GEMBALAKANLAH KAWANAN DOMBA ALLAH YANG ADA PADAMU, JANGAN DENGAN PAKSA

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih,selamat membaca Renungan pagi ini,Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya , Puji Tuhan.Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.
1Ayat Nats. : 1 Petrus 5:2
( 2)Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

ABDI YANG MENGABDI
Apakah Anda tahu “abdi dalem”? Abdi dalem adalah hamba yang mengabdi kepada raja, membantu mengerjakan urusan rumah tangga istana sesuai dengan bidang pelayanannya. Tidak sembarang orang dapat menjadi abdi dalem. Mereka harus lolos seleksi, memiliki dedikasi, loyalitas, dan integritas. Syarat yang tidak mudah, bukan?

Jika kita berpikir bahwa mereka mendapatkan imbalan yang besar, itu salah. Jika kita menilainya berdasarkan gaji yang mereka dapatkan, upah mereka sangatlah kecil. Toh keadaan itu tidak mengalangi mereka untuk terus mengabdi. Mereka bersedia mengabdi kepada raja dengan motivasi untuk mendedikasikan hidup mereka. Dengan itu, mereka mendapatkan kepuasaan batin dan ketenteraman hidup. Mereka menjadi abdi dalem sebagai sebuah kebanggaan terhadap diri mereka karena bisa melayani seorang raja.

Rasul Petrus mengingatkan kita supaya memiliki motivasi yang benar dalam melayani Tuhan. Kita melayani berdasarkan kerelaan dan kerinduan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan (ay. 2). Kita melayani bukan untuk memerintah orang lain, melainkan untuk menjadi teladan hidup (ay.3). Jika seorang abdi dalem dapat mengabdi kepada rajanya tanpa memikirkan keuntungan pribadi, terlebih lagi kita. Upah sejati yang disediakan bagi kita sesungguhnya tidak dapat dibandingkan dengan harta dunia sebesar apa pun. Ya, Tuhan memberikan kepada kita mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu (ay. 4). Marilah kita menjalankan pelayanan dengan sikap dan motivasi yang benar tersebut. –Sugihendarto Pratama P /Renungan Harian

ORANG YANG SUNGGUH-SUNGGUH MENGABDIKAN DIRI
TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN BAGI DIRINYA SENDIRI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: