Mental Pahlawan

Mental Pahlawan Yoel 3:1-21; Filipi 4:13

“Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan”” (Yoel 3:10)

Image

Mengubah mata bajak menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkas menjadi tombak jelas bukan merupakan masa damai. Bandingkan ayat ini dengan Yesaya 2:4 dan Mikha 4:3 yang merupakan kebalikannya. Arti dari Yoel 3:10 ini hanya satu: perang! Bayangkan, misalnya Anda adalah seorang petani yang biasa berkecimpung dengan bajak, pisau pemangkas, arit, pacul, dsb, tiba-tiba pemerintah memerintahkan Anda untuk menjadi tentara, karena negara dalam keadaan darurat perang, tidak ngerikah Anda menghadapi hal ini? Anda yang terbiasa memegang pacul kini harus memanggul senapan. Ada satu kalimat yang keluar dari mulut Anda, “Aku tak mampu!” Tetapi pemerintah mendesak Anda, “Yang tidak mampu hendaknya berkata: “Aku ini pahlawan”!

Sekarang juga Tuhan berkata kepada Anda, “Bila engkau tak mampu, katakan “Aku sanggup di dalam Kristus!” Bila engkau lemah, katakan: “Aku kuat di dalam Kristus!” Bila engkau sakit, katakan, “Aku sembuh oleh bilur-bilur Yesus!”  Ketika malaikat Allah datang kepada Gideon, ia menyapanya dengan ‘pahlawan’ (Hakim-hakim 6:12). Kenyataannya, Gideon masih menganggap dirinya kecil dan tiada berdaya saat malaikat ini menyampaikan firman Allah bahwa Allah hendak memakainya menjadi alat untuk melepaskan orang Israel dari cengkeraman orang Median. Gideon lupa bahwa Allah telah menyapanya dengan ‘pahlawan’!

Alkitab berkata bahwa kita adalah lebih dari pemenang di dalam Dia (Roma 8:37), orang yang sanggup menanggung segala perkara di dalam Dia (Filipi 4:13), dan orang yang telah dimerdekakan dari hamba dosa (Roma 6:18). Bukankah hal-hal ini menyatakan bahwa kita adalah manusia luar biasa di dalam Kristus? Saudara, memandang diri sendiri sebagaimana Allah memandang Anda adalah kunci sukses menerima berkat. Firman Tuhan adalah kaca yang tepat untuk memandang diri sendiri. Jangan memandang diri sendiri melalui buku-buku bacaan dan filsafat-filsafat dunia, karena buku-buku itu dapat menjerumuskan Anda. Melalui Alkitab, Anda akan tahu siapa diri Anda sebenarnya di dalam Kristus.

Sayangnya, banyak orang Kristen yang “lupa” bahwa dirinya adalah orang-orang yang menang di dalam Allah. Saat berkat1016866_10152350223252915_494059261_n (1) datang, mereka bersikap seperti pahlawan. “Lihat berkat yang Allah berikan kepadaku karena aku rajin melayani-Nya,” kata mereka sambil membusungkan dada. Tetapi, kala persoalan melanda, mereka melarikan diri pada perkara-perkara dunia: ke diskotik, mabuk-mabukan, ngepil, ke dukun, dsb. Di manakah mental pahlawan mereka? Di manakah janji mereka yang katanya tidak akan meninggalkan Tuhan?

Apabila saat ini Anda sedang menghadapi persoalan,pandanglah diri Anda sebagaimana Allah memandang Anda. Sebelum dan setelah persoalan datang,Allah tidak mengubah pandangan-Nya bahwa Anda adalah anak-anak-Nya yang mewarisi kemenangan Kristus!~Jimmy Oentoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: