PERLINDUNGAN TUHAN

Mazmur 31:2-Doa Refleks

“Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu.” (Mazmur 31:2)

Praying_IsraeliteJika secara tidak sengaja kita menyentuh api, biasanya secara refleks tangan kita akan bergerak menjauhi bara api itu. Gerak reflex berguna untuk menghindarkan diri dari bahaya, sekaligus untuk mempertahankan diri. Itu merupakan karunia Allah kepada setiap manusia dalam menghadapi bahaya maupun serangan atas dirinya.

Demikian juga saat menghadapi kehidupan di dunia ini. Kita mesti memperlengkapi diri dengan ‘gerakan refleks’ ala orang Kristen. Apakah itu?

Ketika menulis mazmur ini, Daud dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh. Kondisinya waktu itu sangat genting karena hampir tidak ada celah bagi Daud untuk mempertahankan atau menyelamatkan dirinya (bdk. 1 Sam 23:13). Apa yang ia lakukan? Daud segera berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah, sebelum melakukan tindakan apa pun. Tidak ada hal yang terlalu genting bagi Daud sehingga ia perlu menunda untuk berdoa. Bagi Daud doa tetap harus dinomorsatukan dalam situasi dan kondisi apa pun. Doa sudah menjadi gerakan refleks baginya.

Daud memanjatkan permohonannya kepada Tuhan karena ia percaya Tuhan pasti mendengar dan menjawabnya. Ia tahu Tuhan adil dan tidak akan membiarkan orang benar mendapat malu, dan sebaliknya, orang fasik akan mendapat ganjaran setimpal. Berulang kali Daud menyatakan keyakinannya bahwa Tuhan setia, maka orang benar akan mengalami pertolongan pada waktunya. Pemazmur yakin orang benar akan mengalami kebaikan Tuhan, yaitu perlindungan dan pemeliharaan-Nya dari orang-orang jahat.

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana para olahragawan beladiri berlatih? Mereka mengulang-ulang gerakan yang sama setiap kali. Dalam olahraga beladiri, ada sebuah filosofi yang mengatakan, “Lebih baik melatih satu gerakan ribuan kali, daripada melatih ribuan gerakan hanya satu kali.” Oleh karena sering melakukan sesuatu berkali-kali, mereka menjadi terbiasa, dan menciptakan mekanisme refleks dalam bawah sadarnya. Sehingga tidak heran, ketika tiba-tiba ada yang menyerang, secara refleks mereka tahu apa yang harus dilakukan, entah menghindar atau menangkis.

Demikian, jika kita tidak terbiasa berdoa, maka tidak mungkin refleks doa seperti yang Daud miliki akan juga kita miliki. Biasakanlah diri menyampaikan segala sesuatu kepada Allah dengan keyakinan hati, maka Ia pasti akan melepaskan kita dari segala pergumulan kita. Amin.

OLEH FRENGKI PANDIANGAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: