Segelap-Gelapnya Malam, Akan Datang Pagi Yang Menggantikannya

BERTAHAN DI TENGAH BADAI
Obaja 1:17
“Tetapi di gunung Sion akan ada orang-orang yang terluput, dan gunung itu akan menjadi tempat kudus; dan kaum keturunan Yakub akan memiliki pula tanah miliknya”

zechariah-4-6-not-by-might-not-by-power-pushing-a-rock-uphillLatar belakang penulisan kitab Obaja adalah menceritakan tentang bangsa Edom yang bersikap sombong, kejam dan keras, merasa paling hebat, terkuat dan tak terkalahkan. Mereka menunjukkan kekuatannya kepada Bangsa Israel, bahkan pada masa kesusahan yang dialami Bangsa Israelpun Edom tidak berempati justru memperkeruh suasana yang sudah sulit

Belajar dari apa yang dialami oleh Bangsa Israel, kita mungkin juga pernah merasakan masa sulit. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Berbagai pergumulan dan tanggungjawab yang dipikul terasa semakin berat bahkan terasa melebihi kekuatan yang ada. Mungkin tidak ada orang yang sungguh-sungguh mengerti dan memahami yang terjadi dalam kehidupan kita, bahkan adakalanya justru menambah kesusahan yang kita alami. Tetapi percayalah Tuhan tidak tidur, Tuhan mengerti segala kesusahan yang dirasakan. Akan datang masanya dimana umat pilihanNya akan dilepaskan dari segala kondisi sulit yang menekan. Kesetiaan untuk tetap terus beriman kepada Tuhanlah yang harus dipegang teguh, sampai tiba masa kesusahan berganti sukacita.

Seperti kata-kata perenungan: “segelap-gelapnya malam, akan datang pagi yang menggantikannya,” begitulah kehidupan. Selalu ada masa terang dibalik kegelapan yang pekat sekalipun. Janganlah kita risau memikirkan hal-hal yang menyakitkan. Hendaknya kita mengarahkan pikiran kepada Allah agar dapat belajar mengerti rencanaNya dalam hidup kita. Allah memiliki rencana yang baik dan indah dalam hidup kita, namun sebelum mencapai keindahan mungkin ada banyak jalan berliku, sempit, berlubang dan bahkan mungkin amblas ditengah jalan. Berdoalah kepada Tuhan agar memberikan kekuatan dalam hati dan pikiran supaya kita dapat terus melanjutkan perjalanan kehidupan ini.

Pertanyaan Refleksi:
Apakah kita merasa beban dalam hidup semakin berat? Apakah kita merasa tidak ada orang yang memahami apa yang kita rasakan? Apakah kita tetap percaya Tuhan sanggup menolong kita?
Doa:
Ya Allah, tolonglah kami dalam menghadapi masa sukar ini, berikan hikmatMu agar kami mampu untuk tetap percaya bahwa rencana Tuhan akan indah pada waktunya. Amin

Janganlah masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka   yang menimpanya pada hari sialnya; dan janganlah merenggut kekayaannya pada hari sialnya.~Obaja 1:13

OBAJA.

Nas : Ob 1:1

Obaja adalah nabi untuk Yehuda yang bernubuat tentang hukuman Allah atas Edom

(lih. Pendahuluan kitab Obaja).

TENTANG EDOM.

Nas : Ob 1:1

Orang Edom, tetangga selatan Yehuda, merupakan keturunan Esau (ayat Ob 1:6), saudara Yakub; jadi, mereka masih saudara Israel (ayat Ob 1:10). Akan tetapi, mereka telah menjadi musuh bebuyutan umat Allah, sering kali membantu pasukan asing untuk menyerbu Israel. Karena permusuhan dan kebencian Edom yang lama terhadap Israel, murka Allah akan menimpa mereka.

KEANGKUHAN HATIMU.

Nas : Ob 1:3

Teks :

  1. 1) Orang Edom hidup di daerah pegunungan berbatu. Secara congkak mereka beranggapan bahwa negeri mereka itu aman dan menjadi sombong karena kemandirian dan kekuatan mereka; namun Allah akan meruntuhkan mereka.

  2. 2) Alkitab mengajarkan bahwa kesombongan dan kecongkakan menimbulkan penipuan diri sendiri, mendahului kejatuhan (ayat Ob 1:4Ams 16:18) dan menyebabkan Allah menjadi musuh kita (ayat Ob 1:8Yak 4:61Pet 5:5).

JIKA … PENCURI … DATANG KEPADAMU.

Nas : Ob 1:5-6

Telah menjadi kebiasaan orang Edom untuk menjarah, merampok dan membunuh orang lain; kini mereka akan mengalami hal yang sama karena Allah mengirim bangsa lain untuk melawan mereka.

DILENYAPKAN UNTUK SELAMA-LAMANYA.

Nas : Ob 1:10

Obaja menubuatkan bahwa orang Edom akan dibinasakan sama sekali karena kekerasan dan kekejaman mereka (bd. ayat Ob 1:16,18), sedangkan Yehuda akan dipulihkan dan kerajaan Allah akan menang (ayat Ob 1:17,19,21). Pada tahun 582 SM, empat tahun setelah Yerusalem dihancurkan, orang Edom nyaris punah oleh serbuan pasukan Babel dan dipaksa hidup di bagian selatan Yehuda. Pada tahun 70 M setelah Yerusalem dibinasakan Roma, mereka tidak disebut-sebut lagi.

BERDIRI DI KEJAUHAN.

Nas : Ob 1:11-14

Teks :

  1. 1) Edom menolak untuk menolong Israel, tetangga dan kerabatnya, ketika mereka dalam kesulitan; karena itu Allah akan menghukum mereka.

  2. 2) Allah berharap agar umat-Nya yang telah menerima pertolongan dan kemurahan-Nya menunjukkan kemurahan kepada orang lain pada saat mereka memerlukan bantuan. Ketidakacuhan dan sifat mementingkan diri menunjukkan bahwa kasih dan kasih karunia Allah tidak tinggal di dalam kita (1Yoh 3:15-17;

lihat art. PEMELIHARAAN ORANG MISKIN DAN MELARAT).

AKAN DILAKUKAN KEPADAMU.

Nas : Ob 1:15

Obaja menubuatkan bahwa Allah akan membalas Edom dan semua bangsa lainnya sesuai dengan perlakuan mereka terhadap orang lain; prinsip yang sama berlaku bagi orang percaya PB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: