TUHAN MELIHAT HATI

Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”(1 Samuel 16:7b).

NICK

Dr.Joyce Brothers, seorang psikolog terkenal di Amerika, diam-diam pernah melakukan observasi di sebuah Taman Kanak-kanak. Hasil observasinya menunjukkan, bahwa para guru cenderung bersikap lebih baik dan lebih sabar kepada anak-anak yang secara fisik lucu, cakep, dan menarik. Begitu juga para murid, mereka cenderung mendekati temannya yang secara lahiriah menarik. Sedang anak-anak yang tidak menarik, cenderung dijauhi. Bahkan kerap kali dianggap sebagai pembawa masalah. Begitulah umumnya orang, cenderung lebih berfokus pada tampilan lahiriah, mengukur sesama hanya dari sisi jasmani.

Seperti juga Samuel ketika datang ke rumah Isai atas perintah Tuhan untuk mengurapi calon raja Israel pengganti Saul. Waktu melihat Eliab, salah seorang anak Isai, Samuel langsung terpikat dengan paras dan perawakannya yang tinggi. Tetapi Tuhan tidak demikian. Penampilan jasmaniah, bukan itu yang dilihat Tuhan. Maka Firman Tuhan kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati”.

Barangkali kita pernah menonton video klip seorang evangelis yang bernama Nick Pujicik, berwarga negara Australia. Postur tubuhnya aneh: ia pendek, kecil, dan yang mengherankan, dia tidak punya tangan namun punya kaki yang begitu kecil kayak paha ayam. Sekilas dari luarnya kita bisa melihat bahwa dia adalah seorang yang cacat dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi nyatanya, dia seorang insinyur, bisa menyepak bola dengan kaki ayamnya, dan yang luar bisa dia genius dan telah memberitakan Injil ke berbagai negara di dunia ini. Orangnya cacat tetapi dipakai Tuhan luar biasa untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia.

Maka, kalau kita tidak memiliki penampilan fisik (lahiriah) secakep atau semenarik orang lain, jangan kecil hati atau rendah diri. Sebab Tuhan tidak melihat hal-hal lahiriah dari kita. Tuhan lebih melihat hati. Sebaliknya, kalau kita dikaruniakan penampilan fisik yang elok dan menawan, jangan sombong. Sebab bukan itu ukuran kualitas atau nilai kita di hadapan Tuhan. Tuhan tidak akan memperlakukan kita secara istimewa hanya karena kita memiliki wajah rupawan dan tubuh yang atletis. Karena itu yang penting adalah bagaimana kita memiliki hati mau yang bersekutu dengan Tuhan dan mau menaati Firman Tuhan. Janganlah pandang manusia dari wajah atau penampilannya, tetapi lihatlah hatinya, apakah tulus atau tidak.

DOA: Tuhan terima kasih atas firman-Mu yang memberikan pemahaman yang baru bagi kami, sehingga kami akan melihat hal-hal yang ada dalam hati sesama kami dari pada hal-hal yang tampak secara lahiriah. Amin.

Kata-kata bijak
Jangan lihat orang dari aspek luarnya, tetapi lihatlah dari aspek dalam (hati)-nya.

Life Without Limbs // Nick Vujicic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: