Khotbah Rev.Dr. Paul G. Caram

Rev.Dr. Paul G. Caram – USA
Minggu sore, 22 Mei 2011

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Roma 12:1

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan satu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 1Petrus 2:5


Saat ini kita tidak lagi mempersembahkan domba, sapi atau ternak lain kepada Tuhan. Kita sebagai imam rohani perlu mempersembahkan korban rohani seperti korban pujian, korban syukur, korban sukacita, korban kebenaran, korban hati yang hancur, korban mendengarkan Firman Tuhan, korban ketaatan.
Dalam Im. 1:3-4, Imam meletakkan tangannya ke atas kepala korban yang menjadi tanda bagi ternak itu sah untuk dikorbankan. Ada 4 bagian penting yang harus ditaruh di atas mezbah dan menghasilkan aroma yang harum bagi Tuhan (ay. 8-9). Arti rohani bagian ini berbicara tentang:
1. Kepala – pikiran dan pendapat kita yang harus diserahkan kepada Tuhan.
2. Bagian dalam – perasaan kita, rasa cinta, benci, yang harus dibasuh oleh Firman dan dipersembahkan di altar Tuhan.
3. Lemak – kekuatan, tenaga, waktu yang kita habiskan harus didedikasikan untuk Tuhan. Jika tidak hati-hati, kita menghabiskannya untuk melakukan hal yang tidak berhubungan dengan kekekalan
4. Betis/kaki – langkah kita, ke mana kita pergi.
Semua ini harus diserahkan di altar Tuhan sebagai persembahan yang suci, kudus, dan berkenan kepadaNya. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa, pikiran, akal budi, tenaga sehingga menjadi aroma yang menyenangkan hati Tuhan.

Korban yang tidak dikenan Tuhan:
– Mempersembahkan dengan hati yang memiliki kepahitan
Dalam 1Yoh. 3:11-12, Yohanes menjelaskan dari Kej. 4 yang bersumber dari keluarga mula-mula. Kain membawa persembahan kepada Tuhan dan Tuhan tidak berkenan karena hatinya jahat dan memiliki akar pahit terhadap adiknya. Ketika kita membawa persembahan kepada Tuhan, kita rindu Tuhan menerimanya dan kita diberkati. Tapi yang terpenting adalah hati kita berdamai dengan orang lain. Tuhan tidak berkenan kepada korban yang kita persembahkan dengan rasa benci dalam hati. Jadi jika kita rindu Tuhan berkenan pada persembahan kita, kuncinya adalah berdamai dengan orang lain.

Dalam Mal. 2:13-14 jemaat Tuhan menangis di mezbah Tuhan, Tuhan menutup telinga dari dimageoa dan korban mereka. Mereka bertanya mengapa Tuhan tidak mendengar dan menerima korban? Jawab Tuhan, karena mereka tidak mengasihi istri mereka lagi. Jadi jika kita tidak memiliki hubungan yang baik dengan pasangan kita, Tuhan tidak akan menerima persembahan kita. Allah membenci perceraian (ay. 16), maka jagalah diri kita dan jangan mengkhianati orang lain. Tuhan ingatkan supaya hati kita tidak memiliki rencana jahat terhadap orang lain. Hubungan yang baik dengan pasangan dan sesama sangat penting supaya Tuhan berkenan dengan persembahan kita.

Bagaimana kita memperlakukan orang lain, begitulah kita memperlakukan Tuhan (Mat. 25:35-40). Sebelum Paulus bertobat, dia menganiaya umat Tuhan. Suatu hari Yesus menampakkan diri kepadanya dan berkata, mengapa engkau menganiaya Aku. Menyakiti orang lain artinya menyakiti Tuhan, kita bagaikan biji mata Tuhan yang paling peka.
– Mempersembahkan persembahan yang asing.
Dalam Im. 10:1 Nadab dan Abihu menaikkan persembahan yang asing dan Tuhan marah. Saat ini musik dalam gereja memiliki penyembahan dengan jenis musik dan lirik yang semakin mirip dunia. Tuhan sangat selektif dalam memilih penyembahan. Tuhan tidak menerima semua jenis penyembahan. Kiranya kita berdoa agar penyembahan kita semakin dimurnikan Tuhan.
– Mempersembahkan di tempat yang salah
Ul. 12:13 berkata, Tuhan tidak menerima korban penyembahan kita kalau diberikan di tempat yang salah. Kita tidak bisa mendikte Tuhan, mau melayani di tempat ini dengan cara seperti ini, mau melakukan ini, minta Tuhan berkati. Seringkali kita mengubah posisi kita dengan Tuhan, menjadikan Tuhan sebagai budak kita, kita yang mengatur Tuhan bagaimana harus bertindak. Sebaliknya kita harus bertanya, apa kehendakMu dan ke mana kita harus pergi. Terkadang memang penuh pengorbanan saat kita berada di tempat yang Tuhan tentukan bagi kita.

Setiap kita harus membayar ladang pelayanan kita sendiri, seperti wanita bijak dalam Ams. 31 yang membeli ladang. Tidak bisa orang lain yang membayar harga karena kita yakin kita memiliki jiwa-jiwa yang akan Tuhan menangkan melalui kita.

Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya . Maz. 47:4. Paulus belajar hal yang sama dalam Kis. 22:18 Paulus yang baru bertobat 3 tahun kembali ke Yerusalem. Ketika sedang berdoa di Bait Suci, Tuhan menyuruhnya segera keluar dari Yerusalem karena orang di sana tidak akan menerima kesaksiannya tentang Yesus. Paulus mencoba memberi alasan, karena dia kenal orang di Yerusalem dan bisa menjalin hubungan dengan mereka. Tuhan mau Paulus meninggalkan Yerusalem karena pelayanannya tidak berbuah di situ. Tuhan mengutusnya kepada orang-orang kafir. Paulus tidak bisa mempersembahkan korbannya di Yerusalem, dia harus persembahkannya di Filipi, Korintus, dan kota-kota lain. Kita perlu berdoa supaya kita tahu di mana harus melayani, dan mempersembahkan korban. Dia akan berkenan ketika kita mempersembahkan di tempat yang tepat yang Tuhan tentukan. Jika tidak, tujuan Tuhan tidak terlaksana dalam hidup kita.

Ayub kehilangan segalanya dalam 1 hari (Ayb. 1:20-22). Dia bangkrut, kehilangan keluarga dan reputasi. Yang dilakukannya adalah tersungkur dan memberi korban syukur bagi Tuhan. Katanya, Tuhan baik sepanjang masa, masa baik, masa sukar, Dia selalu baik. Inilah korban yang sangat manis di hadapan Tuhan. Korban yang tidak bisa kita lakukan di surga karena di sorga semuanya indah, tidak ada sakit, kesukaran. Korban yang paling manis adalah ketika orang yang telah kehilangan segalanya tetapi tetap memberi korban syukur pada Tuhan. Dengan korban ini sebenarnya Ayub sedang meninju setan. Setan menantang Tuhan untuk menghancurkan Ayub supaya Ayub mengutuki Tuhan tapi reaksi Ayub sebaliknya, dia tersungkur dan menyembah. Dia mengalahkan iblis dengan kesaksian perkatannya. Inilah cara efektif mengalahkan setan, Ketika Tuhan mengambil semua berkat Lucifer, dia mengutuki Tuhan. Dia menuduh Ayub melayani Tuhan karena berkatNya saja. Apakah kita tahu orang Kristen yang mengikut Tuhan hanya karena berkat? Tuhan akan menguji, apakah kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan atau mencari berkatNya saja.

Paulus dan Silas dipukuli di depan umum, mereka disesah hingga berdarah-darah (Kis. 16:23-26). Malam hari mereka memuji, menyembah Tuhan. Mereka mempersembahkan korban pujian yang melepaskan kuasa Tuhan sehingga bumi bergetar dan semua ikatan terlepas. Mudah bagi kita memuji Tuhan kalau hari kita baik, tapi bagaimana jika kita dipermalukan dan dengan penuh luka? Justru di malam yang pekat mereka memberikan korban pujian bagi Tuhan.

Daud saat dikelilingi musuh, juga memberi korban sukacita sehingga Tuhan bangkit dan menyelamatkannya dari musuh. Marilah kita memberikan korban rohani yang tepat bagi Tuhan. Inilah cara kita mengalahkan setan yaitu melakukan sebaliknya dari yang setan lakukan. Setan penuh akar pahit, tidak mau mengampuni, namun jika kita tersungkur merendahkan diri, Tuhan mencurahkan kasih karunia kepada orang yang rendah hati.

Korban sejati yang berkenan bagi Tuhan:
– Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut Maz. 40:7. Tuhan tidak menginginkan ritual tapi ketaatan dan telinga yang mendengar.

– Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah Maz 51: 19. Inilah korban yang sesungguhnya, hati yang remuk, hancur dan dilembutkan Tuhan yang bekerjasama dengan Roh Kudus. Bukan ritual melainkan persekutuan dengan Tuhan. Jangan seperti orang Yahudi yang melakukan ritual tapi tidak mengerti artinya. Mereka memperhatikan sunat lahiriah tapi lupa arti sunat sebenarnya, yaitu simbol pedang Tuhan memotong hati yang penuh kedagingan.

Mungkin Tuhan meminta kita untuk menyerahkan nyawa kita seperti Stefanus. Dia bagaikan anak domba yang sempurna yang tidak mengeluh. Dia tidak meminta Tuhan membakar semua musuhnya justru melepaskan pengampunan. Jika Tuhan memanggil seseorang menjadi martir, akan ada kasih karunia khusus baginya. Seperti Stefanus yang sedang dirajam, Roh kudus di dalamnya mencelikkan mata rohaninya sehingga melihat surga. Dia melihat Yesus berdiri di sebelah Allah Bapa. Biasanya Alkitab menulis Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Tapi di sini Yesus berdiri dan memperhatikan umatNya. Jika kita dipanggil menjadi martir, kita percaya ada kasih karunia khusus yang Tuhan beri buat kita.

Petrus mau masuk penjara dan mati buat Tuhan, tapi Tuhan berkata dia tidak siap. Hanya waktu Tuhan dan kehendak Tuhanlah kita akan menerima kasih karunia untuk menanggung semuanya itu. Yesus tidak mau Petrus mati saat itu, Tuhan memerlukan dia berkotbah di hati Pentakosta. Petrus masih hidup 36 tahun ke depan. Ketika Petrus meninggal, ada kasih karunia yang dicurahkan kepadanya. Yesus berkata jangan takut menghadapi orang yang hanya bisa mencabut nyawa tetapi setelah itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa, takutlah akan Dia yang berkuasa karena dapat mencampakkan tubuh dan rohmu ke dalam neraka.
Kita tidak bisa menanggung setiap penderitaan saat memberi korban tanpa kasih karunia Tuhan seperti Paulus yang telah menyelesaikan pertandingannya dan siap menjadi martir (2Tim. 4:6-8).

Marilah kita memberi korban persembahan yang tepat dan hanya oleh kemurahan Tuhan. Ketaatan kita lebih baik daripada korban. Kita harus memberi korban yang diminta Tuhan bukan korban lain sebagai gantinya. Kiranya Tuhan memberkati kita dan firmanNya tertanam dalam hati. (LL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: