Preparing Crossing Jordan

YOSUA 1 : 3 – 4
3Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. 4Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.

Sebelum menikmati berkat di tanah Kanaan, bangsa Israel harus menyeberangi sungai Yordan terlebih dahulu. Persiapan menyeberangi Yordan itu berupa menyediakan bekal. Bekal apakah yang dimaksudkan TUHAN?

YOSUA 1 : 1 – 2
“Living Water”1Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:2“Hamba-KU Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan KU-berikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.”

Yosua bukanlah seorang pribadi yang baru muncul di dalam kitab-kitab yang ditulis oleh Musa, sebab ia merupakan seseorang yang sangat dekat dan selalu mendapingi Musa dalam setiap perjalanannya. Arti nama “Yosua” adalah “Jehova is his help” atau “Jehova the Saviour”. Arti nama Yosua “TUHAN adalah penolongku” merupakan gambaran orang-orang yang percaya kepada KRISTUS. Dan “TUHAN adalah penyelamatku” merupakan pengakuan yang keluar dari mulut kita, orang yang percaya kepada-NYA.

Tetapi mengapa pada saat Musa masih hidup dan masih memimpin bangsa Israel, TUHAN tidak pernah berfirman secara langsung kepada Yosua? Yang sering terjadi adalah ALLAH berbicara kepada Musa dan Musa menyampaikan Firman ALLAH yang diterimanya itu kepada bangsa Israel, termasuk juga kepada Yosua. Tetapi setelah Musa mati dan kepemimpinan atas bangsa Israel berada di pundak Yosua, barulah ALLAH berfirman secara langsung kepada Yosua. Ini berarti TUHAN selalu mengetahui waktu yang tepat untuk berbicara secara langsung kepada kita.

Mungkin kita berpikir, sudah sekian lama menjadi orang percaya, tetapi hingga sekarang masih belum dapat mendengar suara TUHAN secara langsung. Selama ini kita memperoleh pesan ALLAH atau Firman dari ALLAH selalu melalui hamba-hamba TUHAN. Kerinduan hati kita adalah ingin mendengar suara-NYA secara langsung, seperti apa dan bagaimanacara TUHAN berbicara. Namun jika kita masih belum dapat mendengar suara-NYA secara langsung, jangan putus asa. Justru kita harus mengelola hidup kita dengan sebaik-baiknya seperti Yosua; dia selalu setia mengiringi Musa. Sekalipun belum pernah mendengar suara ALLAH secara pribadi, ia tetap sabar di dalam menjalani kehidupan kariernya. Jadi sekalipun TUHAN belum berbicara secara langsung kepada kita, tetap kelola hidup kita sesuai dengan Firman TUHAN yang kita dengar melalui hamba-hamba-NYA. Pada saat yang tepat, yaitu iman kita dewasa di pemandangan TUHAN, maka TUHAN pasti berbicara secara langsung kepada kita, seperti kepada Yosua.

Ketika TUHAN berbicara kepada kita, IA pasti memiliki maksud ataupun tujuan yang jelas. Ketika IA berbicara kepada Yosua, TUHAN memiliki maksud dan tujuan, yakni agar Yosua bersiap-siap. Untuk menerima berkat dari TUHAN, kita harus bersiap-siap dan bukan bermalas-malasan. Demikian juga jika ingin mendengar perkataan TUHAN, kita harus bersiap-siap sekarang juga dan bukan kapan-kapan atau waktu yang akan datang. Tujuannya adalah agar ketika tiba waktu yang tepat, kita sudah siap untuk mendengar suara TUHAN seperti Yosua.

“Sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini…” Ketika TUHAN mengucapkan perkataan ini, Yosua sudah berada dekat dengan sungai Yordan. Dan dalam posisi inilah TUHAN baru menyampaikan pesan-NYA secara langsung kepada Yosua. Jadi TUHAN tidak mengatakan hal ini ketika Yosua masih jauh dari sungai Yordan.

ALLAH selalu mengetahui waktu yang tepat dalam berfirman. Apakah kita sabar atau tidak untuk menunggu waktu yang tepat tersebut? Sebab seringkali kita kurang sabar, sehingga cenderung untuk mencari alternatif lain dengan alasan belum mendengar suara TUHAN. Padahal, pada waktu itu TUHAN memang belum berbicara secara langsung. Karena itu, jalani saja kehidupan ini dengan penuh kesabaran sampai TUHAN memberikan Firman-NYA kepada kita.

Setelah Musa mati, Yosua tidak tahu apa yang harus diperbuatnya atas bangsa Israel. Pada saat itulah TUHAN berbicara kepada Yosua untuk memberikan petunjuk-NYA. Dan petunjuk itu sangat jelas, detail serta memiliki tujuan yang pasti: membawa umat Israel menyeberangi Sungai Yordan menuju negeri yang dijanjikan ALLAH bagi mereka. firman TUHAN dapat didengar dan dipahami karena Yosua sudah dewasa dalam iman, sehingga mampu menangkap maksudTUHAN.

Sesungguhnya janji ALLAH kepada Yosua dan bangsa Israel dapat juga menjadi milik kita, orang-orang yang telah menerima DIA sebagai TUHAN dan Juru Selamat. Karena itu kita harus bersiap untuk menyeberangi sungai Yordan hingga apa yang dijanjikan-NYA yakni tanah Kanaan (hidup berkelimpahan, kesuksesan dan lain sebagainya) benar-benar menjadi milik kita.

YOSUA 1 : 10 – 11
10 Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya: 11 “Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, ALLAH-mu, kepadamu untuk diduduki.”

Apa yang harus dipersiapkan dalam menyeberangi sungai Yordan? Setelah Yosua mendengar Firman TUHAN, ia melakukannya dengan segera (tanpa menunda-nunda) seperti apa yang dikatakan oleh TUHAN. Untuk melakukan seluruh perintah TUHAN membutuhkan proses, baik dari segi waktu maupun aspek yang lainnya dari diri kita. Agar bangsa Israel mengetahui dan mau menyeberangi sungai Yordan seperti apa yang diperintahkan TUHAN, Yosua harus menjalani seluruh perkemahan orang Israel untuk menyampaikan pesan TUHAN kepada mereka. Padahal pada waktu itu orang Israel pasti sudah berjumlah sangat besar. Dapat kita bayangkan seberapa jauh dan seberapa lama Yosua menjalani seluruh perkemahan orang Israel itu. Tetapi karena Yosua mau melakukan perintah TUHAN dengan segera, ia tetap menjalaninya tepat seperti apa yang dikatakan oleh TUHAN.

Perintah itu adalah menyediakan bekal, sebab tiga hari kemudian mereka akanmenyeberangi sungai Yordan. Angka tiga berbicara tentang kematian dan kebangkitan TUHAN YESUS, sedangkan bekal yang harus dibawa adalah Tubuh dan Darah YESUS. Jadi jika kita ingin mengalami keberhasilan di dalam hidup ini, kita harus membekali diri kita dengan Tubuh dan Darah TUHAN YESUS.

Sungai Yordan yang akan mereka seberangi berbicara tentang baptisan ROH KUDUS. Setelah menerima Tubuh dan Darah YESUS, kita juga harus mau menerima Baptisan ROH KUDUS. Jika kita menerima kematian, kebangkitan dan baptisan ROH KUDUS, maka kita akan memiliki negeri yang dijanjikan TUHAN bagi kita. Jadi tanah Kanaan dapat diperoleh bukan karena kita membelinya, melainkan karena TUHAN yang memberikannya.

YOSUA 1 : 3 – 4
3Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada RomanianMusa. 4Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.

Namun untuk memperoleh tanah Kanaan itu diperlukan persiapan. Sebelum mencapainya, TUHAN terlebih dahulu memberitahu cara untuk menduduki Kanaan, dan apa saja yang akan diterima oleh bangsa Israel di sana.

Caranya adalah: “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu KU-berikan kepadamu….” (ayat 3). Kanaan itu sudah pasti diberikan kepada kita secara utuh, namun untuk memilikinya kita harus mau melangkah. Dan setiap langkah kaki kita akan menentukan seberapa besar tanah atau berkat yang akan kita terima. TUHAN menghendaki kita mau melangkah. Tentunya setelah kita melakukan persiapan terlebih dahulu, yakni bersekutu dengan Tubuh dan Darah TUHAN YESUS dan mau dituntun oleh ROH KUDUS. Tetapi persiapan tersebut, kita pasti akan salah langkah. Sebaliknya jika kita sudah melakukan persiapan, kita tidak usah takut untuk mengambil suatu keputusan, sebab TUHAN sudah memberikan semuanya kepada kita.

Ada batasan-batasan yang TUHAN berikan bagi kita. Batasannya adalah dari padang gurun (Selatan), gunung Libanon (Utara), sungai Efrat (Timur) dan seluruh tanah orang Het sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenan (Barat). Lima macam berkat ini akan kita terima dari TUHAN, yakni: Padang gurun, gunung, sungai besar, tanah kering (daratan) dan laut besar. Kelimanya menggambarkan semua jenis berkat atau semua kebutuhan kita dicukupkan oleh TUHAN. Jadi ke arah mana pun kita melangkah, tidak akan pernah salah langkah, asalkan sebelumnya kita telah melakukan persiapan terlebih dahulu. Sebab jika kita mengaku “Yosua” (TUHAN adalah penolongku) dan kita telah dibaptis oleh ROH KUDUS, ke mana pun kita melangkah semuanya akan menjadi milik kita.

Seberapa besar berkat yang kita terima tergantung dari seberapa besar langkah yang kita jalani. Oleh sebab itu kita harus berani melangkah. Jika kita melangkah untuk menerima kesembuhan maka kesembahan itu akan kita terima, jika kita melangkah untuk mencapai keberhasilan dalam hal ekonomi, maka kita juga akan meraihnya. Tetapi jika kita tidak berani melangkah, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa.

Ada seorang anak TUHAN yang + berusia 30 tahun dan bertanya cara untuk mendapat pasangan. Saya berdoa meminta hikmat TUHAN untuk membalas e-mailnya dan mengatakan, bahwa dalam waktu tiga bulan dia akan mendapatkan pasangan. Dan terjadi seperti yang saya katakan kepadanya. Tiga bulan kemudian dia akan bertemu dengan jodohnya. Beberapa bulan kemudiania berkata kepada saya bahwa sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan calon suaminya. Jadi apapun yang TUHAN katakan pasti akan digenapi, asalkan kita mau melangkah untuk meraih janji TUHAN itu.

YOSUA 1 : 5
5Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti AKU menyertai Musa, demikianlah AKU akan menyertai engkau; AKU tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

TUHAN telah memberikan tanah Kanaan beserta segala isinya bagi Yosua dan seluruh bangsa Israel. TUHAN juga berjanji bahwa tidak akan ada satu orang pun yang mampu bertahan melawan Yosua. Berarti di tanah Kanaan akan ada banyak musuh yang harus dihadapi. Namun bangsa Israel pasti akan mampu menghadapi mereka. Jadi pada saat masuk ke tanah Kanaan, jangan pernah membayangkan kondisinya akan serba enak dan sangat mudah, tanpa ada secuil pun masalah yang harus dihadapi. Itu adalah pemikiran yang salah. Tetapi ingatlah, bahwa TUHAN berjanji bahwa tidak ada satu pun yang mampu bertahan melawan kita.

Dari pernyataan ini juga dapat kita tarik suatu pelajaran bahwa untuk mendapatkan berkat, bukan YESUS yang menghalaukan musuh-musuh yang ada, melainkan kita yang harus melawan musuh-musuh itu dengan kekuatan ALLAH. Oleh sebab itu jangan pernah menjadi kecil hati ataupun takut ketika menghadapi banyak musuh. Bagaimana mungkin kita bisa tahu kalau seseorang telah mencapai kemenangan kalau dia belum pernah mencoba untuk menghadapi siapa yang menjadi lawan kita? Selain itu jika seseorang belum mengalahkan lawannya, pasti tidak akan dikatakan sebagai pemenang. Dengan kata lain untuk disebut sebagai pemenang, seseorang harus mampu mengalahkan siapa yang menjadi lawannya. Apalagi TUHAN sudah memberikan suatu jaminan yang pasti yakni kemenangan ada di pihak kita. Dengan demikian, jika kita masih takut melangkah, berarti kita adalah orang yang bodoh.

LUKAS 10 : 19
19Sesungguhnya AKU telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

TUHAN telah memberikan kuasa kepada kita untuk menginjak ular. Persoalannya sekarang adalah beranikah kita bertindak untuk menginjak ular? Begitu juga untuk masuk ke Kanaan. Ketika kita menginjakkan kaki di tanah Kanaan, jangan pernah hati kita menjadi kecut atau pun takut ketika menghadapi banyak musuh, sebab sesungguhnya TUHAN telah memberikan kuasa kepada kita untuk mengalahkan musuh-musuh kita. Berarti TUHAN tidak pernah berjanji bahwa kita tidak akan menghadapi musuh, yang TUHAN janjikan justru jaminan kemenangan dari semua musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan kita.

Dengan mengetahui rahasia ini, pasti tidak akan membuat kita menjadi kecewa karena telah mengambil keputusan untuk menjadi pengikut KRISTUS. Justru ketika menghadapi persoalan atau pun sakit penyakit, itu semua akan membuat kita semakin yakin bahwa kemenangan ada di pihak kita.

Untuk mempertegas bahwa sekalipun kita sudah menjadi Kristen, terkadang kita masih dapat mengalami suatu persoalan. Seperti apa yang saya alami secara pribadi, ketika saya tengah mempelajari kembali Firman yang akan disampaikan pada sore,ada seorang jemaat menelpon saya dan meminta agar saya mendoakan saudaranya yang belum menjadi Kristen dan sedang mengalami sakit parah. Ia mengatakan bahwa suadaranya itu mau menerima YESUS sebagai TUHAN dan Juru selamatnya. Kemudian saya pun mendoakan orang itu, dan ketika berdoa saya merasakan ada kuasa gelap yang menguasai orang itu. Oleh karena itu saya mengusirnya di dalam Nama TUHAN YESUS. Setelah saya tutup dengan kata “Amin”, tiba-tiba saya merasa di sekeliling saya gelap, kepala merasakan pusingdan saya sendiri tidak dapat bangun untuk berdiri.

Dalam kondisi seperti itu saya tetap memiliki keyakinan bahwa saya akan menang. Apalagi musuh yang dihadapi adalah kuasa gelap yang berusaha menyerang balik kepada diri saya. Dalam tempo satu jam, akhirnya saya dapat kembali bangun dan tubuh saya mulai terasa segar kembali. Dari pengalaman ini saya semakin yakin bahwa jika TUHAN telah menjanjikan kemenangan bagi kita, maka sesuai dengan iman yang dinyatakan dalam tindakan kita, maka kemenangan pun akan benar-benar kita terima. Disamping itu, saya menjadi tahu untuk membedakan sakit yang benar-benar sakit dengan sakit yang disebabkan oleh kuasa gelap. Jadi jangan pernah merasa takut ketika kita harus menghadapi tantangan yang ada di hadapan kita. Justru ketika menghadapi musuh yang besar, seharusnya kita merasakan bangga. Sebab dengan semakin besarnya musuh yang dihadapi, maka semakin besar pula Kanaan yang akan kita peroleh. Sebab TUHAN mengijinkan ada musuh yang menghadang kita bukanlah untuk membuat hati kita menjadi ciut, melainkan untuk memberikan kemuliaan-NYA bagi kita.

YOSUA 1 : 6
6Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang KU-janjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

holy-spirit-wallpaper-pic-0102Selain itu, TUHAN juga memberikan penghiburan kepada Yosua dengan mengatakan: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu”. TUHAN sudah memberikan bekal bagi kita untuk menghadapi segala macam musuh, tetapi jika hati kita tidak teguh dan tidak kuat, apabila mengalami kekalahan itu semua bukan salah TUHAN. Sebab keputusan akhir untuk melangkah ada di dalam tangan kita. TUHAN adalah ALLAH yang Maha Adil, sehingga IA tidak akan memaksa apabila kita tidak mau melangkah. Tetapi jika kita mau melangkah dengan iman, maka apa yang dijanjikan-NYA akan kita terima dengan sempurna, sebab TUHAN telah memberikan janji-NYA dengan bersumpah. Ini berarti setiap janji yang diucapkan TUHAN telah dimetraikan dengan sumpah-NYA. Dengan demikian janjiNYA itu tidak akan meleset apalagi batal. Tetapi jika kita meleset maka kesalahan bukan pada TUHAN melainkan kita sendiri yang tidak kuat dan tidak teguh, sehingga tidak memiliki keberanian untuk melangkah.

Suatu kali setelah selesai ibadah hari Minggu saya memanggil seorang jemaat bernama Puja agar masuk ke ruang konseling untuk didoakan. Dalam doa itu saya berkata: “Dalam Nama TUHAN YESUS, TUHAN menjaga janinmu.” Mendengar doa saya itu, Puja sangat kaget sebab ia sendiri merasa tidak sedang hamil. Puja merasa penasaran, sehingga ia menggunakan alat untuk mengetes kehamilan. Setelah melakukan tes, ternyata hasilnya adalah positif. Selang dua minggu kemudian, saya kembali mendoakan Puja dan setelah berdoa saya katakan bahwa janin yang ada di dalam kandungannya adalah seorang perempuan. Sekarang Puja telah melahirkan dan anak yang dilahirkan adalah perempuan.

Jadi, jika kita sudah melakukan persiapan dan mau melangkah, maka segala perkara yang ajaib akan kita alami dan itu adalah berkat dari ALLAH. Sebab Puja dan Manoj (suami Puja) saja tidak mengetahui bahwa Puja sedang hamil, tetapi TUHAN berbicara kepada saya tentang hal ini dengan tujuan agar memberikan kekuatan kepada Puja dan Manoj. Dengan demikian apa yang saya ucapkan tidak berdasar kepada untung-untungan atau asal-asalan, tetapi semuanya karena ROH KUDUS yang memberikan tuntunan. Semuanya itu dapat dilakukan bukan karena kuat dan gagah saya, melainkan karena saya telah melakukan persiapan sehingga ROH KUDUS memimpin saya untuk melangkah dan meraih kemenangan.

YOSUA 1 : 7
7Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-KU Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.

Dalam ayat tujuh ini TUHAN kembali mengatakan agar Yosua menguatkan dan meneguhkan hatinya, bahkan ditambahkan dengan kata: “dengan sungguh-sungguh”. Berarti perintah yang diberikan TUHAN lebih serius untuk dilaksanakan. Sebab sekali pun kita telah masuk ke Kanaan, kita harus tetap menguatkan dan meneguhkan hati untuk tetap berjalan di dalam Firman-NYA. Gunanya untuk apa? Agar kita tetap hidup di dalam kebenaran Firman-NYA dan mampu mempergunakan segala berkat yang telah kita terima sesuai dengan kehendak ALLAH.

Di dalam ayat enam, TUHAN memerintahkan untuk menguatkan dan meneguhkan hati dalam rangka menghadapi musuh. Sedangkan dalam ayat tujuh perkataan ini diulang agar kita bertindak hati-hati terhadap langkah hidup kita sendiri agar tidak menyimpang dari jalan TUHAN. Karena itu, ayat tujuh ini merupakan suatu perintah yang termasuk sulit untuk dilakukan, namun tetap harus kita laksanakan. Untuk menduduki tanah Kanaan, kita memiliki kebebasan untuk menentukan arah ke mana kita akan melangkah. Tetapi dalam perkara melakukan Firman, kita tidak boleh menyimpang ke kiri atau pun ke kanan.

Banyak anak TUHAN -bahkan tidak menutup kemungkinan seorang hamba TUHAN sekalipun- sudah tidak berjalan di dalam Firman TUHAN lagi ketika berada dalam posisi iman yang mulai goyah. Akibatnya kita akan tertelan oleh musuh dan tinggal di dalam kekalahan. Padahal dengan jelas TUHAN memerintahkan kepada kita untuk menguatkan dan meneguhkan hati dan bertindak hati-hati sesuai Firman-NYA agar kita mengalami sukses (beruntung). Sebab orang yang disebut sebagai orang yang sukses bukan karena ia memiliki harta yang berlimpah, tetapi orang yang sukses adalah orang yang mampu berjalan sesuai Firman TUHAN dan tidak menyimpang ke kanan ataupun ke kiri dari segala Firman-NYA itu.

YOSUA 1 : 8
8Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Agar kita dapat tetap bertindak hati-hati dan berjalan di dalam Firman-NYA, kita harus selalu memperkatakan Firman TUHAN siang dan malam. Jadi kesuksesan seseorang ditentukan juga oleh apa yang dikatakannya. Apakah kita memperkatakan sesuatu sesuai dengan Firman TUHAN atau tidak, dan itu dapat mempengaruhi seberapa besar sukses yang dapat kita raih. Kita harus tahu bahwa sukses yang dijanjikan TUHAN adalah sukses untuk mencapai hidup kelimpahan di dalam dunia ini, dan sukses untuk masuk ke dalam kerajaan Surga. Itu semua akan kita capai bila kita tidak menyimpang dari segala jalan dan Firman yang diberikan TUHAN kepada kita. Amin

http://www.tabernakel.org/renungan/?id=08090201

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: