Segala Kerajaan Di Bumi

Kembali Ke Rencana-NYA – Ezra 1

Jika datang kepada Tuhan, datanglah dengan ekspektasi. Bahkan ada 3 hal yang membuat manusia untuk mengalami hidup di dalam Tuhan yakni iman, pengharapan, dan kasih. Tetap miliki iman di dalam Tuhan, terus berharap kepada Tuhan, dan hidup selalu mengasihi Tuhan.

Di dalam nama pahlawan iman, nama Ezra ini asing di telinga kita. Namun karena Ezralah saat ini bangsa Israel dikenal oleh khalayak banyak. Ezralah yang menuntun dan mendidik kembali bangsa Israel yang dari masa pembuangan Babel selama kurang lebih 70 tahun untuk bisa mengerti kebudayaan dan juga nilai-nilai orang Yahudi.
Ezra ini bukanlah orang yang biasa. Ezra adalah pemimpin yang diurapi dan dipakai Tuhan untuk membawa banyak bangsa Israel kembali kepada rencanaNya. Ezra ini juga adalah seorang imam.
Ezra adalah penulis kitab 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, dan Nehemia. Ezra juga adalah kepala editor dari 120 orang-orang yang mengkompilasi seluruh kitab Perjanjian Lama.

Kita semua di sini sebagai orang Kristen juga sama. Kita dipanggil bukan hanya menjadi jemaat, tetapi pemimpin rohani. Kita bukan orang biasa, tetapi adalah orang yang luar biasa. Saat kita percaya bahwa kita orang biasa berarti kita sudah percaya teologi setan. Kita juga sama seperti Ezra adalah imam, seorang imamat rajani. Namun seringkali banyak dari kita lebih berharap atas tugas kependetaan itu adalah hanya tugas gembala. Padahal kita semua adalah imamnya Tuhan, diperlengkapi dan diutus untuk membawa jiwa-jiwa dan membawa mereka mengenal Yesus Kristus melalui kesaksian hidup kita.

Ezra 1:1
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:

Tuhan adalah Pribadi yang paling tidak sabar untuk menggenapi rencanaNya dalam hidup kita. Kitab Ezra ditulis bahwa “pada tahun pertama“, Tuhan sudah menggerakkan hati Koresh, raja Persia untuk mengizinkan bangsa Israel pulang ke negerinya.
Buat keputusan hari ini bahwa kita jangan lagi membuang-buang waktu kita. Tuhan akan bertele-tele bagi orang yang bertele-tele. Namun sebaliknya Tuhan akan lurus bagi orang yang lurus. Saat kita mau maju dan fokus dengan Tuhan, kita akan mengalami penggenapan demi penggenapan rencana Allah. Saat kita mengubah sikap hati kita, kita akan dibawa Tuhan semakin dekat dengan rencana Allah.

Saat kita mulai meresponi Tuhan, Tuhan akan mulai mengubahkan orang-orang di sekeliling kita. Siapapun mereka, sekalipun orang Kristen atau bukan, Tuhan bisa memakai mereka untuk menjadi Koresh-Koresh dalam hidup kita. Gereja Tuhan itu terbatas tetapi Roh Kudus di dalam gereja Tuhan tidak pernah terbatas. Setiap orang-orang yang Tuhan kirimkan ke dalam hidup kita untuk membawa kita semakin dekat dalam penggenapan rencana Allah adalah bentuk mujizat Tuhan.

Tuhan menggerakkan hati Koresh untuk menggenapi firman yang diucapkan oleh Yeremia. Zaman Koresh dan Yeremia terpaut 100-200 tahun. Jadi dalam hidup ini ada firman-firman yang diucapkan buat hidup kita tanpa kita sadari dan tanpa perlu kita dengar. Demikian juga dengan rencana Allah dalam hidup kita yang kita alami. Tidak ada kebetulan di dalam kamus orang percaya. Percaya sebuah kebetulan adalah tanda kita tidak tahu berterima kasih. Tanpa kita tahu, Tuhan sedang memerintahkan malaikat-malaikatnya untuk menjagai hidup kita. Tanpa kita tahu, Tuhan sedang menggerakkan hati orang-orang di sekeliling kita untuk menjadi berkat bagi hidup kita.

Inilah firman Yeremia yang diucapkan kepada bangsa Yahudi, ratusan tahun sebelum bangsa Israel dibuang ke tanah Babylonia, ratusan tahun sebelum Koresh lahir.

Yeremia 29:10
Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji- Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.

Jangan pernah putus asa dengan hidup kita. Tahukah kita bahwa detik ini ada firman yang diucapkan untuk hidup kita ratusan kilometer jauhnya dari posisi kita. Saat kita merasa kita bergumul akan sesuatu, jangan terburu-buru, semua masih dalam proses. Ingat untuk terus hidup dalam rencana Allah.

Cara keluar dari rencana Tuhan hanya sesederhana ini: bersungut-sungutlah, kutukilah Tuhan, maka kita akan keluar dari rencana Allah.

Ezra 1:2-4
” Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.
Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem. “

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Inilah firman yang perlu kita pegang dan percayai dalam hidup kita. Bagaimana proses penggenapan rencana Tuhan itu bukan bagian kita, itu adalah bagian Tuhan. Tetap hidup dengan iman dan percaya bahwa rencana Tuhan itu penuh damai sejahtera. Saat kita berpikir sampai di titik kita tidak dapat berpikir lagi adalah bukti bahwa pikiran kita sendiri gagal menyelami pikiran Allah. Roh Kudus tidak pernah menyuruh kita memikirkan rencana Tuhan. Tetap percaya saja dengan rencana Tuhan.

Sing:
Ku tahu rencanaMu indah bagiku
Ku tahu kehendakMu baik bagiku
Ku tahu rancanganMu sempurna bagiku
Ku tahu jalan-jalanMu yang terbaik bagiku

Saat kita sudah berjalan dalam rencanaNya, jangan pernah ambil keputusan untuk keluar dari rencanaNya. Saat kita melihat rencana Allah itu digenapi, kita akan menyesal karena kita sudah tidak lagi ada di sana dan “tidak layak” lagi menerima rencana Allah itu. Dalam rencanaNya, kalau kita belum menemukan jalan keluar, jangan pernah ambil keputusan untuk keluar, tetaplah tinggal. Rencana Tuhan itu ajaib dan indah, jangan pernah mau dipancing untuk keluar, sebab sekalipun kita bisa kembali, keadaan tidak akan pernah sama lagi.

Ezra 1:5
Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.

Siapapun kita kalau hari ini sudah mundur dari Tuhan dan kita mengambil keputusan untuk kembali pulang, percaya Tuhan akan memakai kita lagi. Semua dimulai dari dipakai Tuhan menggenapi visi dan rencana Tuhan atas gereja Tuhan. Mulai hidup kita yang baru di dalam Tuhan dengan mengadopsi visi gereja Tuhan. Ingat tidak pernah kita yang memperkaya visi kita, tetapi justru visi yang memperkaya hidup kita. Bukan karena kita visi gereja kita menjadi besar, tetapi justru visi gereja kitalah yang membuat kita besar.

Ezra 1:6
Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela.

Kembali ke rencana Allah dan membangun sesuatu. Rencana Allah tidak pernah rencana iseng dan semua rencana Allah selalu berhubungan dengan membangun Rumah Tuhan.

Yesaya 45:3
Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.

Harta terpendam dan harta duniawi bukanlah harta duniawi, tetapi berbicara mengenai berkat Tuhan. Harta terpendam hanya diberikan untuk orang-orang yang hidupnya berjalan dalam maksud dan tujuan ilahi, bukan hanya sekedar demi kekayaan duniawi.
Tahukah kita bahwa saat kita hidup dalam rencana Tuhan kita ini dalam perlindungan Tuhan, sebab Tuhan sangat rindu dan ingin menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita.

Ezra 1:7-8
Pula raja Koresh menyuruh mengeluarkan perlengkapan rumah TUHAN yang telah diangkut Nebukadnezar dari Yerusalem dan yang ditaruhnya di dalam kuil allahnya.
Koresh, raja Persia itu, menyuruh mengeluarkan semuanya itu di bawah pengawasan Mitredat, bendahara raja, yang menghitung seluruhnya bagi Sesbazar, pembesar di Yehuda.

Harta tersembunyi tidak bisa lenyap. Saat kita kembali ke rencana Allah, semua berkat itu akan dikembalikan. Setiap berkat itu saat ini hanya disimpan, dititipkan ke tangan orang-orang fasik.

Ezra 1:9-11
Inilah daftarnya: tiga puluh bokor emas, seribu bokor perak, dua puluh sembilan pisau,
tiga puluh piala emas, pula empat ratus sepuluh piala perak, seribu buah barang-barang lain.
Barang-barang emas dan perak itu seluruhnya berjumlah lima ribu empat ratus. Semuanya itu dibawa oleh Sesbazar sewaktu orang-orang buangan itu dibawa pulang dari negeri Babel ke Yerusalem.

Tuhan sudah mendaftarkan dengan rapi berkat-berkat untuk hidup kita jauh-jauh sebelum kita sampai di titik itu. Saat kita setia dalam rencana Tuhan, berkat Tuhan itu akan semakin menjadi-jadi dan semakin besar dalam hidup kita. Tuhan sudah tahu dan sudah rencanakan setiap berkat-berkat dalam hidup kita sekalipun kita belum mengalaminya. Tetap percaya saja dan beriman kepada Tuhan. Teruslah berjalan dalam rencana Tuhan.

Source: http://mynamedany87.wordpress.com/2013/04/07/seri-pengajaran-kitab-ezra-1-pasal-1-ps-philip-mantofa/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: