When I Am Weak, Then I Am Strong

Jika Aku Lemah Maka Aku Kuat

2 Korintus 12:9-10 (TB)
9Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

downloadBagi anda yang gemar menonton pertandingan olahraga tinju, tentu tidak asing dengan seorang petinju terkenal yang bernama Mike Tyson. Mike Tyson, yang disebut juga si leher beton merupakan seorang petinju yang sangat tangguh sehingga dalam masa kejayaannya hampir tidak ada petinju yang dapat mengalahkannya. Bahkan hanya sedikit petinju yang dapat bertahan sampai ronde terakhir sebab biasanya mereka akan KO (knock out) di ronde-ronde awal. Di awal tahun 1990, Tyson dijadwalkan bertanding untuk mempertahankan gelar juara dunia sejatinya dengan melawan James Buster Douglas, seorang petinju yang tidak begitu terkenal. Pada waktu itu para analis memperkirakan Tyson akan dengan sangat mudah mengalahkan Douglas sebab memang petinju ini kualitasnya jauh di bawah Tyson. Pasar taruhan juga mengunggulkan Tyson dengan perbandingan yang sangat jauh terhadap Douglas. Tetapi sesuatu yang diluar dugaan terjadi ketika Tyson dikalahkan oleh Douglas dengan kemenangan KO. Banyak orang yang tidak percaya, seorang Tyson yang begitu hebat bisa dikalahkan KO oleh James Buster Douglas, seorang petinju yang tidak terkenal dan berprestasi biasa-biasa saja. Ternyata penyebab utama kekalahan Tyson dikarenakan dia menggangap remeh Douglas sehingga ia tidak berlatih dengan serius dalam menghadapi pertandingan ini. Sebenarnya kekalahan Tyson bukan disebabkan oleh hebatnya sang musuh melainkan oleh dirinya sendiri yaitu oleh keangkuhan dirinya yang mengganggap remeh sang musuh.

Sebagian besar hamba Tuhan yang mengalami kejatuhan mengakui salah satu penyebab utama kejatuhan mereka adalah kesombongan. Jim Baker seorang penginjil televisi yang jatuh ke dalam dosa perzinahan dan kemudian dipenjarakan karena masalah keuangan mengakui penyebab utama kejatuhannya adalah dosa kesombongan. Seringkali kita menyalahkan iblis sebagai penyebab utama kejatuhan, padahal iblis tidak akan bisa menjatuhkan kita bila ia tidak diberi kesempatan.
Musuh terbesar kita bukanlah iblis melainkan diri kita sendiri yaitu hawa nafsu kedagingan dan keangkuhan hidup.

Selain Yesus Kristus, Rasul Paulus bisa dikatakan salah satu orang yang paling berpengaruh bagi perkembangan dunia Kekristenan. Paulus dipakai begitu dasyat dan luar biasa oleh Tuhan sehingga saya percaya pasti musuh akan berusaha menjatuhkannya sebab bila hamba Tuhan besar ini sampai jatuh maka pasti banyak orang Kristen lainnya akan ikut terpengaruh. Tetapi musuh tidak berhasil menjatuhkannya sebab Paulus memiliki sebuah rahasia yaitu kekuatan yang diperoleh dari kelemahan. Paulus tidak melupakan salib meskipun dia dipakai dengan dasyat oleh Tuhan untuk merintis banyak jemaat dan diberi pewahyuan yang demikian luar biasa. Dalam salah satu suratnya Paulus mengatakan dia tidak ingin bermegah dalam apapun kecuali dalam kelemahannya yaitu bermegah dalam salib Kristus. Kebanyakan hamba Tuhan bila dipakai dasyat seperti Rasul Paulus akan promosi sana-sini mengenai pelayanan yang telah mereka lakukan bagi Tuhan tetapi Paulus justru lebih banyak menceritakan penderitaan dan aniaya yang ia alami dibanding menceritakan pelayanannya sendiri.

Bill Gothard mengatakan setiap pagi ia membiasakan diri merendahkan dirinya dalam doa kepada Tuhan. Setiap pagi ia mengakui kelemahan dan ketidaklayakannya kepada Tuhan. Bill berkata, “Bila saya tidak merendahkan diri maka akan ada orang yang dengan senang hati akan merendahkan saya.” Daripada direndahkan lebih baik kita merendahkan diri di hadapan Tuhan. Salah satu kebiasaan yang saya lakukan setiap pagi di hadapan Tuhan adalah mengakui bahwa saya lemah.
Setiap pagi saya memulai hari dengan merendahkan diri dengan mengakui bahwa saya lemah dan membutuhkan kekuatanNya hari itu. Saya sangat menyadari tanpa ditopang oleh anugerahNya sedetik saja maka hidup saya pasti akan tidak bisa berjalan dengan baik.

Kita tidak bisa mencegah serangan musuh yang sepertinya semakin intensif mendekati akhir jaman ini. Tetapi kita bisa membangun pertahanan yang baik dengan membiasakan diri hidup dalam kerendahan hati. Biarlah kita bermegah bukan atas apa yang telah kita lakukan bagi Tuhan melainkan bermegah dalam kelemahan dan ketidakmampuan kita. Saya percaya bila kita mengejar pengenalan akan Allah, kekudusan dan kerendahan hati melebihi apapun maka oleh anugerahNya tidak akan ada musuh yang dapat menjatuhkan kita. Biarlah kita bermegah atas kelemahan, kesesakan, kesukaran dan aniaya oleh karena Kristus sebab jika Aku lemah maka Aku kuat!

http://www.glorianet.org/sunanto/1660-aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: