Hujan Akhir

Hujan Awal & Hujan Akhir

Written by Multimedia Bethany Graha

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Ayat Bacaan : Yoel 2:23-27

images (2)Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan,  hujan pada awal  dan hujan pada akhir  musim seperti dahulu. (Yoel 2:23)

Saudara, apabila kita membaca ayat bacaan di atas, maka kita akan menemukan suatu keadaan yang luar biasa. Dimana bangsa Israel mengalami pemulihan secara drastis, setelah mengalami penderitaan yang hebat. Dan pemulihan ini terjadi karena bangsa Israel telah bertobat dari segala pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan dimata Tuhan.

Mungkin kata “bertobat” bagi kita adalah kata-kata “kuno”, tetapi itulah yang perlu dilakukan oleh umat Tuhan. Dan kali ini kita akan belajar memahami dari beberapa ayat bacaan diatas. Pada ayat 23 dikatakan : “ada  hujan awal dan hujan akhir” Hal ini telah dinubuatkan ratusan tahun sebelum Tuhan Yesus lahir. Dan baru tergenapi pada hari pentakosta yang dinamakan “hujan awal”. Sejak saat itulah terjadi pelipatgandaan, mulai dari seratus dua puluh murid Tuhan mengembang menjadi lima ratus murid, lalu berkembang lagi menjadi tiga ribu orang bertobat dan penuh Roh Kudus. Peristiwa ini terjadi 2000 tahun yang lalu berawal dari hari pentakosta.

Sedangkan dampak hujan awal ini berkembang secara luar biasa, mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi. Dan pada waktu itu juga gereja diberkati secara luar biasa, yang tentunya oleh karena kuasa Roh Kudus. Perkembangan gereja berjalan secara luar biasa, sampai Kekristenan menjangkau ke Jepang, RRT, bahkan sampai ke Indonesia. Sehingga bumi ini benar-benar dipenuhi dengan Injil Kristus; akibatnya gereja menjadi makmur (panen), namun suatu saat gereja yang sudah diberkati berlimpah-limpah ini berubah menjadi suatu ajang untuk berpolitik, selain masuknya budaya Yunani ke dalam gereja, misalnya adanya patung Venus, Yupiter, Herkules yang diganti dengan patung rasul-rasul (patung Petrus, Yohanes, dan lain sebagainya). Maka sejak saat itu gereja mulai masuk dalam abad kegelapan, bahkan sampai terjadi perang salib. Padahal perilaku seperti ini tidak boleh terjadi dalam Kekristenan.

Keadaan pada abad kegelapan itu seperti yang tertulis dalam Yoel 1:4 “Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap.” Jadi kondisi gereja pada waktu itu benar-benar memprihatinkan, karena gereja bagaikan sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, kemudian datanglah beberapa jenis belalang untuk memakannya. Mulai dari buah, ranting, batang, bahkan akarnyapun turut dimakan, sehingga tanaman itu menjadi mati. Dan kejadian ini merupakan gambaran daripada kerohanian seseorang/gereja yang telah mengalami kematian. Oleh karena itu, kita perlu waspada terhadap berkat yang kita terima (dalam pengertian bahwa segala sesuatu yang kita peroleh, semuanya berasal dari Tuhan dan biarlah kita gunakan untuk kemuliaan nama Tuhan). Jangan sampai berkat yang sudah kita terima membuat kita tamak atau serakah, sehingga hati kita condong kepada berkat daripada condong kepada Tuhan yang adalah sumber berkat.

Walaupun gereja sempat masuk dalam abad kegelapan, tetapi puji Tuhan; dimana pada akhirnya muncul suatu kegerakan baru yang dipelopori oleh Marthin Luther yang disebut dengan Protestament (back to Bible). Sehingga dari sinilah muncul berbagai macam denominasi gereja. Dan orang yang masuk dalam kegerakan Protestament ini mulai dimeteraikan oleh Roh Kudus. Dimana sebelumnya mereka mengikuti peraturan manusia, namun pada akhirnya mereka kembali pada iman. Kemudian selanjutnya gereja yang berkembang ini sampai pada tahun 1918, dan kelompok-kelompok protestan ini dipenuhi Roh Kudus di Azusa (Amerika). Lalu pada akhirnya muncul Pentacost (gereja pentakosta, termasuk juga Karismatik) yang berkelanjutan dengan adanya pemulihan terhadap gereja-gereja di seluruh dunia; dan inilah yang dinamakan hujan akhir.

Hujan akhir ini dapat dipersamakan dengan kisah hidup Elia dan Elisa. Tatkala Elia hendak naik ke surga, Elisa meminta kiranya ia mendapat dua bagian daripada roh Elia. Hal ini berbicara mengenai pengurapan dua kali lipat. Lalu akhirnya Elia melempar jubahnya kepada Elisa, sehingga Elisa mendapat urapan dua kali lipat. Hujan awal merupakan suatu kuasa dalam dimensi kadar tertentu, sedangkan hujan akhir merupakan pencurahan  kuasa Roh dua kali lipat. Memang orang yang percaya kepada Kristus dapat digolongkan sebagai orang yang dipenuhi Roh Kudus walaupun kadarnya berbeda-beda, tetapi yang pasti pada akhirnya menuju pada suatu dimensi yang dikehendaki Tuhan. Hujan awal dan hujan akhir merupakan bagian dalam pekerjaan Tuhan. Dan dalam hujan akhirlah Tuhan akan mencurahkan kuasa Rohnya secara besar-besaran, seperti yang tertulis dalam Yoel 2:28-29 : “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.”.

Lalu, apa tandanya Roh Kudus dicurahkan dan apa yang terjadi apabila Roh Kudus dicurahkan ? Yoel 2:30-32 berkata : “Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”

Saudara, bukankah sebagian dari apa yang tertulis dalam ayat tersebut sudah digenapi ?, seperti yang kita lihat dan kita baca; baik melalui media cetak maupun media elektronik. Tetapi itu bukan merupakan akhir dari segalanya, karena Tuhan akan menyatakan kuasaNya lebih dahsyat lagi. Oleh sebab itu, kita sebagai umat Tuhan biarlah berjaga-jaga senantiasa dalam doa dan tingkah laku kita. Dan janganlah kita takut dan gentar dengan “kedahsyatan malam”, sebab Tuhan berjanji akan melindungi kita. Walaupun seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu (Mazmur 91:7-11). Amin.

http://www.bethanygraha.org/ind/index.php/media-download/2013-07-13-06-04-12/sermon/968-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: