Ketika Roh Kudus Terlibat

Ketika Roh Kudus Terlibat Dalam Bisnis dan Karier

Written by Ir. David Kurniadi

klaus-nigge-american-bald-eagle-grasps-its-prey-below-the-waterRoh Kudus berkarya secara ganda, yaitu secara personal untuk membangun karakter moral, dan secara impersonal yaitu sebagai kuasa yang memberi kemampuan secara istimewa. Di Perjanjian Lama kita lebih banyak melihat Roh Kudus berkarya secara impersonal dengan memberi hikmat seperti kepada Yusuf, Daniel dan Salomo, atau memberi kecakapan seperti kepada Bezaleel dan Aholiab, atau memberi kemampuan untuk memimpin seperti kepada Daud dan Gideon. Karya-karya impersonal Roh Kudus ini menjadikan mereka sangat efektif dan berhasil secara istimewa, sehingga mereka menjadi tokoh-tokoh Alkitab yang memberi inspirasi kepada kita.

Kalau kita perhatikan, karunia-karunia Roh Kudus itu turun bukan hanya kepada nabi-nabi atau imam-imam, tetapi juga ke atas orang-orang yang bergerak di bidang “sekuler.” Yusuf dan Daniel adalah pejabat tinggi (birokrat) dalam pemerintahan. Daud dan Salomo adalah raja (kepala pemerintahan.) Bezaleel dan Aholiab adalah ahli dalam berbagai pekerjaan seni dan pertukangan untuk membangun Kemah Tabernakel. Dengan kata lain Roh Kudus dapat memperlengkapi orang-orang yang bergerak dalam bidang sekuler, baik sebagai pebisnis ataupun profesional.

Bagi orang sekuler dunianya dibagi dua: yang sekuler dan yang rohani. Sebenarnya bagi orang-orang yang rohani, yang hidupnya dipimpin oleh Firman Allah dan Roh Kudus, tidak ada perbedaan antara sekuler dan rohani. Bagi orang yang rohani semuanya bersifat rohani. Bisnis dan profesi juga bersifat rohani, karena bukan hanya sebagai sarana untuk mencari uang, menaikan taraf hidup dan memperoleh berbagai pencapaian. Bisnis dan profesi bagi orang yang rohani adalah sarana untuk beribadah dan melayani, bahkan menjadi sarana untuk kehendak dan rencana Allah.

Bisnis menjadi ibadah ketika berbagai pencapaian yang diperoleh adalah untuk kesaksian bagi kemuliaan nama Tuhan. Pengalaman bisnis dan karier menjadi pengalaman rohani bersama Tuhan yang yang membawa kita untuk lebih mengenal dan mengasihi Tuhan. Bisnis dan karier juga menjadi sarana pelayanan, yaitu untuk menjadi berkat dan memberi pengaruh (dampak) yang positif di dunia bisnis (market place).

Karena bisnis dan karier kita bernilai rohani, maka Roh Kudus akan mengurapinya. Allah mempunyai kepentingan dengan bisnis dan karier orang yang rohani sebab bisnis dan karier mereka menjadi sarana Allah untuk mewujudkan kehendak dan rencana-Nya di muka bumi. Allah menjadi salah satu “Stake Holder” (pemangku kepentingan) dalam bisnis kita. Sedangkan kepada orang yang sekuler, yang bisnis dan kariernya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, Allah tidak punya urusan dan kepentingan apa-apa.

Allah peduli (concern) dengan bisnis dan karier orang yang rohani sebab mereka peduli dengan rencana dan kehendak (urusannya) Allah. Bisnis dan karier mereka menjadi bagian dari kehendak dan rencana Allah, sehingga Allah melibatkan Roh Kudus untuk mengurapi dan berkarya dalam bisnis dan karier mereka.

Orang-orang sekuler berpikir secara sekuler untuk kepentingan dirinya: untuk pencapaian, ambisi, popularitas. Jika Allah “diikutsertakan” oleh mereka, itu juga untuk kepentingan pribadi mereka. Allah “diperalat” untuk ambisi pribadi. Allah tidak diuntungkan apa-apa olehnya. Alah tidak mau terlibat dan Roh Kudus tidak akan mengurapi bisnis dan karier mereka. Tetapi orang-orang yang rohani berpikir secara rohani untuk kepentingan Allah: untuk mewujudkan kehendak dan rencana Allah, untuk menjadi saluran berkat bagi orang banyak dan untuk kesaksian bagi kemuliaan Allah. Allah melalui Roh Kudus-Nya rela melibatkan diri dalam bisnis dan karier orang itu, sebab karier dan bisnisnya justru menjadi “sarana” Allah untuk kehendak-Nya dan kemuliaan-Nya.

Ketika Roh Kudus terlibat dalam bisnis dan karier kita maka Ia memberikan karunia-karunia-Nya yang luar biasa, yang menjadikan kita sukses dan istimewa. Roh Kudus dapat mengaruniakan hikmat dan pengetahuan-Nya sehingga kita dapat mengetahui yang tidak atau belum diketahui orang banyak. Akibatnya kita dapat mengantisipasi keadaan dan bergerak lebih maju dari orang lain dan menjadi yang terdepan. Dengan hikmat Roh Kudus kita dapat mengambil keputusan-keputusan dan solusi yang jitu atas keadaan yang sedang dihadapai atau yang akan terjadi.

“Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan…” (Pengkhotbah 2 : 26)

Allah melalui Roh Kudus “memberitahukannya” kepada kita. Ia bahkan menunjukkan hal-hal luar biasa yang tidak dipahami oleh orang-orang lain.

“Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” (1 Korintus 2 : 10)

“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” (Yeremia 33 : 3)

Roh Kudus juga dapat memberikan kecakapan sehingga kapasitas kita menjadi semakin besar dan dimampukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar sehingga bisnis dan karier kita mengalami promosi.

“….oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi (mengalami promosi). Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai (Allah mengekspansi kapasitas).” (Mazmur 89 : 25 – 26)

Roh Kudus dapat mengaruniakan otoritas dan wibawa sehingga kita dapat menjadi pemimpin dengan jiwa kepemimpinan yang kuat (strong leadership), bijaksana dan disegani. Roh Kudus juga dapat menggerakkan orang-orang yang dapat membantu keberhasilan kita seperti ketika Allah menggerakkan hati raja Koresh untuk membantu Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem, atau ketika Allah menggerakan orang-orang gagah perkasa dari Gibea untuk membantu Saul.

Lebih dari itu Roh Kudus juga secara personal berkarya di dalam orang percaya memberi kekuatan batin berupa sukacita dan semangat (antusiasme). Ia juga membangun karakter moral yang baik sehingga kita bukan hanya diperkenan oleh Allah tetapi juga oleh manusia (Galatia 5 : 22 – 23).

Ia menanamkan sifat kasih, kerendahan hati dan kemurahan hati (generosity) sehingga kita tidak menjadi sekedar “mesin pencetak uang” atau menjadi “business animal.”

Damai sejahtera, sukacita dan kesabaran Ia tanamkan sehingga kita dapat bertahan di tengah persaingan yang keras dan krisis yang hebat. Ini menghindarkan kita daripada stres dan depresi.

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4 : 7)

Kebaikan, kesetiaan dan pengendalian diri yang Ia tanamkan di dalam kita membuat kita menjadi kesaksian yang positif dan memberi pengaruh positif yang nyata di dunia bisnis.

Jadi, mengapa kita tidak segera mengambil keputusan untuk mengubah paradigma kita dari yang sekuler menjadi rohani?

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini (sekuler), tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (paradigma), sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12 : 2)

Mengapa kita tidak melakukan konversi tujuan bisnis dan profesi dari sekedar untuk ambisi dan pencapaian pribadi menjadi sarana bagi terwujudnya kehendak Allah dan terlaksananya rencana Allah di muka bumi? Bukankah dengan demikian kita dapat melibatkan Allah sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam bisnis dan karier kita? Jika kita berani mengambil keputusan yang radikal dan fundamental ini maka Allah akan melibatkan Roh Kudus-Nya untuk mengurapi kita dengan kuasa dan memperlengkapi kita dengan berbagai karunia-Nya yang ajaib. Dengan pertolongan dan penyertaan Roh Kudus seperti ini, kita akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar dan mulia yang telah dipersiapkan Allah bagi kita sebelumnya. Bukankah ini suatu keputusan bisnis yang luar biasa?
Picture2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: