Ayin Hey [Tahun 2015 : Tahun Pelipatgandaan Mujizat].

Ps Niko Njotorahardjo

Memasuki tahun 2015, kita harus yakin bahwa kasih Tuhan atas kita tak akan pernah berakhir.Minta tuntunan dan penyertaan Tuhan atas hidup kita. Jangan ada alasan untuk berputus asa, karena tahun 2015 pasti akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Secara penanggalan Yahudi, 24 September 2014, kita telah memasuki tahun 5775 (Ayin Hey). Kata ‘ayin’ berbicara tentang mata Tuhan yang tertuju pada kita (Mazmur 38); Dia mau mengajar pada kita jalan-jalan yang harus kita tempuh, dan mata kita juga harus tertuju pada Tuhan.

Tahun 2015 adalah Tahun Pelipatgandaan Mujizat. Efesus 3:20 mengatakan, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Tuhan sendiri yang akan melipatgandakan mujizat. Tuhan sendiri yang akan membuka pintu-pintu mujizat. Izinkan Tuhan masuk kedalam hati kita, supaya Dia dapat bekerja dan melakukan mujizat-mujizat yang dahsyat dalam kehidupan kita. Dalam Kisah Para Rasul 2:19-20, “Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.” Hari-hari ini, mujizat-mujizat yang dahsyat akan terjadi atas kehidupan kita secara berlipat ganda. Menjelang kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya juga berbicara mengenai goncangan-goncangan yang pasti terjadi dalam kehidupan kita, namun Tuhan berjanji bahwa Dia pasti menyertai kita.

Tahun Ayin Hey juga disebut tahun Sabat ganda (double Sabbath). Bangsa Israel membuat siklus tujuh tahun (dihitung mulai Juni 1967), dimana pada tahun ketujuh, para petani akan mengistirahatkan tanahnya untuk tidak ditanami. Kata ‘istirahat’ disini berarti kita harus mempunyai iman untuk mempercayai bahwa Tuhan sendiri yang akan mencukupkan kebutuhan kita, asalkan kita mentaati segala Firman-Nya. ‘Double Sabbath’ juga berarti bahwa kita harus ‘beristirahat’ (rest) dalam hadirat Tuhan, kita harus banyak berdoa dan duduk diam didalam hadirat Tuhan. Kolose 3:1-4 berkata untuk kita memikirkan hal-hal yang diatas, sebab Tuhan segera datang. Kita harus berjaga-jaga menjelang kedatangan-Nya yang kedua. Kita harus mencontoh Nuh yang dalam hidupnya bergaul dengan Allah dan hidup tak bercela. Kita harus hidup semakin intim dengan Allah. Dia akan mengangkat kita saat kita hidup berkenan dan bergaul dengan-Nya, sekalipun kita berada ditengah goncangan-goncangan yang semakin nyata menjelang kedatangan-Nya yang kedua. Tahun Sabat juga berarti bahwa kita harus semakin berharap pada Tuhan, karena orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru. Biarlah kekuatan Tuhan ada pada kita memasuki tahun 2015 ini. Untuk menerima mujizat dari Tuhan, kita hanya perlu bermodalkan percaya dan iman saja. Berharap pada Tuhan, juga berarti mengucap syukur, sebab itu yang dikehendaki Allah dalam hidup kita. Tetaplah mengucap syukur, bahkan pada saat-saat sulit dalam kehidupan kita, tetaplah mengingat kebaikan Tuhan. Marilah kita memasuki Tahun Pelipatgandaan Mujizat ini dengan percaya bahwa kita telah menerima semua mujizat sambil mengucap syukur dalam setiap keadaan. Meskipun dimasa depan akan tetap ada goncangan yang dahsyat, namun tangan Tuhan sendiri yang akan memimpin hidup kita, supaya kita dapat beristirahat dalam hadirat Tuhan yang dahsyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: