KASIH MENUTUPI BANYAK SEKALI DOSA

KASIH MENUTUPI BANYAK SEKALI DOSA

Oleh: Pdt Setiawati Sucipto

“Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa (I Ptr 4 : 8).

BUANG SEGALA KESOMBONGAN……[WATCH THIS VIDEO]

http://www.youtube.com/watch?v=grQOJMJZ_hc

Ada seorang  pengusaha muda yang tidak memiliki daun telinga karena suatu kecelakaan yang ia alami. Pada suatu waktu  mewawancarai  tiga orang calon karyawan di perusahaannya.     Calon karyawan pertama ditanya oleh sang pengusaha itu, “Adakah kekurangan yang engkau lihat di dalam diriku?”   Dengan tersenyum dan penuh percaya diri,  ia menjawab: “Iya, jelas. Bapak tidak mempunyai telinga!”  Bos muda itu tersinggung dan langsung mencoret namanya dari daftar karyawan yang diterima.

Kemudian, ia memanggil calon karyawan kedua. Dengan pertanyaan yang sama, ia bertanya: “Adakah engkau melihat kekurangan di dalam diriku?”    “Ada, Pak,” jawabnya dengan sedikit gugup. “Ehm….bapak hanya memiliki satu telinga.” Pengusaha inipun langsung mencoret nama karyawan itu.

Dan akhirnya sampai kepada calon karyawan ketiga. Dibanding dua calon karyawan lainnya , terlihat orang ini kurang meyakinkan. Dengan menghela nafas, si pengusaha ini pun mengajukan pertanyaan yang sama lagi, “Adakah engkau melihat kekurangan dalam diriku?”  Dengan yakinnya dia menjawab: “Pasti ada pak. Saya yakin Bapak memakai soft lens.”

Pengusaha ini gembira . Ia mempertimbangkan untuk menerima calon karyawan ini karena ia tidak melihat kekurangan orang lain.  Meskipun begitu, ia heran juga, bagaimana orang ini bisa tahu kalau ia memakai soft lens. “Engkau hebat sekali. Bagamana engkau tahu kalau aku pakai soft lens?” tanya si pengusaha itu penasaran.  “Jelas pak.  Kan, Bapak  tidak  mempunyai sepasang telinga untuk menggantung kacamata, betul kan pak? ” tanyanya dengan polos.  “Iya, betul.” Jawab bos itu.  Lalu iapun  langsung menerimanya sebagai  karyawan diperusahaannya.

Ilustrasi ini menunjukkan, tentang kecenderungan manusia yang seringkali  begitu mudahnya  melihat bahkan mencari-cari  kesalahan atau  kekurangan  orang lain  daripada menutupinya. Menutupi di sini tentu bukan berarti kompromi terhadap dosa atau kesalahan orang tersebut, tetapi  bagaimana membangun kehidupan orang yang ‘terjatuh’ karena  perbuatan  dosa di dalam kasih.

Namun kenyataannya begitu sulit untuk dilakukan. Mengapa begitu sulit?  Mungkin karena kita seringkali membatasi arti melakukan kehendak Tuhan dengan cukup bila  tidak berbuat kesalahan moral. Padahal tidak hanya itu, Yesus ingin agar kita hidup seperti Dia.  “Kalau kita percaya kepada Dia dan mengaku hidup di dalam Dia, kita wajib hidup sama seperti Dia hidup.” (I Yoh 2 : 6)

Bila kita menemukan saudara seiman yang berbuat salah, maka kata Rasul Paulus, kita yang rohani perlu menuntunnya kepada kebenaran (Gal 6 : 1), bukan malah membongkar  atau membeberkan kesalahannya bagaikan seorang reporter yang berhasil menemukan berita mahal.  Contohnya, ketika Tuhan Yesus melindungi seorang perempuan yang berbuat zinah dan  menghindarkannya  dari hukuman rajam (Yoh 8 : 1 – 10).  Sikap Yesus disini  bukan berarti melindungi perbuatan dosa, tetapi Ia melindungi orang yang berdosa. Hal ini dilakukan Yesus untuk menggagalkan rencana Iblis untuk menjerat manusia ke dalam dosa. Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang bercita-cita menjadi manusia berdosa.

Di atas kayu salib pun Yesus berkata, “Ya, Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk 23 : 34). Yesus bukannya tidak tahu kalau mereka adalah orang-orang berdosa yang dengan sadar melakukan kejahatan. Sebaliknya Yesus dengan penuh cinta kasih mau menutupi atau menanggung dosa mereka agar orang-orang berdosa dibenarkan di hadapan Allah.  Itulah sifat kasih. Ia memulihkan  kehidupan orang berdosa.  Karena itu  yang terutama  harus kita lakukan adalah:  “Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa (I Ptr 4 : 8).

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Ada orang suka melihat kelemahan orang lain sehingga lupa diri sendiri….saya pernah berhadapan dgn seseorg yg selalu memerli orang lain…kadang-kadang dia kata orang tu tua..dan sebagainya,namun dia tak sedar dia sendiri dah setengah abad…berhati-hati dgn segala bentuk kesombongan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: