SIA-SIA MELAWAN UMAT TUHAN

Santapan Harian

Bacaan: Bilangan 22:41-23:12

250px-Gustav_Jaeger_Bileam_Engel

Judul: Sia-sia melawan umat Tuhan Balak dan Bileam saling memperalat. Dengan uangnya, Balak akhirnya berhasil mendesak Bileam untuk menjadi alatnya mengutuki Israel. Dengan kemampuan tenung yang dia miliki, Bileam memerintah Balak untuk menyiapkan berbagai persyaratan agar tenungnya berhasil. Begitulah realitas orang-orang yang mempraktikkan kejahatan dan ibadah sesat. Mereka saling menyesatkan dan disesatkan.

Tujuh mezbah, tujuh lembu, dan tujuh domba dalam kepercayaan kafir dipercaya Bileam menjadi pembujuk sempurna bagi “Yang kuasa” agar mengikuti keinginan mereka. Mereka tidak sadar bahwa Allah berdaulat mengubah niat jahat menjadi wadah pengungkapan berkat-Nya atas Israel. Maka bukan kata kutuk melainkan tujuh rangkaian berkat-pengakuan-nubuat dari Allah, yang diucapkan oleh Bileam (23:7-10,18-24; 24:3-9,15-24).

Angka tujuh dianggap angka sempurna oleh orang Israel. Dengan kata lain, sungguh sempurna kuasa Allah menaklukkan segala sesuatu agar rencana-Nya yang sempurna terjadi atas umat-Nya. Dalam tujuh ujaran Bileam, maksud Ilahi yang dahsyat itu dinyatakan meningkat secara bertahap.

Pertama, memaparkan bahwa ia disuruh oleh Balak, raja Moab, untuk mengutuk Israel (7). Kedua, ia mengakui tidak mungkin mengutuk yang tidak dikutuk Tuhan (5). Ketiga, ia tidak dapat mengutuk Israel karena Israel diberkati oleh Tuhan (9). Keempat, Bileam menyatakan keinginan supaya diakhir hidupnya, ia diberkati seperti Israel diberkati (10). Tentu saja Balak menjadi murka. Tetapi Bileam mengingatkan bahwa ia hanya bisa mengatakan apa yang ditaruh Tuhan ke dalam mulutnya (11-12).

Nyata perlindungan Tuhan atas umat-Nya, Israel, dari maksud jahat Balak. Dalam hidup kita pun, sesungguhnya banyak malapetaka maupun usaha jahat yang Allah belokkan dari kita sehingga kita terhindar dari semua itu. Kita harus bersyukur karena Allah mahatahu dan mahakuasa. Ia senantiasa menjaga dan melindungi kita dari ancaman kejahatan. Marilah kita bersyukur karena Tuhan melindungi kita.

Ayat Alkitab: Bilangan 22:41-23:12

22:41 Keesokan harinya Balak mengambil Bileam dan membawa dia mendaki bukit Baal. Dari situ dilihatnyalah bagian yang paling ujung dari bangsa Israel.
23:1 Lalu berkatalah Bileam kepada Balak: “Dirikanlah bagiku di sini tujuh mezbah dan siapkanlah bagiku di sini tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan.”
23:2 Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, maka Balak dan Bileam mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu.
23:3 Sesudah itu berkatalah Bileam kepada Balak: “Berdirilah di samping korban bakaranmu, tetapi aku ini hendak pergi; mungkin TUHAN akan datang menemui aku, dan perkataan apapun yang dinyatakan-Nya kepadaku, akan kuberitahukan kepadamu.” Lalu pergilah ia ke atas sebuah bukit yang gundul.

Bileam memberkati Israel
23:4 Maka Allah menemui Bileam, lalu Bileam berkata kepada-Nya: “Ketujuh mezbah itu telah kuatur, dan kupersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah.”
23:5 Kemudian TUHAN menaruh perkataan ke dalam mulut Bileam dan berfirman: “Kembalilah kepada Balak dan katakanlah demikian.”
23:6 Ketika ia kembali, maka Balak masih berdiri di situ di samping korban bakarannya, bersama dengan semua pemuka Moab.
23:7 Lalu Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya: “Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunung-gunung sebelah timur: Datanglah, katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah, kutuklah Israel.
23:8 Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN?
23:9 Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.
23:10 Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!”
23:11 Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: “Apakah yang kaulakukan kepadaku ini? Untuk menyerapah musuhkulah aku menjemput engkau, tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka.”
23:12 Tetapi ia menjawab: “Bukankah aku harus berawas-awas, supaya mengatakan apa yang ditaruh TUHAN ke dalam mulutku?”

http://alkitab.mobi/2/renungan/sh/2007/07/23/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: