Gembala Bangsa

Mazmur 23
Ps. Yosia Yusuf

Mazmur 23:1-6
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

wpid-125539012_640Mazmur 23 ini bisa dibilang mazmur paling populer. Anda bisa menemukan mazmur ini dicetak hampir di semua hal yang bisa dicetak. Anda akan menemukan Mazmur ini dicetak di mug kopi, piring, magnet kulkas, kalender, kaos dan saya tidak akan terkejut jika saya menemukan mazmur ini dicetak di pakaian dalam. Ada satu waktu saya mengendarai mobil di jalur tengah, dan tiba-tiba mobil dari jalur lambat memotong saya. Seperti yang biasa kita lakukan dalam situasi ini, respon awal saya adalah untuk menekan klakson saya selama saya bisa dan mungkin mencaci maki mereka. Tapi kemudian saya melihat stiker di belakang mobil mereka – Mazmur 23 – “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” Saya bingung maksudnya apa. Sekarang saya tidak bisa marah karena Tuhan adalah gembala mereka. Mungkin Tuhan menuntun dia untuk memotong saya untuk mengajari saya kesabaran.

Saya sangat menyukai kitab Mazmur karena buku ini mengambarkan kenyataan yang kita alami setiap hari. Dalam Mazmur, anda akan menemukan orang-orang menangis kepada Allah dan menyanyikan jeritan suara hati mereka kepada Tuhan. Dan lagu mereka sangatlah nyata! Mereka tidak mencoba untuk melapisi realitas dengan gula dan membuatnya terdengar rohani. Itu adalah sesuatu yang biasa kita lakukan. Tapi tidak dengan Mazmur. Dalam Mazmur anda akan menemukan lagu orang orang yang menangis kepada Tuhan di dalam keputus-asaan mereka – ‘berapa lama ya Tuhan? Apakah Engkau akan melupakan kami selamanya’; ’Tuhan di mana kau?’; ’Mengapa orang fasik diberkati?’; ’Tuhan aku tidak mengerti dan aku bingung.’ Kitab Mazmur penuh dengan situasi kehidupan nyata yang kita alami setiap hari. Saya sangat suka kitab Mazmur tapi Mazmur 23 adalah satu Mazmur yang paling berarti untuk saya.

Mazmur 23 ditulis oleh Daud. Sebelum kita mendengarkan apa yang dia katakan, kita perlu memahami beberapa haldigging-1 tentang Daud. Daud bukan orang biasa; ia adalah gembala di antara gembala. Dia sudah menjadi seorang gembala dari usia yang sangat muda. 1 Samuel 17:34-35 – Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.” Daud adalah seorang gembala sejati.

Ilustrasi: Ketika saya masih kecil, keluarga saya memiliki anjing Pinscher Miniatura (kancil) bernama brownie. Saya tidak memiliki domba tapi saya punya anjing. Brownie adalah hal yang paling dekat dengan domba yang saya miliki. Lucunya tentang Brownie adalah saya tidak bisa memutuskan apakah dia mencintai saya terlalu banyak atau dia sangat membenci saya. Setiap kali dia dilepas dari tali lehernya, dia akan mengejar saya dan saya akan lari dari dia. Bayangkan apa yang akan terjadi jika suatu hari saya melihat brownie diserang oleh anjing herder. Saya mungkin akan merasa kasihan terhadap Brownie tapi saya rasa saya tidak akan melakukan apapun.

Tapi Daud berbeda! Ketika singa datang untuk mengusik domba-dombanya, ia akan mengejar singa itu, memukulnya, mengeluarkan dombanya dari mulut singa itu, menarik jenggotnya dan membunuhnya. Ada disini yang seperti itu? Bahkan untuk membunuh tikus, saya harus mengeluarkan pistol angin saya. Salah satu teman baik saya bahkan akan meloncat ke sofa kalau dia melihat kecoa. Saya tidak akan berani bermimpi tentang menampar singa. Tetapi Daud akan mempertaruhkan nyawanya melawan singa untuk menyelamatkan domba-dombanya.

Daud tidak hanya seorang gembala domba; ia juga menjadi gembala suatu bangsa. Mazmur 78:70-72 – “dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri. Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.” Dari gembala dua sampai tiga ekor domba, Allah membuatnya menjadi gembala dari jutaan orang. Berapa banyak dari anda menyadari bahwa ada perbedaan besar antara 2 dan 2 juta? Berapa banyak dari anda juga menyadari bahwa adalah jauh lebih sulit untuk menangani 1 orang dibanding untuk berurusan dengan 10 domba? Domba sangatlah bodoh sementara manusia adalah mahluk yang keras kepala. Namun Allah mempercayakan Daud untuk menggembalakan Israel. Ini bukanlah tanggung jawab yang kecil. Saudara dan saya tidak akan pernah tahu berat dari tanggung jawab ini karena tidak satupun dari kita adalah raja.

Namun, anda dan saya dapat mengerti arti memiliki tanggung jawab yang berat. Kita semua memiliki wilayah tanggung jawab yang berbeda dalam segala aspek kehidupan. Dan di dalam daerah tanggung jawab itu, Alkitab menyerupakan anda dan saya sebagai seorang gembala. Jadi jika anda seorang pemimpin KM, Tuhan memanggil anda untuk menggembalakan KM anda. Jika anda seorang pemimpin kampus, Tuhan memanggil anda untuk menggembalakan kelompok kampus anda. Jika anda seorang mahasiswa, Tuhan memanggil anda untuk menggembalakan sekolah anda dan teman-teman di kelas anda. Jika anda bekerja, Tuhan memanggil anda untuk menggembalakan pekerjaan anda dan rekan-rekan kerja anda. Jika anda seorang suami, Tuhan memanggil anda untuk menggembalakan keluarga anda. Jika anda masih bujangan, Tuhan memanggil anda untuk menggembalakan kebujangan anda dan waktu anda. Tidak banyak dari kita akan mengalami berat tanggung jawab menggembalai sebuah bangsa tapi kita semua dipanggil untuk menggembalakan 2-3 domba yang kita miliki, termasuk diri kita sendiri. Dan sering kali tanggung jawab itu saja sudah menjadi sangat berat untuk kita.

Daud adalah gembala yang sangat baik sampai Tuhan sendiri berkata akan Tuhan akan membuat dia raja selamanya. Dalam Yehezkiel 37, tertulis janji Tuhan bahwa akan tiba suatu hari di mana Allah akan mengumpulkan semua bangsa Israel kembali menjadi satu. Dan pada hari itu, mereka tidak akan lagi menyembah berhala tetapi Allah akan menyelamatkan mereka dan membersihkan hati mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Daud akan menjadi raja dan gembala mereka selamanya. Betapa hebatnya Daud sebagai gembala sampai Allah memilih dia untuk menjadi raja selamanya. Memang ayat ini berbicara tentang Yesus sebagai anak Daud dan bukan raja Daud yang kita lihat di Alkitab, tapi ini tidak mengurangi nilai Daud sebagai seorang gembala. Dari semua gambaran yang Tuhan bisa pilih untuk mengambarkan Yesus sebagai gembala agung, Tuhan memilih Daud. Apa yang membuat Daud menjadi gembala yang begitu baik? Apa yang mendorong Daud untuk bisa menggembalakan sebuah bangsa untuk takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan? Dalam Mazmur 23, saya menemukan jawaban Daud atas pertanyaan saya. Dan jawabannya sangat sederhana namun begitu mendalam. Ini bukan teologi yang akan membuat anda meloncat dari kursi anda. Banyak dari kita sudah mengetahui hal ini tapi sering kali kita melupakannya di tengah frustrasi kita dan usaha kita untuk melakukan lebih.

Mazmur 23:1 – “Tuhan adalah gembalaku; takkan kekurangan aku.” Daud adalah seorang gembala yang besar. Tapi dia mengerti bahwa perannya di hadapan Tuhan bukanlah untuk menjadi seorang gembala tetapi menjadi domba. David memahami bahwa fungsi utama dia bukanlah untuk memimpin tetapi untuk dipimpin. Sangatlah amat mudah bagi kita untuk fokus pada peran kita sebagai gembala dan melupakan peran kita sebagai domba. Tidak ada yang salah dengan menyelesaikan dan melakukan tanggung jawab kita dengan yang terbaik. Tidak ada yang salah dengan jam kerja yang panjang mempersiapkan khotbah. Tidak ada yang salah dengan menghabiskan berjam-jam di depan cermin agar anda terlihat baik pada kencan anda. Tidak ada yang salah dengan menyiapkan dan memberikan yang terbaik di tanggung jawab anda masing-masing. Saya yakin Allah senang dengan semua itu. Tapi kapan terakhir kali kita menikmati peran kita sebagai domba? Kapan terakhir kali kita mempercayai Tuhan sebagai gembala kita?

Ada sesuatu dalam diri kita yang didorong oleh kesuksesan. Kita ingin mencari padang rumput hijau kita sendiri; kita ingin mencari air yang tenang; kita ingin menjadi orang yang mengajar musuh kita sampai babak belur, memasangkan mereka dalam rantai, membuat mereka lapar untuk beberapa hari dan kemudian makan KFC di depan mereka. Skenario yang sangat menggagumkan. Kita ingin membuat sesuatu terjadi tetapi Allah memanggil kita untuk menjadi domba terlebih dahulu. Dia ingin memimpin anda. Dia ingin berperang untuk anda. Dia ingin anda untuk menikmati pimpinan-Nya. Dia ingin menjadi gembala anda.

Dan ketika Tuhan adalah gembala anda, ia cukup. “Takkan kekurangan aku.” Daud tidak mengatakan bahwa Tuhan adalah gembalaku; aku tidak akan peduli tentang hal lain. Tidak, dia tidak mengatakan itu. Dia masih memiliki 2-3 domba untuk digembalakan. Dia masih memiliki sebuah bangsa untuk dia pimpin. Dia masih harus berperang melawan musuh-musuh di sekitar Israel. Dia masih memiliki sebuah negara yang harus diperintah. Dia masih memiliki banyak keputusan untuk dibuat. Dia masih harus memberikan yang terbaik dalam menjadi raja Israel. Tetapi identitas Daud tidak ditemukan dalam menjadi seorang gembala tetapi dalam menjadi domba di tangan gembala yang baik. Dia tidak kekurangan. Dia puas. Mengapa? Daud membukai mazmurnya dengan pernyataan besar dan sekarang dia akan memberi kita tiga alasan untuk menopang pernyataan-nya.

banner2
http://rocksydney.org.au/sermon/mazmur-23/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: