Titanic

Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.~ Mzm 37:11

Bahaya Kesombongan

Bacaan: Daniel 4:28-33

Titanic

Kisah tentang Kapal Titanic tentunya sudah tidak asing bagi kita. Titanic merupakan kapal terbesar yang pernah dibangun pada saat itu. Kapal ini meninggalkan Southampton, Inggris, pada pelayaran perdananya menuju New York, Amerika, pada 10 April 1912. Turut serta dalam pelayaran ini para orang kaya dan terpandang di Inggris dan Amerika, tak ketinggalan juga orang-orang biasa.

Karena Titanic begitu besar dan modern, banyak orang pada saat itu berpendapat bahwa kapal ini tidak mungkin tenggelam. Itu pulalah yang menyebabkan Titanic tak memiliki cukup sekoci untuk 2.200 penumpang dan kru. Setelah berhenti di Cherbourg dan Queentown, Titanic menyeberangi Samudra Atlantik. Pada pukul 23:40, tanggal 14 April, Titanic menabrak gunung es dan pada pukul 2:15 pagi, kapal ini tenggelam.

Dari 2.201 penumpang dan awak kapal, hanya 710 orang yang berhasil selamat. Kita banyak mengenal orang-orang hebat dalam Alkitab. Mereka adalah orang-orang yang tak terkalahkan. Namun kalau pada akhirnya mereka mengalami kejatuhan dan kekalahan, hal itu terjadi karena mereka mengizinkan hatinya dikuasai kecongkakan. Dalam banyak hal, kecongkakan ibarat jalan licin yang menyebabkan kita jatuh saat melaluinya. Itulah yang menyebabkan orang Israel sempat gagal merebut kota Ai, Simson berhasil ditangkap orang Filistin, bahkan Goliat dikalahkan seorang anak kecil yang hanya bersenjatakan ketapel. Jadi jelaslah bahwa kita tidak boleh memiliki kesombongan hati. Lawan kecongkakan dan tinggi hati adalah rendah hati.

Firman Tuhan mengatakan, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan” (Ams. 18:12). Berbeda dengan orang yang tinggi hati, mereka yang memiliki kerendahan hati dijanjikan Tuhan akan makan kenyang (Mzm. 22:27), mewarisi negeri, bergembira (Mzm. 37:11), dikasihi Tuhan(Ams. 33:4), dan memperoleh keselamatan (Mzm. 149:4). Tuhan tidak menuntut banyak dari kita. Malam ini Dia hanya meminta kita rendah hati dan mawas diri. Sebab dengan itulah maka kita akan diberkati Tuhan serta dijauhkan dari segala kegagalan dan kejatuhan.

Sumber: Renungan Malam, April 2009

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: