How to Build a Healthy Marriage

598844_431790500210315_695117896_n

Shedd wrote the letters in this small book to his son Philip when Philip got married, with advice on how to build a healthy marriage (Shedd wrote a similar volume to his daughter after her marriage, and is entitled Letters to Karen). I cannot recommend this book highly enough. The advice is spot on, encouraging, and convicting at the same time. Even though this book is addressed to a husband, many of Shedd’s observations apply in a courting context. After all, how a man treats his girlfriend, and a woman her boyfriend, reflects how they will treat each other when they become husband and wife.(Shedd, Charlie W., 1968: Letters to Philip: On How to Treat a Woman, New York: Jove Books, 128 pp.)

Sejauh Mana Anda Suka Mencari Kesalahan Orang Lain?

Jika Anda terus-menerus tidak menyukai apa yang Anda lihat di dalam diri orang lain,mungkin Anda memang orang yang suka mencari kesalahan di dalam diri orang lain.
Apabila Anda mencari-cari kesalahan dan terlalu peka terhadap kesalahan dan kelemahan yang ada di dalam diri orang lain,itu berarti Anda memang mempunyai sifat yang suka mencari-cari kesalahan dan suka memusuhi orang lain.

Apakah Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengritik orang lain dalam pikiran Anda daripada melihat kelebihan-kelebihan yang ada padanya?Apakah Anda menekan orang lain untuk mencocokan mereka dengan standar-standar Anda supaya Anda dapat menerima mereka dengan lebih mudah?Reaksi-reaksi ini menunjukkan adanya sikap yang suka mencari kesalahan orang lain dan sikap yang suka memusuhi orang lain.

“Sungguh benar bahwa dalam menghakimi orang lain kita sendiri sedang menyebarluaskan kesalahan dan kekurangan kita sendiri yang masih tersembunyi.”~Dr.J.A.Hafield.(Psychology and Morals).

Dwight Small mendapati bahwa, “Semua komunikasi dalam hubungan yang intim dibangun atas dasar saling mempercayai.Pertama-tama,untuk dapat menceritakan rahasia seseorang kepada orang lain,ia harus secara relatif yakin bahwa mereka saling mempercayai.Rasa saling mempercayai ini akan makin bertumbuh apabila sang suami atau istri itu menganggap bahwa kebahagiaan pasangannya itu berkaitan erat dengan kebahagiaannya sendiri”.
Ada orang yang mengumpamakan penyesuaian diri ini dengan dua ekor landak yang hidup di Alaska.Ketika salju turun dan menjadi dalam dan tebal,mereka merasa kedinginan dan mulai saling merapatkan diri.Namun demikian,ketika mereka saling merapat,mereka mulai saling menusuk dengan bulu mereka yang berduri.Kalau mereka memisahkan diri,mereka merasa dingin lagi.Agar tetap merasa hangat mereka harus belajar bagaimana saling menyesuaikan diri.

Saling pengertian dalam suatu pernikahan tidak berarti tidak terdapat perbedaan.Tetapi itu memang berarti bahwa Anda dan suami atau istri Anda mampu untuk membicarakan perbedaan-perbedaan itu,dan sampai dapat saling mengerti mengenai pandangan masing-masing.

Dua orang yang saling mengasihi tetapi tidak mampu saling mengerti akan mengalami sakit hati-rasa sakit yang menyengat dan berkelanjutan-dalam hubungan mereka.Saling pengertian tidak dapat diperoleh dengan mudah tetapi harus melalui keinginan untuk saling berbagi pandangan,untuk melihat “sisi lain dari masalah itu”,untuk mengeluarkan isi hati,dapat menolong suami istri menyesuaikan diri dan beradaptasi terhadap perbedaan pendapat yang jujur.

Charles Shedd dalam bukunya “Letter to Phillip”,menceritakan kisah mengenai dua sungai yang mengalir dengan lancar dan tenang bersama-sama sampai mereka bertemu dan bergabung.Ketika mereka bertemu,terjadilah tabrakan dan pergumulan yang keras.Namun demikian,ketika sungai itu lambat-laun tenang kembali dan mengalir lagi dengan lancar.Tapi sekarang jauh lebih luas,lebih mengagumkan,dan memiliki kekuatan yang lebih besar.Dr.Shedd mengemukakan, “pernikahan yang baik sering seperti itu.Ketika dua aliran sungai,yang tadinya masing-masing berdiri sendiri dan bebas,bertemu,mungkin akan terjadi benturan kehidupan yang memojokkan.Kepribadian yang saling bertabrakan.Pilihan yang tidak cocok.Gagasan yang saling bertentangan untuk mencari kuasa dan kebiasaan yang saling bersaing untuk mencari kedudukan.Kadang-kadang seperti gelombang;gelombang itu bersemburan dan mengakibatkan Anda kehabisan nafas dan membuat Anda tertanya-tanya ke mana perginya keindahan itu.Namun itu biasa saja.Seperti dua sungai,apa yang ke luar dari pergumulan mereka mungkin sesuatu yang lebih dalam,lebih kuat daripada apa yang dulu ada di dalam mereka masing-masing.”

“Alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!”(Amsal 15:23)
Belajarlah memberikan pujian ketika hal itu tidak disangka-sangka,dan pujian itu akan jauh lebih bernilai bagi harga diri suami atai istri Anda.
Saya percaya dua orang memiliki kesempatan yang besar untuk berbahagia dalam pernikahan apabila mereka memiliki Pribadi ketiga-Tuhan Yesus Kristus-yang bekerja sama dan menguatkan mereka.Namun di samping hubungan setiap pasangan itu dengan Kristus,mereka harus saling berkomunikasi agar pernikahan mereka berhasil. ~H.Norman Wright

“In marriage, each partner is to be an encourager rather than a critic; a forgiver rather than a collector of hurts; an enabler rather than a reformer.” ― H. Norman Wright

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: