Naiklah Botak!

Naiklah Botak!
2 Raja-raja 2:23-24; Amsal 14:21

perfect

Apa reaksi Anda ketika Anda sedang lelah bekerja, kemudian ada banyak orang yang mengejek kelemahan fisik Anda, atau mungkin menghina bagian tertentu dari tubuh Anda yang sangat sensitif? Tentulah kejadian ini akan membuat Anda menjadi risih dan marah besar, bukan? Hal inilah yang dialami oleh salah satu nabi yang namanya sudah cukup kita kenal, yaitu Nabi Elisa.

Mari kita melihat peristiwa yang dialami oleh nabi ini yang diceritakan secara singkat dalam Alkitab, namun mengandung pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita dan orang lain.

Pada waktu itu Elisa sudah sangat lelah setelah perjalanan panjang dari Sungai Yordan dan melewati Kota Yerikho untuk menyehatkan air di sana. Ditambah lagi, ia sedang sedih hatinya karena Elia baru saja meninggalkannya dan terangkat ke Sorga. Namun, setelah ia sampai di Betel dan sedang mendaki menuju Gunung Karmel, datanglah rombongan anak-anak dari Betel yang mencapai puluhan orang. Bukannya membantu Elisa mendaki atau membawakan barang bawaannya, anak-anak itu malah mencemoohkan dan mengejek Elisa, “Naiklah botak, naiklah botak!” Elisa yang sudah sangat lelah menjadi jengkel dan begitu menatap wajah mereka semua, dengan marah Elisa mengutuk anak-anak itu. Luar biasa kejadian yang terjadi setelahnya, dua ekor beruang dari hutan datang dan mengaku, sehingga mencabik-cabik empat puluh dua orang dari anak-anak tersebut.

Peristiwa ini memberikan kita sebuah pelajaran yang berharga. Setiap manusia sesungguhnya Tuhan ciptakan dengan indah, entahkah dia memiliki rambut kepala yang keriting ataupun lurus dengan kondisi yang sudah menipis maupun masih tebal rambutnya, atau Tuhan ciptakan dengan ukuran tubuh lebih pendek atau lebih tinggi, berkulit putih, hitam, cokelat, atau apa pun itu, semua indah dan berharga di mata Tuhan!

Kita tidak bisa memungkiri bahwa cukup sering kita lalai memerhatikan peringatan Tuhan yang sederhana dan nampak biasa saja di dalam Ams 14:21, bukan? “Siapa menghina sesamanya, berbuat dosa . . . ” Demikian yang tertulis di dalam ayat tersebut.

Mungkin begitu melihat orang yang fisiknya lucu menurut kita, kita akan mengejk mereka berdasarkan fisik mereka tersebut. Reaksi orang itu bisa tertawa, ataupun marah. Tetapi apa pun reaksinya, kita sudah menyinggung perasaannya dan menyakiti hatinya, walaupun dari luar ia tampak menerima ejekan itu dengan santai dan tertawa, tetapi mungkin hatinya tersayat mendengar hinaan itu. Dia hanya berusaha untuk tidak marah dan menutupinya.

Sadarilah! Walaupun nampaknya sepele, namun ini adalah hal penting yang menyangkut harga diri manusia! Saat ini, jika ada orang yang pernah Anda sakiti hatinya, segeralah minta maaf dan jangan lagi menyebarkan kata-kata hinaan yang tidak membangun melainkan sebarlah kata-kata pujian yang dapat memberkati hidup orang lain!

“Fisik yang buruk di mata manusia adalah ciptaan yang indah di mata Tuhan. Sedarlah dan jangan menghinanya!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: