Menu Tanah Perjanjian

Saya kadang-kadang senang melihat MENU MAKANAN yang tertera rapi dan sistematik di restoran-restoran.Kita dapat memesan sebarang makanan sesuai selera dan keinginan kita.Namun,ada restoran yang kurang peka dengan selera pengunjung sehingga menghidang makanan yang tidak menyegar/menyelerakan.Keenakan makanan bukan hanya terletak pada banyak dan mewahnya makanan tersebut.Kadang-kadang sewaktu pergi berkelah kita merasa keenakan makanan yang kita jamah lain daripada kebiasaannya.Maka,tidak jarang orang suka makan di luar.Mari kita meneliti makanan rohani yang kita jamah….apakah ia menyelerakan atau membosankan kita?

Makanan Baru Di Tanah Baru

Pada waktu itu aka nada pengalaman baru yang ketiga di dalam minggu pertama yang sangat berkesan dan terjadi di sebelah barat sungai Yordan.

“Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu,yakni ROTI YANG TIDAK BERAGI dan BERTIH GANDUM,pada hari itu juga.Lalu berhentilah MANNA itu,pada keesokan harinya.”(Yosua 5:11-12)

Saudara masih ingatkah bahawa selama 40 tahun waktu umat Israel berkelana di padang gurun,setiap hari untuk makan pagi,siang,dan malam mereka hanya mempunyai satu macam makanan saja-MANNA (Keluaran 16:1-36).Namun sudah selayaknya bila mereka harus makan makanan yang begitu sederhana tiga kali sehari,akibat dari pemberontakan mereka sendiri.

Masih teringat masa ketika aku tidak tahu dan belum mengalami secara peribadi apa artinya mempunyai Kristus yang mengontrol hidupku.Meskipun aku ingin melayani Tuhan,aku masih saja berjalan dalam daging-“berkelana di padang gurun.”Kadang-kadang  bila  seorang  pendeta  akan membacakan suatu ayat dari Alkitab,Efesus 6,misalnya,aku akan berkata, “Oh,tidak.Jangan tentang perlengkapan senjata-senjata itu lagi.Aku telah mendengar tentang hal itu sejak aku masih bayi.”

Atau bila mereka akan membacakan tentang anak yang hilang dan aku akan berkata, “Oh,lewati saja,jangan tentang anak yang keras kepala dan penjaga babi itu lagi.Aku telah mendengar 1,000,007 khotbah tentang hal  itu.

Sesungguhnya,hanya ada sedikit hal saja yang kedengaran baru atau segar atau hidup bagiku.Semuanya itu kelihatan seperti sesuatu hal yang lama dan yang itu-itu juga-MANNA,MANNA,LAGI-LAGI MANNA.Setiap pendeta kedengarannya hanya seperti seorang yang paling membosankan yang melangkah ke belakang mimbar.

Bila saudara sedang berkelana di padang gurun,saudara mencoba menyenangkan Allah dengan kekuatan saudara sendiri,berarti saudara sedang makan makanan yang paling sederhana,yang paling MINIMUM.Itu bisa cukup membosankan.Allah memang bermaksud membuat makanan itu cukup membosankan karena Dia tidak pernah bermaksud membiarkan kita tetap tinggal di Padang Gurun.

Seandainya Dia memberi kita daging di padang pasir,mungkin kita tidak akan pernah merasa lapar dan haus akan Tanah Perjanjian.Bila kita sudah merasa puas dengan yang tidak enak,kita tidak akan pernah ingin mendapatkan yang terbaik dari Dia.Ibrani 5 menyatakan bahawa kita perlu meningkat dari hal-hal yang paling mendasar tentang Kekristenan-manna dan susu itu cocok untuk bayi-bayi,itu baik untuk luka (borok) rohani,tetapi Allah ingin kita meningkat ke makanan beras (padat).Makanlah daging sebagai gantinya!Biarkan gigimu menikmati santapan rohani yang paling lezat!

Selama orang-orang Isreal berkemah di padang pasir yang  gersang,Allah menyediakan manna sebagai MENU TETAP mereka-selama empat puluh tahun!Tetapi,pada hari setelah MENYEBERANGI SUNGAI YORDAN,mereka harus mulai menggunakan apa yang telah tersedia di tanah itu sendiri.Lepas dari usaha sendiri yang keras kepala,dengan hati menyerah,memuja Allah,dan merayakan penebusan mereka,mereka mulai makan hasil yang baik dari Tanah Perjanjian.Mereka mulai menikmati buah-buah dari hidup yang berkemenangan.

Seorang Kristen tidak akan bisa mulai menikmati Injil sebelum dia mengerti bahawa Kristus hidup di dalam dirinya,Allah tidak mengharapkan dia menjadi raksasa rohani,sama sekali lepas dari usaha sendiri,penuh pengabdian,berdoa berjam-jam,dan banyak mempelajari Alkitab;sebenarnya yang diharapkan oleh Allah adalah tak lebih dari membiarkan Kristus yang ada di dalamnya,mengontrol dia,memenuhi,dan mengarahkan dia.

Sesampai kita di tempat itu (padang gurun rohani),kita mungkin tahu tentang Alkitab secara menyeluruh,namun begitu kita menjadi bosan secara rohani.Kita mungkin tahu semua dispensasi-dispensasi dan dapat berdebat dengan siapapun,namun merasa kosong dan kering dan secara mendasar (bila kita mau jujur)bosan akan segala hal.Inilah yang dahulu biasa aku rasakan.

Alkitab menyatakan padaku bahawa aku patut menerima pengalaman ini.Bila saudara ada dalam posisi seperti itu,saudara juga patut menerimanya.Tetapi,saudara tidak perlu tinggal di sana,bahkan tidak sehari lebih lama lagi.Saudara bisa keluar dari padang gurun rohani dan menyeberangi Yordan secara rohani dan mulai menikmati hidup baru secara rohani.

Betapa besar perubahannya.Segala sesuatu menjadi baru.Fasal-fasal Alkitab yang lama menjadi hidup.Tentu saja saudara adalah anak Allah bahkan sebelum saudara keluar dari padang  gurun itu,tetapi sekarang saudara sudah tidak lagi mengenyam manna.~LP

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: