Pintu Kesempatan

Pintu Kesempatan[click]

II Tawarikh 9:20

9:20 Segala perkakas minuman raja Salomo dari emas dan segala barang di gedung “Hutan Libanon” itu dari emas murni; perak tidak dianggap berharga pada zaman Salomo.

Jadi yang dimaksud dengan “bukalah pintu-pintumu, hai Libanon” bukan lagi gunung di nama-tuhan-2Libanon saat itu tetapi bebicara Hutan Libanon yang sudah di pindah di Yerusalem. Apa yang menjadi pintunya? Ada dua pohon yang dipakai Tuhan menjadi pintu dan tiang-tiang pintu, pertama pohon minyak atau zaitun hutan dan kedua pohon sanobar. Tuhan menyuruh membuka pintunya karena Tuhan mau membakar. Mengapa Tuhan mau membakar? Karena ibadah mereka tidak benar, pelayanan mereka sudah tidak betul. Ini membuat sakit hati Tuhan sehingga Tuhan bermaksud membalas dan membakar karena ibadah mereka sudah tidak benar dan ditambah lagi nikah dari Salomo juga sudah tidak benar.

Pintu itu dibuat dari kayu Sanobar dan kayu minyak.

I Raja-raja 6:31

6:31 Sebagai pintu masuk ke ruang belakang dibuatnyalah pintu dari kayu minyak; ambang dan tiangnya merupakan segi lima.

Kayu minyak ini adalah pohon Zaitun hutan. Siapa yang dikatakan dalam surat Roma 11:17-18(TL) sebagai pohon Zaitun hutan? Itulah kita bangsa kafir. Sebelum kita bangsa kafir percaya kepada Yesus sudah dinubuatkan dalam pembangunan Bait Allah akan ada bangsa kafir masuk dalam pembangunan Bait Allah dan menjadi pintu. Kalau pintu berarti ada saatnya dibuka dan ada saatnya ditutup. Kita bangsa kafir harus mengerti, kalau sekarang pintu itu dibukan kita harus bergegas masuk. Jangan tunggu pintu itu ditutup oleh Tuhan!

Dalam surat Roma pasal 11 dikatakan bangsa Israel adalah pohan zaitun asli yang dipotong cabangnya dan tersisa tunggulnya. Diambilah pohon zaitun hutan atau pohon minyak lalu dicangkokkan ke dalamnya, itulah kita bangsa kafir. Di dalam Bait Allah kita juga menemukan fungsi kita bangsa kafir yang digambarkan sebagai pohon minyak adalah bagaikan pintu yang bisa dibuka atau ditutup. Artinya kalau sekarang Tuhan membuka kesempatan kepada kita harus kita manfaatkan jangan tunggu Tuhan tutup.

Jangan tunggu pintu dibuka untuk dibakar. Biarlah kita membuka hati untuk Tuhan sebelum terlambat. Bukalah hati dan mohon kepada Tuhan untuk dikaitkan dengan pembangunan Tubuh Kristus yang digambarkan dengan pembangunan Bait Allah Salomo.

Basan berarti wilayah penggembalaan.

Bilangan 21:23-24

21:23 Tetapi Sihon tidak mengizinkan orang Israel berjalan melalui daerahnya, bahkan ia mengumpulkan seluruh laskarnya, lalu keluar ke padang gurun menghadapi orang Israel, dan sesampainya di Yahas berperanglah ia melawan orang Israel.

21:24 Tetapi orang Israel mengalahkan dia dengan mata pedang dan menduduki negerinya dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok, sampai kepada bani Amon, sebab batas daerah bani Amon itu kuat.

Tanah Basan inilah yang menggoda hati suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye karena melihat daerah itu subur dan merupakan wilayah penggembalaan.

Bilangan 32:33

32:33 Lalu Musa memberikan kepada mereka, kepada bani Gad, kepada bani Ruben dan kepada setengah suku Manasye bin Yusuf: kerajaan Sihon, raja orang Amori, dan kerajaan Og, raja Basan, yakni negeri mereka beserta kota-kotanya di seluruh negeri itu, dengan daerah-daerah setiap kota itu.

Tarbantin yang ada di Basan ini berarti kehidupan yang tinggal dalam penggembalaan yang limpah tetapi disuruh meratap. Ketika kita dilimpahkan Tuhan dengan kelimpahan Firman yang luar biasa lalu kita melihat tetangga dan saudara kita yang lain, hidupnya tidak dibenahi oleh kelimpahan Firman dan melihat mereka terancam untuk dibakar maka kita yang tahu harus mengambil sikap meratap. Kita harus berdoa kepada Tuhan supaya mengasihani mereka.

Merataplah, hai pohon-pohon tarbantin Basan, sebab telah rata hutan yang lebat itu! Artinya di mata mereka sudah melihat Tuhan sudah meratakan pohon aras itu. Yang diancam dan dikatakan sudah rata adalah ibadah orang Kristen yang sudah tidak kuat, sudah lemah, sudah tidak berdaya. Karena yang memimpin adalah duri dan onak.

Kejadian 18:1

18:1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

Ternyata pohon tarbantin ini adalah tempat berteduh bagi Abraham ketika hari panas terik. Ketika itu Abraham didatangi tiga tamu yang membawa dua berita kembar yaitu tentang penghukuman Sodom dan Gomora serta tentang lahirnya anak laki-laki yang diberi nama Ishak.

Sekarang ini dunia sedang panas. Tidak ada lagi kita mendapatkan kesejukan di dunia ini. Tidak ada yang dapat melindungi kita kecuali kita datang pada pohon tarbantin. Pohon tarbantin pertama ada di Hebron dan yang kedua kita lihat pada Kejadian pasal 18. Artinya kita harus datang kepada yang punya pohon tarbantin. Bukan pohonnya yang kita sembah, sebab pohon tarbantin ditebang lalu dijadikan berhala.

Yesaya 44:13-14

44:13 Tukang kayu merentangkan tali pengukur dan membuat bagan sebuah patung dengan kapur merah; ia mengerjakannya dengan pahat dan menggarisinya dengan jangka, lalu ia memberi bentuk seorang laki-laki kepadanya, seperti seorang manusia yang tampan, dan selanjutnya ditempatkan dalam kuil.

44:14 Mungkin ia menebang pohon-pohon aras atau ia memilih pohon saru atau pohon tarbantin, lalu membiarkannya tumbuh menjadi besar di antara pohon-pohon di hutan, atau ia menanam pohon salam, lalu hujan membuatnya besar.

Pohon Tarbantin sudah dijadikan berhala padahal pohon itu ditumbuhkan oleh Tuhan untuk menjadi tempat kita bernaung di hari yang panas terik. Kita harus kembali melihat bahwa ada pencipta dan kita harus bernaung pada Kristus Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Di Pohon Tarbantin ini datang 3 tamu, ini lawatan Tuhan yang akhir bagi Abraham untuk menyatakan nasib dari Sodom dan Gomora, untuk menyatakan bahwa istrinya akan melahirkan tahun depan.

Bukalah mata hari-hari terakhir ini, sementara dunia sedang panas ingat ada berita yang datang kepada kita. Nasib dunia segera akan dibakar tetapi gereja Tuhan akan bertemu dengan seorang Anak Laki-laki. Bukan lagi Ishak tetapi Yesus Anak Tunggal Bapa yang akan datang pada kali yang kedua. Tetapi kita harus mengambil sikap seperti tarbantin yang meratap di kaki Tuhan.

Pohon tarbantin ini ada di Basan artinya kehidupan yang ada di dalam Firman penggembalaan akan memahami apa ancaman Tuhan yang akan menghukum dunia ini. Dia tahu hal itu sehingga tidak akan bermain-main karena Tuhan sudah mengatakan akan membakar. Dulu Tuhan membakar aras tetapi sekarang Tuhan akan membakar seluruh dunia. Sudah sejauh mana pandangan kita?

Hakim-hakim 6:11,14,16

6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

6:14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!”

6:16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”

Ini peristiwa Gideon yang berada di bawah pohon tarbantin. Berita yang diterima oleh Gideon adalah janji pembebasan bagi Israel lewat dirinya dan janji kemenangan mengahadapi Midian. Hal ini yang sudah hilang hari-hari terakhir ini, anak Tuhan dan hamba Tuhan sepertinya sudah tidak ada kebebasan lagi. Tidak terbebas dan terikat dengan segala sesuatu. Tidak ada lagi bukti-bukti kemenangan.

Tuhan datang untuk memberikan kebebasan dan kemenangan kepada kita.

Yesaya 61:3,1

61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

Ini dikaitkan dengan tarbantin. Saya tidak mau mengalami ini. Tidak ada kebebasan dalam diri untuk berekspresi.

  1. Gembala-gembala

Zakharia 11:3

11:3 Dengar, para gembala meratap! Sebab kemegahan mereka sudah dirusakkan. Dengar, singa-singa mengaum! Sebab sudah dirusakkan kebanggaan sungai Yordan.

Mereka meratap sebab kebanggaan sungai Yordan sudah dirusak. Siapa yang merusak? Mereka sendiri yang merusak.

Yeremia 25:34-38

25:34 Mengeluh dan berteriaklah, hai para gembala! Berguling-gulinglah dalam debu, hai pemimpin-pemimpin kawanan kambing domba! Sebab sudah genap waktunya kamu akan disembelih, dan kamu akan rebah seperti domba jantan pilihan.

25:35 Maka bagi para gembala tidak akan ada lagi kelepasan, dan bagi para pemimpin kawanan kambing domba tidak akan ada lagi keluputan.

25:36 Dengar! para gembala berteriak, para pemimpin kawanan kambing domba mengeluh! Sebab TUHAN telah merusakkan padang gembalaan mereka,

25:37 dan sunyi sepilah padang rumput yang sentosa, oleh karena murka TUHAN yang menyala-nyala itu.

25:38 Seperti singa Ia meninggalkan semak belukar persembunyian-Nya, sebab negeri mereka sudah menjadi ketandusan, oleh karena pedang yang dahsyat, oleh karena murka-Nya yang menyala-nyala.”

Ini diakhiri dengan gembala yang meratap karena ulahnya sendiri. Kita harus prihatin dan masing-masing melihat bagaimana penggembalaan hari-hari terakhir ini. Penggembalaan sekarang ini sudah tidak karu-karuan. Dalam Zakharia 10:4-5 diceritakan gembala itu sudah menjual domba. Yang terjadi sekarang ini banyak gembala-gembala yang mengkomersilkan sidang jemaat.

Bagaimana caranya gembala mengkomersilkan jemaat? Saudara tidak tahu kalau seandainya sudah dijual gembala. Caranya antara lain gembala mengundang pengkhotbah yang banyak uangnya datang berkhotbah di dalam sidang jemaat. Dia akan datang untuk mensuplai kepada gembala. Jemaat datang mendengar Firman tidak tahu kalau sudah dijual oleh gembala. Setelah pengkhotbah itu pulang yang untung adalah gembala dan jemaat mendengar Firman yang belum tentu disampaikan dengan jelas arahnya.

Kalau melihat hal seperti ini kita harus meratap sebab penggembalaan sudah dirusak. Jemaat harus hati-hati kalau berkomentar jangan sampai kebenaran yang dipersalahkan. Yang harus dipersalahkan adalah prilaku yang tidak benar.

Jadilah kita seperti sanobar yang menjadi kapal dan tarbantin yang menjadi dayung, menjadi penggerak.

Amsal 31:14

31:14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.

foodsKalau gereja Tuhan bagaikan pohon sanobar yang tadinya berasal dari duri kemudian karena pekerjaan Firman Tuhan berubah menjadi pohon sanobar lalu dijadikan kapal, berarti itu gereja Tuhan yang mendatangkan makanan. Ciri dari gereja Tuhan yang bagaikan kapal saudagar adalah kelimpahan makanan Firman Allah. Tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan tidak ada kelimpahan pembukaan rahasia Firman Allah,kalau kita menjadi kapal saudagar pasti ada kelimpahan makanan. Jadilah kapal saudagar jangan menjadi kapal perang. Ditembak apapun tidak usah kita membalas dan memang kita tidak bisa membalas karena kita kapal saudagar yang telah diubahkan dari onak dan duri menjadi sanobar dan menjadi tarbantin.

Tuhan Memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: