Aku Bersyukur Kepada-Mu

KANAE’S ROSES ARE TALLER THAN ME.~ NICK VUJICIC

Dahsyat dan Ajaib

“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

Apa yang anda lihat saat bercermin? Selain orang bercermin untuk mematut diri atau berdandan sebelum keluar rumah, ternyata ada banyak orang yang akan langsung melihat segala kekurangan mereka. Ada seorang teman yang selalu menghindari cermin yang ia rasa seolah menunjukkan kekurangannya secara fisik. Ironisnya, iklan di televisi pun seringkali secara sadar atau tidak dengan tega mengekspos hal-hal seperti ini. Ambil contoh sebuah iklan pelangsing yang pernah ada menunjukkan seorang wanita sibuk menyilang-nyilang bagian tubuhnya yang dianggap masih kurang ideal dengan spidol. Betapa mudahnya kita terpancing untuk melihat kekurangan-kekurangan atas diri kita, sebaliknya sulit sekali melihat sisi kelebihan yang sebenarnya ada pada diri kita seperti halnya pada setiap orang. Wajah kurang cantik bagi wanita atau tampan bagi pria, tubuh kurang langsing, kurang tinggi, kurang berotot, hidung kurang mancung, kulit kurang putih dan sebagainya, semua itu akan sangat mudah menjadi titik fokus kita ketika bercermin ketimbang memperhatikan dengan seksama betapa luar biasanya Tuhan dalam menciptakan kita dan bersyukur akan semua anugerahNya itu.

Apa yang sedang Daud lakukan ketika ia menuliskan bagian Mazmur pada ayat bacaan hari ini? Apakah ia sedang bercermin atau sedang merenung saja, entahlah. Tapi yang pasti ia sampai pada sebuah kesimpulan:  “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” (Mazmur 139:14). Daud mengetahui dengan pasti bahwa dirinya bukanlah sebuah hasil kebetulan saja, atau diciptakan asal-asalan tanpa makna. Daud tahu bahwa ia ada untuk satu tujuan, dan jiwanya menyadari bahwa Tuhan telah menyiapkan segalanya dengan cara yang dahsyat dan ajaib. Dia tahu pasti dirinya adalah hasil mahakarya Tuhan yang indah. Daud tidak berbicara mengenai ketampanan atau kesempurnaan secara fisik, tetapi ia melihat dirinya sebagai sebuah kesatuan yang utuh, dan ia pun mengucapkan rasa syukurnya secara penuh kepada Tuhan atas anugerah yang ia terima tersebut.

Keindahan ayat dalam Mazmur 139:14 ini. Tidakkah rasanya sangat melegakan jika kita bisa menyadari bahwa kita bukanlah hasil dari sebuah kesalahan, was not made as a mistake, bukan diciptakan sebagai pecundang tanpa arah tujuan atau tanpa rencana? Kita bukanlah dibuat diciptakan seadanya dengan setengah hati, tetapi Tuhan justru mencurahkan segala yang terindah dalam menciptakan kita. Bak Seniman Agung Dia menciptakan manusia secara sangat istimewa. Tidak seperti ciptaan lainnya, kita diciptakan dengan gambar dan rupa Allah sendiri(Kejadian 1:26). Kita mendapatkan nafas hidup langsung dari hembusan Allah (2:7), tetapberada dalam telapak tangan dan ruang mataNya (Yesaya 49:16), dan sungguh semua itu memang benar-benar dahsyat dan ajaib. Bagi Daud, sulit rasanya untuk bisa memahami jalan pikiran Tuhan ketika Dia membentuk buah pinggang dan menenun kita sejak dalam kandungan. (Mazmur 139:13). Ia pun berseru: “Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!” (ay 17).

Apa yang Tuhan pikirkan ketika Dia menciptakan kita secara istimewa dan menjanjikan begitu banyak hal yang indah penuh berkat bagi kita? Apapun alasan Tuhan bisa jadi sulit untuk bisa kita pahami, tetapi setidaknya maukah kita menyadari betul bahwa kita diciptakan secara khusus sebagai ciptaanNya yang teristimewa dan berhenti hanya memandang kekurangan-kekurangan kita? Maukah kita untuk fokus kepada apa kelebihan yang ditanamkan Allah sejak semula ketika Dia menciptakan kita dan bersyukur untuk itu? Jika kita menyadari hal ini dengan baik, kita akan mampu menyadari kebaikan Tuhan dalam diri kita, dan disaat itulah kita baru bisa menggali potensi-potensi yang ada untuk kemudian dipergunakan dalam segala hal yang memuliakan Allah.

Daud mampu melihat segala yang indah dalam dirinya sebagaimana ia diciptakan Tuhan. Ia menggambarkannya sebagai sesuatu yang “dahsyat dan ajaib.” Itu Daud. Bagaimana kita memandang diri kita hari ini? Yang pasti, Tuhan sangat menganggap kita istimewa. Begitu istimewanya sehingga keselamatan pun Dia berikan kepada kita atas dasar kedahsyatan kasihNya lewat Kristus. Menjelang hari Natal yang hanya tinggal dua hari lagi, marilah kita merubah cara pandang kita terhadap diri sendiri. Mengertilah bahwa siapapun anda, anda adalah ciptaanNya yang istimewa, indah, mulia dan berharga. Kita adalah karya orisinil Tuhan, Bapa yang begitu luar biasa besar kasihNya kepada kita.

http://www.renunganharianonline.com/2012/12/dahsyat-dan-ajaib.html

[BEBASKAN DIRIMU DARI ROH PENOLAKAN DIRI]Raja Daud walaupun seorang yang rendah dia sangat mengagumi rupa yang Tuhan beri kepadanya.Dia tidak menolak dirinya.Bagaimana dengan anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: