Living In God’s Plan

 

RANCANGAN TUHAN YANG AJAIB

Bahan Warta Bethany (23 November 2014):
Rancangan Tuhan Yang Ajaib

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia kan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruh kepadanya.” (Yesaya 55:8-11).

Firman ini ditujukan kepada orang-orang yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, bersedia dibaptis dalam nama-Nya, dan sudah lahir baru. Mereka disebut sebagai “anak-anak Allah”, kehidupan mereka akan terus bertumbuh. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita sudah masuk dalam rancangan Tuhan.

Rancangan Tuhan itu tinggi seperti langit, sedangkan rancangan manusia itu rendah seperti bumi. Sangat berbeda. Demikian juga jalan Tuhan dari jalan kita itu sangat berbeda. Tuhan memberikan apa yang tidak pernah dipikirkan, apa yang tidak pernah dilihat, apa yang tidak pernah dicita-citakan kepada orang yang mengasihi Dia. Ini adalah sesuatu yang luar biasa.

Perjalanan di tahun-tahun selanjutnya dari gereja ini harus tetap berada dalam rancangan Tuhan. Pada umumnya, problem kebanyakan gereja yang sudah mulai menjadi besar adalah para pengurusnya mulai menggunakan rancangan mereka sendiri, bukan rancangan Tuhan. Hal itu bisa membuat pelayanan gereja hancur. Jika gereja makin menjadi besar dan makin diberkati, gereja itu harus tetap masuk dalam rancangan Tuhan. Karena itu, kita harus memiliki kerendahan hati pada Tuhan. Tuhan paling tidak senang jika orang yang sudah diberkati menjadi sombong. Jadi semua hamba-hamba Tuhan yang melayani di gereja ini harus menghormati rancangan Tuhan, jangan memakai rancangan sendiri.

“Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?” (2 Kor.3:1). Bila orang sudah diberkati dan menjadi besar, sebenarnya ia mempunyai “CV” (Curriculum Vitae) yang berisi seleluruh daftar “riwayat pendidikan” dan “gelar-gelar” yang dimilikinya. Setiap orang, setiap hamba Tuhan, sebenarnya memiliki sebuah catatan kehidupan, yaitu semacam sebuah CV yang merupakan “surat pujian”. Tapi ternyata Paulus menghilangkan CV yang ada padanya itu, sebaliknya ia menganggap bahwa jemaat yang telah dilayaninya itulah yang merupakan “surat pujian”. Sebab Paulus mengakui bahwa kesanggupannya dalam menjalankan pelayanannya itu adalah pekerjaan Allah sendiri.

Musa diurapi luar biasa oleh Tuhan sehingga hidupnya berhasil. Tapi pada akhirnya urapan yang ada pada Musa itu pudar juga. Tapi bila Roh Tuhan sendiri yang melayani jemaat, pelayanan itu akan kekal selamanya. Karena itu, kita harus beralih dari pola pelayanan Perjanjian Lama (pelayanan Musa) pada pola pelayanan Perjanjian Baru (pelayanan Roh). Dalam pelayanan Perjanjian Baru, hamba Tuhan hanya berfungsi sebagai “pembuka jalan” saja, setelah itu biarkan Roh Kudus yang bekerja melayani jemaat.

Pada saat seorang hamba Tuhan diurapi dengan luar biasa, ia akan memikat banyak orang dengan karunia dan pengetahuan firman yang ada padanya. Tapi Tuhan tidak pernah terpikat dengan hal itu. Manusia yang diurapi memang mendatangkan kemuliaan, tapi jauh lebih mulia bila manusia yang diurapi itu bersedia mundur dan membiarkan Roh Tuhan sendiri yang bekerja.

Meskipun ada hamba Tuhan yang sangat pintar dan memiliki pengetahuan Teologia yang tinggi, tapi bila ia menggunakan rancangan dan kekuatannya sendiri pasti akan gagal. Biarlah kita memakai pikiran Tuhan dan rancangan Tuhan. Jangan menggagalkan rancangan Tuhan dengan memakai rancangan manusia. Bila semua hamba Tuhan dan pengerja di gereja penuh dengan Roh Kudus, maka rancangan Tuhan pasti berhasil.

Bila Roh Tuhan yang melayani jemaat, maka jemaat tidak perlu “berusaha” (dengan kekuatan sendiri) menuruti firman Tuhan. Sebab jemaat yang “berusaha” (dengan kekuatan sendiri) menuruti firman Tuhan pasti akan gagal. Tapi bila Roh Tuhan yang bekerja lewat firman yang disampaikan, maka firman itu akan bertumbuh dan tertanam sendiri dalam hati jemaat, sehingga firman yang tertanam dalam hati itu sendiri yang akan menyuruh jemaat untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan. Dengan demikian, firman Tuhan itu pasti akan berhasil. Anda harus mengerti perbedaannya. Kita harus memulai segala sesuatu dengan roh, sebab pada dasarnya kita adalah manusia roh. Yang harus kita tumbuhkan adalah manusia roh, bukan manusia daging kita.

Bila hati kita adalah tanah yang subur, maka firman itu akan mudah tertanam dalam hati Anda, sehingga Anda akan dengan mudah pula menurut pada firman Tuhan. Firman itu tidak akan kembali dengan sia-sia serta melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki dan berhasil. Itu bukan karena usaha manusia, tapi karena pekerjaan Allah sendiri. Demikian pula, ketika jemaat menjadi diberkati dan sukses, semua itu karena pekerjaan Tuhan. Mari ijinkan Roh Tuhan dan Firman Tuhan yang bekerja dalam hidup kita.

(Ringkasan khotbah Pdt. Abraham Alex Tanuseputra, ibadah World Revival Center, 25 September 2014)

Rancangan Tuhan Yang Ajaib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: