Memahami Waktu-Waktu Dalam Kehidupan

Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka. ~1 Tawarikh 12 : 32

images (18)

Terdapat 4 Musim dalam Kehidupan yang selalu hadir dalam kehidupan manusia.Ada musim sejuk,musim panas,musim bunga dan musim gugur.Anda mungkin berkata, “saya tidak tahan dengan kesejukan.”Ada waktunya kita merasa bersendirian dan melalui saat-saat yang dingin.Namun,disebalik apa yang kita alami Tuhan sedang menyediakan bagi kita sesuatu yang indah.Musim sejuk membuat kita menghargai setiap saat dalam kehidupan kita.Yusuf melalui musim sejuk yang panjang dalam kehidupannya sehingga akhir daripada musim sejuk itu kita melihat bahawa Tuhan sedang melakukan sesuatu yang indah dalam diri Yusuf.Maka,kita tidak boleh memandang rendah mereka yang sedang melalui musim sejuk dalam kehidupannya.
Ada seorang pria yang memiliki empat putra. Dia ingin anak-anaknya untuk belajar tidak menghakimi hal-hal terlalu cepat. Maka ia mengutus mereka masing-masing bergiliran untuk pergi dan melihat sebuah pohon pir yang besar.

Anak pertama pergi pada saat musim dingin, yang kedua pada saat musim semi, yang ketiga pada musim panas, dan putra bungsu pada musim gugur.

Ketika mereka semua pergi dan kembali, dia pun memanggil mereka bersama-sama untuk menggambarkan apa yang mereka lihat.
Anak pertama mengatakan bahwa pohon itu jelek, bengkok, dan melilit. Berbeda dengan kakaknya, putra kedua mengatakan bahwa pohon itu ditutupi dengan tunas hijau dan menjanjikan.

Lain lagi pendapat anak ketiga. Ia mengatakan pohon pir itu sarat dengan bunga yang berbau begitu manis dan tampak sangat indah. Anak terakhir tidak setuju dengan mereka semua, ia mengatakan pohon tersebut sudah matang, penuh buah, dan penuh kehidupan.
Pria itu kemudian menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa tidak ada satupun dari pendapat mereka yang salah, karena mereka telah melihat kehidupan pohon pada musim-musim yang berbeda.

Dia kemudian melanjutkan kata-katanya, “Kalian tidak bisa menilai pohon dari hanya satu musim, begitupun dengan kehidupan. Kalian tidak bisa mengatakan bahwa hidup ini begitu menyedihkan, atau begitu berat, karena pasti di suatu waktu kalian pasti merasakan kebahagiaan dan kegembiraan.”

Jika Anda menyerah saat musim dingin, Anda akan kehilangan janji musim semi Anda, keindahan musim panas Anda, dan pemenuhan pada musim gugur Anda. Jangan biarkan rasa sakit dari satu musim menghancurkan sukacita semua sisanya.
Musim-Musim Penyingkapan
Musim semi di dalam hubungan kita dengan Tuhan merupakan periode-periode “cinta pertama” di mana Tuhan dengan giatnya menyingkapkan diri-Nya sendiri, dan rasanya waktu tidak cukup banyak untuk bersama Dia. Kita merasakan kedekatan-Nya, dan hampir selalu ada hadirat yang nyata di dalamnya. Selama musim-musim ini, kehidupan dipenuhi dengan kata-kata yang segar dari Tuhan, pewahyuan yang baru, dan banyak waktu di mana kita melihat Dia mencium kehidupan kita dengan berkat-berkat yang tidak terduga.Musim Semi adalah masa menanam, segala sesuatu ada dalam bentuk benih, tapi musim penyingkapan yang baru akan membutuhkan sebuah proses kepercayaan dan kedewasaan yang baru.
Musim yang Penuh Gairah

images (34)
Sama seperti musim panas setelah musim semi, musim penyingkapan diikuti oleh musim yang penuh gairah. Kita telah mendengar Tuhan ingin memakai kita, dan sekarang keghairahan kita untuk bertindak mulai menguat. Hadirat Allah menyertai kita, dan kita merasa diberikan kuasa oleh kebaikan dan jawaban-jawaban-Nya atas doa-doa kita. Berbagai hal mulai memanas selama masa ini, terutama semangat kita. Pada musim yang penuh gairah, berdoa merupakan hal yang menyenangkan dan kita merasa penuh kuasa. Kita siap untuk mengalahkan iblis, sampai kita menemukan bahwa “iblis yang berada di depan kaca” adalah roh independen kita.Sikap ketidakbergantungan kepada Tuhan adalah pernyataan berpusat kepada kemampuan diri sendiri boleh menyebabkan kita jatuh.
Musim Berdiam di Dalam Gua
Musim dingin memaksa kita untuk menjadi diri kita yang sesungguhnya sampai ke akar-akarnya. Kita mudah menangis dan kadang-kadang kita tidak tahu sebabnya. Setiap penghuni gua tahu bahwa Tuhan menarik hadirat-Nya untuk mengajar kita berdiam diri.
Hasil Musim
Masa-masa keintiman merupakan cara Allah untuk mengajar kita bahwa itu tidak lagi mengenai saya yang sedang berusaha untuk berada dalam Kristus; itu adalah mengenai Kristus di dalam saya, pengharapan akan kemuliaan. Tidak Peduli di musim apa kita sedang berada saat ini, ketahuilah bahwa ada sebuah alasan di musim tersebut yang akan mengajar kita untuk berkata, “Tenanglah, tenanglah hai jiwaku.” Itulah keintiman!Datanglah kepada Tuhan dan Ia akan menyatakan hal-hal yang besar yang tidak kita fahami sebelumnya.

3 ‘Call to me and I will answer you and tell you great and unsearchable things you do not know.’~Jeremiah 33:3 (New International Version)

To everything there is a season, and a time to every purpose under the heavens. Ecclesiastes 3:1

3 But hath in due times manifested his word through preaching, which is committed unto me according to the commandment of God our Saviour;~ Titus 1:1-3King James Version (KJV)

“Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.” (Mazmur 112:4)
Bacaan Alkitab Setahun: Kej 17-18; Mat 10

Pada musim dingin pohon-pohon menjadi kusam tanpa buah. Sementara di musim gugur daun-daun yang berwarna-warni mempercantik pedesaan, karena waktu musim dingin tidak ada lagi percikan warna merah, hijau, dan kuning. Dahan-dahan memberikan suatu kenang-kenangan akan dedaunan musim gugur. Hal yang sama juga berlaku untuk musim-musim dalam kehidupan kita, dimana sukacita dan kemakmuran hanya tinggal kenangan. Di saat-saat sulit yang penuh kehampaan dan kesedihan, penting bagi kita untuk mengingat bahwa musim dingin tidak berlangsung selamanya.

Berpeganglah pada Ratapan 3:22-23, yang menunjukkan harapan yang ajaib yang melampaui kesedihan. “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” C.H. Spurgeon menggemakan perasaan ini dalam tulisannya, “Janganlah takut, hai orang-orang Kristen, karena Yesus besertamu. Di dalam semua pencobaanmu yang pedas ini hadirat-Nya adalah penghiburan dan keselamatanmu. Ia tidak akan pernah meninggalkan mereka yang telah Ia pilih untuk menjadi milik-Nya.”

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11
Ini adalah janji Tuhan bagi setiap orang percaya. Sebuah hari depan yang penuh harapan.

Mungkin Anda sudah biasa dengan bait bait syair berikut:

Tuhan tidak pernah berjanji
Ada matahari dan tidak ada hujan
Ada kesukaan dan tidak ada kecemasan
Ada kedamaian dan tidak ada kesakitan

Tapi Tuhan menjanjikan kekuatan Untuk tiap hari
Kelegaan bagi yang letih dan berbeban berat

Musim semi dekat dengan Anda. Sepasti kuncup-kuncup bunga dan daun yang semerbak yang menghiasi ranting-ranting yang merana, masa penderitaan Anda juga pastilah akan diikuti dengan masa sukacita di dalam Tuhan. Tetaplah arahkan diri Anda pada kebaikan dan belas kasih-Nya, dan Anda akan menyaksikan bunga-bunga iman Anda bersemi dalam sebuah musim baru yang indah.
Sumber: Pdt. Dr. Ir. Jusak Handojo, MA. D.Th. & Buku: “Memiliki Roh yang Intim Dengan Tuhan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: