Tenanglah

Ada Waktu Untuk Berdiam Diri

414c8529657e98f30a764db200b313b4

Bacaan: 1 Petrus 4:7-11
Kunci Sukses: Ambil waktu untuk berdiam diri bersama Tuhan.
Memperdalam akar iman: “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7)
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 56-57; Mazmur 56

Ada saat-saat yang perlu bagi manusia untuk berdiam diri dan menenangkan pikiran. Sebab bila menghadapi persoalan, kita tak tenang dan hati bergelora, maka sulitlah kita mengambil tindakan yang tepat. Berdiam diri, artinya tenang, tidak mengadakan reaksi-reaksi keras. Rupanya “tenang” ini sangat diperlukan dalam hidup ini untuk mencapai tujuan dan doa kita kepada Allah. Daud mempunyai pengalaman banyak dengan Tuhan, dan kebaikan serta pertolongan-Nya dalam hidup selalu diingatnya. Ketika persoalan datang, bahaya mengancam, Daud tahu Tuhan pasti memberikan pertolongan pada saat yang tepat.

Daud berkata walaupun: “tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. Tetapi aku menyerukan nama TUHAN, “Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!” (Maz. 116:3-4), dan Daud yakin bahwa Tuhan pasti menolong sebab Tuhan selalu menolongnya di masa lalu. Maka diperintahkan jiwanya untuk kembali tenang: “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.” (Maz. 116 7).

Jadi dalam menghadapi masalah, hendaklah kita tenang dan berseru saja pada Tuhan dengan percaya. Kata Alkitab: “Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.- (Yes. 30:15b). Ketika murid-murid Yesus terkejut dan ketakutan saat melihat Yesus berjalan di atas air yang disangkanya hantu, maka Yesus pun berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mat. 1427). Dari sini dapat diambil kesimpulan, untuk dapat melihat kuasa Tuhan dalam kehidupan kita yang sedang ketakutan, perlu tenang.

Tenang menandakan kemantapan hati dan keyakinan hahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara bagi kita. Dalam mengharapkan mujizat Tuhan, kita tak boleh bimbang, “sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” (Yak. 1-8). Penguasaan diri dan tenang dalam setiap perkara sangat perlu, agar kita dapat berdoa. Petrus berkata: “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Pet. 4:7). Jika kita yakin Tuhan sebagai Penolong, maka sekalipun bumi bergoncang, gunung-gunung berpindah, kita tidak takut dan tetap tenang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: