turun atas mereka, dan mereka berubah. Ketika saya mengalami tabrakan Frontal dengan kemuliaan Allah, ada sesuatu yang mengubah saya. Tidak ada bantahan yang akan tahan dalam pengadilan surga, karena ketika Anda berada disana, hikmat surgawi akan melenyapkan pertanyaan hati Anda dan bantahan yang ada dalam benak Anda.

Tahukah Anda bahwa orang-orang Kaum Kedar ingin membunuh saya? Mengapa saya masih berkhotbah dan menulis? Karena jika saya tidak mengandalkan Dia dan tidak percaya pada-Nya, harapan apa lagi yang saya miliki? Jika saya tidak memiliki Dia-tamatlah Riwayat saya!

Secara strategis dan perlahan, Gereja Amerika Utara (North American Church) telah mengizinkan adanya bebrapa hal yang menyumbat sumur air kehidupan itu. Saya percaya bahwa ada sesuatu yanga kan terjadi di alam Roh di kota-kota, yang akan menghancurkan tonggak kekuatan utama Kaum Kedar. Agar itu terwujud di alam jasmani memang butuh waktu. Jangan memandang mereka sebagai musuh Anda; Ananias melihat Saulus, Yesus menampakkan diri di hadapan-Nya dalam suatu penglihatan dan mengatakan kepada Ananias agar berdoa bagi Saulus di kota itu.

Ananias berkata, “Maaf Yesus, apakah Engkau tahu siapa orang itu? Dia adalah seorang teroris; dia telah menimbulkan kekacauan Dia membuat banyak sekali masalah.”

Yesus berkata, “Dengar, Aku telah memilihnya sebagai bejana bagi-Ku. Aku akan menunjukkan padanya apa yang harus dia tanggung demi Nama-Ku, dan dalam Nama-Ku dia akan datang ke hadapan raja-raja dan orang-orang non Yahudi di seluruh Israel.” (Lihat Kisah para Rasul 9)

Inilah kata-kata yang sama yang ingin saya katakan kepada Anda. Ismael adalah benjana pilihan Allah untuk masa-masa ini. Dia akan memberitakan nama Allah dengan satu cara yang luar biasa di bumi. Dia akan banyak menderita, tetapi Ismael adalahs eorang pemanah dan Allah berjalan bersamanya dalam Kitab Kejadian pasal 21. Allah akan membuat sang pemanah ini lahir dari Roh dan setelah dia lahir dari Allah, dia akan menjadi anak panah pada busur yang dipegang oleh tangan Allah–Allah akan membidikkan dia tepat ke jantung musuh. Dan semua yang ditawan oleh musuh akan dibebaskan.

Saya mendengar suatu goncangan pada dinding-dinding penjara yang akan segera runtuh. Saya melihat tiang-tiang yang tertanam dengan begitu dalam fondasi di dalam tanah, yang tampaknya tidak mungkin bergerak. Tetapi akan terjadi gempa bumi Roh Kudus di alam Roh yanga kan membuka palang-palang penjara yang telah menawan begitu banyak orang dalam kegelapan yang begitu pekat!

Untuk menghadapi mereka, kita membutuhkan kemuliaan-Nya, dan kasih adalah jalan menuju kemuliaan. Kasih adalah pintu masuk menuju kemuliaan. Kasih adalah kaki-kaki yang membawa kemuliaan. Allah adalah kasih, tetapi Dia adalah Bapa yang Mulia. Kemuliaan memancar dari Dia, tetapi Dia juga kasih. Ketika Anda menjadi suatu ekspresi kasih, maka kemuliaan juga akan memancar. Yesaya 60 mengatakan bahwa kemuliaan akan terbit atas Anda.

Saya percaya bahwa kemuliaan Allah akan turun atas bangsa-bangsa, tetapi ketika itu terjadi, itu tidak semuanya penuh keceriaan dan kegembiraan. Ada lebih banyak hal selain itu. Tetapi persiapkan diri Anda untuk emnjadi tempat kediaman yang kudus bagi Roh Allah, bukan sekadar tempat singgah dari manifestasi Roh Allah.

Momen Renungan

Mengalir bersama sungai pendamaian berarti mengizinkan tradisi-tradisi, prasangka-prasangka, budaya, keegoisan, dan kebanggaan tersapu jauh-jauh sementara Anda terus bergerak bersama arus Alllah dalam batas-batas tepi sungai-Nya yang penuh anugerah. Segarkan diri Anda dengan air kehidupan yang dari Allah–kemudian percikkan itu pada orang-orang di sekitar Anda.

Kaum Kedar Di Mata Allah

Allah menggunakan hal-hal bodoh di dunia ini untuk mempermalukan orang-orang yang berhikmat (Lihat 1 Korintus 1:27). Ketika kita berfikir bahwa kita mengetahui semuanya, Allah datang dan menggunakan apa yang kita pikir tidak berguna. Sungguh mengherankan ketika mengetahui bahwa orang yang kita hakimi atau yang sudah membuat kita angkat tangan adalah orang yang sama yang akan dijangkau oleh Allah. Saya adalah salah satu dari orang-orang itu.

Sebelum Minggu, 3 juli 1994, pada 12:45 tengah hari, saya adalah seorang Kaum Kedar yang dengan kekeuh menentang Injil Tuhan Yesus Kristus. Saya lahir di Pakistan sebagai seorang Sunni Kaum Kedar, dibesarkan dengan Alam bawah Sadar yang menentang ketuhanan Yesus. Selama bertahun-tahun, setiap hari seusai sekolah, saya akan langsung pergi ke sekolah khusus untuk belajar Kitab Suci Kaum Kedar– ini merupakan bagian yang diwajibkan dalam kehidupan seorang pemuda Kaum Kedar.

Saya berfikir dan percaya bahwa Yesus tidak lebih dari seorang nabi, yang kedua setelah Nabi Kaum Kedar. Seperti semua Kaum Kedar lainnya, saya percaya bahwa mengakui atau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah adalah dosa terburuk yang tak terampuni yang dapat dilakukan oleh seorang Kaum Kedar. Saya mengangap pengakuan semacam itu adalah hujatan. Saya percaya bahwa Alkitab telah diubah dan tidak akurat.

Beberapa tahun kemudian, dalam kehidupan saya sebagai seorang kaum Kedar pengusaha di Kanada, saya berdebat dengan banyak orang Kristen saya mencoba untuk menjadikan mereka Kaum Kedar, Ketika diundang ke Gereja, saya akan menjawab, “Saya tidak ke Gereja saya seorang Kaum Kedar.” Suatu malam, ketika saya menghadiri suatu konvensi bisnis di Amerika bersama sekitar 20.000 orang saya diundang untuk menghadiri kebaktian Minggu pagi di sebuah Gereja non denominasi, sebagai gantinya, setelah kebaktian itu saya dijanjikan tempat duduk di deretan depan sampai konvensi bisnis itu selesai.

Saya menyambut umpan itu dan datang pada keesokkan paginya. Saya melihat bahwa 30-40 deret tempat duduk pertama dari depan panggung lantai utama kosong. Dengan heran, saya menanyakan tentang kursi-kursi kosong itu kepada seorang wanita. Jawabannya, “Hari ini akan ada sesuatu yang terjadi.” Ketika saya mencari tempat duduk sedekat mungkin dengan bagian depan itu.

Seorang Pengusaha maju ke panggung, dan dia menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Saya tidak percaya apa yang dia katakan itu, dan saya pun marah. Dia terus melanjutkan pernyataannya dengan mengatkan bahwa tidak ada satu nama pun yang diberikan ke antara manusia yang olehnya seseorang dapat diselamatkan kecuali nama Yesus, dan barangsiapa yang menolak dia sebagai Tuhan dan tidak percaya kepada Anak Allah, maka orang itu akan masuk neraka. Saya tidak suka mendengar hal itu.

Kemudian dia memiliki keberanian untuk mengatakan, “Hanya ada dua kitab yang dinyatakan sebagai firman Allah yang tertulis –Alkitab, dan satunya lagi bukan.” Saya tahu bahwa yang dia maksud adalah Kitab suci saya. Saya pikir orang ini tertipu mentah-mentah, dan dan saya memutuskan untuk berbicara dengannya dan mencoba menyadarkan dia. Kemudian dia memberikan panggilan Altar. Saya tidak tahu pasti apa artinya altar, atau panggilan, tetapi saya adalah salah satu kumpulan orang pertama yang lari ke depan, dengan berfikir bahwa ini akan menjadi kesempatan saya untuk berbicara kepada orang ini.

Dari segala arah, ribuan orang membanjiri depan panggung untuk menerima Yesus sebagai Juru selamat mereka. Saya berfikir untuk meninggalkan tempat itu, tetapi saya tidak bisa karena saya terdesak sampai mendekati panggung akibat terdorong oleh orang-orang di sekitar saya. Kemudian orang itu memimpin kami dalam doa yang dimulai dengan Yesus Anak Allah.” Kata saya, “Tidak mungkin, ” dan sebagai gantinya saya mengucapkan Kalma saya sebagai Kaum Kedar.

Selagi saya berjalan kembali ke tempat duduk saya, dua teman saya mencoba untuk memeluk dan memberi saya selamat karena telah maju ke depan untuk memberikan hatis aya kepada Yesus. Saya bertanya apakah mereka sudah Gila, dan saya berkata, “Aku Kaum Kedar: Jangan pernah menyebutku Kristen. Bumi boleh berguncang dan gunung-gunung boleh pindah, tetapi tidak satu pun di bumi ini yang dapat membuatku mengaku bahwa Yesusmu itu adalah Anak Allah.”

Beberapa bulan kemudian, saya menghadiri konvensi lain dan datang ke Kebaktian Minngu- lagi-lagi hanya agar saya mendapatkan tempat duduk di deretan depan pada konvensi itu, dan mendengar seorang pebisnis yang maju ke panggung untuk mengkhotbahkan Yesus sebagai Tuhan. Setelah itu ada panggilan Altar, dan untuk kedua kalinya saya lari ke depan ; diikuti oleh ribuan orang lainnya. saya segera menyadari bahwa orang-orang itu telah diinjili menjadi Kristen melalui pemberitaan Injil. Sementara berada di depan itu, saya membuat keputusan yang bulat bahwa saya akan mmepelajari apa yang orang-orang itu lakukan, dan saya akan melakukannya dengan lebih baik dari mereka, dan akan membuat orang-oran Kristen bertobat menjadi Kaum Kedar. Setelah mengambil keputusan itu, saya meneruskannya dengan memikirkan beberapa rencana.

Beberapa bulan setelah itu, saya menghadiri konvensi bisnis yang ketiga di Amerika. Sekarang saya sudah mengerti bebrapa istilah Kristen dan mengerti bahwa ketika seseorang mengatakan bahwa mereka lahir baru, itu berarti bahwa mereka telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat Pribadi dan menjadi anak Allah. Saya mencari tempat duduk di deretan depan. Seseorang berdiri dan menyampaikan kotbah bahwa seseorang dapat menjadi anak Allah dan mengenal Anda sebagai Bapa melalui Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal. Dia melanjutkan dengan berkata bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan kebenaran, dan Hidup. Setelah selesai berkhotbah dia meminta kami semua untuk berdiri, jadi kami semua pun berdiri. Kemudian dia mulai melakukan panggilan Altar. Kali ini saya tidak maju.

Ketika saya sedang berdiri di sana, tiba-tiba Allah yang hidup itu datang. Seketika itu juga, hadirat Allah menembus, mengelilingi dan menawan saya. Saya dibanjiri oleh Hadirat-Nya, dan saya segera tahu bahwa saya berdiri di hadapan Allah yang hidup. Seluruh eksistensi saya memudar; pusat fokus saya hanya Dia. Ketika Allah hadir, setiap sel dalam tubuh Anda-roh jiwa, dan tubuh–akan mengetahuinya. Dalam pikiran saya ada banyak pertanyaan, tetapi semakin lama saya berdiri di hadapan-Nya, pertanyaan-pertanyaan itu sirna.

Saya mengajukan satu pertanayan yang jujur pada-Nya, “Ya Allah, apa yang sedang Kau lakukan disini? Aku pikir orang-orang ini payah [maksud saya orang-orang Kristen]” Saya tidak mengerti mengapa Allah mau memanifestasikan diri di antara orang-orang yang menghujat Allah dengan menyembah Yesus sebagai Anak Allah. Jawaban-Nya pun datang, dan saya mendengar kata-kata ini “Tidak, Inilah anak-anak-Ku” Terdengar lagi, TIdak, inilah anak-anak-Ku.” dan untuk ketiga kalinya “Tidak inilah anak-anak-Ku.” kata-kata-Nay mengema dalam diri saya, dan saya segera menyadari bahwa selubung itu telah ditanggalkan dari mata saya.

Saya hanya mengetahui satu kenyataan bahwa Yesus adalah Anak Allah! Yesus yang sama inilah yang saya sangkal dengan gigih, sekarang saya tidak dapat hidup tanpa Dia. Saya maju dan mengaku dengan mulut saya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Dia lahir dari seorang perawan, mati di kayu salib, dan mencurahkan darah-Nya bagi saya ; dan saya percaya dalam hati saya bahwa Allah telah mmebangkitkan Dia dari kematian pada hari ketiga bangkit. Doa saya adalah, “Bapa, ambillah hatiku yang keras, dan beri aku hati yang baru yang lembut. Yesus, masuklah ke dalam hatiku, jadilah Tuhanku, agar aku dapat mengasihi Bapa seprti Kau mengasihi Bapa.” Saya menjadi ciptaan yang baru pada minggu itu, 3 juli 1994, pada 12.45

Mellaui pewahyuan, saya tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah. Dalam Matius 16:15-17, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya “Tetapi menurut kalian, Siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup!” Melalui pewahyuan, Petrus tahu bahwa seseungguhnya Yesus adalah Kristus dan Anak Allah yang hidup. Bapa mengungkapkan itu kepada Petrus melalui Roh Kudus.

Itulah cara terbaik yang dapat saya jelaskan tentang apa yang terjadi kepada saya. saya bersyukur karena Allah menjangkau saya dan menunjukkan kasih dan karunia-Nya pada saya. Mungkin sementara Anda membaca buku ini, Anda juga memiliki orang yang Anda kasihi yang dibutakan dalam realita tentang Yesus. Biarlah ini menjadikan suatu hal yang menguatkan iman Anda–Allah dapat menjangkau orang Yang Anda kasihi. Tidak peduli di manapun dia berada.

Ismael dan Saulus

Ketika kita mempelajari Saulus dan Gereja mula-mula, marilah kita izinkan Roh Kudus melukiskan gambaran profetis tentang Ismael dan Gereja pada masa ini

Gereja mula-mula berada di tengah-tengah aniaya besar. Saulus adalah musuh besar Injil, yang bahkan memberikan persetujuannya atas hukuman mati bagi Stefanus, membuat orang-orang percaya terpencar melarikan diri ke berbagai wilayah di Yudea dan Samaria (Lihat Kisah Para Rasul 8:1) Saulus adalah seorang Ibrani yang terpelajar, seorang Israel dari suku Benyamin, dan dia dari golonga Farisi (lihat Filipi 3:5). Saulus menimbulkan penderitaan besar pada Gereja mula-mula dengan kekejaman dan kekerasannya. Dia mengeledah rumah-demi rumah dan menyeret para lelaki dan perempuan dan menjebloskan mereka ke penjara karena kepercayaan mereka dalam Tuhan Yesus Kristus (lihat Kisah Para Rasul 8:3)

Yang membuat situasinya makin parah, Saulus pergi menghadap Imam besar yang bertugas pada waktu itu, dengan niat untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Dia mendapatkan surat kuasa untuk masuk ke rumah-rumah ibadah, menahan orang-orang percaya, dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dijebloskan ke penjara. Dia begitu kejam dan bertekad untuk mengakhiri apa yang dianggapnya sebagai penghujatan terhadap Allah.

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menagkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.(Kisah Para Rasul 9:1-2).

Saulus menganggap bahwa tindakan kejamnya terhadap Gereja adalah dari Allah. Akan tetapi, kenyataannya, dia melawan Anak Allah. Dia beranggapan bahwa sikap angkuh dan kebenciannya terhadap murid-murid Tuhan itu dibenarkan oleh Hukum yang sangat dia kenal. Dia tahu tentang ayat-ayat Firman Tuhan, tetapi dia tidak mengenal Dia yang dibicarakan dalam ayat-ayat firman Tuhan itu. Dia memiliki semangat yang berkobar-kobar terhadap Allah, akan tetapi tidak disertai dengan pengetahuan tentang kebenaran. Dia berfikir bahwa dia sedang melayani Tuhan; kenyataannya, dia menentang Tuhan

Saulus berubah dalam suatu perjumpaan yang tiba-tiba dengan Tuhan Yesus dalam perjalanan menuju Damsyik. dia melihat terang kemuliaan Allah dan jatuh terseungkur ke tanah, yang darinya manusia diciptakan, dia ditundukkan oleh keagungan Allah. Kehendak pribadinya dipatahkan, kesombongannya terserak, kegigihannya yang berkobar-kobar itu padam, dan pikirannya ditundukkan oleh kemuliaan Yesus Kristus. Ketika tersungkur ke tanah, dia mendengar suara sang Guru:

….tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, saulus,mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kau aniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, disana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”

Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia makan dan minum (Kisah para Rasul 9:3-9)

Dikaki Yesus, Saulus sang pembunuh itu menjadi Paulus sang martir. Kegigihannya yang berkobar-kobar terhadap hukum taurat itu dipadamkan oleh gelora cintanya kepada Yesus Kristus. Allah memiliki Tujuan besar yang tersembunyi dalam diri Paulus, di balik apa yang dilihat manusia. Paulus adalah benjana terpilih yang akan digunakan oleh Penciptanya untuk memberitakan nama Yesus kepada orang-orang non Yahudi, raja-raja,d an seluruh bangsa Israel. Paulus banyak menangung penderitaan demi Injil, tetapi Dia mengangap bahwa memberitakan misteri-misteri Injil kepada Dunia non-Yahudi. Itu adalah hak istimewa baginya.

Kebanyakan Gereja pada masa ini takut pada Ismael, Seperti Gereja mula-mula yang takut pada Saulus. Ismael menimbulkan kekacauaan diseluruh dunia dan dia adalah penyebab dari banyak aniaya terhadap Gereja, Tubuh Kristus. Televisi dan media senantiasa memborbadir kita dengan cerita-cerita tentang perang, terorisme,dan kekrasaan di seputar dunia Kaum Kedar.

Pada kenyataannya, tidak semua Kaum Kedar itu kejam dan teroris, tetapi ada elemen-elemen tertentu dari terorisme dalam Kaum Kedar yang nanti akan kita bicarakan dalam buku ini. Di luar itu, bagi Dunia masa ini, terorisme identik dengan Kaum Kedar. Saulus adalah teroris besar pada zamannya. Yang dia lemparkan bukan bom-bom, tetapi batu-batu, tetapi maksud hatinya adalah untuk menghancurkan apa yang dia dia anggap sebagai musuh Alla. Pada masa ini, di antara kaum Ismael, ada orang-orang tertentu yang melakukan hal yang sama seperti yang Saulus lakukan pada waktu itu.

Dengan menyangkal ketuhanan Yesus, orang-orang Kaum Kedar percaya bahwa mereka sedang melayani Allah. Sebagai contoh, kita lihat bahwa Dome of the Rock (Rumah Ibadah Al Sakhrah) Mendomimasi cakrawala Yerusalem, dan dari sudut pandang Kaum Kedar, itu adalah simbol Kaum Kedar bagi dunia. Itu adalah situs paling suci ketiga bagi orang-orang Kaum Kedar, dan merupakan monumen paling tua yang disakralkan oleh orang-orang Kaum Kedar. Pertama, mereka percaya bahwa itu adalah Gunung Moria, dimana Abraham mempersembahkan Ismael sebagai korban-bukan Ishak. Kedua, mereka percaya bahwa nabi mereka, yaitu Nabi Kaum Kedar, turun dari Surga dari Batu itu dalam suatu perjalanan di malam hari.

Dome of the Rock itu juga merupakan suatu simbol kejayaan di hadapan Allah–atas orang-orang Kristen dan Yahudi. Penganut kepercayaan Kaum Kedar percaya bahwa mereka memiliki pewahyuan yang terakhir dari Allah, dan dengan segenap hati mereka menentang semua pewahyuan lainnya. Untuk menggambarkan sikpa ini, di Dome of the Rock itu dibuat prasasti dan tulisan-tulisan dari Kitab Suci Kaum Kedar yang menentang Ketuhanan Yesus , untuk mmebuat dunia tahu bahwa Yesus bukanlah Anak Allah. Orang-orang Kaum Kedar juga memiliki semangat tulus yang berkobar-kobar bagi Allah, akan tetapi tanpa disertai pengetahuan akan kebenaran. seperti Saulus, yang paling tidak diperkirakan dapat menjadi Kandidat bagi Kerajaan Allah, pada umumnya Gereja juga menggangap Ismael sebagai Kaum yang paling Kecil kemungkinannya untuk menyadari bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Seperti Saulus, Ismael juga akan mengalami suatu tabrakan frontal dengan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Bapa akan segera memperlihatkan wajah Yesus kepada orang-orang Kaum Kedar di seluruh dunia. Yesus, yang mereka tentang akan menjadi Tuhan mereka. (Dalam bab 5, kita akan membicarakan bagaimana ini akan terjadi)

Allah memiliki tujuan besar yang tersembunyi dalam diri penganut kepercayaan Kaum Kedar. Ismael akan menjadi bejana pilihan di tangan Allah. Setelah Allah membuka mata Ismael, Dia akan mengunakan Ismael untuk tujuan-tujuan Kerajaan Allah. Ada masa depan yang tersembunyi dalam diri umat Kaum Kedar, yang akan segera tersingkap. Kita melihat mereka seprti Saulus, tetapi Allah melihat mereka seperti Paulus-untuk masa seperti sekarang ini.

Allah akan menggunakan pertobatan Ismael untuk membangkitkan Gereja, seperti Dia yang menggunakan pertobatan Saulus untuk membangkitkan Gereja yang waktu itu tengah mengalami aniyaa. Pada masa-masa aniaya itu Gereja mula-mula takut pada Saulus, dan semua orang yang mendengar pertobatanya pun terheran-heran dan takjub.

Demikian juga pada zaman ini, Gereja akan terheran-heran dan takjub ketika melihat pertobatan massal dari Kaum Ismael. Bahkan saudara-saudara jasmaninya pun akan berusaha membunuh dia tetapi Ismael tidak takut mati, dia juga tidak gentar pada musuh-musuhnya. Mealinkan,s ang pemanah ini, yang setelah dilahirkan dari Roh, akan menjadi anak panah pada busur yang ada di tangan Allah, yang akan dibidikkan tepat ke jantung musuh (Iblis) yang pernah membutakan dia.

Yesus tahu bagaimana cara mengubah seoran pembunuh menjadi seorang martir bagi Kerajaan Allah. Akan ada suatu kegentaran yang kudus akan Allah dan penghiburan dari Roh Kudus dalam Gereja . Pertobatan Ismael ini akan membangun Gereja dan melipatgandakannya dengan luar biasa. Bagi Gereja, itu akan mendatangkan suatu kekaguman dan rasa hormat seta takut akan Allah. Itulah tepatnya yang terjadi pada Gereja mula-mula (Lihat Kisah Para Rasul 9:31).

Selain itu, Allah akan menggunakan Ismael untuk membangkitkan gelora cinta gereja terhadap Yesus. Ismael akan mengambil apapun yang telah dibuang oleh Gereja. Ismael pernah berada di padang gurun, kehausan dan kelaparan akan roti yang baru dan air kehidupan. Setelah matanya terbuka, dia tidak akan mundur dari Kristus (Yang adalah sumber). Ismael telah dilatih di padang belantara dan tidak takut terhadap musuh-musuhnya. Dia akan merasa sangat bersyukur atas Yesus sang Mesias. Dan merasa bahwa tidak ada harga yang terlalu mahal untuk dibayar untuk mendapatkan pengenalan akan sang Guru. Saulus, musuh Injil, diubah menjadi Paulus,sang Rasul, yang menulis ayat-ayat berikut ini– atas inspirasi dari Roh Kudus:

Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh Karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan mengangapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya (Filipi 3:8-10)

Gairah yang akan dimiliki oleh Ismael terhadap Yesus tidak akan berkesudahan. Gelora cintanya untuk Yesus akan menjadi rahasia umum dan akan menular pada Gereja. Gelora cintanya kepada Yesus akan memnacing Gereja untuk melangkah keluar dari rasa puas diri dan familiaritasnya terhadap keagamaan. Rasa “cemburu” itu akan menusuk hati kita yang suam dna membuat kita melihat ke seberang garis akhir yang palsu dan zona nyaman ke arah wajah Allah. Allah membangkitkan fokus kita, sehingga kita akan mengarahkan mata kita kepada Yesus dan apa yang Allah sedang kerjakan.

Allah akan menggunakan Ismael demi nama-Nya. Ismael akan banyak menderita. tetapi dia akan melakukannya dengan senang hati dan sukacita. Dan Allah akan menggunakan Ismael untuk memberitakan Nama-Nya ke hadapan orang-orang yang belum mengenal Nama-Nya dan raja-raja, bahkan orang-orang Israel. Itu adalah Destiny (takdir Ilahi, atau masa depan yang sudah Allah tetapkan sejak awal) bagi para Kaum Kedar, karena Allah belum menyerah untuk menjangkau mereka.

Allah tidak melupakan mereka; Allah tidak meninggalkan mereka. Mereka tidak akan disebut lagi sebagai umat yang ditinggalkan atau dilupakan, atau disalahmengerti atau ditolak atau sebagai teroris; karena Allah akan mengubah wajah Kaum Kedar di bumi pada masa ini, dan Anda tidak akan melihat Kaum Kedar sebagaimana adanya mereka seblumnya.

Tetapi Anda akan melihat umat Kaum Kedar dalam terang tujuan Allah bagi mereka, dan Anda akan menagkap hati Allah dan impartansi dari Roh Kudus sehubungan dengan orang-orang itu, dan Anda akan melihat mereka melalui mata Yesus, bukan dari mata dunia yang telah dilukiskan bagi kita melalui media umum.

Kita perlu melihat apa yang tidak kasat mata dan percaya hal-hal yang mustahil. Ismael akan menerima takdir Ilahinya dan mengejar kebenaran yang berasal dari manusia, yang melalui perbuatan (Amal ibadah) Identitas sejatinya dalam Kristus akan muncul. Kegarangannya yang berapi-api itu akan digantikan oleh Kuasa Allah. Intervensi supranatural Allah di antara umat Kaum Kedar itu akan terlihat sangat signifikan bagi masa yang kita jalani sekarang. Allah telah memulai pekerjaan ini, dan kita mendengar kisah-kisah di seputar jagad pertobatan yang dinamis dari orang-orang Kaum Kedar yang kembali kepada Kristus. Tidaka lama lagi, kita akan melihat ini terjadi bagi seluruh generasi Kaum Kedar.

Gereja dan Ananias

Yesus menampakkan diri kepada Ananias dalam suatu penglihatan sehubungan dengan pertobatan Saulus:

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan lurus,d an carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

Jawab Anaias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang kemari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menagkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetapi firman Tuhan kepadanya: Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitahukan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku (Kisah para Rasul 9:10-16)

Dalam Suatu penglihatan, Yesus mengatakaan kepada Ananias agar dia pergi dan berdoa bagi Saulus dari Tarsus sehingga dia bisa melihat lagi. Ananias heran dengan perintah dari Allah itu dan mencoba meyakinkan Tuhan tentang betapa kejamnya Saulus dulu, Dengan polosnya, ia menceritakan kepada Yesus tentang penderitaan yang ditimbulkan Saulus terhadap orang-orang percaya kepada Kristus. Sulit bagi pikiran Ananias untuk menerima kenyataan bahwa Allah meminta dia pergi dan berdoa bagi orang semacam ini.

Ananias adalah seorang murid yang setia; dia hanya ingin bicara apa adanya kepada Tuhan. Dan kita boleh bicara apa adanya kepada Tuhan, tanpa mengecam orang lain, kita perlu jujur dengan Tuhan dari hati ke hati dengan Yesus dan bertanya kepada-Nya, “Apa yang sedang terjadi dengan para Kaum Kedar?

Yesus memerintahkan Ananias untuk pergi dan melakukan tugasnya, sambil Tuhan (dalam anugerah-Nya) mengungkapkan suatu tujuan Allah yang lebih besar dalam memmilih Saulus, Yesus membuat Ananias dapat melihat Saulus melalui mata Allah dengan mengatakan kepadanya bagaimana Saulus akan mmeberitakan nama Yesus ke bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel untuk kemuliaan Allah.

Saya percaya bahwa Gereja adalah tempat yang sama sehubungan dengan umat Kaum Kedar. Reputasi Ismael di dunia adalahs eputar perang, kekerasan, dan terorisme. Gereja hanya melihat Ismael sebagai kesalahan Abraham dan pekerjaan daging, Yang kita harus hidup bersama denagn mereka. Seperti Ananias, Allah sedang membuka mata kita untuk melihat Ismael dalam terang tujuan-Nya. Tuhan tidak ingin ada seorang punyang binasa (2 Petrus 3:9). dan Dia sedang, menyingkapkan masa depan yang telah Allah tentukan bagi umat Kaum Kedar.

Mungkin hari ini Anda membaca ini dan bertanya-tanya bagaimana itu bisa terjadi. Atau mungkin Yesus berbicara kepada Anda tentang peran Anda dalam momen kairos bagi umat Kaum Kedar ini. Mungkin Anda memiliki suatu beban untuk mereka dan kebutuhan untuk berada dalam ruang doa Anda–untuk bersyafaat bagi mereka–secara keseluruhan atau bahkan secara individual. Anda perlu mengetahui peran Anda dalam masa panen raya yang luar biasa ini. Jika kita lanjutkan mmebaca pasal 9 dari Kitab Kisah Para Rasul, saya percaya bahwa kita akan menemukan jawaban bagi fungsi kita sebagai Gereja –Tubuh Kristus–pada masa ini:

Lalu pergilah Ananias ke situ dan amsuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh denagn Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibabtis Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (Kisah Para Rasul 9:17-19).

Langkah pertamannya adalah ketaatan. Kuncinya adalah mendengarkan dan menaati apa yang Roh Kudus katakan. Roh Kudus akan menentang keterbatasan-keterbatasan kita dengan pewahyuan dalam firman Tuhan dan mempertajam pengertian kita. Ananias menjalankan apa yang Tuhan suruh, dan melihat hasil-hasilnya. gereja pun harus melakukan hal yang sama.

Penjajaran

Inilah masa di mana kita hidup. Saulus pada zaman kita ini adalah Ismael, dan Gereja itu seperti Ananias. Dan kita harus berurusan dengan hal-hal seperti itu, dan membawa penjajaran (alngnment – penyesuaian terhadap posisi yang lurus/semestinya) Sebelum ada penugasan dari Kerajaan Allah, terlebih dahulu ada penjajaran terhadap Kerjaan Allah. Kita harus menjajarkan diri dengan tujuan Allah yang lebih besar, agar tugas-tugas unik kita dalam Tubuh Kristus dapat ditegaskan dan digenapi.

Apakah itu tentang berapa banyaknya Kaum Kedar di kota Anda? Itu tidak terlalu penting. Ini adalah suatu isu global; ini adalah hal yang berskala nasional. Tidak masalah dengan berapa banyaknya Kaum Kedar di kota Anda. Ini adalah tentang hati Allah. Ini adalah tentang umat-Nya. Allah tidak berkata bahwa Dia ingin agar jangan ada seorang pun yang binasa hanya jika mereka ada di kota Anda. Bagaimana dengan kota-kota lain, bagaimana dengan bangsa-bangsa, bagaimana dengan orang-orang lain?

Anda harus ‘melebar’….sampai sekarang kita telah memiliki suatu “mentalitas galah pancing.” Dan jika Anda perhatikan dalam Injil, seringkali itulah cara mereka memancing. Kita tahu bagaimana cara menjadi penjala manusia, dan itu bagus, jangan menyerah dalam hal itu– kita perlu memiliki mentalitas seorang penjala. Tetapi, kita bergerak menuju suatu musim menuai dimana kita perlu memiliki mentalitas jala

Yesus sedang berkata kepada Gereja-Nya, tebarkan jalamu kesamping kanan perahu. Mungkin Anda belum melihat tuaian, mungkin selama tahun-tahun ini Anda pergi dan mungkin Anda berada dalam kegelapan dan Anda tidak melihat tuaian yang ingin Anda lihat di dunia Kaum Kedar. Yesus berkata agar kita menebarkan jala kita, melakukan hal-hal tidak lazim yang Anda pikir mustahil.

Yesus berkata:

Dengan perintah-Ku, dan karena ini adalah musim yang tepat, dan karena Aku berdiri disini dan berkata agar kau melakukannya, tebarkan jalamu ke samping kanan perahu, maka akan ada tuaian jiwa yang sangat banyak,s ehingga kau tidak akan sanggup membawa jalamu ke pantai dan mmebawa kepada-Ku.

Kau akan perlu memanggil saudara-saudaramu dan Gereja-Gereja lain, dan mereka semua akan bekerja sama. semuanya akan bersatu untuk satu tujuan bersama, demi tuaian bangsa-bangsa, demi tuaian para Kaum Kedar, demi Umat manusia. Dan bawalah mereka semuanya denagn instruksi dari Roh Kudus, karena ada suatu anugerah ilahi, anugerah pra-kejayaan, pada masa ini dan pada musim ini kau akan melihat jiwa-jiwa dimenangkan secara supranatural oleh Kuasa Roh Kudus! Dan itu akan terjadi.

Allah berkata kepada saya bahwa seluruh Generasi umat Kaum Kedar akan datang ke Kerajaan Allah. Rata-rata usia populasi di dunia Kaum Kedar adalah di bawah 35 tahun. Sebagian besar dari mereka berusia di bawah 30 tahun. Dengan kata lain, lebih dari semilyar Kaum Kedar yang lebih muda dari rata-rata usia kelompok itu. Jangan remehkan populasi orang-orang muda.

Sebagai contoh, orang-orang muda di Perancis mengalami disilusi (Kekecewaan karena ternyata apa yang mereka yakini itu tidak sebagus yang mereka kira). Banyak Imigran Kaum Kedar yang tinggal di suatu daerah pinggiran kota, dan mereka mengalami kkecewaan yang begitu besar karena orang-orang muda mereka tengah mengalami krisis karena apa yang sedang Allah lakukan di sana. Ada suatu krisis dalam Kaum Kedar. Orang-orang muda bertanya, “Ada apa dengan Kaum Kedar? Agama, peraturan-peraturan, dan terorisme ini—inikah Kaum Kedar?

Ada suatu cobaan yang besar, dan musuh begitu bernapsu untuk merekrut orang-orang muda ke dalam terorisme, karena mereka tidak memiliki harapan atau arah. Musuh mencoba membujuk mereka untuk melakukan kekerasan, menimbulkan berbagai problem, dan melakukan segala macam teror karena dalam lingkungan itu mereka menemukan penyebab dan tujuan. Kepada penganut kepercayaan Kaum Kedar muda dikatakan bahwa jika mereka melakukan hal ini dan mati, atau melakukan jihad dan mati dalam perang suci, mereka akan masuk ke surga karena Allah akan senang dengan apa yang mereka lakukan itu.

Jika tidak, mereka harus menyenangkan hati Allah melalui amal ibadah mereka,kemudian mereka akan mendapatkan pahala berupa 72 perawan. Banyak sekali Kaum Kedar muda yang tidak memiliki orang yang percaya kepada mereka. Mereka mengalami disilusi, dan mereka percaya bahwa mereka memiliki pilihan untuk ke Surga mereka ada di lembah penetuan.

Karena mayoritas umat Kaum Kedar berusia di bawah 35, musuh mencoba untuk mengagalkan rencana-Nya. Itulah mengapa Gereja harus bersatu dan melindungi rencana Allah yang mulai dilaksanakan. Kita harus bersatu agar kita dapat menjadi suatu kekuatan yang lebih besar.

Bagaimana Ini akan Terjadi

Sebelum saya bertanya kepada Bapa, “Bagaimana itu akan terjadi?” Dia mengajukan suatu pertanyaan yang mengejutkan saya.

Saya sedang berjalan ke ruang tengah di rumah kami, ketika Dia bertanya, “Maukah kau pergi ke umat-Ku itu?” Saya bahkan tidak tahu mengapa dia menyebut mereka umat-Nya, sampai saya melihat bebrapa hal ini. Berdasarkan penciptaan, semua adalah umat-Nya. Tetapi berdasarkan destiny, Allah melihat ke masa depan dan menyebut mereka umat-Nya–yang memberitahukan dari mulanya hal-hal yang belum ada seolah itu sudah ada, karena itulah cara kerja Allah kita (Yesaya 46:10). Allah tidak hidup dalam batasan waktu. Dia hidup dalam kekekalan, yang tidak memiliki waktu–semuanya adalah sekarang.

Itulah mengapa ketika Anda ke Surga, Anda mendengar “Kudus, kudus, kudus, seluruh bumi penuh dengan kemuliaan Tuhan.” (Lihat Yesaya 6:3). Ketika kita naik ke suatu ketinggian rohani dimana Allah ada, maka kita akan mulai melihat dunia seperti Dia melihatnya. Ketika kita melihatnya, itu akan seperti Dia melihatnya, serta seperti ketetapan dan pernyataan-Nya-sementara kita menyesuaikan diri dengan cara Allah. Allah sedang menyatakan sesuatu tentang umat Kaum Kedar. Dia mulai berbicara kepada saya dari hati-Nya tentang tujuan hidup umat Kaum Kedar. Sekarang kita kembali pada respons saya:

Saya berkata, “Tuhan, aku tidak mau seperti Petrus, sejauh yang aku tahu, aku akan melakukan apa pun yang Kau ingin agar aku lakukan.”

Kemudian Dia mulai membuka hati saya dan berbicara kepada saya dan menunjukkan hati-Nya pada saya serta rencana-Nya bagi umat Kaum Kedar. Dia menunjukkan kepada saya bahwa Gereja harus berdiri bagi Ismael. Ada hal-hal yang akan terjadi di hari-hari akhir ini, dan ya, akan ada murka dan penghakiman. Tetapi sekarang ini ada waktu untuk kasih karunia. Ini adalah suatu musim yang darurat di mana Gereja perlu bergerak keluar dan mmeberitakan kasih karunia Allah kepada mereka.

Dia berkata kepada saya, “Banyak yang takut pada mereka, dan dari antara orang-orang yang aku panggil dan Aku utus banyak yang ketakutan dan mundur. Maukah kau pergi kepada umat-Ku itu?” Itulah hati Allah bagi mereka; saya merasakan kasih-Nya kepada Mereka. Kasih yang Dia miliki terhadap orang-orang itu jauh lebih besar dari yang dapat saya bayangkan. Kasih itu begitu murni, begitu dekat dengan-Nya. Dan gambaran yang saya miliki terhadap mereka serta pengalaman yang saya miliki sebagai seorang Kaum Kedar sangat asing terhadap hal ini. Tetapi hati Allah itu penuh kasih.

Dan saya berkata, “Tuhan, sejauh yang aku tahu, aku akan pergi.”

Selama percakapan saya dengan Tuhan tentang bagaimana itu akan terjadi, Dia meberitahu saya lima hal yang akan Dia lakukan pada hari-hari ini untuk bekerjasama denagn Gereja sehingga tuaian yang begitu banyak itu akan terjadi. Saya akan membicarakan lebih lanjut lagi tentang lima hal itu, kemudian saya akan sampaikan tentang strategi keseluruhan yang saya lihat sedang Allah gunakan.

1. Tembok Roh

Hal pertama yang Allah sampaikan kepada saya adalah: Ada sebuah kubu di alam roh yang membuat Injil tidak sampai kepada umat Kaum Kedar. Dia memberi gambaran bahwa tembok itu seperti Gerbang kuat yang berdaun pintu dua, ini adalah gerbang kuno yang digunakan oleh raja-raja untuk menyembunyikan harta benda mereka. Gerbang itu terbuat dari besi, dilapisi dengan kuningan, dan ada kuncinya. Tidak ada seorang pun yang dapat masuk, gerbang itu ditutup, dan ada penjaganya. Allah mengatakan kepada saya bahwa kita telah bergerak memasuki suatu masa di mana Dia akan segera membuka gerbang berdaun-pintu dua yang telah mengahalangi Injil dari negara Kaum Kedar secara keseluruhan. Dia berkata, “Aku akan segera meruntuhkan tembok Kaum Kedar itu, dan Gereja harus siap dan bersiap menyambut tuaian ini. Seperti tembok komunisme yang runtuh, tembok Kaum Kedar akan segera runtuh.” Dan Roh Kudus berkata, “Aku akan membuatmu mengetahuinya, sebenarnya di alam roh itu sudah runtuh. Tinggal tunggu waktunya saja untuk melihatnya di alam jasmani, dan tidak lama lagi, itu akan menjadi rahasia umum.”

Jadi, itulah salah satu alasan mengapa selama bertahun-tahun, umat Kaum Kedar begitu sulit dijangkau dengan Injil. Sekarang Allah mengatakan, “Aku akan berjalan didepanmu. Aku akan berjalan di depan Gereja. Aku yang membuka jalan; gerbang itu tidak akan tertutup lagi.” Dia akan segera membukanya, dan Dia berkata bahwa orang-orang akan berhamburan keluar, dan harta karun yang tersembunyi dalam kegelapan juga akan mucul. Tetapi kita juga harus pergi kepada mereka. Itulah hal pertama yang Allah sampaikan kepada saya tentang apa yang akan terjadi.

Media

Hal kedua yang Allah bicarakan pada saya adalah strategi–tentang media. Dia berkata, “Aku akan menggunakan media secara besar-besaran. Itu berarti televisi, satelit, Internet, radio, setiap sarana komunikasi–film, apa pun yang kau bisa.” Allah akan menjangkau umat-Nya, tatapi akan ada sesuatu yang melebihi itu. Secara pribadi, Gereja akan pergi kepada orang-orang, tetapi ada sesuatu yang lebih lagi dari itu. Allah berkata bahwa Dia akan menggunakan televisi dan media secara massal di dunia Kaum Kedar secara global. Televisi dan media akn mendapatkan undangan dan pintu masuk melalui kunci “firaun-firaun” di dunia Kaum Kedar kepada bangsa-bangsa Kaum Kedar.

Allah akan membuka pintu jalan yang istimewa untuk media dan Televisi, dan Dia berkata bahwa Dia akan menggunakannya. Itulah salah satu alasan mengapa saya dan Istri saya menjawab panggilan untuk memasuki dunia Media. Kami percaya bahwa media Kerajaan Allah adalah kunci utama yang akan Allah gunakan untuk menjangkau massa. Ini bukan satu-satunya kunci, tetapi ini adalah kunci yang penting. Allah memberi saya suatu ayat firman Tuhan tentang ini, tepatnya tentang bagaimana Dia akan menggunakan televisi, serta strategi televisi dan media. Itu ditemukan dalam Kisah Para Rasul 10:44, ” Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.”

Dia berkata bahwa ketika para pria dan wanita berbicara, Roh Kudus akan turun atas mereka yang mendengar pemberitaan Firman Itu. Dapatkah Anda membayangkan tentang satu keluarga Kaum Kedar yang sedang duduk-duduk di rumah mereka dan menonton televisi? Mereka menyaksikan acara kami (Kemungkinan besar karena saya memiliki nama Kaum Kedar) dan menyimaknya. Dapatkah Anda membayangkan keluarga itu menontonnya, dan Roh Allah turun atas mereka dan memenuhi mereka denagn Roh Kudus? Dan mereka mulai berdoa dalam bahasa lidah dan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan? Itu adalah acara yang sangat bagus untuk membawa banyak orang kepada Kristus.

Itulah yang terjadi dalam Kisah Para Rasul 10:44 di rumah Kornelius. Inilah teladan dari Alkitab. Ada sesuatu yang luar biasa tentang Bapa kita; Dia adalah Allah yang kebesaran-Nya begitu luar biasa. Itu berarti bahwa Dia tidak akan melakukan hal yang kurang Hebat jika dibandingkan yang pernah Dia lakukan sebelumnya.

Izinkan saya menyampaikan suatu kesaksian kepada Anda tentang Strategi Allah dalam menggunakan media. Seorang pria merekam sepenggal dari acara televisi kami dengan telepon gengamnya–dia hanya merekam sepenggal kecil dari kesaksian saya. Kemudian dia mengundang teman baiknya (Yang adalah seorang Kaum Kedar) untuk bertandang ke rumahnya. Dia menunjukkan telepon gengamnya itu dan memutar kesaksian di televisi itu untuk dilihat temannya. Hadirat Allah datang ke ruangan itu, dan sang Kaum Kedar itu pun memberikan hatinya kepada Yesus. Sekarang dia sudah ke Gereja.

Pemuda itu menelepon saya dan menceritakan apa yang terjadi. Saya menjadi begitu bersemangat, tidak pernah trepikirkan oleh saya untuk menggunakan telepon gengam untuk hal seperti itu! Pemuda itu berkata, “Saya masuk menyaksikan acaranya, merekamnya sedikit, lalu pulang, dan orang itu diselamatkan.” Setelah itu, dia menggunakan banyak video, berbagai sarana, dan buku-buku dari kami, dan dia membawa banyak Kaum Kedar kepada Tuhan di Ontario.

Saya katakan kepada Anda bahwa harinya akan tiba; jika Anda mengajukan pertanyaan seperti yang ditanyakan nabi-nabi, “Apakah suatu bangsa akan dilahirkan dalam suatu kali?” (Yesaya 66:8). Apakah suatu neegeri akan diubah hanya dalam satu hari? Saya katakan kepada Anda, jawabannya adalah “Ya.” Bangsa itu adalah bangsa Kaum Kedar.

Artinya, dalam waktu yang singkat akan ada suatu kegerakan yang luar biasa. Itu akan membuat dunia tercengang dan berdecak kagum. Dunia sekuler akan mengarahkan minatnya ke situ, dan mereka akan berkata, “Wow, siapakah Bapa yang sudi menjangkau orang-orang seperti itu dengan cara seperti ini, orang-orang yang kita pikir paling buruk–aku ingin tahu siapakah BAPA ini !”

Itu akan membangkitkan suatu jeritan dalam generasi itu karena ada banyak orang muda-satu generasi secara keseluruhan, yang suka memberontak dan berfikir bahwa mereka dicampakkan. Mereka merasa terhilang dan berkata, aku ingin tahu siapakah Bapa ini?”

Umat Kaum kedar memberikan perhatian yang Khusus pada pewahyuan pengetahuan, karena seluruh konsep mereka tentang Kitab Suci Kaum Kedar berdasarkan pada Wahi, yang berarti pewahyuan atau diwahyukan.” Mereka percaya bahwa Kitab Suci Kaum Kedar diwahyukan kepada Nabi Mereka–nabi dalam Kaum Kedar—-oleh malaikat Jibril (Gabriel). Mereka mmberi perhatian khusus pada pewahyuan. Jadi, ketika Allah mulai mmebicarakan lebih jauh pada saya tentang Kisah Para Rasul 10:44, Dia berkata, “Hidup dan pewahyuan firman-Ku akan bergerak mendahului gelombang udara ketika kau akan berbicara, ketika para pria dan wanita akan segera berbicara, itu berrati kalian akan berbicara dengan Roh Allah.

Yohanes 1:4 berkata, “Dalam Dia ada Hidup dan Hidup itu adalah terang manusia,” adalah reputasi Yesus. Anda dapat memiliki terang yaitu kebenaran dan pengetahuan, tetapi jika Anda tidak memiliki hidup, apa bedanya Anda dengan agama-agama lain? Semua orang memiliki terang dan pengetahuan–sebagai Kaum Kedar saya memiliki terang dan pengetahuan. Tetapi Alkitab memperingatkan kita dalam Lukas 11:35, “Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.”

Dan Matius 6:23 mengatakan, “Jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu!” Jadi, hanya memiliki terang pengetahuan,d an pengertian saja tidaklah cukup. Kita harus memiliki hidup yang dari Allah, yang merupakan suatu hak istimewa bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus.

Kita memiliki hidup yang ada dalam diri setiap kita, dan kita terhubung pada pokok anggur sejati, yaitu Yesus (Lihat Yohanes 15:5). Kita menerima Roh Allah, Dialah hidup yang memberi kita makanan Rohani. Itulah “Berbicara denagn pewahyuan.” Yang saya maksud bukan menyampaikan informasi, karena ada begitu banyak informasi yang dihembuskan ke benak orang-orang. Inilah hari-hari pewahyuan di mana Roh Pewahyuan itu akan turun atas Gereja, dan roh hikmat akan menyampaikan hikmat Allah hingga para penguasa di udara dan kuasa-kuasa kegelapan lainnya akan melihat hikmat Allah kita.

Pewahyuan harus diberitakan; hidup yang Allah inginkan adalah pewahyuan mereka. Iluminasi (Penjelasan) dari pewahyuan mereka. Iluminasi terang itu bagus, tetapi iluminasi yang dimaksud disini adalah “Memancarkan cahaya dari sesuatu–suatu sember.” Itu adalah iluminasi dari hidup Yesus; kemudian itu akan menjadi suatu terang bagi semua orang yang tersesat di dalam kegelapan

3. Mimpi dan Penglihatan

Hal Ketiga yang Allah sampaikan pada saya ketika saya bertanya pada-Nya, “Bagaimana itu akan terjadi?” adalah mimpi dan penglihatan.

Saya percaya Allah mengatakan, “Aku akan memberikan mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan tentang Yesus bagi umat Kaum Kedar. Mereka akan melihat seorang lelaki berpakaian putih, denagn lubang di kedua tangan-Nya, dan Dia berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dah Hidup.’ Mereka akan ingin mengetahui siapakah orang itu.”

Seperti yang mungkin telah Anda baca pada bab sebelumnya, mereka akan pergi mengetuk pintu Rumah Ibadah mereka, ke tempat-tempat kerja mereka, ke pasar, dan mreka akan datang ke Gereja dan bertanya, “Siapakah Orang itu? Aku tidak bisa mengusir Dia dari pikiranku. Dia telah menjadikan aku tawanan-Nya.”

Dan Gereja akan dapat berkata, “Ini Yesus!”

Allah memberikan suatu mimpi kepada Firaun, yang mmebuat dia gelisah dan berupaya mencari kebenarannya. Mimpi itu begitu mencengkeram pikirannya sehingga dia memanggil Yusuf dari penjara untuk mendapatkan pengertian tentang kebenaran dari mimpi itu (Kejadian 41:14). Dalam dunia bisnis dan pemerintahan di dunia Kaum Kedar, ada orang-orang seperti Firaun yang akan Allah jangkau melalui mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan tentang Yesus. Mereka akan menjadi sarana-sarana utama dalam menciptakan pijakan bagi Injil untuk menjangkau balik pintu-pintu yang tertutup. Yusuf dipersiapkan oleh Roh Kudus untuk mengakses hikmat Allah, dan sebagai Gereja-Nya, kita harus bersiap dan menempatkan diri untuk bergerak bersama Allah. Mungkin Anda telah mendekam dalam penjara bersama suatu mimpi yang belum terwujud, dengan masa depan yang tidak menentu, tetapi Allah akan segera mmebawa Anda keluar menuju ke suatu tempat yang berkelimpahan, dimana karunia Anda akan dibutuhkan oleh Firaun -firaun Di dunia. Untuk itulah Anda telah dipersiapkan , Karena seluruh hidup Anda akan termanefestasikan di hadapan Anda, Allah sedang berbicara kepada Orang-orang melalui mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan tentang Yesus untuk menarik perhatian mereka.

Kita hidup dalam suatu dispensasi dari perjanjian yang baru di mana Allah menaruh hukum-Nya ke pikiran hati umat-Nya (Yeremia 31:33). Roh Kudus, yang berbicara melalui Petrus mengingatkan kita tentang suatu Firman Tuhan:

Akan terjadi pada hari-hari terakhir-demikianlah firman Allah-bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat (Kisah Para Rasul 2:17-18).

Dalam Kitab Kisah Para Rasul dan Yoel 2:28-29 Allah berkata, “Aku akan mencurahkan Roh-ku ke atas semua manusia, orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat.” Apakah suatu cara Allah adalah memberikan penglihatan-penglihatan dan mimpi-mimpi kepada orang-orang tidak percaya? Ya! Firaun mendapatkan suatu mimpi pada zaman Yusuf. Dia menjadi Gelisah; mimpi itu mencengkeram kesadarannya dan menawan dia.

Izinkan saya memberi Anda suatu contoh tentang seorang Kaum Kedar (Wanita Kaum Kedar) yang diubahkan melalui suatu penglihatan tentang Yesus. Suatu hari, seorang Kaum Kedar menelepon kami dari Alberta. Dia berkata bahwa dia sudah berdoa dan berdoa, dan suatu hari dia berseru kepada Yesus, dan Dia muncul dalam kamarnya. Dia memberikan hatinya kepada Yesus. Dia menceritakan tentang itu kepada suaminya, dan sang suami meninggalkan dia dan membawa kedua anaknya bersamanya. Akhirnya, kedua anak itu kembali kepadanya, tetapi kemudian saudara iparnya mengancam untuk membunuhnya atas keputusannya untuk menerima Kristus.

Wanita ini menelepon dan berkata, “Saya tidak takut karena saya kenal Yesus! Mereka tidak dapat menyentuh saya, karena saya tahu kebenaran Yesus dan Dia adalah jalan dan hidup, dan Dia adalah Tuhan saya. Saya tidak takut pada apa yang mereka katakan pada saya. Dapatkah Anda membantu saya untuk menemukan sebuah Gereja? Dapatkah Anda membantu saya untuk datang ke sebuah Gereja? Tolong, saya perlu ke Gereja.”

Istri saya, yang pelayanan khususnya adalah melayani para Kaum Kedar, berbicara kepadanya. Istri saya bertanya padanya “Apakah Anda sudah menerima Roh Kudus?”

“Saya bahkan belum pernah mendengar tentang Roh Kudus,” kata wanita itu. Dia mengasihi dan percaya kepada Yesus hanya karena dia mendapatkan mimpi dan penglihatan.

Saya mencari dan saya senang karena saya menemukan satu Gereja di kotanya yang mengatakan pada saya bahwa mereka memiliki suatu “Pelayanan kerajinan tangan” bagi para wanita Kaum Kedar.

“Pelayanan kerajinan tangan? Situasi ini diluar pelayanan kerajinan tangan. Sekarang ini mereka mencoba membunuh wanita ini, berikut anak-anaknya juga,d an wanita ini tidak perduli. Dia mengasihi Yesus, dan ia menginginkan Firman. Dia bersedia pergi dan memberitakan Injil dan menjadi martir bila perlu. Dia mau melakukan apa pun yang Yesus katakan. Dia hanya membutuhkan pertolongan seseorang yang dapat mengajar dia.”

Saya tidak menentang pelayanan kerajinan tangan, tetapi kita harus mengerti keseriusan hari-hari ini. Apakah Yesus berkata “Pergilah kau ke seluruh dunia, beritakan Injil Kerajaan Surga, tumpangkan tanganmu ke atas orang-orangs akit, usirlah roh-roh jahat, bangkitkan orang mati… dan buatlah kerajinan tangan ke manapun kau pergi”? Kita harus lulus dari Crafts 101 dan dapat melayani orang-orang lain mereka tentang hidup yang dari Allah itu akan membutuhkan pelatihan dan perlengkapan.

Ada dua hal yang Gereja doakan. Pertama, Gereja harus berdoa agar Allah akan membangkitkan kembali jerit tangis yang ada di hati wanita Kaum Kedar. Bagaiamana jerit tangis itu akan dibangkitkan? Ketika Roh Kudus bergerak dengan mmebawa pewahyuan dan Kuasa Firman-Nya, itu akan melepaskan jeritan yang telah dilahirkan dalam ruang doa kemuliaan-Nya, oleh orang-orang yang berdoa dan bersyafaat dan menyerahkan diri mereka kepada Roh Allah.

Ketika doa itu dijawab, hal kedua yang harus Anda doakan adalah agar Allah akan membuka mata Ismael, supaya dia dapat melihat Yesus dan mengenal siapa Dia. Doa yang strategis lebih baik daripada doa yang umum-doa yang umum mugkin akan menghantar Andas elangkah lebih maju dan membawa Anda menuju doa yang strategis, tetapi doa yang strategis akan membawa Anda ke tempat yang penuh kemenangan.

Doa adalah seperti berselancar, papan selancarnya terbuat dari Firman Allah. Dengan papan selancar itu, Anda mulai berselancar di atas gelombang ombak, bahkan ombak-ombak yang lebih besar dan lebih tinggi, dan Anda dapat berpetualang dengan berdoa dalam Roh dan melihat segala sesuatunya tergenapi. Dalam hal ini, strategi-strategi kunci dan pewahyuan memegang peranan penting.

Ada bebrapa Pendeta yang menelepon kami sepanjang waktu, dan memberitahu kami bahwa ada orang-orang Kaum Kedar yang datang ke Gereja mereka dan diselamatkan,d an mereka mulai mmebaca Alkitab selama dua atau tiga jam setiap pagi–dan sang pendeta tidak pernah mengatakan kepada mereka untuk melakukan itu. Mereka berkata kepada sang pendeta, “Kami berangkat kerja pada pukul 9. Jadi kami bangun pada pukul 5 pagi dan membaca Alkitab selama 2 1/2 jam, suami dan Istri bersama.”

Sang Pendeta bertanya kepada mereka, “Mengapa?”

Jawab mereka: “Anda ingat waktu Anda berkhotbah tentang perpuluhan? Saya pikir, jika saya mengembalikan perpuluhan kepada Tuhan dari uang saya, mengapa saya tidak memberikan waktu saya juga?”

Kemudian mereka mengajukan banyak pertanyaan tentang firman Allah, yang tidak dapat dijawab oleh sang pendeta. Pendeta pendeta itu menelepon saya, dan saya tidak tahu jawaban-jawabannya karena pola pikir mereka berbeda, mereka berasal dari tempat yang berbeda, dan pertanyaan mereka terkait dengan (Dan berkisar pada) tempat yang berbeda itu. Agar kita dapat menghadapi isu-isu yang diperhadapkan oleh orang-orang percaya baru yang eks Kaum Kedar, maka kita harus mendapatkan pelatihan dan pembekalan yang cukup. Dan itulah salah satu alasan mengapa kami memulai pelayanan kami.

Seorang pendeta lain menceritakan pada saya tentang seorang pemuda Kaum Kedar yang mendapatkan suatu mimpi yang sama selama beberapa malam berturut-turut. Beberapa contoh orang ada yang mendapatkan mimpi yang harfiah dan mengalami perjumpaan dengan Yesus, tetapi ada berapa orang lainnya yang melihat hal-hal simbolik yang mengawali perjalanan yang membetot pikiran mereka untuk mencari Yesus. Jenis manapun mimpi mereka, itulah keputusan Allah tentang bagaimana Dia menghendaki itu terlaksana oleh Roh-Nya. Pemuda Kaum Kedar ini mencari jawaban dari mimpinya, jadi dia datang ke pintu Gereja, mengetuknya, dan mengatakan kepada Sang pendeta bahwa Dia memiliki bebrapa pertanyaan bagi sang Pendeta. Mereka duduk bersama, dan dia menceritakan mimpinya kepada sang pendeta.

Dia berkata, ” dalam mimpi itu, saya melihat sebuah pagar yang sangat besar dan tinggi. Ketika saya mencoba mendaki pagar itu. Saya jatuh ke tanah, lalu saya bangun. Saya mencoba mendaki lagi, dan jatuh lagi ke tanah. Saya terus mencobanya, dan saya menjadi putus asa. Saya tahu bahwa saya harsu pergi ke balik pagar itu, tetapi saya tidak bisa, karena saya terus jatuh ke tanah. Saya harus sampai ke balik pagar itu, dan saya tidak tahu bagaimana caranya. Saya tahu bahwa ini mimpi dari Allah, dan saya tahu bahwa Allah sedang berusaha menyampaikan sesautu kepada saya. Dapatkah Anda membantu saya menafsirkan arti mimpi ini?”

Roh Allah memberikan penafsirannya kepada sang Pendeta,d an dia berkata, Anda mencoba sampai ke sebrang pagar, yang Adalah Surga,dan Anda mencoba melakukannya denagn uapya Anda sendiri. Itulah mengapa Anda sellau jatuh, akrena Anda tidak cukup baik untuk sampai ke sana dengan upaya Anda sendiri. Tetapi Anda dapat sampai ke Surga, melalui anugerah dari Tuhan Yesus Kristus.”

Sang Pendeta pun memberitakan Injil kepada Kaum Kedar itu, dan sang pemuda meminta waktu untuk berfikir. Dia pulang dan datang lagi denagn lima teman Kaum Kedarnya–akhirnya,s emuanya lahir baru, dibabtis, dan sekarang sudah berjemaat di Gereja itu. Di kantor kami, kami harus terus mendengar cerita demi cerita semacam itu. Dan sekarang, cerita-cerita itu bukan hanya berskala nasional, tetapi juga global.

Dari data statistik yang terkini, diseluruh dunia, cara nomor satu bagis eorang Kaum Kedar untuk datang kepada Yesus adalah melalui mimpi atau penglihatan; dan saya ingin menyatakan ini kepada Anda: contoh-contoh itu akan semakin banyak.Itulah kebesaran supernatural Allah dan kuasa Allah, bukankah itu menarik? Itu bukan hasil kerja kita. Kita hanya bekerjasama dengan Roh Allah Dialah yang membuat itu terjadi. Kami memiliki kesaksian demi kesaksian dari terjadinya hal-hal menarik seperti ini.

Dan yang memanggil kita bukan para Kaum Kedar; orang-orang Hindu juga. Allah menghendaki semua bangsa. Allah menghendaki semua bangsa yang tidak mengenal Allah. Seseorang wanita hindu menelepon dan mengatakan bahwa ketika dia masuk ke rumahnya dia melihat seorang lelaki sedang duduk di sofa ruang tengahnya, lelaki itu mengenakan baju putih yang bersinar. Ketika dia melihat lelaki itu, rasa takut akan Tuhan melingkupi dia, dan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. dengan perasaan galau yang bercampur aduk, dia berjalan keluar. Kemudian dia berlari masuk kembali, dan Lelaki itu sudah tidak kelihatan lagi. Dia tahu bahwa itu adalah Yesus.

Kemudian dia pergi ‘berputar-putar’ di kotanya—lihatlah kepolosannya –selama empat bulan, di berbagai tempat dia mencari-cari orang yang bernama Yesus ini, karena dia tidak mengerti “Di mana orang yang bernama Yesus ? Saya perlu Yesus.” Dan akhirnya dia datang ke suatu tempat di mana dia melihat sebuah Salib, dan Dia berpikir bahwa itu pasti ada hubungannya dengan Yesus. Dia pulang ke rumahnya dan menangis, berseru kepada Allah, “Yesus, Kau Dimana? Aku sudah mencari-cari Engkau; aku tidak bisa menemukan-Mu. Aku pergi ke semua tempat. Aku tidak bisa menemukan-Mu. Yesus, Kau Di mana?”

Dan Yesus menampakkan diri di ruangan itu, mmegang tangannya,d an dia pun disembuhkan dari penyakitnya. Dia memberikan hatinya kepada Yesus, kemudian dia mmebawa 70 anggota keluarganya kepada Tuhan. Dia lahir baru dan memiliki roh yang menyala-nyala bagi Tuhan.

Semuanya itu terjadi belum lama ini. Laporan berikut ini datang dari Mesir, benar-benar ditayangkan di televisi Mesir, dan menjadi tayangan yang dilarang di negara-negara Kaum Kedar. Seorang misionaris menceritakannya pada saya, dan saya akan menceritakannya kepada Anda. Seorang lelaki Kaum Kedar membunuh istrinya menguburnya,dan juga menguburkan kedua anak permpuannya hidup-hidup. Salah satu anak permpuannya berumur 8 tahun, dan yang satu lagi masih bayi. Dia menguburkan mereka, lalu pergi. Lima belas hari kemudian, pamannya meninggal, dan ketika mereka memakamkannya di pemakaman yang sama, mereka menemukan kedua anak permpuan tadi masih hidup. Ini menimbulkan kegemparan besar.

Kemudian seorang pembawa acara wanita yang menggenakan burka(hanya matanya yang kelihatan) mewawancarai anak permpuan berumur 8 tahun itu untuk suatu teleevisi Mesir. Sang gadis cilik ditanya bagaimana dia bisa bertahan hidup setiap harinya, apa yang dia alami?

Si gadis cilik pun menjawab, “Setiap pagi ada seorang lelaki berbaju putih datang. Kedua tangannya berlubang, dan Dia membangunkan ibuku sehingga dia dapat menyusui adik bayiku. Setiap hari Dia membawakan makanan untukku.”

Wanita yang mewawancarai itu berkata, “Sepertinya lelaki itu adalah Yesus yang pernah kita dengar, dan Dia memiliki lubang di kedua tangan-Nya. Mungkin dia benar-benar mati seperti yang mereka katakan…” Kemudian mereka memotong tayangan itu, dan tampak di layar televisi hanya gelap. Sekarang kedua anak permpuan itu tidak dapat ditemukan,d an ini adalah bagian dari tantangan dalam membongkar kelanjutan kisah itu, tetapi mereka belum berhasil melakukannya, karena kedua anak perempuan itu belum dapat diketemukan. Kisah ini telah didokumentasikan sejauh orang-orang mendengar tentang kisahnya. Beberapa orang mendengarnya di Radio, bebrapa melihatnya di televisi. Saya mendengar ini secara pribadi dari beberapa misionaris di Mesir yang saya

kenal dan saya percayai, juga dari bebrapa misionaris dan hamba Tuhan lainnya.

Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Yesus memiliki reputasi tersendiri di Timur Tengah. Itu sungguh menakjubkan. Gereja memiliki satu reputasi di dunia, tetapi Yesus memiliki reputasi-Nya sendiri di Timur Tengah. Seharusnya itu adalah reputasi yang sama seharusnya begitu, dan Puji Tuhan, suatu hari nanti itu akan terjadi Itu akan terjadi: Itu akan tergenapi.

4. Kemuliaan Allah

Hal keempat yang Allah katakan pada saya adalah bahwa kemuliaan-Nya, yaitu Kabod Allah, akan dimanifestasikan di antara umat Kaum Kedar dan diantara bangsa-bangsa, orang-orang yang tidak mengenal Allah. Sekarang saya harap kita semua mengerti bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang, apa yang akan Dia lakukan untuk seseorang, akan Dia lakukan juga untuk orang lain. Hati Allah adalah untuk semua bangsa, untuk semua orang yang tidak mengenal Allah, untuk Gereja. Dia mengasihi Gereja, dan Dia mengasihi bangsa Israel. Kita akan membicarakan semuanya itu nanti -di buku ini juga, tetapi Allah tertarik pada tuaian semua jiwa-jiwa. Sekarang, Dia sedang berfokus pada umat Kaum Kedar, dan Dia memancing mereka karena Dia tahu bahwa itu akan memacu terjadinya suatu tuaian dalam bangsa-bangsa- Dia bijaksana dalam cara-Nya.

Untuk memenangkan jiwa, Anda harus memiliki hikmat. Untuk menjadi seorang penjala jiwa, Anda harus belajar dari ahlinya. Dia tahu bagaimana harus menangkap ikan dan Dia akan segera menebarkan jala untuk membawa tuaian itu. Kemuliaan Allah harus dimanefestasikan. Bukankah apa yang sedang Yesus lakukan di seluruh dunia itu sungguh luar biasa? Itu adalah suatu hal yang supernatural, jangan memaksakan diri Anda sendiri. Biarkan Roh Kudus melakukannya.

Kisah tentang telepon Gengam? Itu karya Roh Kudus. Tidak ada manusia yang dapat melakukan itu. Menggunakan telepon genggam selama bebrapa menit, kemudian memakainya untuk menyelamatkan seseorang–Itulah kemuliaan Allah yang menakjubkan. Dalam Yesaya 60 ada suatu prinsip penting tentang Kemuliaan ; itu mengungkapkan mengapa kemuliaan begitu penting.

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman pekat menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan Kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu (Yesaya 60:1, penekanan ditambahkan oleh penulis)

Apakah bedanya kegelapan dan kekelaman pekat? Ketika Anda tidak memiliki cahaya dalam suatu ruangan; Itulah kegelapan. Ketika Injil diberitakan, Anda menyalakan lampu,s ehingga orang-orang dapat melihat. Terang datang,d an mereka mendengar Injil. Tetapi kekelaman pekat mengahalangi seseorang untuk melihat Yesus, meskipun lampu sudah dinyalakan dan Injil ada dimana-mana. Allah memiliki jawaban bagi kegelapan dan kekelaman yang pekat. Inilah mengapa orang-orang merasa prihatin ketika mereka melihat kondisi dunia atau kondisi suatu bangsa dan melihat kejahatan. Allah memiliki suatu rencana

Ada hal-hal tertentu yang tidak akan dapat diatasi tanpa adanya kemuliaan Allah. Itulah mengapa kemuliaan harus dimanifestasikan — sehingga hal-hal yang lebih besar itu dapat terjadi. Hal-hal tertentu yang lebih besar terbatas pada kemuliaan-Nya. Terang mengatasi kegelapan, kemuliaan Allah mengatasi dan keklaman pekat. Dan itulah kunci yang riil ketika kita berdoa. Sekarang bayangkan ada seorang teman Kaum Kedar yang sedang menonton televisi, dan tiba-tiba kemuliaan Allah memenuhi ruangannya, turun atas dia, dan dia mendapati siapa sebenarnya Yesus. Sungguh luar biasa jika kita meliaht itu terjadi. Mungkin dia ingin melmpar sepatunya ke televisi tetapi kemudian kuasa Allah turun ke ruangannya.

5. Mukjizat, Tanda-tanda Heran, dan Keajaiban

Hal kelima yang Allah sampaikan adalah mukjizat tanda-tanda heran, dan keajaiban. Lengan-lengan akan tumbuh kembali; kaki-kaki akan tumbuh kembali; orang mati akan dibangkitkan, dan kita akan melihat kuasa dahsyat yanga kan melumpuhkan praktek perdukunan. Para Kaum Kedar tidak memiliki jawaban bagi perdukunan. Mereka tidak tahu bagaimana harus menghadapi itu. Tetapi kuasa Yesus yang lebih dahsyat dari kuasa kegelapan itu. Adalah suatu kesaksian yang luar biasa bagi Kaum Kedar.

kami memiliki banyak pengalaman dalam hal ini dalam pelayanan kami. Terlebih ketika kami pergi ke Pakistan dan melihat kuasa Allah bekerja dan menaklukan para dukun . Kuasa semacam itu adalah kunci; kita membutuhkan kuasa itu. Kita membutuhkan kemuliaan itu turun–kemuliaan Allah. Tanpa pertikaian, tanpa perang; kemuliaan Allah turun, dan kuasa kegelapan itu pun tamat riwayatnya.” Itulah mengapa kita membutuhkan kemuliaan Allah.

Mukjizat, tanda-tanda heran, dan keajaiban juga merupakan kunci bagi apa yang Allah sedang lakukan di bumi. Kaum Kedar bermasalah denagn gagasan membangkitkan orang mati, karena mereka tahu bahwa satu-satunya orang yang dapat membangkitkan orang mati hanyalah Yesus. Mereka percaya bahwa secara eksklusif Allah telah memberi kuasa itu kepada Yesus–itulah yang mereka percayai. JAdi, itulah mengapa mereka percaya pada pelayanan Yesus. Yesus melakukan berbagai mukjizat dan mmebangkitkan orang-orang mati. Bagi umat Kaum Kedar, melihat mukjizat-mukjizat atau kuasa kebangkitan itu mengingatkan mereka kepada Yesus. Jika ini terjadi pada masa ini, mereka akan terheran-heran, karena mereka percaya bahwa hanya Yesus yang dapat melakukan ini. Dan mereka akan semakin heran lagi, bagaimana orang yang menggunakan nama Yesus dapat melakukan hal itu juga. Jadi, demonstrasi kuasa kebangkitan dapat menjadi suatu kesaksian yang luar biasa bagi Kaum Kedar.

Ada suatu alam supernatural di atas politik duniawi dan birokrasi pelayanan. Inilah alam mukjizat, tanda-tanda heran, dan keajaiban. Ini melibatkan lebih daris ekadar mengetahui aksi-aksi Allah, tetapi juga jalan-jalan Allah. Anak-anak Israel tahu tentang sepak terjang Allah, tetapi mereka tetap mati di padang Gurun. Musa tahu tentang jalan-jalan Allah dan melihat kemuliaan-Nya.

Ini adalah tentang hidup dalam alam surga dan bertamu di bumi, bukan hidup di bumi dan bertamu di Surga. Ini bukan suatu alam kunjungan, melainkan alam tempat tinggal. Ini adalahs uatu alam di mana Anda melihat bumi melalui mata surga. Ini adalah suatu alam iman di mana Anda melihat yang tak kasat mata dan melakukan hal yang mustahil. Ini adalahs uatu alam di mana Anda tidak lagi mengikuti Aksi-aksi Allah, melainkan di mana aksi-aksi Allah mengikuti Anda. Ini adalah suatu keadaan di mana Anda tidak hanyas ekadar di bawah Awan Allah, tetapi di dalam awan Allah. Ini tidak sekadar di melihat tiang api di malam hari, melainkan menajdi tiang api di malam hari dalam Kristus Yesus Para Hamba-Nya harus menjadi Nyala Api. Ini bukan hanya tentang mukjizat-mukjizat, tetapi ini tentang Roh Allah yang di dalam Anda hidup, bergerak, dan Ada.

Manusia selalu meminta Allah untuk turun ke tempat dia berada. Tetapi Allah meminta kita untuk naik ke mana Dia berada. Allah datang ke tempat di mana kita berada, tetapi ada suatu tempat yang lebih tinggi dalam Roh di mana Dia berada. Inilah alam di mana kita dilahirkan dan ditentukan untuk hidup dan berjalan. Dalam alam ini kita bernafas dengan menghirup dan memanifestasikan kehidupan Allah. Dalam alam ini, kita tidak terkesan denagn mukjizat-mukjizat melainkan kagum akan kebesaran Allah. Ini bukan sekadar pelataran depan dimana kita mendengar Firman, atau ruang dalam di mana kita berjalan dalam Firman, melainkan Ruang Maha Kudus di mana kita menjadi Firman. Itulah di mana kita menjadi surat yang hidup untuk dibaca semua orang.

Kita hidup di dalam suatu masa di mana Allah membangkitkan suatu generasi yang akan berbicara seprti nabi Allah sementara kita berada dalam Awan kemuliaan. Ini bukan suatu alam kata-kata menarik yang berasal dari hikmat manusia, melainkan suatu alam demonstrasi dan kuasa Roh Kudus. Ketika Filipus sedang berkhotbah roh-roh jahat keluar dari tubuh orang-orang (Lihat Kisah Para Rasul 8:6-7)

Ini adalahs uatu alam di aman Iblis gemetar dan lari ketakutan, tidak dapat melawan lagi. Ini adalah suatu alam kemuliaan Allah. Ini adalahs uatu alam di mana yang terlihat bukan kita, melainkan Yesus. Ini adalah suatu tempat rahasia di mana identitas Anda tersembunyi di dalam Kristus sendiri. Ini adalah suatu alam di mana manusia tidak dapat terlihat lagi. Karena semua yang terlihat hanya kemuliaan Allah. Ini adalah suatu alam di mana manusia tidak dapat menyangkal eksistensi dan kebesaran Tuhan. Seluruh bumi akan penuh dengan kemuliaan Allah seperti air menutupi lautan. Takdir ilahi hadirat Allah itu tidak terukur, dan kilat Allah akan memancar dari jiwa manusia.

Yesus berkata, beritakan Injil Kerajaan Surga, usir roh-roh jahat, tahirkan orang-orang KUsta,d an bangkitkan orang-orang mati–Anda menerima dengan gratis, berikan juga dengan gratis (Matius 10:8). Ada suatu dimensi di mana kuasa semacam itu datang,dan ketika kemuliaan allah dinyatakan dengan cara itu, ada beberapa hal di mana kita harus berhati-hati. setelah kemuliaan Allah ditunjukkan dan dinyatakan, kemuliaan yang sama yang dapat membangkitkan orangmati juga dapat mmebuat orang menjadi mati. dengan jujur dan berani, saya harus mengatakan kepada Anda bahawa keduanya benar-benar akan terjadi.

Peran Gereja

Jadi, ada lima aspek utama tentang bagaimana doa akan bekerja sama denagn Gereja. Tentang peran Gereja, mari kita lihat bagaimana Kisah Para Rasul 9 dan mendapatkan lebih banyak pengertian tentang mengapa Allah ingin membawa umat Kaum Kedar masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Ketika menamai Ismael sebelum dia lahir, ada tujuan allah yang lebih jauh lagi. Allah tidak hanya akan membangkitkan kembali jeritan tangsi Isamel dan menunjukkan wajah Yesus kepada Mereka agar mereka dapat melihat Bapa, tetapi Dia juga ingin menggunakan Ismael untuk “Mendorong” Gereja ( membuat Gereja kembali menjadi Panas Dlam Tuhan).

Gereja mengalami kemajuan yang baik, tetapi Alah menggunakan Saulus dari Tarsus (Ketika sudah bertobat, namanya diganti menjadi Paulus) Untuk ‘mendorong’ Gereja. Mengapa? Untuk “mendorong” Gereja agar memiliki gelora cinta yang membara bagi Kristus. Allah juga akan menggunakan Ismael untuk ‘mendorong’ Gereja saat ini agar memiliki gelora cinta yang membara bagi Kristus. Karena apa yang Gereja tinggalkan dalam Kristus, itu akan diambil oleh Ismael . Ismael sudah kehausan di padang Gurun selama 4000 tahun, dan ketika dia mencicipi air kehidupan itu, ketika dia merasakan roh kehidupan itu, maka dia tidaka kan pernah sama lagi. Dia akan mulai melakukan apa yang Firman katakan, dan dia akan mendorong Gereja.

Apakah ‘mendorong’ itu baik? Ya Dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa hendaknya kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dal;am kasih dan dalam pekerjaan baik. (Lihat Ibrani 10:24). Jadi, akan ada Dorongan’ kudus yang juga akan terjadi. Mengapa “mendorong itu penting? Karena ketika Allah ‘mendorong’ Kita, Dia mendapatkan perhatian kita dan mmebuat kita beralih dari hati yang suam dan garis akhir yang palsu. Dia akan menggunakan Ismael untuk ‘mendorong’ Gereja.

Ketika Anda melihat lebih dari seratus Kaum Kedar yang sedang berapi-api dalam Allah mumcul di Gereja Anda, itu akan membuat Anda ‘terdorong’. Ketika mereka berkata, “Kami telah membawa 12 orang untuk datang kepada Tuhan minggu ini dan mereka mengajukan banyak sekali pertanyaan-apa yang harus kami lakukan selanjutnya?” Anda pasti akan terdorong.’ Ketika mereka mengatakan kepada Anda bahwa mereka telah mendoakan seseorang,d an tangan buntung orang itu tumbuh Anda pasti akan terdorong.’

Atau mungkin mereka berkata kepada Anda, “Kami ada masalah. Kami tidak tahu tentang hukum mentahirkan orang mati, jadi kami membangkitkan orang mati itu– apa yang harus kami lakukan sekarang?”

Apakah itu akan mendorong seseorang. Ketika orang-orang percaya itu mengatakan kepada kita tentang perjumpaan dengan Yesus, mungkin kita berfikir, “Tunggu, Yesus, kami harus bicara dulu dengan kalian sebentar. Kami sudah jadi Kristen selama 20 tahun, dan kami belum pernah mengalami perjumpaan seperti yang kalian ceritakan itu.”

Itu akan menarik perhatian kita, itu akan mmebuat hati kita begitu hancur dan terkoyak sehingga kita akan menjerit kepada-Nya, “Yesus, aku ingin Kau, Yesus. Aku memutuhkan-Mu. Yesus, aku harus bersama-Mu. Aku harus melihat-Mu, harus mengenal-Mu, harus mendengar-Mu. Aku harus mengenal dunia-Mu.”

Tiba-tiba saja semua hal lainnya tidak akan menjadi prioritas, dan Yesus akan menjadi satu-satunya fokus dalam hidup Anda — disanalah Gelora cinta itu lahir. Ketika mata dan visi Gereja sepikiran dan berfokus pada Yesus, maka itu akan melahirkan suatu terang dan Gelora cinta dalam seluruh tubuh Gereja.

Penghibur

Allah juga akan menggunakan Ismael untuk membawakan penghiburan dalam Roh Kudus bagi gereja, dan menghadirkan rasa takut akan Tuhan bagi gereja. Ketika Saulus dari Tarsus menjadi Paulus, Alkitab mengatakan bahwa umta Tuhan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi, mendapat penghiburan, dan mereka menghormati Allah. (Lihat Kisah Para Rasul 9:31). Ismael akan digunakan… Ismael adalah benjana pilihan bagi Yesus pada masa-masa ini, dan Dia akan menggunakannya. Dan Dia memiliki suatu rencana bagi Ismael. Itu akan dimulai dengan Gereja yang mengizinkan Roh Kudus mengatur hati kita dan pola pikir kita sehubungan dengan umat Kaum Kedar–melihat mereka melalui mata Yesus, dalam pengertian tentang tujuan hidup mereka..

Dibutuhkan doa dan Syafaat dari hati yang tulus, mengangkat mereka ke hadapan Allah agar Allah dapat membuka mata mereka? Apa artinya bagi Anda yang akan membuka mata mereka; bahkan berhentilah untuk mencoba membuka mata mereka, biarkan Roh Allah yang membuka mata mereka

Ketika saya masihs eorang Kaum Kedar, dengan gigih saya mnentang Injil, tidak ada seorangpun yang dapat meyakinkan saya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Bahkan, saya mencoba untuk membuat orang-orang Kristen ikut menganut kepercayaan. Tetapi kemudian saya mengalami perjumpaan dengan Allah yang hidup. Yang saya memiliki itu lebih dari iman; saya mengetahui itu dengan segenap hati saya . Hidup saya diubahkan pada 3 juli 1994, ketika saya membrikan hidup saya kepada Kristus. Saya mengalami perjumpaan, suatu tabrakan frontal dengan kemuliaan Allah.

Orang-orang Kaum Kedar akan segera mengalami tabrakan frontal dengan kemuliaan dan kebesaran Allah kita. Sungguh agung Allah kita! Betapa mulianya Allah Kita! Gereja, apakah Anda sudah siap untuk musim kairos ini? Apakah Anda sudah siap untuk ikut terlibat dalam apa yang akan Allah lakukan di dunia dalam skala Global?

Apakah Anda siap?

Mommen Renungan

Renungkanlah kembali lima strategi yang telah Allah rencanakan untuk mendapatkan tuaian Kaum Kedar. Apakah Anda terkejut? Apakah pemahaman Anda tentang kasih Allah bagi semua orang sudah semakin mendalam? Dapatkah Tubuh Kristus bergerak lebih jauh dari “Pelyanan-pelayanan kerajinan tangan” ke pelayanan-pelayanan keselamatan” bagi umat Kaum Kedar yang mempertaruhkan hdiup mereka untuk meninggikan nama Yesus?
Membangkitkan Gelora Cinta Israel

Allah yang Maha Kuasa di Surga dan bumi tidak membeda-bedakan orang–Dia mengasihi semuanya. Allah adalah kasih dan Bapa segala terang.Semua bangsa berasal dari satu darah dan ditebus melalui darah-Nya, Yesus Kristus. Akan tetapi, tidaks emua bangsa di bumi sudah berpartisipasi dalam membawa penebusan ini. Allah dalam perjanjian Baru membagi manusia menjadi tiga kelompok; Yahudi, Gentiles (Bangsa-bangsa Yahudi- yang ‘kafir’ alias tidak mengenal Allah), Dan Gereja (Tubuh Krstus):

Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang non-Yahudi,maupun Jemaat Allah (1 Korintus 10:32)

Dia mengasihi mereka semua dan memiliki suatu rencana bagi mereka semua. Bapa Surgawi kita tidak menghendaki ada seorang pun binasa, dan agar semua orang menerima keselamatan dalam Kristus Yesus. Pada Zaman Nuh, kita melihat bahwa setelah air Bah, Nuh menggarap bumi (Lihat kejadian 9). Nuh melahirkan bangsa-bangsa dan dari bangsa-bangsa, Allah mengjhususkan bagi-diri-Nya suatu umat melalui Abraham, Ishak, dan Yakub, yang dikenal sebagai bangsa Yahudi. Allah telah mmebuat suatu perjanjian dengan Abraham:

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram : “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Ku tunjukkan kepadamu: Aku akan membuat engkau menjadi bangsa besar dan memberkati engkau serta membuat namamu mashyur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:1-3).

Abraham tidak memiliki anak dan Allah berjanji bahwa Abraham akanmendapatkan keturunan untuk menggenapi janji Allah itu Sejak awal, maksud Allah mengapa Dia memisahkan bangsa Yahudi adalah pada akhirnya untuk memberkati keluarga-keluarga di bumi. rencana jangka panjang Allah adalah agar bangsa-bangsa non Yahudi datang ke kErajaan Allah dalam keteraturan. “sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak” (Kejadiann 21:12) adalah janji Allah bagi Abraham, dan juga kepada Ishak sehubungan denagn Yakub menjadi Israel, ayah dari 12 suku Israel.

Pada dasarnya, Allah memisahkan suatu umat untuk diri-Nya agar mellaui keturunan mereka, Dia dapat memberkati orang-orang di seluruh muka bumi. Selama berabad-abad, ada dua kelompok orang di bumi; Yahudi dan non Yahudi (Gentile). Yahudi adalah bangsa yangd iberkati dan menjadi bagian dalam perjanjian Allah. Bangsa-bangsa non-Yahudi adalah orang-orang yang berada di luar perjanjian tersebut dan di luar janji-janji Allah bagi Israel, dan tidak memiliki Allah di bumi (Lihat Efesus 2:12).

Di kayu Salib, Allah meruntuhkan tembok pemisah antara Yahudi dan Non Yahudi, sehingga orang-orang yang percaya kepada Yesus dapat menjadi satu tubuh dalam Kristus Yesus. Kelompok ini terdiri dari semua bangsa: Yahudi dan Non Yahudi (Bangsa-bangsa), Yang diubahkan menajdi ciptaan baru dalam Kristus Yesus, Mesias bagi orang-orang Yahudi, Juruselamat bagi dunia, dan Tuhan bagi Gereja. Kita adalah batu-batu yang disusun dengan rapi dan tepat menjadi satu tubuh dari Tuhan Yesus Kristus.

Bagi orang-orang Yahudi, non Yahudi yang paling ‘dikenal’ adalah Ismael, karena dia diusir dari rumah Abraham tanpa mendapatkan bagian kekayaan Abraham, dan tidak pernah memiliki kesempatan untuk menjadi seorang Ahli waris. Dia pergi dengan status sebagai anak seorang pelayan yang bernama Hagar:

Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan mejadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak” (Kejadian 21:10)

Israel bermegah dalam kenyataan bahwa Allah telah memisahkan bagi diri-Nya–Abraham dari antara bangsa-bangsa, Ishak dari Ismael, dan Yakub dari esau, Bangsa Yahudi merasa aman mengetahui bahwa Allah telah memilih Ishak, ayah Yakub (Israel) daripada Ismael, anak seorang pelayan. Ismael lahir dari daging dan, karena dia mengejek Ishak,namanya dicoret dari hukum, janji-janji Allah, dan perjanjian antara Allah denagn Israel. sekarang, orang-orang Kaum Kedar mengelilingi Israel, tetapi oleh bangsa Yahudi, mereka tidak dianggap sebagai satu bangsa-dari sudut pandang perjanjian dengan Allah.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa alasan utama mengapa Ismael diusir? Pada mulanya, ketika Sara hamil, Ibu Ismael kabur dari rumah majikannya (Yaitu Abraham dan Sara); tetapi malaikat Tuhan mengatakan agar dia kembali kepada sang majikan. Singkat cerita, Ismael sudah besar, Dan Allah mengatakan kepada Abraham agar Dia menyuruh Ismael pergi.

Mengapa Ismael diusir? Mengapa Allah membiarkan itu terjadi? Jawabannya kita temukan dalam Galatia 4:21-31-Ismael adalah gambaran dari hukum Taurat. Ketika Ishak, anak perjanjian itu, lahir, maka hukum harus pergi. Itulah mengapa dalam Perjanjian Baru ketika Yesus datang, hukum taurat menjadi tidak berlaku.

Mengapa Ibrani 10:1, harus ada suatu simbol atau bayangan dalam Perjanjian Lama, agar itu dapat digenapi dalam Perjanjian Baru Hukum yang mengusir Ismael akan digantikan dengan anugerah Yesus Kristus yang akan membawa dia kembali.

Zaman di mana kita hidup ini adalah saatnya.

Kecemburuan dan Kemarahan

Allah berbicara melalui Musa tentang Israel:

Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku denagn berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka denagn bangsa yang bebal (Ulangan 32:21)

Pada zaman Alkitab, Israel membangkitkan kecemburuan Allah dengan lebih mengutamakan Allah-Allah lain. Israel mengejar Allah-Allah lain yang bukan Allah, oleh karena itu, Allah akan “Mengejar orang-orang yang bukan umat pilihan-Nya. Israel memuja berhala-berhala yang bodoh untuk membangkitkan amarah Allah; oleh karena itu, Allah akan menggunakan bangsa yang bodoh untuk membangkitkan amarah Israel. Alkitab mengatkan, “bukan umat,” yang artinya adalah orang-orang yang tidak mengikat perjanjian dengan Allah, orang-orang yang asing terhadap janji-janji yang Allah berikan kepada Israel. Roma 11:11 mengatakan bahwa melalui keselamatan bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Israel dibangkitkan kecemburuannya.

Tidak ada bngsa non-Yahudi (Gentile) yang dapat membangkitkan kecemburuan Israel selain Ismael, dan tidak ada ‘bangsa bodoh’ yang dapat membangkitkan amarah Israel selain Kaum Kedar. Kaum Kedar paling tidak diperhitungkan oleh Israel sebagai orang-orang yang layak menerima keselamatan dan tangan kebaikan Allah yang terentang. sejauh yang dapat dilihat Israel, Ismael masih mengejek mereka dalam peperangan, kekerasan, dan terorisme. Ismael adalah orang terakhir yang Israel harapkan untuk dapat dijangkau oleh Allah.

Hukum Allah yang mereka ikuti dengan tekun itu telah mengusir Ismael tanpa warisan, membuatnya menjadi orang asing bagi perjanjian-perjanjian Allah denagn Israel. Hukum itu telah membuatnya diusir, tetapi anugerahYesus Kristus akan membawa dia kembali masuk ke dalam Kerajaan Allah, demi Israel.

Ketika Israel melihat kedua tangan Allah yang terentang, tangan yang sama yang membawa mereka keluar dari Mesir, terulur ke arah Ismael dan mmebawanya keluar dari padang gurun dan memasuki kota Allah, Israel akan terbangkitkan cemburunya untuk Mesias. Ketika Allah memuaskan dahaga Isamel dengan air kehidupan yang kekal, maka Israel akan merindukan air yang pernah mengalir keluar dari gunung batu.

Kemuliaan Allah yang disingkapkan pada umat Kaum Kedar akan membangkitkan kegeraman Israel sehingga mereka akan mencari wajah Allah.

Bayangkan Ismael berkata kepada Israel:

Aku lahir dari pelayan wanita dan hukum telah mengusirku, tetapi anugerah Yesus Kristus telah membawaku kembali.

Aku dulu dijauhkan dari berkat Abraham, tetapi sekarang dalam Kristus Yesus, aku adalah keturunan Abraham dan juga ahli warisnya sesuai denagn janji itu (Lihat Galatia 3:29)

Aku tumbuh dewasa di padang Gurun tanpa seorang bapa, tetapi sekarang Allahmu adalah Bapaku

Aku tidak mendapatkan warisan dari bapaku, tetapi sekarang aku telah mendapatkan warisan yang tidak kau dapatkan karena aku adalah anak dan ahli waris Allah melalui Kristus.

Aku telah menerima janji dari Roh Kudus sebagai jaminan dari warisanku (Lihat Efesus 1:13-14).

Sekarang aku berjalan dalam perjanjian baru yang dulu dijanjikan padamu oleh para nabi (Lihat Yeremia 31:33)

Aku menerima kebenaran Allah melalui iman tanpa hukum taurat (Lihat Roma 3:21-28)

Aku telah mengecap dan melihat bahwa Allah itu baik (Lihat Mazmur 34:8)

Kepadamu dipercayakan para nabi Allah, tetapi kepadaku dipercayakan Roh Allah (Roma 2:29).

Kepadamu, kemuliaan di gunung itu disingkapkan di wajah Musa, tetapi kepadaku kemuliaan yang jauh lebih luar biasa disingkapkan di Wajah Yesus (Lihat 2 Korintus 3:7-9)

Kepadamu diberikan pelayanan yang memimpin pada penghukuman, tetapi kepadaku diberikan pelayanan yang memimpin pada pembenaran (lihat 2 Korintus 3:9).

Oh, Allah benar-benar menggunakan hal-hal bodoh bagi dunia ini untuk mempermalukan orang-orang berhikmat (Lihat 1 Korintus 1:27). Masa depan yang telah Allah tetapkan bagi umat Kaum Kedar telah lama tersembunyi dalam diri Ismael. Allah memberinya nama itu sebelum dia lahir, karena Allah tahu bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi alat di tanagn Allah untuk membangkitkan kecemburuan dan kegeraman Israel.

Israel ada di Padang gurun selama 40 tahun sebelum memasuki Tanah Perjanjian, tetapi Ismael telah mengembara di Padang Gurun selama 4.000 tahun, menunggu untuk memasuki tanah perjanjian keselamatan yang dari allah.

Misteri Penglihatan Israel

Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan mengangap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk (Roma 11:25).

Hendaknya kita berhati-hati untuk tidak menyombongkan keselamatan kita dan menundingkan jari kita pada orang-orang Yahudi atas kekeraskepalaan mereka atau terhadap kenyataan bahwa mereka telah diusir selama satu masa. Kita hanya partisipasi dari kasih karunia Allah. Hendaknya kita tidak meng tidak mengangap diri kita pandai tetapi tidak mengtahui rahasia bahwa sebagian orang Israel telah mengalami kebutaan Rohani, sampai genap jumlah bangsa-bangsa non-Yahudi (Gentiles) yang masuk kerajaan Allah.

Israel telah dibutakan oleh Allah untuk suatu alasan dan hanya setelah genap jumlah bangsa-bangsa lain (Non Yahudi/Gentile) yang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Seluruh dunia telah dibutakan oleh ilah dunia ini, yaitu iblis (Lihat 2 Korintus 4:4).

Jumlah bangsa-bangsa non-Yahudi yang datang harus genap terlebih dahulu sebelum balok di mata orang-orang Israel terlepas sehingga mereka dapat melihat Mesias. Hampir 42 persen dari populasi orang-orang Gentile di dunia adalah Kaum Kedar. Jumlah bangsa-bangsa lain itu tidaka kan genap tanpa umat Kaum Kedar. Saya percaya bahwa orang-orang Kaum Kedar adalah pusat Gempa Roh Kudus yang akan mengakibatkan tsunami kemuliaan Allah melanda bangsa-bangsa di dunia. Umat Kaum Kedar memegang peranan penting dalam tuaian akhir zaman.

Ketika dunia melihat Allah Bapa merentangkan tangan-Nya bagi umat Kaum Kedar, seluruh bangsa yang tidak percaya lainnya akan rindu untuk mengenal Bapa. Allah adalah kasih; dan setiap kali kasih-Nya diperlihatkan, hati manusia yang lapar akan meleleh di hadapan-Nya. Allah akan menggunakan Ismael dan seluruh bangsa non-Yahudi lainnya untuk melenyapkan balok yang menutupi mata orang-orang Yahudi.

Ketika israel mengenali Mesiasa, mereka akan mencari Dia meski berada di tengah kesesakan (Lihat Hosea 5:15). Ketika mata mereka terbuka di tengah kesesakan akhirnya mereka akan berkata, “Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama Tuhan!” (Matius 23:39). Kedatangan Yesus yang kedua kali sudah dekat.

“Allah Mendengarkan Aku”

Allah memberi nama Ismael, yang berarti “Allah mendengarkan aku,” Karena suatu hari nanti Dia akan mendengarkan jeritan hati umat Kaum Kedar dan membawa mereka masuk ke dalam Kerajaan Allah. Isamel juga telah ditentukan untuk membangkitkan gelora cinta Gereja kepada Yesus Kristus. Intinya sejatinya adalah- membawa Isamel masuk ke dalam Kerajaan Allah, demi Israel.

Dapatkah Anda membayangkan Isamel berkata kepada orang-orang Yahudi, “Aku telah dijauhkan dari berkat Abraham, tetapi dalam Kristus,s ekarang aku kembali menjadi keturunan Abraham,d an aku juga mendapatkan berkat Abraham”?

Bayangkan Ismael berkata:

“Aku diusir dari rumah ayahmu, dan aku dicoret dari daftar ahli warisnya. aku dibiarkan sekarat di padang Gurun, tetapis ekarang, meskipun hukum itu telah mengusir aku, anugerah Yesus Kristus telah membawaku kembali.”

Apakah ucapan-ucapan itu akan membangkitkan kecemburuan Israel? Lebih baik Anda percaya itu! Apa yang diucapkan Isamel itu benar. Dia memang sudah lama diusir, tetapi dia akan segera kembali, dan membangkitkan kecemburuan Israel? Lebih baik Anda percaya itu! Apa yang diucapkan Ismael itu benar. Dia memang sudah lama diusir, tetapi dia akan segera kembali, dan akan membangkitkan kecemburuan Israel. Ketika Israel terbangkitkan kecemburuannya, mereka akan ingat kata-kata yang Musa ucapkan kepada mereka.

Apakah Allah Bapa ingin agar orang-orang Yahudi mengetahui siapa Mesias yang sebenarnya? Apakah Dia masih mengasihi mereka? Ya, dan Dia tidak melupakan mereka. Dia memiliki suatu rencana bagi mereka. Allah rindu untuk menjangkau mereka. Selama musim di mana Allah sedang membangun satu bangsa demi satu bangsa, Allah sedang menjangkau umat Kaum Kedar,d an dalam hikmat-Nya, Dia sedang mempersiapkan suatu panggung untuk bangsa Israel dan bangsa Yahudi.

Ketika mereka melihat kemuliaan Shekinah termanifesatasikan di antara umat Kaum Kedar, Israel akan terbangkitkan amarahnya, dan mereka akan mencari wajah Allah, karena mereka akan ingat pada kemuliaan itu, dan mereka akan bertanya, “Mengapa orang-orang ini melihat kemuliaan yang adalah milik Allah kita?” Maka mereka kan berkata, “Kita harus mencari wajah-Nya.”

Mengapa Allah ingin membangkitkan kecemburuan Israel? Karena dengan membangkitkan kecemburuan, itu akan menarik perhatian kita,d an itu akan menarik perhatian mereka. Ketika kecemburuan bagi Allah mereka itu terbangkitkan, amarahnya, dan mereka akan mencari wajah Allah, karena mereka akan ingat pada kemuliaan itu, dan mereka akan bertanya, “Mengapa orang-orang ini melihat kematian yang adalah milik Allah kita?” Maka mereka akan berkata, “Kita harus mencari wajah-Nya.”

Mengapa Allah ingin membangkitkan kecemburuan Israel? Karena denagn membangkitkan kecemburuan, itu akan menarik perhatian kita, dan itu akan menarik perhatian mereka. Ketika kecemburuan bagi Allah mereka itu terbangkitkan, maka seluruh perhatian mereka tertuju kepada Allah mereka. dan ketika seluruh perhatian tertuju kepada Allah mereka, maka mereka akan mengatakan satu hal, “Aku membutuhkan Mesiasku.” Ketika kecemburuan bagi Allah mereka itu terbangkitkan, maka seluruh perhatian mereka akan tertuju pada Allah mereka, maka mereka akan mengatakan satu hal, “Aku membutuhkan Mesiasku.” Ketika mereka melihat orang-orang lain datang menerima keselamatan, maka mata mereka akan tertuju pada Sang Mesias untuk mendapatkan keselamatan mereka. Mereka akan menyadari bahwa mereka membuthkan Mesias dan berkata, “Kami membutuhkan Mesias as kami– kami adalah umat sang Mesias, dimanakah Mesias?’

Langkah Satu dan Dua

Langkah pertama bagi Keselamatan bangsa Yahudi adalah membangkitkan kecemburuan mereka. Langkah kedua bagi Keselamatan bangsa Yahudi adalah membangkitkan mereka denagn melihat kemuliaan Allah,s ehingga mereka akan mencari Wajah Allah. Hosea 5:15 berkata, “Dalam kesesakkan dan penderitaan, mereka akanmencari Wajah Allah. Allah ingin perhatian mereka tertuju pada-Nya.

Roma 11:25 berkata, “Sebab, Saudara-Saudara, supaya kamu jangan mengangap dirimu Pandai (Dengan kata lain: menjadi congkak). Sebagian dari Israel telah mengalami kebutaan Rohani sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.” Jadi, apa maksud Allah? Melalui Paulus yang menulis kitab Roma itu, Allah mengatakan kepada Gereja agar kita tidak tinggi hati, congkak, atau sombong–karena kita telah menerima keselamatan dari Yesus, sedangkan orang-orang Yahudi belum menerimanya

Ada suatu misteri yang kita tidak mengerti tentang mengapa “Sebagian dari merka telah dibutakan mata rohaninya.” Apa maksud-Nya dengan dibutakan sebagian? Sebagian dari mereka benar-benar telah menerima keselamatan melalui Yesus, dan sebagian lainnya belum menerima. Yang jelas, beberapa dari mereka memang telah menerimanya, jika tidak, tentu kita tidak akan memiliki Alkitab Perjanjian Baru, karena semua penulisnya adalah orang-orang Yahudi. Jadi, Allah mengatakan bahwa sebagian dari mereka telah dibutakan. Itulah misterinya. Allah telah membutakan mereka untuk suatu masa.

Meskipun seluruh umat manusia telah dibutakan, juga kemampuan mata rohani mereka untuk melihat siapa sebenarnya Mesias–mereka dibutakan sampai suatu waktu tertentu.

Ini dapat dilihat di sepanjang Alkitab. Kitab Korintus mengatkan bahwa setiap kali mereka membaca hukum Musa, ada suatu selubung yang menghalangi pandangan mereka, dan mereka tidak dapat melihatnya, sampai hati mereka berbalik kembali kepada Allah Hati mereka telah dibutakan. Mungkin musuh telah bekerja di alam pikiran mereka dan membutakan pikiran orang-orang, tetapi khusus dalam hal yang satu ini, Allah telah membutakan hati orang-orang dalam hal yang satu ini, Allah telah membutakan hati orang-orang Yahudi untuks uatu kurun waktu, hanya untuks uatu kurun waktu.

Samapi kapan? Sampai genap jumlah bangsa-bangsa lain yang masuk. Inilah tantangannya: Kita tidaka kan mendapatkan kegenapan dari bangsa-bangsa yang lain (Gentile) itu jika tanpa umat Kaum Kedar. Jadi jika Anda menarik semua bangsa non Yhudi lainnya di planet ini untuk mencari keselamatan, dan Anda tidak menjangkau umat Kaum Kedar, maka jumlahnya belumlah genap dan mata Israel belum terbuka. Sementara mata mereka belum terbuka, Israel akan terus menderita.

Cara Allah

Apakah cara Allah itu? Yang terakhir akan menjadi yang terdahulu akan menjadi yang terakhir (Matius 20:16). Allah mengkhususkan Abraham, Ishak, dan Yakub, dan menjadikan mereka sebagai yang terdahulu. Dia terlebih dahulu menjadikan Israel dari bangsa-bangsa lainnya, dari bangsa-bangsa non-Yahudi, tetapi sekarang Dia mengatakan banhwa yang terakhir akan menjadi yang terdahulu akan menjadi yang terakhir. Israel telah menjadi yang terakhir dan abngsa-bangsa lain akan menjadi yang terdahulu, benar bukan?

Tetapi sekarang kita sedang bergerak menuju suatu masa di amna mata Allah sedang tertuju ke bumi dan Kaum Kedar. Dia sedang mel;ihat bangsa-bangsa yang lain itu; Dia sedang melihat ke aldang yang sudah saatnya dipanen, yang sudah menguning dan siap dituai. Dia juga melihat orang-orang Yahudi, dan Dia mendengar jeritan mereka, kesesakkan mereka. Dia mendengar jeritan orang-orang di Gereja,dan Allah Bapa berkata, “Inuilah puncak dari segala Zaman, sekaranglah saatnya untuk menyatukan kembali semuanya. sekaranglah saatnya untuk merekonsiliasikan segala sesuatunya dalam Kristus.”
Sekaranglahs aatnya bagi dia untuk bergerak dan itulah mengapa Dia sedang bekerja pada bebrapa tingkatan dan beberapa bidang dis eluruh bumi. Dan ini adalah musim kemajuan bagi Kerajaan Allah. Inilah yang sedang Allah lakukan. Tetapi jumlah bangsa-bangsa lain itu belumlah genap tanpa adanya umat Kaum Kedar yang masuk lagi balok itu akan tanggal dari mata orang-orang Israel dan Yahudi dan mereka akan emngenali dan melihat siapa Mesias yang sebenarnya.

Israel harus:

Dibangkitkan kecemburuannya.

Dibangkitakn kemarahannya sehingga mereka akan mencari wajah Allah

Melihat kegenapan bangsa-bangsa lain yang masuk ke dalam Kerajaan Allah, agar balok itu dapat terlepas dari mata mereka.

Roma 11:26 mengatakan, “Seluruh Israel akan diselamatkan.” Tetapi, itu setelahgenap jumlah bangsa-bangsa lain yang masuk, (Lihat roma 11:25). Jadi,s eluruh Israel akan diselamatkan, sepeti yang ada tertulis, “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub” (Roma 11:26).

Allah tidak pernah melupakan orang-orang Yahudi. Perjanjian yang telah Dia buat dengan mereka adalah Perjanjian Baru yang untuknya Yesus telah mencurahkan darah-Nya, dan Perjanjian Baru itu juga untuk mereka. Mereka telah dibutakan terhadap Perjanjian itu, sehingga mereka tidak melihantnya, tetapi mereka akan memasuki Perjanjian Itu. Tetapis ebelumnya mereka dapat masuk dan balok mata mereka dapat dilenyapkan, Allah ingin menarik perhatian mereka, Dia inginmendapatkan fokus mereka. Kemudian Dai ingin mendapatkan hati mereka. Ketika Allah membangkitkan kecemburuan Israel, Dia akanmendapatkan perhatian mereka. kEtika Dia membangkitkan menarahan mereka, Dia akan mendapatkan gelora cinta mereka.

Untuk mendapatkan gelora cinta mereka dan fokus mereka, Dia akan bergerak dengan dahsyat atas bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah-balok itu akan terlepas dari mata mereka,d an mereka akan menyadari serta melihats iapa Mesias yang sebenarnya.

Dalam Matius 23:37-39, Yesus meratapi Yerusalem dan berkata “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-bani dan melempari dengan batu orang-orang yang diutud kepadamu! Berkali-kali Aku Rindu mengumpulkan anak-anakmu sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan meliaht Aku lagi, hingga kamu berkata: ‘Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama Tuhan!'”

Mereka tidak akan mengenali-Nya sampai mereka berkata “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” Ucapan dan seruan itu harus keluar dari orang-orang Yahudi sebelum mereka melihat Dia. Pertama, mereka harus mengenali Dia sebelum mereka dapat mengetahui identitas-Nya dan berseru kepada-Nya. Dengan terbangkitnya kecemburuan dan kemudian kemarahan mereka, itu akan membantu mereka untuk fokus pada Dia yanga kan melenyapkan balok dari mata mereka ketika jumlah bangsa-bangsa lain masuk itu sudah genap. Kemudian mereka akn mengenal siapa Mesias yang sebenarnya, dan mereka akn berkata “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Ketika seruan itu naik ke surga, Anda tahu bahwa Tuahn Yesus akan segera datang kembali

Kebodohan yang Agamawi

Kata foolish(Bodoh, tolol) dalam bahasa Yunani berarti “religious stupid” alias kebodohan lain yang lebih agamawi selain para eksekutor dalam peristiwa bom bunuh diri. Tentu saja tidaks emua orang Kaum Kedar adalah pengebom, tetapi Anda harus mengerti bahwa itulah pola pikir yang kita hadapi.

Apakah Anda menyadari keseriusan situasi ini– apakah itu menusuk hati Anda? Allah mengasihi orang-orang Yahudi. Dia sangat mengasihi mereka sehingga Dia kan membangkitkan kecemburuan mereka, denganmenjangkau dan menunnjukkan kebaikan-Nya pada Ismael. Tidakkah Allah mengatakan “Aku menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati?” (Lihat Roma 9:15).

Siapakah kita sehingga kita berani menghalangi Allah? Kita perlu memiliki sikap hati yang benra terhadap bangsa Yahudi, Gereja,d an semua bangsa non Yahudi (Gentile). Dengan demikian, tidak akan ada ruang dalam hati Anda bagi rasa tersinggung atau rasa sakit melainkan Anda akan membantu mereka untuk mengenal Yesus sebagai juru selamat pribadi mereka. Itulah yang Yesus rindukan Roma 11:15 berkata: “Sebab jika penolakan mereka [orang-orang Yahudi] berarti pendamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti selain dari hidup dari antara orang mati?”

Alkitab mengatakan banhwa penolakan terhadap mereka adalah suatu berkat bagi bangsa-bangsa lain! Terasndungnya mereka adalah suatu berkat bagi kita; seharusnya kita berterima kasih; seharusnya kita memiliki kasih yang lebih besar bagi mereka. Daripada bersikap tinggi hati,s eharusnya kita melihat Yahudi sebagai umat pilihan Allah.

jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. Karena itu apabila bebrapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan diantaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu (Roma 11:16-18)

Allah adalah akar, dan Allah sudah mmeulai semuanya itu. Israel adalah akar; Abraham adalah akar. Allah akan memberkati semua keluarga di bumi, dalam suatu benih, yang kita kenal sebagai Yesus. Israel adalah yang terdahulu yang menjadi yang terakhir,s ehingga kita dapat menjadi yang terdahulu.

Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya akau dicangkokkan di anataranya sebagai tunas. Baiklah! Mereka akn dipatahkan karena ketidak percayaan mereka, dan kamu tegak bercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! Sebab kalau Allah tidak menyayangkan kamu. Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kkerasan-Nya, yaitu kekrasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak kamupun akan dipotong juga (Roma 11:19-22).

Sikap keras Allah terhadap orang-orang Yahudi akhirnya menjadi kebaikan bagi Anda. Artinya, penolakan mereka atau ketersandungan mereka itu menjadi keselamatan bagi Anda, yang adalah bangsa-bangsa Non Yahudi (Gentile), sehingga Anda dapat masuk ke Gereja. Apakah Gereja? Gereja adalah kelompok ketiga yang Paulus bicarakan. Gereja adalah suatu komunitas dari orang-orang Yang sudah lahir baru, yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain. Itulah yang dikatakan dalam kitab Efesus dan Kolose. Yahudi atau Non Yahudi sama saja, tidak peduli apakah Anda Yahudi atau bukan, tidak peduli apakah Anda orang yang merdeka atau hamba, Tidak peduli apakah Anda Yahudi atau bukan–Kita semua adalah Gereja, yaitu Tubuh Kristus.

Untuk Kita Semua

Hawa, Istri Adam, adalah tulang dari tulangnya,d an daging dari dagingnya, tetapi bagaimana dengan Yesus dan kita? Kita bukan tulang dari tulan-Nya dan daging dari Dan daging-dari daging-Nya. Kita Efesus mengatakan bahwa kita adalah tulang-Nya dan kita adalah daging-Nya karena kita satu dengan Dia. Allah mengambil sebuah tulang rusuk dari Adam yang pertama, dan dari satu, Dia menjadikannya dua. Dari tulang rusuk Adam yang kedua (Yesus), ketika dia tergantung di Salib, bagian sisi tubuh-Nya ditikam hingga berlubang, itu adalah simbol dari dua yang akan menjadi satu.

Di kayu Salib, ada suatu pewahyuan yang merupakan kunci bagi semuanya. Tetapi Hikmat Allah diungkapkan di kayu Salib. Tahukah Anda bahwa Yesus tergantung di kayu Salib selama 6 jam ? Tahukah Anda bahwa sebelum Yesus digantung di Salib, mereka memukuli dia mencambuki punggungnya, membuat tulang-tulangnya terlihat? Mereka memakaikan mahkota duri di kepala-Nya, melukai Dia, meninju Dia,d an pada jam yang ketiga hari itu, mereka menyalibkan Dia (Lihat Markus 15)

Mengapa Dia harus memakai mahkota yang dibuat dari jalinan duri? Agar kita boleh kembali memakai mahkota kemuliaan, karena Adam yang pertama telah kehilangan kemuliaan Allah dan kehilangan mahkotanya. Mengapa kedua tangan-Nya berlubang? Karena tangan adalah perjanjian persahabatan, dan Yesus adalahs eorang sahabat yang lebih dekat dari Saudara(lihat Amsal 18:24) dan Dia adalah Perantara anatra Surga dan bumi, antara Manusia dan Allah. Mengapa kedua kaki-Nya berlubang? Agar kita dapat dipersiapkan untuk pergi memberitakan Injil damais ejahtera ke seluruh penjuru bumi (Efesus 6:15) Ada hikmat Allah dalam kayu Salib.

Yesus akan segera datang kembali; ini adalah pesan akhir zaman.

Momen Renungan

Mendengar para teroris berdoa kepada Allah sementara mereka juga melakukan berbagai tindakan kekrasan akan membuat orang-orang meragukan bahwa mereka kan datang kepada Yesus sebagai Juruselamat mereka. Hanya melalui Roh Kuduslah maka rencana Allah dapat diinterprestasikan sehingga pikiran kita yang terbatas ini dapat menerimanya. Seberapa bersedianya kita merenugkan rancangan kekal Allah yang digambar oleh sang Pencipta sendiri?

Ada alasan lain mengapa Allah memberi nama Ismael sebelum dia lahir, melalui penampakkan seorang malaikat Tuhan, atau Allah sendiri. Hanya ada empat orang yang diberi nama dengan cara unik ini. Dua dalam Perjanjian Baru: Yohanes Pembabtis dan Yesus,dan mereka berhubungan dengan akhir Zaman. Dan Dua dalam perjanjian Lama: Ismael dan Ishak.

Dalam Perjanjian Baru, Yohanes Pembabtis adalah orang pertama yang diberi nama sebelum lahir, dan dia adalah orang yang ‘mmebuka jalan’ bagi Tuhan Yesus Kristus. Dia lahir lebi dahulu karen adia harus melayani yang lebih besar. Dia mempersiapkan jalan dalam kuasa roh Elia.

Demikian juga, Ismael adalah ‘pembuka jalan’ bagi keselamtan Ishak. Itulah mengapa Ismael lahir labih dahulu, barulah Ishak yang lahir setelah dia… Karena Ismael adalah ‘pembuka Jalan.’ Allah juga kan menggunakan Ismael sebagai Pembuka jalan pada zaman Kita ini.

Allah memberi Abraham suatu mimpi dalam Kejadian 15, saat Abraham tertidur dengan nyenyak. Allah mengatakan padanya bahwa keturunannya akan berada di suatu negeri asing (Yaitu Mesir) dan kira-kira 400 tahun kemudian Allah membangkitkan seorang pembebas, yang memimpin mereka keluar dari Mesir. Jadi, apakah Allah berencana membawa orang-orang Israel ke Mesir?

Yusuf ditentukan untuk berada di Mesir sehingga dia dapat bangkit menjadi tangan kanan Firaun dan mmebuat keluarganya dan orang-orang Israel dapat ditempatkan secara ilahi– diMesir di bawah perkenaan Firaun, teapt seperti apa yang telah ditentukan. Mari Kita lihat ayat-ayat berikut ini:

Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menaggalkan jubah Yusuf, jubah maha Indah yang dipakainya itu. Dan mereka membawa dia melemparkan Dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. Kemudian duduklah mereka untuk amkan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kalifah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. Lalu kata Yehuda kepada Saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia sauadra kita,d arah daging kita .” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir (Kejadian 37:23-28).

Saudara-saudara Yusuf tidak suka ketika mengetahui bahwa ayah mereka memberika jubah warna-warni bagi Yusuf. mereka berencana untuk membunuh Yusuf, dan mereka menjebloskannnya ke sebuah sumur kecil yang kering. Bagaimana Peran Allah dalam semuanya ini? Dia mengirimkan suatu rombongan kafilah Ismael, dan mereka mmebeli Yusuf dan mmebawa dia ke negeri yang sudah menjadi takdirnya. Saudara-saudaranya telah berusaha mengahalangi apa yang telah Allah tentukan bagi masa depan Yusuf, tetapi Allah dalam kebesaran Kuasa-Nya –Mengirimkan Ismael.

Ini sangat penting bagi Tujuan kekal Allah. Allah, membawa orang-orang Yahudi Ke Mesir sehingga pada akhirnya Dia akan membangkitkan Firaun paling berkuasa di dunia, dan kemudian menunjukkan kuasa dan kedahsyatan-Nya yang jauh melebihi sang Firaun,s ehingga seluruh dunia akan tahu tentang kuasa Allah orang Israel. Ini adalah kerinduan dan sebagian dari rencana-Nya yang telah Dia ungkapkan kepada Abraham (Lihat Kejadian 15:12-15).

Dunia berfikir bahwa Allah mencoba mmebuat mereka saling baku hantam, tetapi tidak, Allah tahu apa yang sedang Dia lakukan. Allah menggunakan Ismael untuk membantu Israel. Bagaimana dengan Musa, sang pembebas? Musa dang pembebas pergi ke padang Gurun. Dia tinggal bersama orang-orang Midian, yang juga dikenal sebagai orang-orang Ismael, yang pada zaman sekarang ini dikenal sebagai Kaum Kedar di Iran (Persia Kuno). Dia dilatih bersama mereka, sehingga dia tetap bersama mereka selama suatu kurun waktu, hingga tiba saatnya bagi dia untuk membebaskan Israel.

Ketika Musa sang pembebas itu bearda dalam amsalah, Allah mengunakan orang-orang Ismael. Orang-orang Ismael dan orang-Orang Midian selalu dikenal sebagai kelompok suku yang tinggal bersama. karena orang-orang Midian adalah bagian dari orang-orang Ismael. Dalam budaya mereka eaktu itu, mereka meyembah Allah Isamel, sang Putra sulung. Ismael adalah orang yang mempersiapkan jalan bagi Ishak. Ismael diusir demi kebaikan Ishak, tetapi dia kan dibawa pulang kembali sebagai pembuka jalan bagi Israel. Pada akhir zaman ini, sekali lagi Ismael akan menjadi pembuka jalan bagi Ishak.

Allahs edang mempersiapkan jalan bagi israel dan Ishak untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Itulah mengapa ketika Isamel masuk dalam Kerajaan Allah, dia akan menjadi suara yang berseru-seru di padang Gurun. Seperti Allah membangkitkan Yohanes Pembabtis untuk menjadi jalan pembuka bagi Yesus, maka Dia juga membangkitkan Ismael untuk menjadi pembuka jalan bagi Israel.

Cawan Murka Dan Kemurahan Allah

Pernahkah Anda mendengar orang-orang berkata bahwa Allah akan meledakkan semua orang di Timur Tengah, dan segala macam pembicaraan semacam itu? Hari Tuhan akan segera tiba, dan kita tahu bahwa kelak akan ada suatu hari penghakiman, hari pencurahan murka Allah. Kita mengeti bahwa Allah tidak menyayangkan Sodom dan Gomora,d an Allah juga tidak menyayangkan para malaikat yang berdosa pada zaman Nuh, dan Sebagainya.

Tetapi marilah kita tidak mmepercepat waktu-Nya–ada sebuah cawan murka yang sedang diisi,d an juga ada sebuah cawan kem,urahan (belas kasih). Cawan murka itu belum penuh! Dan murka dari kilangan anggur akan dicurahkan, tetapi sekarang itu belum terjadi. Cawan kemurahan sudah meluap-luap selama 2.000 tahun, dan Allah berkehendak agar semua orang berada di bawah naungan kemurahan itu– yaitu belas kasih dan anugrah Allah.

Roma 11:30-31 mengatakan:
Sebab sama seprti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.

semuanya terjalin dan terhubung dengan rencana Allah dalam hal keselamatan bagi semua orang di bumi.

Ketika Allah mendengar jeritan Gereja, kita akan melihat Dia. Ketika Allah mendengar jeritan Ismael, Dia akan membawa mereka masuk ke dalam Kerajaan-Nya; tetapi ketika Allah mendengar jeritan Israel, maka Tuhan Yesus Kristus akan datang kembali.

Menyingkapkan diri-Nya

Kita hidup dalam suatu masa di amna Bapa akan menyingkapkan diri-Nya.

Pada suatu jumat, 24 Februari 1995, pukul 7.30 pagi, saat saya masih tinggal dis uatu tempat yang saya sebut sebagai ‘Ruang bawah Tanahnya ruang bawah tanah,” tiba-tiba Roh allah masuk ke ruangan saya. Pada saat itu, saya berfikir bahwa Roh Kudus hanya datang di tempat yang banyak orangnya, jadi saya agak terkejut ketika mendapati bahwa saya hanya berdua saja bersama Dia. Saya mengalamis uatu sungai yang dalam dan luas, beraliran deras, yang mengalir dari atas kepala saya hinga ke ujung kaki. Itu adalah kasih yang murni dan substansi dari Surga , yaitu kehidupan Allah sendiri. Alkitab mengatakan ada suatu sungai yang mengalir dari takhta Allah dan Anak Domba. (Lihat Wahyu 22:1). Pengalaman ini terus berlanjut secara nyata selama tiga jam.

Saya mendengar suatu suara yang terdengar oleh telinga jasmani saya – berbicara kepada saya, kata-kata yang tidak pernah saya dengar sepanjang hidup saya sebagai seorang Kaum Kedar. Suara Bapa berkata, “Aku mengasihimu nak, Aku mengasihimu nak, Aku mengasihimu nak.”

Saya tidak dapat melakukan apa-apa selain menjawab-Nya dengan berkata, “Aku mengasihimu Bapa, Aku mengasihimu Bapa.”

Saya tidak dapat melakukan apa-apa selain menjawab-Nya dengan berkata, “Aku mengasihimu Bapa, Aku mengasihimu Bapa.”

Saya beranjak dari lantai pada 10:30 pagi itu,d an menyadari ada tiga dalam diri saya yang telah berubah. Pertama, Saya memiliki suatu kasih yang begitu dalam bagi Allah, yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, dan suatu rasa lapar yang luar biasa untuk lebih mengenal Dia. Kedua, saya memiliki kasih tanpa sayarat yang jauh lebih dalam bagi orang-orang. Ketiga,s aya memiliki suatu kasih yang begitu besar terhadap firman Allah. Saya mengambil Alkitab dan tidak dapat meletakkannya selama 36 jam berturut-turut. Ketika saya melihat halamannya, itu seolah-olah meledak dalam hati saya dan pengertian pun membanjiri saya. secara supernatural, saya membaca seluruh Alkitab dalam waktu 36 jam.

….Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman Allah (Lukas 4:4; Ulangan 8:3-4).

Buah

Sejak hari itu saya berubah; dan buahnya nyata, sehingga 99 persen daris emua orang yang saya kenal–diantaranya adalah orang-orang Yahudi, Hindu, Sikh, Kaum Kedar, dan Atheis—memberikan hidupnya kepada Kristus dan lahir baru. Itu benar-benar oleh Roh Kudus dan dengan mengikuti alirans unagi pendamaian sehingga kira-kira ada 1.500 orang yang telah datang kepada Kristus. Ini hanya dapat terjadi karena Allah dan melalui hidup keseharian saya bagi Dia, karena ini jauh sebelum saya masuk dalam pelayanan sepenuh waktu. Saya mengalir bersama sungai pendamaian yang seharusnya menjadi tujuan dari setiap orang percaya, seperti tertulis dalam 2 Korintus 5:17-19.

Orang-orang mulai menerima Kristus setiap hari melalui kehidupan normal saya sehari-hari. Sebagai contoh, saya membimbing “Joe” kepada Kristus. Setelah menerima Yesus Kristus, dia menjadi begitu bersemangat dan menceritakannya ke pada Teman-temannya dan keluarganya. Jika mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dia jawab, dia kan menemui saya di restoran, dengan mengajak orang yang pertanyaannya tidak dapat dia jawab itu, dan kami akan membicarakan tentang Yesus. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, banyak orang yang mulai mengenal Tuhan melalui pembicaraan-pembicaraan di Restoran itu.

Pewahyuan yang Lebih dalam bagi saya dari Bapa

Ketika saya datang kepda Yesus, masih sangat sulit bagi pikiran Kaum Kedar saya untuk mengerti akan hal itu. Yesus selalu lemah lembut–Dia akan membimbing saya kepada Bapa, dan Bapa akan hadir dan mengasihi saya. Bapa akan berbicara kepada saya dan mengungkapkan tujuan-tujuan-Nya pada saya, rencana-rencana yang telah Dia tetapkan bagi sejak mulanya,dan mengatakan kepada saya bahwa Dia sangat mengasihi saya.

Kemudian Bapa berbisik di telinga saya, “Tahukah kau, mengapa kau dapat mengenal Aku sebagai Bapa? Itu karena Yesus, Anak-Ku.” Tidak lama kemudian, kasih itu di transfer pada Yesus, kemudian saya datang pada Yesus dan mengerti apa yang Dia lakukan bagi saya. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah Dia lakukan pada saya–bagi kita semua. Kemudian Yesus akan mengungkapkan Bapa dalam suatu cara yang lebih dalam, mellaui Roh Allah. Siklus kasih ini terus berlanjut dari Bapa kepada Anak dan kembali kepada kita mellaui Roh Kudus dalam diri kita

Itulah cara Anda untuk bertumbuh dalam hubungan dan persekutuan dengan Allah. Ada suatu jeritan dari generasi saya kepada Bapa dengan Allah. Ada suatu jeritan dari generasi saya kepada Bapa. Setiap problem di bumi,s etiap ada kekurangan dalam keutuhan, Yesuslah jawabannya, dan jawaban Yesus adalah Bapa.

MAtius 11:27-28, “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak-Ku selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Kelegaan apa yang Yesus berikan? Itu adalahs uatu pewahyuan Bapa-Nya, karena hanya Yesuslah yang dapat memberikan kelegaan itu. Ketika Dia mmeberi Anda pewahyuan yang lebih besar tentang Bapa –Yang lebih besar dari situasi dan kondisi Anda, maka Anda akan memiliki damai sejahtera dan kelegaan yang hanya dapat diberikan oleh YESUS.

Yesus berkata, “Pikulah Kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenagan. Sebab kuk yang kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan” (matius 11:29-30). Maukah Anda mengangap bahwa apa yang Yesus alami di bumi itu adalah suatu kuk atau beban yang ringan? Sebagian besar akan berkata tidak –tetapi Yesus memiliki suatu pewahyuan yang lebih besar tentang Bapa. Itulah mengapa Dia mengatakan bahwa jika Aku tidak melihat Bapa melakukannya, maka Aku juga tidak akan melakukannya, dan jika Aku tidak mendengar Bapa mengatakannya, maka Aku juga tidak akan mengatakannya. Aku disini hanya untuk menyenangkan Bapa, Aku disini untuk menggenapi apa yang sudah tertulis tentang Aku dalam Alkitab.

Yesus begitu terpaut dengan Bapa–Dia diutus oleh Bapa yang Hidup, jadi dia hidup oleh Bapa. (Lihat Yohanes 6:57). Kita harus memiliki suatu pewahyuan tentang Bapa agar kita dapat mengalami kelegaan yang Yesus berikan . Sehingga Roh Bapa mengungkapkan tentang Yesus, dan Roh Anak mengungkapkan tentang bapa.

Kasih

Rasul Yohanes adalahs atu-satunya dari bebrapa rasul mula-mula Anak Domba yang kematiannya Alami–semua rasul lainnya mati sebgaai martir. Yang pasti, dia tidak pernah kekurangan jumlah orang yang ingin menghabisi nyawanya. Sejarah mengatakan kepada kita bahwa mereka berusaha membakar Yohanes dalam minyak mendidih, tetapi karena sebab-sebab tertentu, mereka tidak dapat membunuhnya. Berdasarkan fakta, Yohanes diasingkan, dia dibuang ke pulau Patmos, disana dia menulis Kitab Wahyu.

Izinkan saya membagikan suatu fakta alkitabiah yang menarik. Mellaui tulisan-tulisannya dalam Injil Yohanes, rasul Yohanes bahkan tidka mencantumkan namanya. tetapi dia menyebut dirinya sebagai murid yang dikasihi Tuhan.” Saya membayangkan bahwa ketika dia keluar dari minyak mendidih itu, mungkin yang dia katakan adalah “Aku adalah murid yang dikasihi Tuhan–dan kalian tidak bisa membunuh kasih.”

Seperti itulah Yesus. Dia menyatakkan kepada dunia tentang kasih Bapa (Lihat Yohanes 17:26). Kasih akan membuat Anda menjadi lebih dari pemenang. Itulah mengapa mereka tidak dapat membunuh Dia, dan itulah mengapa di Salib, mereka tidak dapat membunuh-Nya sampai Bapa meninggalkan Dia, kemudian Dia mati. Ketika Anda mengenal Bapa, ketika Anda mengenal kasih, Anda dapat bertahan: Anda dapat menang, karena Anda lebih dari pemenang.

Anugerah akan membawa Anda melewati masalah Anda. Iman akan memberi Anda kemenangan. Tetapi kasih akan menjadikan Anda lebih dari pemennag, dan itu adalah sesuatu yang dapat Anda alami secara Nyata dalam kehidupan Anda (Bukan hanya di pikiran ) Yang membuat Anda menjadi Anda yang sekarang ini bukanlah suatu momen sesaat dalam hidup Anda, bukan hanya dari sesuatu yang telah Anda lami; Allah mengasihi Anda dengan suatu kasih yang telah membuat Anda menjadi diri Anda yangs ekarang ini. Kita lebih dari pemenang, melalui Dia yang mengasihi kita (Lihat Roma 8:37)

Ismael memiliki jeritan hati yang rindu untuk mengenal Bapa,dan dia kan tahu siapa Bapanya, dan Yesus akan membuat itu terjadi. Yesuslah yang akan mengungkapkan tentang Bapa. Itulah mengapa sekarang ini Yesus memiliki reputasi tersendiri di Timur Tengah dan di dunia Kaum Kedar. Dia sedang bergerak maju dan mewujudkan kerinduan Bapa-Nya agar mereka dapat mengenal Bapa, menggenapai kehendak Allah bagi Mereka, dan masuk dalam Kerajaan Allah. Allah akan memanifesatasikan diri-Nya dis eluruh Dunia melalui penglihatan-penglihatan dan mimpi-mimpi karena ada takdir ilahi yang terlibat disitu, dan Dia melakukan sesuatu denagn kuasa-Nya yang dahsyat.

“Naiklah Kemari”

Dalam Wahyu pasal 1, Yohanes mengatakan:

Pada hari tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring,s eperti bunyi sangkakala, katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, Ke Tiatra, ke Sardis, ke Filadelifa dan Laodikia.”

Lalu aku berpaling untuk melihats uara yang berbicara kepadaku. Dan setelah berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nay putih bagaikan bulu yang putih metah,d an mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.

Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua dan wajah-Nya bersinar bagaikan matahari yang terik. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya diatasku, lalu bertkata: “Jangan takut!” Aku adalah Yang awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati namun lihatlah, Aku hidup,s ampai selama-lamanya dan Aku memegang kunci maut dan Kerajaan Maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kau lihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini (Wahyu 1:10-19)

Yohanes sedang dikuasi Roh Allah pada hari tuhan, dan tiba-tiba dia naik ke tingkat yang lebih tinggi dan melihat Yesus dalams uatu dimensi yang belum pernah dia lihat seblumnya. Dia mendapatkan suatu pewahyuan yang benar-benar baru baginya tentang Yesus. Siapa yang memberikan pewahyuan itu? Bapa. Karena dia berada di bawah kuasa Roh pada hari tuhan, Roh Bapa menyingkapkan tentang Yesus padanya dalam suatu dimensi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kemudian, ketika dia sedang bersama Yesus,d ia mendengar suara tiupan sangkakala, lihat apa yang terjadi:

Kemudian daripada itu aku melihat: Sesungguhnya,s ebuah pintu terbuka dis orga dan suara yang dahulu yang telah kudengar; berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunnjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah,s ebuah takhta terdiri di Sorga,d an takhta itu duduk seorang (Wahyu 4:1-2)

Saat dia mendapatkan pewahyuan tentang Yesus, Yesus berbalik dan berkata bahwa Dia akan memberikan suatu pewahyuan yang lebih tinggi tentang Bapa. “Naiklah kemari” ke sautu tempat yang lebih tinggi. Anda sudah berada disuatu tempat yang abgus; Anda ada di dalam Roh. Tetapi ada suatu tempat yang lebih tinggi. Ada bebrapa hal yang akan Dia sampaikan pada Anda sebelum Anda naik ke tempat dimana Dia berada. Ada hal-hal tertentu yang ahnay dapat dia katakan kepada Anda jika Anda naik ke tempat Dia berada. Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang, tetapi Anda harus “Naik Kemari”.

Bagaimana Yohanes sampai ke tingkat yang lebih tinggi itu? Ketika pertama kali melihat Yesus, Yohanes tersungkur di depan Kaki-Nya seperti orang yang mati (Wahyu 1:17). Yohanes tidak berada dalam suatu ketinggian di mana dia dapat tahan berada di hadapan kemuliaan Allah dalam kapasitas itu, pada tingkat dan derajat pewahyuan sejati itu. Kemudian Yesus menjamah dia dnegan tangan kanan-Nya, menguatkan dia, dan memperbesar kapasitasnya oleh roh sehingga dia dapat berdiri dan tahan berada di hadapan kemuliaan Allah. Bagaimana Yesus melakukan itu? Melalui pewahyuan pengetahuan dan jamahan tangan-Nya.

Kiranya Dia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan Anda oleh Roh-Nya di dalam batin Anda. (Efesus 3:16). Roh allah akan menguatkan Anda memnuhi Anda denagn kemuliaan Allah, dan kapasitas Anda akan meningkat sehingga Anda dapat tahan dengan kemuliaan hadirat-Nya yang lebih Tinggi. Jika Anda tidak tahan berada di hadapan kemuliaan itu, bagaimana Anda akan membawanya?

Kita seharusnya menajdi bejana dan pembawa kemuliaan Allah dengan perjanjian Baru (New Covenant) yang tertulis dalam hati kita. Pewahyuan meratakan jalan bagi Anda naik ke tempat yang lebih tinggi.

Yang Terakhir akan Menjadi Yang Terdahulu dan Yang Terdahulu akan menjadi Yang Terakhir

Mari kita melihat sejarah, manusia yang pertama– Adam — diciptakan. Beberapa generasi kemudian, pada zaman Nuh, terjadi air bah. Setelah Nuh kembali mendiami dan mengolah bumi,d an melahirkan bangsa-bangsa–sejak itulah berkembang bengsa-bangsa di muka bumi ini. Kemudian, delapan generasi setelah itu, Allah memilih Abraham dan memisahkan diri dari (kata bangsa-bangsa –Nations–dalam Alkitab berarti “Gentiles” atau “goyin”–bangsa-bangsa bukan Yahudi)

Kemudian Allah memisahkan Ishak dari Ismael dan Yakub dari esau. Ada perkembangan suatu pola; melalui Abraham, Ishak, dan Yakub. Dia memisahkan bagi diri-Nya suatu bangsa-bangsa Yahudi, Israel.

Pada awal sejarah dunia, manusia hanya terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa bukan Yahudi. Bangsa Yahudi memiliki suatu perjanjian dengan Allah, yang dimulai dengan Abraham, Ishak,d an Yakub. Yakub, yang namanya menajdi israel, menghasilkan 12 suku yang menjadi suatu bangsa.

Roma 10:19-20 mengatakan,
Tetapi aku bertanya: Adakah Isarel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: “Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal.” Dan dnegan berani Yesaya mengatakan: Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.”

Rasul Paulus, yang menulis Kitab Roma, memiliki hati untuk orang-orang Yahudi, saudaranya sebangsa. Dia mengatakan bahwa dia berduka atas mereka, dan dia rela menjadi manusia yang terkutuk agar mereka dapat diselamatkan (lihat Roma 10:1). Meskipun dia memiliki hati untuk orang-orang Yahudi dia dipanggil sebagai rasul untuk abngsa-bangsa bukan Yahudi. Yang membuat dia mendapatkan pewahyuan dari Allah dan mengatakan rahasia-rahasia kepada kita tentang Orang-orang Yahudi di Israel adalah ahti Allah yang ada di dalam dirinya–bagi orang-orang Yahudi.

Dalam pasal 10, Paulus mengingatkan mereka tentang sesuatu yang dikatakan nabi Musa Ulangan 32:21. Perhatikan bahwa Ulangan pasal 31, 32, dan 33 adalah Firman Tuhan yang terakhir yang Musa sampaikan kepada Israel sebagai suatu bangsa. Kemudian Musa menyampaikan suatu berkat,d an Dia meninggal. Dia tahu bahwa Dia akan pulang ke rumahnya yang abadi; dan pasal 31 dan 32 adalah kata-kata Musa -nabi yang tiada duanya–yang terakhir dan berharga, yang disampaikan kepada bangsa Israel.

Pada Ulangan 32, Musa melakukan kilas balik, dan dia menyampaikan tentang bagaimana mereka percaya kepada Gunung batu yang sempurna dalams egala hal. Kemudian dia bicara tenatng bagaimana mereka telah menolak Gunung batu itu, dan Sejarah mereka,d an dia mulai sedikit berurusan dengan mereka.

Lalu menjadi Gemuklah Yesyurun (Israel), dan menendang ke belakang, -bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun–dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatnnya. Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan Allah yangasing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian, mereka mmepersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada Allah yang tidak mereka kenal, Allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar.
Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau. Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, kerena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki perempuan.

Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-ku terhadap mereka,d an melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan. Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal (Ulangan 32:15-21)

Kembali ke Roma pasal 10, disini adas uatu kunci, suatu peringatan bagi israel. “Akan tiba waktunya,s uatu waktu dimana Allah akan membangkitkan kecemburuanmu melalui orang-orang yang bukan umat. Dan Paulus menyampaikan firman Tuhan, “Mellaui suatu bangsa yang bodoh Aku akan membangkitkan kemarahnmu”. Bagaiamana Allah akan membangkitkan kecemburuan Israel? Paulus memberi kita pandangan Roma 11:11 “oleh Roh Allah aku bertanya, adakah mereka [orang Yahudi] tersandung dan harus jatuh?” Paulus mengakirinya dengan suatu tanda tanya. Ya, mereka memang tersandung, tetapi bukan berarti bahwa mereka sudah jatuh, itu hanya berarti bahwa mereka belum sepenuhnya selesai atau keluar dari gambarnya. tetapi,melalui kejatuhan mereka, kese;lamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, untuk membangkitkan kecemburuan mereka. Jadi, apa yang membangkitkan kecemburuan Israel? Keselamatn bangsa-bangsa lain (Gentile)

Itulah kebaikan Allah; Allah kita adalah allah yang baik. dia mata Perjanjian Yang Baru (New Covenant), Dia mengungakpakan kebaikan-Nya dalam segala cara. Cara Dia mengungkapkan kebaikan-Nya adalah dengan menunjukkan keselamatan bagi bangsa-bangsa lain,d an tidak ada seorang pun yang dapat memprotes kemurahan hati-Nya. Dengan melakukan itu, sebenarnya Dia mebangkitkan kecemburuan orang-orang YAhudi.

Tidak ada bangsa lain yang lebih besar yang dapat Allah ajngkau untuk membangkitkan kecemburuan Israel selain Kaum Kedar. Ismael adalah yang Allah pisahkan dari Ishak, tetapis ebenarnya Isamel diusir adalah demi Ishak. Ismael diusir dari rumah Abraham, dia dibiarkan sekarat tanpa Ayah Dipadang gurun. Orang-orang Yahudi sangat bersyukur dan sangat bangga dalam kenyataan bahwa Allah memisahkan Abraham dari Bangsa-bangsa, Ishak dari Ismael, dan Yakub dari Essau.

Akibatnya, satu-satunya kelompok orang yang bangsa Israel tidak suka jika Allah menjangkaunya adalah orang-orang yang sekarang ini secara geografis mengelilingi mereka–bangsa-bangsa Kaum Kedar. Israel dikelilingi oleh dunia Kaum Kedar–musuh mereka.

Allah memiliki suatu rencana.

Momen Renungan

Cara-cara Allah bukan cara-cara kita. Hanya rencana-rencana-Nyalah yang akan membuat Kerajaan-Nya datang. Adakah saat-saat di aman Anda berfikir bahwa situasi Anda terkendali, tetapi akhirnya Anda mendapati bahwa rencana Anda telah membuat Anda terdampar ke situasi-situasi yang sama sekali tidak Anda kenal? Rencana Allah bagi israel dan Ismael mungkin tampaknya asing bagi kita, tetapi jika kita mmeiliki sikap hati yang tunduk kepada Allah, maka Dia akan mengungkapkan kebenarannya.

Terorisme dan Kepercayaan Kaum Kedar
Roh Esau

Ada suatu elemen terorisme dan perang dalam dunia kaum kedar masa ini.Elemen khusus ini berada di pusat panggung dunia.Dengan semua liputan televisi dan media,itu adalah suatu subjek yang sulit untuk diabaikan.Beberapa negara khawatir dengan pertumbuhan populasi kaum kedar yang pesat dalam wilayah-wilayah perbatasan mereka,yang mencemaskan mereka adalah potensi fundametalisme kaum kedar.Sel-sel fundamentalis yang laten itu tersebar di berbagai bagian dunia barat,membuat bayak orang mengkhawatirkan adanya musuh baru dari dalam.

Pemerintah-pemerintah pada masa ini menghadapi masalah dalam mengidentifikasi orang-orang yang berpotensi sebagai teroris,karena mereka menjalani kehidupan yang sederhana dan melakukan bisnis seperti biasa sampai suatu hari mereka menjawab panggilan untuk melakukan perang suci.Karena para pemerintah tidak ingin secara terang-terangan menuding dunia kaum kedar sebagai penyebab keributan yang tidak perlu,maka mereka menghadapi dilema–bagaimana mereka menjaga agar penduduk mereka tetap aman sementara pada saat yang sama mereka mencoba untuk menemukan orang-orang yang berniat untuk membahayakan warga mereka?Ada banyak pertayaan yang tak terjawab tentang asal mula dan sejauh mana terorisme dan kekerasan dalam dunia kaum Kedar.

Dalam bab ini,Anda dapat melihat pandangan alkitabian tentang Esau,kemudian tentang Ismael dan Esau,dan keterkaitan mereka dengan terorisme.

Ribka, istri Ishak, adalah ibu Esau dan Yakub.Dia mengandung anak kembar,yang bahkan sebelum lahir pun,cikal bakal dua bangsa itu sudah saling bergelut dalam rahim ibu mereka.Dia bertanya kepada Tuhan tentang semua ini:

Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan didalam rahimnya dan ia berkata: “Jika demikian halnya,menagpa aku hidup?”Dan ia pergi meminta petunjuk kepada TUHAN. Firman TUHAN kepadanya:”Dua bangsa ada dalam kandunganmu,dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu;suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain,dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.”

Esau melayani yang lebih muda,meskipun itu tidak sesuai dengan tradisi dan budaya normal. Dua orang yang sifatnya bertolak belakang itu pun akhirnya keluar dari rahim sang bunda, dan Esau lebih kuat dari orang-orang Yakub.

Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang pandai berburu,seorang yang suka tinggal dipadang,tetapi yakub adalah seorang yang tenang,yang suka tinggal di kemah (Kejadian 25:27).

Esau tumbuh dewasa menjadi seorang pemburu andalan;dia adalah orang yang liar.Esau adalah pria yang kuat;keturunannya akan banyak yang seperti dia. 1

Hak kesulungan Esau dan Berkat Yakub

Esau menjual hak kesulungannya untuk semangkuk sup. Dia datang dari ladang dalam keadaan lelah dan meminta semangkuk ” bubur kacang merah ” pada Yakub ( lihat Kejadian 25:30 ). Esau meremehkan hak kesulungannya dan menjualnya untuk semangkuk bubur kacang merah dan roti (lihat Kejadian 25:31-34 ).

Usia Ishak pun semangkin lanjut, dan matanya sudah tidak dapat melihat dengan baik. Dia ingin meneruskan berkat Abraham kepada anak sulungnya, Esau, sebelum dia meninggal. Jadi, Ishak menyuruhnya untuk pergi berburu dan menyiapkan makanan bagi dia sehingga dia dapat memakannya dan memberkati Esau:

Maka sekarang, ambilah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah kepadang dan burulah bagiku seekor binatang; olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari,sesudah itubawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau,sebelum aku mati ” (Kejadian 27:3-4 ).

Ribka mendengar apa yang dikatakan oleh Ishak itu, dan dia menyuruh Yakub untuk menyiapkan daging agar dia dapat memasakkan makanan bagi Ishak, agar yang dapat menerima berkat dari Ishak adalah Yakub, bukan Esau. Ribka menyusun suatu rencana, dia menyuruh Yakub memakai baju Esau sehingga baunya akan seperti bau Esau. Dia juga membalurkan bulu kambing pada lengan dan leher Yakub agar Yakub tampak berbulu seperti Esau ( lihat Kejadian 27:14, 17). Rencana itu berhasil, dan Ishak memberkati Yakub, dan memberinya berkat Abraham. Ishak memberkati Yakup, dan berkat itu tercatat dalam dua bagian di Alkitab.

Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah- tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah- limpah. Bangsa- bangsa akan takluk kepadamu, dan suku- suku bangsa akan sukud kepadamu; jadilah tuan atas saudara- saudaramu, dan anak- anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia ” (Kejadian 27: 28- 29 ).

Moga- moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa. Moga- moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memilikinegeri yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham ” ( Kejadian 28: 3-4 ).

Esau pulang dari berburu dan memasakkan makanan bagi ayahnya Ishak; kemudian dia mendapati bahwa ternyata Yakub sudah menerima berkat itu. Esau menangis dan memohon pada Ishak agar memberikan berkat lainnya bagi dia. Ishak tidak dapat memberinya berkat Abraham atau berkat bagi anak sulung, tetapi Ishak menjawab Esau:

Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh- sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu.” ( Kejadian 27:40 )

Esau membenci Yakub karena berkat yang Ishak berikan kepada Yakub. Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub dan juga kehilangan berkatnya sebagai anak sulung. Sekarang, dalam hatinya, Esau berencana untuk membunuh Yakub (lihat Kejadian 27:41 ).

Yakub menjadi Israel. Bahkan sekarang pun, Esau membenci Israel. Esau hidup dari pedang, dan keturunan Esau adalah orang- orang yang lebih kuat dari Israel. Esau selalu berperang dengan Yakub. Pergelutan yang dimulai sejak dalam rahim ibu mereka itu pun masih terus berlanjut. Yakub memegang tumit ESau ketika dia lahir, dan sejak itu, Esau memiliki keyakinan bahwa dia akan dapat menghancurkan Yakub di bawah tumitnya.

Esau Menikah Dengan Keturunan Ismael

Esau datang ke tempat Ismael, pamannya, dan menikah dengan anak perempuan anak sang paman, Mahalat. Sejak itu, Esau dan Ismael menjalin hubungan yang erat dalam suatu perjanjian.

Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi istrinya, disamping kedua istrinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot ( Kejadian 28:9 ).

Esau memiliki beberapa istri lainnya, tetapi perkawinannya dengan Mahalat inilah yang menciptakan suatu persekutuan yang erat antara Esau dengan Ismael, yang masih ada hingga saat ini. Esau pergi kepada pamannya, Ismael, dengan kebencian–yang berkobar dalam dadanya–pada Yakub. SEjak Esau kawin dengan anak perempuan Ismael, keturunan Esau pun telah membaur dengan keturunan Ismael.

Sekarang ini, Esau– yang bersekutu dengan Ismael–selalu berperang dengan Yakub (Israel ). Ismael dikatakan sebagai orang yang hidup dengan perang, dan Esau ditentukan untuk hidup dengan pedang. Mereka berdua adalah pemanah, tetepi memiliki tujuan yang berbeda. Ismael menjadi seorang pemanah untuk bertahan di padang gurun peperangan. Esau menjadi seorang pemburu dialam bebas, dia lebih tertarik untuk memburu mangsanya dan merayakan kekuatannya yang melebihi Yakub, orang yang bekerja di ladang Esau hidup dengan pedang, dan Ismael selaluberada dalam peperangan.

Manusia memisahkan; Allah mengkhususkan bagi Dia.

Tujuan saya adalah bukan untuk berfokus keturunan jasmani Esau, karena Allah mengasihi keturunan Esau sama seperti Allah mengasihi semua orang lainnya di muka bumi. Akan tetapi, harus mendapatkan pengertian tentang sifat atau roh Esau agar kita dapat mengerti alasan mengapa Allah mengekspos wajah terorisme dalam dunia kaum kedar masa ini.

Roh Esau Krisis Dalam Kaum Kedar

Kaum Kedar sedang mengalami krisis zaman-modern. Apa yang dulunya menyatukan Esau dan Ismael sekarang membawa perpecahan dalam kaum Kedar. Jeritan Ismael dan kepedihan Esau yang pernah menyatukan mereka itu sekarang menjadi kekuatan yang memisahkan mereka. Allah sedang mengekspos roh Esau dalam wajah terorisme. Sekarang ini, di dunia, terorisme sudah menjadi identik dengan Kaum Kedar. Sebenarnya, roh Esau adalah roh terorisme dalam Kaum Kedar.

Dalam Kaum Kedar sekarang ini, ada dua kelompok orang, yaitu kelompok orang yang memiliki jeritan Ismael dalam hati mereka dan orang-orang yang memiliki maksud Esau dalam hati mereka. Yang saya maksud disini bukan sunni atau shiia, melainkandua jenis hati yang ada di antara umat Kaum Kedar Satu kelompok adalah mayoritas Kaum Kedar, dengan jeritan Ismael dalam hati mereka. Jeritan ini adalah kerinduan untuk diterima dan dikasihi oleh seorang bapa, untuk mendapatkan warisan, untuk mendapatkan berkat dari bapanya, serta untuk mencari pengakuan dan kelimpahan. Ini adalah hati dan jeritan dari sebagian besar umat Kaum Keadr pada zaman ini. Mereka melihat terorisme dan menyadari bahwa Kaum Kedar tidak menjawab jeritan hati mereka. Mereka masih kehausan dan kelaparan dalam padang gurun rohani, mencari Allah untuk merespon krisis dalam Kaum Kedar itu.

Kelompok lainya adalah para Kaum Kedar yang memiliki roh Esau dan telah menjual hak kesulungan mereka pada terorisme, tanpa menghargai kehidupan. Mereka bersedia mengikatkan bom ke dada mereka dan mati, dengan harapan mereka akan bangun di surga bersama 72 perawan. Roh Esau ini tidak tertarik pada perdamaian, melainkan tertarik pada terorisme sampai mati. Roh ini sudah beraksi dari generasi ke generasi. Para teroris ada dalam kelompok ini, juga orang-orang yang mendukung terorisme. Untunglah kelompok ini hanya minoritas.

Untuk mendapatkan pandangan yang lebih dalam tentang terorisme, kita perlu mengetahui lebih lanjut tentang Esau. Akar dari roh ini adalah kebencian terhadap Israel, karena berkat yang Ishak berikan kepada Yakub, bukan kepada Esau. Esau menjadi bapa Edom dan suku Edom. Kepercayaan Kaum Kedar berasal dari Kedar, bagi bangsa Ismael yang besar, dan bangsa Esau.

Kejadian 36:1 berkata, ” Inilah keturunan Esau, yaitu Edom. ”
Ada dua hal tentang Edom yang perlu untuk perhatikan:

1. Edom adalah suatu kelompok orang, karena dialah Esau dan keturunannya.

2. Edom juga suatu tempat, suatu negeri dimana Esau tinggal. Sekarang negeri Edom itu adalah di sebelah selatan Yordania—di bawah ujung Israel. Inilah negeri orang-orang yang kita bicarakan.

Ada bukti alkitabiah bahwa sikap atau roh peperangan ini berlanjut terus hingga ke keturunan-keturunan mereka, meskipun Yakub dan Esau sudah berdamai. Sebagai contoh, Mazmur 137:7 berkata, “Ingatlah, ya TUHAN, kepada bani Edom, yang pada hari pemusnahan Yerusalem mengatakan: ” Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya! ” Ketika Babel datang dan mengambil alih Yerusalem, Alkitab mencatat bahwa bani Edom, atau keturunan Esau, membantu Babel, dan menyerbu dan mengambil semua barang rampasan dari Yerusalem,memanfaatkan Yakub dan semua keturunannya,dan orang-orang Israel.

Dari dulu selalu ada masalah–itulah mengapa secara profetis, nubuatan tentang Edom dalam Alkitab itu sanngat serius. Hal-hal profetik dalam Alkitab yang diucapkan tentang Esau dan keturunannya itu sangat negatif.

Keturunan Ismael memeluk kepercayaan Kaum Kedar, mereka mencari jawaban bagi jeritan dalam hati mereka, dan keturunan Esau memeluk kepercayaan Kaum Kedar sebagai sarana pengekspresian hatinya. Sekarang ini, roh Esau mengekspresikan diri melalui wajah terorisme Kaum Kedar. Hati atau roh Esau ada diantara Kuam Ismael pada masa ini. Roh ini membenci Yakub (Israel ) dan ingin membunuhnya.

Jeritan hati umat Kaum Kedar sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu, yaitu dari jeritan hati Ismael, jauh sebelum Kaum Kedar. Jeritan ini masih bergaung dalam hati umat Kaum Kedar di seluruh dunia pada masa ini. Sementara tirai terorisme di wajah Kaum Kedar sedang disibakkan, orang-orang Kaum Kedar mendapat jeritan hati mereka tidak terjawab.

Apa Kata Para Nabi

Penyelamatan- penyelamatan akan naik keatas gunung sion untuk menghukumkan pegunungan Esau; maka Tuhanlah yang akan empunya kerajaan itu ( Obaja 1:21 ).

Seluruh Kitab Obaja berisi tentang penglihatan yang dilihat sang nabi tentang masa kini, masa lalu, dan masa depan Esau dan keturunannya. Esau dan keturunannya gembira melihat bangsa Israel yang hancur dan ditawan, ini seperti para teroris zaman modern yang menyatakan kehancuran musuh-musuh mereka. Perhatikan kata penyelamat-penyelamt dalam ayat 21, yang berbicara tentang orang-orang percaya dalam Yesus sang Mesias.

Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub, maka cela akan meliputi engkau, dan engkau akan dilenyapkan untuk selama-lamanya. Pada waktu engkau berdiri di kejauhan, sedang orang- orang luar mengangkat kekayaan Yerusalem dan orang- orang asing memasuki pintu gerbangnya dan membuang undi atasnya, enkaupun seperti salah seorang dari mereka itu. Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersuka cita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaanya; dan janganlah masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka yang menimpa pada hari sialnya; dan janganlah merenggut kekeyaannya pada hari sialnya. ( Obaja 1:10-13 ).

Ini adalah bukti yang lebih jauh lagi bahwa keturunan Esau telah melanjutkan perang mereka dengan Yakub. Kebencian itu terus ada. Kebencian yang bermula dari hati Esau terus berlanjut hingga saat ini diantara sekelompok kecil Kaum Kedar militan fundamentalis,dan itulah roh yang mengendalikan mereka. Kita tidak berperang melawan darah daging, melainkan melawan apa yang ada di alam roh. Itulah roh yang mengendalikan mereka dan mencoba untuk mengkamuflasekan kehendak Allah bagi umat Kaum Kedar.

Mengapa ini adalah kunci yang penting untuk memahami terorisme? Alkitab mengatakan dalam Amos 1:11, “Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-KU: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya.”

Perdamaian itu tidak bertahan lama–kebencian berlanjut diantara keturunan- keturunan dan generasi- generasi Esau,dan itu sudah berbaur dengan Kaum Kedar.

Alkitab: Solusi Untuk Terorisme

Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah- pemerintah, melawan penguasa- penguasa, melawan penghulu- penghulu dunia yang gelap ini,melawan roh- roh jahat di udara ( Efesus 6: 12 ).

Sejak bertahun- tahun yang lalu, saya mempelajari bahwa rencana- rencana Roh Kudus dilahirkan ke alam jasmani melalui doa. Selamanya, firman Allah ada di Surga, tetapi harus ditegakkan di muka bumi. Kita, sebagai umat Tuhan, harus berdoa agar rencana Allah menjadi riil di muka bumi. Kita harus mengambil otoritas atas roh Esau melalui doa. Ketika kita berdoa, Allah membukakan strategi-setrategi musuh yang licik dan membuka jalan bagi penggenapan kehendak- kehendak- Nya. Seperti para pengintai yang berjaga- jaga atas suatu kota, demikian juga dengan Kerajan Allah, para pengintai mengamati dan berdoa dalam Roh, melawan semua penguasa dan roh- roh jahat di udara, dan dapat melihat apa yang musuh sedang coba untuk lakukan, dan bersyafaat bagi orang- orang yang dalam bahaya.

Hari- hari ini, ada banyak hati Esau yang telah menjual hak kesulungannya. Yakub lahir dari rahim ibunya dengan memegang tumit Esau. Sejak itu, Esau sudah berhasrat untuk meremukan Yakub di bawah kakinya, tetapi Allah Yakub ( Israel ) akan meremukan roh Esau.

Menurut KItab Ibrani, kita telah datang ke Gunung Sion; kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi, dan ke kerajaan yang tidak akan terguncangkan. Para penyelamat di ” Gunung Sion ” itu adalah orang- orang yang mengerti otoritas Kerajaan yang mereka wakili di mukua bumi. Mereka mengerti bahwa kerajaan- kerajaan dunia ini akan menjadi Kerajaan Allah Yang Maha Tinggi. Gunung Esau melambangkan pemerintahan Esau, yang merupakan roh Esau atau roh terorisme dalam Kaum Kedar pada masa ini.

Orang- orang percaya harus berdoa dan bersyafaat dari posisi otoritas mereka dalam Kristus, membuka jalan bagi pemerintahan Allah untuk menghancurkan roh Esau pada zaman ini.

Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu…( Roma 16:20 ).

Roh Esau berharap untuk dapat menyamarkan identitas Ismael dan menggagalkan takdir ilahinya. Disaat yang sama,roh terorisme mencoba melumpuhkan Gereja dengan menebarkan rasa takut untuk menjangkau umat Kaum Kedar. Roh ini membelenggu banyak orang dan menyalahgunakan harta terpendam Ismael.

Banyak orang berfokus pada Esau, sementara Allah menantikan terdengarnya jeritan Ismael agar Dia dapat menunjukan wajah Yesus Kristus pada orang- orang Kaum Kedar.

Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: ” Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah- pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel,telah mengatakannya.” ( Yesaya 21:16-17 ).

Kedar adalah anak Ismael yang kedua, dialah nenek moyang Nabi Kaum Kedar. Para pemanah dan orang- orang perkasa itu sepertinya cocok dengan gambaran teroris zaman modern. Roh Esau memiliki sifat seorang pemburu dan pemanah yang mengejar mangsanya dan menyerang tanpa menghargai kehidupan. Untuk selamanya, Esau menyimpan kemarahannya terhadap Yakub, dan kemarahan ini selalu diungkapkan lewat pedang yang teracung pada Israel.

Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belah kasihnya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya.

Elemen yang kontoversial dari pedang di kalangan umat Kaum Kedar adalah karena roh Esau. Roh ini menyamarkan takdir ilahi umat Kaum Kedar, membuat kita tuli dan buta terhadap jeritan dan wajah Ismael. Dengan satu tangan-Nya, Allah menjangkau Ismael, dan tangan yang lain, Dia mengadili roh Esau. Roh Esau sedang mencari pengikut- pengikut baru; dan seluruh generasi Kaum Kedar sedang terkapar di lembah penentuan, frustasi karena jeritan yang tidak terjawab.

Terorisme sedang menjadi berita sehari- hari. Para teroris Kaum Kedar menyerbu rumah- rumah orang Kristen di Palestina; kekerasan di Australia; penghancuran ratusan kendaraan di Perancis oleh orang- orang muda yang frustasi dan marah; dan kekerasan yang dilakukan secara acak terhadap orang- orang Yahudi yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Sejak 9-11 2001 ada banyak fokus terhadap terorisme. Ada bamyak pertanyaan di hati orang- orang percaya dan Gereja–apa yang harus kita lakukan dalam hal terorisme? Apa akarnya, dan dari mana asalnya? Bagaiman kita harus menanggapi dan mengatasi?

Yang pertama, kita harus melihat dari sudut pandang Allah. Kita harus mendengar apa yang Allah katakan, bukan apa yang media katakan,bukan apa yang dikatakan oleh para reporter televisi dan apa yang tercetak dalam surat kabar. Di hari- hari ini, jika Anda tidak tahu bagaimana pandangan Allah tentang itu, apakah yang menjadi dasar dari keputusan- keputusan Anda? Kita harus tahu apa yang Roh Allah katakan, dan apa yang ada dalam firman-Nya ketika kita berada dalam saat- saat seperti ini.

Ada suatu krisis dalam Kaum Kedar–dan krisis itu adalah terorisme. Karena suatu alasan, wajah terorisme sedang diekspos sebagai Kaum Kedar. Allah mengijinkan wajah terorisme diekspos sehingga dunia dapat melihat wajah itu, dan umat Kaum Kedar juga dapat melihatnya dan bertanya apakah itu Kaum Kedar yang mereka yakini–benarkah itu yang mereka inginkan?

Strategi- strategi Iblis

Kita perlu membongkar strategi iblis. Pertama, dia bernpsu untuk merekrut suatu generasi orang muda yang kecewa, yang sedang berada di lembah penentua, semantara kepercayaan Kaum Kedar tengah mengalami suatu reformasi.

Hari- hari ini, seluruh generasi muda Kaum Kedar sedang menanyakan segala sesuatunya tentang terorisme, dan mereka tidak memiliki jawabannya. Sekarang adalah waktunya bagi kita untuk memberikan jawaban bagi mereka. Sebelum roh terorisme mendapatkan para rekrutan baru, kita perlu memberitakan injil pada mereka.

Mengapa mereka tertarik pada terorisme dan rencana- rencana mereka tentang kehancuran? Mengapa terorisme menjadi suatu hal yang menarik bagi generasi muda? Kejadian 27: 42 mengatakan, “Sesungguhnya, Esau, kakakmu, bermaksud membalas dendam membunuh engkau. ” Ada suatu ketenangan yang Esau temukan dalam keinginannya untuk menghabisi nyawa saudaranya. Tentu saja, itu adalah suatu ketenangan palsu yang diberikan oleh roh terorisme–suatu penawar kekecewaan di kalangan generasi muda Kaum Kedar.

Orang- orang muda itu berpikir bahwa mereka telah ditawari surga, dan itu disertai suatu perasaan yang tentang karena mereka percaya bahwa mereka sedang melayani Allah. Mereka percaya bahwa mereka melakukan tindakan yang suci. Mereka percaya bahwa mereka mati demi kepercayaan dan prinsip kepercayaan Kaum Kedar. Mereka ingin mendapatkan kekekalan–dan mereka tidak ingin melewatkan kesempatan itu.

Ini adalah suatu hal yang menarik bagi orang- orang muda, dan merupakan suatu masalah besar bagi kalangan Kristen dan Yahudi. Ingat rata- rata usia populasi Kaum Kedar adalah sekitar 30 tahun, dan itulah ladang yang dipilih musuih.

Selain itu, iblis sedang berusaha untuk membuat Gereja tuli terhadap jeritan Ismael, dan dia juga berusaha menyamarkan takdir- ilahi Ismael. Allah ingin membuka telinga Gereja agar dapat mendengar jeritan hati Ismael, sehingga Gereja dapat berdoa dan bersyafaat dan mengangkat Ismael kehadapan Allah sehingga jeritan itu dapat dibangkitkan dan didengar oleh Allah.

Itulah dilema yang kita hadapi pada masa ini– bagai mana cara yang terbaik untuk mematahkan stategi iblis. Setiap kali Allah memiliki suatu kehendak atau rencana bagi orang- orang, suatu bangsa, atau sekelompok orang, maka musuh selalu memiliki stategi untuk melawan, memghalangi, atau menundanya. Dia tidak dapat benar- benar menghentikannya, tetapi dia dapat menghalanginya. Saya percaya bahwa itulah yang sedang terjadi sekarang ini di dunia sekarang ini dengan terorisme–itu adalah stategi musuh untuk mengalihkan orang- orang dari anugerah keselamatan yang Kristus berikan.

Gereja harus berdoa agar hal- hal ini diungkapkan sehingga takdi ilahi umat Kaum Kedar dapat terungkap dan tidak lagi disamarkan, agar jeritan itu dibangkitkan kembali.

Ketika Allah mulai menjelaskan tentang terorisme pada saya, Dia berkata bahwa ” akan tiba harinya ketika para terorisme akan mulai menghabisi nyawa 0rang- orang mereka sendiri, ” saat itulah riwayat terorisme akan tamat. Allah berkata bahwa itu akan seperti tamatnya riwayat Hitler karena dia tidak peduli dengan orang- orangnya sendiri, dan mereka dibantai selama proses perang dunia Hitler. Demikian juga dengan Saddam Hussein. Dia tidak peduli dengan rakyatnya sendiri, dan rakyatnya sendiri pun kelaparan dan mati.

Allah berkata bahwa akan tiba saatnya di mana para teroris akan membunuh penganut kepercayaan Kaum Kedar. Mereka akan meledakkan rumah ibadah- rumah ibadah mereka, dan meskipun orang- orang berkata bahwa itu tidak mungkin terjadi, tetapi itu akan terjadi. Mengapa? Karena mereka dikendalikan oleh suatu roh, suatu roh yang tidak pernah mati. Itulah sifat iblis, ketika dia disorot, dia akan mulai kehilangan kendali, dan dia tidak dapat menghentikan dirinya. Roh terorisme akan semakin menggila sebelum dia sampai pada kesudahannya. Roh itu akan dihabisi, tetapi sebelumnya dia akan menggila lebih dahulu

Doa

Zakharia 1: 14- 15:

Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha- Ku untuk Yerusalem dan Sion, tetapi sangat besar murka- Ku terhadap bangsa- bangsa yang merasa dirinya aman, yang, sementara Aku murka sedikit, telah membantu menimbulkan kejahatan.

Zakharia adalah seorang nabi yang mendapatkan delapan penglihatan, yang sepertinya berlangsung dalam satu waktu. Salah satunya, dia mengatakan kepada kita bahwa bangsa Israel melewatkan kesempatan untuk menerima kunjungan Yesus. Mereka berpaling dari Allah, dan memuja berhala- berhala dan sebagainya, dan mereka masuk ke suatu tempat yang penuh kesengsaraan. Tetapi kemudian dia mengatakan bahwa ada beberapa orang yang datang dan ‘ membantu’ memperberat kesengsaraan itu karena kebencian dalam hati mereka. Saya percaya bahwa yang dimaksud oleh Zakharia itu adalah Esau dan Edom dan roh terorisme. Dan itulah yang terjadi sekarang ini.

Dunia senantiasa bertanya, ” Apa yang akan terjadi berikutnya? Semua teroris itu melakukan semua hal itu di Yerusalem dan Israel…apakah Allah akan datang dan mengadili mereka, lalu menghukum dan meledakkan mereka? Apa yang akan terjadi setelah ini?”

Sebelum Penghakiman Terakhir itu tiba, ada hal- hal yang akan terjadi di kancah percaturan dunia. Salah satunya adalah anugerah Allah yang menjangkau, menyelamatkan, dan membebaskan orang- orang tawanan– yang memiliki jeritan Ismael– dari belenggu roh Esau. Tujuan roh Esau adalah untuk mengekspresikan roh terorisme dan kekerasan, untuk mencari perhatian.

Kita harus melawan roh itu dengan doa, dan sementara itu, kita harus membawa orang- orang yang memiliki jeritan Ismael– dalam hati mereka– kepada keselamatan. Kita harus mengijinkan cawan kemurahan Allah itu menjangkau mereka sebelum gejolak segala sesuatunya makin panas, di akhir zaman ini kita sudah semakin dekat dengan saat tengah malam. Pada saat yang sama, kita harus ingat pada dua cawan itu– cawan murka Allah yang isinya akan segera meluap- luap dan cawan kemurahan Allah yang sudah meluap selama dua ribu tahun terakhir ini– sementara Allah sedang mengerjakan rencana-Nya.

Hari- hari Akhir

Saya sangat merekomendasikan Anda untuk membaca dan mempelajari seluruh isi Kitab Obaja–itu menggambarkan secara keseluruhan tentang apa yang sedang dan akan terjadi. Seperti yang sudah kita lihat, ayat 21 mengatakan, ” Penyelamat- penyelamat akan naik keatas gunung Sion untuk menghukumkan pegunungan Esau; maka Tuhanlah yang empunya kerajaan itu. ” Di satu sisi gunung melambangkan pemerintahan dan otoritas kerajaan. Obaja bicara tentang wilayah kekuasaan dan pemerintahan di pegunungan Esau.

Gambaran ini juga dapat memiliki implikasi jasmaniah terhadap kedatangan Tuhan Yesus, ketika Dia datang bersama orang- orang kudus- Nya. Mungkin itu dapat menjadi suatu pembinasaan terakhir. Kitab Obaja mengungkapkan banyak hal. Saya percaya bahwa segala sesuatunya tidak akan dihancurkan secara total sebelum kedatangan sebelum hari kedatangan Tuhan, dan itu akan menjadi saat penghakiman. Tetapi sampai saat itu tiba, sepak terjang Esau itu dapat ditahan dan dihadapi oleh Gereja yang memiliki otoritas.

Gereja harus mengambil otoritas dengan menyadari posisi otoritas yang telah diberikan padanya dalam Kristus, serta memperluas wilayah kerajaan Allah melalui doa dan syafaat, sambil memukul mundur iblis untuk membawa jiwa- jiwa masuk dalam kerajaan Allah. Dengan kata lain, sebagai Gereja, kita menjadi ‘ perantara ‘ yang berdiri membela jiwa- jiwa itu.

Kita perlu mengerti hati Allah bagi Kaum Kedar, tetapi kita juga perlu melihat musuh dengan jelas ( yaitu saat mereka diekspos ). Ketika musuh disorot dalam terang- Nya, maka separuh dari peperangan itu sudah dimenangkan, karena sekarang musuh sudah tidak memiliki keunggulan–kita sudah dapat melihat mereka. Tragedi- tragedi seperti 9-11 tidak akan mengejutkan kita lagi karena kita akan keluar dan melakukan sesuatu untuk mencegah aksi mereka. Kita tidak bisa hanya duduk manis, menonton TV, dan berkata, ” Ya ampun, apa yang akan kita lakukan? Oh Tuhan, apa yang harus kita lakukan?” Tidak, kita akan bergerak dan melakukan bagian kita. Kita adalah Gereja; kita akan mengambil otoritas, Kita akan bergerak.

Kita akan berhadapan dengan roh terorismr, yang sekarang kita sudah tahu bahwa itu adalah roh Esau, dan kita akan menahan mereka sehingga Kaum Kedar dapat masuk ke dalam Kerajaan Allh. Sekarang ini roh Esau memenjarakan mereka dan membuat mereka tidak dapat menerima keselamatan. Itulah roh yang perlu Anda taklukkan dalam Roh, dengan mengambil otoritas serta menyatakan dan memperkatakan firman Tuhan dan petunjuk yang Dia berikan pada Anda.

Setiap kali Anda berdoa bagi orang- orang Kaum Kedar, Roh Kudus akan membimbing Anda untuk berdoa secara efektif bagi jeritan hati Ismael. Gereja perlu mengambil otoritas, melakukan bagian kita untuk membawa semua orang datang kepada Yesus. Ketika kita melakukan itu, bahkan terorisme pun akan datang kepada Yesus.

Ketika saya berada di Nigeria untuk berkotbah di hadapan para pendeta, seseorang memberikan kesaksiannya, dia mengatakan bahwa dia adalah mantan teroris. Setelah dia menerima Yesus, mereka membunuh istrinya dan mencoba membunuhnya. Belakangan, sebelum teroris membunuh istrinya itu meninggal, dia membimbing orang itu untuk datang kepada Yesus. Sekarang mantan teroris yang sudah lahir baru itu menjadi seorang penginjil. Anda pasti setuju bahwa ini adalah suatu bisnis yang sangat serius, bukan?

Hanya kasih Yesuslah yang dapat menghasilkan keajaiban- keajaiban semacam ini. Ini memang tidak mudah untuk dipercaya, tetapi saya tahu bahwa itu benar. Jangan menganggap enteng Allah dan apa yang sedang Dia coba untuk lakukan.

Musuh memperkenalkan terorisme karena sekarang adalah musimnya bagi Kaum Kedar untuk datang ke dalam Kerajaan Allah. Terorisme membuat dunia dan Gereja berkata, ” Lupakan orang- orang Kaum Kedar, hentikan saja upaya kita untuk menjangkau mereka, mari kita singkirkan mereka saja!” Tetapi Allah ingin agar Gereja bangkit dan tahu bahwa Dia tidak melupakan maupun meninggalkan Kaum Kedar, tetapi Dia memiliki rencana bagi mereka. Dan Dia ingin agar Gereja terlibat dalam rencana-Nya.

Musuh tidak hanya ingin merampas Ismael dari takdi-ilahi mereka, dia juga ingin merampas dia sumber- sumber yang dimiliki oleh Ismael. Berdasarkan Institut untuk Analisa Keamanan Global, Timur Tengah memiliki 64 persen dari persediaan minyak dunia. Sumber sumber keuangan di bagian wilayah itu mengalir untuk mendanai terorisme.

Allah memberkati Ismael. Tetapi ini adalah suatu cara lain yamg musuh gunakan untuk mencoba merampas dan menghalangi takdir- ilahi Kaum Kedar. Kita juga perlu memfokuskan doa- doa kita pada area penting, karena musuh tidak akan berhasil jika dia tidak memiliki dana untuk menyokong para teroris.

Rencana Allah

Rencana Allah akan mengekspos wajah asli terorisme, yang akan jatuh dan hancur– tetapi sebelumnya, dia akan menggila lebih dahulu. Bangsa- bangsa sedang mengizinkan Kaum Kedar masuk ke wilayah mereka sebagai suatu cara untuk mencoba menenangkan mereka– mencoba mengalihkan serangan- serangan terorisme. Tetapi para Kaum Kedar radikal fundalmentalis mengambil keuntungan dari kebebasan yang ada dalam bangsa- bangsa yang merdeka, yang bahkan akan menimbulkan lebih banyak keprihatinan.

Bagaimana kita dapat melindungi kota- kota kita dari terorisme? Anda, sebagai Gereja, adalah terang, Anda adalah mercu suar bagi kota Anda. ( Lihat Matius 4: 14- 16 ). Terorisme adalah masalah yang serius–bagi setiap Negara.

Ketika saya mulai bicara tentang ini dalam acara televisi kami di Kanada, saya menerima email dari seorang hamba Tuhan yang terkenal, yang melihat seorang Kristen tersungkur di tanah, dan orang- orang Kaum Kedar memukuli dia. Tuhan berbicara kepada pendeta itu, dan mengatakan bahwa aniaya itu akan menimpa bangsa ini jika kita tidak mengikuti cara- cara Tuhan. Tampaknya, Kaum Kedar akan dipakai dalam cara ini.

Seperti bangsa- bangsa lainnya, Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris juga memiliki suatu takdir- ilahi dalam Kristus. Kaum Kedar telah mengambil suatu keputusan untuk menguasai bangsa- bangsa yang merdeka, dan dengan cerdiknya mereka berjuang untuk mewujudkan tujuan mereka. Begitu suatu bangsa berhasil dijadikan suatu bangsa Kaum Kedar, jika bangsa itu mencoba untuk kembali pada keyakinan utama mereka yang sebelumnya, maka orang- orang Kaum Kedar percaya bahwa mereka memiliki hak untuk menyatakan perang suci–terhadap orang-orang kafir.

Kita tahu bahwa Allah memiliki suatu rencana, tetapi kita juga harus menyadari keseriusan masalah- masalah yang sedang dihadapi dunia. Kita harus memiliki keseimbangan–tidak takut, tetapi menyadari apa yang sedang terjadi. Setel radar roh Anda. Kita perlu membuka jalan bagi kembalinya kebenaran ke negeri kita, dan Gereja perlu terlibat secara setrategis dalam mengubah jalan hidup bangsa kita. Ada sebuah ‘ jendela ‘ kesempatan yang kecil untuk memberikan perubahan.

Saya percaya bahwa ada suatu ‘ sisa ‘ ( sekelompok kecil orang ) yang akan bangkit dan mendengar firman Tuhan. Ada suatu sisa yang akan mengenal siapa Allah dan yang akan menyelidiki nama- Nya. Ada suatu sisa bangsa yang akan memegang posisi kepemimpinan, menduduki tempat- tempat otoritas, dan akan menggenapi takdi- ilahi yang telah Allah tetapkan bagi mereka. Anda akan takjub, dan Anda akan heran dan bertanya dari mana mereka datang. Mereka bukan siapa- siapa. Mereka hanya orang- orang biasa; mereka bukan orang- orang penting. Tetapi Allah akan membangkitkan mereka dan menempatkan mereka dalam posisi- posisi otoritas. Mereka akan melakukan sega,a sesuatunya secara stategis, yang akan membantu mengubah jalan hidup bangsa mereka dan membawanya pada takdir- ilahinya, pada rencana Allah.

Strategi- strategi terorisme Izinkan saya membagikan tujuh strategi terorisme pada zaman kita:

Mengkamuflasekan takdir- ilahi ( apa yang sudah Allah tentukan sejak awal ) bagi Kaum Kedar di akhir zaman. Iblis ingin agar Gereja tidak dapat melihat rencana- rencana dan tujuan- tujuan Allah bagi dunia Kaum Kedar. Terorisme adalah suatu kabut asap buatan untuk mengalihkan Gereja dari tugasnya. Terorisme adalah suatu realita, dan harus ada keseimbangan yang tepat antara ancaman dan harapan yang datang dari suara Roh Kudus pada zaman kita.
Membuat dunia tuli terhadap jeritan Ismael dalam musim di mana Allah rindu untuk membangkitkannya dan menjawabnya.
Melumpuhkan dengan ketakutan dan mengalihkan dari kasih Allah. Iblis ingin melumpuhkan gereja dengan rasa takut sehingga Gereja tidak akan menjangkau 1,6 juta umat Kaum Kedar yang hidup di seluruh dunia. Ketakutan tidak memiliki suara, dan bahasanya adalah dusta dan kebenaran dalam versi yang telah disimpangkan. Iman cigerakkan oleh kasih, tetapi ketidakpercayaan digerakkan oleh ketakutan. Ketika kasih berbicara, iman mendengarkan; tetapi ketika ketakutan berbicara, ketidakpercayaan mendengarkan. Kasih mengatakan kebenaran, dan ketakutan mengatakan dusta. Sebenarnya kita meneruskan agenda terorisme ketika kita hanya membicarakan tentang kejahatan dan kebinasaan tak terelakkan melalui berita, mimbar- mimbar gereja, dan berbagai bentuk komunikasi lainnya.
Mencuri sumber- sumber alam dan keuangan yang sebenarnya hak Ismael sebagai hasil dari berkat Tuhan baginya. Berkat itu suda disimpan di akhir zaman untuk mendanai injil. Membuat Ismael tetap miskin secara materi, juga secara rohani dan psikologis, akan membuat mereka terus berada dalam kegalauan dan kekacauan, inilah yang iblis inginkan.
Merekrut suatu generasi muda yang kecewa serta memberikan ketenangan yang palsu dan menipu melalui kekerasan dan kematian yang ditawarkan oleh roh Esau.
Merampas warisan rohani Ismael yang diberikan melalui anugerah dalam Kristus. Esau adalah orang yang sangat dikuasai kedagingan dan kehilangan hak kesukungannya untuk mendapatkan warisan dan karena kepahitan, dia gagal untuk menerima anugerah Allah. Roh Esau ini menginginkan hal yang sama bagi Ismael sementara dia bernapsu untuk membunuh Yakub. ( Lihat Ibrani 12; 15- 17 ).
Menyebarkan keputusan ke Amerika Utara dan seluruh bagian dunia barat lainnya. Alkitab mengatakan bahwa harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah seperti pohon kehidupan. ( Lihat Amsal 13: 12 ). Ketika harapan dirampas, iman kita tidak memiliki tujuan, dan kasih kita tidak memiliki efek yang kekal.

Ada suatu kebutuhan yang besar untuk menyeimbangkan maksud- maksud jahat terorisme dengan harapan profetis yang diilhamkan melalui Alkitab tentang keselamatan bagi Kaum Kedar. para teroris ini begitu bernapsu untuk menebarkan teror ke hati Amerika dan melumpuhkan Gereja dengan ketakutan. Mereka digerakkan oleh suatu kekuatan rohani yang tidak terlihat, dan memiliki iman yang dikobarkan oleh berbagai tipu daya dari roh Esau. Semakin kita mendengar kisah yang sepihak tentang para teroris, maka kita akan semakin kehilangan detak jantung Allah bagi umat Kaum Kedar dan menolak untuk berpartisipasi dan bekerja sama dengan Dia. Kita harus melihat lebih jauh dari apa yang terlihat oleh mata jasmani dan menyadari bahwa peperangan kita adalah melawan kuasa- kuasa dan penghulu- penghulu dunia kegelapan dan roh- roh jahat di udara.

Kasih yang sempurna melenyapkan semua ketakutan. Sementara musuh sedang mencoba untuk mengeraskan hati Gereja dengan kebencian terhadap Kaum Kedar. Yesus sedang melepaskan kasih-Nya ke hati kita untuk melembutkan kita agar dapat mendengar Firman Tuhan untuk musim ini tentang semua anak Tuhan.

Momen Renungan

Mayoritas umat Kaum Kedar tidak dikendalikan oleh roh Esau yang membawa kekerasan. Iblis ingin agar kita percaya bahwa semua umat Kaum Kedar ingin mencelakakan kita. Apakah Anda takut pada para penganut Kaum Kedar? Untuk mengizinkan Roh Kudus memakai kita dalam menjangkau Kaum Kedar, dibutuhkan ketaatan dan keyakinan–dalam Dia yang memiliki rencana untuk membawa semua manusia ke dalam Kerajaan-Nya.

Sumber: Perjalanan kaum kedar di akhir zaman – IndoForum

One Response to “Salma”

  1. amen, trimakasih saya sangat diberkati. Kita doakan satu saat mereka akan melihat air hidup yang sesungguhnya, karena Tuhan membuka mata rohani mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: