MEMPRAKTEKKAN HIDUP YANG SALING MENGHORMATI

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Roma 12:10

Ada orang ingin dihormati namun tidak ingin menghormati dalam erti kata lain memandang rendah dan memperlakukan orang dengan cara menghina.Saat Yesus menjamah hati saya,saya belajar untuk menghormati seorang kanak-kanak.Perkataan sayang menggantikan perkataan bodoh.

C S Lewis mengatakan suatu kalimat bahwa kalau kita bertemu dengan orang yang sungguh-sungguh rendah hati (humble) maka sebenarnya kita tidak akan merasa bahwa dia adalah orang yang rendah hati yaitu dalam pengertian dunia yang selalu bilang “saya tidak ada apa-apanya (I am nobody)”. Tetapi akan merasa bahwa dia sungguh-sungguh mendengarkan apa yang kita katakan. Dengan kata lain dia sebenarnya orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi selalu memikirkan kepentingan orang lain.

Secara praktis untuk menguji apakah kita memperhatikan orang lain lebih daripada diri kita sendiri:

Kita tidak akan hancur ketika dikritik, walaupun dikritik secara tajam. Hal ini karena kita menyadari bahwa diri kita jauh lebih buruk daripada orang yang bisa kritik. Sebagaimana yang Paulus katakan bahwa di antara orang yang berdosa akulah yang paling berdosa. Siapa lagi yang bisa kritik dia. Kritik justru menjadi kesempatan untuk bertumbuh, belajar menghargai.

Kita tidak akan melayang terbang karena dipuji. Hal ini karena tidak ada pujian yang lebih berharga dari perkataan Tuhan kepada kita. Ada pujian karena orang bersyukur (appreciate). Ini bukan sombong karena dipuji tetapi menyempurnakan sukacita. Tetapi kita harus hati-hati bergeser dari pujian yang mulanya tulus dan menyenangkan hati, menjadi mulai berpikir “lihat siapa saya, betapa hebatnya saya, saya boleh mengerjakan hal itu sehingga mendapat pujian”.

Ketika seseorang yang mengerti bahwa dirinya adalah orang yang sudah dibenarkan di hadapan Tuhan, yang mengerti bahwa semua apa yang dia miliki adalah karena anugerah Tuhan, maka ciri-cirinya adalah tidak mengejar pengakuan dari orang lain, tetapi ketika orang mengakui pekerjaannya, dia tidak menjadi lupa diri, tinggi hati.

Mari kita bertumbuh bersama-sama menjadi orang-orang yang mengerti anugerah Tuhan yang begitu besar di dalam hidup kita, mengerti betapa rusaknya dan dosanya hidup kita dan Tuhan yang sudah mengampuni dan menyucikan hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: