MENGERTI ISI HATI TUHAN

Kenakan Mahkota Hikmat 

Amsal 14:15
Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan,

tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

The simple believe anything,but the prudent give thought to their steps.

Proverbs 14:15

http://www.bigmansirait.com/2014/01/bam-158-orang-bijak-selalu-menghitung.html

mahkota1

Preaching By : Ev. Indriati Tjipto Wenas

Hikmat Membuat Kita Mengenal Sesuatu yang Dalam dan Tepat (Amsal 8 : 6)

Banyak diantara kita yang sudah mempunyai usia lanjut dan para pelayan Tuhan tidak mempunyai ketepatan sehingga tidak bisa menuntaskan apa yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Kita harus belajar dari pengalaman dan jangan setiap pengalaman dijadikan patokan atau teori didalam kita mengikuti Tuhan.

Orang yang memiliki kedalaman dengan Tuhan maka akan mengerti isi hati Tuhan. Untuk memiliki kedalaman dengan Tuhan harus mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan.

Demikian juga dalam kehidupan sehari – hari kita, kita harus memiliki kedalaman dalam membina hubungan dengan sahabat – sahabat kita di dalam Tuhan. Kita harus mengenali sahabat – sahabat kita dalam hal temperamen maka hasilnya akan luar biasa, ada empat temperamen yaitu Sanguin : meledak – ledak, ekstrovert, terbuka, Plegmatis : suka damai, tenang, introvert, Melankolis : suka melihat dari sisi negatif, perfeksionis, introvert, dan Koleris : kepemimpinannya kuat, harus menentukan dari sekarang untuk mencapai sesuatu di masa depan, selalu mendoakan, menikmati.

Setiap perbedaan yang kita miliki didalam tubuh Kristus akan memperkuat hidup kita, saling melengkapi. Kita harus tepat dan dalam, dalam mengenal sahabat – sahabat kita.

Jika kita ingin mengerti hati Tuhan maka kita harus mempunyai hubungan yang intim dan dalam dengan Tuhan, demikian juga dalam pergaulan kita jika kita ingin mengerti isi hati sahabat kita, kita harus mempunyai hubungan yang dalam dan intim dengan sahabat – sahabat kita.

Sewaktu di Belanda, ada seorang tetangga kamar yang marah – marah karena merasa terganggu dengan suara berisik dari doa pagi yang kita lakukan. Sebenarnya saya juga ingin membalas orang itu denga kemarahan, namun Roh Kudus berkata jangan kamu marah, datangi orang itu dengan membawa Cake yang terenak di Belanda, lalu ajak dia berbincang – bincang. Kemudian saya mengikuti apa yang dikatakan oleh Roh Kudus, saya ketuk pintu orang itu, lalu orang itu bertanya : ”Ada apa ?” saya menjawab : saya hanya mau meminta maaf dan mau meminta ijin, jika seminggu sekali di flat saya ada doa pagi. Orang itu menjawab dengan ramah, silahkan saja, jika saya sudah tahu jadwal tetapnya, maka jika saya pulang dari kerja shift malam saya akan tidur dengan menutup telinga saya dengan earphone sehingga saya tidak terganggu tidurnya. Saya kemudian mempunyai hubungan baik dengan tetangga saya.

Seringkali kita mempunyai paradigma yang lama dan salah. Kita seringkali menganggap paradigma kita benar, kita menganggap kondisi yang ada sesuai dengan kita. Dalam pergaulan kita harus mengerti kondisi sahabat atau teman kita. Kita harus mempunyai hubungan yang dalam dengan sahabat – sahabat kita.

Kita memerlukan Hikmat Tuhan untuk mengenal Kebenaran yang Tuhan berikan kepada kita, bahkan untuk mengenal diri kita kita memerlukan hikmat Tuhan. Mungkin pertama kali marah terjadi dalam hati kita, lama kelamaan kita sakit hati, jika kita biarkan sakit hati tersebut maka kita akan kebal atau mati rasa sehingga kita tidak merasa mempunyai sakit hati.

Seorang teman saya marah sama Tuhan, karena ia melihat bahwa Tuhan memberikan kepada saya sebuah mobil, namun ibu ini tidak merasa bahwa dia marah sama Tuhan. Seringkali kita tidak jujur terhadap diri sendiri maka kekacauan akan terjadi dalam hidup kita.

Didalam kehidupan kita, kita masih merasakan kelelahan, keletihan, kemarahan, kekecewaan, kegagalan, kita mengalami kekalahan dan tidak bisa menang terhadap dosa. Ini menandakan bahwa kita membutuhkan waktu dan proses, setiap kita tidak ada yang super dan tidak pernah mengalami kelelahan. Proses yang kita alami akan menjadikan kita kuat.

Dihadapan Tuhan dan manusia, kita harus jujur mengatakan kelemahan, kegagalan, kemenangan dan keberhasilan kita. Kita tidak boleh jaga  image, hanya menampilkan yang baik – baik saja. Ketika kita sedang mengeluh utarakan itu apa adanya, biarkan penilaian orang, yang penting kita jujur. Jangan tutupi keadaan kita yang sedang terpuruk. Kita harus belajar terbuka dihadapan Tuhan dan manusia.

Jika kita mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan maka setiap kerak – kerak dari dosa dan kelemahan kita akan dibersihkan oleh Tuhan sendiri. Kita harus terus bertumbuh tanpa ada yang menghalangi dalam rambu – rambuNya.

  1. Hikmat akan menghasilkan Kecerdasan & Pengetahuan (Amsal 8:12)

Kecerdasan sama dengan IQ (Intelegence Question). Dalam pengenalan akan Tuhan kita membutuhkan belajar dari buku – buku yang saat ini banyak diterbitkan, mendengarkan kaset kotbah dan CD kotbah, browsing artikel di Internet, kesaksian hidup orang lain, dan lain – lain.

Jika kita mempunyai panggilan menjadi seorang Konselor, kita harus melengkapi hidup kita dengan membaca buku – buku tentang konseling, innerhealing, pelepasan. Jika kita mempunyai panggilan menjadi seorang penulis, kita harus banyak latihan menulis, membaca hasil tulisan karya orang lain.

Kecerdasan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, kecerdasan berbicara mengenai kecerdikan dan ketulusan. Kita harus menggunakan karunia membedakan roh, kepekaan, kecerdikan hal ini dibutuhkan juga dalam dunia kerja.

Suami saya mempunyai metode tertentu dalam mengetes pegawai baru di kantornya, misalnya ada seorang Office Boy baru di kantor, maka ia akan menyuruh Office Boy suruh membelikan Gorengan di Tukang Gorengan A, dia berkata belikan gorengan sepuluh ribu rupiah, dia sudah tahu bahwa di Tukang Gorengan A akan mendapatkan sejumlah gorengan, kemudian bila si Office Boy membelikan gorengan bukan di A dan ia akan mengetahui dari jumlah gorengan yang didapat. Jika gorengan yang didapat kurang dari jumlah yang biasa ia terima maka ia mengetahui bahwa pegawai ini tidak jujur dan tidak membeli di Tukang Gorengan A.

Jika kita memberikan hadiah kepada para penguasa, itu adalah kecerdikan, maka itu bisa membuka jalan bagi kita. Kebijaksanaan untuk memutuskan sesuatu masalah dalam hidup kita dibutuhkan pertimbangan (Amsal 8 : 14).

Jika kita mempunyai Hikmat Tuhan maka kita bisa membantu orang lain dengan nasehat – nasehat kita. Hikmat dari Tuhan akan membuat nasehat kita dapat diterima oleh orang lain.

Dalam mendidik anak, anak berusia kurang dari 8 tahun, kita mendidik dan mengingatkan dia dengan hukuman yaitu memukul pantatnya, karena periode ini anak akan mengingatnya. Sedangkan anak usia diatas 8 tahun tidak boleh dihukum dengan cara memukul dia, maka dia akan tambah memberontak kepada kita. Anak diusia 12 tahun keatas harus ada larangan dan rambu – rambu, karena diusia ini anak sedang mengalami pergolakan, pencarian identitas diri.

Dalam mendidik dua anak saya, saya menerapkan metode yang berbeda. Untuk Joshua saya harus memperlakukan metode A, sedangkan untuk Steven saya harus memperlakukan metode B. Begitu juga dalam memberikan nasehat kepada kedua anak saya, saya harus tahu selahnya dimana.

Hikmat Tuhan membuat kita mempunyai pertimbangan. Pertimbangan harus diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan kita, setiap keputusan kita harus dipertimbangkan dengan matang. Jangan ambil keputusan cepat – cepat apalagi Tuhan belum berbicara dan memberikan peneguhan, jangan mau didesak oleh waktu. Jika Tuhan tidak berbicara mending diam saja dulu.

Hikmat Tuhan akan membuat kita mempunyai pengertian tentang Tuhan dan orang lain. Dengan Hikmat Tuhan maka kita mempunyai kekuatan untuk memerintah bersama Tuhan. (Amsal 8 : 14 – 15) Amin.

By His Grace

Joshua Ivan Sudrajat S

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: