LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI

Pikullah Kuk Yang Tuhan Pasang

Written by Multimedia Bethany Graha

  • Ayat Bacaan : Matius 11:25-30; Yehezkiel 18:5-9

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan (Matius 11:29, 30).

Banner_Matthew 11_29-30_v2

Salib adalah simbol penting dalam kekristenan. Dengan mudah simbol ini dapat kita lihat di dinding gereja, ambang atas pintu rumah, kalung, cincin, gantungan kunci, atau di sampul Alkitab. Dengan simbol ini kita diingatkan tentang pengorbanan Yesus di kayu salib. Tetapi dalam pembacaan Alkitab hari ini Yesus mengingatkan kita tentang simbol lain yang tidak kalah pentingnya  simbol dedikasi dan komitmen kita terhadap Kristus yang digambarkan dengan kuk.

Kuk adalah sebatang kayu yang mengikat 2 hewan (biasanya lembu) untuk menarik beban. Kuk tidak pernah terukir di mosaik gereja, tergambar di sampul Alkitab, atau tergantung di pintu rumah. Tidak pernah ada juga kalung yang menggantungkan tanda ini di leher orang Kristen.  Salib dan kuk adalah simbol orang Kristen dalam 2 aspek yang berbeda tentang komitmen. Salib adalah alat kematian; kuk adalah alat kerja keras. Salib adalah simbol pengorbanan; kuk adalah simbol pelayanan. Salib menuntut darah; kuk menuntut pelayanan. Komitmen pada Kristus berarti siap untuk menerima salib maupun kuk.  Ada 3 hal penting mengenai kuk:  Pertama, penundukan diri. Pikullah kuk yang Kupasang. Menjadi Kristen berarti tunduk kepada Kristus sebagai Tuhan dan Tuan.

Bila Kristus berkata Pikullah.. berarti sebagai hamba kita harus menundukkan diri dan taat untuk memikul kuk itu. Ini berarti menuntut pengabdian yang sungguh-sungguh supaya kita bisa memikul kuk tersebut. Kuk itu bisa berarti perintah Tuhan yang harus kita taati. PL menyatakan bahwa orang benar adalah orang yang mau memikul kuk  yang mau mentaati perintah Tuhan (Yehezkiel 18:5-9).  Kedua, ketaatan. “…dan belajarlah pada-Ku. Kuk berarti ketaatan terhadap tuan kita. Yesus adalah Tuan kita yang harus ditaati. Yesus memberikan teladan yang baik. Ia memberikan contoh ketaatan yang baik kepada Bapa-Nya. Alkitab berkata, Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan TAAT sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:8).

Ketiga, pelayanan. “…. dan beban-Kupun ringan. Dibandingkan dengan beban dosa, beban Tuhan Yesus ini ringan. Ketika kita melayani Yesus, entah itu sebagai guru sekolah Minggu, penginjil, pemain musik, atau apa saja, memang cukup berat, tetapi beban itu nikmat karena kuasa Allah menaungi kita.

Renungan:  Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah memikul kuk yang diberikan Tuhan Yesus? Kalau belum, Anda belum menjadi orang yang sungguh-sungguh mengabdi pada Kristus. Ambillah keputusan sekarang juga untuk memikul kuk Tuhan Yesus.   Beban yang nikmat untuk dipikul adalah beban dari Tuhan Yesus.

http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/daily-devotional/1691-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: