NEW WINE SKIN (KANTONG ANGGUR YANG BARU) VS KANTONG ANGGUR LAMA

Beberapa teman2 saya baru minggu yang lalu menghadiri kebaktian yang dipimpin oleh Bapak Pdt Gereja Fidelaphia[Pentakosta].Teman saya berkata,kok khotbah Bapak itu banyak berkisar di perjanjian baru.Harus juga ada perjanjian lama.Saya menyukai perjanjian lama kerana ia merupakan “pelambangan” untuk kita kaji dan nilai .Namun kita tidak boleh mengikut pola perjanjian lama sebab kita di zaman Roh Kudus.Kalau anda mau ikut pola perjanjian lama banyak makanan tidak boleh di makan termasuk “BABI”.Saya pernah menulis tentang gereja yang tidak makan daging…itu kerana mereka mencampur kasih karunia dengan taurat.

Allah membuat perjanjian lama itu menjadi tua dan usang….apa yang sudah tua,akan segera pula lenyap.~Ibrani 8:13

Hidup dalam Roh
Kantong/kirbat anggur yang sudah direndam dalam air akan diolesi dengan minyak. Dengan demikian kantong itu akan menjadi tetap kuat seperti baru.

Minyak disini lambang Roh Kudus. Kita harus hidup penuh Roh Kudus. Sebab seperti tertulis dalam Gal 5:16-21, “Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”

Dan Gal 5:18, “Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

yang-tua-lebih-baik [klik]powerpoint presentations

not-by-might-nor-by-power-but-by-my-spirit

Yesus membandingkan pemberitaanNya mengenai kerajaan Allah dengan “Anggur-Baru“, yang tak dapat dimasukkan kedalam kantong anggur yang tua, karena kantong tersebut sudah kehilangan daya elastisitasnya.Karena Anggur yang Baru yang masih memuai (fermentif, beragi), sehingga jika kantong-kantong tua itu jika diisi Anggur-Baru, maka kantong tua itu akan menjadi robek yang disebabkan “kekuatan” Anggur-Baru yang masih sedang memuai itu.

Allah membuat perjanjian lama itu menjadi tua dan usang….apa yang sudah tua,akan segera pula lenyap.Ibrani 8:13

Maksud Tuhan Yesus disini adalah jelas, bahwa pola hidup Kristianitas tidak dapat “dikurung” dalam peraturan-peraturan Yahudi yang lama.Dan Kekristenan haruslah dibentuk dalam suatu pola hidup yang baru. 

Kantong Anggur yang tua adalah peraturan-peraturan dan bentuk-bentuk upacara agamawi tradisional. Sayang, kelompok Farisi itu tidak mau membuat perubahan-perubahan yang memang harus terjadi karenanya, sebalinya mereka dengan keras berpegang pada sistem yang padanya nafkah mereka bergantung (Lukas 5:39).

Pemberitaan Yesus tentang kerajaanNya, menyinggungyang tua lebih baik” yang hendak menyatakan pilihan orang Yahudi terhadap cara lama, yang sudah terbentuk dan dikenal. Pengajaran baru dianggap ‘pengganggu’; Para agamawan lebih cenderung berpikir konservatif, dan mencurigai setiap pembaharuan. Lukas 5:36-39, bandingkan dengan tulisan Matius dibawah ini :

* Matius 9:14-17 
9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata:“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” 
9:15 Jawab Yesus kepada mereka:”Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
9:16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

9:17 LAI TB, Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur.Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
KJV, Neither do men put new wine into old bottles: else the bottles break, and the wine runneth out, and the bottles perish: but they put new wine into new bottles,

Yesus Kristus menerangkan 2 perumpamaan yang menggambarkan pola hidup farisisme, yang banyak melakukan ibadah agamawi itu, yang tidak dapat digabungkan dengan pola hidup Kekristenan.Sepotong kain yang belum susut tidak boleh dijahit (ditambalkan) pada baju yang tua; apabila baju itu dicuci, maka kain baru itu akan menyusut/mengkerut (artinya akan menjadi lebih kecil), sehingga akan merobek/merusak baju itu.

Maksud Tuhan Yesus disini adalah jelas,bahwa pola hidup Kristianitas tidak dapat “dikurung” dalam peraturan-peraturan Yahudi. Dan Kekristenan haruslah dibentuk dalam suatu pola hidup yang baru.Sayang, kelompok Farisi itu tidak mau membuat perubahan-perubahan yang memang harus terjadi karenanya, sebalik nya mereka dengan keras berpegang pada sistem yang padanya nafkah mereka bergantung (Lukas 5:39). 

Yesus menemukan banyak perlawanan untuk menerimaan beritaNya,perlawanan ini bukan dari pihak orang-orang penjahat, dari orang-orang kafir atau ‘pendosa‘ yang lain, tetapi justru perlawanan dari orang-orang yang ‘saleh‘ dan yang ‘bermaksud baik‘ secara ibadah agamawi.Hal ini muncul karena mereka telah ‘terbiasa terikat’ pada adat dan upacarawi dan pemikiran yang lama. Mereka merasa itulah perbuatan baik, ibadah yang baik, mengapa mereka harus berubah?

Ini merupakan respon yang sangat wajar, dan manusiawi, dan bisa dimengerti. Ini bisa merupakan pengalaman melawan tendensi untuk mengikuti suatu yang baru hanya karena itu baru.Tetapi, ketika Allah melakukan sesuatu yang baru atau menanamkan suatu Wahyu Baru,seperti yang Yesus lakukan dalam pelayananNya ini,maka naluri kecenderungan manusia yang sudah terbiasa dengan adat, mereka ingin mempertahankan kebiasaan yang lama. 

Namun sikap mempertahankan kebiasaan yang lama adalah hambatan bagi pengembangan maksudNya. Sebagai puncaknya, pertanyaan bagi pengajaranNya yang baru ini bukanlah sekedar pertanyaan “apakah itu lama?” dan “apakah itu baru?”, namun “Apakah itu benar?”

Pengajaran Yesus Kristus ini dapat juga dikenakan pada usaha-usaha dalam menggabungkan kehidupan Kekristenan dengan beberapa adat tua/ adat-adat leluhur. Dan Kekristenan tidak boleh digabung-gabung/ disinkretisasikan dengan macam-macam hal-hal yang berbau adat-istiadat. 

Dengan demikian jelas bahwa wine baru itu menunjuk kepada bekerjanya ajaran baru Yesus Kristus yang hidup berkuasa, maka kantong kulit yang pecah dapat menunjuk baik pada bentuk-bentuk konvensional tertentu atau keseluruhan sistem Yudaisme/adat-istiadat manapun pada hati manusia, yang kesemuanya itu membutuhkan penataan kembali sesuai tantangan zaman baru yang telah datang.

Justru karena itulah, perumpamaan tentang Anggur (wine) ini digunakan, ini juga merujuk kepada pekerjaan Roh Kudus digunakan.Proses fermentasi adalah gambaran apa yang sedang berlaku pada umat/ orang-orang percaya.Kita adalah hasil buah pohon anggur, yaitu Tuhan Yesus Kristus (sebagai pokok anggur yang benar).

Implementasi pengajaran ini banyak diserap oleh Rasul Paulus, di mana dengan gamblang ia menjelaskan bahwa keselamatan itu bukan di dalam Yesus plus [+] syariat Taurat. Melainkan hanya didalam Yesus Kristus saja, dijelaskan dalam artikel permasalahan-kristus-atau-taurat-vt223.html#p471 ).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: