Sentuhlah Surga Gegarkan Dunia

MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN PRIBADI YANG HIDUP[ROH KUDUS]
“Barangsiapa yang PERCAYA kepada-Ku,seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci:dari dalam hatinya akan mengalir ALIRAN-ALIRAN AIR HIDUP”.[Yohanes 7:38]

images (80)Ayat itu terus menjelaskan bahwa aliran-aliran air hidup itu menunjuk kepada pelayanan Roh Kudus[ayat 39].
Yohanes Pembaptis memberitahu tentang Yesus dengan berkata,”Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”[Luk.3:16].Roh Kudus juga terlihat menonjol peranan-Nya dalam pesan-pesan yang disampaikan oleh para rasul.Pada hari Pentakosta,Petrus menyatakan kepada ribuan orang yang hadir bahwa siapa yang percaya kepada Yesus,maka dia akan menerima karunia Roh Kudus [lihat Kis.2:38].

Para penulis Perjanjian Baru tidak pernah ragu memberikan penghormatan dan meninggikan Pribadi ke Tiga dari Trinitas ini,dan berulangkali menekankan betapa pentingnya memiliki hubungan dengan Dia.Dalam suatu kesempatan,Yesus meyakinkan para murid bahwa kepergian-Nya ke sorga adalah untuk kepentingan mereka sendiri,yaitu agar Dia bisa mengirim Roh Kudus bagi mereka.[lihat Yoh.16:7].HAL TERSEBUT MERUPAKAN SUATU PENGHARGAAN YANG SANGAT MENGAGUMKAN,YANG MENYATAKAN BETAPA PENTINGNYA PELAYANAN ROH KUDUS!YESUS BERKATA BAHWA LEBIH BAIK JIKA ANDA MEMILIKI ROH KUDUS DARIPADA MEMILIKI ANAK ALLAH YANG HADIR SECARA PRIBADI!
Amsal 1:5”Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu…”

KASIH KARUNIA[MENGENAL ROH KUDUS]
Pada masa-masa awal saya di perguruan tinggi,saya terlibat dalam sebuah pelayanan kampus yang cukup terkenal dan menyerahkan kehidupan saya kepada Tuhan.Pada tahun 1972 saya mendaftarkan diri di Dallas Theological Seminary.Sekolah ini menekankan kedewasaan,integritas pribadi serta pengajaran firman,dan dipandang sebagai salah satu seminari yang terbaik di dunia.Sekolah ini juga menentang hal-hal yang berhubungan dengan pengalaman bersama Roh Kudus.Walaupun diskusi yang membahas berbagai masalah teologi sangat dianjurkan,namun kami dilarang untuk mempelajari kekristenan dari sudut pandang karismatik.Di semua kuliah saya di Dalas,kami sama sekali tidak ditugaskan membaca buku-buku atau artikel yang berisikan sudut pandang karismatik.

Seperti kebanyakan mahasiswa Dallas yang lainnya,saya tidak mendengarkan khotbah-khotbah para pembicara karismatik,menghadiri konperensi atau membaca buku-buku karismatik.

Bahkan saya berbangga hati dengan hanya berbelanja ke toko-toko buku Kristen yang tidak menjual buku-buku karya penulis karismatik!Karena tidak memiliki kontak langsung dengan orang-orang karismatik,maka yang saya ketahui tentang pelayanan “karismatik”Roh Kudus ini saya dapatkan dari berbagai buku yang menentang karismatik yang terdapat di perpustakaan saya.Saya menjadi percaya sepenuhnya bahwa orang-orang karismatik tersebut bukan saja salah,namun sangat sangat berbahaya,dan saya tidak ingin “mengotori”pikiran saya dengan mendengarkan apa yang mereka katakan.
Pada tahun 1978,saya lulus dengan baik dari Dallas Theological Seminary mendapat gelar M.Th dalam bidang Perjanjian Baru dan Exegesis(tafsiran).

Selama berada di seminari saya telah menanam sebuah gereja di sebuah kota terdekat.Ketika saya lulus,saya menjadi seorang gembala.Sebagai seorang gembala,saya meneruskan kepada anggota jemaaat sikap yang selama ini diajarkan kepada saya,yaitu secara teratur memperingatkan mereka akan bahaya mencari pengalaman tersebut.
Pada suatu kesempatan saya menerima telepon dari salah seorang anggota jemaat.Dia melihat mobil milik seorang pengikut karismatik yang cukup terkenal sedang parkir di depan rumah anggota jemaat lainnya dan menelepon untuk memperingatkan saya.Saya segera menanggapi telepon tersebut,karena merasa khawatir anggota jemaat yang didatangi tersebut akan tersesat oleh karena berhubungan dengan seorang penganut aliran karismatik!

Selama masa-masa ini,timbul suatu pola yang mencurigakan.Walaupun secara intelektual saya yakin bahwa orang-orang karismatik tersebut salah arah,namun jauh di dalam hati saya berseru untuk sesuatu yang lebih lagi,yang bisa menguatkan saya dalam mengiringi Tuhan.

Dari waktu ke waktu,selagi saya membaca Perjanjian Baru,saya merasakaan adanya suatu ketidakpuasan yang sangat mendalam dengan kehidupan Kristen saya.jelas terlihat bahwa orang-orang yang hidup pada zaman Alkitab mengalami hubungan dengan Tuhan dalam suatu tingkatan tertentu yang saya sendiri tidak ketahui.
Setiap beberapa tahun Tuhan akan mengingatkan hal-hal yang berkaitan dengan Roh Kudus dengan sebuah cara yang pada akhirnya membuat saya merasa tidak sejahtera.Kadangkala hal itu terjadi saat saya mempelajari firman.Setelah beberapa kejadian yang sama terjadi pada saat mempelajari firman,saya akhirnya memiliki banyak pertanyaan.Saya sangat rindu untuk membicarakan masalah yang berhubungan dengan Roh Kudus,tetapi sebagai seorang pemimpin rohani di gereja saya,saya tidak mungkin memperlihatkan apa yang menjadi pertanyaan saya tadi.Bila jemaat saya tahu kalau saya mempertimbangkan adanya kemungkinan bahwa beberapa hal yang berkaitan dengan Roh tersebut adalah sesuatu yang sah,saya akan menghadapi penolakan yang dilakukan dengan seketika.

Pada suatu Minggu pagi pada saat penyembahan sedang berlangsung,saya duduk di bangku gereja sambil mempersiapkan khotbah yang akan saya sampaikan.Saat mendengarkan himne yang sedang diperdengarkan,saya mulai memikirkan kembali tentang pelayanan Roh Kudus,dan sekali lagi saya berharap bahwa ada seseorang yang bisa saya ajak bicara.
Selagi saya duduk sambil berpikir,saya ingat kepada Bob dan Pat Jarrad,sepasang suami isteri yang pada waktu enam bulan lalu berkunjung ke gereja kami.Keluarga Jarrad lulus dari sebuah sekolah Alkitab Karismatik,dan saya berpikir mungkin saya bisa berbicara dengan mereka mengenai Roh Kudus.Tetapi sudah enam bulan saya tidak pernah bertemu lagi dengan mereka.Tanpa berpikir panjang,saya berdoa dengan diam-diam.Tuhan jika semua ini benar adanya,izinkanlah keluarga Jarrad kembali dan menghadiri kebaktian di gereja kami agar ada yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tentang Roh Kudus.

Tidak lebih dari sepuluh detik setelah saya berdoa,pintu gereja pun terbuka dan keluarga Jarrad beserta dengan anak-anak mereka masuk ke dalam!Saya merasa sangat goncang sehingga mengesampingkan seluruh hal tersebut dari pikiran saya.Akhirnya saya tidak menanyakan sedikit pun juga kepada mereka.
Walaupun keluarga Jarrad tidak cukup lama tinggal di gereja kami,selama beberapa tahun berikutnya kami mempunyai hubungan persahabatan yang aneh dengan Bob dan Pat.

Setiap pagi Pat Jarrad akan memulai harinya dengan meluangkan waktunya bersama Tuhan.Selama masa itu Tuhan akan “meletakkan di dalam hatinya”orang-orang yang harus didoakannya pada hari itu.Selama lima tahun berikutnya,bila ada salah seorang anggota keluarga kami yang mengalami sakit,Tuhan akan meletakkkan kami di dalam hati Pat.Pat bukanlah seorang hamba Tuhan yang PROFESIONAL,dan dia tidak duduk di dalam kepengurusan gereja.Dia tidak memiliki semua kualifikasi itu.Dia menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya,sama seperti orang-orang lainnya.Tetapi dia telah mempelajari bagaimana caranya berdoa untuk orang-orang sakit,dan melalui dirinya Tuhan bekerja untuk mengubah hidup kami.

Mungkin kami tidak mendapat kabar dari Pat selama enam bulan,tetapi ketika ada seseorang di dalam keluarga kami yang sakit,Pat akan menelepon.Biasanya dia akan berkata seperti ini, “Hai!Ini saya,Pat.Hari ini Tuhan menaruh kalian di hati saya dan saya ingin tahu apakah ada yang bisa saya doakan?”
Biasanya Pat akan datang dan berdoa untuk siapa saja yang sakit,dan kadang-kadang dia bahkan berdoa dengan memakai bahasa roh.Tanpa terkecuali,anggota keluarga kami yang sedang mengalami sakit tersebut akan sembuh dalam waktu beberapa jam!Peristiwa ini tidak terjadi sekali atau dua kali saja,tetapi sudah terjadi tiga puluh kali selama kurun waktu lima tahun!,Dan hal ini menjadi bahan bercanda bagi anak-anak kami.Ketika ada di antara mereka yang menderita sakit,mereka akan berkata,”Saya rasa inilah waktunya Pat menelepon kita!”Dan dia selalu menelepon!

Hal ini membuat saya merasa tidak nyaman.Pada hari minggu saya akan menyampaikan khotbah bahawa kesembuhan dan berbicara dalam bahasa roh tidak berlaku lagi pada masa sekarang,namun wanita karismatik ini akan datang berkali-kali ke rumah saya,berdoa untuk keluarga saya dan mereka akan mengalami kesembuhan!
Selama tahun-tahun tersebut melalui firman yang saya pelajari serta pengalaman di mana kuasa Tuhan yang menyembuhkan keluarga kami-sebahagian besar keintelektual saya yang menentang berbagai pelayanan karismatik Roh Kudus mulai beransur-ansur menghilang.Saya sampai pada titik di mana saya mengaku bahawa banyak argument yang selama ini diajarkan kepada saya ternyata tidak berlaku.Saya mengaku bahawa Tuhan barangkali masih mengaruniakan karunia kesembuhan,dan jika Dia melakukannya,Pat Jarrad mungkin memilikinya.
Namun demikian,buat saya ada satu hal yang benar-benar pasti,yaitu:Jika beberapa karunia karismatik tersebut memang benar-benar berlaku untuk hari ini,karunia-karunia itu bukan untuk semua orang dan tentunya juga bukan buat saya!Saya tidak menginginkannya di dalam kehidupan saya,dan juga tidak menginginkannya ada di dalam gereja saya.Saya tahu harga yang harus saya bayar jika saya menganut hal-hal tersebut,dan saya merasa tidak siap untuk membayarnya.

KERASNYA KASIH KARUNIA ALLAH
Pada musim gugur tahun 1982,Roh Allah mencurahkan ke dalam kehidupan saya kasih karunia yang sama besarnya seperti yang diperlihatkanNya kepada rasul Paulus.
Di dalam kasih dan hikmat-Nya yang tidak terbatas,Tuhan mengangkat tangan-Nya yang selama ini melindungi dan selama satu tahun mengizinkan sang musuh membuat saya berada dalam suatu keadaan yang hanya bisa dijelaskan sebagai satu tahun di neraka!Dalam bulan-bulan berikutnya saya mengalami apa yang disebut dengan satu tahun yang paling buruk dalam hidup saya.

Hal itu bermula dengan batu ginjal yang menyebabkan saya harus berbaring di rumah sakit selama satu minggu,dilanjutkan dengan sakit radang tenggorokan,pneumonia serta bronchitis yang berlangsung selama seminggu.Pada musim salju tersebut,selama berbulan-bulan saya menderita sakit berat sehingga pada hari Minggu saya akan bangun untuk menyampaikan khotbah,kembali ke rumah dan berbaring kembali sampai hari Minggu berikutnya.
Dengan seorang gembala yang menderita sakit dan sering tidak masuk,gereja saya mulai tertinggal.Secara fisik saya tidak sanggup melakukan pekerjaan sehari-hari yang dibutuhkan untuk menjaga agar gereja tetap dalam keadaan sehat.Tidak ada satu minggu pun yang lewat tanpa salah satu anggota keluarga kami yang berkunjung ke dokter.Secara rutin kami mengatur pertemuan-pertemuan unutk pergi ke dokter.Isteri saya,Linda,menempel sebuah daftar di dinding lemari untuk mencatat “siapa dan kapan yang mendapatkan obat.”

Selama percobaan-percobaan fisik yang kami alami,Pat Jarrad sama sekali tidak pernah menelepon.Di dalam keputusasaan,kami menelepon dia dan memintaNya untuk berdoa,tetapi kesembuhan itu tidak kunjung terjadi.Ketika kami bertanya mengapa kami tidak disembuhkan oleh doa-doanya saat itu,Pat menjawab,”Mungkin Tuhan ingin mengajarkan supaya kalian sendiri yang berdoa untuk kesembuhan kalian.”Apa yang dikatakannya sama sekali tidak membangkitkan semangat kami!
Ketika musim semi tiba,saat kami berpikir bahwa keadaan akan semakin membaik,ketiga anak kami terserang penyakit cacar air-satu demi satu silih berganti.
Akibat meningkatnya biaya pengobatan kami mengalami kehancuran finansial dan terlibat di dalam hutang.Saya jatuh dalam keadaan depresi yang terlihat nyata seperti awam yang menggantung di atas semua yang saya lakukan.

Setelah enam bulan terus menerus didera oleh penyakit,kehancuran finansial,gereja yang berjuang dan tekanan rohani yang tak kunjung berhenti,istri saya dan saya mengalami kekeringan emosi sehingga kami hampir meninggalkan Tuhan.Saya sudah jarang berdoa,dan membaca Alkitab hanya untuk keperluan mempersiapkan khotbah serta pelajaran Alkitab.Dalam skala nol sampai sepuluh,tingkat iman dan persekutuan saya terhadap Tuhan bisa dinilai dengan angka minus lima.
Saya merasa bahwa Tuhan telah mengkhianati saya.Sejak saat saya menyerahkan kehidupan saya kepada Yesus,saya telah berusaha untuk mengikuti dan melayani Dia.Saya tahu semua dari Alkitab.Saya telah bersaksi di hadapan ratusan orang dan melihat banyak di anatara mereka yang datang kepada Yesus.Namun sekarang kehidupan saya mengalami kehancuran dan doa-doa yang saya panjatkan tidak dijawab.Hidup seperti ini bukanlah hidup penuh berkelimpahan seperti yang dijanjikan-Nya untuk para pengikut-Nya!Dalam kepahitan,saya membuat rencana yang serius untuk meninggalkan ladang penggembalaan,kembali ke Florida dan mengambil pekerjaan di bidang sekuler.

Pada suatu hari di akhir tahun itu,pada awal Oktober tahun 1983,saya sedang duduk bersama seorang teman di sebuah kafe kecil tempat kami biasanya bertemu sekali dalam seminggu untuk membicarakan berbagai masalah yang menyangkut dunia dan perkara-perkara teologi.Pada hari yang khusus itu kami sedang menyampaikan rasa simpati kami terhadap keringnya pengalaman Kristen kami dan mempertanyakan mengapa kehidupan Kristen tidak “berjalan”sebagaimana mestinya.
Pada satu titik tertentu,sahabat saya terhenti dan menatap saya dengan tajam seraya berkata,”Saya tidak mengklaim bahwa saya mengetahui bagaimana semua ini bekerja,tetapi saya pikir ini ada hubungannya dengan Roh Kudus!”
Saya tahu bahwa apa yang dikatakannya tadi benar.Saya tidak memahaminya,tetapi saya tahu bahwa jawapannya mempunyai hubungan dengan Roh Kudus.Namun demikian,walaupun hidup di dalam penderitaan,saya tidak mau meminta pertolongan dari-Nya.

SUARA TUHAN
Hari Senin sore berikutnya saya sedang duduk mempersiapkan khotbah yang akan saya sampaikan untuk hari Minggu berikutnya.Pada saat itu,mempersiapkan bahan yang diperlukan untuk khotbah bagi saya bukanlah sesuatu hal yang berhubungan dengan doa dan mencari inspirasi,tetapi lebih merupakan suatu proses studi dan aplikasi yang dilakukan secara mekanis.Hati saya tidak lagi terbeban untuk pelayanan.
Dia menanyakan kepada saya dua pertanyaan.Pertanyaan pertama yang diajukan-Nya, “Jika gereja tidak bertumbuh apakah engkau masih mengasihi Aku?”

Saya harus berhenti dan memikirkan hal tersebut.Akar permasalahan utama dari depresi yang terjadi berasal dari gereja yang saya dirikan,tempat di mana saya telah mencurahkan kehidupan saya selama sepuluh tahun yang sekarang ini sedang berjuang agar tidak mati.Selagi merenungkan pertanyaan yang Tuhan ajukan tadi,saya mengingat bagaimana saya menikmati kedekatan hubungan saya dengan Tuhan selama beberapa tahun sebelumnya,dan tiba-tiba saya menyedari bahwa di balik semua peristiwa yang telah terjadi sesungguhnya saya mengasihi-Nya!Saya menjawab,Tuhan,bahkan jika saya melihat gereja ini tidak bertumbuh saya akan tetap mengasihi Engkau.”

Kemudian Dia bertanya,”Jika engkau tidak jadi pindah ke Florida,masihkah engkau mengasihi-Ku?”Sekali lagi saya bergumul.Selama ini telah berbulan-bulan Linda dan saya berharap untuk bisa pindah ke Florida.Disitulah tempat bagi keluarga dan sahabat-sahabat kami.Ketika semuanya tidak memberikan harapan,kami bermimpi untuk pindah ke Florida.Kami percaya bahwa entah bagaimana semua berubah menjadi baik kalau kami berpindah ke Florida.

Akhirnya saya tahu bahwa dalam hal ini saya harus menundukkan semua pengharapan saya hanya kepada Dia.Saya segera menjawab,”Ya Tuhan.Bahkan jika saya tidak pindah ke Florida,saya akan tetap mengasihi Engkau!”
Kemudian Dia melanjutkan dengan berkata:”Carilah dulu kerajaan-Ku dan kebenaran-Ku.”
Saya segera mengeluarkan sebuah kartu indeks dan menulis kembali instruksi yang disampaikan-Nya tadi.Sejak saat itu kartu tesebut saya simpan di laci saya.Sebenarnya saya tidak merasa terkesan dengan apa yang telah Tuhan katakan walaupun saya menyadari bahwa Tuhan telah berbicara!Sepanjang hidup saya,saya telah diajarkan bahwa Tuhan tidak pernah berbicara lagi kepada manusia tetapi Tuhan telah berbicara kepada saya!Saya masih depresi,tetapi saya tahu bahwa Tuhan telah berbicara.

KUNJUNGAN YANG MENGEJUTKAN
Satu minggu kemudian,Steve Mathers,seorang sahabat kami yang berasal dari Minneapolis berada di kota kami untuk suatu urusan.Walaupun Steve adalah seorang penganut aliran karismatik,dia tidak pernah memaksakan pandangan-pandanagannya kepada kami,dan kami menganggapnya sebagai salah seorang sahabat baik kami. Selagi duduk di ruangan tamu kami pada hari Senin sore itu,Linda dan saya mulai membagikan pengalaman yang kami dapatkan selama satu tahun terakhir.Kami memberi tahu dia bahwa kami merasa Tuhan telah mengecewakan kami.Kami mencurahkan segala rasa frustrasi kami terhadap gereja,kehancuran finansial dan doa-doa kami yang tidak pernah dijawab.Kami menjelaskan kepadanya mengenai depresi yang terus menggantung di atas kami seperti gumpalan awan.Sahabat kami mendengar semua cerita kami dengan penuh perhatian.

Steve tidak menggurui atau tidak berusaha untuk meniadakan masalah-masalah yang kami hadapai dengan jawaban-jawaban singkat dan sederhana yang dipenuhi dengan berbagai istilah Kristen.Dia tidak berkata,”Kalian harus dibaptis dengan Roh Kudus!”Kami bisa melihat bahwa dia betul-betul ikut merasa sedih dengan apa yang telah menimpa kami.Akhirnya dia berkata,”Saya tidak tahu mengapa Tuhan membiarkan kalian melalui itu semua,tetapi saya tahu bahwa Dia tidak akan membiarkan hal-hal itu terjadi jika Dia tidak mempunyai maksud tertentu.Tetaplah berpegang kepada Tuhan.”

Saat hari menjadi semakin sore,Steve bertanya apakah dia bisa berdoa bagi kami kami.Kami tidak terlalu berharap banyak,tetapi kami membiarkan dia berdoa.Saya tidak ingat apa yang didoakan oleh Steve waktu itu,tetapi ketika dia selesai berdoa dia mendapat penglihatan-penglihatan,namun dia mendapatkannya-tepat di ruang tamu kami!Dia berkata,”Saya melihat sebuah gambar sebuah jendela yang diliputi kaca yang buram,dan kamu tidak bisa melihat dengan jelas,Tuhan akan melakukan sesuatu,dan kalian akan bisa melihat.”
Kami tidak mengerti apa arti semua itu dan semangat kami tidak dibangkitkan olehnya.Kami pergi tidur pada malam itu dengan perasaan putus asa,patah semangat,dan kepahitan yang sama seperti yang biasanya kami rasakan.

Namun demikian,ketika Linda dan saya bangun pada keesokan pagi,seluruh dunia telah berubah.Depresi dan kepahitan tersebut telah hilang!Sejak dari pertama kami bangun,pikiran kami dipenuhi dengan lagu-lagu pujian yang penuh dengan sukacita.Roh Allah memenuhi rumah kami,dan dalam waktu semalaman kami telah jatuh cinta kepada Yesus!Hadirat Tuhan terasa sangat nyata di dalam rumah kami sehingga kami terus menerus melakukan komunikasi dengan-Nya.Kejadian-kejadian dan dunia yang ada di sekeliling kami menjadi larut di belakang kami;Hadirat-Nya sekarang menjadi nyata.Kami merasakan suatu kehausan akan firman-Nya seperti belum pernah kami rasakan sebelumnya selama bertahun-tahun.Ketika kami membuka Alkitab dan mulai membaca isinya,Dia akan berbicara langsung ke dalam hati kami.Dengan penuh kasih,Tuhan telah memberikan kepada kami kelepasan yang seketika dari tekanan rohani yang menghantam kami.Hal tersebut merupakan kepenuhan,atau baptisan dari Roh-Nya.Dia telah melepaskan aliran sungai kehidupan-Nya ke dalam jiwa kami yang kekeringan.Tetapi Tuhan tidak selesai sampai di situ.

Dua hari setelah pertama kali Tuhan turun ke dalam rumah kami,isteri saya,Linda sedang mencuci piring di dapur.Hadirat Tuhan ada di tempat itu,dan dia sedang menyaanyikan lagu pujian kepada-Nya.Tiba-tiba Linda merasakan sesuatu yang meluap jauh di dalam dirinya dan dia tahu dengan seketika apa sedang terjadi.Sambil ketakutan dia berkata kepada dirinya sendiri,aku akan berbicara dalam bahasa roh!Karena merasa takut bahwa akan ada orang yang datang dan melihatnya,Linda lari menuju ke kamar kami dan mengunci pintunya,kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya,dan di sana di kamar mandi kami,isteri saya yang saleh dan injili untuk pertama kalinya berdoa dalam bahasa roh!

Saya tidak mengetahui kejadian itu,namun kemudian masih di hari yang sama,saya sedang berjalan di lorong rumah kami menikmati hadirat Allah sambil menaikkan pujian bagi Yesus dan saya dipenuhi oleh perasaan kasih yang tertuju hanya untuk-Nya.Saat saya berupaya mengungkapkan perasaan saya kepada-Nya,Tuhan kembali berbicara kepada saya.Dia berkata,”Engkau bisa berdoa dengan bahasa roh jika engkau mau.”Tanpa ragu-ragu sedikit pun juga,pujian dalam bahasa roh mengalir keluar dari mulut saya.
Selama ini istri saya dan saya telah diajarkan untuk menentang bahasa roh,dan sungguh sangat sulit bagi kami untuk membicarakan apa yang telah terjadi.Kami tidak saling memberi tahu mengenai peristiwa tersebut selama lebih dari satu minggu!

Ketika Linda dan saya duduk untuk membicarakan apa yang telah terjadi terhadap kami,kami tahu bahwa kami telah melintasi garis batas yang membawa kami menuju ke daerah yang menentang pengalaman-pengalaman rohani,tetapi kami tidak pernah mendapat pengajaran mengenai peristiwa tersebut.Kami memutuskan untuk meluangkan waktu selama satu tahun dengan mempelajari Alkitab,untuk melihat apa yang diajarkan di dalamnya tentang hal mengalami Roh.Apa yang kami temukan ternyata sangat menakjubkan.

KESAKSIAN
Saya sedang mengajar dalam sebuah seminar pelatihan penggembalaan yang diadakan selama dua minggu oleh gembala-gembala Rusia dan Ukraine di sebuah kota dekat Odessa di Ukraina.Dalam sebuah sesi yang diadakan pada malam hari,saya sedang menjelaskan tentang bagaimana caranya untuk mengetahui kapan Roh Kudus telah datang atas diri seseorang.

Sambil mencari contoh untuk dipakai sebagai demonstrasi di dalam pelayanan,saya berdoa dan meminta agar Roh Allah datang.Dengan seketika Roh Kudus datang dalam kuasa yang penuh atas diri penerjemah saya,Lena.Oleh karena kebiasaan,saya mengulurkan tangan saya,menyentuh dahinya dengan lembut dan mulai berdoa untuknya.Tanpa suatu peringatan sedikit pun,dia jatuh pingsan ke lantai-dan saya dibiarkan berdiri sendiri di depan sekelompok gembala bangsa Rusia tanpa seorang penerjemah pun yang mendampingi saya!
Saya berlutut dan berdoa untuk Lena selama beberapa menit,dan Tuhan memberitahu saya bahwa Dia sedang menyembuhkannya.Namun,jelas terlihat bahawa malam itu dia tidak akan melakukan tugas terjemahan lagi!Tetapi untungnya,ada seorang laki-laki di tempat itu yang bisa berbahasa Inggeris,dan dengan pertolongannya kami bisa melewati seminar tersebut dengan baik.Lena sendiri akhirnya bangkit setelah berbaring selama dua puluh menit,dan telah mengalami saat-saat yang indah bersama Tuhan.

Pada kunjungan saya yang berikutnya ke Rusia,Lena memberi tahu saya kelanjutan ceritanya.Dia ternyata mengidap penyakit jantung bawaan yang telah menyusahkan dirinya selama beberapa tahun.Pada saat dia berbaring di lantai di bawah urapan Roh Kudus,Tuhan berbicara kepadanya dan memberi tahu bahwa Dia sedang menyembuhkan dirinya.Setelah peristiwa itu Lena membuat perjanjian dengan seorang dokter untuk memeriksa penyakitnya.Beberapa minggu kemudian setelah pemeriksaan tersebut,dokter itu memberi tahu bahwa tidak ditemukan lagi tanda-tanda penyakit jantung di dalam tubuhnya!

BERDOA DI DALAM ROH:KARUNIA YANG PALING KONTROVERSIAL
Saya bertemu dengan Kotsya pada kunjungan pertama saya ke Moskow pada tahun 1991.Kotsya menggembalai sebuah gereja Pentakosta Rusia yang besar di kota tersebut dan banyak membantu saya ketika saya berada di sana dalam beberapa kesempatan.Walaupun sejak dari pertama kami bertemu saya bisa merasakan ikatan persahabatan dengan Kotsya,kami selalu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Kotsya tidak bisa berbahasa Inggeris,dan bahasa Rusia saya juga sangat terbatas.Tetapi untungnya istri Kotsya,Helena,bisa berbahasa Inggeris dengan fasih,walaupun dengan logat Inggeris yang kental.[Dia pernah belajar di sebuah sekolah Alkitab di Inggeris selama satu tahun].

Pada tahun 1993,dalam suatu perjalanan misi ke Rusia,untuk pertama kalinya saya mendapat kesempatan berkunjung ke Moskow pada hari Minggu,dan Kotsya mengundang saya untuk berbicara di gerejanya.Pada waktu itu kebaktian gerejanya disenggarakan di sebuah gedung pertemuan milik partai Komunis.Gedung tersebut sangat besar,dengan gambar palu dan arit yang terbentang di panggung,namun orang-orang yang memenuhi gedung tersebut sangat haus akan Yesus!

Selagi Kotsya memulai kebaktian,dia maju untuk mendekati mikrofon,mengangkat tangannya dan mulai berdoa dengan jelas dalam bahasa Inggeris berlogat Amerika.”Roh Allah yang Kudus,hari ini kami menyambut kedatangan-Mu…”

Saat dia terus melanjutkan doanya,mulut saya ternganga.Jika Anda pernah tinggal dengan orang Russia,Anda akan mengetahui bahwa sangatlah tidak mungkin bagi seorang Rusia untuk berbicara dalam bahasa Inggeris yang jelas tanpa latihan dan praktik selama bertahun-tahun.Namun,Kotsya tidak pernah belajar bahasa Inggeris!

Setelah kebaktian selesai saya berbicara dengan Helena dan berkata,”Saya pikir Kotsya tidak bisa berbahasa Inggris.Tadi selama kebaktian dia sangat fasih berdoa dalam bahasa Inggeris!”
Helena teersenyum,”Oh!Dia memang tidak bisa berbahasa Inggeris,yang diucapkannya tadi adalah bahasa yang dipakainya kalau berdoa.Dia tidak mengerti sedikit pun apa yang sedang didoakannya!”
Helena melanjutkan penjelasannya bahawa pada saat mereka masih berpacaran,Helena selalu mengetahui apa yang ada di dalam hati Kotsya karena pada waktu mereka berdoa bersama,Kotsya akan berdoa “di dalam roh”dengan bahasa Inggeris dan Helena,yang mengerti bahasa Inggeris dengan baik bisa memahami apa yang sedang didoakan oleh Kotsya.~Robert Heidler(Mengalami Roh)diterjemah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: