Bapa Yang Baik

Permata Alkitab 971 – Bapa, Saya Perlu Roti. Ini Batu, Nak (Lukas 11:9-13)

holy spiritOleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Luk 11:9-13)[DIA TIDAK MEMBERI ROH KEPALSUAN ] “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.”

        Bagian ini masih berfokus kepada doa. Hal ini dapat disimpulkan dari kaitannya dengan ‘’Sahabat di tengah malam’’ dan bagian mengenai batu, ular, dan kalajengking. 

Bahasan kita disini pun masih seputar hal meminta roti, seperti contoh mengenai sahabat di tengah malam. Ini bukan insiden yang benar-benar terjadi. Sahabat di tengah malam tidak pergi berkeliling dari rumah ke rumah untuk mencari roti. Setting-nya lebih bermakna ‘’Seandainya seorang teman datang kepada Anda pada waktu tengah malam’’, ‘’Bagaimana kalau’’, ‘’Siapa dari antara kalian yang akan menolak seorang ‘’sahabat di tengah malam’’ dalam setting sebuah desa Yahudi. Jawabannya : tidak seorangpun. Jadi kita juga memiliki setting yang sama dalam hal ini. Seandainya anak-anak Anda minta roti. Siapa dari antara Anda semua yang akan memberi anak Anda roti kalau anak itu minta roti? Atau lebih buruk lagi, memberi ular atau kalajengking, kalau mereka menginginkan ikan atau telur? Tidak, tentu saja tidak, itu aneh. Jadi, kita juga memiliki contoh yang mirip dengan “Sahabat di tengah malam”, dan sungguh menggelikan jika hal seperti itu bisa terjadi . Dapatkah Anda bayangkan  jika seorang ayah memberi anaknya batu sebagai ganti roti, ular sebagai ganti ikan, atau kalajengking sebagai ganti telur? Tidak akan ada orang yang melakukan hal seperti itu. Tepat! Anda semua tahu memberi anak-anak Anda hal-hal yang baik.

Apakah Anda melihat bahwa pokok pemikiran ini diambil dari perumpamaan seorang sahabat di tengah malam? Anda tidak mungkin menolak seorang sahabat hanya karena ia datang pada tengah malam. Walaupun Anda tergoda untuk mengusirnya, Anda tidak akan melakukannya untuk menghindari rasa malu kalau ia mengatakan kepada orang-orang apa yang Anda lakukan terhadapnya.

Tetapi, pada dasarnya, Anda akan memberikan apa yang dimintanya karena orang itu adalah sahabat Anda dan sesama penduduk di desa Anda. Dalam hal ini, hubungan menjadi lebih dekat dibandingkan dengan seorang sahabat yang datang pada waktu yang tidak tepat. Sekarang kita membicarakan mengenai anak-anak Anda yang datang dan minta sesuatu. Saya membayangkan mengurus permintaan dari cucu-cucu saya. Saya ingin memberi mereka segala yang baik yang dapat saya berikan kepada mereka. Saya ingin memberi mereka kejutan dan sesuatu yang indah atau enak karena saya ingin mereka merasakan hal-hal itu. Apakah saya akan memberi mereka batu, ular dan kalajengking?

Tentu saja tidak. Yesus hanya memindahkan perumpamaan menjadi sedikit lebih dekat dengan hati kita dan memberi peringkat teratas bahwa hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Seperti yang dikatakanNya dalam ayat 12, ‘’TENTU SAJA TIDAK’’. Dalam contoh mengenai sahabat di tengah malam, ada tingkat perbedaan dengan keluarga dekat. Orang itu adalah seorang sahabat, bukan keluarga. Sekarang kita membicarakan mengenai anggota keluarga. Kemungkinannya bahkan menjadi lebih kecil lagi bahwa kita akan memperlakukan mereka secara tidak baik atau memberi mereka sesuatu yang berbahaya. Hal ini tidak akan pernah terjadi.

Itulah yang ingin Yesus katakan. Ingat bahwa versi Doa Bapa Kami yang Lukas tuliskan dimulai dengan ‘’Bapa… berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya’’. Perumpamaan ini dengan sengaja dipindahkan ke dalam setting keluarga dan kita masih membicarakan mengenai roti. Ini bukan kebetulan. Doa Bapa Kami meminta roti, sahabat di tengah malam minta roti, dan sekarang anak-anak minta roti. Anda menangkap maksudnya? Yesus hanya sedang membawa contoh itu menjadi semakin dekat dengan rumah. Apakah Yesus menggunakan ilustrasi-ilustrasi ini pada waktu Ia mengajarkan mengenai Doa Bapa Kami, atau Lukas yang memindahkannya ke sini untuk menyelaraskannya dengan bagian-bagian lain di mana ‘’meminta roti’’ merupakan fokus. Sebenarnya, kitab Matius juga memiliki bagian ini dalam Matius 7:7-11. Cara Matius menggunakan bagian ini secara lebih terpisah dibandingkan dengan apa yang Lukas tuliskan. Jadi apakah Lukas menyusun kembali bahan penulisan ini, atau Yesus memang menggunakan semua contoh ini dalam setting yang baru. Yang mana pun, pelajarannya penting untuk kita pahami.

Pada saat Anda mendekati Allah Bapa, ingat bahwa Anda mendekatiNya atas dasar hubungan keluarga. Seperti yang dituliskan dalam Injil Yohanes, ‘’Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; ’’ (Yohanes 1:12). Anda adalah anak Allah. Seperti yang diingatkan oleh Paulus dalam surat Roma, kita masing masing adalah pewaris bersama dengan Kristus.Seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya, Anda memiliki hak untuk masuk ke ruang tahta. Tidak ada waktu khusus, baik pada siang maupun malam hari, saat Anda dilarang untuk masuk ke ruang Raja. Anda adalah anakNya.

Joachim Jeremias, seorang ahli teologia dan penafsir Alkitab orang Jerman pada awal abad ke-20, berpendapat bahwa ‘’minta, mencari, mengetuk’’, mengacu kepada mencari akses ke ruang kerajaan atau Surga. Mungkin saja, tetapi sadarilah bahwa Anda memiliki hak selaku anak Allah. (Lihat pernyataan yang saya buat  dalam Permata 193 dan 194). Sementara orang lain harus menunggu sampai Raja memberi waktu bertemu atau ijin masuk karena Ia ‘’duduk memerintah secara resmi’’, sebagai anakNya Anda bisa lari masuk dan duduk di pangkuanNya kapan saja Anda menginginkannya. Dan sesungguhnya, dalam perumpamaan mengenai sahabat di tengah malam, Anda dapat pergi ke ruang tidurNya dan menyentuh tanganNya untuk membangunkanNya karena Anda mimpi buruk. DI TENGAH MALAM. Anda memiliki hak-hak yang tak dapat dicabut sebagai putra-putriNya, semua hak istimewa kerajaan.

Pada saat Anda memanggil Tuhan sebagai Bapa, ada makna yang penting sekali di dalamnya. Oleh karena itu, tulisan mengenai doa dari Lukas 11:1-13 ini merupakan masalah hak akses Anda yang meningkat untuk menaikkan doa kepada Bapa Surgawi. Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa Ia akan menolak Anda karena Ia terlalu sibuk atau terlalu lelah? Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa Ia akan memberi Anda sesuatu yang bukanlah terbaik untuk Anda atau sesuatu yang akan melukai Anda? Tidak pernah! O tetapi ini juga bukan berarti bahwa Anda akan selalu mendapatkan segala yang Anda inginkan. Akan ada saat-saat di mana Allah menahan sesuatu dari kita karena Ia tahu apa yang terbaik bagi kita. Seperti yang Yesus katakan, ‘’Kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.’’ Ini bukan berarti meminta baptisan Roh Kudus. Ini mengacu kepada Roh Allah yang berdiam di dalam kita. Kalau Anda memiliki Roh Tuhan yang berdaulat atas Alam Semesta yang berdiam di dalam Anda, maka Anda memiliki segala sesuatu. Apa lagi yang masih mungkin Anda butuhkan?

Satu hal lagi yang saya ingin agar Anda perhatikan: urutan dari Minta, Cari, Ketuk yang begitu menarik. Dalam konteks sahabat di tengah malam, orang mungkin berpikir bahwa urutan yang biasa adalah cari, ketuk dan minta. Atau mungkin ketuk, cari dan minta. Saya tidak tahu pasti mengapa urutannya demikian. Mungkin ada makna rohani mengenai meminta kepada Allah terlebih dahulu (melalui doa-doa kita) dan benar-benar mencari jawaban-Nya pada tingkat yang lebih dalam daripada tingkat yang biasa, dan kemudian kita mendapati pintunya terbuka lebar agar kita dapat masuk ke hadirat-Nya. Melalui pertemuan pribadi dengan Allah pada saat saya mendengar suaraNya yang terdengar jelas dalam konteks Yohanes 5:39, saya mengetahui bahwa kita harus datang kepadaNya. Persoalannya bukan meneliti Firman setiap hari, ber-Saat Teduh, ataupun melakukan pembacaan Alkitab. Persoalannya adalah hubungan dengan Allah, datang ke hadirat Allah. Mulailah menggunakan hak-hak tahta Anda dan masuk ke hadiratNya. Kalau Anda melakukannya, Anda akan tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang akan Allah tahan atau tunda untuk diberikan kepada Anda. Anda tidak hanya akan diberi makanan untuk hari ini, tetapi Anda akan mendapat satu truk penuh muatan untuk hari esok dan juga semua berkat untuk Masa Mendatang.

 

Singkatnya, sadarilah bahwa semua bagian dalam Lukas 11 ini – Doa Bapa Kami, Sahabat di tengah malam dan Memberi Anak Batu, Ular atau Kalajengking, saling berkaitan. Ringkasnya, semua bagian itu memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan selalu bersedia menerima kita dan mendengar permintaan kita, kapan saja, siang maupun malam. Dan lebih dari itu, Ia akan selalu memberi kita pemberian yang baik dan sempurna dan bukan sesuatu yang membahayakan kita.

Lebih mudah membangun anak-anak yang kuat daripada memperbaiki orang dewasa yang hancur! Rick Godwin

Hal yang paling penting yang dapat dilakukan oleh seorang ayah bagi anak-anaknya adalah mengasihi ibu mereka. Theodore Hesburgh

Hidup adalah hadiah dari Allah. Apa yang kita lakukan dengan hidup kita adalah hadiah kita untuk Allah. A.R. Bernard

Salah satu dari hadiah yang dapat kita berikan kepada diri sendiri adalah waktu bersendiri dengan Tuhan. Joyce Meyer

Mari datang dan bawa anak-anak. Allah

http://www.bereaninsights.com/id/article/permata-alkitab-971-%E2%80%93-bapa-saya-perlu-roti-ini-batu-nak-lukas-119-13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: