Perlindungan

Tembok Perlindungan

BY GPDI BETHLEHEM

Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya. Zakharia 2:5

images (3)

Tembok Besar Cina mulai didirikan pada abad ke-3 SM. Tembok yang kerap disebut sebagai “keajaiban dunia kedelapan” itu memiliki panjang sekitar 5.500 mil (8.850 kilometer). Tembok Besar tersebut dibangun untuk melindungi rakyat dari serbuan mendadak para pengembara dan menjaga mereka dari penyerangan yang dilakukan Negara-negara musuh. Meski demikian, sekokoh apapun tembok tersebut, toh sejarah membuktikan Negara Tiongkok bisa dibobol oleh musuh juga.

Zakharia mendapatkan sebuah penglihatan, yaitu penglihatan tentang seseorang yang sedang memegang tali pengukur untuk mencoba memastikan panjang dan lebar tembok Yerusalem (ay. 1,2). Tetapi ketika pria itu bermaksud untuk membangun kembali tembok benteng yang mengelilingi kota. Orang ini kemudian diberi tahu bahwa ia tidak perlu membangun benteng itu kembali karena Yerusalem akan dipenuhi oleh banyak umat Allah sehingga tembok Yerusalem itu tidak akan mampu memuat mereka semua (ay. 4). Selain itu, mereka tidak lagi membutuhkan tembok karena Tuhan telah berjanji, “Aku sendiri… akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya” (ay. 5).

Apa makna kebenaran itu bagi hidup kita? Sama seperti tujuannya, kita pun sering membangun tembok-tembok dengan tujuan untuk memberi rasa aman perlindungan bagi kita. Dengan cara bagaimana kita membangun tembok perlindungan kita? Bukankah sering kali kita berpikir bahwa uang, harta, investasi, atau sebuah kedudukan akan memberi jaminan rasa aman bagi kita. Pernahkah kita berpikir bahwa semua kekayaan itu hanya memberi perlindungan semu dan sama sekali tidak akan memberi jaminan perlindungan? Ya, dalam sekejap mata semua itu bisa hancur. Rasa aman dan perlindungan sejati hanya akan kita peroleh ketika kita menjadikan Tuhan sebagai temboknya. Benar, jika Tuhan sendiri yang menjadi tembok berapi yang menyertai hidupan kita, maka tidak aka nada yang perlu kita khawatirkan. Jadikan Tuhan sebagai tembok perlindungan! Sebab, jika Tuhan ada di pihak kita siapakah lawan kita?

Sekuat apapun tembok yang dibangun manusia, itu hanya memberikan perlindungan semu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: