Sense Of Competence

SABDAweb Mat 19:30. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terkemudian, dan orang yang terkemudian itu akan menjadi yang terdahulu.”

Puji Tuhan! Rancangan-Ku bukan rancanganmu. Rancangan Tuhan sungguh luar biasa. Saya pernah ada acara pelayanan di sebuah kantor daerah Kuningan, Jakarta. Kantor PEMDA DKI. Waktu itu ada yang minta konseling. Saya sudah sangat terlambat sekali. Setengah jam waktu yang diperlukan untuk sampai ketempat saya melayani kalau lewat jalan tol. Karena perjalanan ini rawan macet, kalau tidak lewat tol pasti saya akan terlambat.

Saya berangkat jam 11.30. Saya tidak sadari bahwa uang dikantong saya tinggal 2000 rupiah. Dan Tuhan ijinkan saat itu memang tinggal segitu, saya bayar pintu tol di Jati bening 500 rupiah, jadi sisa 1500, wah kaget saya, sedangkan satu-satunya jalan kalau mau cepat, harus tol ke tol. Selama saya dijalan terjadi juga sungut-sungut. Tuhan saya mau pergi pelayanan, kok untuk kebutuhan-Mu Engkau tidak siapkan. Coba pagi itu ada 3500 saja cukup. Tapi ini kok Tuhan ijinkan hanya 2000. Dan akhirnya saya sedih sekali waktu lewat pintu tol Halim, saya bilang, mustinya saya lewat situ jadi tidak bisa, jadi saya masuk jalur lambat, jalur yang biasa, dengan berat hati.

Tiba-tiba sampai Cawang, saya masih belum menyadari apa yang sedang terjadi di jalan tol. Saya masih berpikir, kenapa begini yah Tuhan. Tapi ketika saya menengok, jalan tol macet total. Saya didaerah Pancoran tebet, hijau lampunya, maju lagi, saya lancar-lancar saja di jalur lambat, dan saya lihat sepanjang jalan tol, didekat Komdak ada kecelakaan yang mengakibatkan jalan tol macet total. Akhirnya saya tiba dikantor itu persis jam 12 kurang lima, tidak terlambat. Saya bisa bayangkan kalau saya punya 3500 rupiah saja, saya pasti terlambat. Tuhan tahu mengatur langkah kita.

Saudara yang nasibnya hanya 2000 saja seperti saya, hanya sebatang kara di Amerika jauh-jauh, kalau di Indonesia saya tidak begini, saudara Tuhan tahu bagaimana memelihara kita. Kalau hari itu saya ada uang, saya pasti terlambat untuk melayani pekerjaan Tuhan. Jalanmu bukan jalan-Ku kata Tuhan, rancanganmu bukan rancangan-Ku. Sering kali jalan Tuhan membuat kita down, kok seperti ini, tapi rupanya lewat hal itu, Tuhan sudah menyediakan yang terbaik buat kita.

Markus 8:14-21. Tuhan membawa kepada 2 peristiwa, yaitu ketika 5 ketul roti memberi makan 5000 orang, sisa 12 bakul. Kejadian kedua ada 7 ketul roti, memberi makan 4000, turun seribu, rotinya sendiri modalnya naik, tapi kapasitas orang yang bisa diberi makan 4000 kurang, dan sisanya 7 bakul. Murid-murid bilang kami tidak punya roti, betul tidak ? walaupun nyatanya mereka punya, dalam ayat 14 walaupun hanya 1. Seringkali kita punya satu kita katakan tidak punya.

Tidak mungkin kita hidup tidak diberikan talenta dan karunia oleh Tuhan. Persoalannya maukah kita memberikan roti yang ada pada kita. Kalau anak kecil, dalam keadaan kelaparan menjelang malam, murid-murid sudah katakan sudah suruh pulang saja, bikin pusing kepala ini yang mengikuti kita. Tuhan katakan: “Kamu harus memberi mereka makan”. “Mana sanggup Tuhan?, ini berapa biayanya?”, Yesus malah tanya ada berapa roti yang ada padamu?

Dan seorang anak kecil yang juga ikut dengan Yesus, dia dibekali 5 roti dan 2 ikan supaya nanti kalau lapar ia bisa makan pada waktunya. Waktu dicari-cari siapa yang punya roti, ternyata anak kecil ini Alkitab katakan, ketika ia rela memberikan rotinya kepada Yesus, Yesus memberkati 5000 orang, satu itu besar untuk Tuhan.

Tuhan pernah berbicara tentang talenta yang Dia tinggalkan, ada yang diberi 5, ada yang diberikan 2 ada yang diberikan 1, Matius 25. Yang satu justru tidak mengerjakan talentanya. Banyak orang yang merasa tidak berdaya, dan berkata “Saya tidak bisa!”.

Dalam Lukas 15, disana ada 3 perumpamaan ayatnya 8: “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu diantaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? dan kalau ia telah menemukannya ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: bersuka citala bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang telang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Disini berbicara tentang dirham yaitu mata uang yang berlaku saat itu. Ini berbicara sense of competence, bahwa diri kita ini berdaya guna, bahwa saudara diberikan talenta, pada diri saudara ada karunia, pada diri saudara ada kesanggupan! Yesus memberi perumpamaan ini untuk memberi pengajaran kepada gereja. Saudara dan saya seringkali tidak sadar bahwa didalam kita ini ada dirham, ada sense of competence, ada daya guna. Dan daya guna ini sepertinya sedang tersembunyi dan hilang.

Dalam tata cara orang Yahudi, wanita yang mau menikah, ia memakai kalung dengan 10 dirham pada lehernya. Kalau hilang satu, tidak bisa dipakai. Maka wanita ini harus mencari. Kalau kita bicara konteks Lukas pasal ke 15, mengenai gembala yang baik, ia mencari satu domba yang hilang, yang 99 dia tinggalkan, itu cerita tentang sense of worthyness, bahwa saudara dan saya itu berharga dimata gembala, siapa gembala? Yesus Kristus adalah Gembala yang baik. Ini berbicara kasih dari Allah kepada anak-anaknya. Gembala kita adalah Yesus, Ia mencari satu domba yang terhilang.

Matius 12:33. Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Yehezkiel dibawah lihat tulang, bisa tidak bangkit? Tuhan hanya Engkau yang tahu, lalu katakan kepada tulang sekarang, bangkit!. Apa yang kita perkatakan itu terjadi, pohon yang kita katakan jelek, munculnya buah yang jelek, tapi kalau kita katakan pohon itu baik, jadilah pohon itu baik.

Apapun kondisi saudara, Dia peluk. Mungkin anak yang hilang kalau seandainya dia berkata, dia katakan: “Saya tidak berkenan, saya bau!”, tapi tidak mengapa, tetap ayahnya memeluknya. Masih bisakah kita menjumpai seseorang, ketika kita menjumpai kekurangan-kekurangan dia. Kita masih dapat memeluknya?

Judgement terlalu berlaku dalam gereja, manusia yang pernah terpuruk bukan ditolong malahan dibuang, ini saatnya gereja berubah paradigma. Yesus pernah berkata: Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar, tapi Aku ini datang untuk orang yang berdosa. Padigma gereja harus berubah, kita harus MENGUBAH ORANG-ORANG YANG TIDAK BENAR MENJADI BENAR, dan dia yang telah dibenarkan, dia bisa menjadi berkat bagi orang lain. Kisah Lukas dari sisi kasih Allah sebagai Bapa, tapi Allah sebagai Roh, wanita adalah sebagai lambang Roh Kudus, yang sedang mencari, saya percaya, hari-hari ini Roh Kudus, Dia sedang mencari dan mencari dirham-dirham yang hilang, siapa dirhamnya, saya mau katakan, saudara dan saya.

Kita orang yang tidak pernah sadar bahwa kita adalah dirham yang hilang, dimana pemiliknya, wanita itu kehilangan. Saya beritahu bahwa saudara mau dipakai oleh Tuhan, tapi banyak orang yang tidak pecaya. Musa, 40 tahun dididik Tuhan, di Midian. Pada waktu Allah berbicara disemak belukar dalam api, kita lihat Keluaran 3 ada lima jawaban Musa.

1.Ayatnya yang 11: Tetapi Musa berkata kepada Allah: “ Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” Tuhan mengatakan “Aku akan menyertai engkau!”.

2.dalam ayat 13 Musa berkata lagi: Lalu musa berkata kepada Allah: “ Tetapi apa bila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepada ku: bagaimana tentang nama-Nya?-apakah yang harus kujawab kepada mereka?” Musa merasa ia tidak sanggup, ia tidak fasih bicara, ia tidak bisa, dia under-estimate dirinya sendiri.

3. pasal 4 ayatnya yang 1: Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku, dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: “Tuhan tidak menampakkan diri kepadamu”. Dia tidak yakin calling of the Lord, dia tidak yakin bahwa dia dipilih oleh Allah, dalam puji-pujian, bukan kamu yang memilih Aku, tapi Aku yang memilih engkau. Musa tidak pecaya dia dipilih Tuhan, berapa banyak anak Tuhan sekarang yang tidak percaya, bahwa dia terpanggil untuk menjadi anak Tuhan, saya bukan berbicara bahwa saudara harus menjadi pendeta.saya sedang berbicara bahwa saudara sedang terpanggil, karena saudara adalah imamat yang Rajani. Saudara imamnya Tuhan, yang mau dipakai oleh Tuhan. Seperti Musa bilang bahwa, Tuhan tidak menampakkan diri, dia tidak yakin bahwa dia dipilih Tuhan.

4. ayatnya yang 10: Lalu Musa kepada Tuhan: “Ah Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Ini jawaban ke 4, aku tidak bisa Tuhan, aku tidak bisa ngomong, siapa disini pernah menolak kalau disuruh untuk berdoa?, itu contoh yang kecil saja, kita tidak yakin, tidak bisa omong.

5. ayat 13: tetapi Musa berkata: “ Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kau utus.” Bukan aku Tuhan, orang lain saja, bayangkan saudara, 40 tahun dididik, masih merasa tidak sanggup. Saya rasa kita-kita ini belum mencapai didikan seperti Musa, 40 tahun dia lari dan dididik Tuhan, ketika Tuhan datang, betapa hebatnya Tuhan, Dia tidak pernah menyingkirkan pilihan-Nya dari pada kita. Musa tetap dikejar oleh Allah, dia telah menjawab 5 hal tadi, tapi sebenarnya apa sih yang terjadi dengan Musa, kenapa dia tidak mau, sebetulnya persoalan pokok itu kita dapat lihat di ayat yang ke 19: Adapun Tuhan sudah berfirman kepada Musa di Midian: kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati. Itulah bahaya orang yang mempunyai traumatis, Musa ini mempunyai traumatis, jangan kira pengalaman masa lalu kita pada waktu kecil kalau itu belum dijamah Tuhan, itu mungkin menjadi penghalang kita.

Pengalaman 40 tahun yang lalu, ketika justru Musa membela orang Ibrani, karena berkelahi dengan orang Mesir, dia bunuh orang Mesir, rupanya ada orang Ibrani yang melihat, suatu waktu ada orang Ibrani yang berkelahi, dia mau pisahkan, kenapa kamu dengan bangsamu mau berkelahi? Yang satunya katakana, saya mau kasih tahu raja, kamu dulu pernah membunuh orang Mesir, ketakutanlah dia, itu sebabnya Musa lari. Dan bayangkan pengalaman sudah 40 tahun berlalu, tapi Musa masih trauma dengan pengalaman untuk takut dibunuh. Makanya Allah panggil dia, untuk kembali ke Mesir, sebetulnya 5 alasan yang Musa kemukakan itu bukan alasan yang esensi, tapi Tuhan tahu, yang paling esensi ialah, dia takut dibunuh kalau dia pulang ke Mesir.

Saya pagi ini, mau mengajak saudara, maukah kita mengijinkan Roh Allah, kalau saudara punya trauma-trauma dalam hidup saudara, ijinkan Tuhan untuk jamah saudara pada pagi ini, Karena trauma ini bisa menghalangi kita untuk menggenapi rencana Allah dalam hidup saudara. Bayangkan, Tuhan itu baik, Dia tahu caranya, hanya untuk mengembalikan Musa ke Mesir, Tuhan angkat semua orang yang mau membunuh dia. Baru Musa berani kembali ke Mesir, bayangkan apakah yang terjadi, kalau Musa tidak kembali ke Mesir, apakah rencana Tuhan terjadi saudara?

Makanya melayani Tuhan itu, bukan persoalan bisa atau tidak bisa, melayani Tuhan itu persoalan mau atau tidak mau. Saya melayani sebuah ibadah di Jakarta, ada seorang ibu bersaksi, dia ini pendoa syafaat, dan Tuhan bebankan dia untuk membesuk orang-orang yang sakit di gereja, saat itu ada orang yang sedang dirawat di ICU, jadi mengunjungi anggota jemaat ini, dia datang sendiri, dia berdoa diruang itu beberapa tempat tidur, ada salah satunya orang yang sudah 4 hari koma karena kecelakaan, pada waktu dia dengar itu, memang sejak datang Roh Kudus sedah bilang, doakan dia, dia tidak kenal, tapi Roh Kudus kuat sekali menyuruh dia untuk berdoa bagi orang itu.

Tapi dia tidak percaya, dan akhirnya dia pamit dia pulang, di jalan, dilorong rumah sakit itu, tiba-tiba Roh Tuhan gerakkan dia untuk kembali dan doakan orang itu, akhirnya dia terdiam, ada ayat berkata tangan orang percaya ditumpangkan kepada orang sakit, orang sakit itu sembuh. Bukan tangan pendeta ya. Akhirnya dia kembali dia minta ijin kepada suster, ternyata waktu dia cek kepada suster, ia seorang saudara sepupu kita, wah dia pikir, ah sudahlah, tapi Roh Kudus berkata dia harus lakukan, akhirnya dia memutuskan untuk taat, waktu dia tumpang tangan, tiba-tiba hajah yang sudah 4 hari koma ini bangkit, kan unbelievable, tapi itu terjadi.

Saudara masalah mau dipakai itu bukan masalah bisa atau tidak bisa, mau atau tidak ini kita, mari kita jangan tertipu oleh kuasa kegelapan, untuk dipakai Tuhan, untuk dipakai sebagai alat untuk memberkati orang lain, atau menolong orang lain, kita bukan harus pergi sekolah Alkitab dulu, selesaikan Kejadian sampai Wahyu. Kita ini melayani Tuhan tidak perlu sampai sempurna. Bayangkan seandainya pendoa syafaat ini tidak taat dengan suara Tuhan, bisakah sebuah mujizat terjadi?. Saudara mungkin berkata, saya tidak mempunyai apa-apa. Saudara mempunyai, walaupun satu roti dalam hidup saudara, tapi Tuhan mau pakai saudara sebagai berkat.

Kalau kita lihat caranya Yesus dengan deret hitungnya, yang saudara punya, persoalannya apakah saudara mau serahkan roti itu kepada Tuhan?. Saya bersaat teduh kemarin, saya mendapatkan ayat ini, mengapa yang terdahulu menjadi yang terakhir, saya mendapatkan pengertian dari Tuhan demikian. Matius 19:30. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir menjadi yang terdahulu.” Konteksnya Yesus berbicara bahwa ketika Petrus bertanya, Tuhan kami ini sudah meninggalkan semuanya dan ikut Engkau, kami ini mendapatkan apa, nah jawaban Yesus dalam ayat 28: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila anak manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu yang telah mengikut Aku, akan duduk juga diatas kedua belas takhta, untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (29) Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki dan saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Konteksnya Yesus berbicara mengenai yang terdahulu menjadi yang terkemudian atau sebaliknya adalah dari konteks cerita ini. Ada kata kunci yang saya temukan, kata meninggalkan. Setiap orang karena nama-Ku, meninggalkan rumahnya dstnya, dibumi ini juga akan mendapat seratus kali lipat ganda. Ada unsur korban. Kenapa orang-orang baru bertobat, kenapa mereka yang militant, kenapa yang sejak lahir jadi Kristen, kita jadi tertinggal, orang-orang yang baru bertobat, mereka lebih maju dari kita, kata kuncinya karena mereka berani berkorban, mereka berani menyerahkan bagian seluruh hidup mereka kepada Tuhan, mereka mulai mengerjakan satu roti yang ada pada mereka, mereka mau kasih untuk memberkati orang lain. 

Saya tidak tahu rencana Tuhan baik pribadi, baik rumah tangga kalau saudara disini suami-istri, bahkan gereja local ini, visi Tuhan secara khusus saya tidak tahu, tapi saya tahu, Tuhan pasti punya rencana untuk memakai hidup saudara, mau tidak mau kita? Saya mau beri tahu kepada saudara, ada bagian-bagian dari hidup kita, yang kita tidak mau serahkan kepada Tuhan, itulah tempat iblis ambil untung dari kita. Kenapa saudara, apakah Yesus kejam kita harus serahkan semuanya, tidak!. Itu persoalan hati, karena itu semuanya bisa menjadi ganjalan dalam hidup kita untuk menggenapi rencana Tuhan. Hari ini saya berdoa, saya minta Roh Kudus jamah hati saudara pagi ini, karena hanya Roh yang dapat rubah hati kita . tidak ada orang bisa merubah manusia, tidak ada.

Saya akan tutup dalam kitab Wahyu 3:15. “Aku tahu segala pekerjaanmu:engkau tidak dingin dan tidak panas, alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! (16) Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku (17) Karena engkau berkata: aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku, dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta, dan telanjang”

Tidak panas, tidak dingin, dulu saya kira ini adalah, rohani yang sedang berapi-api, dan rohani yang sedang beku, tapi rupanya, di Laodikia, diutara itu ada kota yang namanya Kiarapolis. Kota Laodikia ini lebih rendah dari kota kiarapolis dan diselatan dari kota Kolose, nah kalau dari kota Kolose itu ada sumber air panas, dan Kolose itu penuh dengan mata air, dan airnya panas. Di menado ada mata air panas, yang kalau orang berendam karena mengandung belerang, bisa sembuh yang berpenyakit kulit. Nah ini juga sumber penyembuhan penyakit.

Kolose mengalir ke kota Laodikia, di utara ada kota Kiarapolis, disitu mengalir air dingin, dan air dingin ini juga berbicara mengenai lambang berkat, lambang damai sejahtera, yang mengalir ke Laodikia, tapi Laodikia di katakan suam-suam, artinya disini adalah, dia sebetulnya ada sumber berkat air panas, ada sumber berkat air dingin, ada sumber kesembuhan ilahi, ada sumber damai sejahtera, tapi dia suam, dia tidak punya warna, maksudnya apa? Laodikia tidak pernah mengambil keputusan, jadi suam disini bukan rohani panas atau rohani dingin sebetulnya dari sejarah ceritanya Laodikia, tapi Laodikia tidak punya warna, maaf saya harus katakan kalau banyak anak-anak Tuhan yang tidak punya warna, bahkan hamba-hamba Tuhan, kumpul dengan yang hijau jadi hijau, dia pergi dengan yang biru jadi biru, tidak punya warna, hidup terombang-ambing.

Saya percaya inilah waktunya untuk gereja berdiri dan mempunyai warna, kita tidak harus jadi orang lain. Karena saudara itu dahsyat, saudara itu berharga dimata Tuhan, mana ada garis tangan kita yang sama, kenapa, karena setiap kita itu unik. Jangan tolak diri saudara. mari katakan: saya percaya bahwa dimata Tuhan, saya berharga.

LABEL: RONNY SOEDJAK

House of Revival

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: