MASUK MENARA DOA

Seekor Unta

Image

Seekor unta, setiap pagi, dia akan berlutut di depan tuannya untuk mengambil beban yang akan dibawanya sepanjang hari, dan saat malam tiba, ia akan kembali berlutut agar tuannya bisa mengambil beban dari punggungnya…

Image
Itulah seekor unta kepada tuannya.
Begitulah seharusnya kita…

Berlutut memulai hari sebelum mengangkut beban yang harus kita tanggung sepanjang hari ini…

Dan saat malam tiba, itulah saat kita kembali berlutut untuk menyerahkan semua beban dalam hidup kita..

Dan percayalah saat kita berlutut, menyerah, maka pasti ada  tangan TUHAN juga menjaga dan  melindungi kita…

Matius 11:28 
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu“. 

Image

Setetes air matamu……. DIA perhitungkan
Sepatah katamu……. DIA dengarkan
Sesak hatimu yang hancur……. DIApun merasakan
Sekecil apapun pergumulanmu……. DIA peduli
DIA menjagamu seperti bola mataNYA
Apapun yang kamu rasa, yakinlah TUHAN selalu setia dan peduli…….
Maka itu, janganlah menyerah dan  putus asa…….
Serahkanlah semuanya……. masalah, beban dan kebutuhanmu ke dalam tangan Tuhan 

Pdt. Niko Njotorahardjo

 

Berharap pada Tuhan itu berarti:

 

  1.       Taat dengan sepenuh hati & membaca Firman Tuhan setiap hari.
  2.       Tidak sombong, ditandai dengan kerendahan hati untuk unity.
  3.       Mendapat kekuatan baru karena menanti-nantikan Tuhan. Pastikan bahwa kita mendapatkan 3 hal paling esensi dalam beribadah, yaitu: hadirat Tuhan, pengurapan dan Bahasa Roh. Hadirat Tuhan muncul ketika ada kekudusan, kerendahan hati, unity dan Bahasa Roh.
  4.       Ingin lebih peka mendengar suara Tuhan dan melakukannya pada ‘zaman ini’. Menjadi ‘Maria’ yang senantiasa duduk dekat kaki Yesus adalah prioritas hidup yang utama untuk mengerti isi hati Tuhan (kebutuhan-Nya).

 

Pentakosta ke-3 itu berbicara tentang:

 

  • Banyak masuk menara doa
  • Umat Tuhan dipakai menjadi leader of 7 mountains
  • Miliki respon yang benar ditengah goncangan
  • Menjadi saksi Kristus
  • Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat singkat!

 

Entering the next level berarti menjadi semakin dewasa rohani. Matius 7:13-14 berkata “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” Untuk masuk surga, biarlah kita termasuk dalam bilangan orang-orang yang ‘sedikit’ itu, yaitu orang-orang yang murni hatinya di hadapan Allah dan manusia.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: