Road To Revival part 4 (Taman Bunga)

Rahasia Hati..

Hati bagaikan sebuah Taman.. Jika kau tak menjaganya.. Dia akan rusak..bunga-bunga akan kering.. dan tak ada kupu-kupu kebahagiaan yang datang..

10475590_677483585638004_2258854541501007992_n

Kidung Agung 8:5. Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? –Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
Apa yang paling melegakan, setelah melewati lembah dan padang gurun? Selain menjumpai Taman bunga yang luas dan melegakan roh dan jiwa?

Perjalanan hidup ini bukanlah dari apa yang kelihatan saja, tetapi perjalanan hati dan perjalanan roh dan jiwa. Banyak sekali yang telah terjadi sebelumnya, ada pelajaran;
1.    Pelajaran kesatuan hati
2.    Pelajaran peperangan roh
3.    Pelajaran pemulihan dan pengampunan
4.    Pelajaran kepercayaan sesama tim
5.    Pelajaran bahwa kebangunan adalah HAK-NYA
Dan lain sebagainya…

Kali ini, kita akan menempuh pelajaran yang paling berharga ”PELAJARAN CINTA SEJATI” 

Semua yang dilakukan, pelayanan dan kegerakan tanpa KASIH adalah sia-sia. Pelajaran tentang apa arti cinta yang sejati adalah pelajaran yang paling berharga dalam kebangunan rohani yang sejati. 

Kebangunan rohani identik dengan lahirnya jiwa-jiwa baru dalam Kerajaan Allah. Kebangunan rohani bukanlah sebuah acara yang dibuat dengan kepandaian menajemen manusia untuk membuat program acara yang megah dan mewah, disertai banyak massa yang banyak. Hal itu jauh dari arti kebangunan rohani yang sedang kita nantikan.

Kebangunan rohani adalah gelombang Roh Kudus dimana jiwa-jiwa bertobat dengan sungguh-sungguh dan dilahirkan kembali dalam Kerajaan Allah untuk diselamatkan. 

BAGAIMANA MENGANDUNG KESELAMATAN?
Yesus sudah menanggung semuanya di Kayu Salib sehingga kita yang percaya kepada-Nya dapat diselamatkan dan masuk dalam Kerajaan-Nya. Dialah yang pertama kali “mengandung kita semua” 

Yesaya 42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. 
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap. 
42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga. 
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan. 
42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!” 

Ya, oleh karena Dialah kita dilahirkan dalam Kerajaan Allah, sehingga kita dapat menjadi warga Kerajaan Allah di Sorga. 
Saya pernah mendengar istilah “doa mengerang dalam roh” seperti wanita yang melahirkan beberapa tahun lalu, tetapi saya belum pernah mengerti apa artinya. Akhirnya saya tahu, bahwa untuk melahirkan sesuatu yang ilahi di bumi ini tidak pernah instan, selalu ada proses, yaitu proses “mengandung dalam roh” dan “ melahirkan dalam roh”.

Lalu apa hubungannya dengan Road To Revival ini? Jelas sangat berhubungan! Tidak ada kebangunan tanpa adanya jiwa-jiwa dilahirkan. Kebangunan jelas bukan masalah acara, program, ataupun gedung megah, tetapi bicara tentang jiwa-jiwa. Jiwa-jiwa dan jiwa-jiwa. Anda rindu ada kebangunan rohani? Maka anda harus siap dengan ketiga proses ini;

1. MENJADI MEMPELAI KRISTUS/KEKASIH ALLAH
Menjadi Mempelai Kristus adalah impian kita semua. Kita mengethui ada tingkatan-tingkatan kedewasaan dalam hubungan kita dengan Bapa, yaitu Bapa-anak, Tuan-hamba, Sahabat-sahabat, dan Mempelai-kekasih. 
Tidak ada rumus pasti bagaimana menjadi kekasih Allah, yang pasti tentu kita harus melewati semua tahap hubungan ini dan tidak melupakan prinsip hubungan sebelumnya. 
Mungkin saat anda mulai dibawa Bapa ke tingkat kekasih ini, anda akan mulai merasakan kerinduan yang tak terpuaskan kepada-Nya, suatu rasa yang tidak dibuat-buat tetapi suatu hasrat kasih yang rindu selalu bersama-Nya. Seperti hasrat dan getaran seorang kekasih yang sedang menunggu-nunggu kekasihnya. Tidak ada yang lebih baik menggambarkannya selain kitab Kidung Agung yang mengandung sejuta rahasia cinta.

KEINTIMAN dimulai dari ALLAH sendiri, karena Dia sendiri rindu untuk membawa kita menjadi kekasih-Nya, seseorang yang terdekat dengan-Nya, yang dapat DIPERCAYAI. Kisah cinta kita dengan Bapa, Tuan, dan Sahabat kita ini berlanjut dialam yang lebih indah dan manis, yaitu kisah cinta di Taman Bunga Bapa, dimana Bapa membawa roh kita bersama-Nya untuk menikmati cinta-Nya yang spesial untuk kita secara PRIBADI dan UTUH.

Kid 1:2.Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, 
Kita akan mengalami yang namanya kehausan yang sangat akan cinta Sorgawi, dan menikmati cinta-Nya bak anggur yang memabukkan. Ya….kita menjadi PECANDU CINTA-NYA. Setiap hari akan dipenuhi dengan air mata kerinduan akan Kekasih Sorgawi.

Kid 2:1. Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 
2:2 — Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis. 

Kisah cinta yang Tuhan berikan hanyalah kepada anak-anak-Nya yang memahami betapa berharganya cinta-Nya melebihi semua yang ada di dunia ini. Sang kekasih wanita-Nya adalah yang seperti bunga tersebut, yang tidak membuka dirinya untuk semua orang, tetapi hanya kepada SATU yang tepat, dan hanya DIA lah Pribadi yang tepat untuk kita memberikan semua cinta kita. 

Kid 2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta. 
2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. 
2:6 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 

Cinta selalu memabukkan. Kelimpahan cinta dan keintiman dengan Kekasih Sorgawi tidak terungkapkan dengan kata-kata, tetapi sungguh menjadi naungan yang kuat, seperti panji perang terhadap musuh-musuh. Teringat kisah Esther, Sang Ratu yang memenangkan peperangan besar terhadap bangsanya hanya dengan KEINTIMAN dengan RAJA. Jika anda mendapatkan kasih Raja, anda akan mendapatkan segalanya. 

Pelukan Sorgawi adalah pelukan yang sangat nikmat dan menyegarkan jiwa, roh, juga tubuh kita. Walau pelukan dan kecupan Sorgawi tidak nampak seperti pada cara duniawi ini, tetapi tenggelam dalam pelukan Kekasih kita adalah yang terindah, karena cinta-Nya adalah MURNI. Sedangkan jiwa kita telah lelah dengan semua ketamakan dan kekotoran dunia ini.

Kid 2:10 Kekasihku mulai berbicara kepadaku: “Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! 
2:11 Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. 
2:12 Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. 
2:13 Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! 

Kekasih Sorga mengajak kita untuk melihat Taman cinta kita bersama Dia, bunga-bunga bermekaran dimana-mana. Ini saat yang indah dimana ada buah-buah cinta, benih-benih cinta yang diberikan, janji-janji kebangunan yang segera nyata. Sungguh saat yang menggairahkan bersama Kekasih Sorga kita! Bangun, dan lihatlah…..kekasih Raja, kita perlu untuk menjaga Taman kita. Karena walaupun Taman itu telah dibangun Raja, Kekasih kita untuk menjadi tempat pertemuan yang manis dengan kita, kekasih-Nya, tetap saja ada musuh yang dapat menyerang dan selama dibumi, tentulah, kita bukanlah kekasih yang sempurna bagi-Nya, sehingga kita harus mengalami yang namanya ; PEMURNIAN CINTA

Kid 2:14. Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!” 
2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga! 

Di Taman yang sedang berbunga dan berbuah dengan indah, ada rubah-rubah kecil, yaitu PENCURI yang larinya sangat cepat, dan suka mencuri buah dan bunga-bunga dalam hati kita. Taman kita sedang dirusaknya! Hal ini biasanya terjadi saat kita begitu terhanyut dengan semua kemabukan cinta tetapi tanpa berjaga-jaga dengan musuh kita. Dibumi, kisah cinta kita belum sempurna, jadi setinggi apapun kita dibawa didalam roh, tetap saja kita mesti berhati-hati menjaga tubuh, jiwa dan roh kita suci dan murni dihadapan-Nya, tetap memelihara semua janji Bapa dan semua yang ilahi dalam hidup kita dan komunitas/gereja/keluarga kita. 
Kerusakan Taman tentu disebabkan oleh kelalaian kita sebagai manusia yang sedang belajar disempurnakan, hal ini bisa saja terjadi, tetapi jangan kuatir. Taman Bapa akan dibangun kembali.

Kid 3:1. Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 
3:2 Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 
3:3 Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?” 
3:4 Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku. 

Ada saat dalam masa pemurnian cinta kita kepada Kekasih Sorga kita, kita akan mengalami hal ini juga…mungkin setiap kekasih-Nya akan mengalami pengalaman seolah”ditinggalkan”. Ada sebuah kata kunci yang dapat kita pegang dalam masa ini; CINTA adalah KEPERCAYAAN. Untuk memahami hal ini, kita perlu mengalami ujian demi ujian. Saat sudah mengalami cinta yang melimpah, anggur yang memabukkan, api cinta yang berkobar-kobar akan Dia, tiba-tiba saja…Dia menghilang begitu saja……Tetapi, Dia mau kita setia kepada-Nya, mencari-Nya dengan penuh kerinduan, dan percayalah, tidak lama kemudian Diapun akan mau ditemukan dengan cepat, karena Diapun tidak mau terpisah dari kita, Dia hanya mau kita belajar arti cinta yang lebih dewasa. Cinta kanak-kanak, selalu sedikit egois dan selalu ingin bersama, mengikat terlalu kuat. Tetapi cinta dewasa adalah kepercayaan dan tanggung jawab. Kini kita sampai pada tingkatan cinta yang mulai didewasakan…..

Kid 4:10 Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah. 
4:11 Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon. 
4:12 Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai. 

Saat cinta kita makin didewasakan dan dimurnikan, maka percayalah; KEMURNIAN itu LEBIH INDAH dan MANIS. Maka Dia, Kekasih kita akan lebih lagi begitu tertarik kepada kita, kekasih-Nya, begitu nikmat dan menyenangkan Dia, memuaskan Dia. Apa yang paling kita rindukan selain kita dapat melihat-Nya puas dan bahagia terhadap kita?? Bibir bicara tentang kenikmatan kata-kata kepada Kekasih kita. Orang yang jatuh cinta, mendadak dapat berpuisi dan mengagungkan yang dicintai, bukan? Setiap pecinta Raja pasti juga dengan sendirinya akan mulai mengalir di bibirnya, kata-kata pujian, pengagungan, kebahagiaan, kenikmatan, kerinduan yang tak henti-hentinya.  Kidung Agung juga menceritakan bahwa kita seperti kebun tertutup dan termeterai. Sungguh indah Dia menganggap  kita adalah sebagai milik-Nya secara pribadi, bukan untuk yang lain, Taman kesukaan-Nya sendiri dan termeterai menjadi milik-Nya sendiri! Indah bukan??

Kid 5:2. Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. “Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!” 
5:3 “Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?” 
5:4 Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku. 
5:5 Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu. 
5:6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya. 
5:7 Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok. 
5:8 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku! 

Dalam perjalanan cinta ini, setelah mengalami keintiman yang tidak biasa, yaitu keintiman sebagai kekasih, kita dibawa untuk mengandung janji-janji dan benih Ilahi sehingga kita selalu merindukan Dia dan keselamatan di bumi ini. Setelah itu Bapa mendewasakan kasih kita setelah kelalaian dan ketidaksempurnaan kita menjaga Taman-Nya. Dia memurnikan cinta kita dan mendewasakannya. Seiring proses kemurnian yang tentu menyakitkan, Dia menikmati anggur dari hidup kita yang lebih murni lagi. Itulah kerinduan-Nya.
Setelah itu? Ya..ada masa juga dimana kita akan mengalami masa dimana Kekasih kita meminta kita untuk ada setiap saat, berjaga setiap saat, dan tidak akan pernah menolak Dia lagi tentang masalah apapun. Ini adalah PENYERAHAN yang lebih dalam. Sebagai kekasih, kita perlu peka saat Dia mengetuk pintu kita dan meminta sesuatu kepada kita, apapun keadaan kita, baik atau buruk, kita mulai diajar bahwa hidup kita sungguh milik-Nya. Ada sesuatu yang Dia ingin kita untuk lalukan, maka mari belajar lakukan. Mungkin Dia mulai mendisiplin dan melatih kita berdoa untuk lebih lama dan menikmati kebersamaan dengan-Nya yang terlebih penting dari apapun, memilih waktu berdua dengan-Nya atau dengan pasangan jasmani kita? Memilih untuk bangun pagi dan berdoa atau tidur? Memilih untuk perasaan kita atau perasaan dan kerinduan-Nya?

Kid 6:2 –Kekasihku telah turun ke kebunnya, ke bedeng rempah-rempah untuk menggembalakan domba dalam kebun dan memetik bunga bakung. 
6:3 Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung. 

Kekasih Sorga digambarkan sebagai seorang Gembala yang menggembalakan domba-domba. Kekasih kita suka untuk berada di Taman. Taman adalah tempat rahasia antara cerita kita dengan Dia secara pribadi. Kekasih Sorga adalah seorang yang sangat lembut dan ramah, seorang PRIA IDAMAN yang sempurna!. Kita akan dapat bernyanyi bahwa aku adalah kepunyaan Kekasihku dan Kekasihku adalah kepunyaanku. Kepemilikan yang total dan menyeluruh akan keduanya sehingga keduanya menjadi SATU ROH. 

1 Kor 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, 
menjadi satu roh dengan Dia.

 

Kid 6:10 “Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?” 
6:13 Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?

Seorang kekasih Tuhan, tidak hanya duduk-duduk bak permaisuri Raja dan hanya mempercantik diri di kamar saja, walau itu penting bagi Raja. Tetapi seorang kekasih haruslah seseorang yang dapat dipercaya dan dapat berperang juga disisi Raja, Kekasihnya yang sedang berperang. Dialah Raja yang sedang berperang sampai bumi ini pada kesudahannya dan Dia akan datang memulihkan semua dan mengembalikan semua pemerintahan dalam kuasa-Nya dimasa Kerajaan Seribu Tahun damai itu. Sebagai kekasih-Nya, kita digambarkan sebagai cahaya yang bersinar dan kuat seperti tentara yang siap dalam peperangan. Seorang mempelai yang lembut dan penuh cinta itu, tidaklah cengeng dan tak tahu apa-apa, tetapi dia seorang Permaisuri Raja yang hebat, yang bisa memegang panji, tahu otoritas dan tahu strategi berperang. Hebat, bukan?

2. MENGANDUNG JANJI ALLAH
Ibu kandung Yesus mungkin yang paling merasakan maksud dari perkataan ini. Benih yang  dikandungnya bukan benih suaminya tetapi benih Roh Allah yang tiba-tiba saja menjadi daging dalam rahimnya dan bertumbuh. Sesuatu yang ilahi, kudus, ditaruh dalma rahim wanita dan dalam 9 bulan, benih Roh itu terlahir menjadi sama dengan manusia! Ini adalah keajaiban yang terbesar, karena Dia mau menjadi manusia demi menyelamatkan umat kesayangan-Nya. Tetapi mari lihat Maria, sama seperti kita sebagai kekasih-Nya yang telah diangkat-Nya menjadi kekasih-Nya dan kita mulai diberikan benih-benih dalam roh kita, mungkin tanpa kita sadari dan tidak kita rasakan secara tubuh seperti Ibu Yesus, Maria, tetapi itu ada…secara roh dan nyata. 
Benih ini adalah Firman Allah secara Roh yang akan menjadi ”daging” yaitu sesuatu yang nyata di bumi ini. Untuk melahirkan kebangunan rohani, jiwa-jiwa, lawatan, dan lain sebagainya, kita perlu BENIH ALLAH yang diberikan dari KEINTIMAN. 

Dalam mengandung janji ini, tidak ada yang tahu pasti berapa lama, mungkin bisa satu tahun menurut waktu roh, 9 bulan, 6 bulan atau 2 tahun. Yang pasti saat kita mengandungnya kita perlu hati-hati dengan KEGUGURAN sebelum waktunya dilahirkan. Apa maksudnya? Jangan bingung, untuk mempermudah lihat saja bagimana para istri mengandung bayinya. Sama juga sebagai kekasih Raja, kita perlu bertanggung jawab menjaga semua benih Ilahi dari Roh-Nya. Kita mulai lebih menjadi pribadi yang berbeda, memperhatikan jiwa-jiwa dan belas kasihan akan calon-calon anak-anak roh yang akan segera dilahirkan dalam kerajaan Allah. Sungguh indah…

Agar tidak mengalami keguguran, dibutuhkan beberapa hal;

a.    KETAATAN
Kunci TERPENTING adalah ketaatan. Untuk taat di dimensi ini, kita akan dilatih membedakan suara dan sentuhan Kekasih kita dengan yang lain. Ketaatan kita adalah karena penyerahan total, bahwa kita adalah milik-Nya dan kita tidak menginginkan yang lain, selain Suami Sorgawi kita.
b.    KESEHATAN ROH
Kesehatan secara roh sangatlah perlu dijaga. Tekun dalam membaca Firman dan berdoa, juga menjaga kestabilan emosi jiwa juga. Bagaimanapun kita tidak dapat melewatkan aspek ”JIWA” begitu saja. Kita di bumi masih memiliki jiwa, dan kita perlu berlatih menguasainya. Kadang jiwa kita tidak dapat menerima, kadang jiwa memberontak dan mempertanyakan janji Allah itu dan kadang bahkan jiwalah yang menggugurkannya! Ini harus kita perhatikan; cara kita berpikir dan cara kita berbicara.
c.    WAKTU
Aspek WAKTU perlu diingat juga. Melahirkan janji atau kebangunan sejati butuh waktu dan waktu adalah hak ALLAH sendiri. Kita tidak dapat terlalu cepat melahirkannya dengan usaha manusia, maka akan terjadi ”PREMATUR” dan bahkan mati. Jika kita mau bersabar dalam proses waktu, maka kita tidak akan cepat menuntut janji itu segera terjadi dengan cara dan waktu itu, yah..walaupun kita sudah pernah mengalami keintiman dengan Dia, proses tetap proses.

3. MELAHIRKAN JANJI ALLAH/JIWA-JIWA

Yes 26:16 Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa. 
26:17 Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN: 
26:18 Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia. 

Ayat-ayat diatas adalah suatu contoh kegagalan melahirkan secara roh yang dialami oleh bangsa Israel. Mereka telah menerima benih Allah, dikasihi begitu rupa, mengandung dan saat melahirkan, mereka melahirkan angin….mengerikan.
Mengapa ini terjadi? Inilah kegagalan dalam proses mengandung dan melahirkan. 
PROSES melahirkan selalu identik dengan SAKIT. Dari Taman bunga beralih lebih dewasa untuk dapat menanggung sesuatu yang ILAHI dalam kerinduan, kesakitan dan penantian, ini adalah harga yang harus dibayar. Tetapi jangan takut, ada penghiburan besar, bahwa segala sesuatunya bukan karena usaha manusia semata, hanya DIA lah yang telah melakukan semuanya dari awal sampai akhir, kita hanya hamba, alat kebangunan-Nya, kekasih yang setia dan berserah. Saya percaya jika proses benar, hasil juga akan benar

Mikha 4:9 Maka sekarang, mengapa engkau berteriak dengan keras? Tiadakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau disergap kesakitan seperti perempuan yang melahirkan? 
4:10 Menggeliatlah dan mengaduhlah, hai puteri Sion, seperti perempuan yang melahirkan! Sebab sekarang terpaksa engkau keluar dari kota dan tinggal di padang, terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu. 

Yes 42:13 juga mengatakan bahwa Allah kita telah melahirkan kita dengan susah payah, dengan penderitaan dan kerinduan agar lahir para pahlawan Allah, anak-anak kebangunan dan kebanggaan-Nya dibumi ini. Maukah kita membayar harganya untuk sebuah lawatan? Kebangunan? Keselamatan? Pemuihan?

Kid 8:6 –Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! 
8:7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. 

Ayat yang terkenal ini menjadi kesimpulan yang indah dalam semua proses ini. Hanya cinta yang kuat dari KEKASIH kitalah yang telah memampukan kita melakukan apa saja dibumi ini. Dari awal Dia menjadi Bapa kita, menunggu kita dewasa dan siap menjadi kekasih-Nya, dididik dalam segala yang baik dan dibentuk-Nya menjadi kesukaan-Nya,….semua hanya karena CINTA-NYA..amin.~Evie Mehita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: